Waspada Varian Mu Masuk Indonesia

Munculnya varian baru Covid-19, Mu, ramai diberitakan media online nasional. Meski dianggap tak seganas varian Delta, atensi media terhadap virus dengan nama ilmiah B.1.621 itu cukup tinggi. Riset Indonesia Indicator (I2) pada rentang waktu 1-16 September 2021 mencatat ada 2.960 berita media online dalam negeri yang mengangkat varian Mu dalam berbagai isu.

Pada 1 September 2021, tercatat ada 99 berita media online mengenai virus yang pertama kali ditemukan di Kolombia itu. Setelahnya, ekspos pemberitaan bergerak fluktuatif hingga pertengahan September.

Puncak ekspos terjadi pada 7 September dengan 510 berita. Pada tanggal itu, media banyak memberitakan arahan Presiden Jokowi agar jajarannya mewaspadai penyebaran varian Mu dengan meningkatkan pengawasan pintu masuk Indonesia.

I2 memetakan lima isu utama mengenai varian Mu yang diangkat media online selama periode riset. Pertama, pengetatan pintu masuk Indonesia sebanyak 1.009 berita (40%). Salah satu alasan pengetatan itu adalah varian Mu telah menyebar di Malaysia.

Kedua, perpanjangan PPKM dengan 781 berita (31%). Media cukup banyak mengangkat imbauan Kementerian Perhubungan kepada masyarakat dan operator transportasi agar konsisten menerapkan protokol kesehatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran varian Mu. 

Perbandingan varian Mu dan Delta menjadi isu ketiga yang banyak ditulis media (375 berita atau 15%). WHO menempatkan Mu sebagai variant of Interest (VoI), sedangkan Delta masuk kategori Variant of Concern (VoC). Risiko penyebaran Mu tergolong rendah dengan tingkat infeksi kurang dari 0,1% secara global. Sedangkan Delta punya kemampuan infeksi lebih ganas, mudah, dan cepat.

Isu keempat adalah gejala varian Mu, yakni sebanyak 220 berita (8%). Gejala varian itu disebut-sebut hampir sama dengan varian Covid-19 lainnya, yakni suhu tubuh tinggi, batuk terus-menerus, hingga kehilangan indra penciuman atau pengecap. 

Efikasi vaksin terhadap varian Mu menjadi isu kelima yang diangkat media dengan 155 berita (6%). Epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, menyebut varian Mu bisa menurunkan efikasi vaksin Covid-19. Sebab varian itu bisa beradaptasi dengan antibodi yang tercipta usai seseorang divaksin.

Siti Nadia Magnet Utama Media

Sorotan media terhadap varian Mu tak lepas dari para figur berpengaruh atau top influencer yang pernyataannya sering dikutip media. Figur-figur itu didominasi pejabat pemerintah pusat.

Pertama, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. Sebanyak 1.758 pernyataan Siti Nadia dikutip media pada 1-16 September 2021, terutama soal perkembangan varian Mu. Ia juga meminta publik tak perlu khawatir jika mutasi virus bisa mengurangi efikasi vaksin.

Posisi kedua top influencer ditempati Presiden Jokowi dengan 1.659 pernyataan. Ia banyak dikutip media soal arahannya kepada jajaran menteri agar mewaspadai penyebaran varian Mu.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjadi figur berikutnya yang banyak dikutip media dengan 1.285 pernyataan. Kemudian ada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (1.143 pernyataan), Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (1.129 pernyataan), dan epidemiolog Dicky Budiman (819 pernyataan).

Berikutnya ada Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (634 pernyataan), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (630 pernyataan), Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra (429 pernyataan), dan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati (401 pernyataan).

Riset I2 juga mencatat ada 590 media online dalam negeri yang memberitakan varian Mu pada 1-16 September 2021. Dari jumlah itu, sebanyak 10 media online terlihat sangat aktif menulis berita mengenai varian Mu. 

CNBC Indonesia menduduki peringkat pertama dengan 74 berita, disusul Detik.com (72 berita), Republika (64 berita), Suara.com (64 berita), dan Kompas.com (62 berita). Berikutnya ada Antara (57 berita), Tribun News (57 berita), Liputan 6 (56 berita), Bisnis Indonesia (50 berita), dan Tempo.co (45 berita).

 

 

 

 

 

 


Kebijakan PTM, Bagaimana Reaksi Media dan Netizen?

Sejumlah daerah akhirnya kembali memperkenankan pembelajaran tatap muka (PTM). Kebijakan itu diambil seiring menurunnya laju penularan COVID-19 di wilayahnya serta pelonggaran aktivitas di ruang publik oleh pemerintah pusat.

Pelaksanaan PTM pun sesuai dengan arahan pemerintah pusat kepada daerah yang wilayahnya masuk kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3.

Salah satunya DKI Jakarta, yang merupakan daerah dengan kasus kumulatif tertinggi se-Indonesia. Pemerintah provinsi (pemprov) setempat mengizinkan PTM secara terbatas dilaksanakan di 610 sekolah dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Mengingat COVID-19 belum menjadi endemi, pemerintah tetap memberlakukan berbagai kriteria agar PTM terbatas dapat dilaksanakan selain kasus melandai, penyebaran SARS-CoV-2 di daerah terkendali, dan menerapkan prokes. Misalnya, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 dan persetujuan orang tua atau wali murid.

Upaya ini pun menjadi sorotan 1.978 media daring (online). Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) rentang 28 Agustus-12 September, sebanyak 24.693 berita berisi tentang PTM dilaporkan berbagai media online.

Pemberitaan tentang PTM paling banyak dilaporkan Kompas.com (441 berita), selanjutnya Medcom.id (325 berita), Suara.com (314 berita), Republika.co.id (276 berita), Antara (271 berita), Sindonews.com (255 berita), Detik.com (240 berita), Inews.id (225 berita), MediaIndonesia.com (199 berita), dan Liputan6.com (184 berita).

Frekuensi pemberitaan tertinggi terjadi pada 30 Agustus dengan 2.929 berita yang diturunkan. Intensitasnya turun hingga tersisa 592 berita pada 12 September.

Terdapat beberapa isu yang berkelindan dalam pemberitaan tentang PTM terbatas. Contohnya, cakupan vaksinasi pelajar, menjadi tema yang paling banyak disoroti dengan 5.396 berita (24%). Media online umumnya memberitakan soal upaya pemerintah daerah (pemda) memvaksin siswa dan guru guna menyukseskan PTM.

Berikutnya tentang penerapan prokes dengan 5.017 berita (22%). Sekolah diharapkan dapat memastikan prokes dilakukan dengan tertib demi meminimalisasi risiko transmisi di lingkungannya.

Selanjutnya mengenai inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan PTM oleh beberapa kepala daerah sebanyak 4.542 berita (20%). Salah satu berita tentang isu ini adalah terkait langkah Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, yang mengecek ke sekolah dan menilai penerapan sistem sudah baik sehingga PTM dapat segera dilangsungkan.

Kemudian menyangkut syarat PTM dengan 3.306 berita (14%), evaluasi PTM 2.660 berita (12%), dan bantuan kuota internet 1.769 berita (8%). Jumlah pemberitaan enam isu tersebut mencapai 22.690 berita dari total 24.693 berita tentang PTM.

Meski PTM dilaksanakan di daerah, tetapi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menjadi figur yang paling diberitakan (top influencer) media online dengan 3.965 pernyataan. Pernyataannya yang dimuat umumnya soal penguatan dan urgensi vaksinasi serta pentingnya penerapan prokes dengan disiplin saat PTM.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi top influencer berikutnya dengan 3.855 pernyataan. Banyak media mengutipJokowi saat memberikan pengumuman tentang PTM yang akan dilaksanakan serentak per awal September. 

Nama kepala daerah baru berada di posisi ketiga yang ditempati Ganjar (2.162 pernyataan); disusul Mendikbudristek Nadiem Makarim (2.066 pernyataan); Wapres Ma'ruf Amin (1.650 pernyataan); Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa (1.587 pernyataan); Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (1.547 pernyataan); Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (1.423 pernyataan); Gubernur Banten Wahidin Halim (1.128 pernyataan); serta Gubernur Jakarta Anies Baswedan (1.027 pernyataan). 

Penantian Netizen

Kebijakan PTM tak luput menjadi atensi netizen. Terdapat 83.069 percakapan netizen tentang isu ini di Twitter dalam periode sama, yang terbanyak terjadi pada 1 September dengan 14.058 percakapan dan banyak di antaranya mencuitkan soal pengalaman hari pertama PTM.

Respons netizen tentang kebijakan ini beragam. Namun, didominasi anticipation (antisipasi) sebesar 37% dari total percakapan. Emosi ini berisikan soal penantian atas PTM kembali dan dalam merespons unggahan akun pejabat negara ataupun pemda yang meminta persiapan dilakukan dengan mematuhi prokes.

Lalu trust (percaya) sebesar 15%. Emosi ini muncul dalam cuitan netizen yang mendorong percepatan vaksinasi lantaran memiliki peran penting dalam memastikan PTM berjalan aman.

Berikutnya joy atau senang (10%), mancuat dalam kicauan yang merasa senang dengan kebijakan PTM dan anger atau marah (9%) dalam cuitan yang merespons pembatalan PTM lantaran melanggar PTM. Kemudian surprise atau terkejut (9%), disgust atau jengah (9%), sadness atau sedih (6%), dan fear atau takut (5%).

Kalangan orang tua murid maupun pengamat terpantau aktif dalam menyambut kebijakan sekolah tatap muka terlihat dari rentang usia netizen 31-40 tahun yang cukup sering berkomentar. Diikuti kalangan pelajar berusia di bawah 18 tahun, yakni dengan proporsi 27,4%, yang antusias untuk kembali bersekolah.

Perbincangan tentang PTM ini didominasi netizen berusia 31-40 tahun (30,7%), yang kebanyakan orang tua maupun pengamat. Selanjutnya berusia di bawah 18 tahun (27,4%) atau kelompok pelajar, 22-30 tahun (28%), dan 41-55 tahun (5,6%).

Riuh Media Sambut Resto Sandwich Legendaris Subway

Rencana ekspansi resto sandwich ternama asal Amerika Serikat, Subway, ke Indonesia disambut riuh media online maupun media sosial. Riset Indonesia Indicator (I2) periode 23 Agustus hingga 3 September 2021 mencatat ada 102 berita dari 55 portal media online memberitakan rencana pembukaan kembali restoran cepat saji yang sempat tutup pada awal 2000-an itu. 

Subway, di era 1990-an sempat buka di Pondok Indah Mal (PIM), Mal Taman Anggrek, Plaza Senayan, Mal Ciputra, Wisma 46 di Jakarta dan Kuta, Bali. Atensi media banyak tertuju pada rencana Subway Indonesia yang bakal menggandeng PT Sari Sandwich Indonesia, anak perusahaan dari PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB). 

Dari 55 media online itu, I2 memantau ada enam media online yang getol mengangkat rencana kembalinya resto yang buka sejak 1965 itu. Kompas.com terpantau paling banyak memberitakan sebanyak 12 berita. Disusul Bisnis Indonesia (11 berita), Tempo.co (7 berita), CNBC Indonesia (4 berita), Detik.com (4 berita), dan Kumparan (3 berita). 

Riuh rendah pemberitaan pembukaan restoran sandwich terbesar di dunia itu tak lepas sejumlah top influencer yang pernyataanya banyak dikutip media. Yakni, CEO Subway, John Chidsey, sosok yang paling banyak dimintai keterangannya media (88 pernyataan). “Kami yakin para pelanggan di Indonesia sangat menginginkan opsi yang lebih baik,” kata John. 

Top influencer kedua adalah Anthony Cottan, Presiden Direktur PT MAP Boga Adiperkasa (44 pernyataan). Media banyak mengutip pernyataan Anthony soal ragam menu dan sajian Subway. 

Disusul Christine Natasya, Analis Mirae Asset Sekuritas (17 pernyataan). Kemudian Levita Supit, Ketua Perhimpunan Waralaba dan juga serta Lisensi Indonesia (15 pernyataan), terutama soal peluang bisnis di Indonesia. 

Top influencer lainnya ada nama Yongky Susilo, Pengamat Ritel (13 pernyataan), dan Sukarno Alatas, Analis PT Kiwoom Sekuritas (5 pernyataan). 

Peta Perbincangan Netizen 

Di media sosial, perbincangan dan isu rencana pembukaan Subway di Indonesia pada rentang 23 Agustus-3 September 2021 jauh lebih ramai. Data Indonesia Indicator tentang agregat percakapan netizen di medsos mencatat ada 1.511 percakapan. 

Hal ini juga bisa dilihat dari data pergerakan ekspos I2 di Twitter. Sejak 23 Agustus, Indonesia Indicator memantau ada 139 cuitan. Puncaknya, terjadi pada 24 Agustus 2021 sebanyak 470 cuitan. Ekspose perbincangan di Twitter sedikit mereda di 25 Agustus 2021 sebanyak 447 cuitan, dan terus menurun pada titik terendah pada 2-3 September, yakni hanya 5 cuitan. 

