Sinetron Zahra dan Kontroversinya

Sinetron Suara Hati Istri: Zahra yang tayang di Indosiar menuai kontroversi. Penyebabnya, karakter Zahra, istri ketiga dari tokoh pria paruh baya bernama Tirta, diperankan aktris berusia 15 tahun. Banyak adegan dalam sinetron itu yang dianggap tak pantas untuk pemeran belia, termasuk adegan ranjang antara Zahra dan Tirta.

Kontroversi sinetron Zahra menjadi sorotan media online dalam negeri pada awal Juni 2021. Riset Indonesia Indicator (I2) mencatat, total ada 773 berita online yang memberitakan kontroversi sinetron itu pada 1-3 Juni 2021.

Pada 1 Juni 2021, tercatat ada 20 berita online yang membahas sinetron Zahra. Angka itu meningkat tajam pada 2 Juni 2021 dengan 344 berita. Adapun puncak ekspos terjadi pada 3 Juni 2021 dengan 409 berita. Pada tanggal itu, media banyak menulis respons Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mengecam sinetron Zahra. KPAI juga akan mendorong Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menghentikan tayangan sinetron itu.

Desakan berbagai pihak agar KPI menghentikan tayangan sinetron Zahra menjadi isu yang paling banyak ditulis media, yakni sebanyak 250 berita. Desakan itu antara lain disampaikan anggota Komisi X DPR Illiza Saaduddi, selebritas Zaskia Mecca, hingga tokoh publik Alissa Wahid.

Media juga banyak mengangkat isu pergantian pemeran Zahra, yakni sebanyak 236 berita. Sementara isu lain yang banyak diulas media adalah respons pemerintah menyikapi sinetron Zahra (102 berita), kecaman KPAI terhadap sinetron Zahra (84 berita), dan profil pemeran Zahra (37 berita).

Sejumlah figur publik berkomentar di media online mengenai kontroversi sinetron Zahra. Berdasarkan catatan I2, figur publik itu berasal dari berbagai kalangan, antara lain selebritas, komika, dan pejabat negara.

Komika Ernest Prakasa menjadi figur yang pernyataannya paling banyak dikutip media (337 pernyataan). Ernest memprotes sinetron Zahra melalui akun Twitter-nya @ernestprakasa pada Selasa (1/6/2021). Ernest juga mengajak influencer lainnya untuk ikut menyuarakan protes terhadap sinetron Zahra.

Figur kedua yang pernyataannya banyak dikutip media adalah selebritas Zaskia Adya Mecca (324 pernyataan). Istri sutradara Hanung Bramantyo itu mengecam sinetron Zahra. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat lantaran menegur tayangan televisi yang tak pantas. Zaskia berharap tayangan televisi di Indonesia bisa lebih mendidik.

Figur lain yang komentarnya banyak ditulis media adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga (309 pernyataan), Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan Nuning Rodiyah (245 pernyataan), aktor Panji Saputra (138 pernyataan), Ketua KPI Pusat Agung Suprio (127 pernyataan), Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo (113 pernyataan), psikolog keluarga Adib Setiawan (82 pernyataan), aktris Fanny Ghassani (78 pernyataan), dan Komisioner KPAI Retno Listyarti (68 pernyataan).

Riset I2 juga mencatat, total ada 216 portal media online dalam negeri yang memberitakan kontroversi sinetron Zahra pada 1-3 Juni 2021. Suara.com menjadi media online yang paling banyak menulis berita mengenai isu ini dengan 43 berita. Disusul MSN Indonesia (40 berita), Kompas.com (35 berita), Tribun News (24 berita), IDN Times (18 berita), Kumparan (13 berita), Medcom.id (11 berita), Pikiran Rakyat (11 berita), Detik (10 berita), dan CNN Indonesia (9 berita).

Loading...
Loading...