Pelantikan Biden: Sunyi di Darat, “Pecah” di Udara

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan wakilnya Kamala Harris resmi dilantik, Rabu (20/1/2021), dalam suasana keterbelahan masyarakat AS pasca-pilpres. Sempat ditunda, pelantikan Presiden AS kali ini berada dalam dua ‘teror’ serius, yakni ancaman kesehatan Covid-19 dan keamanan setelah peristiwa bentrok berdarah di Capitol Hill pada Rabu 6 Januari, saat Parlemen AS bersidang.

Riset media sosial Indonesia Indicator (I2) periode 20 hingga 21 Januari 2021 berhasil menghimpun lima fakta menarik pelantikan Biden di West Front Gedung Capitol AS, Washington DC: 

Pertama, pelantikan Biden dan Kamala Harris jauh lebih sepi dibanding pelantikan para presiden sebelumnya. Pelantikan kali ini ‘dihadiri’ lautan bendera AS yang memadati area National Mall, halaman antara Gedung Capitol AS dan Lincoln Memorial. Covid-19 yang tak kunjung mereda plus ancaman keamanan memaksa pelatikan Biden sepi penonton. Kedua, pelantikan Biden kali ini juga tanpa kehadiran rival politiknya, Donald Trump. Padahal tradisi selama ini, para mantan Presiden AS selalu menghadiri pelantikan para penerusnya sebagai simbol pengalihan jabatan.

Lalu ketiga, meski sunyi penonton, pelantikan Biden justru ‘bertabur bintang’ lantaran dimeriahkan sejumlah pesohor seperti Lady Gaga, Jennifer Lopez hingga Katy Perry. Keempat, pelantikan kali ini bertemakan "America United" yang menyiratkan pesan persatuan pascapilpres AS. Kelima, suasana pelantikan Biden disebut-sebut bak zona perang lantaran melibatkan 21.000 personel Garda Nasional AS.

Keriuhan di Udara

Sepi di Gedung Capitol, acara pengambilan sumpah Biden-Harris justru bergemuruh di jagat maya. Pada periode 20-21 Januari tesebut, analisis data media sosial mendapati cuitan netizen cukup masif, yakni 435.959 cuitan via Twitter yang memperbincangkan hari pelantikan presiden Biden. Rinciannya, sebanyak 231.069 cuitan mengudara pada 20 Januari, dan 204.890 pada 21 Januari.

Riuh rendah pelantikan pelantikan Presiden AS di ruang Twitter dijejali ragam sentimen masing-masing pendukung Biden dan Trump. Riset Indonesia Indicator mendapati sentimen positif dan negatif relatif berimbang. Sentimen negatif sebesar 38%, banyak diisi oleh kritik dan cemohan pendukung Trump yang menolak pelantikan Joe Biden. Sementara sentimen positif 36%, berisi optimisme dan harapan netizen bahwa Presiden Biden akan menghapuskan kebijakan diskriminatif dan rasis era Trump. 

Adapun sentimen netral 26% muncul dari cuitan akun media yang memberitakan jalannya pelantikan presiden tersebut.

Hiruk-pikuk pelantikan Biden juga terangkum dalam 9 tagar populer. Tagar #Covid-19 berada di posisi teratas sebanyak 452.200. Tagar ini dikaitkan dengan aktivitas Joe Biden yang mengikuti upacara peringatan korban meninggal akibat Covid-19 jelang pelantikan. Disusul tagar #Biden, posisi kedua, sebanyak 424.100.

Sementara tagar #InaugurationDay menempati posisi ketiga sebenyak 422.100. Tagar ini berisi komentar terkait jalannya pelantikan Joe Biden. Sementara posisi keempat ditempati #COVID19 sebanyak 283.600, disusul #Trump 127.600, #Inauguration2021 sebanyak 92.600, #COVID 90500,

#BidenHarrisInauguration 86200, dan #Inauguration 85600.

Jokowi dan Harapan Atas Biden

Pelantikan Biden-Harris semakin “pecah” di udara seiring kompaknya para pemimpin dunia

menyampaikan ucapan selamat dan harapan atas pemimpin baru AS tersebut, tak terkecuali Presiden Indonesia Joko Widodo.

“Mari kita terus perkuat kemitraan strategis kita, tidak hanya untuk kepentingan kedua bangsa, tetapi juga untuk dunia yang lebih baik," ujar via akun Twitternya.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga tak ketinggalan memberikan ucapan selamat. Dia berharap bisa menjalin kerja sama pada bidang perubahan iklim hingga keamanan.

"AS adalah sekutu penting kita dan saya harap bisa bekerja sama secara erat dalam prioritas bersama kita," tulis Boris Johnson via akun Twitternya.

Masih banyak lagi para pemimpin dunia yang mengucapkan selamat kepada Biden-Harris, di antaranya Presiden Iran Hassan Rouhani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Paus Fransiskus, Kanselir Jerman Angela Merkel hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron. Mereka mengungkapkan harapannya terhadap Pemerintahan Biden-Harris.

Loading...
Loading...