Vaksinasi Gotong Royong Akan Digelar, Apa Kata Publik?

Pemerintah mengizinkan swasta melakukan imunisasi COVID-19. Program tersebut diberi nama Vaksinasi Gotong Royong yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021.

Vaksinasi Gotong Royong ini memiliki beberapa perbedaan dengan program Vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan pemerintah, yakni tidak menggunakan vaksin buatan Sinovac, Pfizer, Novavax, dan AstraZeneca, serta tak memanfaatkan fasilitas kesehatan dan sumber daya manusia (SDM) negara.

Hingga kini, sekitar 8.300 perusahaan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan siap berpartisipasi dalam Vaksinasi Gotong Royong. Cakupan vaksin akan mencapai 6,9 juta pekerja bersama anggota keluarganya.

Kebijakan tersebut menuai polemik. Ada beberapa faktor yang memicunya, seperti isu bahwa vaksin dianggap sebagai barang publik (public goods) sehingga seharusnya dikuasai pemerintah, lalu ketersediaan vaksin yang terbatas, dan swasta tidak bisa langsung mengakses kepada produsen. Selain itu, vaksinasi ini dianggap melanggar rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB). 

Kendati demikian, rencana Vaksinasi Gotong Royong tetap dilanjutkan untuk mempercepat tercapainya kekebalan komunitas (herd community).

Isu tersebut juga ramai disorot publik dan media massa. Hal ini selaras dengan temuan Indonesia Indicator (I2) pada 5 Februari-5 Maret 2021.

Berdasarkan hasil pemantauan di media daring (online), terdapat 2.183 berita dari 425 portal yang membahas Vaksinasi Gotong Royong dalam periode tersebut. Juru bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmidzi menjadi figur tervokal dengan 2.108 pernyataan yang dikutip media.

Hal ini tak lepas dari perannya sebagai juru bicara dalam memberikan keterangan tentang pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang diadakan swasta. Salah satunya, soal pembiayaan yang ditanggung korporasi dan vaksin tidak bisa diperjualbelikan secara bebas.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menjadi top influencer berikutnya dengan 1.967 pernyataan. Posisi ketiga dan seterusnya ditempati Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani (901 pernyataan); Koordinator Komunikasi Publik KCP-PEN Arya Sinulingga (882 pernyataan); Menparekraf Sandiaga Uno (604 pernyataan); Waketum Kadin Shinta Widjaja Kamdani (574 pernyataan); Menteri BUMN Erick Thohir (521 pernyataan); Sekretaris PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto (431 pernyataan); Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (402 pernyataan); serta Anggota Fraksi PKS DPR Netty Prasetiyani Heryawan (326 pernyataan).

Sementara itu, Bisnis Indonesia menjadi media yang paling aktif memproduksi berita soal Vaksinasi Gotong Royong, sebanyak 75 berita. Posisi berikutnya ditempati MSN Indonesia dengan 62 berita, lalu Kompas 60 berita, Medcom.id 59 berita, Kumparan.com 55 berita, Liputan6.com 52 berita, CNNIndonesia.com dan Republika Online masing-masing 47 berita, Detik.com 46 berita, dan Tempo.co 45 berita.

Dominasi figur pemerintah dan korporasi sebagai pusat pemberitaan membuat narasi yang berkembang di media terpantau positif, yakni sebesar 66%. Selain itu, sentimen positif juga dipengaruhi oleh pernyataan Kementerian Kesehatan yang memastikan imunisasi oleh korporat tidak mengganggu program pemerintah, termasuk pasokan vaksin.

Sedangkan sentimen negatif hanya 11% menyusul adanya keraguan Vaksinasi Gotong Royong yang dikhawatirkan akan mengganggu suplai dan stok vaksin untuk target prioritas. Sebesar 23% lainnya bersentimen netral.

Persentase sentimen terhadap Vaksinasi Gotong Royong di media sosial, terutama Twitter, juga didominasi positif dengan 66%, sedangkan negatif 22%, dan netral 12%. Sentimen tersebut diperoleh dari total 17.072 cuitan warganet soal isu ini dalam periode pemantauan yang sama.

Beragam tagar disertakan netizen dalam menyampaikan pendapat tentang Vaksinasi Gotong Royong. #VaksinUntukKita dan #UpayaLawanPandemi menjadi tagar yang paling banyak dicuitkan dengan masing-masing 885 dan 855 kicauan. Lalu #VaksinGotongRoyong sebesar 399 kicauan, #VaksinUntukKebaikan 164 kicauan, #VaksinasiMandiriGakAdil 138 kicauan, #VaccineEquity 117 kicauan, dan #VaksinPulihkanNegeri 88 kicauan. 

#VaksinasiMandiri menjadi salah satu tagar yang berisi kritik terhadap Vaksinasi Gotong Royong. Netizen berpendapat, kebijakan tersebut akan menyebabkan ketimpangan dan justru memperpanjang pandemi.

Merujuk emosi netizen, sebanyak 4.343 cuitan (42%) merupakan antisipasi (anticipation). Isinya, mereka berharap Vaksinasi Gotong Royong mempercepat penanganan COVID-19 serta diterima pekerja secara gratis.

I2 juga menangkap emosi kepercayaan (trust) sebanyak 2.802 cuitan (27%). Emosi ini muncul dari kicauan media yang mengunggah konten tentang jaminan pemerintah bahwa Vaksinasi Gotong Royong takkan mengganggu program imunisasi.


Harapan Netizen di Tengah Banjir DKI Jakarta dan Jateng

Hujan deras yang terus mengguyur Indonesia sejak awal 2021 berdampak pada banjir di sejumlah daerah. Bencana ini, terutama di Jawa Tengah dan DKI Jakarta menjadi perhatian pengguna Twitter.

Riset Indonesia Indicator (I2) pada rentang waktu 19-24 Februari 2021 mencatat terdapat sebanyak 362.186 cuitan netizen di Twitter. Puncak perbincangan tentang banjir terjadi pada Sabtu (20/3), yakni sebanyak 102.989 cuitan terkait bencana banjir di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dari jumlah cuitan itu, I2 merangkum ragam emosi tentang banjir. Sebanyak 81.644 cuitan (34%) netizen Twitter mengisi ruang perbincangan terkait banjir dengan emosi harapan (anticipation). Netizen berharap banjir segera surut dan warga setempat dapat beraktivitas kembali.

Sementara itu, sebanyak 49.788 cuitan (20%) netizen Twitter mengisi ruang perbincangan terkait banjir dengan emosi marah (anger). Mayoritas mengkrititsi penanganan banjir di DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Disusul 32.415 cuitan (13%) netizen Twitter dengan emosi jengah (disgust), 31.596 cuitan (13%) dengan emosi heran (surprise), 24.603 cuitan (10%) dengan emosi percaya (trust), 16.510 cuitan (7%) dengan emosi gembira (joy),  4.979 cuitan (2%) dengan emosi sedih (sadness), serta 2.503 cuitan (1%) dengan emosi takut (fear).

Dari segi peta perbincangan, netizen Twitter paling banyak menyoroti banjir di DKI Jakarta. Total perbincangan banjir di DKI Jakarta mencapai 180.387 cuitan. Selain itu, netizen Twitter juga menyoroti banjir di Bekasi dan Subang, Jawa Barat atau sebanyak 33.959 cuitan.

Disusul banjir Semarang, Jawa Tengah. Total perbincangan banjir di Jawa Tengah mencapai 3.501 cuitan. Kemudian banjir di Jawa Timur 2.783 cuitan, Kalimantan Selatan 1.594 cuitan, Kalimantan Barat 220 cuitan, Papua 218 cuitan, Bali 182 cuitan, Sulawesi Selatan 160 cuitan. 

Lalu, Sulawesi Utara 131 cuitan, Nusa Tenggara Timur 117 cuitan, Sulawesi Barat 117 cuitan, Nusa Tenggara Barat 115 cuitan, Kalimantan Timur 87 cuitan, Lampung 81 cuitan, Kalimantan Tengah 80 cuitan, Sumatera Selatan 74 cuitan, dan Aceh 69 cuitan.

Tingginya sorotan netizen atas banjir DKI juga tak lepas dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta. Pada Sabtu (20/2), sejumlah wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masih terdampak genangan air. Sebanyak 29 RW dan 44 RT di Jakarta Selatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 hingga 150 cm.

Kemudian, tercatat pula sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) atau 19 orang mengungsi. Sementara itu, sebanyak 50 RW dan 143 RT terdampak banjir di Jakarta Timur dengan ketinggian 40 hingga 180 cm. BPBD DKI juga mencatat sebanyak 372 KK dengan total 1.361 orang mengungsi, serta 4 RW dan 6 RT terdampak banjir di Jakarta Barat.

Dengan demikian, total pengungsi banjir di DKI Jakarta sebanyak 379 KK atau 1.380 orang. Di sisi lain, masih banyak wilayah terdampak banjir akibat tingginya curah hujan dan luapan Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Pesanggrahan di Jakarta Selatan. Juga luapan saluran penghubung (PHB) Sulaiman, Kali Sunter, Kali Cipinang di Jakarta Timur.

Suara-Suara Rindu Liburan dari Netizen di Sosmed

Hampir setahun sudah pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Selama itu pula virus ini "memenjara" masyarakat di rumah. 

Hingga awal tahun 2021, kasus Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Justru sebaliknya, terjadi lonjakan signifikan melampaui satu juta kasus dan menjadikan Indonesia sebagai negara tertinggi dengan kasus aktif Covid-19 di Asia.

Masyarakat pun mulai jenuh “mematung” di rumah dan ingin segera lepas dari kekangan Covid-19 agar

bisa pergi jauh ke suatu tempat untuk liburan. Keinginan publik ini terekam dalam riset media sosial Indonesia Indicator (I2) periode 1 Januari hingga 21 Februari. 

Pada periode tersebut, terpantau perbincangan netizen yang rindu berlibur, totalnya 21.726 unggahan dari 19.902 akun media sosial, mulai dari Facebook, Twitter, YouTube, hingga Instagram.

Dinamika perbincangan

Gerak dinamika bincang liburan pada periode 1 Januari hingga 21 Februari cukup dinamis dan fluktuatif. 

Di Facebook, netizen memperbincangkan daerah-daerah wisata yang ada di wilayah domisili mereka. Selain itu, netizen Facebook juga ikut mempromosikan wisata di sekitar mereka. Bahkan, generasi X (Gen X) menyebut mereka sudah dilanda kebosanan dikekang pandemi.

Selain itu, Menteri Parekraf Sandiaga Uno juga cukup aktif membagikan program kerjanya di Facebook, hingga menuai banyak respons dari masyarakat. Mereka berharap menteri baru dapat memajukan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata daerah.

Twitter

Di Twitter, terdapat 7.651 tweet soal liburan. Namun berbeda dari Facebook, netizen Twitter bersama influencer mengimbau agar masyarakat menahan diri untuk tidak berpergian selama masa pandemi. 

Banyak pula cuitan kritik yang ditujukan kepada pemerintah dan selebgram karena mengajak masyarakat untuk berwisata di masa pandemi. 

YouTube

Unggahan video dan percakapan netizen di Youtube soal liburan berasal dari channel pribadi maupun pemerintah daerah. Akun-akun ini mengunggah video keindahan tempat wisata di daerah mereka untuk mengajak para wisatawan berkunjung. Beberapa content creator juga ikut mengunggah vlog saat berlibur di beberapa destinasi wisata.

Instagram

Jumlah unggahan tentang liburan saat pandemi di Instagram diisi oleh akun-akun selebgram dan influencer yang memposting foto atau video liburan mereka. 

Sebagian pengguna Instagram lain hanya bisa memposting foto lama sebelum pandemi melanda, dan menyisipkan caption kangen liburan dan rindu berwisata seperti saat sebelum pandemi.