Ada empat isu utama perbincangan netizen tentang gerai resto cepat saji asal AS tersebut. Isu yang paling banyak dibahas adalah rencana pembukaan Subway di Indonesia sebanyak 700 cuitan (75%). Isu lain adalah sharing pengalaman netizen penikmat makanan Subway, baik di luar negeri maupun ketika resto itu masih buka di Indonesia sebanyak 118 cuitan (13%). 

Lalu, rencana dibukanya Subway di wilayah Jabodetabek juga ramai diperbincangkan sebanyak 56 cuitan (6%). Netizen berharap agar Subway tidak hanya dibuka di wilayah Jabodetabek. 

Kemudian, isu terkait produk Subway yang dikaitkan dengan drama Korea sebanyak 55 cuitan (6%). 

Kehadiran restoran yang banyak muncul dalam adegan-adegan drama korea ini menuai respons antusias netizen pecinta K-Pop. 

"mvs Subway ada di Jakarta, fans drama korea otw foto2," tulis pemilik akun Twitter @moviemenfes. 

Tak Sabar Cicipi Subway 

Rencana dibukanya resto Subway di tanah air memancing emosi netizen yang tak sabar ingin mencicipi sandwich legendaris tersebut. Narasi beremosi percaya atau trust banyak muncul dari unggahan netizen yang merespons baik rencana pembukaan gerai Subway di Indonesia, sebanyak 257 cuitan (49%). 

Sementara emosi antisipasi atau anticipation muncul dari netizen yang tak sabar menunggu agar resto Subway segera hadir di Indonesia, sebanyak 93 cuitan (17%). Ada pula emosi surprise atau terkejut saat netizen yang mengira jika restoran Subway berasal dari Korea Selatan dikarenakan banyaknya iklan Subway di drama-drama korea (drakor), sebanyak 57 cuitan (11%). 

Selain itu, Indonesia Indicator memantau banyaknya unggahan dengan respons engagement tertinggi di medsos berasal dari akun-akun media seperti @idntimes, @narasinewsroom dan @idx_channel yang membagikan info mengenai rencana pembukaan Subway di Indonesia. Akun Twitter pecinta makanan @foodfess2 juga mendapat respons engagement netizen saat membagikan info tersebut.

Isu Viral Pekan Pertama September, dari Pelecehan KPI hingga Paralympics

Rabu (1/9/2021), jagat maya dihebohkan oleh viralnya surat terbuka terkait dugaan kasus pelecehan seksual di lingkungan kerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). 

Dalam surat tersebut, pegawai KPI berinisial MS menceritakan kisah kelamnya perundungan dan pelecehan seksual oleh sejumlah rekan kerjanya. Dia mengaku sudah menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual sejak tahun 2012. 

"Tahun 2015, mereka beramai-ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, melecehkan saya dengan mencorat-coret buah zakar saya memakai spidol. Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi," tulis surat terbuka tersebut. 

Tulisan mengenai kisah MS mengejutkan publik tersebut dipastikan benar adanya oleh Pengacara MS, Muhammad Mualimin. 

Kasus ini banyak mendapat komentar dari netizen. KPI sebagai lembaga pun banyak menuai kritikan. Riset Indonesia Indicator (I2) menunjukkan, berdasarkan data agregat media sosial terdapat 67.087 unggahan mengenai KPI dalam kurun waktu 30 Agustus–6 September 2021. 

Ekspos tertinggi kabar yang membuat geger ini terjadi pada 2 September 2021 dengan jumlah 23.021 unggahan. Meski kemudian melandai, namun pada 5 September 2021 tercatat sebanyak 7.248 unggahan masih ramai memperbincangkan isu tersebut. 

Perbincangan netizen mengenai kasus pelecehan di KPI berisi emosi disgust (jengah) dan anticipation (antisipasi). Emosi disgust banyak datang dari netizen yang mengecam aksi pelecehan di KPI. Sementara emosi antisipasi muncul dari harapan netizen agar KPI menindak tegas anggotanya yang melakukan aksi pelecehan. 

Coki Pardede Hingga Paralympics Indonesia 

Isu viral lain yang terjadi pada pekan pertama September adalah kasus narkoba yang melibatkan Komika Coki Pardede. Setidaknya ada 52.489 unggahan yang membahas mengenai kasus ini. Tercatat netizen mengomentari video detik-detik penangkapan Coki, hingga menyoroti hal bersifat personal seperti orientasi seksual sang komika. 

Perbincangan isu ini mencapai puncaknya pada 2 September mencapai 28.080 unggahan. 

Terpantau, unggahan netizen banyak beremosi surprise (terkejut) yang menggambarkan bahwa baik dari fans Coki maupun kelompok yang kontra, sama-sama terkejut ketika mengetahui kasus narkoba yang menjerat sang komika. 

Mantan pedangdut Indonesia Saipul Jamil yang bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang pada 2 September juga menjadi salah satu isu yang banyak mendapat perhatian, yakni sebanyak 46.880 unggahan. Pembebasannya mendapat kritikan keras dari netizen karena Trans TV menayangkan siaran langsung detik-detik bebasnya Saipul Jamil. 

Netizen menilai televisi mengglorifikasi pembebasan mantan suami artis Dewi Persik tersebut. Perbincangan netizen pun mengarah pada munculnya petisi boikot Saipul Jamil tampil di televisi. Netizen mengeluarkan emosi disgust dan anger (marah), terkesan tidak terima dan mengkritisi jika Saipul Jamil tampil di televisi. Kritik netizen juga banyak mengarah kepada pihak televisi yang dinilai membuka ruang untuk Saipul Jamil. KPI juga tak luput dari sentilan netizen karena dianggap tidak melakukan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Di balik isu yang berbau negatif tersebut, masih ada kabar positif yang membuat bangga Indonesia yaitu mengenai pertandingan Paralympics Indonesia. Tercatat, sebanyak 16.726 unggahan di media sosial mengangkat isu ini. 

Prestasi atlet Paralympics Indonesia menuai komentar positif netizen. Keberhasilan Leani Ratri Oktila dan atlet lain dalam meraih medali menuai pujian dan apresiasi. 

Atlet Badminton Leani Ratri Oktila menjadi yang paling banyak disoroti netizen karena berhasil meraih dua medali emas dan satu medali perak di ajang Paralympics. Leani meraih medali emas melalui sektor ganda putri dan ganda campuran, serta medali perak di sektor tunggal putri. 

Emosi positif seperti joy (senang) banyak muncul dalam percakapan netizen mengomentari keberhasilan atlet Indonesia membawa dua medali emas dalam ajang Paralympics. Emosi senang ini tertuang dalam unggahan bernada apresiatif dan pujian kepada atlet-atlet Paralympics Indonesia.

Kembalinya Liga Indonesia

Setelah melalui proses panjang, Liga Indonesia akhirnya diperkenankan bergulir di tengah pandemi COVID-19. Kini bernama BRI Liga 1.

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyatakan izin tersebut dikeluarkan berdasarkan hasil asesmen dan evaluasi. Namun demikian, sejumlah syarat diberlakukan guna meminimalkan risiko penularan COVID-19.

Salah satu ketentuan yang diberlakukan Polri adalah pemain dan ofisial harus sudah divaksin dosis lengkap. Kemudian, dilakukan pemeriksaaan PCR pada H-1 pertandingan untuk memastikan pemain dan ofisial negatif COVID-19.

Selain itu, jumlah ofisial dibatasi dan pertandingan digelar tanpa penonton. Seluruh pihak yang terlibat juga diharuskan kembali melakukan tes PCR atau antigen usai pertandingan. Lalu, dipasang aplikasi PeduliLindungi di setiap lapangan penyelenggara pertandingan.

Masyarakat pun dilarang menggelar nonton bareng (nobar) lantaran berpotensi terjadi penularan dan menimbulkan klaster baru COVID-19.

Keputusan Polri tersebut lantas direspons warganet. Pantauan Indonesia Indicator (I2), terdapat 55.079 unggahan netizen dalam negeri tentang BRI Liga 1. Jumlah percakapan itu berdasarkan data agregat di semua media sosial sepanjang Agustus 2021.

Frekuensi pembicaraan naik-turun. Puncak ekspos terjadi pada 24 Agustus menyusul kepastian bergulirnya BRI Liga 1 setelah mengantongi izin Polri. Pada tanggal itu, netizen juga mengomentari rilis jadwal pertandingan, yang akan diawali dengan laga antara Bali United kontra Persik Kediri.

Bergulirnya BRI Liga 1 direspons positif netizen. Ini tecermin dari berbagai emosi yang menyertai setiap unggahan netizen.

Emosi anticipation (antisipasi), yang berisi harapan agar BRI Liga 1 segera dimulai dan tidak diundur lagi, paling tinggi dengan 33% dari total 55.079 unggahan. Berikutnya emosi trust atau percaya (31%), yang berkaitan dengan dukungan netizen kepada tim favorit masing-masing.

Selanjutnya emosi joy (13%) karena netizen senang dan bahagia dengan kepastian bergulirnya BRI Liga 1. Kemudian, emosi disgust (8%), surprise (7%), sadness (4%), anger (3%), dan fear (1%).

Unggahan pesohor sekaligus pemilik klub AHHA PS Pati FC, Atta Halilintar, melalui akun Instagram @attahalilintar menjadi yang terbanyak mendapat respons netizen, yakni dengan skor engagement mencapai 72.355,6. Dalam unggahannya, Atta mempromosikan timnya dan berharap doa netizen agar timnya kelak dapat berlaga di BRI Liga 1.

Top engagement kedua ditempati akun Instagram @persib melalui unggahan tentang nomor punggung yang dipilih pemain anyar mereka, Marc Klok. Unggahan itu memperoleh skor engagement sebanyak 58.782,4.

Berikutnya, unggahan akun Instagram @pssi tentang keputusan menggelar kompetisi 2021-2022 di tengah pandemi dengan skor engagement 50.374.

Lalu disusul unggahan akun Instagram @aremafcofficial mengenai kunjungan pebulu tangkis asal Iran, Samin Khojasteh, ke kandang "Singo Edan" (skor engagement 46.602) dan video singkat akun TikTok @inforansfc tentang banyolan RANS Cilegon FC, klub milik selebritas Raffi Ahmad, yang tidak membeli megabintang asal Argentina, Lionel Messi (skor engagement 41.916,4).

Sebagai informasi, Messi akhirnya berlabuh ke klub Ibu Kota Prancis, PSG, setelah gagal menemui titik temu untuk memperpanjang kontraknya di FC Barcelona. 

Klub Terpopuler

Pantauan I2 sepanjang Agustus 2021 mencatat, Persib Bandung menjadi klub terpopuler karena paling banyak disebut (mention) netizen, yakni sebanyak 14.480 unggahan. Netizen membahas laga perdana Persib di Liga 1, peluncuran jersey baru Persib, hingga komentar coach Robert Rene Alberts yang tidak sabar dengan segera dimulainya kompetisi.

Musuh bebuyutan "Maung Bandung", Persija Jakarta, berada di posisi kedua dengan 12.805 unggahan. Topik yang dibahas netizen tentang tim kebanggaan Ibu Kota ini meliputi persiapan klub menghadapi kompetisi, video latihan tim, pertandingan uji coba, dan lain-lain.

Klub terpopuler lainnya adalah Persebaya Surabaya (5.835 unggahan), Bali United (3.175 unggahan), Persipura Jayapura (2.519 unggahan), Persik Kediri (2.215 unggahan), Arema FC (2.164 unggahan), Persita Tangerang (1.497 unggahan), PSS Sleman (1.400 unggahan), dan Persela Lamongan (1.199 unggahan).

Kemudian, Bhayangkara FC (1.153 unggahan), PSM Makassar (1.032 unggahan), Persiraja Banda Aceh (803 unggahan), Madura United (666 unggahan), Borneo FC (416 unggahan), PSIS Semarang (389 unggahan), Tira Persikabo (302 unggahan), dan juru kunci ditempati Barito Putera (247 unggahan).

Tingginya atensi netizen terhadap Persib Bandung punya korelasi dengan banyaknya percakapan yang disertai tagar #Persib. Tagar itu dipakai dalam 4.120 unggahan yang kebanyakan berisi respons netizen terhadap kabar terbaru dari tim Persib menjelang laga perdana BRI Liga 1.

Tagar #Liga1 juga cukup banyak dipakai netizen, yakni dalam 2.867 unggahan. Isi unggahannya kebanyakan mengenai antusiasme netizen menyambut bergulirnya kompetisi sepak bola nomor satu di Indonesia itu.

