Duka NTT dan Doa Netizen

Indonesia dilanda bencana alam pada beberapa minggu terakhir. Salah satunya, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami banjir bandang, longsor, dan banjir rob. 

Sejumlah kabupaten/kota di provinsi tersebut terdampak cuaca esktrem akibat munculnya dua bibit siklon tropis, yakni siklon tropis di Samudera Hindia Barat Daya Sumatera dan bibit Siklon Tropis di Laut Sawu NTT.

Bencana tersebut menarik perhatian hampir semua media online di Indonesia. Berdasarkan riset Indonesia Indicator (I2), setidaknya ada 4.517 berita online yang mengulas bencana hidrometeorologi di NTT dalam kurun waktu 2-5 April 2021.

Di mana pada 2 April, ada 84 berita di media online berkisar pada 23 desa di Kabupaten Malaka, NTT, terendam banjir akibat tingginya intensitas curah hujan hingga meluapnya sungai.

Sehari setelahnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian merilis keberadaan dua bibit siklon tropis dan memberikan warning kemungkinan dampak yang dirasakan oleh daerah di dekat munculnya dua bibit siklon tropis tersebut. Tak butuh lama, di hari yang bersamaan terjadi banjir rob pada sejumlah desa di Pulau Adonara, Flores Timur. Dua momentum ini diekspos oleh 338 berita di media online.

Dampak kehadiran dua bibit siklon tropis tersebut masih dirasakan di NTT pada hari selanjutnya (4/4). Curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya banjir bandang dan longsor di Flores Timur, badai angin kencang di Kupang, serta banjir lahar hujan dari Gunung Ile Lewotolok di Lembata. Peristiwa tersebut, mendapatkan ekspose sebanyak 1.174 berita.

Baru pada 5 April, ekspose pemberitaan media online bergeser ke evakuasi bagi korban bencana, menggalang bantuan untuk korban bencana, kesiapan pemerintah menyiapkan santunan bagi korban banjir bandang di NTT, serta keberadaan sejumlah desa di Kabupaten Malaka, Flores Timur, dan Sabu Raijua yang masih terisolasi. Pada hari itu, I2 mencatat sebanyak 2.919 berita yang mengulas hal tersebut.

Dari periode riset, I2 mencatat 50% media online menyoroti dampak banjir bandang yang melanda daerah di NTT. Terutama yang terkait dengan jumlah korban jiwa dan korban hilang. Hal itu tampaknya tak terlepas dari update rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai jumlah korban jiwa dan hilang, serta jumlah pengungsi yang terdampak banjir dan longsor di NTT.

Isu lain yang juga menjadi perhatian media online dari peristiwa ini adalah penanganan banjir. Lagi-lagi di sini terlihat peran BNPB dan pemerintah setempat yang mencoba memberikan keterbukaan informasi mengenai situasi pada saat itu kepada media. Setidaknya dua kali dalam sehari, pemerintah daerah dan BNPB menggelar keterangan pers virtual mengenai perkembangan upaya yang dilakukan dalam menangani bencana tersebut.

Tidak heran jika rencana pemberian santunan melalui Kementerian Sosial kepada korban meninggal dan luka-luka akibat bencana alam di sejumlah wilayah NTT juga mendapatkan atensi cukup besar dari media online, yakni sebesar 3%.

Di luar itu, media online juga mengakomodir desakan dari organisasi lingkungan hidup independen dan non-profit, yaitu Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dapil NTT I Benny K Harman terkait penetapan status bencana nasional. Hal itu mendapatkan respons dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo yang menegaskan pemerintah daerah masih bisa menangani bencana tersebut. Isu ini mendapatkan perhatian media online, yakni 7% dari total pemberitaan media mengenai bencana pada periode riset.

Aktifnya upaya BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah memberikan update bencana juga terlihat dari top influencer pada isu ini. Dari 10 besar top influencer,  ada enam yang merupakan bagian dari tiga lembaga/instansi tersebut. Mereka adalah Kapusdatin dan Komunikasi BNPB Raditya Jati (2.602 pernyataan), Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli (1.195 pernyataan), Kepala BNPB Doni Monardo (767 pernyataan), Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (624 pernyataan), Kepala Kantor SAR Maumere I Putu Sudayana (312 pernyataan), Tenaga Ahli BNPB Efy Massadiah (312 pernyataan). Juga, Mensos Tri Rismaharini (212 pernyataan) yang banyak dikutip karena beberapa kali ikut hadir dalam memberikan keterangan pers virtual untuk update bantuan bencana.

Di luar itu, ada Presiden Joko Widodo yang secara khusus memberikan arahan atas penanganan bencana di NTT (1.288 pernyataan), Kadiv Humas Polri Prabowo Argo Yuwono (549 pernyataan) yang menyebutkan kesiapan Polri mengirimkan personel untuk membantu penanganan korban, serta Ketua DPR Puan Maharani (336 pernyataan) yang memberikan pernyataan agar bencana ini mendapatkan penanganan dengan baik.

Sementara, Tribun News menjadi media yang paling banyak memberitakan kejadian dan upaya penanggulangan bencana alam di NTT yakni sebanyak 124 berita. Berturut-turut diikuti oleh Antara (75 berita), Suara.com (75 berita), Kompas.com (74 berita), Okezone (65 berita), Liputan 6 (63 berita), RRI News (62 berita), Kumparan (61 berita), Sindo News (60 berita) dan CNN Indonesia (56 berita).

Doa Netizen Twitter

I2 juga melakukan riset pada pergerakan ekspose media sosial terkait bencana ini pada periode yang sama. Hasilnya, terdapat 53.019 perbincangan netizen Twitter mengenai bencana banjir dan longsor di NTT. 

Berbeda dengan media online yang sudah mulai memberitakan banjir pada 2 April 2021, netizen baru benar-benar memberikan perhatian pada bencana pada 4 April dini hari (20.902 kicauan) dan terus melonjak pada 5 April (32.054 kicauan).

Emosi anticipation atau antisipasi (23.529 kicauan) banyak mengisi ruang percakapan netizen dikaitkan dengan upaya netizen saling menggalang dana dan bantuan bagi korban bencana alam di NTT. 

Sementara emosi disgust atau jengah (9.547 kicauan) muncul dari cuitan netizen yang merasa heran lantaran banjir yang memporak-porandakan NTT belum juga menjadi perhatian media nasional. Netizen juga meminta pemerintah bertindak cepat dalam menangani bencana banjir dan longsor di NTT. 

Netizen juga tertangkap mencuitkan emosi sadness atau kesedihan (9.516 kicauan), ditunjukkan oleh netizen yang aktif mengucapkan belasungkawa atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di NTT.

Sementara itu, tagar #SolidaritasUntukNTT (13.339 kicauan) dan #PrayforNTT (10.280 kicauan) menjadi dua tagar yang paling banyak diunggah netizen Twitter. Netizen menunjukkan simpati dan dukungannya terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana banjir dan longsor. 

Unggahan akun @Cicibancaa (8.775 kicauan) dan @kitabisacom (6.702 kicauan) yang menginformasikan tentang kondisi bencana alam yang terjadi di NTT menjadi yang paling banyak dibagikan (retweet) netizen di media sosial Twitter.

Loading...
Loading...