Beberapa akun penyedia jasa tur dan travel mulai kembali aktif melakukan promosi di beberapa destinasi-destinasi wisata populer.

Dari seluruh perbincangan dan unggahan tentang liburan di media sosial tersebut, sebagian besar netizen menyoroti keindahan alam, unggahan destinasi wisata impian mereka, sembari berharap agar pandemi segera usai. Mereka merindukan liburan yang tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal, selain uang. Misalnya, pemilik akun Instagram @frandaaa87 yang mengungkapkan keinginannya bisa berlibur, "Kangen bisa bebas liburan yaa," tulisnya. 

Sementara @WidasSatyo mencuitkan keinginannya menghabiskan liburan ke tempat wisata yang indah bila pandemi berakhir, "Pengen gitu suatu saat ke tempat wisata yg ndak populer buat orang kebanyakan," cuitnya sembari mengunggah foto pemandangan alam indah.

Netizen Rindu Kampung Halaman

Dari seluruh keinginan netizen ingin berlibur ke destinasi wisata, tempat yang paling ingin dikunjungi netizen selama pandemi adalah kampung halaman. Kampung halaman (rumah) menjadi destinasi utama yang paling banyak dirindukan semua orang setelah pandemi Covid-19 berakhir.

Banyak harapan dari netizen agar Lebaran tahun 2021 ini berbeda dengan tahun kemarin. Mereka berharap dapat berlebaran seperti masa-masa sebelum pandemi yang berkumpul secara bebas dengan keluarga tanpa takut tertular atau menularkan virus kepada orang lain.

Terapi Plasma Konvalesen: Oase di Tengah Pandemi Covid-19

Pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional (Gernas) Donor Plasma Konvalesen Covid-19 pada 18 Januari 2021. Upaya ini digencarkan karena menjadi pengobatan bagi pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 dengan gejala ringan hingga kritis.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, menjadi salah satu pendonor dalam kegiatan tersebut setelah sempat terpapar Covid-19 dan dinyatakan sembuh.

Plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari penyintas Covid-19 karena mengandung antibodi SARS-CoV-2. Plasma perlu diproses terlebih dahulu, sebelum dapat didonorkan. Dengan demikian, metode ini tergolong pada imunisasi pasif, melalui donor plasma darah.

Penggunaan plasma darah juga diterapkan dalam pengobatan pada wabah flu babi, ebola, SARS, dan MERS. Terapi untuk pasien Covid-19 ini dikabarkan telah dilakukan di China, Argentina, dan Amerika Serikat (AS). 

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) bahkan telah mengizinkan pemanfaatannya sejak Agustus 2020. Namun, Indonesia melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) secara resmi baru memulai riset klinis terapi plasma konvalesen pada 8 September 2020. Uji tersebut berdasarkan SK Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/346/2020.

Di sisi lain, tidak semua penyintas Covid-19 dapat menjadi pendonor. Mereka harus memenuhi beberapa persyaratan agar bisa mendonorkan plasma darah, seperti berusia 18-60 tahun; berat badan minimal 55 kg; telah dinyatakan sembuh; belum pernah hamil; tidak menderita hepatitis B dan C serta HIV atau penyakit berat lainnya; serta tanda vital normal, yakni tekanan darah systole 90-160 mmHg, tekanan darah diastole 60-100 mmHg, denyut nadi 50-100 kali per menit, dan suhu tubuh di bawah 37 derajat celsius.

Langkah serupa dilakukan Menteri BUMN, Erick Thohir yang menginisiasi Plasma BUMN untuk Indonesia, 8 Februari tahun ini.

Saat peluncurannya, sebanyak 1.048 penyintas dari pegawai hingga pimpinan perusahaan pelat merah ikut berpartisipasi. Mereka berasal dari 66 BUMN di 33 provinsi.

Bak oase di tengah gurun, terapi plasma konvalesen pun mendapat sorotan luas dari media massa. Ini terekam dalam amatan Indonesia Indocator (I2) sepanjang Januari-Februari 2021 pada media online.

Dalam periode tersebut, sebanyak 1.003 media mengulas terapi plasma konvalesen dengan total 5.739 berita. Republika merupakan media yang paling banyak memberitakan terapi plasma, sebanyak 124 artikel. Kemudian media Kompas 106 artikel, Antara 91 artikel, Liputan6 sebanyak 82 artikel, Sindo News dan Medcom masing-masing 82 artikel, Antara Sulteng 81 artikel, Antara Papua 79 artikel, Antara Riau 76 artikel, dan Suara.com sebanyak 73 artikel.

Beragam isu diulas media dalam memberitakan terapi plasma konvalesen. Di bulan Januari, ekspos isu ini sebanyak 3.100 berita, yang umumnya menbahas membahas fenomena gotong royong masyarakat untuk mendonorkan plasma darah, dan kegiatan Gernas Plasma Konvalesen.

Sementara itu, terdapat 2.639 berita sepanjang Februari ini. Isu yang disorot antara lain donor plasma BUMN, juga donor plasma Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya yang terkendala kantong kit, serta melonjaknya jumlah pendonor menjadi empat kali lipat sejak peluncuran Gernas Plasma Konvalesen.

Airlangga Hartarto menjadi figur yang paling banyak dimintai keterangan soal donor plasma, sebanyak 2.023 pernyataan. Setelahnya, Menko PMK Muhadjir Effendy, berada di urutan kedua dengan 1.743 pernyataan.

Urutan ketiga dan seterusnya, yaitu eks Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (1.483 pernyataan); Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla atau JK (1.274 pernyataan); Erick Thohir (812 pernyataan); pengamat kesehatan, Zainal Abidin (698 pernyataan); Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (622 pernyataan); Menparekraf Sandiaga Uno (580 pernyataan); Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (542 pernyataan); serta Wakil Presiden, Ma'ruf Amin (423 pernyataan).

Berdasarkan peta pemberitaan, isu donor plasma tersebar merata di berbagai wilayah di Indonesia. Namun, DKI Jakarta menjadi yang tertinggi dengan 1.223 ekspos berita.

Saling Bantu Lewat Medsos

I2 juga mencermati dinamika topik ini di media sosial pada periode yang sama. Hasilnya, ramai bermunculan konten unggahan netizen berupa teks, foto, dan video tentang terapi plasma konvalesen.

Partisipasi warganet terbanyak ada di Twitter dengan total 52.045 unggahan. Berikutnya Facebook 2.397 unggahan, Instagram 798 unggahan, dan YouTube 291 unggahan.

Tren pergerakannya terus meningkat di berbagai platform pada bulan Februari, dibandingkan Januari.

Beberapa perbincangan netizen membahas tentang kegiatan berbagai pihak dan lembaga yang melakukan aksi donor plasma, bahkan meminta bantuan mencarikan pendonor, hingga upaya saling bantu dalam mempertemukan penyintas dengan pencari. Upaya tersebut berujung pada pembuatan situs web aksidonorplasma.com untuk mempermudah pendonor dan yang membutuhkan donor.

Netizen memiliki harapan atas keberhasilan terapi plasma konvalesen ini untuk memperkecil risiko kematian pasien Covid-19, yang terpantau dari timeline. Ini tercermin dari tingginya emosi antisipasi (anticipation) sebesar 49% (30.334 kicauan) dan percaya (trust) 44% (18.535 kicauan).

Kedua emosi tersebut umumnya berisi ekspresi tentang harapan donor plasma darah dapat membantu penyembuhan pasien Covid-19. Selain itu netizen mendoakan agar para pencari segera mendapatkan pendonor.

Emosi kepercayaan muncul dari kegiatan para pejabat publik, ASN, pegawai BUMN, hingga aparat TNI/Polri yang mendonorkan plasma darahnya. Hal itu tampak dari banyaknya netizen yang mengunggah kegiatan peluncuran Program Gernas Donor Plasma Konvalesen dan Plasma BUMN.

Secara keseluruhan, isu ini direspons dengan sentimen positif hingga 91%. Sedangkan netral 6% dan sisanya negatif. Isu negatif muncul karena ada masalah teknis dalam proses donor seperti pemberitaan tentang PMI Banjarmasin yang terkendala alat penyimpanan.

Riuh Dukung-Tolak Kebijakan Soal Seragam Sekolah

Terbit 3 Februari 2021, Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Seragam Sekolah menuai polemik. Adu argumen antara pendukung versus pengkritik SKB pun terjadi di jagat maya. 

Panasnya perdebatan tentang kebijakan tersebut terekam dalam riset media Indonesia Indicator (I2) periode 3 hingga 12 Februari 2021. Pemerintah dan pihak yang mendukung SKB ini berpandangan bahwa keputusan ini merupakan wujud konkret komitmen membangun karakter toleransi dan menindak tegas praktik yang melanggar semangat kebangsaan di sektor pendidikan.

Sementara penentang SKB 3 Menteri menuntut agar kebijakan ini dievaluasi, seperti yang disuarakan sejumlah elite politik dan pemuka agama, baik lokal maupun nasional.

Indonesia Indicator mencatat ada enam poin penting isi SKB yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dan Menteri Agama (Menag) ini. Pertama, SKB ini mengatur sekolah negeri yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah (pemda).

Kedua, peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan berhak memilih antara: a) Seragam dan atribut tanpa kekhususan agama dan; b) seragam atribut dengan kekhususan agama. Ketiga, pemda dan sekolah tidak boleh mewajibkan ataupun melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama. 

Keempat, pemda dan kepala sekolah wajib mencabut aturan yang mewajibkan atau melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama paling lama 30 hari kerja sejak keputusan bersama ini ditetapkan. Lalu, poin kelima, jika terjadi pelanggaran terhadap keputusan bersama ini, maka sanksi akan diberikan kepada pihak yang melanggar. 

Keenam, peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan beragama Islam di Provinsi Aceh dikecualikan dari ketentuan SKB ini.

Dari enam poin tersebut, yang paling banyak memicu perdebatan adalah pemda maupun sekolah tidak boleh mewajibkan atau melarang murid mengenakan seragam beratribut agama.

Dinamika Ekspos Media Online

Pantauan I2 pada periode 3 hingga 12 Februari, ada 1.638 ekspos berita dari 465 media online yang memberitakan SKB 3 Menteri tentang Seragam Sekolah. Pada 3 Februari dinamika ekspos SKB itu relatif tinggi sebanyak 357 berita. 

Jumlah berita terus menanjak naik dan mencapai puncaknya pada 4 Februari sebanyak 461 berita, dikaitkan dengan berbagai pihak yang mulai ramai memberikan respons dukungan hingga kritik atas kebijakan tersebut.

Setelah tanggal tersebut, pergerakan ekspos berita tentang SKB Seragam Sekolah mengalami penurunan drastis pada 5 Februari menjadi 210, dan terus menurun pada 6 Februari sebanyak 112 berita. Namun, jumlah berita SKB kembali naik tipis pada 7 Februari sebanyak 142 dan 154 berita pada 5 Februari. 

Setelahnya, kembali terjadi penurunan tajam pada 9 Februari sebanyak 52 berita, dan mencapai titik terendah pada 10 Februari, hanya 28 berita. Rupanya pemberitaan tentang SKB 3 Menteri belum sepenuhnya padam, terbukti pada 11 Februari masih ada 64 dan 58 berita pada 12 Februari.

Nadiem vs Anwar Abbas Tervokal

Gaduh SKB 3 Menteri ini tak lepas dari figur menteri hingga politisi yang mendukung maupun mengkritik SKB. Data top influencer I2 mencatat ada 10 figur yang paling banyak dikutip media. Enam di antaranya mendukung SKB, sisanya mengkritik.

