Ledakan Corona Klaster Permukiman

Ledakan kasus COVID-19 pada klaster permukiman pascalibur Lebaran Idulfitri 2021 jadi sorotan 659 portal media online nasional dan lokal.

Riset Indonesia Indicator (I2) periode 12 Mei hingga 17 Juni 2021 mencatat ada 2.758 berita terkait isu tersebut. Secara lebih rinci, ekspos pada bulan Mei sebanyak 1.498 berita dan Juni 1.260 berita, yang tersebar di sejumlah daerah, terutama Pulau Jawa. 

Pantauan I2, ada 10 daerah dengan ekspos berita tertinggi, yakni DKI Jakarta  (672 berita), Banten (282 berita), Jawa Barat (281 berita), Jawa Tengah (226 berita), Jawa Timur (151 berita), Bali (44 berita), DI Yogyakarta (43 berita), Papua (40 berita), Kepri (34 berita), dan Riau sebanyak (30 berita).

Lonjakan kasus COVID-19 pada klaster permukiman diangkat media dalam ragam isu. I2 berhasil merangkum 7 isu utama yang paling banyak disorot. Salah satunya, banyaknya pemudik yang terkonfirmasi positif COVID-19. Isu ini mendapat perhatian terbanyak, yakni 577 berita.

Atensi media online banyak tertuju pada pernyataan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bahwa ada 4.327 pemudik positif COVID-19. Ini berdasarkan hasil tes antigen acak terhadap 32.017 pemudik di 757 penyekatan mudik yang tersebar di sembilan polda prioritas. Media mengutip Kapolri sebanyak 595 pernyataan sekaligus menjadikannya sebagai figur tervokal.

Isu lain yang mendapat ruang pemberitaan media adalah Covid-19 pada klaster keluarga sebanyak 372 berita. Isu ini banyak dikaitkan dengan atensi khusus Presiden Jokowi soal klaster penularan COVID-19 di lingkungan keluarga pasca-Idulfitri. Presiden Jokowi meminta pengawasan protokol kesehatan diperketat.  

Kemudian, isu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di sejumlah daerah sebanyak 260 berita. 

Isu lainnya yang banyak diberitakan adalah wacana pembelajaran tatap muka (PTM) sebanyak 259 berita. Rencana PTM di tengah temuan kasus baru COVID-19 pada klaster pendidikan mendapat sorotan dari media. Terutama di Bogor, Jawa Barat, karena kasus 12 peserta didik dan pegawai Bintang Pelajar Islamic Boarding School (BP IBS) Bogor terkonfirmasi positif COVID-19. Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengumumkan bakal menyetop kegiatan simulasi PTM dan mengurangi mobilitas warga.

Klaster COVID-19 rumah ibadah juga tak luput dari sorotan media online. Isu ini diangkat sebanyak 240. Atensi media banyak tertuju pada klaster Masjid Paulan di Karanganyar dan klaster paduan suara Gereja di Kapanewon Jetis, Bantul. Di Masjid Paulan misalnya, ada 94 orang positif COVID-19. Sementara itu di gereja Bantul, ada 18 orang terkena COVID-19 usai mengikuti kegiatan rekaman paduan suara.

Lalu, isu klaster COVID-19 pesta pernikahan juga muncul di sejumlah daerah, dan diberitakan sebanyak 198 berita. Di Bekasi misalnya, sebanyak 49 orang terpapar COVID-19 dari kegiatan arisan dan hajatan. Isu terakhir yang cukup menyita atensi media adalah peningkatan angka keterisian rumah sakit atau occupancy ratio (BOR) sebanyak 186 berita. BOR di seluruh rumah sakit terus menanjak seiring peningkatan kasus COVID-19. Data terkini, sudah 56% dari 1.706 tempat tidur isolasi di rumah sakit telah terisi.

Detik, Media Tertinggi

Pada rentang waktu 12 Mei – 17 Juni 2021 tersebut, I2 juga mencatat ada 659 portal media online memberitakan tentang klaster COVID-19 permukiman. Dari jumlah itu, I2 berhasil merangkum 10 top media share yang banyak mengangkat isu ini. Pertama adalah Detik (84 berita), MSN Indonesia (77 berita), Kompas (72 berita), Suara.com (69 berita), Warta Kota Live (66 berita), Medcom.id (48 berita), Tempo.co (45 berita), Inews Portal (41 berita), Kumparan (40 berita), dan Merdeka (38 berita).

Dari sisi sebaran berita, isu klaster COVID-19 permukiman cenderung terpusat di Pulau Jawa. Ini sejalan dengan dengan pernyataan Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah yang mencatat sedikitnya ada 10 klaster Covid-19 yang terjadi selama kegiatan Ramadan dan Lebaran 2021 di Pulau Jawa. 

Hal senada diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang mengatakan, peningkatan klaster COVID-19 di permukiman disebabkan oleh aktivitas mudik dan silaturahmi saat libur Lebaran 2021. Setidaknya lebih dari 11 klaster yang terdeteksi berasal dari beberapa wilayah di Pulau Jawa, seperti Banyumas, Banyuwangi, hingga DKI Jakarta. Sejumlah klaster itu muncul dari kegiatan Tarawih, halal bihalal, hingga imbas dari pelaku perjalanan.

 

Loading...
Loading...