Musisi Punya Royalti Hak Cipta Lagu, Apa Kata Netizen?

Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik menjadi angin segar bagi musisi Tanah Air. Pasalnya, mereka kini bisa menikmati keuntungan materi dari tempat komersial, seperti restoran dan hotel, yang memutar karyanya.

Sejumlah musisi pun menyampaikan apresiasi dan mendukung keputusan tersebut. Misalnya, Kunto Aji; eks vokalis Jikustik, Pongki Barata; dan Marcell Siahaan.

Pegiat sejarah cum pemengaruh (influencer), Saddam Husein atau lebih dikenal @mazzini_gsp, pun menyampaikan pandangan serupa. Harapannya, tidak ada lagi yang bernasib tragis seperti Syam Permana, pencipta lagu dangdut untuk penyanyi tersohor macam Meggy Z, Inul Daratista, Soneta, dan Hamdan ATT.

Ia menyebut pencipta lagu yang hits bagi penyanyi dangdut kenamaan tersebut memiliki kehidupan yang susah dan dalam keterbatasan saat ini.

Beberapa musisi melalui akun Twitternya juga berupaya memberikan penjelasan tentang regulasi tersebut mengingat baru diteken akhir Maret 2021 dan belum tersosialisasi dengan baik sehingga menuai polemik. Imbasnya, banyak yang khawatir kebijakan ini berlaku bagi seluruh tempat komersial tanpa pandang bulu, terutama kelompok kecil seperti warung kopi (warkop) hingga pengamen jalanan.

Hal itu disampaikan Kunto Aji melalui akun @KuntoAjiW. "Yang jelas masalah royalti ini terutama menyasar untuk pengusaha menengah ke atas. Simpan kekhawatiranmu."

Marcell dan Pongki bahkan menyempatkan diri melakukan siaran langsung melalui Instagram pada 7 April. Tujuannya, menjernihkan polemik royalti hak cipta lagu agar tidak ada publik yang salah kaprah.

Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) di Twitter rentang 5-8 April 2021, terdapat 20.297 perbincangan netizen tentang PP 56/2021. Pada hari pertama, terdapat 208 cuitan.

Perbincangan isu ini kian intens pada hari-hari berikutnya, terutama 6 April dengan 4.045 cuitan dan naik menjadi 15.105 cuitan pada 7 April. Lalu, mengalami penurunan menjadi 939 cuitan pada hari terakhir pemantauan.

Beberapa kata kunci (keywords) yang berseliweran di linimasa soal isu royalti hak cipta lagu ini antara lain, "Apresiasi karyanya" dan "kesulitan soal royalty". 

Kata-kata ini banyak muncul dari netizen untuk mendukung kebijakan tersebut.

Akun @Muhidiastu merupakan netizen yang memiliki keterlibatan teratas (top engagement), dengan skor 5.400,75 lantaran aktif membuat utas (thread) berisi sosialisasi tentang aturan royalti lagu bagi musisi. Kemudian di posisi berikutnya akun @geraldgerald (4.199,7), @mazzini_gsp (3.936), @KompasTV (3.297,2), dan @KuntoAjiW (2.983,7). 

Akun @geraldgerald dan @KuntoAjiW cenderung membuat twit soal urgensi menghargai hak cipta lagu dan royalti bagi musisi. 

Dari hasil pemantauan I2, sebagian besar netizen mendukung sikap pemerintah. Ini ditandai dengan adanya 4.539 kicauan (47%) tentang royalti hak cipta lagu bernada trust (percaya) dan 1.685 kicauan (18%) joy (senang) atas kebijakan tersebut.

Sementara itu, emosi sebanyak 3.327 kicauan (35%) adalah surprise (terkejut). Mereka kaget atas hadirnya PP 56/2021 sehingga memantik berbagai pertanyaan soal mekanisme royalti. 

Hasil tersebut merefleksikan sentimen netizen. Sebesar 58% merespons positif adanya royalti hak cipta lagu karena diyakini bermanfaat bagi para musisi. Hanya 20% yang menyatakan negatif atau menentang, terutama jika diberlakukan di tempat usaha tertentu. Sisanya, 22%, bersikap netral.

Loading...
Loading...