Mendikbud Nadiem Makarim menjadi paling vokal di media online. Pernyataan mantan CEO GoJek itu banyak dikutip media soal penjelasan latar belakang dikeluarkannya aturan SKB Seragam Sekolah tersebut (2.129 pernyataan), disusul Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (620 pernyataan), Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti (534 pernyataan), Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin (383 pernyataan), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (375 pernyataan), Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi (275 pernyataan).

Sementara figur tervokal yang mengkritik SKB 3 Menteri tentang Seragam Sekolah adalah Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas (453 pernyataan), Anggota DPR F-PAN Guspardi Gaus (339 pernyataan), Wakil Ketua Komisi X DPR Fikri Faqih (173 pernyataan), dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (169 pernyataan).

Republika Paling Aktif

Pada periode 3-12 Februari tersebut, terdapat 465 portal media online yang mengangkat isu SKB Seragam Sekolah. Indonesia Indicator mendata ada 10 besar media teratas yang memberitakan SKB Seragam Sekolah, didominasi media mainstream nasional.

Republika merupakan top media share paling aktif mengangkat isu tersebut sebanyak 52 berita. Disusul Tribun News 40, Medcom.id 39, Harian Aceh 28, Kompas 28, Sindo News 28, Jawa Pos 27, CNN Indonesia 24, MSN Indonesia 22, dan Kumparan 21 berita.

Tak hanya di media online, pro-kontra tentang SKB 3 Menteri tentang Seragam Sekolah juga berlangsung sengit di media sosial, baik Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube. Pada periode tersebut, I2 mencatat total unggahan mencapai 98.721 dari 39.012 akun medsos.

Percakapan tentang SKB 3 Menteri ini mulai signifikan sejak 3 Februari sebanyak 3.271 unggahan. Ekspos percakapan tertinggi terjadi pada 4 Februari, 6.287 unggahan, dan turun menjadi 4.823 unggahan pada 5 Februari. 

Polemik SBK 3 Menteri di ruang media sosial anjlok pada titik terendah pada 10 Februari yakni 315 unggahan. Menariknya, pro-kontra SKB kembali naik dan memanas pada 11 Februari, yang dipantik oleh penolakan MUI Sumbar dan beberapa ormas Islam atas SKB 3 Menteri, sebanyak 4.549 unggahan. Namun ekspos kembali menurun pada 12 Februari sebanyak 1.778 unggahan. 

Bila dipersentasekan, perbandingan aktivitas percakapan netizen soal isu ini di setiap platform, adalah : Twitter 91,88%, 7.26%, Instagram 0,29%, dan YouTube 0,56%.

Berdasarkan peta lokasi, I2 memantau SKB 3 Menteri banyak diperbincangkan di sembilan wilayah, yakni DKI Jakarta, Aceh, Bali, Jawa Barat, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Papua, Sumatera Utara, dan Riau. Di Jakarta, topik dan pusat perdebatan yang dibicarakan terkait pengesahan SKB 3 Menteri. Sementara Aceh menjadi sorotan karena satu-satunya daerah yang tidak berlaku SKB 3 Menteri.

Sedangkan di Bali, netizen membahas situasi di wilayah tersebut, bahwa siswi beragama Islam tidak dipermasalahkan jika berjilbab ke sekolah, walaupun merupakan minoritas di sana.

Saling Sindir Pendukung vs Pengkritik

Pada periode 3 hingga 12 Februari itu, I2 juga memetakan reaksi dua kubu netizen, baik penentang dan pendukung SKB 3 Menteri di jagat Twitter. Total akun mencapai 9.998, total hashtag 441, dan total aktivitas 30.807. Hasil resume network dari peta Social Network Analysis (SNA), jejaring percakapan didominasi oleh kelompok kontra/mengkritik SKB 3 menteri (57,2%). Akun Twitter yang menonjol di antaranya adalah @cholilnafis @MCAops hingga @idtodayco dengan hashtag populer #MauKritikTapiTakutUUITE. 

Di sisi lain, kelompok pro atau pendukung SKB sebesar 42,8%, di antaranya akun @kemendagri @nadiemmakarim @Dennysiregar7 hingga @sahal_AS.

Dengan persentase hampir seimbang ini, kedua kelompok terpantau memakai narasi masing-masing dan terlibat saling sindir. Serangan masif yang dilontarkan pihak kontra menganggap SKB 3 Menteri tentang Seragam Sekolah melanggar Undang-Undang Dasar dan mendorong pendidikan ke arah sekuler, serta mendiskreditkan agama Islam. Adapun narasi yang diangkat kelompok pro SKB 3 Menteri menganggap keputusan ini sudah tepat, sekolah negeri berlaku untuk siapa saja, tidak hanya untuk agama tertentu. 

Selain itu, keputusan ini berpotensi meningkatkan toleransi dan menumbuhkan kesadaran beragama melalui pemahaman bukan paksaan.

Respons Positif Netizen dalam Kebijakan Ganjil-Genap Kota Bogor

Kebijakan ganjil-genap yang dikenakan kepada semua jenis kendaraan mobil dan motor di Kota Bogor resmi berakhir Minggu (14/2) kemarin. Aturan yang diterapkan di akhir pekan selama 14 hari terakhir tersebut untuk menekan angka penyebaran virus corona penyebab Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Wali Kota Bogor Bima Arya, dikutip Liputan6.com mengatakan kebijakan tersebut efektif menurunkan volume kendaraan sekaligus kasus COVID-19. Data dari Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukan kasus harian Covid-19 menurun 41,7%. Tren tersebut terlihat dari angka konfirmasi positif setiap harinya dari tanggal 6 sampai 14 Februari 2021 atau saat diberlakukannya pembatasan mobilitas di Kota Hujan tersebut.

Indonesia Indicator (I2) telah memantau Twitter pada 5-6 Februari 2021. Hasilnya, terdapat 1.621 cuitan netizen yang menyoroti kebijakan ganjil-genap di Kota Bogor.

Langkah Bima Arya tersebut juga mendapatkan apresiasi dari warga Twitter. Hal itu terlihat dari sebagian besar percakapan netizen yang mempunyai emosi antisipasi (anticipation) sebesar 49%. 

Beberapa harapan dan antisipasi netizen di antaranya agar kebijakan ini dapat dimaksimalkan. Selain itu, banyak cuitan yang terpantau mengemukakan harapan agar kebijakan tersebut dapat menekan laju penyebaran virus corona di Kota Bogor.

Emosi lain yang muncul adalah kemarahan/kekesalan (anger) sebesar 26%, dikaitkan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang merazia penyanyi dangdut Ayu Ting Ting, tidak menggunakan masker secara benar saat merazia. 

Lainnya, emosi terkejut (surprise) sebesar 11%, emosi percaya (trust) 5%, serta gembira (joy) dan takut (fear) masing-masing 3%. 

1.121 Berita Media Online

Di media online, kebijakan ini juga banyak diberitakan mencapai 1.121 berita pada periode yang sama. Ekspos pemberitaan mengenai ganjil-genap mulai mendapat perhatian media di tanggal 5 Februari, dikaitkan dengan sosialisasi kebijakan tersebut. Selajutnya mencapai puncaknya di tanggal 6 Februari dengan 427 berita, dikaitkan dengan pemberlakuan kebijakan ganjil-genap. 

Bima Arya terpantau menjadi figur yang paling banyak dikutip media (1.831 pernyataan), mulai dari sosialisasi, penerapan, hingga catatan hasil, dan keberhasilan kebijakan ganjil-genap tersebut. 

Salah satu pernyataan Bima adalah tentang artis Ayu Ting Ting yang terkena razia. Dalam ucapannya yang dikutip media, Bima menilai peristiwa yang membawa nama pelantun lagu "Alamat Palsu" itu membuat kebijakan ganjil-genap berhasil direspons positif oleh media. 

"Jadi mungkin, dugaannya kami adalah sosialisasinya sudah masif. Mungkin juga ada Ayu Ting Ting efek di sini, jadi tersampaikan dengan sukses, mungkin juga karena ada viral-viral yang lain yah. Sehingga warga Jakarta dan sekitarnya menjadi sangat terinformasikan,“ – Bima Arya (8/2/2021).

Ayu Ting Ting juga banyak dimintai komentarnya oleh media (909 pernyataan) dikaitkan dengan dirinya yang terkena razia. Ayu mengaku diperiksa ketika ingin membeli kopi. Dirinya juga menyebut sudah meminta maaf kepada Wali kota Bogor Bima Arya lewat direct message (DM) Instagram.

Beberapa nama yang juga dikutip media antara lain Kapolresta Bogor Susatyo Purnomo (722 pernyataan), Kadishub Bogor Eko Prabowo (268 pernyataan), Bupati Bogor Ade Yasin (254 pernyataan), dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bogor Agustian Syah (167 pernyataan).

Selain itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Lestari Moerdijat (136 pernyataan), Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (85 pernyataan), Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza (80 pernyataan, dan Danrem 061/SK Achmad Fauzi (73 pernyataan). 

"Ampun Bang Jago" di Tengah Ketegangan Kudeta Militer Myanmar

Dunia maya Twitter dihebohkan dengan trending topic "Ampun Bang Jago" pada Selasa (2/2/2021). Topik tersebut mengemuka setelah adanya unggahan video viral yang menjadi saksi kudeta militer di Myanmar. 

Video berdurasi 3 menit dan 25 detik yang pertama kali diunggah Senin (1/2/2021) itu menampilkan seorang perempuan bernama Khing Hnin Wai sedang melakukan gerakan aerobik diiringi lagu "Ampun Bang Jago", di Naypyidaw, Myanmar. Tayangan tersebut banyak menjadi perbincangan netizen karena lagu "Ampun Bang Jago" merupakan karya musisi Tanah Air bernama Jonathan Dorongpangalo dan Everly Salikara asal Bitung, Sulawesi Utara.

Berdasarkan riset Indonesia Indicator (I2), unggahan video tersebut turut memicu tingginya perbincangan terkait kudeta Myanmar mencapai 37.083 cuitan pada 2 Februari 2021. Ekspos cuitan tersebut naik dibandingkan pada 1 Februari 2021 yang sebesar 10.990 cuitan. I2 mencatat, total terdapat 54.246 cuitan netizen Twitter pada periode 1 hingga 3 Februari 2021.

Dugaan kudeta militer dan penahanan para tokoh politik di Myanmar terjadi pada Senin (1/2/2021) pagi. Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi, Presiden Myanmar Win Myint, dan beberapa tokoh senior Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dijadikan tahanan rumah oleh militer Myanmar.

Penangkapan dilakukan setelah militer Myanmar mengisyaratkan kudeta pada pekan sebelumnya, setelah mengancam akan mengambil tindakan atas dugaan kecurangan dalam Pemilu pada 8 November 2020. Pemilu tersebut dimenangkan oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi.

Panglima Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, dikutip AFP pada Rabu (3/2/2021) mengatakan penggulingan pemerintahan pemimpin de facto, Aung San Suu Kyi tak terhindarkan. Aung Hlaing mengeklaim pengambilalihan kekuasaan ini sesuai dengan hukum. Jenderal Aung Hlaing diberi "kekuasaan legislatif, yudikatif dan eksekutif", yang secara efektif mengembalikan Myanmar ke pemerintahan militer setelah 10 tahun masuk dalam transisi demokrasi. Angkatan bersenjata Myanmar atau Tatmadaw mengatakan bakal menggelar Pemilu ulang.

Selain beredarnya video viral, kudeta militer Myanmar juga memicu kecaman global hingga seruan agar demokrasi segera dipulihkan yang menggema di Twitter. Hal itu terlihat dari mayoritas netizen atau 81% yang merespons peristiwa kudeta Myanmar dengan emosi jengah (disgust). Emosi ini berkaitan dengan sikap netizen yang menolak keras kudeta militer tersebut. Kampanye pembangkangan sipil (civil disobedience) juga disuarakan sebagai bentuk penolakan masyarakat sipil atas kudeta tersebut. 