Dua tagar klub sepak bola yang juga banyak dipakai netizen adalah #Persebaya dan #Persija, masing-masing sebanyak 2.788 dan 2.477 unggahan. Adapun tagar terpopuler lainnya yang berkembang di media sosial soal BRI Liga 1 adalah #Sepakbola (2.219 unggahan), #Bola (1.875 unggahan), dan #LigaIndonesia (1.436 unggahan).

Merek Vaksin COVID-19 Paling Populer di Tanah Air

Setidaknya ada enam merek vaksin COVID-19 yang dipakai di Indonesia, yakni Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Sinopharm, dan Novavax. Di luar itu, ada dua merek lain, yakni Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara yang sedang dikembangkan anak bangsa.

Berbagai vaksin itu terus menghiasi pemberitaan media online sejak program vaksinasi nasional diluncurkan pada Januari 2021. Riset Indonesia Indicator (I2) mencatat, ada 872.711 berita di media online dalam negeri mengenai vaksin COVID-19 pada Januari-Agustus 2021.

Pada Januari, tercatat ada 127.009 berita tentang vaksin COVID-19. Kebanyakan berita berkaitan dengan dimulainya program vaksinasi nasional. Setelahnya, ekspos berita fluktuatif. Ada 80.407 berita pada Februari, Maret dengan 113.587 berita, April sebanyak 68.662 berita, Mei dengan 58.143 berita, dan Juni sebanyak 111.549 berita.

Puncak ekspos terjadi pada Juli dengan 174.769 berita. Banyaknya berita pada bulan ini berkaitan dengan masifnya penyuntikan vaksin untuk masyarakat umum, kelompok rentan, remaja, hingga pelajar. Namun pada Agustus, ekspos tentang vaksin COVID-19 cenderung menurun, yakni 138.585 berita.

Sinovac Mendominasi Pemberitaan

Riset I2 juga memperlihatkan tingkat popularitas merek vaksin COVID-19 di media online dalam negeri sepanjang Januari-Agustus 2021. Sinovac menjadi merek vaksin yang paling banyak ditulis media online, yakni sebanyak 126.635 berita. Salah satunya karena Sinovac merupakan vaksin pertama yang dipakai dalam program vaksinasi nasional.

Vaksin AstraZeneca ada di peringkat kedua dengan 58.717 berita. Pemberitaan yang cukup banyak soal AstraZeneca antara lain mengenai polemik halal-haram vaksin itu. Di posisi tiga dan empat, ada Pfizer dan Moderna, masing-masing sebanyak 38.066 dan 29.124 berita. Media cukup banyak menulis soal efikasi dua merek vaksin itu.

Riset I2 menunjukkan, Pfizer banyak mendapat atensi media online pada Juli dan Agustus. Sementara berita soal Moderna cenderung menguat tiga bulan terakhir (Juni-Agustus), menyusul penyuntikannya untuk tenaga kesehatan sebagai vaksin dosis ketiga (booster), ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki komorbid serta belum pernah mendapatkan vaksin.

Peringkat lima dan enam ditempati Sinopharm sebanyak 18.905 berita dan Novavax dengan 6.882 berita. Vaksin Merah Putih berada di posisi tujuh dengan 6.791 berita dan Vaksin Nusantara ada di posisi delapan dengan 6.502 berita.

Republika Jadi Top Media Share

Pada periode Januari-Agustus 2021, I2 mencatat total ada 3.229 media online dalam negeri yang memberitakan vaksin COVID-19. Republika paling banyak memberitakan vaksin COVID-19 (13.585 berita). Disusul Kompas.com (12.903 berita), Medcom.id (11.870 berita), Detik.com (11.738 berita), Antara (11.722 berita), Suara.com (11.547 berita), Tribun News (9.985 berita), Bisnis Indonesia (9.196 berita), Sindo News (9.062 berita), dan Liputan 6 (8.833 berita).

Pantauan I2, sentimen positif mendominasi pemberitaan media tentang vaksin COVID-19, yakni sebanyak 435.834 berita (48%). Narasi bersentimen positif banyak muncul dari berita mengenai pelaksanaan vaksinasi di sejumlah daerah, kedatangan sejumlah merek vaksin ke Tanah Air, serta manfaat vaksin.

Sementara sentimen negatif sebanyak 167.783 berita (19%). Sentimen ini berkaitan dengan hoaks soal vaksin, narasi antivaksin, polemik haram-halal vaksin, dan sebagainya. Adapun 292.943 berita (33%) menulis vaksin COVID-19 secara netral, di antaranya mengenai efikasi vaksin dan update jumlah masyarakat yang telah divaksin.

Gema Perbincangan Netizen

Di media sosial, perbincangan tentang vaksin COVID-19 cukup banyak. Riset I2 mencatat, ada 4.906.778 unggahan netizen dalam negeri mengenai vaksin COVID-19. Jumlah unggahan itu berdasarkan data agregat media sosial sepanjang Januari-Agustus 2021. 

Perbincangan mengenai vaksin COVID-19 juga fluktuatif di media sosial. Sebanyak 761.261 unggahan tercatat pada Januari. Angka itu turun menjadi 407.125 unggahan pada Februari, kemudian naik menjadi 681.329 unggahan pada Maret dan 833.066 unggahan pada April.

Perbicangan netizen menurun pada Mei dengan 166.844 unggahan, lalu naik menjadi 533.253 unggahan pada Juni. Puncak perbincangan terjadi pada Juli dengan 1.134.961 unggahan, lantaran netizen banyak memberi perhatian terhadap rencana penggunaan vaksin Pfizer dan Moderna dalam program vaksinasi nasional serta penyuntikan vaksin bagi pelajar di sejumlah daerah. Adapun perbincangan pada Agustus sebanyak 388.939 unggahan.

AstraZeneca dan Sinovac menjadi dua merek vaksin yang paling sering dibicarakan netizen, masing-masing sebanyak 810.271 dan 808.170 unggahan. Netizen banyak membagikan pengalamannya ketika divaksin AstraZeneca dan Sinovac. Selain itu, kabar AstraZeneca haram juga sempat menjadi perdebatan netizen.

Di bawah dua vaksin itu, ada Pfizer (671.693 unggahan). Disusul Moderna (327.926 unggahan), Sinopharm (206.852 unggahan), Vaksin Nusantara (76.230 unggahan), Vaksin Merah Putih (28.772 unggahan), dan Novavax dengan 24.166 unggahan.

Sejumlah emosi netizen terbentuk dalam perbincangan mengenai vaksin COVID-19. Emosi antisipasi (anticipation) tercatat paling banyak, yakni 820.810 unggahan (41%). Emosi ini muncul dalam unggahan netizen yang berharap segera divaksin. 

Adapun emosi percaya atau trust sebanyak 437.723 unggahan (22%) dan muncul dalam unggahan netizen yang membagikan pengalamannya saat divaksin. Sementara emosi muak (disgust) sebanyak 15%, yang kebanyakan berisi respons netizen terhadap hoaks soal vaksin COVID-19.

Percepatan Vaksinasi untuk Herd Immunity

Pemerintah tengah menggencarkan program vaksinasi COVID-19 guna menanggulangi pandemi. Program itu beriringan dengan kampanye protokol kesehatan (prokes) dan pembatasan aktivitas publik lewat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sebanyak 208,2 juta warga Indonesia menjadi target vaksinasi untuk menciptakan kekebalan komunal (herd immunity).

Sejak program vaksinasi COVID-19 pertama kali digulirkan pada 13 Januari 2021, yang ditandai dengan penyuntikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah terus meningkatkan target vaksinasi harian. Pada Juli 2021, pemerintah memasang target 1 juta dosis vaksin disuntikkan per hari. Target itu naik dua kali lipat pada Agustus 2021.

Agar pelaksanaan program kian masif, pemerintah akhirnya membuka akses kepada masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan (ormas) dan partai politik untuk menyelenggarakan vaksinasi. Sasaran penerima vaksin juga diperluas seiring kian beragamnya vaksin yang diterima Indonesia. Sekarang, pelajar berusia 12 tahun dan di atasnya, komorbid dengan syarat tertentu, serta ibu hamil sudah diperkenankan ikut vaksinasi. Adapun sasaran vaksinasi secara umum dibagi menjadi lima kelompok, yakni tenaga kesehatan (nakes), petugas publik, lanjut usia (lansia), masyarakat umum dan rentan, serta remaja dan pelajar.

Pemerintah juga memutuskan menggunakan enam merek vaksin, yaitu Sinovac baik yang diproduksi pabrik asal atau yang diolah PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Sinopharm, Moderna, dan Novavax. Berbagai vaksin tersebut diperoleh dengan skema membeli langsung kepada produsen hingga skema COVAX Facility bersama GAVI dan World Health Organization (WHO) atau donasi negara-negara sahabat.

Berbagai kebijakan tersebut dibuat guna merealisasikan target vaksinasi rampung pada akhir 2021. Lantas, bagaimana capaiannya setelah nyaris 8 bulan berjalan?

Realisasi Vaksinasi

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga 23 Agustus pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 58.468.810 orang sudah menerima dosis pertama atau 28,07% dari target 208,2 juta warga. Sementara yang mendapat dosis kedua sebanyak 32.640.998 orang atau 15,67% dari target. 

Berdasarkan kelompoknya, cakupan vaksinasi kepada nakes telah melampaui target 1.468.764 orang. Sebanyak 1.631.900 nakes telah divaksin dosis pertama (111,11% dari target) dan dosis kedua diberikan kepada 1.513.144 orang (103,02%).

Lebih dari 500 ribu nakes juga telah menerima dosis ketiga (booster). Dosis ketiga kepada sumber daya manusia (SDM) kesehatan itu menggunakan vaksin Moderna dan diberikan lantaran kelompok tersebut paling berisiko mengingat mereka bersentuhan langsung dengan pasien COVID-19.

Realisasi vaksinasi petugas publik pun melampaui target yang dicanangkan, yakni sebanyak 17.327.167 penerima. Sebanyak 29.509.313 petugas publik sudah mendapatkan dosis pertama (170,31%) dan sebanyak 17.862.974 di antaranya telah menerima dosis lengkap (103,09%).

Capaian vaksinasi untuk nakes dan petugas publik yang sudah melebihi target belum diikuti tiga kelompok lainnya, yakni lansia, masyarakat umum dan rentan, serta remaja dan pelajar. Vaksinasi dosis pertama untuk lansia baru dilakukan kepada 5.146.851 orang dari target 21.553.118 penerima. Sementara dosis kedua baru diberikan kepada 3.631.663 jiwa.

Untuk masyarakat umum dan rentan, dosis pertama baru diberikan kepada 18.969.614 orang dari target 141.211.181 penerima. Sedangkan dosis kedua mencapai 7.881.683 orang. Adapun kelompok remaja dan pelajar yang sudah menerima vaksin dosis pertama sebanyak 2.474.313 orang dari target 26.705.490 jiwa. Sementara dosis kedua baru diberikan kepada 1.345.537 orang.

Berdasarkan provinsi, cakupan vaksinasi dosis pertama di DKI Jakarta menjadi yang paling tinggi dengan 9.631.981 orang. Disusul Jawa Timur (8.949.456 orang), Jawa Barat (8.522.972 orang), Jawa Tengah (6.603.677 orang), Bali (3.141.845 orang), Banten (2.543.351 orang), Sumatera Utara (2.313.656 orang), Sulawesi Selatan (1.625.032 orang), Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY (1.457.178 orang), dan Kepulauan Riau (1.168.951 orang).

Tapi urutan 10 provinsi dengan vaksinasi dosis pertama paling tinggi itu berubah jika ditinjau dari target vaksinasi dosis pertama yang dipasang setiap provinsi berdasarkan populasi di daerah masing-masing. DKI Jakarta menempati urutan pertama dengan capaian 114,7% dari target vaksinasi dosis pertama. Lalu ada Bali (92,27%), Kepulauan Riau (73,94%), DIY (50,6%), Sulawesi Utara (37,92%), Jambi (28,86%), Jawa Timur (28,12%), Banten (27,56%), Kalimantan Tengah (24,87%), dan Gorontalo (23,61%).

Untuk provinsi dengan cakupan vaksinasi dosis kedua paling banyak, DKI Jakarta juga menjadi juaranya dengan 5.190.901 orang. Berikutnya ada Jawa Timur (5.002.803 orang), Jawa Barat (4.554.537 orang), Jawa Tengah (3.942.996 orang), Bali (1.659.716 orang), Sumatera Utara (1.442.550 orang), Banten (1.337.138 orang), Sulawesi Selatan (989.775 orang), Sumatera Selatan (743.293 orang), dan DIY (618.254 orang).

Daftar 10 besar provinsi dengan vaksinasi dosis kedua paling tinggi itu juga berubah jika ditinjau dari target vaksinasi dosis kedua di masing-masing provinsi. Ibu Kota masih tetap tertinggi dengan 61,83% dari target vaksinasi dosis kedua, lalu Bali (48,74%), Kepulauan Riau (28,23%), DIY (21,47%), Jambi (16,27%), Kalimantan Tengah (15,81%), Jawa Timur (15,72%), Kalimantan Timur (15,34%), Sulawesi Utara (15,11%), dan Kepulauan Bangka Belitung (14,92%).

