Gusar Begal Sepeda

Tren bersepeda sedang naik daun, seiring berlarut-larutnya pandemi Covid-19. Pangkalnya, dianggap sebagai transportasi alternatif yang aman dari penularan karena minim interaksi dan menjaga kebugaran tubuh.

Peningkatan tertinggi terjadi di DKI Jakarta menyusul kian banyaknya fasilitas penunjang yang disediakan. Misalnya, jalur sementara (pop up) ataupun permanen dan kantong parkir sepeda.

Berdasarkan data Institute For Transportation and Development Policy (ITDP), pesepeda di Jakarta naik 1.000% saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi tahap awal daripada sebelumnya. Pengamatan dilakukan melalui perbandingan antara tren pada Juni 2020 dengan Oktober 2019 kala uji coba jalur sepeda 63 kilometer.

Perhitungan dilakukan pada hari kerja di jam sibuk (rush hour), pukul 06.30-08.00, di Sudirman-Thamrin, Dukuh Atas, Gelora Bung Karno, dan Sarinah.

Setali tiga uang. Tren kejahatan terhadap pesepeda pun mengalami peningkatan, terutama di Ibu Kota dan sekitarnya. 

Maraknya begal sepeda disoroti warganet dan sejumlah media massa. Ini sesuai hasil pemantauan Indonesia Indicator (I2) sepanjang 1 September-20 November. Terdapat 278 media daring yang memberitakan begal sepeda dengan 1.015 artikel. Berita terbanyak dimuat Detikcom dengan 40 artikel; lalu Suara.com 32 artikel; JPNN 28 artikel; Tempo.co 27 artikel; Republika 23 artikel; Warta Kota, RRI, Merdeka, dan KOMPAS.com masing-masing 21 artikel; serta Liputan6 20 artikel.

Merujuk sebaran ekspos berita tersebut, kejadian di Jakarta paling menjadi sorotan. Terdapat 316 artikel yang membahas kasus begal sepeda di Jakarta.

Media terpantau memberitakan beberapa pesohor yang menjadi korban begal sepeda. Salah satunya aktor Anjasmara Prasetya yang pernah menjadi korban saat beraktivitas di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (19/10), pukul 07.30.

Aktor film Si Cecep itu berupaya melawan dengan memukul pelaku, yang berada di atas motor, menggunakan tangan kiri. Sayangnya, justru membuat dirinya terjatuh dan mengakibatkan pundak kiri terluka.

Para pelaku mengincar korban tanpa memandang status, termasuk personel TNI. Ini seperti yang dialami Kolonel (Adm) Ridwan Gultom kala bersepeda di Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Sabtu (14/11).

Korban, yang kehilangan dompet dan ponsel, sempat terjatuh dan tak sadarkan diri karena pembegalan. Beruntung dirinya berhasil ditolong pesepeda lainnya dan dibawa ke rumah sakit.

Guru Besar Manajemen Bisnis dan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Udisubakti Ciptomulyono, pun sempat menjadi korban begal sepeda. Dirinya menjadi sasaran tindak kriminal saat bersepeda di Kenjeran, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (18/11). Berbagai dokumen dan harta benda yang dibawanya diambil pelaku.

Di sisi lain, kepolisian belakangan membentuk beberapa satuan tugas (satgas). Tujuannya, untuk mitigasi dan pengungkapan kasus.

Upaya perlindungan juga dipromotori pengemudi ojek daring atau ojol yang tergabung dalam Aksi Roda Dua (Garda). Mereka menawarkan jasa kawal gowes antibegal pesepeda.

Sementara itu, kasus begal sepeda juga riuh diperbincangkan hingga 962 kicauan di Twitter dalam rentang waktu yang sama. Kata kunci "aktor Anjasmasa" dan "anggota TNI" menjadi terpopuler setelah keduanya menjadi korban dibandingkan diksi lainnya.

Meski demikian, beberapa netizen mempersoalkan penggunaan "begal sepeda" sebagai padanan lain dalam menyoroti kasus tersebut. Ini seperti yang dicuitkan @mefadli. "Rancu sebenernya antara sebutan 'begal sepeda' atau 'jambret pesepeda.'"

I2 mencatat fokus terhadap isu meningkat setiap bulannya, baik di Twitter maupun media daring. Detailnya, 63 artikel dan 18 cuitan pada September, 336 artikel dan 375 cuit pada Oktober, dan 616 artikel dan 569 cuit pada November.

Loading...
Loading...