Sementara emosi anticipation (harapan) sebesar 6% muncul berisi cuitan netizen yang mengajak netizen lainnya, serta influencer, dan warga dunia untuk mengutuk kudeta yang dilakukan pihak militer. 

Berdasarkan perbandingan percakapan netizen pada sebelum dan sesudah kudeta, terlihat bahwa dalam periode sebelum kudeta (27-31 Januari) percakapan tentang ancaman kudeta sudah disuarakan netizen, kata-kata kunci “Myanmar couf fears”, “military coup” muncul dalam perbincangan. Selain itu, kata kunci “possible constitution repeal” atau kemungkinan pencabutan konstitusi juga muncul dalam perbincangan dihubungkan dengan pernyataan Panglima Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing yang menyebut konstitusi bisa dicabut sebagai bentuk protesnya atas klaim kecurangan pemilu.

Pascakudeta, “election results” dan “civilian government” muncul dari percakapan netizen yang menuding Junta Militer Myanmar tidak terima dengan kekalahan pemilu sehingga mengudeta pemerintahan sipil yang sah. Kata “international community” juga turut muncul dikaitkan dengan desakan dan ajakan netizen agar masyarakat internasional mengutuk aksi kudeta. 

Dari sisi audiens, percakapan tentang kudeta militer banyak diperbincangkan oleh pria dengan rentang usia 41-55 tahun, yang cenderung sudah dewasa dan memiliki persepsi politik yang matang.

Euforia Netizen atas Pelantikan Listyo Sigit Sebagai Kapolri

Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/1). Dia menggantikan Jenderal Idham Azis yang bakal pensiun awal Februari mendatang.

Prosesi pemilihan Kapolri ini berawal dari 13 nama yang direkomendasikan Kompolnas. Kemudian mengerucut menjadi lima nama dan disetor kepada Presiden Jokowi. Seluruhnya berpangkat bintang tiga.

Melalui Surat Presiden (Supres) yang diantar Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Presiden Jokowi menyodorkan Sigit sebagai kandidat tunggal kepada DPR, Rabu (13/1).

Beberapa hari kemudian, Sigit mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi III DPR, mitra kerja Polri. Dalam pemaparannya, dirinya berencana melakukan transformasi "Korps Bhayangkara" menjadi institusi hukum yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (PRESISI) selain tujuh komitmen lainnya.

Pada kesempatan itu, jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini juga memaparkan beberapa hal yang hendak dilakukannya saat menjadi Polri-1. Salah satunya adalah menghilangkan tugas tilang polisi lalu lintas (Polantas) karena dapat digantikan oleh teknologi.

Gayung bersambut, kata berjawab. Komisi Hukum mengapresiasi presentasinya saat fit and proper test. Sigit bahkan dianggap sebagai figur yang pas menggantikan posisi Idham.

Nada positif juga disampaikan publik melalui media sosial. Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) di Twitter saat hari pelantikan, sebesar 47% cuitan dari total 53.407 cuitan berupa harapan dan antipasi (anticipation) kepada Sigit.

Menjaga kedamaian, melakukan reformasi Polri, serta mengusut kasus ujaran rasial oleh Ambroncius Nababan dan menangkap Arya Permadi alias Abu Janda atas dugaan penghinaan agama menjadi beberapa harapan publik.

Selanjutnya, sebanyak 4.132 cuitan (34%) warganet berupa keyakinan atau percaya (trust) dengan kemampuan Sigit dalam memimpin Polri. Tagar #KapolriSiapBertugas banyak mengisi cuitan percakapan tentang emosi ini. Disusul 603 cuitan (5%) berisi ekspresi senang (joy).

Sedangkan sentimen negatif hanya sekitar 12%-an. Terdiri dari 1.019 cuitan (8%) yang merasa terganggu (disgust), 287 cuitan (2%) kesedihan (sadness), 283 cuitan (2%) berupa kemarahan (anger) dan 234 cuitan atau 2% terkejut (surprise).

Berbagai tagar disuarakan netizen dalam merespons pelantikan Sigit. Kicauan didominasi tagar #KapolriSiapBertugas dengan 25.781 twit (92%). Lalu #PolriPresisi 948 twit (3%), #Kapolri 679 twit (3%), #Polri 334 twit (1%), #ListyoSigitPrabowo 281 twit (1%), dan #TangkapAbuJanda 94 twit.

Berdasarkan demografi, 84% warganet yang membicarakan tentang Sigit sebagai Kapolri merupakan laki-laki dan sisanya perempuan. Dari aspek umur, sebesar 43% netizen berusia rentang 31-40 tahun, 36% berusia 22-30 tahun, 17% berumur 41-55 tahun, 3% berumur 18-21 tahun, dan 1% berusia di bawah 18 tahun.

Potret Media Online

I2 juga merekam dinamika pelantikan Sigit di media daring pada periode sama. Hasilnya, terdapat 2.373 berita tentang terpilihnya Kapolri dari 717 portal.

Tribunnews menjadi media paling masif memberitakan pelantikan tersebut dengan 43 berita. Setelahnya Okezone dengan 37 berita; Medcom.id dan Kompas masing-masing 29 berita; Warta Kota 26 berita; Tribunnews Medan 25 berita; serta Tribunnews Jambi, Suara.com, Sindonews, dan Detik masing-masing 23 berita.

Sigit menjadi figur yang paling banyak dikutip (top influencer) dengan 3.769 pernyataan. Kemudian Presiden Jokowi 649 pernyataan; Karopenmas Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono 358 pernyataan; dan Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane 353 pernyataan.

Lalu Pengamat Budaya, Bani Sudardi 280 pernyataan; Ketua MPR, Bambang Soesatyo 229 pernyataan; Wakil Ketua LPSK, Maneger Nasution 202 pernyataan; Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono 195 pernyataan; dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa 183 pernyataan.

Petaka Cuitan “Bali Ramah LGBT” Kristen Gray

Curhat turis asal Amerika Serikat (AS), Kristen Gray, via Twitternya @kristentootie tentang Bali kala pandemi Covid-19 berujung deportasi. Gray dipulangkan ke negara asal setelah cuitannya menuai polemik di ruang maya. Gray mengajak turis untuk tinggal dan bekerja di Pulau Dewata, juga memberikan tips untuk menghindari overstay dan pajak.

Tingginya atensi netizen atas cuitan Gray terekam dalam pantauan media sosial Indonesia Indicator (I2) sejak 16 hingga 23 Januari 2021, yakni tembus 19.248 cuitan. Polemik Gray di jagatmaya kemudian viral dan Kemenkum

HAM Kanwil Bali didesak netizen untuk turun tangan. Gray dan kekasihnya, Saundra Michelle Alexander, diperiksa.

Hasilnya, Kemenkum HAM Bali menyebut ada dua informasi Gray yang dinilai meresahkan masyarakat. Pertama, Gray menyebut Bali sebagai provinsi yang ramah LGBTQ. Kedua, Gray menyebarkan informasi soal kemudahan akses masuk ke wilayah Indonesia pada masa pandemi.

Dua alasan itulah yang mendorong petugas Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar mengambil tindakan tegas. Gray dan partner-nya dipulangkan ke AS melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Kamis (21/1/2021) pukul 04.00 WIB.

Dinamika Ekspos Cuitan Netizen

Dalam kurun waktu 16 hingga 23 Januari 2021 tersebut, terdapat 19.248 siulan netizen tentang Kristen Gray. Pada periode itu pula I2 melacak pergerakan ekspos cuitan dalam jumlah dan angka. 

Utas yang dibuat Kristen Gray baru mulai mengundang polemik dan komentar netizen di tanggal 17 Januari sebanyak 2.198 cuitan, atau satu hari setelah utas tersebut dibuat pada 16 Januari

Reaksi netizen atas cuitan Kristen Gray semakin memuncak pada 18 Januari sebanyak 8.250 cuitan. Namun, memasuki 19 Januari, ekspos cuitan netizen perlahan menurun menjadi 6.683 cuitan, dan terus turun signifikan pada 20 Januari sebanyak 1.513. Perbincangan netizen soal Gray makin sedikit pada 23 Januari, yakni 142 cuitan.

Netizen Terkejut dan Marah

Riset media sosial Indonesia Indicator juga mencatat sebanyak 5.844 cuitan atau 56% netizen merespons kasus Kristen Gray dengan emosi terkejut atau surprise. Netizen terkejut dengan konten cuitan Gray yang membuka jasa konsultasi cara memasuki Bali di tengah Pandemi. 

Gray dalam pembelaannya menyebut reaksi atas dirinya dilatarbelakangi sentimen rasial dan minoritas, karena ia seorang Afrika Amerika dan lesbian. Namun, akun @shadyagnezmo merespons sangkalan itu dengan menyebut banyak warga Amerika tidak sekonyol Gray, yang mengaku dideportasi karena ras. Padahal sebenarnya ia tersangkut persoalan hukum.

"Mbak Kristen Gray tinggal milih nih dideportasi atau dipenjara, udah overstaying, gak bayar pajak, gak mematuhi protokol Covid-19," cuit akun ini pada 18 Januari. Akun ini adalah akun anonim, yang memakai nama artis Agnes Monica.

Ada pula emosi anger atau marah sebanyak 1.476 cuitan atau 14%, dikaitkan dengan kecaman netizen atas tingkah laku Kristen Gray yang justru mengajak orang-orang luar negeri untuk datang dan tinggal di Bali kala pandemi. 

Percakapan di linimasa juga berisi pro dan kontra karena klaim Kristen Gray yang

menyebut Bali sebagai daerah yang ramah LGBTQ (“LGBTQ Friendly”).

Pemilik akun @sftuHwang menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak rasis atau bersikap diskriminatif. Dia menilai kasus Gray soal karakter bukan ras.

"Parasite pls go away from Indonesia-!!." cuitnya pada 18 Januari.

Ada pula emosi antisipasi sebanyak 1.358 cuitan atau 13%, berisi harapan-harapan dan hikmah di balik kasus Kristen Gray. Akun @ichawirsa berharap Indonesia bersikap lebih tegas terhadap wisatawan asing.

"Belajar dari Kristen Gray emang bener sih Indonesia harus lebih tegas lagi sama turis/wisatawan asing, apalagi sudah banyak banget begpacker (bule gembel) yang suka bikin onar terutama di Bali" tulis akun @ichawirsa ini pada 18 Januari.

Muncul pula ekspresi muak atau disgust atas cuitan Gray sebanyak 1.019 atau 10%, percaya (trust) 474 cuitan atau 5%, khawatir (fear) 67 cuitan atau 1%, emosi sedih (sadness) 66 cuitan atau 1%, dan senang (joy) 46 cuitan.

Sorotan Dari Kaum Milenial Mendominasi Linimasa

Panasnya polemik cuitan Kristen Gray di jagat maya memunculkan sejumlah keyword populer yang sering muncul dalam perbincangan. Di antaranya kata “American Ignorant” merujuk pada sindiran netizen terhadap asal negara Kristen Gray. Kata kunci “Dear Kristen Gray” juga kerap muncul, berisi nasihat dan kecaman terhadap Kristen Gray agar tidak mengajak para wisatawan luar negeri menetap di Bali secara ilegal.

Muncul pula keyword yang membantah klaim Kristen Gray soal dirinya diserang netizen Indonesia karena wanita berkulit hitam, dan berbeda orientasi seksual. Bantahan netizen ini memunculkan kata kunci seperti “Aturan resmi Pulau Dewata”, “Cara Ilegal, “Aturan imigrasi” dan sejumlah kata kunci yang mengarah pada persoalan hukum, bukan ras. Sebelum dideportasi, Gray bertahan hidup di Indonesia dengan cara menjual ebook berisi cara menetap di Bali seharga 30 dollar AS.

