Waspada Varian Mu Masuk Indonesia

Munculnya varian baru Covid-19, Mu, ramai diberitakan media online nasional. Meski dianggap tak seganas varian Delta, atensi media terhadap virus dengan nama ilmiah B.1.621 itu cukup tinggi. Riset Indonesia Indicator (I2) pada rentang waktu 1-16 September 2021 mencatat ada 2.960 berita media online dalam negeri yang mengangkat varian Mu dalam berbagai isu.

Pada 1 September 2021, tercatat ada 99 berita media online mengenai virus yang pertama kali ditemukan di Kolombia itu. Setelahnya, ekspos pemberitaan bergerak fluktuatif hingga pertengahan September.

Puncak ekspos terjadi pada 7 September dengan 510 berita. Pada tanggal itu, media banyak memberitakan arahan Presiden Jokowi agar jajarannya mewaspadai penyebaran varian Mu dengan meningkatkan pengawasan pintu masuk Indonesia.

I2 memetakan lima isu utama mengenai varian Mu yang diangkat media online selama periode riset. Pertama, pengetatan pintu masuk Indonesia sebanyak 1.009 berita (40%). Salah satu alasan pengetatan itu adalah varian Mu telah menyebar di Malaysia.

Kedua, perpanjangan PPKM dengan 781 berita (31%). Media cukup banyak mengangkat imbauan Kementerian Perhubungan kepada masyarakat dan operator transportasi agar konsisten menerapkan protokol kesehatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran varian Mu. 

Perbandingan varian Mu dan Delta menjadi isu ketiga yang banyak ditulis media (375 berita atau 15%). WHO menempatkan Mu sebagai variant of Interest (VoI), sedangkan Delta masuk kategori Variant of Concern (VoC). Risiko penyebaran Mu tergolong rendah dengan tingkat infeksi kurang dari 0,1% secara global. Sedangkan Delta punya kemampuan infeksi lebih ganas, mudah, dan cepat.

Isu keempat adalah gejala varian Mu, yakni sebanyak 220 berita (8%). Gejala varian itu disebut-sebut hampir sama dengan varian Covid-19 lainnya, yakni suhu tubuh tinggi, batuk terus-menerus, hingga kehilangan indra penciuman atau pengecap. 

Efikasi vaksin terhadap varian Mu menjadi isu kelima yang diangkat media dengan 155 berita (6%). Epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, menyebut varian Mu bisa menurunkan efikasi vaksin Covid-19. Sebab varian itu bisa beradaptasi dengan antibodi yang tercipta usai seseorang divaksin.

Siti Nadia Magnet Utama Media

Sorotan media terhadap varian Mu tak lepas dari para figur berpengaruh atau top influencer yang pernyataannya sering dikutip media. Figur-figur itu didominasi pejabat pemerintah pusat.

Pertama, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. Sebanyak 1.758 pernyataan Siti Nadia dikutip media pada 1-16 September 2021, terutama soal perkembangan varian Mu. Ia juga meminta publik tak perlu khawatir jika mutasi virus bisa mengurangi efikasi vaksin.

Posisi kedua top influencer ditempati Presiden Jokowi dengan 1.659 pernyataan. Ia banyak dikutip media soal arahannya kepada jajaran menteri agar mewaspadai penyebaran varian Mu.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjadi figur berikutnya yang banyak dikutip media dengan 1.285 pernyataan. Kemudian ada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (1.143 pernyataan), Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (1.129 pernyataan), dan epidemiolog Dicky Budiman (819 pernyataan).

Berikutnya ada Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (634 pernyataan), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (630 pernyataan), Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra (429 pernyataan), dan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati (401 pernyataan).

Riset I2 juga mencatat ada 590 media online dalam negeri yang memberitakan varian Mu pada 1-16 September 2021. Dari jumlah itu, sebanyak 10 media online terlihat sangat aktif menulis berita mengenai varian Mu. 

