Estafet Panglima TNI

Spekulasi tentang calon pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terjawab sudah setelah Presiden Joko Widodo mengusulkan nama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mata media online kemudian tertuju pada sosok calon tunggal Panglima TNI itu. Hal ini terekam dalam riset Indonesia Indicator (I2) pada rentang waktu 1 hingga 9 November 2021, yang mencatat ada total 6.119 berita di media online membahas pergantian Panglima TNI.

Porsi pemberitaan pergantian Panglima TNI terus menanjak saat Andika menjalani fit and proper test bersama Komisi I DPR pada Sabtu, 6 November 2021. Di hadapan para wakil rakyat, Andika menyampaikan visi “TNI adalah Kita”, yang secara garis besar memaparkan penguatan, pengamanan, penataan, dan sinergitas intelijen TNI di wilayah konflik. Juga peningkatan operasional keamanan siber dan reaktualisasi peran diplomasi militer sesuai kebijakan politik luar negeri.

Jumlah ekspos pemberitaan tentang pergantian Panglima TNI pada 1 November mula-mula belum signifikan, hanya 146 berita. Namun, begitu Presiden Jokowi mengajukan Jenderal Andika Perkasa sebagai calon tunggal, ekpos pemberitaan tembus 1.238 berita pada 3 November, dan menurun fluktuatif mengikuti momentum rangkaian uji kelayakan calon Panglima TNI. Pada 4 November, ekspos berita di angka 819 berita, dan kembali naik mencapai 1.145 berita pada 6 November saat Andika menjalani fit and proper test. Puncak penurunan ekspos berita terjadi pada 9 November sebanyak 353 berita.

Andika Magnet Media

Pada periode 1 hingga 9 November tersebut, Indonesia Indicator mencatat ada sepuluh figur top influencer yang pernyataannya menjadi magnet media. Jenderal Andika Perkasa menjadi sosok berpengaruh pertama yang paling banyak dikutip media sebanyak 6.165 pernyataan, dari wacana pergantian Panglima TNI, fit and proper test, hingga strategi penyelesaian persoalan di Papua.

Sosok top influencer kedua diraih Ketua DPR RI Puan Maharani sebanyak 4.527 pernyataan di media online. Politikus PDI Perjuangan itu banyak dimintai keterangan soal Rapat Paripurna DPR yang menyetujui Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI. Disusul Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid 3.054 pernyataan, Mensesneg RI Pratikno 1.350, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari 987, Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi 934, Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin 791, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 733, Pengamat Militer Khairul Fahmi 733, dan Direktur Indonesia Intelligence Institute Ridlwan Habib sebanyak 637 pernyataan.

Sepanjang periode 1-9 November 2021 tersebut, I2 mencatat ada 610 portal media online memberitakan pergantian Panglima TNI. Kompas TV terpantau paling aktif memberitakan dengan 183 berita, disusul Kompas.com (160 berita), Detik.com (160 berita), Tribun News (143 berita), Suara.com (134 berita), Liputan 6 (126 berita), Tempo.co (115 berita), Republik Merdeka (110 berita), Merdeka (108 berita), dan Sindonews (107 berita).

Sambutan Netizen

Data agregat media sosial Indonesia Indicator merekam ada 23.518 unggahan netizen mengenai pergantian Panglima TNI dengan jumlah akun mencapai 8.990 akun sepanjang 1 hingga 9 November 2021.

Perbincangan netizen banyak menyoroti penunjukan Jenderal Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI, fit and proper test, dan persetujuan DPR terhadap Andika melalui sidang paripurna.

Pergerakan ekspos media sosial tentang pergantian Panglima TNI mula-mula hanya 223 perbincangan pada 1 November. Puncak ekspos terjadi pada 3 November sebanyak 4.732 perbincangan, dan terus menurun 2.557 perbincangan pada 4 November, 3.899 perbincangan pada 5 November, dan kembali naik pada 8 November sebanyak 4.113 perbincangan.

Dari seluruh perbincangan netizen tentang pergantian Panglima TNI, emosi trust atau percaya netizen cukup mendominasi, sebanyak 4.189 perbincangan atau 49%. Ini menunjukkan ada kepercayaan tinggi dari netizen atas penunjukan Andika sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Disusul emosi antisipasi (anticipation) sebanyak 2.037 perbincangan atau 24%, menggambarkan ada harapan besar dari netizen dari kepemimpinan Andika agar menjadi lebih baik. 

Sementara emosi joy terekam sebanyak 1.157 perbincangan atau 13%. Hal tersebut menggambarkan optimisme dan rasa senang netizen dengan ditunjuknya Andika Perkasa sebagai Panglima TNI.

Dari sisi gender audience, I2 mendapati percakapan tentang pergantian Panglima TNI didominasi oleh pria sebanyak 1.837 perbincangan atau 86% dibandingkan perempuan yang hanya 297 perbincangan atau 14%. Sedangkan dari sisi usia, perbincangan pergantian Panglima TNI didominasi netizen dengan rentang usia relatif sudah dewasa dan berpikiran matang, yakni usia 41 hingga 55 tahun sebanyak 39%. Lalu, usia 31 hingga 40 tahun sebanyak 37%, disusul usia 22 hingga 30 tahun sebanyak 18%, dan usia 18 hingga 21 tahun sebanyak 5%. Terpantau, generasi Z dan milenial sedikit menaruh atensi terhadap isu pergantian Panglima TNI.

Loading...
Loading...