Gray juga membuka jasa konsultasi untuk cara pindah ke Bali di tengah aturan ketat pandemi.

Viralnya polemaik “Bali ramah LGBT” juga tak lepas dari jumlah audiens yang menyototi cuitan Gray. Percakapan tentang Kristen Gray didominasi kelompok umur milenial, gender laki-laki paling banyak sebesar 74% dan perempuan 26%. Rinciannya, kelompok umur 22 hingga 30 sebanyak 37%, rentang usia 31 hingga 40 %, usia 18 hingga 21 tahun 22%, usia 41 hingga 55 tahun 13%, di bawah 18 tahun 3%, dan usia di atas 55 tahun 0%.

Pelantikan Biden: Sunyi di Darat, “Pecah” di Udara

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan wakilnya Kamala Harris resmi dilantik, Rabu (20/1/2021), dalam suasana keterbelahan masyarakat AS pasca-pilpres. Sempat ditunda, pelantikan Presiden AS kali ini berada dalam dua ‘teror’ serius, yakni ancaman kesehatan Covid-19 dan keamanan setelah peristiwa bentrok berdarah di Capitol Hill pada Rabu 6 Januari, saat Parlemen AS bersidang.

Riset media sosial Indonesia Indicator (I2) periode 20 hingga 21 Januari 2021 berhasil menghimpun lima fakta menarik pelantikan Biden di West Front Gedung Capitol AS, Washington DC: 

Pertama, pelantikan Biden dan Kamala Harris jauh lebih sepi dibanding pelantikan para presiden sebelumnya. Pelantikan kali ini ‘dihadiri’ lautan bendera AS yang memadati area National Mall, halaman antara Gedung Capitol AS dan Lincoln Memorial. Covid-19 yang tak kunjung mereda plus ancaman keamanan memaksa pelatikan Biden sepi penonton. Kedua, pelantikan Biden kali ini juga tanpa kehadiran rival politiknya, Donald Trump. Padahal tradisi selama ini, para mantan Presiden AS selalu menghadiri pelantikan para penerusnya sebagai simbol pengalihan jabatan.

Lalu ketiga, meski sunyi penonton, pelantikan Biden justru ‘bertabur bintang’ lantaran dimeriahkan sejumlah pesohor seperti Lady Gaga, Jennifer Lopez hingga Katy Perry. Keempat, pelantikan kali ini bertemakan "America United" yang menyiratkan pesan persatuan pascapilpres AS. Kelima, suasana pelantikan Biden disebut-sebut bak zona perang lantaran melibatkan 21.000 personel Garda Nasional AS.

Keriuhan di Udara

Sepi di Gedung Capitol, acara pengambilan sumpah Biden-Harris justru bergemuruh di jagat maya. Pada periode 20-21 Januari tesebut, analisis data media sosial mendapati cuitan netizen cukup masif, yakni 435.959 cuitan via Twitter yang memperbincangkan hari pelantikan presiden Biden. Rinciannya, sebanyak 231.069 cuitan mengudara pada 20 Januari, dan 204.890 pada 21 Januari.

Riuh rendah pelantikan pelantikan Presiden AS di ruang Twitter dijejali ragam sentimen masing-masing pendukung Biden dan Trump. Riset Indonesia Indicator mendapati sentimen positif dan negatif relatif berimbang. Sentimen negatif sebesar 38%, banyak diisi oleh kritik dan cemohan pendukung Trump yang menolak pelantikan Joe Biden. Sementara sentimen positif 36%, berisi optimisme dan harapan netizen bahwa Presiden Biden akan menghapuskan kebijakan diskriminatif dan rasis era Trump. 

Adapun sentimen netral 26% muncul dari cuitan akun media yang memberitakan jalannya pelantikan presiden tersebut.

Hiruk-pikuk pelantikan Biden juga terangkum dalam 9 tagar populer. Tagar #Covid-19 berada di posisi teratas sebanyak 452.200. Tagar ini dikaitkan dengan aktivitas Joe Biden yang mengikuti upacara peringatan korban meninggal akibat Covid-19 jelang pelantikan. Disusul tagar #Biden, posisi kedua, sebanyak 424.100.

Sementara tagar #InaugurationDay menempati posisi ketiga sebenyak 422.100. Tagar ini berisi komentar terkait jalannya pelantikan Joe Biden. Sementara posisi keempat ditempati #COVID19 sebanyak 283.600, disusul #Trump 127.600, #Inauguration2021 sebanyak 92.600, #COVID 90500,

#BidenHarrisInauguration 86200, dan #Inauguration 85600.

Jokowi dan Harapan Atas Biden

Pelantikan Biden-Harris semakin “pecah” di udara seiring kompaknya para pemimpin dunia

menyampaikan ucapan selamat dan harapan atas pemimpin baru AS tersebut, tak terkecuali Presiden Indonesia Joko Widodo.

“Mari kita terus perkuat kemitraan strategis kita, tidak hanya untuk kepentingan kedua bangsa, tetapi juga untuk dunia yang lebih baik," ujar via akun Twitternya.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga tak ketinggalan memberikan ucapan selamat. Dia berharap bisa menjalin kerja sama pada bidang perubahan iklim hingga keamanan.

"AS adalah sekutu penting kita dan saya harap bisa bekerja sama secara erat dalam prioritas bersama kita," tulis Boris Johnson via akun Twitternya.

Masih banyak lagi para pemimpin dunia yang mengucapkan selamat kepada Biden-Harris, di antaranya Presiden Iran Hassan Rouhani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Paus Fransiskus, Kanselir Jerman Angela Merkel hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron. Mereka mengungkapkan harapannya terhadap Pemerintahan Biden-Harris.

Doa Netizen Twitter Untuk Korban Gempa Sulbar

Gempa berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang Sulawesi Barat (Sulbar), pada Kamis (14/1), sekitar pukul 13.00 WIB. Gempa kembali terjadi pada Jumat (15/1), sekitar pukul 01.28 WIB, dini hari. 

Pusat gempa berada di jarak 6 km arah laut Majene dan berada 10 km di kedalaman laut, Majene, Sulbar. Gempa dangkal ini akibat aktivitas patahan lokal yang bergerak naik di dasar laut, sehingga getarannya dapat dirasakan di permukaan. 

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 21 Januari 2021, pukul 08.00 WIB, menyebutkan, gempa Sulbar menyebabkan 91 orang meninggal, tiga hilang, 253 luka berat, 679 luka ringan, 240 luka sedang, dan 9.910 orang mengungsi.

Berdasarkan data Indonesia Indicator (I2), gempa di Sulbar menarik perhatian netizen di Twitter sejak Kamis (14/1). Dalam rentang waktu 14-17 Januari 2021, sebanyak 95.373 cuitan terkait gempa di Sulbar. Ekspos cuiten pun mencapai puncaknya pada Jumat (15/1). 

Daya rusak gempa menjadi sorotan terbesar warganet Twitter. Mayoritas (66%) netizen meresponsnya dengan emosi antisipasi (anticipation). 

Perbincangan banyak diisi dengan harapan, dukungan, hingga doa kepada para korban gempa di Sulbar. Bahkan, akun-akun influencer, hingga fan Korean pop (K-pop) bersolidaritas tinggi melakukan penggalangan dana untuk korban gempa di Sulbar. 

Influencer seperti Ernerst Prakasa membangun gerakan ‘Jangan (hanya) Berdoa’ dalam cuitannya untuk mendorong netizen aktif membantu korban bencana.

Selain itu, emosi kesedihan (sadness) turut mengiringi berbagai cuitan di Twitter. Banyak tweet bernuansa sedih disebabkan serangkaian musibah dan bencana terjadi di Indonesia. Mulai dari kasus kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga gempa di Sulbar.

Di sisi lain, tagar #PolriSiagaBencana juga menggema di Twitter hingga sempat menjadi trending topic. Tagar yang dicuitkan hingga 7.947 cuitan tersebut banyak diunggah akun-akun media sosial Humas Polres hingga Polda di berbagai daerah. Unggahan banyak berisi potret kesigapan anggota Polri bersama relawan dalam mengevakuasi korban gempa Sulbar dan banjir Kalsel.

Tagar lain yang banyak digunakan oleh warganet adalah #gempa mencapai 5.642 cuitan. Dalam tagar ini, netizen terlihat gaduh menautkan berita dari media online. 

Dari segi audiens, percakapan tentang gempa Sulbar didominasi oleh pria (83%) daripada wanita (17%). Perbincangan pun didominasi netizen dengan rentang umur 31-40 tahun (35%) dan 22-30 tahun (30%).

Geliat Vaksinasi: Potret Pemberitaan Media & Percakapan Warganet

Indonesia memulai program vaksinasi Covid-19 sesuai jadwal, 13 Januari 2021. "Kick off" program ditandai dengan penyuntikan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka. Kegiatan tersebut menggunakan CoronaVac, vaksin produksi Sinovac Biotech Ltd. 

Jokowi menjadi orang pertama penerima vaksin ditemani beberapa pihak, termasuk selebritas Raffi Ahmad. Penyuntikan terhadap mereka disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube negara dengan harapan menepis keraguan publik.

Aktivitas itu pun menjadi sorotan publik dan media, menggenapi isu-isu tentang vaksinasi sebelumnya. Izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), distribusi vaksin, dan sasaran vaksinasi tahap awal, contohnya.

Hal ini berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) pada 6-12 Januari 2021. Selama periode itu, tercatat ada 26.521 berita dari 1.660 portal media daring (online) menyoroti isu vaksinasi.

Sebanyak 25.935 artikel di antaranya membahas enam isu teratas. Hal utama yang paling disoroti tentang distribusi dan persiapan vaksinasi di daerah dengan 9.575 berita (37%).

Izin BPOM dan fatwa halal MUI menjadi isu tertinggi kedua dengan 6.939 berita (27%). Selanjutnya vaksinasi Presiden Jokowi 2.947 berita (11%), keamanan dan efek samping vaksin 2.306 berita (9%), efikasi CoronaVac 2.305 berita (9%), dan penerima vaksin prioritas 1.863 berita (7%).

I2 juga merekam pihak-pihak yang menjadi figur yang mempengaruhi wacana di media (top influencer) tentang vaksinasi, yang ditandai dengan banyaknya pernyataan di media daring. Posisi pertama ditempati Presiden Jokowi dengan 9.223 pernyataan.

Sorotan terhadap Presiden paling tinggi, karena salah satunya soal  pernyataan tentang kesiapan menjadi orang pertama yang divaksin agar publik yakin CoronaVac aman dan halal.

Berikutnya Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, 5.279 pernyataan; Kepala BPOM, Penny K. Lukito, 3.238 pernyataan; Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan 3.079 pernyataan; Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, 2.684 pernyataan; Ketua Bidang Fatwa Halal MUI, Asrorun Ni'am Sholeh, 2.673 pernyataan; Menteri BUMN, Erick Thohir, 1.499 pernyataan; Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, 1.349 pernyataan; Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, 1.254 pernyataan; dan Kepala BNPB, Doni Monardo, 1.137 pernyataan.

Munculnya beberapa nama kepala daerah, seperti Ridwan Kamil, Ganjar, dan Edy, umumnya membahas tentang kesiapan daerahnya masing-masing dalam melaksanakan program vaksinasi yang dimulai Kamis (14/1).

Dari 26.521 berita vaksinasi periode 6-12 Januari, sebanyak 480 di antaranya diproduksi Republika, yang menjadi media dengan sebaran berita tertinggi soal vaksin.