Sejumlah provinsi di Jawa memang telah banyak melakukan vaksinasi COVID-19 kepada warganya. Tetapi secara persentase target masih terbilang kecil karena besarnya populasi di pulau terpadat di Indonesia itu. Di sisi lain, tingginya capaian target vaksinasi di Pulau Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera menunjukkan pelaksanaan program vaksinasi sejauh ini cukup merata.

Kuasa Taliban dalam Sorotan Media Nasional

Aksi kelompok Taliban mengepung dan menguasai kota-kota di Afghanistan menyita atensi luar biasa media online di tanah air. Riset Indonesia Indicator (I2) pada rentang 10 hingga 16 Agustus 2021 mencatat ada 4.067 berita media online menyoroti gejolak politik di negara tersebut. 

Pantauan I2, sedari 10 Agustus, jumlah ekspose pemberitaan tentang aksi Taliban menguasai ibu kota Kabul hingga menduduki istana kepresidenan tersebut tercatat sebanyak 167 berita. Sorotan media terhadap dinamika politik di negara tersebut terus meningkat sebanyak 427 pada 13 Agustus. Meski sempat turun 359 berita pada 14 Agustus, namun ledakan atensi media pada manuver kelompok Taliban kembali naik pesat dan mencapai puncaknya pada tanggal 16 Agustus 2021 dengan 2.047 berita. 

Enam Isu Utama 

Pada periode tersebut, I2 mencatat enam isu utama pemberitaan media tentang ketegangan di negara tersebut. Pertama, isu evakuasi warga dari Afganistan sebanyak 1.496 berita. Isu ini paling banyak diberitakan media setelah terjadi eksodus besar-besaran, termasuk kebijakan sejumlah negara asing untuk mengevakuasi penduduknya dari Afghanistan. Isu kedua yang banyak disorot media adalah kaburnya Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sebanyak 979 berita. Ia kabur dari negaranya setelah Taliban mengepung Kabul. 

Isu ketiga adalah keputusan Amerika Serikat (AS) menarik pasukan dari Afghanistan sebanyak 622 berita. Isu ini ramai diangkat media online setelah muncul kritik terhadap kebijakan Presiden AS Joe Biden yang menarik pasukan dari Afghanistan. Isu ini semakin heboh pascamantan Presiden AS, Donald Trump meminta Biden mundur atas keputusan menarik pasukan dari Afghanistan. 

Isu keempat adalah pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi perempuan dan anak-anak sebanyak 368 berita. Isu kelima adalah China yang siap menjalin kerja sama dengan pemerintah Taliban, terekam dalam 295 berita. Isu ini mencuat setelah juru bicara pemerintah China, Senin (16/08/2021), mengatakan bahwa negaranya siap memperdalam hubungan "bersahabat dan kooperatif" dengan Afghanistan. 

Terakhir, isu nasib Pengungsi Afghanistan sebanyak 248 berita. Isu ini ramai diangkat media online menyusul permintaan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Senin (16/8), kepada semua negara untuk bersedia menerima para pengungsi asal Afghanistan. 

Ashraf Ghani Top Person 

Aksi kelompok Taliban pada periode tersebut juga memunculkan 10 figur terpopuler yang banyak disorot media, baik dari sisi sikap, kebijakan dan pernyataan mereka. Figur top person pertama adalah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sebanyak 1.676 berita, terutama saat meninggalkan Kabul. Top person kedua adalah Presiden AS Joe Biden sebanyak 805 berita terkait jatuhnya Afghanistan ke tangan Taliban. Biden enggan disalahkan dan menyebut administrasi Presiden Afghanistan terlalu mudah menyerah. 

Di posisi ketiga ada Donald Trump, sebanyak 257 berita. Mantan Presiden AS ini mengkritisi kebijakan Joe Biden yang menarik pasukan AS dari Afghanistan. Kebijakan ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama jatuhnya Kabul ke pihak Taliban. Sementara Jubir Taliban, Zabihullah Mujahid di posisi keempat sebanyak 216 berita. Media banyak mengutip janji bahwa tidak akan ada pertempuran saat pasukannya memasuki Ibu Kota Afghanistan. 

Kemudian, top person kelima adalah Ketua Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan Abdullah (208 berita), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (201 berita), Jubir Taliban Mohammad Naeem (183 berita), Jubir Taliban lainnya Suhail Shaheen (172 berita), Jubir Pentagon John Kirby (170 berita), dan terakhir Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace (140 berita). 

Media Apa Saja? 

Indonesia Indicator mencatat total ada 401 portal media online dalam negeri yang memberitakan penguasaan Afghanistan oleh kelompok Taliban dalam kurun waktu 10 hingga 16 Agustus 2021. Portal media online Republika menjadi yang paling sering memberitakan isu ini dengan 120 berita.

Disusul Detik.com (100 berita), Sindo News (96 berita), Kompas.com (90 berita), Tribun News (77 berita), Tempo.co (74 berita), Warta Ekonomi (67 berita, CNN Indonesia (67 berita), Medcom.id (65 berita, dan Suara.com (59 berita).

 

COVID-19 RI Menjadi Sorotan Dunia

Kasus COVID-19 di Indonesia yang semakin menanjak dan terus mencetak rekor sempat menjadi sorotan media-media internasional. 

Riset Indonesia Indicator (I2) mencatat terdapat 5.802 berita dari media internasional terkait kasus COVID-19 di Indonesia sepanjang periode 27 Juni-26 Juli 2021. Pergerakan ekspos cenderung fluktuatif dan mencapai puncaknya pada 19 Juli dengan 304 berita. Sorotan terjadi pada kebijakan pemerintah Indonesia yang melarang aktivitas perjalanan antarkota selama libur Hari Raya Iduladha serta wacana perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Terpantau, program vaksinasi COVID-19 di Indonesia menjadi isu terbanyak disorot media online internasional (877 berita). Yaitu, mencakup percepatan program vaksinasi COVID-19, kontroversi program vaksin mandiri, hingga fenomena hoaks. Disusul kemudian, isu PPKM Darurat dan PPKM level 4 (824 berita).

Perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia kerap mendapat perhatian media internasional (638 berita). Meroketnya kasus COVID-19 di Indonesia membuat Indonesia disebut sebagai salah satu episentrum penyebaran COVID-19 di Asia saat ini. Meski demikian, media juga meliput positif mengenai turunnya angka kasus harian COVID-19 di Indonesia hasil dari penerapan PPKM Darurat.

Media banyak mengutip Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan kasus COVID-19 di Indonesia, sekaligus menjadi top influencer dengan 1.366 pernyataan. Pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga banyak terekam dalam isu program vaksinasi dan penerapan PPKM Darurat.

Selain Presiden Jokowi, figur pemerintah pusat yang juga banyak dimintai pandangannya oleh media yakni Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (744 pernyataan), dan Menko Kemaritiman dan Investasi sekaligus koordinator PPKM, Luhut Binsar Pandjaitan (602 pernyataan). 

Media internasional juga memberi ruang kepada Epidemiolog Dicky Budiman (274 pernyataan) dan Pandu Riono (194 pernyataan). Keduanya dimintai keterangan terkait kasus harian COVID-19 dan penerapan PPKM di Indonesia.

Sementara itu, isu lain yang juga banyak diulas media internasional adalah terkait dampak ekonomi akibat COVID-19 (365 berita). Beberapa yang ditulis media adalah soal kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 menjadi 3,5% hingga 4,3%, dari sebelumnya 4,1% hingga 5,1%. Pemangkasan ini disebabkan oleh merebaknya virus Corona varian Delta serta pemberlakuan PPKM Darurat.

Untuk isu ini, media terpantau banyak mengutip pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo (199 pernyataan).

Kemudian, terdapat isu kelangkaan oksigen di sejumlah daerah di Indonesia juga menarik perhatian media internasional (356 berita). Pulau Bali menjadi salah satu yang diberitakan mengalami kelangkaan oksigen.

I2 mencatat total 492 portal media online internasional yang memberitakan kasus COVID-19 di Indonesia. Portal media online asal Timur Tengah (Uni Emirat Arab), Zawya.com terbanyak mengekspos kasus COVID-19 dengan 142 berita. Disusul kemudian, Tittle Press dari Inggris (119 berita), The Strait Times dari Singapura (117 berita), ABS CBN News dari Filipina (90 berita), Sinar Harian dari Malaysia (90 berita), Webindia123.com dari India (85 berita), Channel News Asia dari Singapura (84 berita), Coconuts.co dari Multi National Media Company, Hq Hongkong (82 berita), The Times of India (69 berita), dan Bloomberg dari Amerika Serikat (64 berita).

Kabar Baik Perpanjangan Subsidi Listrik

Pemerintah memperpanjang subsidi listrik melalui PT PLN (Persero) bagi pelanggan rumah tangga 450 VA sampai dengan 900 VA, bisnis kecil dan industri kecil hingga akhir Desember 2021 atau lebih lama dibandingkan sebelumnya yang hanya sampai September 2021.

Kabar baik tersebut menyedot perhatian publik. Riset Indonesia Indicator (I2) mencatat ada 2.225 berita di media online yang meliput mengenai perpanjangan subsidi listrik dalam kurun waktu 17-25 Juli 2021.

Ekspos pemberitaan terkait perpanjangan subsidi listrik mulai mengalami kenaikan sejak 17 Juli (152 berita). Lalu, mencapai puncaknya pada 21 Juli 2021 (608 berita), dikaitkan dengan kepastian perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Jawa dan Bali. Seiring dengan perpanjangan PPKM, pemerintah juga memutuskan memperpanjang diskon tarif listrik kepada masyarakat dan pelaku usaha hingga Desember 2021. Total terdapat 32,6 juta pelanggan yang menerima stimulus ini.

Sejak awal penerapan masa PPKM Darurat, diskon listrik telah disediakan pemerintah hingga September 2021, kemudian kembali diperpanjang hingga Desember 2021.

Presiden Jokowi menjadi figur utama yang paling banyak dikutip pernyataannya oleh media (5.237 pernyataan). Media banyak mengutip pernyataan Jokowi bahwa pemerintah akan terus menyalurkan bantuan sosial, termasuk di dalamnya subsidi listrik. 

Nama Menteri Kooordinator Kemaritiman dan Investasi, yang sekaligus juga Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan juga banyak dikutip media (1.595 pernyataan), terutama mengenai kepastian perpanjangan subsidi listrik untuk pelanggan berdaya 450 VA dan 900 VA hingga Desember 2021. 

Top influencer lainnya adalah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (1.517 pernyataan), Menteri Keuangan Sri Mulyani (839 pernyataan), Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Bob Saril (750 pernyataan), Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar (399 pernyataan), Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja (326 pernyataan), Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Ida Nuryatin Finahari (276 pernyataan), Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi Politik Juri Ardiantoro (276 pernyataan), dan Pengamat Energy Watch Mamit Setiawan (243 pernyataan).

Narasi bersentimen positif mendominasi sebesar 60%, salah satunya muncul dari kepastian pemerintah memperpanjang subsidi listrik, hingga apresiasi dari politikus dan pengamat kelistrikan soal kebijakan tersebut.

Misalnya, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno yang menyambut positif keputusan pemerintah memperpanjang subsidi listrik. Sementara, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, kebijakan yang diambil pemerintah untuk memperpanjang diskon tarif listrik hingga Desember 2021 merupakan langkah yang sangat tepat.

Sedangkan sentimen negatif (11%), muncul salah satunya dikaitkan dengan pernyataan Ketua Umum Aprindo Roy Mandey, yang berharap pemerintah dapat menjadikan gerai toko swalayan sebagai sektor prioritas yang harus dibantu, salah satunya dengan pemberian insentif listrik dan insentif gaji karyawan. Sektor ritel disebut belum mendapat insentif untuk subsidi listrik.

Waspada Penularan COVID-19 Pada Anak

"Kematian anak COVID-19, 3 minggu ini meningkat, lebih 100 anak/minggu. Data, sebagian besar ada komorbid seperti obesitas, TBC dll." Fakta tragis tersebut dicuitkan oleh Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Aman Pulungan, lewat akun Twitter resminya, @amanpulungan, Rabu (21/7/2021).

Satgas Penanganan COVID-19 merilis laporan "Update Data Nasional dan Analisis Kasus COVID-19 pada Anak-anak" per 24 Juni 2021. Dari data tersebut ditemukan sebesar 12,6% atau 250.000 kasus dari total kasus COVID-19 di Indonesia, merupakan kasus pada anak. Proporsi terbesar berada pada kelompok usia 7-12 tahun (28,02%), diikuti oleh kelompok usia 16-18 tahun (25,23%) dan 13-15 tahun (19,92%).

