Perang Opini Soal dr. Lois Owien

Pernyataan kontroversi dr. Lois Owien yang tak percaya COVID-19 di media sosial, membuat heboh publik. Selain membuat unggahan di media sosial, dr. Lois juga menyatakan tidak percaya adanya Virus Corona dalam talkshow yang dibawakan oleh pengacara kondang, Hotman Paris.

Menurut argumen dr. Lois, pasien yang meninggal di rumah sakit (RS) bukan murni karena Virus Corona, melainkan karena interaksi antarobat yang diterima si pasien.

Pernyataan kontroversial dr. Lois di tengah lonjakan masif kasus COVID-19 di Tanah Air membuat dr. Lois ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong (hoaks) terkait pandemi COVID-19 oleh Bareskrim Polri.

Kontroversi pernyataan tidak percaya COVID-19 dan perkembangan kasus hukum dr. Lois itu ini menjadi perbincangan di linimasa Twitter. Indonesia Indicator (I2) melakukan riset dari 9-14 Juli 2021, linimasa Twitter riuh berdebat dan berbicara soal pernyataan dr. Lois yang kontroversial. Jumlahnya mencapai 33.994 aktivitas percakapan dari 12.142 akun Twitter.

Emosi jengah diekspresikan netizen sebanyak 25%, karena netizen saling adu argumen, pro dan kontra atas opini dr. Lois. Bahkan ada 20% netizen yang mengekspresikan rasa percaya (trust). Angka ini terbagi merata, antara percaya opini dr. Lois atau opini dr. Tirta yang berseteru pikiran dengannya.

Selain itu, terdapat emosi anger atau marah sebesar 19%. Emosi ini muncul dari cuitan netizen yang merasa kesal lantaran banyak orang percaya dengan opini yang disampaikan dr. Lois Owien. Namun juga terdapat emosi marah yang  muncul akibat penangkapan dr. Lois, karena bagi mereka hal ini adalah demokrasi.

Secara umum, netizen di Twitter memang terbelah menjadi dua kubu, bahkan jumlahnya hampir sama. Netizen yang menyerang/kontra dr Lois sebanyak 47%, dan yang mendukung dr. Lois sebanyak 40%. Sedangkam 13% sisanya berkomentar netral. 

Kelompok yang tak setuju dr. Lois menyebut pernyataannya adalah hal yang konyol. Kelompok ini dimotori oleh dokter influencer, dr. Tirta Hudhi (@tirta_hudhi). Tirta menyebut di era pandemi saat ini yang membuat kehidupan susah, akan memunculkan kelompok yang menyangkal COVID-19. Dan menurutnya, kelompok ini berpotensi percaya dengan pernyataan dr. Lois. 

Netizen juga mengkritisi kapabilitas dr. Lois sebagai dokter, bahkan menyebut dr. Lois hanya sebagai praktisi anti-aging. Mereka ini juga menilai opini dr. Lois berpotensi dijadikan legitimasi oleh masyarakat anti-COVID-19.

Sedangkan kelompok pendukung dr. Lois cenderung berasal dari kalangan yang percaya teori konspirasi. Bahkan, mereka memandang dr. Lois sebagai dokter yang cerdas dan pemberani. 

Kelompok ini juga menyayangkan penangkapan dr. Lois, dan menuding negara memenjarakan rakyat yang berbeda pandangan dengan negara. Selain itu, tidak sedikit netizen yang membagikan pernyataan Pakar Hukum Refly Harun yang prihatin atas penangkapan dr. Lois hanya karena berbeda pendapat.

Beberapa akun oposisi pemerintah yang percaya dengan opini dr. Lois turut mengampanyekan tagar #SavedrLoisOwien, #PresidenGagalWajibdiganti, dan #RakyatinginJokowimundur.

Sementara kelompok netral sebesar 13% banyak muncul dari cuitan berisi tautan media online yang menyoroti perkembangan kasus dr. Lois. 

Dokter Tirta Hudhi (@tirta_hudhi) menjadi figur yang paling banyak bersuara dan di-mention netizen ketika memperbincangkan soal dr. Lois. Cuitan @tirta_hudhi mendapat atensi netizen, saat ia menyampaikan sikap PB IDI yang meminta dr. Lois untuk mengklarifikasi dan mempertanggungjawabkan pernyataannya. 