CNBC Indonesia menduduki peringkat pertama dengan 74 berita, disusul Detik.com (72 berita), Republika (64 berita), Suara.com (64 berita), dan Kompas.com (62 berita). Berikutnya ada Antara (57 berita), Tribun News (57 berita), Liputan 6 (56 berita), Bisnis Indonesia (50 berita), dan Tempo.co (45 berita).

 

 

 

 

 

 


Kebijakan PTM, Bagaimana Reaksi Media dan Netizen?

Sejumlah daerah akhirnya kembali memperkenankan pembelajaran tatap muka (PTM). Kebijakan itu diambil seiring menurunnya laju penularan COVID-19 di wilayahnya serta pelonggaran aktivitas di ruang publik oleh pemerintah pusat.

Pelaksanaan PTM pun sesuai dengan arahan pemerintah pusat kepada daerah yang wilayahnya masuk kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3.

Salah satunya DKI Jakarta, yang merupakan daerah dengan kasus kumulatif tertinggi se-Indonesia. Pemerintah provinsi (pemprov) setempat mengizinkan PTM secara terbatas dilaksanakan di 610 sekolah dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Mengingat COVID-19 belum menjadi endemi, pemerintah tetap memberlakukan berbagai kriteria agar PTM terbatas dapat dilaksanakan selain kasus melandai, penyebaran SARS-CoV-2 di daerah terkendali, dan menerapkan prokes. Misalnya, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 dan persetujuan orang tua atau wali murid.

Upaya ini pun menjadi sorotan 1.978 media daring (online). Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) rentang 28 Agustus-12 September, sebanyak 24.693 berita berisi tentang PTM dilaporkan berbagai media online.

Pemberitaan tentang PTM paling banyak dilaporkan Kompas.com (441 berita), selanjutnya Medcom.id (325 berita), Suara.com (314 berita), Republika.co.id (276 berita), Antara (271 berita), Sindonews.com (255 berita), Detik.com (240 berita), Inews.id (225 berita), MediaIndonesia.com (199 berita), dan Liputan6.com (184 berita).

Frekuensi pemberitaan tertinggi terjadi pada 30 Agustus dengan 2.929 berita yang diturunkan. Intensitasnya turun hingga tersisa 592 berita pada 12 September.

Terdapat beberapa isu yang berkelindan dalam pemberitaan tentang PTM terbatas. Contohnya, cakupan vaksinasi pelajar, menjadi tema yang paling banyak disoroti dengan 5.396 berita (24%). Media online umumnya memberitakan soal upaya pemerintah daerah (pemda) memvaksin siswa dan guru guna menyukseskan PTM.

Berikutnya tentang penerapan prokes dengan 5.017 berita (22%). Sekolah diharapkan dapat memastikan prokes dilakukan dengan tertib demi meminimalisasi risiko transmisi di lingkungannya.

Selanjutnya mengenai inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan PTM oleh beberapa kepala daerah sebanyak 4.542 berita (20%). Salah satu berita tentang isu ini adalah terkait langkah Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, yang mengecek ke sekolah dan menilai penerapan sistem sudah baik sehingga PTM dapat segera dilangsungkan.

Kemudian menyangkut syarat PTM dengan 3.306 berita (14%), evaluasi PTM 2.660 berita (12%), dan bantuan kuota internet 1.769 berita (8%). Jumlah pemberitaan enam isu tersebut mencapai 22.690 berita dari total 24.693 berita tentang PTM.

Meski PTM dilaksanakan di daerah, tetapi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menjadi figur yang paling diberitakan (top influencer) media online dengan 3.965 pernyataan. Pernyataannya yang dimuat umumnya soal penguatan dan urgensi vaksinasi serta pentingnya penerapan prokes dengan disiplin saat PTM.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi top influencer berikutnya dengan 3.855 pernyataan. Banyak media mengutipJokowi saat memberikan pengumuman tentang PTM yang akan dilaksanakan serentak per awal September. 