Dalam data yang sama disebutkan, berdasarkan persentase angka kematian, korban COVID-19 pada anak justru berada pada kelompok umur 0-2 tahun (0,81%), diikuti oleh kelompok usia 16-18 tahun (0,22%), dan 3-6 tahun (0,19%).

Tingginya angka kasus COVID-19 pada anak mendapat perhatian netizen Twitter. Berdasarkan pemantauan Indonesia Indicator (I2), terekam sebanyak 107.684 cuitan dari 64.766 akun Twitter yang memperbincangkan mengenai kasus COVID-19 pada anak di Indonesia, dalam kurun waktu 20 Juni-21 Juli 2021.

Setidaknya terdapat lima isu utama yang menjadi perhatian netizen terkait topik ini. Yakni, tingginya kasus COVID-19 pada anak-anak yang dicuitkan hingga 30.598 cuitan di Twitter. 

Isu lain adalah vaksinasi COVID-19 anak, yakni 13.059 cuitan. Dimulainya Program Vaksinasi bagi anak berusia mulai 12 tahun mendapat atensi positif netizen. Terpantau, banyak cuitan berisi ajakan agar para orang tua segera mendaftarkan anaknya untuk divaksin.  

Selain itu, kasus persalinan di mana sang ibu positif COVID-19 juga banyak muncul dalam cuitan netizen, sejumlah 6.825 cuitan. Tidak sedikit netizen yang meminta pertolongan atau informasi, mengenai kasus seorang ibu yang positif COVID-19 ketika melahirkan anaknya.

Beberapa netizen juga terlihat mendesak pemerintah mengkaji ulang wacana sekolah tatap muka di tengah tingginya angka kasus COVID-19 anak. Total ada 4.549 cuitan di Twitter membahas persoalan ini.

Isu lain yang banyak mendapat perhatian publik adalah terkait varian Delta yang berisiko bagi anak sebanyak 1.013 cuitan. Isu ini muncul dari beredarnya sebuah riset yang dibagikan netizen dan akun media yang menyebut bahwa COVID-19 varian Delta lebih cepat menular dibandingkan jenis lain, sehingga berisiko bagi anak-anak.

Pria Mendominasi Percakapan

I2 juga memantau emosi yang muncul dari topik ini. Terlihat, emosi anticipation (antisipasi) mendominasi cuitan netizen (42%). Cuitan beremosi anticipation salah satunya dikaitkan dengan sosialisasi agar orang tua dapat mengenali gejala-gejala COVID-19 pada anak.

Emosi lain yang muncul adalah emosi trust (percaya) yang mencapai 16%. Emosi ini terlihat dari cuitan netizen yang merespons positif dimulainya program Vaksinasi COVID-19 untuk anak di atas 12 tahun. 

Sementara emosi disgust (jengah) dan anger (marah) masing-masing 15% dan 14%, muncul salah satunya dikaitkan dengan netizen yang mengkritisi perilaku netizen lainnya yang tidak taat protokol kesehatan dan masih suka pergi keluar meski jumlah kasus COVID-19 terus meningkat, termasuk yang menyerang anak-anak. Pada bagian lain, emosi ini juga muncul sebagai bentuk kritik netizen atas penanganan COVID-19 di Indonesia. 

Dari segi demografi, netizen dengan rentang usia 31-40 tahun banyak mengunggah cuitan tentang kasus COVID-19 pada anak (36%). Cuitan banyak berasal dari orang tua yang merasa khawatir anaknya terpapar COVID-19.

Rentang umur 22-30 tahun, menjadi kelompok yang juga banyak membuat cuitan tentang kasus COVID-19 pada anak. Jumlahnya mencapai 34%. netizen generasi milenial ini kerap membagikan kisah tentang kerabatnya yang terpapar COVID-19, termasuk di dalamnya anak-anak.

Dari segi gender, netizen pria menjadi yang paling dominan membuat percakapan mengenai kasus COVID-19 pada anak (72,9%). Adapun netizen wanita hanya sebesar 27,1%.

Dari segi agama, tercatat umat Islam paling banyak membahas topik ini, diikuti Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Perang Opini Soal dr. Lois Owien

Pernyataan kontroversi dr. Lois Owien yang tak percaya COVID-19 di media sosial, membuat heboh publik. Selain membuat unggahan di media sosial, dr. Lois juga menyatakan tidak percaya adanya Virus Corona dalam talkshow yang dibawakan oleh pengacara kondang, Hotman Paris.

Menurut argumen dr. Lois, pasien yang meninggal di rumah sakit (RS) bukan murni karena Virus Corona, melainkan karena interaksi antarobat yang diterima si pasien.

Pernyataan kontroversial dr. Lois di tengah lonjakan masif kasus COVID-19 di Tanah Air membuat dr. Lois ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong (hoaks) terkait pandemi COVID-19 oleh Bareskrim Polri.

Kontroversi pernyataan tidak percaya COVID-19 dan perkembangan kasus hukum dr. Lois itu ini menjadi perbincangan di linimasa Twitter. Indonesia Indicator (I2) melakukan riset dari 9-14 Juli 2021, linimasa Twitter riuh berdebat dan berbicara soal pernyataan dr. Lois yang kontroversial. Jumlahnya mencapai 33.994 aktivitas percakapan dari 12.142 akun Twitter.

Emosi jengah diekspresikan netizen sebanyak 25%, karena netizen saling adu argumen, pro dan kontra atas opini dr. Lois. Bahkan ada 20% netizen yang mengekspresikan rasa percaya (trust). Angka ini terbagi merata, antara percaya opini dr. Lois atau opini dr. Tirta yang berseteru pikiran dengannya.

Selain itu, terdapat emosi anger atau marah sebesar 19%. Emosi ini muncul dari cuitan netizen yang merasa kesal lantaran banyak orang percaya dengan opini yang disampaikan dr. Lois Owien. Namun juga terdapat emosi marah yang  muncul akibat penangkapan dr. Lois, karena bagi mereka hal ini adalah demokrasi.

Secara umum, netizen di Twitter memang terbelah menjadi dua kubu, bahkan jumlahnya hampir sama. Netizen yang menyerang/kontra dr Lois sebanyak 47%, dan yang mendukung dr. Lois sebanyak 40%. Sedangkam 13% sisanya berkomentar netral. 

Kelompok yang tak setuju dr. Lois menyebut pernyataannya adalah hal yang konyol. Kelompok ini dimotori oleh dokter influencer, dr. Tirta Hudhi (@tirta_hudhi). Tirta menyebut di era pandemi saat ini yang membuat kehidupan susah, akan memunculkan kelompok yang menyangkal COVID-19. Dan menurutnya, kelompok ini berpotensi percaya dengan pernyataan dr. Lois. 

Netizen juga mengkritisi kapabilitas dr. Lois sebagai dokter, bahkan menyebut dr. Lois hanya sebagai praktisi anti-aging. Mereka ini juga menilai opini dr. Lois berpotensi dijadikan legitimasi oleh masyarakat anti-COVID-19.

Sedangkan kelompok pendukung dr. Lois cenderung berasal dari kalangan yang percaya teori konspirasi. Bahkan, mereka memandang dr. Lois sebagai dokter yang cerdas dan pemberani. 

Kelompok ini juga menyayangkan penangkapan dr. Lois, dan menuding negara memenjarakan rakyat yang berbeda pandangan dengan negara. Selain itu, tidak sedikit netizen yang membagikan pernyataan Pakar Hukum Refly Harun yang prihatin atas penangkapan dr. Lois hanya karena berbeda pendapat.

Beberapa akun oposisi pemerintah yang percaya dengan opini dr. Lois turut mengampanyekan tagar #SavedrLoisOwien, #PresidenGagalWajibdiganti, dan #RakyatinginJokowimundur.

Sementara kelompok netral sebesar 13% banyak muncul dari cuitan berisi tautan media online yang menyoroti perkembangan kasus dr. Lois. 

Dokter Tirta Hudhi (@tirta_hudhi) menjadi figur yang paling banyak bersuara dan di-mention netizen ketika memperbincangkan soal dr. Lois. Cuitan @tirta_hudhi mendapat atensi netizen, saat ia menyampaikan sikap PB IDI yang meminta dr. Lois untuk mengklarifikasi dan mempertanggungjawabkan pernyataannya. 

Figur paling berpengaruh kedua adalah dr. Lois Owien sendiri (@LsOwien). Akunnya aktif mengunggah cuitan soal bahaya obat COVID-19. Ia juga terlibat perang twit (twitwar) dengan akun Dokter Jantung @Berlianidris. Akun @LsOwien semakin masif di-mention netizen ketika dirinya ditetapkan tersangka kasus penyebaran hoaks COVID-19. 

Selanjutnya akun @OposisiCerdas, @Cobeh09, @Aldobabeh, @Bartbangor, dan @Zarazettirazr juga aktif mengamplifikasi percakapan tentang dr. Lois.

Ruang Media Berisi Narasi Penegakan Hukum

Di media online, i2 menemukan isu ini dibahas dalam 2.643 berita. Puncak ekspose berita kontroversi pernyataan dr. Lois terjadi pada Selasa (13/7). Saat itu, dr. Lois mulai mendapat atensi masif media ketika ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks COVID-19 oleh Bareskrim Polri pada 12 Juli 2021.

Media dominan menyoroti proses hukum dr. Lois. Bareskrim Polri telah menetapkan dr. Lois sebagai tersangka kasus penyebaran hoaks terkait COVID-19, hingga 72% dari seluruh pemberitaan.

Usai menjalani pemeriksaan, dr. Lois tidak ditahan Bareskrim Polri karena dianggap tidak akan melarikan diri. Di samping itu, kepolisian sudah mengantongi bukti-bukti penyebar hoaks atau berita bohong.

Sementara, sebesar 20%, media menyoroti izin praktek dr. Lois. Sebab, PB IDI menyebut bahwa izin praktek dr. Lois sudah tidak berlaku lagi sejak tahun 2017. Hal ini berdasarkan pemeriksaan data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Selain itu, PB IDI membenarkan bahwa keanggotaan dr. Lois di PB IDI juga sudah tidak aktif.

Tak hanya menyangkal COVID-19, dr. Lois Owien sedari awal memang kerap menyampaikan hal-hal kontroversial dan provokatif. Ia pernah menyindir artis, Nagita Slavina, dan menyebut istri Raffi Ahmad itu bakal jadi janda pasca-Raffi lakukan vaksinasi COVID-19 di awal tahun lalu. 

Perhatian publik yang besar terhadap kontroversi dr. Lois Owien, membuat tidak sedikit media yang mewartakan tentang profil lengkap dr. Lois Owien. Nama lengkap, status perkawinan, agama hingga rekam jejak juga diberitakan media. Isu ini diberitakan sebesar 4%.

Kabagpenum Divisi Humas Polri, Ahmad Ramadhan menjadi figur tervokal terkait isu kontroversi dr. Lois. Ahmad dikutip sebanyak 2.907 pernyataan, terutama mengenai proses hukum dr. Lois. 

Figur selanjutnya yang banyak dikutip media adalah dr. Lois Owien (2.751 pernyataan). Dokter Lois menyebut pasien COVID-19 yang meninggal dunia di rumah sakit bukan disebabkan oleh virus COVID-19, melainkan dikarenakan interaksi obat yang berlebihan. 

Top influencer lainnya adalah Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Slamet Uliandi (2.525 pernyataan), Dokter dan influencer, Tirta Mandira Hudhi (1.329 pernyataan), Kabareskrim Polri, Agus Andrianto (1.199 pernyataan), Guru Besar Farmasi UGM, Zullies Ikawati (783 pernyataan), Pengacara, Hotman Paris Hutapea (526 pernyataan), Kadiv Humas Polri, Prabowo Argo Yuwono (488 pernyataan), Ketua Harian LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim (191 pernyataan), dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus (141 pernyataan).

Selain itu, I2 juga merekam 430 portal media online yang memberitakan mengenai kontroversi dr. Lois. Suara.com (86 berita) menjadi portal media online mainstream yang paling banyak memberitakan tentang dr. Lois.

Top media share selanjutnya yaitu TribunNews.com (48 berita), Detik.com (37 berita), Medcom.id (35 berita), Liputan6.com (32 berita), Kompas.com (26 berita), SindoNews.com (25 berita), Merdeka.com (21 berita), Republika.co.id (20 berita), dan CNNIndonesia.com (20 berita).

Iduladha Kedua Dalam Pandemi dan Doa untuk Indonesia

Iduladha 2021 kembali dilaksanakan dalam keterbatasan menyusul kasus positif COVID-19 yang meningkat tajam. Pemerintah membatasi mobilitas, melarang mudik, serta melarang pelaksanaan salat Id di masjid atau lapangan untuk daerah zona merah dan oranye. 

