Debat Sengit Soal Childfree

Keputusan YouTuber Gita Savitri bersama suaminya Paul Andre untuk tidak mau punya anak atau childfree menuai polemik di jagat Twitter. Alasan Gita yang menyebutkan bahwa punya anak atau tidak merupakan pilihan hidup, memicu pro-kontra di media sosial dengan ragam argumen dan emosi. 

Riset media sosial Indonesia Indicator (I2) pada periode 20 hingga 31 Agustus 2021 memantau ada 6.470 unggahan dari 4.372 akun Twitter turut memperbincangkan childfree. 

Dari sisi emosi, data agregat Twitter I2 mencatat cuitan netizen mayoritas mengandung emosi netral, sebanyak 47%. Emosi tersebut muncul karena netizen cenderung membebaskan pilihan untuk childfree ataupun tidak.

Sedangkan emosi disgust atau jengah sebanyak 11%, muncul dari unggahan saling debat mengenai kelebihan dan kekurangan antara childfree dengan hidup punya anak. Muncul pula emosi trust atau percaya sebanyak 8%, anticipation atau antisipasi 8%, dan emosi anger atau marah sebanyak 8%. 

Dalam perdebatan di dunia maya ini, netizen cenderung terbagi pada tiga kelompok, yakni yang netral, dan kelompok pro dan kontra. 

Mayoritas merupakan kelompok netizen netral sebanyak 2.960 cuitan (46%). Walaupun dalam data, cuitan bersentimen netral sebanyak 57%, namun netizen yang teridentifikasi dalam kelompok netral mengerucut menjadi 46%. Kelompok ini cenderung membebaskan publik atas pilihannya, dan meminta netizen lain tidak menghakimi sepihak (judgemental) atas pilihan atau keputusan individu terkait childfree

"Mau childfree atau punya anak, tentu bebas-bebas aja. Yang agak nyebelin itu narasi yang biasanya dipakai untuk membenarkan posisi masing2," cuit @wildwestraven pada 21 Agustus.

Kelompok kedua terbanyak adalah kelompok yang menolak childfree sebanyak 2.119 cuitan (34%). Narasi yang banyak dikemukakan kelompok ini adalah mengkritik wacana childfree dengan argumentasi dari sudut pandang agama, khususnya Islam. Kelompok ini menuding gagasan tersebut sebagai kampanye yang bertentangan dengan ajaran agama. Bahkan, ada netizen yang menuding childfree sebagai agenda kelompok Syiah dan kelompok liberal. 

"Btw kampanye "Childfree" itu agenda orang2 Syiah di Indonesia," bunyi cuitan @LordCondet pada 28 Agustus.

Sedangkan kelompok pendukung konsep childfree jumlahnya paling kecil, sebanyak 1.391 cuitan (20%). Kelompok ini melihat childfree sebagai gagasan rasional di tengah kondisi dunia yang kelebihan populasi.

Childfree itu pilihan hidup pribadi seseorang, yang pastinya udah dipikirin secara mateng2 dan rasional di tengah kondisi dunia yang kelebihan populasi (overpopulated),” tulis pemilik @mnadielmadani7 pada 30 Agustus.

Tiga Akun Populer 

Pada rentang 20 hingga 31 Agustus tersebut, Indonesia Indicator mendapati tiga akun Twitter terpopuler yakni @wildwestraven, @cilorconnoistre, dan @fxmario. 

Ketiganya paling banyak direspons netizen, masing-masing sebanyak 1.558 engagement, 1.243 engagement, dan 627 engagement

Disusul akun @LordCondet (509 engagement), @malakmalakmal (411 engagement), @uncleminho (383 engagement), @lilaccountz (381 engagement), @AREAJULID (327 engagement), @vierda (162 engagement) dan akun @sendagurah (129 engagement). 

Dari sisi jenis aktivitas, netizen cenderung me-retweet cuitan yang mereka anggap benar atau disetujui. Tidak sedikit pula netizen yang me-mention langsung akun-akun influencer untuk meminta respons atau komentar mengenai fenomena childfree. Bila dirinci, ada lima jenis aktivitas netizen dalam merespons isu ini, yakni retweet (60%), mention (28%), reply (6%), quoted (5%), dan hashtag (1%).

Loading...
Loading...