Nama kepala daerah baru berada di posisi ketiga yang ditempati Ganjar (2.162 pernyataan); disusul Mendikbudristek Nadiem Makarim (2.066 pernyataan); Wapres Ma'ruf Amin (1.650 pernyataan); Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa (1.587 pernyataan); Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (1.547 pernyataan); Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (1.423 pernyataan); Gubernur Banten Wahidin Halim (1.128 pernyataan); serta Gubernur Jakarta Anies Baswedan (1.027 pernyataan). 

Penantian Netizen

Kebijakan PTM tak luput menjadi atensi netizen. Terdapat 83.069 percakapan netizen tentang isu ini di Twitter dalam periode sama, yang terbanyak terjadi pada 1 September dengan 14.058 percakapan dan banyak di antaranya mencuitkan soal pengalaman hari pertama PTM.

Respons netizen tentang kebijakan ini beragam. Namun, didominasi anticipation (antisipasi) sebesar 37% dari total percakapan. Emosi ini berisikan soal penantian atas PTM kembali dan dalam merespons unggahan akun pejabat negara ataupun pemda yang meminta persiapan dilakukan dengan mematuhi prokes.

Lalu trust (percaya) sebesar 15%. Emosi ini muncul dalam cuitan netizen yang mendorong percepatan vaksinasi lantaran memiliki peran penting dalam memastikan PTM berjalan aman.

Berikutnya joy atau senang (10%), mancuat dalam kicauan yang merasa senang dengan kebijakan PTM dan anger atau marah (9%) dalam cuitan yang merespons pembatalan PTM lantaran melanggar PTM. Kemudian surprise atau terkejut (9%), disgust atau jengah (9%), sadness atau sedih (6%), dan fear atau takut (5%).

Kalangan orang tua murid maupun pengamat terpantau aktif dalam menyambut kebijakan sekolah tatap muka terlihat dari rentang usia netizen 31-40 tahun yang cukup sering berkomentar. Diikuti kalangan pelajar berusia di bawah 18 tahun, yakni dengan proporsi 27,4%, yang antusias untuk kembali bersekolah.

Perbincangan tentang PTM ini didominasi netizen berusia 31-40 tahun (30,7%), yang kebanyakan orang tua maupun pengamat. Selanjutnya berusia di bawah 18 tahun (27,4%) atau kelompok pelajar, 22-30 tahun (28%), dan 41-55 tahun (5,6%).

Riuh Media Sambut Resto Sandwich Legendaris Subway

Rencana ekspansi resto sandwich ternama asal Amerika Serikat, Subway, ke Indonesia disambut riuh media online maupun media sosial. Riset Indonesia Indicator (I2) periode 23 Agustus hingga 3 September 2021 mencatat ada 102 berita dari 55 portal media online memberitakan rencana pembukaan kembali restoran cepat saji yang sempat tutup pada awal 2000-an itu. 

Subway, di era 1990-an sempat buka di Pondok Indah Mal (PIM), Mal Taman Anggrek, Plaza Senayan, Mal Ciputra, Wisma 46 di Jakarta dan Kuta, Bali. Atensi media banyak tertuju pada rencana Subway Indonesia yang bakal menggandeng PT Sari Sandwich Indonesia, anak perusahaan dari PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB). 

Dari 55 media online itu, I2 memantau ada enam media online yang getol mengangkat rencana kembalinya resto yang buka sejak 1965 itu. Kompas.com terpantau paling banyak memberitakan sebanyak 12 berita. Disusul Bisnis Indonesia (11 berita), Tempo.co (7 berita), CNBC Indonesia (4 berita), Detik.com (4 berita), dan Kumparan (3 berita). 

Riuh rendah pemberitaan pembukaan restoran sandwich terbesar di dunia itu tak lepas sejumlah top influencer yang pernyataanya banyak dikutip media. Yakni, CEO Subway, John Chidsey, sosok yang paling banyak dimintai keterangannya media (88 pernyataan). “Kami yakin para pelanggan di Indonesia sangat menginginkan opsi yang lebih baik,” kata John. 

Top influencer kedua adalah Anthony Cottan, Presiden Direktur PT MAP Boga Adiperkasa (44 pernyataan). Media banyak mengutip pernyataan Anthony soal ragam menu dan sajian Subway. 

