Gema Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka

Terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang izin pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Juli 2021 memicu pro dan kontra publik, tak terkecuali di dunia maya. 

Keempat menteri dalam SKB tersebut adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Kesehatan Budi Gunadi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. SKB yang ditandatangani pada Selasa (30/3) di dalamnya tercantum aturan teknis dan ketentuan akselerasi PTM terbatas.

Perdebatan netizen soal wacana uji sekolah tatap muka ini terekam dalam riset media sosial Indonesia Indicator (I2) periode 28 Maret hingga 10 April 2021. Total perbincangan netizen Twitter tentang uji coba pembelajaran tatap muka mencapai 11.711 cuitan. 

Dukungan Netizen

Indonesia Indicator memantau pergerakan ekspose SKB 4 Menteri tersebut sejak 28 Maret sebanyak 769 cuitan netizen. Namun, turun ke angka 496 cuitan (29 Maret). Puncak ekspose terjadi pada 30 Maret, mencapai 1.373 cuitan, dan terus bergerak fluktuatif setelahnya. Memasuki bulan April, ekspose tertinggi terjadi pada tanggal 5 April sebanyak 1.052 cuitan, 6 April sebanyak 1.260 cuitan, 7 April sebanyak 1.318 cuitan. Perbincangan netizen mulai lesu dan turun tajam pada 10 April sebanyak 293 cuitan.

Terbitnya SKB 4 Menteri memancing ragam emosi netizen yang diekspresikan melalui cuitan mereka di Twitter. I2 mencatat emosi  anticipation paling banyak diutarakan netizen, sebanyak 2.307 cuitan atau 50%. Emosi antisipasi ini dikaitkan dengan persiapan dan seleksi yang dilakukan setiap daerah menyambut uji coba sekolah tatap muka. Muncul pula emosi trust atau percaya sebanyak 930 cuitan atau 20%, berisi cuitan dukungan rencana uji coba pembelajaran tatap muka terbatas.

Sedangkan emosi surprise sebanyak 688 cuitan atau 15%, muncul dari keterkejutan netizen, karena kebijakan ini diambil di tengah progres vaksinasi yang belum merata atau mencapai anak-anak sekolah. Hal ini membuat orang tua siswa pikir-pikir untuk mengizinkan anaknya ke sekolah. 

“Maaf saya sebagai orang tua tidak akan mengizinkan anak2 saya untuk belajar tatap muka. Karena vaksinasi belum mencapai ke anak2. Lalu jika anak2 yang terkena covid19 siapa yang tanggung jawab?," cuit @Singgih_Sahid pada 6 April.

Kebijakan uji coba PTM tersebut juga memicu ragam sentimen netizen. I2 mencatat sebanyak 42% netizen merespons PTM secara netral. Sedangkan 35% netizen merespons positif. Ini muncul dari dukungan dan rasa senang netizen karena dapat kembali bersekolah tatap muka. Sementara 23% netizen menyikapi wacana pembelajaran tatap muka secara negatif. Respons negatif muncul dari netizen yang masih mempertanyakan kesiapan sekolah-sekolah dalam menerapkan pembelajaran tatap muka. 

@NUgarislucu Top Akun

Sementara itu, akun @NUgarislucu banyak mendapat engagement dari netizen sebanyak 757,15 pada 8 April. Dalam cuitannya, akun @Nugarislucu menyebut akun Presiden Jokowi dengan pertanyaan "Pak @jokowi kapan pembelajaran tatap muka dimulai?". Sontak pertanyaan ini mendapat banyak respons komentar dari netizen karena unggahan pertanyaan juga dibarengi dengan meme jenaka. 

Akun Twitter top engagement kedua adalah @dayatia sebanyak 407,00 (28 Maret), disusul akun @ganjarpranowo dengan total 350,35 engagement (30 Maret), akun @trendingtopiq 337,20 engagement (6 April).

Terakhir, akun @PartaiSocmed mendapat 287,85 engagement (4 April) yang mencuitkan kritikannya terhadap kebijakan sekolah tatap muka. "Mungkin Anda akan dianggap aneh dan mungkin saja akan digunjingkan ortu2 lain jika menolak pembelajaran tatap muka. Tapi percayalah, lebih baik jadi orang aneh dari pada kehilangan anak. Ini nasehat terbaik yg bisa kami berikan pada orang tua. Selanjutnya pilihan pada Anda," cuit @PartaiSocmed pada 4 April.

Dukungan terhadap kebijakan ini salah satunya dicuitkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lewat akun @ganjarpranowo yang menyebut bahwa PTM merupakan salah satu usaha agar proses belajar mengajar kembali normal. “Karena guru itu digugu lan ditiru (dipercaya dan dicontoh) maka ayo teman-teman guru, beri contoh terbaik untuk siswa-siswi kita. Pembelajaran Tatap Muka ini adl ikhtiar kita bersama agar proses keilmuan kembali normal. Sehat selalu nggih bapak ibu guru,” cuit Ganjar.

Loading...
Loading...