Kilau Mata Uang Kripto yang Naik Daun

Perkembangan teknologi turut memengaruhi dinamika perekonomian, termasuk keberagaman instrumen investasi.

Instrumen investasi yang konvensional umumnya dalam bentuk tanah, emas, valas, saham, pendidikan, dan asuransi. Namun, kini juga menjangkau ranah digital, teranyar mata uang kripto (cryptocurrency).

Sejarah terbitnya mata uang kripto tidak lepas dari pemakaian uang elektronik kriptografi (e-cash) oleh ahli kriptografi Amerika Serikat (AS), David Chaum, pada 1983 dan diimplementasikan melalui Digicash, bentuk awal pembayaran elektronik kriptografi yang memerlukan perangkat lunak pengguna guna menarik catatan dari bank dan menunjuk kunci terenkripsi tertentu sebelum dapat dikirim ke penerima, pada 1995.

Meski demikian, penerbitan bitcoin, mata uang kripto yang diciptakan pengembang Satoshi Nakamoto pada 2009 merupakan tonggaknya lantaran menjadi mata uang kripto terdesentralisasi pertama. Per Mei 2018, lebih dari 1.800 spesifikasi mata uang digital tersedia dan bitcoin yang paling populer hingga kini.

Seiring waktu, masyarakat dunia, termasuk Indonesia, menggandrunginya lantaran memiliki beberapa karakteristik dibandingkan uang kartal ataupun uang digital (e-money) yang umum beredar. 

Mata uang kripto pun belakangan menuai polemik, bahkan mulai diperketat peredarannya oleh sejumlah negara. Namun, tetap tidak menyurutkan masyarakat untuk mengoleksinya.

Belakangan ini, pemerintah baru mulai serius memberi atensi terhadap mata uang kripto. Itu ditandai dengan wacana mengenakan pajak transaksi dan mendirikan bursanya.

Pembicaraan tentang mata uang kripto juga turut menyemarakkan perbincangan netizen di media sosial. Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) di Twitter sepanjang 1 April-21 Mei 2021, terdapat 40.226 cuitan.

Sebanyak 4.389 cuitan (32%) netizen berisi tentang antisipasi (anticipation), umumnya mengingatkan yang lainnya agar berhati-hati dalam berinvestasi kripto dan tidak serakah saat bertransaksi.

Namun, tidak sedikit pula yang memberikan tips dan informasi agar aman dalam bertransaksi kripto. Ini ditandai dengan adanya 3.189 cuitan bernada percaya (trust). @partaisocmed menjadi salah satu akun yang kerap membagikan ilmu tentang transaksi kripto.

Selain itu, 2.606 cuitan (19%) berisi soal keterkejutan (surprise) warganet, terutama ketika mengetahui keadaan bitcoin yang mengalami crash sehingga mengalami kerugian dan dalam mengomentari seorang pria melamar kekasihnya dengan dua keping bitcoin di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Adapun 1.739 cuitan (13%) lainnya beremosi marah (anger) dan senang (joy) sebesar 1.572 cuitan (12%).

Netizen juga kerap menyinggung beberapa aplikasi pertukaran kripto saat membahas isu ini. Ada tujuh aplikasi teratas, yakni Tokocrypto sebanyak 1.330 kicauan, Binance (1.211 kicauan), Indodax (1.062 kicauan), Pintu (219 kicauan), Zipmex (70 kicauan), Luno (39 kicauan), dan Rekenengku.com (38 kicauan).

Tokocrypto, Binance, dan Indodax banyak direspons netizen saat mengunggah perkembangan fluktuasi nilai aset kripto di platform masing-masing. Selain itu, netizen juga kerap menyebut ketiganya saat memberikan rekomendasi aplikasi pertukaran terbaik. 

Sebagai informasi, Tokocrypto adalah exchange aset digital untuk melakukan transaksi aset kripto yang berdiri sejak Juni 2017. Ia sempat mendapatkan investasi dari Binance, salah satu exchange kripto terbesar di dunia saat ini. Usai menyuntikkan modal ke Tokocrypto, Binance sekarang mulai memperdagangkan aset kripto berbasis rupiah, stablecoin IDRT. 