Pelaksanaan Iduladha 2021 tersebut menjadi sorotan publik. Berdasarkan riset Indonesia Indicator (I2) total terdapat 15.965 berita media online yang menyoroti topik tersebut pada pada 19-20 Juli 2021. Sebanyak 7.885 berita pada Senin (19/7) menyoroti pengamanan Iduladha, penyaluran hewan kurban, hingga imbauan agar umat Islam melaksanakan salat Iduladha di rumah. Kemudian, 8.080 berita pada Selasa (20/7) menyoroti gelaran salat Iduladha dan pemotongan hewan kurban di sejumlah daerah.

Figur yang paling sering dikutip media soal hari besar ini adalah Presiden Joko Widodo, sebanyak 1.860 pernyataan. Presiden banyak dikutip saat menyampaikan doa dan harapan untuk seluruh masyarakat Indonesia, agar Allah selalu melindungi bangsa Indonesia dari segala macam bahaya.

Disusul, Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebanyak 1.632 pernyataan, antara lain berisi pesan agar semua pihak, dari masyarakat umum hingga korporasi, menjadikan Iduladha sebagai momentum untuk meningkatkan sumbangsihnya demi percepatan pemulihan sosial-ekonomi bangsa Indonesia yang saat ini sedang terimbas oleh pandemi.

Tokoh lain yang dikutip oleh media adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (805 pernyataan), Menteri Agama Yaqut Qoulil Qoumas (730 pernyataan), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani (695 pernyataan), dan Menko Polhukam Mahfud MD (538 pernyataan).

Lalu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (508 pernyataan), Kabareskrim Polri Agus Andrianto (429 pernyataan), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (387 pernyataan), dan Kapolda Metro Jaya Fadil Imran (361 pernyataan).

Doa Netizen

Di sisi lain, terdapat 54.499 percakapan netizen Twitter terkait pelaksanaan Iduladha pada 19-20 Juli 2021. Percakapan netizen mencapai puncaknya di hari raya Iduladha, yang mayoritas memuat emosi anticipation (antisipasi), sebanyak 55%. Emosi ini berisi harapan dan doa dari netizen agar keadaan di Indonesia dapat cepat membaik. 

Sementara emosi joy atau senang (21%) muncul dari rasa syukur netizen yang masih bisa merayakan Iduladha, meski di tengah ancaman pandemi COVID-19. 

Emosi trust atau percaya (14%) rata-rata berisi unggahan foto netizen yang tengah membagikan hewan kurban. Emosi trust juga berisi imbauan para pejabat negara dan pemimpin daerah agar masyarakat menjaga protokol kesehatan dalam pelaksanaan Iduladha.

Siapa Ingin Jadi PNS?

Pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berakhir Senin (26/7/2021) pukul 23.59 WIB. Hingga Senin (26/7) sore, jumlah pendaftar CPNS yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah mencapai 4,1 juta orang. Sedangkan yang telah menyelesaikan pendaftaran melalui portal SSCASN sebanyak 3,38 juta orang.

Menjadi seorang PNS masih menjadi impian bagi sebagian besar orang. Hal tersebut terlihat dalam riset Indonesia Indicator (I2) terkait pendaftaran CPNS pada periode 23 Juni-13 Juli 2021.

Dalam riset tersebut, I2 menemukan keriuhannetizen memperbincangkan pendaftaran CPNS. Jumlahnya mencapai 60.382 cuitan. Puncak cuitan terjadi pada hari Kamis (1/7), ketika pendaftaran CPNS 2021 mulai dibuka. Netizen ramai membagikan link Google Drive yang berisi formasi CPNS dari berbagai kementerian/lembaga.

Antusiasme netizen tampak dari emosi anticipation (antisipasi) yang dominan, sebesar 37%. Emosi ini berisi berharap agar mereka lolos CPNS 2021. Namun juga terdapat cuitan netizen yang mengeluh harus mengikuti tes CPNS karena paksaan dari orang tuanya.

I2 juga merekam emosi trust atau percaya (31%) yang berisi cuitan akun kementerian/lembaga dan pemda yang aktif menyosialisasikan pendaftaran CPNS 2021. 

Berdasarkan rentang umur, netizen dari generasi milenial paling riuh di linimasa. Kelompok junior milenial (22-30 tahun) sebanyak 39%, dan senior milenial (31-40 tahun) sebanyak 37%.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menjadi instansi paling populer diperbincangkan netizen, sebanyak 6.272 cuitan. Disusul kemudian, Kementerian Luar Negeri dengan 1.144 cuitan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (931 cuitan), Badan Intelijen Negara (907 cuitan), dan Kementerian Kesehatan (442 cuitan).

 

Daftar Panjang Penindakan Kasus Narkoba di Indonesia

Kabar penangkapan musisi Erdian Aji Prihartanto atau biasa dikenal dengan nama Anji medio Juni 2021 lalu, menambah daftar panjang kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Anji diciduk di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada Jumat (11/6/2021) dengan barang bukti ganja.

Berdasarkan riset Indonesia Indicator (I2), terdapat 97.841 pemberitaan media online nasional terkait penindakan kasus narkoba di Indonesia selama Januari-Juni 2021, termasuk kasus Anji. 

Puncak ekspos pemberitaan penindakan kasus narkoba terjadi pada Februari sebanyak 20.982 berita dengan ragam isu, seperti penangkapan pengedar narkoba di sejumlah daerah, kasus narkoba Millen Cyrus, kasus narkoba Yuni Purwanti, hingga terkait pemusnahan narkoba di Banten.

Penindakan terhadap jenis ganja menjadi salah satu yang banyak dikaver media (15.210 berita), disumbang oleh tingginya pemberitaan terkait Anji. Lainnya adalah jenis sabu-sabu (62.483 berita), di mana ekspos berita banyak diisi dari berita penangkapan pengedar sabu di berbagai daerah di Indonesia.

Media juga terpantau memberitakan kasus lain, seperti penggerebekan para tersangka pelaku produksi dan pengedar narkotika industri rumahan di DKI Jakarta pada Maret 2021 lalu. Polisi menemukan tembakau sintetis jenis baru bernama positif 4-fluoro-MDMB-Butica, yang efeknya sama dengan kandungan dari tembakau gorila.

Tingginya pemberitaan tentang narkoba ini tak lepas dari sosok top influencer yang pernyataannya banyak dikutip media, mereka didominasi pejabat internal Polri dari level Polresta hingga Mabes Polri. Tercatat, Kepolisian RI telah mengungkap 19.229 kasus penyalahgunaan narkoba selama tahun 2021, dengan mengamankan sebanyak 24.878 tersangka narkoba.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus merupakan figur terbanyak yang dimintai keterangan oleh media (16.121 pernyataan). Yusri banyak dikutip media terkait kasus narkoba yang melibatkan artis ibu kota.

Kemudian, Kapolri Listyo Sigit Prabowo (12.891 pernyataan). Kapolri banyak dimintai pendapatnya oleh media, khususnya terkait capaian Polri dalam memberantas peredaran narkoba. 

Influncer lainnya adalah Kapolres Metro Jakarta Barat Ady Wibowo (10.602 pernyataan), Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Ronaldo Maradona Siregar (8.958 pernyataan), Kabid Humas Polda Jabar Erdi Adrimurlan Chaniago (3.331 pernyataan), dan Kabid Humas Polda Jatim Gatot Repli Handoko (2.956 pernyataan). 

Sementara itu, sebanyak 2.384 portal media online dalam negeri memberitakan penindakan kasus narkoba selama periode yang sama di berbagai wilayah. Pemberitaan narkoba terbanyak berada di Provinsi DKI Jakarta (9.263 berita). Disusul kemudian, Jawa Barat (5.274 berita), Sumatera Utara (4.984 berita), Aceh (4.160 berita), Riau (3.878 berita).

Daerah lainnya adalah Jawa Timur (3.145 berita), Sumatera Selatan (2.206 berita), Bali (2.147 berita), Banten (1.772 berita), dan Sumatera Barat (1.450 berita).

PSU Pilkada di Mata Media

Sidang sengketa Pilkada 2020 di Mahkamah Konstitusi pada 18-22 Maret 2021 memutuskan 16 daerah mesti melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Daerah-daerah itu terdiri atas dua provinsi, satu kota, dan 13 kabupaten. Semuanya diminta menggelar PSU pilkada pada April hingga Juli 2021.

Ke-16 daerah itu adalah Provinsi Kalimantan Selatan dan Jambi, Kota Banjarmasin, serta Kabupaten Rokan Hulu, Penukal Abab Lematang Ilir, Indragiri Hulu, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Nabire, Halmahera Utara, Boven Digoel, Morowali Utara, Labuhanbatu Selatan, Teluk Wondama, Yalimo, dan Sekadau.

Isu PSU pilkada ini cukup menarik perhatian media online dalam negeri. Riset Indonesia Indicator (I2) pada 18 Maret-13 Juni 2021 mencatat, ada 12.809 berita online yang membahas PSU pilkada. Dari jumlah itu, PSU Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Selatan dan Jambi paling banyak ditulis media online, masing-masing sebanyak 2.522 dan 1.630 berita.

Media banyak menulis pelaksanaan PSU Pilgub Kalimantan Selatan pada 9 Juni 2021 dan PSU Pilgub Jambi pada 27 Mei 2021, serta penghitungan suara dan hasil PSU di dua provinsi itu. Dalam PSU Pilgub Kalimantan Selatan, pasangan calon (paslon) Sahbirin Noor-Muhidin menang atas Denny Indrayana-Difriadi. Sementara paslon Al Haris-Abdullah Sani unggul atas Cek Endra-Ratu Munawaroh dan Fachrori-Safril Nursal di PSU Pilgub Jambi.

Tingginya ekspos pemberitaan PSU Pilgub Kalimantan Selatan juga dipengaruhi rencana paslon Denny Indrayana-Difriadi untuk menggugat hasil PSU ke Mahkamah Konstitusi karena diduga banyak praktik politik uang.

Delapan daerah lain dalam daftar 10 PSU yang paling banyak diberitakan media online adalah Kabupaten Rokan Hulu (489 berita), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (379 berita), Kabupaten Indragiri Hulu (291 berita), Kabupaten Labuhanbatu (258 berita), Kota Banjarmasin (220 berita), Kabupaten Mandailing Natal (218 berita), Kabupaten Nabire (186 berita), dan Kabupaten Halmahera Utara (111 berita).

Adapun enam daerah lain di luar daftar top 10 PSU pilkada adalah Kabupatan Boven Digoel (106 berita), Kabupaten Morowali Utara (104 berita), Kabupaten Labuhanbatu Selatan (87 berita), Kabupaten Teluk Wondama (77 berita), Kabupaten Yalimo (59 berita), dan Kabupaten Sekadau (42 berita).

Pelaksanaan, penghitungan suara, dan hasil PSU pilkada menjadi isu utama yang diangkat media online, yakni sebanyak 5.512 berita. Hingga 13 Juni 2021, tercatat 14 dari 16 daerah sudah menggelar PSU pilkada. Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, menjadi yang pertama menggelar PSU usai putusan Mahkamah Konstitusi, yakni pada 8 April 2021. Sementara PSU Pilgub Kalimantan Selatan baru dilangsungkan pada 9 Juni 2021 lalu.

Adapun dua PSU yang belum dilaksanakan adalah Pemilihan Bupati (Pilbup) Nabire dan Boven Digoel, Papua. PSU Pilbup Nabire rencananya digelar pada 14 Juli 2021, sementara PSU Pilbup Boven Digoel akan dilangsungkan pada 7 Juli 2021.

Pengamanan PSU menjadi isu berikutnya yang banyak ditulis media online (2.554 berita). Isinya tak lain tentang upaya Polri dan TNI dalam mengamankan PSU pilkada di sejumlah daerah agar berlangsung aman dan lancar. Isu lainnya adalah penerapan protokol kesehatan (1.584 berita), dugaan atau antisipasi politik uang (986 berita), pelantikan paslon terpilih (647 berita), sengketa PSU dan PSU jilid 2 (337 berita), dan potensi kerawanan PSU (195 berita).

Sengketa hasil PSU dan PSU jilid 2 kemungkinan akan menjadi pendorong utama pemberitaan media online mengenai PSU ke depan. Hingga pertengahan Mei 2021, Mahkamah Konstitusi sudah menerima gugatan sengketa PSU di 8 daerah. Salah satunya, yakni PSU Pilbup Labuhanbatu, Sumatera Utara, sudah diputuskan diulang pada 19 Juni 2021. Belakangan, paslon Pilgub Kalimantan Selatan, Denny Indrayana-Difriadi, juga menggugat hasil PSU ke Mahkamah Konstitusi.

Media Lokal Dominasi Pemberitaan

Riset Indonesia Indicator (I2) mencatat, total ada 1.092 media online yang membuat berita tentang PSU pilkada pada 18 Maret-13 Juni 2021. Media lokal menguasai daftar 10 media teratas, terutama media online asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. PSU Pilgub Kalimantan Selatan dan PSU Pilwakot Banjarmasin menjadi isu yang banyak ditulis media online asal Banjarmasin.