Suara.com berada di urutan kedua dengan 448 artikel. Kemudian disusul Medcom.id 433 artikel, detik.com 396 artikel, KOMPAS.COM 391 artikel, Kumparan 355 artikel, Sindonews 331 artikel, Bisnis Indonesia 329 artikel, Antara 321 artikel, dan Liputan6 286 artikel.

Dinamika Twitter

I2 juga merekam dinamika vaksinasi di media sosial, khususnya Twitter, pada periode sama. Rentang waktu itu, tercatat ada 60.238 percakapan.

Banyak netizen menyoroti status halal CoronaVac dengan intensitas 8.916 cuitan (29%) dari total percakapan tentang vaksinasi. "Titik terang" muncul ketika Komisi Fatwa MUI memutuskan vaksin Sinovac halal dan suci sehingga bisa digunakan.

Izin BPOM menjadi isu kedua yang paling banyak diulas warganet dengan 6.866 cuitan (22%). Keraguan dan kecemasan atas efek samping mereda ketika EUA diterbitkan.

Berikutnya isu tentang distribusi dan persiapan vaksinasi di daerah dengan 4.026 cuitan (13%), disusul Presiden Jokowi divaksin 4.005 cuitan (13%), penolakan vaksinasi 2.520 cuitan (8%), penerima vaksin prioritas 2.353 cuitan (7%), efikasi CoronaVac 1.347 cuitan (4%), serta keamanan dan efek samping vaksin 1.178 cuitan (4%). Frekuensi percakapan kedelapan isu tersebut mencapai 31.211 cuitan atau 50% lebih dari total cuitan.

Meski tidak dominan, isu penolakan dan/atau ajakan menolak vaksinasi Covid-19 konsisten muncul dalam percakapan netizen. Masalah ini kembali meningkat seiring munculnya pernyataan politikus PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, saat Rapat Kerja Komisi IX DPR bersama Menkes Budi di Kompleks Parlemen, Rabu (14/1).

"Saya tetap tidak mau divaksin meskipun sampai yang usia 63 tahun bisa divaksin," katanya. Dirinya justru siap menerima konsekuensi membayar denda atas penolakan tersebut.

Intensitas suatu isu vaksinasi itu menggambarkan emosi warganet. Sebesar 52% tentang harapan (anticipation) atau mereka berharap segera divaksin.

Sebanyak 21% lainnya tentang kepercayaan (trust). Maknanya, mereka meyakini vaksin yang digunakan aman, apalagi Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik. 

Namun, 10% lainnya bernada kemarahan (anger). Mereka termasuk kelompok penolak vaksin dan meyakini tidak aman sekalipun BPOM telah memberikan EUA, MUI menerbitkan fatwa halal, dan Jokowi "pasang badan".

Emosi berikutnya tentang keterkejutan (surprise) sebesar 7%, senang (joy) dan terganggu (disgust) masing-masing 4%, serta kesedihan (sadness) dan takut (fear) masing-masing 1%. Percakapan tentang vaksin dan vaksinasi didominasi pria (79%). Dari segi usia, sebesar 35% warganet berumur 31-40 tahun, disusul 41-55 tahun (30%), 22-30 tahun (26%), 18-21 tahun (7%), dan di bawah 18 tahun (2%).

Pemerintah Terapkan PSBB Ketat Jawa-Bali, Ekspos Pemberitaan Melonjak

"Penerapan pembatasan secara terbatas dilakukan provinsi di Jawa dan Bali," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Airlangga Hartarto, saat mengumumkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat atau Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Rabu (6/1). PPKM diberlakukan di DKI Jakarta dan 23 kabupaten/kota di enam provinsi yang termasuk wilayah berisiko tinggi penyebaran COVID-19.

Pengumuman tersebut menyita perhatian media daring di Indonesia. Indonesia Indicator (I2) mencatat, media online di Indonesia mengaver isu tersebut sebanyak 3.940 berita pada rentang waktu 6-7 Januari 2021.

Ekspos pemberitaan terpantau melonjak hampir empat kali lipat pada tanggal 6 Januari 2021 (1.204 berita) dibandingkan hari sebelumnya (328 berita). Tren ekspos terus naik hingga mencapai 2.724 berita pada 7 Januari 2021, seiring dengan banyaknya kepala daerah yang memberikan komentar terkait rencana PSBB Jawa dan Bali.

Airlangga tercatat menjadi figur tervokal dengan 3.993 pernyataan yang dikutip media. Jumlah tersebut cukup tinggi mengingat pernyataan mantan Menteri Perindustrian itu hanya dikutip terkait pengumuman resmi PPKM yang berlaku pada 11-25 Januari 2020. 

Selain pejabat pemerintah pusat, para kepala daerah juga banyak diberitakan terkait komentar dan respons PPKM Jawa-Bali di wilayahnya masing-masing. Yakni, Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria dengan 1.082 pernyataan; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 705 pernyataan; Plt Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana 431 pernyataan; Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak 278 pernyataan; serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 250 pernyataan.

Tercatat sebanyak 750 portal media online yang memberitakan PPKM Jawa Bali selama 6-7 Januari 2021. Suara.com menjadi portal media paling aktif memberitakan PPKM dengan 137 berita. Disusul, Medcom dengan 118 pemberitaan; Republika 88 pemberitaan; CNBC Indonesia 83 pemberitaan; serta Kompas dan Detik 78 pemberitaan.

Netizen Pria Ramai Mencuit

Sementara itu di media sosial Twitter, sebanyak 37.033 cuitan netizen terpantau membahas kebijakan PPKM Jawa-Bali selama 6-7 Januari 2021. Sebanyak 43% warganet membahas PPKM Jawa-Bali dengan emosi antisipasi dan mendukung pengetatan. 

Sebesar 21% cuitan dengan emosi marah dan 12% cuitan dengan emosi jengah yang disertai kritik terhadap pemerintah yang terlambat memperketat PPKM. Banyak cuitan warga Twitter yang menggambarkan perasaan bosan harus mengikuti PPKM kembali. Namun di sisi lain, ada yang mengkritik penerapan PSBB karena dinilai tidak efektif jika masyarakat masih gemar beraktivitas di luar rumah.

Dari segi gender, pecakapan terkait PPKM Jawa-Bali cenderung lebih banyak dilakukan pria atau 77% daripada wanita atau 23%. Sementara kelompok milenial dengan rentang umur 22-30 tahun mendominasi percakapan hingga 37%.

 

Riset I2: Wacana Covid-19 Lebih Riuh Daripada Pilpres 2019 di Media

Covid-19 menjadi isu yang paling menarik perhatian media massa dan media sosial sepanjang 2020. Indonesia Indicator (I2), sebuah sebuah perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence (AI) mencatat, mulai 1 Januari- 15 Desember 2020, jumlah pemberitaan terkait isu Covid-19 mencapai 5.465.266 berita. 

"Jumlah yang cukup fantastis, jika dibandingkan aktivitas produksi berita media online pada 2019 sebanyak 10.042.063 berita. Sehingga dapat dikatakan, jumlah berita Covid-19 sendiri di tahun ini sudah setengah atau 54 persen produksi berita di Indonesia di 2019," ujar Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang kepada media. 

Bahkan, menurutnya, riuh Pilpres 2019 masih kalah jauh dinamika wacananya dibandingkan isu Covid-19 selama 2020 ini. Rustika merinci jumlah pemberitaan soal Pilpres 2019 di tahun lalu hanya 1.351.127 berita. “Artinya riuh pemberitaan Covid-19 empat kali lebih besar dibandingkan momentum politik terbesar di Indonesia di tahun lalu,” sebut Rustika. 

Menurut Rustika, Covid-19 juga menjadi pendorong tingginya produksi jumlah berita pada 2020 yang mencapai 20.126.471 berita dari 4.419 media online Indonesia atau naik dua kali lipat dibandingkan jumlah berita di 2019. "Secara total, isu Covid-19 mengisi 27 persen dari seluruh aktivitas produksi berita di media tahun ini," kata Rustika.

Isu-isu yang mengiringi pemberitaan Covid-19 di media, kata dia, dapat dikatakan multidimensi, mulai dari aspek politik, ekonomi, sosial, diplomatik, hingga pertahanan keamanan. "Covid-19 juga menjadi bahasan yang banyak dibahas netizen di media sosial di tahun ini," ungkapnya.

10 Media Online Teraktif

Indonesia Indicator (I2) mencatat, ada 10 media online yang paling aktif memberitakan isu Covid-19 sepanjang 2020. Republika.co.id menduduki peringkat pertama dengan jumlah berita mencapai 100.748 berita. Posisi kedua ditempati Tribunnews.com 82.183 berita. Kompas.com berada pada posisi ketiga dengan 80.967 berita. Posisi keempat ditempati Kumparan.com dengan 72.308 berita, dan posisi kelima ditempati Detik.com dengan 69.815 berita.

Antaranews.com bertengger di posisi keenam dengan 66.014 berita. Posisi keenam hingga 10 masing-masing ditempati oleh Sindonews.com dengan 59.116 berita, Suara.com dengan 56.907 berita, Tempo.co sebanyak 52.618 berita, dan Bisnis Indonesia 1.514 berita. 

"Dari ke-10 media online teraktif itu dapat disimpulkan bahwa isu pemberlakuan PSBB, dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia, serta keterjangkauan tes Covid-19 menjadi isu yang paling sering dibahas," papar Rustika.

Menurutnya, narasi yang diangkat masing-masing media tidak jauh berbeda. Selain itu, isu pengadaan vaksin juga tidak pernah luput dari perhatian media, terlebih rekor kenaikan kasus baru hingga akhir tahun. Narasi yang berkembang berupa penentuan vendor vaksin yang jatuh ke tangan Sinovac, proses pengujian vaksin, hingga pernyataan tegas Presiden Jokowi yang menjamin pembiayaan pendistribusian vaksin ditanggung negara.  

"Wacana media yang kerap diwartakan terkait Covid-19 sebagian besar merupakan agenda yang dirancang pemerintah dan isu yang disampaikan oleh pemerintah. Selain pengadaan vaksin,  penyemprotan disinfektan, program pembelajaran jarak jauh, bantuan presiden, relaksasi pinjaman, juga pro-kontra penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020," ujar Rustika. Berdasarkan data, menurut Rustika, terdapat dua media yang memberikan sorotan paling besar dan intens soal dampak Covid-19 terhadap perekonomian masyarakat Indonesia, yakni Republika.co.id dan Detik.com.

10 Media Cetak Teraktif

Selain media online, Indonesia Indicator (I2) juga mencatat ada 10 media cetak yang memberikan atensi paling besar terhadap isu Covid-19 sepanjang 2020. Peringkat pertama diduduki Kedaulatan Rakyat dengan 11.807 berita. Investor Daily bertengger di posisi kedua dengan 10.805 berita. Posisi ketiga ditempati Suara Pembaruan dengan 9.371 berita.

Jawa Pos berada di urutan keempat dengan 8.670 berita. Posisi kelima ditempati Media Indonesia dengan 8.652 berita.

Sedangkan, posisi keenam hingga 10 ditempati oleh Tribun Kaltim dengan 8.411 berita, Bandung Ekspres 8.269 berita, Koran Kontan dengan 8.055 berita, Kompas 7.895 berita, dan Rakyat Merdeka 7.792 berita. Menurut Rustika, narasi tentang dampak pandemi terhadap perekonomian intens disoroti Investor Daily, Suara Pembaruan dan Media Indonesia. Wacana tentang kondisi ekonomi yang dibahas media mencakup sektor riil hingga makro-ekonomi. 