Disusul Christine Natasya, Analis Mirae Asset Sekuritas (17 pernyataan). Kemudian Levita Supit, Ketua Perhimpunan Waralaba dan juga serta Lisensi Indonesia (15 pernyataan), terutama soal peluang bisnis di Indonesia. 

Top influencer lainnya ada nama Yongky Susilo, Pengamat Ritel (13 pernyataan), dan Sukarno Alatas, Analis PT Kiwoom Sekuritas (5 pernyataan). 

Peta Perbincangan Netizen 

Di media sosial, perbincangan dan isu rencana pembukaan Subway di Indonesia pada rentang 23 Agustus-3 September 2021 jauh lebih ramai. Data Indonesia Indicator tentang agregat percakapan netizen di medsos mencatat ada 1.511 percakapan. 

Hal ini juga bisa dilihat dari data pergerakan ekspos I2 di Twitter. Sejak 23 Agustus, Indonesia Indicator memantau ada 139 cuitan. Puncaknya, terjadi pada 24 Agustus 2021 sebanyak 470 cuitan. Ekspose perbincangan di Twitter sedikit mereda di 25 Agustus 2021 sebanyak 447 cuitan, dan terus menurun pada titik terendah pada 2-3 September, yakni hanya 5 cuitan. 

Ada empat isu utama perbincangan netizen tentang gerai resto cepat saji asal AS tersebut. Isu yang paling banyak dibahas adalah rencana pembukaan Subway di Indonesia sebanyak 700 cuitan (75%). Isu lain adalah sharing pengalaman netizen penikmat makanan Subway, baik di luar negeri maupun ketika resto itu masih buka di Indonesia sebanyak 118 cuitan (13%). 

Lalu, rencana dibukanya Subway di wilayah Jabodetabek juga ramai diperbincangkan sebanyak 56 cuitan (6%). Netizen berharap agar Subway tidak hanya dibuka di wilayah Jabodetabek. 

Kemudian, isu terkait produk Subway yang dikaitkan dengan drama Korea sebanyak 55 cuitan (6%). 

Kehadiran restoran yang banyak muncul dalam adegan-adegan drama korea ini menuai respons antusias netizen pecinta K-Pop. 

"mvs Subway ada di Jakarta, fans drama korea otw foto2," tulis pemilik akun Twitter @moviemenfes. 

Tak Sabar Cicipi Subway 

Rencana dibukanya resto Subway di tanah air memancing emosi netizen yang tak sabar ingin mencicipi sandwich legendaris tersebut. Narasi beremosi percaya atau trust banyak muncul dari unggahan netizen yang merespons baik rencana pembukaan gerai Subway di Indonesia, sebanyak 257 cuitan (49%). 

Sementara emosi antisipasi atau anticipation muncul dari netizen yang tak sabar menunggu agar resto Subway segera hadir di Indonesia, sebanyak 93 cuitan (17%). Ada pula emosi surprise atau terkejut saat netizen yang mengira jika restoran Subway berasal dari Korea Selatan dikarenakan banyaknya iklan Subway di drama-drama korea (drakor), sebanyak 57 cuitan (11%). 

Selain itu, Indonesia Indicator memantau banyaknya unggahan dengan respons engagement tertinggi di medsos berasal dari akun-akun media seperti @idntimes, @narasinewsroom dan @idx_channel yang membagikan info mengenai rencana pembukaan Subway di Indonesia. Akun Twitter pecinta makanan @foodfess2 juga mendapat respons engagement netizen saat membagikan info tersebut.

Isu Viral Pekan Pertama September, dari Pelecehan KPI hingga Paralympics

Rabu (1/9/2021), jagat maya dihebohkan oleh viralnya surat terbuka terkait dugaan kasus pelecehan seksual di lingkungan kerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). 

Dalam surat tersebut, pegawai KPI berinisial MS menceritakan kisah kelamnya perundungan dan pelecehan seksual oleh sejumlah rekan kerjanya. Dia mengaku sudah menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual sejak tahun 2012. 

