Pemerintah Terapkan PSBB Ketat Jawa-Bali, Ekspos Pemberitaan Melonjak

"Penerapan pembatasan secara terbatas dilakukan provinsi di Jawa dan Bali," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Airlangga Hartarto, saat mengumumkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat atau Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Rabu (6/1). PPKM diberlakukan di DKI Jakarta dan 23 kabupaten/kota di enam provinsi yang termasuk wilayah berisiko tinggi penyebaran COVID-19.

Pengumuman tersebut menyita perhatian media daring di Indonesia. Indonesia Indicator (I2) mencatat, media online di Indonesia mengaver isu tersebut sebanyak 3.940 berita pada rentang waktu 6-7 Januari 2021.

Ekspos pemberitaan terpantau melonjak hampir empat kali lipat pada tanggal 6 Januari 2021 (1.204 berita) dibandingkan hari sebelumnya (328 berita). Tren ekspos terus naik hingga mencapai 2.724 berita pada 7 Januari 2021, seiring dengan banyaknya kepala daerah yang memberikan komentar terkait rencana PSBB Jawa dan Bali.

Airlangga tercatat menjadi figur tervokal dengan 3.993 pernyataan yang dikutip media. Jumlah tersebut cukup tinggi mengingat pernyataan mantan Menteri Perindustrian itu hanya dikutip terkait pengumuman resmi PPKM yang berlaku pada 11-25 Januari 2020. 

Selain pejabat pemerintah pusat, para kepala daerah juga banyak diberitakan terkait komentar dan respons PPKM Jawa-Bali di wilayahnya masing-masing. Yakni, Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria dengan 1.082 pernyataan; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 705 pernyataan; Plt Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana 431 pernyataan; Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak 278 pernyataan; serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 250 pernyataan.

Tercatat sebanyak 750 portal media online yang memberitakan PPKM Jawa Bali selama 6-7 Januari 2021. Suara.com menjadi portal media paling aktif memberitakan PPKM dengan 137 berita. Disusul, Medcom dengan 118 pemberitaan; Republika 88 pemberitaan; CNBC Indonesia 83 pemberitaan; serta Kompas dan Detik 78 pemberitaan.

Netizen Pria Ramai Mencuit

Sementara itu di media sosial Twitter, sebanyak 37.033 cuitan netizen terpantau membahas kebijakan PPKM Jawa-Bali selama 6-7 Januari 2021. Sebanyak 43% warganet membahas PPKM Jawa-Bali dengan emosi antisipasi dan mendukung pengetatan. 

Sebesar 21% cuitan dengan emosi marah dan 12% cuitan dengan emosi jengah yang disertai kritik terhadap pemerintah yang terlambat memperketat PPKM. Banyak cuitan warga Twitter yang menggambarkan perasaan bosan harus mengikuti PPKM kembali. Namun di sisi lain, ada yang mengkritik penerapan PSBB karena dinilai tidak efektif jika masyarakat masih gemar beraktivitas di luar rumah.

Dari segi gender, pecakapan terkait PPKM Jawa-Bali cenderung lebih banyak dilakukan pria atau 77% daripada wanita atau 23%. Sementara kelompok milenial dengan rentang umur 22-30 tahun mendominasi percakapan hingga 37%.

 

Loading...
Loading...