Sementara, Kedaulatan Rakyat dan Jawa Pos, kata dia, cenderung memberi ruang pada pemberlakuan PSBB di sejumlah daerah khususnya DKI Jakarta. Pembatasan aktivitas berjualan, kendala mobilisasi dengan transportasi umum, serta industri musik dan perfilman yang terpuruk karena adanya aturan berkerumun menjadi narasi yang cukup sering diangkat media ini. 

Media Sosial

Di media sosial Twitter, Indonesia Indicator mencatat akun CNN Indonesia dan Detik.com menjadi rujukan netizen terkait isu Covid-19 di linimasa. Selain itu, di posisi ke-tiga hingga ke-lima, terpantau akun media Kumparan, Asumsi.co, dan Tirto.id. Kelima akun Twitter dari media online ini mendapatkan angka engagement tertinggi sepanjang tahun 2020 terkait isu Covid-19. 

Menurut Rustika, hal ini menunjukkan kebutuhan dan ketergantungan publik atas informasi yang akurat juga informatif dalam situasi pandemi ini. “Sehingga ini dapat dikatakan sebagai prestasi dan juga tumpuan harapan kepada dunia pers di Indonesia untuk dapat memberikan akses informasi yang kredibel kepada masyarakat, terlebih di masa pandemi yang penuh ketidakpastian ini,” pungkasnya.

1.727 Media Online Meliput Soal Pengamanan Nataru

Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi salah satu isu yang santer dikaver media menjelang libur akhir tahun. Indonesia Indicator (I2) mencatat, isu tersebut diberitakan sebanyak 14.751 berita dari 1.727 portal media online sepanjang periode 16-23 Desember 2020.

Jumlah itu cukup tinggi mengingat pemerintah telah memutuskan untuk mengurangi libur panjang atau cuti bersama akhir tahun. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (1/12/2020) mengatakan libur yang dibatalkan adalah pada tanggal 28, 29, dan 30 Desember. 

Pemberitaan soal pengamanan Nataru tersebar di berbagai media, baik nasional ataupun lokal. Untuk sebaran berita tertinggi terdapat di Pulau Jawa dan Bali. 

Banyaknya perkabaran media di Jawa disebabkan karena pulau tersebut merupakan destinasi jalur mudik darat yang paling sering ditempuh. Di Bali, "nyamuk pers" banyak meliput seputar tes COVID-19 yang harus dilakukan ketika ingin mengunjungi Pulau Dewata.

Kumparan terpantau menjadi portal yang paling aktif meliput isu ini dengan 164 berita. Disusul oleh Detik 163 berita, Republika 125 berita, Sindo News 117 berita, iNews Portal 115 berita, Antara 114 berita, dan Kompas 114 berita. 

Lalu, Medcom.id 109 berita, Tribun News Pontianak 98 berita, dan Antara Papua 95 berita. 

Dari pantauan I2, media online banyak menulis soal isu pengamanan gereja (2.767 berita). Utamanya, terkait ancaman teror dan sterilisasi dari COVID-19. Isu ini banyak diulas menjelang Natal, 25 Desember. 

Penurunan personel TNI-Polri untuk mengamankan perayaan Nataru juga terekam di media online (2.505 berita). Begitu juga dengan pengamanan tempat wisata di sejumlah daerah agar tetap mematuhi protokol kesehatan (1.910 berita).

Isu lain yang menjadi perhatian media adalah tes rapid antigen (1.573 berita), terutama pantauan lapangan terkait implementasi tes tersebut yang dilakukan sebagai syarat dokumen perjalanan. 

Lalu, operasi yustisi (801 berita), harga sembako (597 berita), ketersediaan bahan bakar minyak (285 berita), peninjauan wilayah (277 berita), rekayasa lalu lintas (111 berita) dan sweeping pesta Nataru (100 berita). 

1.727

Potret Vaksin Covid-19 di Media dan Twitter

Indonesia telah mendapatkan sebagian dari total komitmen vaksin Covid-19 yang disepakati. Ini ditandai dengan kedatangan 1,2 juta dosis "penawar" buatan Sinovac Biotech Ltd, CoronaVac, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu (6/12) malam.

Kehadirannya pun disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Beberapa saat kemudian, vaksin dibawa ke kantor pusat PT Bio Farma (Persero) di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), dan mendapat pengawalan ketat dari aparat TNI/Polri.

Seluruh dinamika tersebut, berhasil direkam Indonesia Indicator (I2). Data diambil berdasarkan pemberitaan portal daring (online) dan percakapan netizen di media sosial dengan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Potret Portal Online

Berdasarkan pantauan I2 periode 1-14 Desember 2020, terdapat 1.300 media daring menyoroti isu vaksin melalui 22.700 artikel yang diterbitkan. Beberapa hal terkait diulas, tertinggi tentang kedatangan 1,2 juta CoronaVac dengan 6.179 berita.

Selanjutnya uji klinis 4.517 berita, wacana harga 3.590 berita, penerima prioritas 3.380 berita, keamanan dan efek samping 1.950 berita, izin Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) 1.077 berita, sertifikasi halal 882 berita, pengawasan impor vaksin 289 berita, prapesan (preorder) vaksin 226 berita, dan skema pemberian 73 berita.

Total berita dari 10 isu teratas tersebut mencapai 22.163 artikel. Sebanyak 537 dari agregat 22.700 artikel membahas tema lain menyangkut vaksin.

Sebagai informasi, masalah turunan dari vaksin buatan Sinovac banyak diberitakan lantaran beberapa aspek mendasar belum diketahui saat tiba di Indonesia. Izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari BPOM, sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan hasil uji klinis tahap akhir.

Pemantauan I2 dalam portal daring juga mendapati Presiden Jokowi sebagai tokoh yang pernyataannya paling banyak dikutip media tentang vaksin dengan 6.743 pernyataan, terutama kehadiran 1,2 juta dosis CoronaVac. Pernyataan kedua terbanyak yang dikutip adalah Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan 2.733 pernyataan.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan 2.733 pernyataan.

Posisi ketiga hingga keenam juga masih ditempati pejabat pusat, yakni Menteri BUMN, Erick Thohir (2.529 pernyataan); Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto (2.134 pernyataan); Menteri Keuangan, Sri Mulyani (2.081 pernyataan); dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy (1.570 pernyataan).

Berikutnya Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, di posisi ketujuh dengan 1.435 pernyataan dan diikuti Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi (1.137 pernyataan); Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo (1.022 pernyataan), serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo (1.008 pernyataan).

Sementara itu, Bisnis Indonesia menjadi media yang terbanyak memberitakan vaksin dengan 556 artikel. Posisi dua hingga 10 diisi media nasional lainnya, yakni Republika (508 artikel), Detik (463 artikel), CNBC Indonesia (461 artikel), Kontan (431 artikel), Kompas (430 artikel), Kumparan (350 artikel), Tribunnews (338 artikel), Antara 329 artikel), dan Suara.com (321 artikel).

Sebaran pemberitaan tentang vaksin dominan di Pulau Jawa, tertinggi di DKI Jakarta dengan 2.955. Artinya, isu ini cenderung diwacanakan masyarakat atau media di Jabodetabek daripada daerah lainnya.

Pulau Jawa Paling Gaduh

Adapun hasil pantauan di media sosial, terutama Twitter, terdapat 57.250 twit warganet tentang vaksin Covid-19 dalam rentang waktu sama, sebanyak 48% netizen merespons dengan nada menanti atau harapan (anticipation). Artinya, kehadiran vaksin tersebut ditunggu-tunggu.

Kemudian disusul emosi kepercayaan (trust) atas vaksin sebagai solusi menyelesaikan pandemi selain sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 18%. Selanjutnya 10% warganet merasa terkejut (surprise) lantaran mayoritas masyarakat harus membayar untuk mengaksesnya.

Publik lantas mendorong pemerintah menganulir kebijakan terkait. Pun muncul petisi daring tentang vaksinasi gratis bagi seluruh masyarakat melalui laman change.org yang diinisiasi Sulfikar Amir, warga negara Indonesia (WNI) sekaligus akademisi Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Belakangan pemerintah merevisi kebijakannya tentang program vaksinasi. Tidak ada lagi dua kategori penerima, gratis dan mandiri (berbayar). Presiden Jokowi pun menyatakan, bakal menjadi orang pertama yang disuntik.

Selain itu, kicuan netizen bernada kemarahan (anger) sebesar 9%, diikuti terganggu (disgust) 8%, senang (joy) 5%, serta berisi kesedihan (sadness) dan takut (fear) masing-masing 1%. Hal ini menunjukkan beragamnya respons publik di media sosial, baik positif maupun negatif.

Berdasarkan jenis kelamin, sebesar 76,6% netizen yang mengomentari vaksin Covid-19 di Twitter merupakan laki-laki dan sisanya perempuan (23,4%). 

Percakapan juga didominasi kelompok produktif (18-59 tahun), yakni usia 31-40 tahun sebesar 30,7%; 22-30 tahun 26,5%; 41-55 tahun (22,4%); dan 18-21 tahun (12,6%). Hanya 5,7% warganet berusia di atas 55 tahun dan 2,1% berusia di bawah 18 tahun yang memperbincangkan vaksin di Twitter.

Merujuk domisilinya, paling banyak penduduk Pulau Jawa yang membicarakan tentang vaksin Covid-19 di Twitter–seperti yang terjadi pada pemberitaan di portal online. Sebarannya, Jawa Barat sebesar 703 netizen, DKI Jakarta 601 netizen, Jawa Tengah 507 netizen, Jawa Timur 467 netizen, Banten 132 netizen, dan DI Yogyakarta 105 netizen.

Selanjutnya penduduk Pulau Sumatera dengan detail Sumatera Utara 183 netizen, Riau 173 netizen, Bengkulu 166 netizen, Aceh 152 netizen, Sumatera Selatan 87 netizen, Sumatera Barat 65 netizen, dan Lampung 59 netizen. Sisanya berasa dari Kalimantan (223 netizen), Papua (136 netizen), Nusa Tenggara dan Bali (88 netizen), serta Sulawesi (83 netizen).

 

Dengung Pilkada 4 Kota: Solo hingga Tangsel

Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 selesai digelar. Pesta demokrasi lokal di 270 daerah pada masa pandemi Covid-19 cukup menyita atensi media nasional dari berbagai aspek, baik politik maupun kesehatan. Terumata pilkada di 4 kota, yakni Solo, Medan, Surabaya, dan Tangerang Selatan.

Riset Indonesia Indicator (I2) periode September hingga Desember 2020 mencatat ada 370.765 berita pilkada.

Dominasi pemberitaan media tertuju pada kampanye pasangan calon (paslon) sebanyak 92.124 berita, pendaftaran paslon 38.429, dan dukungan paslon sebanyak 32.680 berita. Pun dengan isu kesehatan juga tak luput dari sorotan media, mulai dari pelanggaran protokol kesehatan (prokes) hingga pengamanan. Riset media I2 mencatat pelanggaran prokes menyentuh angka 32.300, debat paslon 24.376, dan persiapan pengamanan pilkada mencapai 22.294 berita.

Perhatian media juga tertuju pada para penyelenggara yang terpapar Covid-19, mulai Komisioner KPU pusat hingga calon kepala daerah yang positif Covid-19 sebanyak 18.840, yang berujung pada desakan penundaan pilkada.

Isu SARA juga turut mewarnai pemberitaan pilkada dengan jumlah ekspos cukup signifikan sebanyak 16.561 berita atau masuk 10 top issue, bahkan lebih banyak dibanding isu politik uang di angka 15.752. Disusul pelaksanaan prokes 14.969 ekspos berita, hasil survei 12.797, netralitas ASN 11.592, hoaks pilkada 8.994, pelaporan harta kekayaan paslon 5.845, tes kesehatan 4.813, pelanggaran alat peraga kampanye (APK) 4.212, dan kotak kosong mencapai 3.532 ekspos berita.

