Kuasa Taliban dalam Sorotan Media Nasional

Aksi kelompok Taliban mengepung dan menguasai kota-kota di Afghanistan menyita atensi luar biasa media online di tanah air. Riset Indonesia Indicator (I2) pada rentang 10 hingga 16 Agustus 2021 mencatat ada 4.067 berita media online menyoroti gejolak politik di negara tersebut. 

Pantauan I2, sedari 10 Agustus, jumlah ekspose pemberitaan tentang aksi Taliban menguasai ibu kota Kabul hingga menduduki istana kepresidenan tersebut tercatat sebanyak 167 berita. Sorotan media terhadap dinamika politik di negara tersebut terus meningkat sebanyak 427 pada 13 Agustus. Meski sempat turun 359 berita pada 14 Agustus, namun ledakan atensi media pada manuver kelompok Taliban kembali naik pesat dan mencapai puncaknya pada tanggal 16 Agustus 2021 dengan 2.047 berita. 

Enam Isu Utama 

Pada periode tersebut, I2 mencatat enam isu utama pemberitaan media tentang ketegangan di negara tersebut. Pertama, isu evakuasi warga dari Afganistan sebanyak 1.496 berita. Isu ini paling banyak diberitakan media setelah terjadi eksodus besar-besaran, termasuk kebijakan sejumlah negara asing untuk mengevakuasi penduduknya dari Afghanistan. Isu kedua yang banyak disorot media adalah kaburnya Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sebanyak 979 berita. Ia kabur dari negaranya setelah Taliban mengepung Kabul. 

Isu ketiga adalah keputusan Amerika Serikat (AS) menarik pasukan dari Afghanistan sebanyak 622 berita. Isu ini ramai diangkat media online setelah muncul kritik terhadap kebijakan Presiden AS Joe Biden yang menarik pasukan dari Afghanistan. Isu ini semakin heboh pascamantan Presiden AS, Donald Trump meminta Biden mundur atas keputusan menarik pasukan dari Afghanistan. 

Isu keempat adalah pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi perempuan dan anak-anak sebanyak 368 berita. Isu kelima adalah China yang siap menjalin kerja sama dengan pemerintah Taliban, terekam dalam 295 berita. Isu ini mencuat setelah juru bicara pemerintah China, Senin (16/08/2021), mengatakan bahwa negaranya siap memperdalam hubungan "bersahabat dan kooperatif" dengan Afghanistan. 

Terakhir, isu nasib Pengungsi Afghanistan sebanyak 248 berita. Isu ini ramai diangkat media online menyusul permintaan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Senin (16/8), kepada semua negara untuk bersedia menerima para pengungsi asal Afghanistan. 

Ashraf Ghani Top Person 

Aksi kelompok Taliban pada periode tersebut juga memunculkan 10 figur terpopuler yang banyak disorot media, baik dari sisi sikap, kebijakan dan pernyataan mereka. Figur top person pertama adalah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sebanyak 1.676 berita, terutama saat meninggalkan Kabul. Top person kedua adalah Presiden AS Joe Biden sebanyak 805 berita terkait jatuhnya Afghanistan ke tangan Taliban. Biden enggan disalahkan dan menyebut administrasi Presiden Afghanistan terlalu mudah menyerah. 

Di posisi ketiga ada Donald Trump, sebanyak 257 berita. Mantan Presiden AS ini mengkritisi kebijakan Joe Biden yang menarik pasukan AS dari Afghanistan. Kebijakan ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama jatuhnya Kabul ke pihak Taliban. Sementara Jubir Taliban, Zabihullah Mujahid di posisi keempat sebanyak 216 berita. Media banyak mengutip janji bahwa tidak akan ada pertempuran saat pasukannya memasuki Ibu Kota Afghanistan. 

Kemudian, top person kelima adalah Ketua Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan Abdullah (208 berita), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (201 berita), Jubir Taliban Mohammad Naeem (183 berita), Jubir Taliban lainnya Suhail Shaheen (172 berita), Jubir Pentagon John Kirby (170 berita), dan terakhir Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace (140 berita). 

Media Apa Saja? 

Indonesia Indicator mencatat total ada 401 portal media online dalam negeri yang memberitakan penguasaan Afghanistan oleh kelompok Taliban dalam kurun waktu 10 hingga 16 Agustus 2021. Portal media online Republika menjadi yang paling sering memberitakan isu ini dengan 120 berita.

Disusul Detik.com (100 berita), Sindo News (96 berita), Kompas.com (90 berita), Tribun News (77 berita), Tempo.co (74 berita), Warta Ekonomi (67 berita, CNN Indonesia (67 berita), Medcom.id (65 berita, dan Suara.com (59 berita).

 

Loading...
Loading...