Sementara itu, Indodax menjadi platform jual beli (marketplace) aset kripto pertama di Indonesia. Dengan lebih dari 1,9 juta member terverifikasi, ia diperkirakan menjadi yang terbesar di Tanah Air.

Kehadiran kripto juga menjadi atensi media massa. Berdasarkan pengamatan I2 dalam periode sama, sebanyak 621 media daring dalam negeri membahasnya dengan total 5.950 berita.

Media arus utama menjadi portal yang paling getol mengulasnya. CNBC Indonesia di peringkat pertama (499 artikel), disusul Kontan (277 artikel), detikcom (223 artikel), Warta Ekonomi (172 artikel), Bisnis Indonesia (167 artikel), MSN Indonesia (151 artikel), Kompas (140 artikel), Kumparan (137 artikel), Tempo.co (132 artikel), dan Republika (127 artikel).

Sentimen media dalam negeri terhadap mata uang kripto cenderung negatif lantaran mencapai 35% dari total artikel yang diterbitkan. Ini muncul dari isu investasi kripto tergolong berisiko tinggi, kebijakan China melarang lembaga keuangan negaranya melayani transaksi mata uang kripto, langkah Amerika Serikat (AS) memperketat pelaporan transaksi kripto, dan mencuatnya kasus penipuan E-Dinar Coin Cash (EDCCash).

Sebanyak 34% artikel lainnya bernada netral. Sedangkan 31% artikel sisanya positif melalui isu yang diangkat, seperti kebijakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang memberi ruang terhadap kegiatan perdagangan mata uang kripto, mengedukasi perdagangan Kripto, hingga peningkatan jumlah investor aset kripto di dalam negeri. 

CEO Indodax, Oscar Darmawan, menjadi figur yang paling banyak dikutip media daring (top influencer) dalam memberitakan isu tersebut dengan 1.812 pernyataan. Pernyataannya umumnya tentang dinamika fluktuasi harga mata uang kripto.

Posisi berikutnya ada CEO Tesla, Elon Musk, dengan 1.330. Pernyataannya di Twitter tentang perusahaannya takkan lagi memakai bitcoin sebagai alat dalam transaksi penjualan Tesla banyak dikaver media.

Presiden Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing, di urutan ketiga dengan 1.008 pernyataan. Media umumnya mengutip pandangannya seputar investasi kripto. 

Top influencer berikutnya adalah Dirtipideksus Bareskrim Polri, Helmy Santika (683 pernyataan); Wakil Mendag, Jerry Sambuaga (636 pernyataan); Kapolda Jatim, Nico Afinta (579 pernyataan ; Dirdik Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah (369 pernyataan ; Kabag Penum Divhumas Polri, Ahmad Ramadhan (351 pernyataan); Ketua Federal Reserve (The Fed) AS, Jerome Powell (231 pernyataan); dan Jubir Kominfo, Dedy Permadi (222 pernyataan).

Munculnya beberapa pejabat Polri dalam isu ini lantaran dimintai keterangan tentang kasus penipuan investasi kripto EDCCash. Adapun Febrie soal adanya dugaan tersangka kasus korupsi pengelolaan dana investasi PT ASABRI (Persero) melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) lewat transaksi bitcoin.

Selain figur, beberapa perusahaan juga kerap dikutip dalam isu mata uang kripto. Perusahaan otomotif Tesla menjadi yang teratas dengan 890 berita, utamanya tentang kebijakan perusahaan takkan lagi memakai bitcoin sebagai alat transaksi, padahal telah berinvestasi besar di bitcoin pada awal 2021.

The Fed di peringkat kedua dengan 477 berita. Pemberitaan tentangnya cenderung tentang kebijakan bank sentral AS dalam merespons dinamika mata uang kripto, seperti rencana menyusun regulasi untuk mengaturnya.

Selanjutnya Bappebti (467 berita) soal perkembangan investasi kripto di Indonesia dan pengumuman jumlah investor aset kripto sebanyak Rp4,45 juta per Maret 2021 dan volume transaksi senilai Rp126 triliun sepanjang Januari-Maret lalu. Posisi ke-4 sampai ke-7 secara berurutan ditempati OJK (431 berita), Kemendag (288 berita), Bank Indonesia (258 berita), dan Indodax (257 berita).

Loading...
Loading...