"Tahun 2015, mereka beramai-ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, melecehkan saya dengan mencorat-coret buah zakar saya memakai spidol. Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi," tulis surat terbuka tersebut. 

Tulisan mengenai kisah MS mengejutkan publik tersebut dipastikan benar adanya oleh Pengacara MS, Muhammad Mualimin. 

Kasus ini banyak mendapat komentar dari netizen. KPI sebagai lembaga pun banyak menuai kritikan. Riset Indonesia Indicator (I2) menunjukkan, berdasarkan data agregat media sosial terdapat 67.087 unggahan mengenai KPI dalam kurun waktu 30 Agustus–6 September 2021. 

Ekspos tertinggi kabar yang membuat geger ini terjadi pada 2 September 2021 dengan jumlah 23.021 unggahan. Meski kemudian melandai, namun pada 5 September 2021 tercatat sebanyak 7.248 unggahan masih ramai memperbincangkan isu tersebut. 

Perbincangan netizen mengenai kasus pelecehan di KPI berisi emosi disgust (jengah) dan anticipation (antisipasi). Emosi disgust banyak datang dari netizen yang mengecam aksi pelecehan di KPI. Sementara emosi antisipasi muncul dari harapan netizen agar KPI menindak tegas anggotanya yang melakukan aksi pelecehan. 

Coki Pardede Hingga Paralympics Indonesia 

Isu viral lain yang terjadi pada pekan pertama September adalah kasus narkoba yang melibatkan Komika Coki Pardede. Setidaknya ada 52.489 unggahan yang membahas mengenai kasus ini. Tercatat netizen mengomentari video detik-detik penangkapan Coki, hingga menyoroti hal bersifat personal seperti orientasi seksual sang komika. 

Perbincangan isu ini mencapai puncaknya pada 2 September mencapai 28.080 unggahan. 

Terpantau, unggahan netizen banyak beremosi surprise (terkejut) yang menggambarkan bahwa baik dari fans Coki maupun kelompok yang kontra, sama-sama terkejut ketika mengetahui kasus narkoba yang menjerat sang komika. 

Mantan pedangdut Indonesia Saipul Jamil yang bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang pada 2 September juga menjadi salah satu isu yang banyak mendapat perhatian, yakni sebanyak 46.880 unggahan. Pembebasannya mendapat kritikan keras dari netizen karena Trans TV menayangkan siaran langsung detik-detik bebasnya Saipul Jamil. 

Netizen menilai televisi mengglorifikasi pembebasan mantan suami artis Dewi Persik tersebut. Perbincangan netizen pun mengarah pada munculnya petisi boikot Saipul Jamil tampil di televisi. Netizen mengeluarkan emosi disgust dan anger (marah), terkesan tidak terima dan mengkritisi jika Saipul Jamil tampil di televisi. Kritik netizen juga banyak mengarah kepada pihak televisi yang dinilai membuka ruang untuk Saipul Jamil. KPI juga tak luput dari sentilan netizen karena dianggap tidak melakukan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Di balik isu yang berbau negatif tersebut, masih ada kabar positif yang membuat bangga Indonesia yaitu mengenai pertandingan Paralympics Indonesia. Tercatat, sebanyak 16.726 unggahan di media sosial mengangkat isu ini. 

Prestasi atlet Paralympics Indonesia menuai komentar positif netizen. Keberhasilan Leani Ratri Oktila dan atlet lain dalam meraih medali menuai pujian dan apresiasi. 

Atlet Badminton Leani Ratri Oktila menjadi yang paling banyak disoroti netizen karena berhasil meraih dua medali emas dan satu medali perak di ajang Paralympics. Leani meraih medali emas melalui sektor ganda putri dan ganda campuran, serta medali perak di sektor tunggal putri. 

Emosi positif seperti joy (senang) banyak muncul dalam percakapan netizen mengomentari keberhasilan atlet Indonesia membawa dua medali emas dalam ajang Paralympics. Emosi senang ini tertuang dalam unggahan bernada apresiatif dan pujian kepada atlet-atlet Paralympics Indonesia.

Loading...
Loading...