Figur paling berpengaruh kedua adalah dr. Lois Owien sendiri (@LsOwien). Akunnya aktif mengunggah cuitan soal bahaya obat COVID-19. Ia juga terlibat perang twit (twitwar) dengan akun Dokter Jantung @Berlianidris. Akun @LsOwien semakin masif di-mention netizen ketika dirinya ditetapkan tersangka kasus penyebaran hoaks COVID-19. 

Selanjutnya akun @OposisiCerdas, @Cobeh09, @Aldobabeh, @Bartbangor, dan @Zarazettirazr juga aktif mengamplifikasi percakapan tentang dr. Lois.

Ruang Media Berisi Narasi Penegakan Hukum

Di media online, i2 menemukan isu ini dibahas dalam 2.643 berita. Puncak ekspose berita kontroversi pernyataan dr. Lois terjadi pada Selasa (13/7). Saat itu, dr. Lois mulai mendapat atensi masif media ketika ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks COVID-19 oleh Bareskrim Polri pada 12 Juli 2021.

Media dominan menyoroti proses hukum dr. Lois. Bareskrim Polri telah menetapkan dr. Lois sebagai tersangka kasus penyebaran hoaks terkait COVID-19, hingga 72% dari seluruh pemberitaan.

Usai menjalani pemeriksaan, dr. Lois tidak ditahan Bareskrim Polri karena dianggap tidak akan melarikan diri. Di samping itu, kepolisian sudah mengantongi bukti-bukti penyebar hoaks atau berita bohong.

Sementara, sebesar 20%, media menyoroti izin praktek dr. Lois. Sebab, PB IDI menyebut bahwa izin praktek dr. Lois sudah tidak berlaku lagi sejak tahun 2017. Hal ini berdasarkan pemeriksaan data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Selain itu, PB IDI membenarkan bahwa keanggotaan dr. Lois di PB IDI juga sudah tidak aktif.

Tak hanya menyangkal COVID-19, dr. Lois Owien sedari awal memang kerap menyampaikan hal-hal kontroversial dan provokatif. Ia pernah menyindir artis, Nagita Slavina, dan menyebut istri Raffi Ahmad itu bakal jadi janda pasca-Raffi lakukan vaksinasi COVID-19 di awal tahun lalu. 

Perhatian publik yang besar terhadap kontroversi dr. Lois Owien, membuat tidak sedikit media yang mewartakan tentang profil lengkap dr. Lois Owien. Nama lengkap, status perkawinan, agama hingga rekam jejak juga diberitakan media. Isu ini diberitakan sebesar 4%.

Kabagpenum Divisi Humas Polri, Ahmad Ramadhan menjadi figur tervokal terkait isu kontroversi dr. Lois. Ahmad dikutip sebanyak 2.907 pernyataan, terutama mengenai proses hukum dr. Lois. 

Figur selanjutnya yang banyak dikutip media adalah dr. Lois Owien (2.751 pernyataan). Dokter Lois menyebut pasien COVID-19 yang meninggal dunia di rumah sakit bukan disebabkan oleh virus COVID-19, melainkan dikarenakan interaksi obat yang berlebihan. 

Top influencer lainnya adalah Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Slamet Uliandi (2.525 pernyataan), Dokter dan influencer, Tirta Mandira Hudhi (1.329 pernyataan), Kabareskrim Polri, Agus Andrianto (1.199 pernyataan), Guru Besar Farmasi UGM, Zullies Ikawati (783 pernyataan), Pengacara, Hotman Paris Hutapea (526 pernyataan), Kadiv Humas Polri, Prabowo Argo Yuwono (488 pernyataan), Ketua Harian LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim (191 pernyataan), dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus (141 pernyataan).

Selain itu, I2 juga merekam 430 portal media online yang memberitakan mengenai kontroversi dr. Lois. Suara.com (86 berita) menjadi portal media online mainstream yang paling banyak memberitakan tentang dr. Lois.

Top media share selanjutnya yaitu TribunNews.com (48 berita), Detik.com (37 berita), Medcom.id (35 berita), Liputan6.com (32 berita), Kompas.com (26 berita), SindoNews.com (25 berita), Merdeka.com (21 berita), Republika.co.id (20 berita), dan CNNIndonesia.com (20 berita).

Loading...
Loading...