Apahabar.com, media online yang berbasis di Banjarmasin, paling sering menulis isu ini dengan 376 berita. Disusul Tribun News Banjarmasin (356 berita), Tribun News Jambi (277 berita), Dutatv.com (Banjarmasin) dengan 236 berita, dan Kalimantan Post (211 berita). Berikutnya ada Jejakrekam.com (Banjarmasin) dengan 201 berita, Barito Post (165 berita), Antara Kalsel (162 berita), Antara (148 berita), dan iNews.id (146 berita). 

Riset I2 juga merangkum daftar 10 lembaga atau organisasi yang paling banyak disebut media online dalam isu PSU pilkada. Mahkamah Konstitusi paling banyak ditulis media dengan 9.929 berita. Ini tak lepas dari peran lembaga itu dalam menangani sengketa pilkada dan memutuskan PSU.

Di bawah Mahkamah Konstitusi, ada KPU (4.102 berita) dan Bawaslu (2.267 berita). Disusul Polri (1.658 berita) dan TNI (1.648 berita). KPU dan Bawaslu banyak disebut karena dua lembaga itu bertanggung jawab atas pelaksanaan PSU. Sementara penyebutan Polri dan TNI berkaitan dengan pengamanan PSU di sejumlah daerah.

Selanjutnya ada KPU Kalimantan Selatan dengan 539 berita, KPU Banjarmasin (377 berita), Kementerian Dalam Negeri (357 berita), KPU Jambi (339 berita), serta PKB dengan 330 berita. PKB menjadi satu-satunya partai politik yang masuk daftar 10 lembaga atau organisasi yang paling banyak disebut media online dalam isu ini.

Ledakan Corona Klaster Permukiman

Ledakan kasus COVID-19 pada klaster permukiman pascalibur Lebaran Idulfitri 2021 jadi sorotan 659 portal media online nasional dan lokal.

Riset Indonesia Indicator (I2) periode 12 Mei hingga 17 Juni 2021 mencatat ada 2.758 berita terkait isu tersebut. Secara lebih rinci, ekspos pada bulan Mei sebanyak 1.498 berita dan Juni 1.260 berita, yang tersebar di sejumlah daerah, terutama Pulau Jawa. 

Pantauan I2, ada 10 daerah dengan ekspos berita tertinggi, yakni DKI Jakarta  (672 berita), Banten (282 berita), Jawa Barat (281 berita), Jawa Tengah (226 berita), Jawa Timur (151 berita), Bali (44 berita), DI Yogyakarta (43 berita), Papua (40 berita), Kepri (34 berita), dan Riau sebanyak (30 berita).

Lonjakan kasus COVID-19 pada klaster permukiman diangkat media dalam ragam isu. I2 berhasil merangkum 7 isu utama yang paling banyak disorot. Salah satunya, banyaknya pemudik yang terkonfirmasi positif COVID-19. Isu ini mendapat perhatian terbanyak, yakni 577 berita.

Atensi media online banyak tertuju pada pernyataan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bahwa ada 4.327 pemudik positif COVID-19. Ini berdasarkan hasil tes antigen acak terhadap 32.017 pemudik di 757 penyekatan mudik yang tersebar di sembilan polda prioritas. Media mengutip Kapolri sebanyak 595 pernyataan sekaligus menjadikannya sebagai figur tervokal.

Isu lain yang mendapat ruang pemberitaan media adalah Covid-19 pada klaster keluarga sebanyak 372 berita. Isu ini banyak dikaitkan dengan atensi khusus Presiden Jokowi soal klaster penularan COVID-19 di lingkungan keluarga pasca-Idulfitri. Presiden Jokowi meminta pengawasan protokol kesehatan diperketat.  

Kemudian, isu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di sejumlah daerah sebanyak 260 berita. 

Isu lainnya yang banyak diberitakan adalah wacana pembelajaran tatap muka (PTM) sebanyak 259 berita. Rencana PTM di tengah temuan kasus baru COVID-19 pada klaster pendidikan mendapat sorotan dari media. Terutama di Bogor, Jawa Barat, karena kasus 12 peserta didik dan pegawai Bintang Pelajar Islamic Boarding School (BP IBS) Bogor terkonfirmasi positif COVID-19. Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengumumkan bakal menyetop kegiatan simulasi PTM dan mengurangi mobilitas warga.

Klaster COVID-19 rumah ibadah juga tak luput dari sorotan media online. Isu ini diangkat sebanyak 240. Atensi media banyak tertuju pada klaster Masjid Paulan di Karanganyar dan klaster paduan suara Gereja di Kapanewon Jetis, Bantul. Di Masjid Paulan misalnya, ada 94 orang positif COVID-19. Sementara itu di gereja Bantul, ada 18 orang terkena COVID-19 usai mengikuti kegiatan rekaman paduan suara.

Lalu, isu klaster COVID-19 pesta pernikahan juga muncul di sejumlah daerah, dan diberitakan sebanyak 198 berita. Di Bekasi misalnya, sebanyak 49 orang terpapar COVID-19 dari kegiatan arisan dan hajatan. Isu terakhir yang cukup menyita atensi media adalah peningkatan angka keterisian rumah sakit atau occupancy ratio (BOR) sebanyak 186 berita. BOR di seluruh rumah sakit terus menanjak seiring peningkatan kasus COVID-19. Data terkini, sudah 56% dari 1.706 tempat tidur isolasi di rumah sakit telah terisi.

Detik, Media Tertinggi

Pada rentang waktu 12 Mei – 17 Juni 2021 tersebut, I2 juga mencatat ada 659 portal media online memberitakan tentang klaster COVID-19 permukiman. Dari jumlah itu, I2 berhasil merangkum 10 top media share yang banyak mengangkat isu ini. Pertama adalah Detik (84 berita), MSN Indonesia (77 berita), Kompas (72 berita), Suara.com (69 berita), Warta Kota Live (66 berita), Medcom.id (48 berita), Tempo.co (45 berita), Inews Portal (41 berita), Kumparan (40 berita), dan Merdeka (38 berita).

Dari sisi sebaran berita, isu klaster COVID-19 permukiman cenderung terpusat di Pulau Jawa. Ini sejalan dengan dengan pernyataan Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah yang mencatat sedikitnya ada 10 klaster Covid-19 yang terjadi selama kegiatan Ramadan dan Lebaran 2021 di Pulau Jawa. 

Hal senada diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang mengatakan, peningkatan klaster COVID-19 di permukiman disebabkan oleh aktivitas mudik dan silaturahmi saat libur Lebaran 2021. Setidaknya lebih dari 11 klaster yang terdeteksi berasal dari beberapa wilayah di Pulau Jawa, seperti Banyumas, Banyuwangi, hingga DKI Jakarta. Sejumlah klaster itu muncul dari kegiatan Tarawih, halal bihalal, hingga imbas dari pelaku perjalanan.

 

Heboh BTS Meal McDonald's

Kehadiran menu baru restoran cepat saji McDonald's (McD), BTS Meal, disambut gempar para pembeli melalui pengemudi ojek online (ojol) imbas promo produk makanan tersebut. 

Ledakan antrean pun terjadi hingga menjadi sorotan media online maupun media sosial. Ini terekam dalam riset Indonesia Indicator (I2) pada periode 8 hingga 10 Juni 2021. I2 mencatat ada 2.957 berita dan diangkat dalam ragam isu.

Hasil analisis Indonesia Indicator, percikan ekpose pemberitaan BTS Meal - yang hanya bisa dipesan secara delivery dan takeaway - di media online terpantau sejak 8 Juni, atau satu hari sebelum peluncuran, hanya 50 berita saja. Namun, di hari berikutnya atau hari H, Rabu (9/6), terjadi lonjakan tajam pemberitaan sebanyak 1.685 berita, seiring tingginya pembelian via online

Kerumunan dan antrean pun pecah tak terbendung dan berujung pada penutupan sementara lusinan gerai restoran makanan cepat saji McDonald's di Indonesia. Memasuki sehari berikutnya, 10 Juni, ekpose pemberitaan media online tentang produk makanan ini sedikit kendor menjadi jadi 1.222 berita.

Penyegelan McD Menjadi Isu Terbesar

Dari 2.957 pemberitaan produk BTS Meal tersebut, Indonesia Indicator memetakan lima isu utama yang mendominasi di media online. Pertama adalah penutupan dan penyegelan gerai McD buntut kerumunan pembeli yang disorot media sebesar 51%. Penutupan dan penyegelan ini terjadi di berbagai daerah. Di Jakarta misalnya, Pemprov DKI menutup sementara 32 gerai McD selama 1x24 jam akibat pelanggaran protokol kesehatan. 

Isu utama berikutnya adalah penghentian promo BTS Meal (13%). Diketahui, promo dan penjualan kemasan menu BTS Meal yang ditawarkan McDonald's juga menjamur di berbagai platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak. Penjualan kemasan BTS Meal dibanderol mulai dari Rp 85 ribu – Rp 100 juta. 

Isu utama ketiga adalah Polda Metro Jaya panggil manajemen McD (12%), disusul isu penjualan kemasan BTS Meal (10%), donasi Army untuk Ojol (4,3%), dan isu sosok viral TikTok Sisca Kohl yang memborong 40 paket BTS Meal (7%). 

Humas Polda hingga Satpol PP Menjadi Top Influencer

Pemberitaan kerumunan BTS Meal tidak hanya terpusat di Ibu Kota, namun juga menyebar di beberapa wilayah di Pulau Jawa. Di DKI Jakarta, I2 mencatat ada 831 berita tentang kerumunan BTS Meal, Jawa Barat 136 berita, Jawa Tengah 70 berita, Jawa Timur 69 berita, dan Yogyakarta 78 berita. 

Di luar Pulau Jawa, isu BTS Meal ini relatif minim pemberitaan. Misalnya di Kalimantan hanya sekitar 7 berita, Sulawesi 4 berita, dan Papua 1 berita.

Sebaran berita kerumunan BTS Meal juga memunculkan sejumlah figur yang pertanyaannya banyak dikutip media. I2 mencatat setidaknya ada 10 top influencer atau tervokal yang banyak diisi oleh figur dari instansi pemerintah dan aparat. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus, menjadi tokoh yang banyak dikutip pernyataannya oleh media (877 pernyataan). Terutama, saat memanggil sejumlah manajemen gerai McD untuk dimintai klarifikasi soal kerumunan. Lalu, Associate Director of Communication Mcd Indonesia, Sutji Lantyka (622 pernyataan).

Kemudian, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (619 pernyataan). Disusul Kapolsek Metro Gambir Kade Budiyarta (388 pernyataan), Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin (384 pernyataan), Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi (383 pernyataan), artis TikTok Sisca Kohl (275 pernyataan), Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto (213 pernyataan), Kepala Satpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan (155 pernyataan), dan terakhir adalah Kadiv Humas Polri Prabowo Argo Yuwono (148 pernyataan).

Peta Perbincangan di Medsos

Bincangan netizen soal BTS Meal pada periode 8 hingga 10 Juni cukup tinggi, I2 mencatat total ada 139.594 cuitan netizen Twitter Indonesia tentang pembelian BTS Meal. Berbeda dengan media online, dinamika ekspose soal BTS Meal di medsos cukup kencang. Apalagi saat launching di sejumlah gerai McD pada Rabu, 9 Juni 2021. 

Hari sebelumnya, 8 Juni 2021, cuitan produk BTS Meal muncul sebanyak 2.732 cuitan. Namun, begitu terjadi antrean panjang pembelian, terjadi lonjakan tajam cuitan 9 pada Juni sebanyak 86.176 cuitan. Ini ditandai oleh ramainya video antrean ojol ketika membeli BTS Meal. Banjir dukungan pun datang, para Army fans BTS bersimpati terhadap para ojol yang rela antre. Pada hari berikutnya, 10 Juni, ekpose cuitan sedikit kendor atau turun jadi 50.686 cuitan.

Tingginya perbincangan pengguna Twitter ini tak lepas dari tagar yang menyertainya. Indonesia Indicator memantau sebaran tagar dominan disuarakan oleh netizen Army. Setidaknya ada lima populer yang dilambungkan netizen yakni #BTSMeal (46.031 cuitan), #BTSxMcD (10.615 cuitan), #BTSARMY (10.542 cuitan), #ThankyouOjol (853 cuitan), dan #WepurpleyouMcD sebanyak (558 cuitan). Ini tercermin dalam ragam cuitan warganet. 

"Hari ini bersyukur banget dapat abang ojol @GrabID yang luar biasa. Pak Wandha rela ngantri 3,5 jam tanpa keluh kesah. Sebagai apresiasi, sepaket bingkisan menanti yang ia terima dg sumringah. #ThankYouOJOL Thanks @BTS_twt @McDonalds_ID #BTSxMcD #BTSMealxMcD #BTSMealindonesia," cuit @nadiahabidin pada 9 Juni 2021, diretwit 8.778 kali dan di-like 34,5 ribu.

