Merek Vaksin COVID-19 Paling Populer di Tanah Air

Setidaknya ada enam merek vaksin COVID-19 yang dipakai di Indonesia, yakni Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Sinopharm, dan Novavax. Di luar itu, ada dua merek lain, yakni Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara yang sedang dikembangkan anak bangsa.

Berbagai vaksin itu terus menghiasi pemberitaan media online sejak program vaksinasi nasional diluncurkan pada Januari 2021. Riset Indonesia Indicator (I2) mencatat, ada 872.711 berita di media online dalam negeri mengenai vaksin COVID-19 pada Januari-Agustus 2021.

Pada Januari, tercatat ada 127.009 berita tentang vaksin COVID-19. Kebanyakan berita berkaitan dengan dimulainya program vaksinasi nasional. Setelahnya, ekspos berita fluktuatif. Ada 80.407 berita pada Februari, Maret dengan 113.587 berita, April sebanyak 68.662 berita, Mei dengan 58.143 berita, dan Juni sebanyak 111.549 berita.

Puncak ekspos terjadi pada Juli dengan 174.769 berita. Banyaknya berita pada bulan ini berkaitan dengan masifnya penyuntikan vaksin untuk masyarakat umum, kelompok rentan, remaja, hingga pelajar. Namun pada Agustus, ekspos tentang vaksin COVID-19 cenderung menurun, yakni 138.585 berita.

Sinovac Mendominasi Pemberitaan

Riset I2 juga memperlihatkan tingkat popularitas merek vaksin COVID-19 di media online dalam negeri sepanjang Januari-Agustus 2021. Sinovac menjadi merek vaksin yang paling banyak ditulis media online, yakni sebanyak 126.635 berita. Salah satunya karena Sinovac merupakan vaksin pertama yang dipakai dalam program vaksinasi nasional.

Vaksin AstraZeneca ada di peringkat kedua dengan 58.717 berita. Pemberitaan yang cukup banyak soal AstraZeneca antara lain mengenai polemik halal-haram vaksin itu. Di posisi tiga dan empat, ada Pfizer dan Moderna, masing-masing sebanyak 38.066 dan 29.124 berita. Media cukup banyak menulis soal efikasi dua merek vaksin itu.

Riset I2 menunjukkan, Pfizer banyak mendapat atensi media online pada Juli dan Agustus. Sementara berita soal Moderna cenderung menguat tiga bulan terakhir (Juni-Agustus), menyusul penyuntikannya untuk tenaga kesehatan sebagai vaksin dosis ketiga (booster), ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki komorbid serta belum pernah mendapatkan vaksin.

Peringkat lima dan enam ditempati Sinopharm sebanyak 18.905 berita dan Novavax dengan 6.882 berita. Vaksin Merah Putih berada di posisi tujuh dengan 6.791 berita dan Vaksin Nusantara ada di posisi delapan dengan 6.502 berita.

Republika Jadi Top Media Share

Pada periode Januari-Agustus 2021, I2 mencatat total ada 3.229 media online dalam negeri yang memberitakan vaksin COVID-19. Republika paling banyak memberitakan vaksin COVID-19 (13.585 berita). Disusul Kompas.com (12.903 berita), Medcom.id (11.870 berita), Detik.com (11.738 berita), Antara (11.722 berita), Suara.com (11.547 berita), Tribun News (9.985 berita), Bisnis Indonesia (9.196 berita), Sindo News (9.062 berita), dan Liputan 6 (8.833 berita).

Pantauan I2, sentimen positif mendominasi pemberitaan media tentang vaksin COVID-19, yakni sebanyak 435.834 berita (48%). Narasi bersentimen positif banyak muncul dari berita mengenai pelaksanaan vaksinasi di sejumlah daerah, kedatangan sejumlah merek vaksin ke Tanah Air, serta manfaat vaksin.

Sementara sentimen negatif sebanyak 167.783 berita (19%). Sentimen ini berkaitan dengan hoaks soal vaksin, narasi antivaksin, polemik haram-halal vaksin, dan sebagainya. Adapun 292.943 berita (33%) menulis vaksin COVID-19 secara netral, di antaranya mengenai efikasi vaksin dan update jumlah masyarakat yang telah divaksin.

Gema Perbincangan Netizen

Di media sosial, perbincangan tentang vaksin COVID-19 cukup banyak. Riset I2 mencatat, ada 4.906.778 unggahan netizen dalam negeri mengenai vaksin COVID-19. Jumlah unggahan itu berdasarkan data agregat media sosial sepanjang Januari-Agustus 2021. 

Perbincangan mengenai vaksin COVID-19 juga fluktuatif di media sosial. Sebanyak 761.261 unggahan tercatat pada Januari. Angka itu turun menjadi 407.125 unggahan pada Februari, kemudian naik menjadi 681.329 unggahan pada Maret dan 833.066 unggahan pada April.

Perbicangan netizen menurun pada Mei dengan 166.844 unggahan, lalu naik menjadi 533.253 unggahan pada Juni. Puncak perbincangan terjadi pada Juli dengan 1.134.961 unggahan, lantaran netizen banyak memberi perhatian terhadap rencana penggunaan vaksin Pfizer dan Moderna dalam program vaksinasi nasional serta penyuntikan vaksin bagi pelajar di sejumlah daerah. Adapun perbincangan pada Agustus sebanyak 388.939 unggahan.

AstraZeneca dan Sinovac menjadi dua merek vaksin yang paling sering dibicarakan netizen, masing-masing sebanyak 810.271 dan 808.170 unggahan. Netizen banyak membagikan pengalamannya ketika divaksin AstraZeneca dan Sinovac. Selain itu, kabar AstraZeneca haram juga sempat menjadi perdebatan netizen.

Di bawah dua vaksin itu, ada Pfizer (671.693 unggahan). Disusul Moderna (327.926 unggahan), Sinopharm (206.852 unggahan), Vaksin Nusantara (76.230 unggahan), Vaksin Merah Putih (28.772 unggahan), dan Novavax dengan 24.166 unggahan.

Sejumlah emosi netizen terbentuk dalam perbincangan mengenai vaksin COVID-19. Emosi antisipasi (anticipation) tercatat paling banyak, yakni 820.810 unggahan (41%). Emosi ini muncul dalam unggahan netizen yang berharap segera divaksin. 

Adapun emosi percaya atau trust sebanyak 437.723 unggahan (22%) dan muncul dalam unggahan netizen yang membagikan pengalamannya saat divaksin. Sementara emosi muak (disgust) sebanyak 15%, yang kebanyakan berisi respons netizen terhadap hoaks soal vaksin COVID-19.

Loading...
Loading...