Tagar terima kasih ojol juga dilambungkan akun @kitabisacom. "ARMY yorobun, aku cuma mau bilang nuhun. Makasih temen-temen #BTSARMY udah bikin inisiatif baik ini. Tadi siang, makanan gratis buat driver ojol yang ngantri #BTSMeal udah mulai dibagi-bagi. Kalo kata ARMY: #ThankYouOJOL yang udah rela antre dan anter makanan buat ARMY~," tulisnya pada 9 Juni, diretwit sebanyak 10,1 ribu dan dilike 24,3 ribu.

Sisa Laga Timnas Kita

Tiga pertandingan masih tersisa di Grup G babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 hingga akhir Mei 2021. Tapi tim nasional sepak bola Indonesia sudah dipastikan tak lolos ke babak berikutnya. Sebab lima pertandingan sebelumnya timnas Indonesia selalu kalah. Indonesia menjadi juru kunci grup di bawah Uni Emirat Arab, Vietnam, Malaysia, dan Thailand.

Meski begitu, perjuangan timnas Indonesia di babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 tetap banyak mendapat perhatian media online dan netizen Twitter. Hasil riset Indonesia Indicator (I2) pada 1-8 Juni 2021 mencatat, ada total 5.140 berita online dan 15.557 kicauan mengenai timnas Indonesia.

Pertandingan Indonesia vs Thailand pada 3 Juni 2021 dan Indonesia vs Vietnam pada 7 Juni 2021 paling banyak mendapat sorotan media online dan netizen Twitter. Total ada 853 berita online yang membahas pertandingan Indonesia vs Thailand. Sementara di Twitter, ada 1.993 kicauan mengenai laga yang berakhir imbang 2-2 itu. Adapun pertandingan Indonesia vs Vietnam dibahas dalam 604 berita online dan 1.393 kicauan di Twitter.

Media online mengapresiasi permainan timnas Indonesia saat menghadapi Thailand. Netizen Twitter juga merespons positif hasil imbang laga itu yang akhirnya membuat timnas mendapatkan poin pertama di babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022.

Sorotan tajam media online tertuju pada pertandingan Indonesia vs Vietnam yang berakhir empat gol tanpa balas untuk keunggulan Vietnam. Beberapa hal yang ditulis media online antara lain pernyataan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, yang meminta staf pelatih untuk mengevaluasi performa timnas serta kepiawaian pelatih Vietnam dalam meracik taktik.

Sementara di Twitter, netizen menunjukkan respons yang beragam atas kekalahan Indonesia dari Vietnam. Ada netizen yang mengkritik permainan timnas, ada juga yang menganggap kekalahan itu wajar karena timnas merupakan tim yang baru dibentuk dan banyak diisi pemain muda.

Isu lain yang diangkat media online adalah tindakan indisipliner pemain timnas Nurhidayat (373 berita), kritik pelatih timnas Shin Tae-yong terhadap kinerja wasit Indonesia vs Vietnam (167 berita), dan gol indah pemain timnas Kadek Agung di laga Indonesia vs Thailand (47 berita).

Adapun isu lain yang berkembang di Twitter adalah permintaan agar PSSI mempertahankan pelatih Shin Tae-yong (644 kicauan), tindakan indisipliner pemain timnas Nurhidayat (160 kicauan), persiapan mental pemain timnas (120 kicauan), serta perbandingan antara Shin Tae-yong dan Luis Milla (110 kicauan).

Dari sisi influencer, pelatih timnas Shin Tae-yong menjadi figur yang pernyataannya paling banyak ditulis media online (4.404 pernyataan). Media mengutip pernyataan Tae-yong mengenai persiapan dan pertandingan timnas. Keluhan Tae-yong terhadap kinerja wasit dalam laga Indonesia vs Vietnam, Ahmad Alali, juga banyak ditulis media.

Kapten timnas, Evan Dimas Darmono, menjadi figur berikutnya yang banyak dikutip media (1.285 pernyataan). Evan, yang menjadi Man of the Match dalam laga melawan Thailand, mengapresiasi Shin Tae-yong dan rekan-rekannya di timnas karena telah bekerja keras saat menghadapi timnas Negeri Gajah Putih.

Influencer lain di media online berasal dari pemain dan staf pelatih timnas serta pengurus PSSI yakni Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi (819 pernyataan), Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (544 pernyataan), pemain timnas Egy Maulana Vikri (467 pernyataan), asisten pelatih timnas Nova Arianto (419 pernyataan), dan pemain timnas Nurhidayat (232 pernyataan).

Timnas Harapan Netizen

Timnas sepak bola Indonesia memang babak belur dalam kualifikasi Piala Dunia 2022. Tapi netizen Twitter sepertinya tetap menaruh harapan yang besar terhadap timnas di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong itu.

Hasil riset Indonesia Indicator (I2) pada 1-8 Juni 2021 menunjukkan tingginya harapan netizen Twitter terhadap timnas. Ini tergambar dari banyaknya emosi percaya atau trust (42 persen) dalam kicauan netizen mengenai timnas. Isi kicauannya kebanyakan berupa dukungan terhadap pemain timnas dan pelatih Shin Tae-yong meski hasil dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2022 jauh dari memuaskan.

Emosi lain yang ditunjukkan netizen adalah antisipasi atau anticipation sebesar 34 persen. Isi kicauan netizen dengan emosi ini antara lain harapan agar timnas yang banyak diisi pemain muda itu mendapatkan hasil yang memuaskan serta kelak menjadi tim yang kuat dan disegani lawan.

Adapun emosi senang atau joy sebesar 9 persen terlihat dari kicauan netizen berisi apresiasi terhadap permainan timnas saat menghadapi Thailand. Netizen senang karena timnas berhasil meraih poin pertama dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 setelah bermain seri dengan Thailand.

Pada 11 Juni 2021, timnas Indonesia melakoni laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Uni Emirat Arab. Dalam pertandingan itu, timnas kalah lima gol tanpa balas. Kendati hasil di kualifikasi Piala Dunia 2020 tak memuaskan, tentu kita berharap timnas Indonesia bisa bangkit dan kembali berprestasi di panggung dunia.

Sinetron Zahra dan Kontroversinya

Sinetron Suara Hati Istri: Zahra yang tayang di Indosiar menuai kontroversi. Penyebabnya, karakter Zahra, istri ketiga dari tokoh pria paruh baya bernama Tirta, diperankan aktris berusia 15 tahun. Banyak adegan dalam sinetron itu yang dianggap tak pantas untuk pemeran belia, termasuk adegan ranjang antara Zahra dan Tirta.

Kontroversi sinetron Zahra menjadi sorotan media online dalam negeri pada awal Juni 2021. Riset Indonesia Indicator (I2) mencatat, total ada 773 berita online yang memberitakan kontroversi sinetron itu pada 1-3 Juni 2021.

Pada 1 Juni 2021, tercatat ada 20 berita online yang membahas sinetron Zahra. Angka itu meningkat tajam pada 2 Juni 2021 dengan 344 berita. Adapun puncak ekspos terjadi pada 3 Juni 2021 dengan 409 berita. Pada tanggal itu, media banyak menulis respons Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mengecam sinetron Zahra. KPAI juga akan mendorong Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menghentikan tayangan sinetron itu.

Desakan berbagai pihak agar KPI menghentikan tayangan sinetron Zahra menjadi isu yang paling banyak ditulis media, yakni sebanyak 250 berita. Desakan itu antara lain disampaikan anggota Komisi X DPR Illiza Saaduddi, selebritas Zaskia Mecca, hingga tokoh publik Alissa Wahid.

Media juga banyak mengangkat isu pergantian pemeran Zahra, yakni sebanyak 236 berita. Sementara isu lain yang banyak diulas media adalah respons pemerintah menyikapi sinetron Zahra (102 berita), kecaman KPAI terhadap sinetron Zahra (84 berita), dan profil pemeran Zahra (37 berita).

Sejumlah figur publik berkomentar di media online mengenai kontroversi sinetron Zahra. Berdasarkan catatan I2, figur publik itu berasal dari berbagai kalangan, antara lain selebritas, komika, dan pejabat negara.

Komika Ernest Prakasa menjadi figur yang pernyataannya paling banyak dikutip media (337 pernyataan). Ernest memprotes sinetron Zahra melalui akun Twitter-nya @ernestprakasa pada Selasa (1/6/2021). Ernest juga mengajak influencer lainnya untuk ikut menyuarakan protes terhadap sinetron Zahra.

Figur kedua yang pernyataannya banyak dikutip media adalah selebritas Zaskia Adya Mecca (324 pernyataan). Istri sutradara Hanung Bramantyo itu mengecam sinetron Zahra. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat lantaran menegur tayangan televisi yang tak pantas. Zaskia berharap tayangan televisi di Indonesia bisa lebih mendidik.

Figur lain yang komentarnya banyak ditulis media adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga (309 pernyataan), Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan Nuning Rodiyah (245 pernyataan), aktor Panji Saputra (138 pernyataan), Ketua KPI Pusat Agung Suprio (127 pernyataan), Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo (113 pernyataan), psikolog keluarga Adib Setiawan (82 pernyataan), aktris Fanny Ghassani (78 pernyataan), dan Komisioner KPAI Retno Listyarti (68 pernyataan).

Riset I2 juga mencatat, total ada 216 portal media online dalam negeri yang memberitakan kontroversi sinetron Zahra pada 1-3 Juni 2021. Suara.com menjadi media online yang paling banyak menulis berita mengenai isu ini dengan 43 berita. Disusul MSN Indonesia (40 berita), Kompas.com (35 berita), Tribun News (24 berita), IDN Times (18 berita), Kumparan (13 berita), Medcom.id (11 berita), Pikiran Rakyat (11 berita), Detik (10 berita), dan CNN Indonesia (9 berita).

Heboh Investasi Bodong 212 Mart

Investasi bodong 212 Mart di Samarinda menjadi perhatian netizen Twitter sejak akhir April hingga pertengahan Mei 2021. Riset Indonesia Indicator (I2) mencatat, total ada 4.493 kicauan di Twitter mengenai isu ini pada 30 April-17 Mei 2021.

Kasus ini bermula dari ajakan investasi untuk mendirikan toko 212 Mart di Samarinda pada 2018 melalui sebuah tautan WhatsApp. Pembentukan toko dilakukan dengan mengumpulkan dana investasi secara terbuka melalui transfer minimal Rp 500 ribu dan maksimal Rp 20 juta. 

Dua tahun berjalan, para investor mulai curiga dengan operasional 212 Mart lantaran beberapa toko tutup, gaji pegawai tak dibayar, serta laporan keuangan juga terkesan dibuat asal-asalan. Pada akhir April 2021, para investor melaporkan kasus ini ke Polresta Samarinda. Diduga uang investasi sebesar Rp 2 miliar milik 600 investor 212 Mart raib.

Riset I2 mencatat, puncak ekspos isu ini di Twitter terjadi pada 5 Mei 2021 dengan 794 kicauan. Pada 6 Mei 2021, isu ini juga masih mendapat banyak respons netizen lewat 741 kicauan. Dua hari itu netizen banyak menyoroti modus investasi bodong 212 Mart dan dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam kasus tersebut. Setelah tanggal itu, tren kicauan netizen terlihat menurun.

Emosi anticipation (antisipasi) mendominasi perbincangan netizen Twitter mengenai investasi bodong 212 Mart, yakni sebesar 43% (757 kicauan). Emosi ini banyak terbentuk dari kicauan berisi permintaan agar polisi mengusut tuntas kasus itu dan ajakan agar netizen berhati-hati jika ingin berinvestasi. 

Adapun emosi disgust (jengah) sebesar 20% (348 kicauan) terbentuk dari kicauan berisi sindiran, cacian, dan makian netizen terhadap mereka yang diduga terlibat kasus investasi bodong itu.

Sentimen negatif mendominasi perbincangan netizen mengenai investasi bodong 212 Mart, yakni sebesar 57% (2.565 kicauan). Sentimen ini berasal dari kicauan berisi sindiran, cacian, dan makian netizen terhadap mereka yang diduga terlibat kasus investasi bodong itu.

Sementara sentimen positif sebesar 30% (1.349 kicauan) dan sentimen netral 13% (579 kicauan). Sentimen positif antara lain berasal dari kicauan berisi informasi atau tautan berita mengenai komitmen polisi untuk mengusut tuntas kasus investasi bodong itu.

Adapun frasa utama yang berkembang di Twitter mengenai isu ini adalah “korban investasi”, “soal investasi”, “investasi syariah”, “kaum pencoleng”, “ustadz wicis”, dan “koperasi syariah”.

Hingga saat ini, Polresta Samarinda masih terus mengusut kasus investasi bodong 212 Mart. Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk Ketua Koperasi 212 Mart Samarinda. 

Loading...
Loading...