Isu politik dinasti juga santer diangkat media sebanyak 1.872 ekspos berita. Politik dinasti dikaitkan dengan majunya Gibran serta Bobby, anak dan menantu Presiden Joko Widodo, yang ikut maju di Pilkada Solo dan Medan.

Pemetaan Isu 4 pilkada: Solo -Tangsel

Perusahaan intelijen media I2, periode 1 September hingga  5 Desember 2020, mencatat setidaknya ada empat pilkada empat kota yang paling banyak disorot media online (daring), yakni Pilkada Kota Solo, Kota Medan, Kota Surabaya dan Kota Tangerang Selatan atau Tangsel.

Pilkada Solo

Pantauan I2 pada periode September, ekspos pemberitaan Pilkada Solo mencapai 2.830. Mata banyak tertuju pada majunya Gibran Rakabuming. Pemberitaan Pilkada Solo semakin kencang pascapaslon independen Bagyo-Supardjo muncul penantang Gibran. Selain itu, proses pendaftaran calon seperti penyerahan berkas, laporan harta kekayaan, tes kesehatan, hingga pengambilan nomor urut ramai diberitakan.

Namun, memasuki Oktober-November ekspos berita Pilkada Solo mereda di angka 1.000, yakni 1.073 pada Oktober dan 1.823 pada November. Ekspos berita terus menurun menjadi 413 pada tanggal 1 hingga 5 Desember.

I2 juga meranking 10 isu utama yang banyak diangkat media di Pilkada Solo. Pertama, terkait pelanggaran prokes sebanyak 34%.

Ramainya massa yang mengawal pendaftaran Gibran-Teguh sempat dikaitkan dengan kerumunan yang terjadi pada acara Rizieq Shihab.

Para pendukung Rizieq tidak terima bila kegiatannya ditindak karena melanggar protokol kesehatan, sementara kerumunan saat pendaftaran Gibran-Teguh dibiarkan.

Berikutnya adalah isu debat paslon sebanyak 19%. Gibran-Teguh dinilai unggul telak atas Bagyo-Supardjo. Gibran dianggap lebih khas dengan gaya milenialnya dan program inovatif, sedangkan Bagyo-Supardjo lebih konvensional.

Ketiga, kegiatan kampanye sebanyak 17 %. Atensi media tertuju pada gaya blusukan Gibran ke rumah-rumah warga dan kampanye daring bertajuk “Blusukan Online” yang memanfaatkan virtual box. Sementara paslon Bagyo-Suparjo banyak disorot soal berkampanye door to door.

Isu keempat adalah laporan harta kekayaan paslon sebanyak 9%, sorotan tertuju pada LHKPN Gibran yang mencapai Rp21 miliar rupiah. Jumlah ini dipersepsikan sangat banyak untuk generasi berusia 32 tahun.

Kelima adalah isu rangkaian pendaftaran paslon ke KPUD Solo 5%, disusul dinasti politik 5%, persiapan pencoblosan 4%, hasil survei 3%, dukungan Partai Gelora 3%, dan terakhir isu Sandi Uno menjadi jurkam Gibran-Teguh 1%.

Gemparnya pemberitaan Pilkada Solo juga tak lepas peran media lokal maupun nasional yang mengangkat dinamika politik di wilayah tersebut. I2 mencatat terdapat 6.139 berita dari 457 media daring yang memberitakan selama periode 1 September 2020 - 5 Desember 2020.

Setidaknya ada 16 media online yang aktif menyorot Pilkada Solo, yakni Tribun News Solo 439 berita, Semarang Pos 233, Solo Pos 230, Kumparan 210, Timlo 207, Suara.com 167, Detik 164, Merdeka 154, Tribun News 147, CNN Indonesia 128, Kompas 113, iNews Portal 108, Sindo News 92, Merah Putih 83, dan Rebuplika sebanyak 79 berita.

Ramainya pemberitaan Pilkada Solo tak lepas dari statement elite politik nasional dan lokal dari lingkup pemerintah dan tim pemenangan yang dikutip media, termasuk masing-masing paslon yang menguasai pemberitaan.

Mereka adalah Gibran Rakabuming Raka sebanyak 8.847 statement yang dikutip media, Nurul Sutarti 3.033, FX Hadi Rudyatmo 1.154, Fahri Hamzah 934, Putut Gunawan 919, Aziz Yanuar 844, Joko Widodo 795, Rustika Herlambang 544, Teguh Prakosa 463, Sigit Prawoso 444, Ardianto Kuswinarno 412, Abdul Ghofar Ismail 403, Ganjar Pranowo 401, Robert Hananto 374, Agus Riswanto 355, Mahfud MD 341, Refly Harun 338, Awi Setiyono 307, dan Khafid Sirotudin sebanyak 270 pernyataan media.

Pilkada Kota Medan

Perusahaan intelijen media I2, periode 1 September-5 Desember 2020, mencatat Pilkada Kota Medan, Sumatera Utara, juga banyak disorot media online.

Pada September, ekspos media tertuju pada penentuan calon Wali Kota Medan, yaitu Bobby-Aulia dan Akhyar-Salman, sebanyak 5.834 berita. Kedua paslon ini dihadapkan pada keputusan PDI Perjuangan yang mendukung Bobby Nasution.

Tingginya ekspos juga tak lepas dari pemberitaan rival Bobby, Akhyar Nasution, yang juga merupakan kader PDI Perjuangan saat mencari dukungan pada parpol lain. Selain itu pada periode September didongkrak isu politik dinasti, dan pelanggaran protokol kesehatan pada saat proses kampanye.

Namun, memasuki Oktober ekpose berita turun ke angka 3.806 dan kembali naik pada November sebanyak 4.801. Media banyak mengangkat isu kampanye, doa bersama, dan debat paslon mengisi pada periode tersebut. Memasuki awal Desember, ekspos pemberitaan media menurun ke 1.238, didominasi oleh isu debat Pilkada Medan putaran terakhir.

Atensi media daring terhadap dinamika politik di Pilkada Medan tak lepas dari sejumlah isu utama yang mengiringi. I2 mencatat ada tujuh isu utama yang mendominasi pemberitaan di Pilkada Medan. Yaitu, kegiatan kampanye 52%, didominasi berita blusukan Bobby-Aulia serta Kahiyang dan kunjungan mereka ke sejumlah pertemuan, blusukan ke rumah-rumah warga dan posko bencana banjir.

Lalu, pelanggaran prokes sebanyak 11%. Media banyak mengangkat pernyataan Bawaslu dan pihak KPU akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan pada proses Pilkada, baik pada saat kampanye, maupun pada hari pemilihan.

Kemudian, debat publik 11%. Terutama dalam debat terakhir, saat Bobby-Aulia menggarisbawahi  fenomena banjir, bahwa Pemerintah Kota Medan gagal berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah lain dalam mengatasi berbagai masalah. Isu banjir di Kota Medan ini turut menjadi sorotan media jelang pilkada sebanyak 10%.

Isu lain adalah survei pilkada 6%. Media daring banyak mengekspos sejumlah survei yang mengunggulkan paslon Bobby-Aulia. Misalnya, Saiful Mujani Research & Consulting menunjukkan Bobby Nasution-Aulia Rachman unggul dengan perolehan 54% atas kompetitornya Akhyar–Salman yang hanya mendapatkan 31,7% dukungan.

Berikutnya, dukungan Partai Gelora 6%, teruma elite partai tersebut yakni Fahri Hamzah yang terang-terangan mendukung menantu Presiden Jokowi itu. Terakhir, isu dinasti politik di angka 4%. Isu ini semakin mencuat setelah Media Inggris The Economist menyoroti pencalonan menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution dalam kontestasi Pilkada Medan lewat artikel berjudul “Indonesian politics is becoming a family affair”. Bahkan, The Economist menyoroti kekecewaan masyarakat Indonesia atas tumbuh suburnya politik dinasti di tanah air.

Menantu Jokowi Media Darling

Atensi publik terhadap dinamika politik di Pilkada Medan tak luput dari peran media daring yang aktif memerikan jalannya pesta demokrasi di Sumut. I2 mencatat ada 276.462  berita dari 955 media daring yang memberitakan Pilwali Medan selama periode 1 September 2020 hingga 5 Desember 2020. Media tersebut adalah Sumut Kota 1.457 berita, Tribun News Medan 623, Digtara 594, Medan Bisnis 575, Gosumut.com 421, Harian Umum Sinar Indo 341, Waspada 322, Analisa Daily 303, Sentral Berita 290, Tagar 260, Detik 241, Wapada.id 211, CNN Indonesia 210, Sumut 24 192, Toba Satu 192 berita.

Media tersebut banyak mengutip pernyataan elite politik, pejabat lokal dan paslon yang bertarung di Pilkada Medan. Mereka adalah Bobby Nasution sebanyak 5.529 statement dikutip media, Akhyar Nasution 4.368, Edy Rahmayadi 1.526, Aulia Rachman 1.201, Fahri Hamzah 1.121, M Rinaidi Khair 1.065, Payung Harahap 1.023, Arief Sudarto Trinugroho, Joko Widodo 825, Nana Miranti 706, Ijeck 255, Salman Alfarisi 251, Rudiyanto Simangunsong 238, Ibrahim Tarigan 230, Sugiat Santoso 219, Safruddin 163, Edy Suhartono 152, dan R Sabrina sebanyak 142 pernyataan dikutip media.

Pilkada Kota Surabaya

Selain Kota Solo dan Medan, Pilkada Kota Surabaya juga menyita atensi media daring, baik lokal maupun nasional.  Pantauan media online I2 periode 1 September hingga 5 Desember 2020, intensitas pemberitaan paling tinggi terjadi pada November sebanyak 6.956 ekspos.

Atensi media tertuju pada jalannya debat isu membelotnya kader-kader senior PDI Perjuangan yang membelot dan mengalihkan dukungannya kepada paslon Machfud-Mujiaman. Pada September intensitas pemberitaan sedikit menurut ke angka 6.225, terutama ketika mamasuki tahapan pendaftaran paslon.

Masih tingginya ekspos di September juga didongkrak pemberitaan tentang laporan harta kekayaan paslon, tes kesehatan, hingga pengambilan nomor urut. Tapi, menurun drastis pada 1-5 Desember sebanyak 1.576 ekspos.

Tingginya atensi media dalam memberitakan dinamika Pilkada Surabaya tak lepas dari 9 isu utama yang melingkupinya. Rinciannya, isu kegiatan kampanye dua paslon yang bertarung sebanyak 28%. Media banyak mengangkat kegiatan paslon Eri-Armuji yang aktif melakukan blusukan dan kampanye door to door. Mata media juga tertuju pada kritik Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto terhadap gaya kampanye paslon Machfud-Mujiaman lantaran menggunakan mobil mewah.

Isu kedua adalah pendaftaran paslon ke KPUD 17%. Terutama saat petinggi PDI-P Surabaya, Risma dan Whisnu Sakti, ikut mengantarkan paslon Eri-Armuji untuk mendaftar. Lalu, isu penerapan dan pelanggaran prokes sebanyak 15%. Sorotan negatif media diberikan kepada kedua paslon yang tidak mematuhi prokes Covid-19 dengan menggelar arak-arakan saat mendaftar.

Kemudian, survei pilkada 11%. Media daring mengekspos hasil survei Pilkada Surabaya. Dari 10 lembaga survei, paslon Eri-Armuji unggul di 7 lembaga survei. Sementara sisanya mengunggulkan paslon Machfud-Mujiaman.

Isu lain yang diangkat media adalah pelanggaran kampanye 7%. Terutama Eri-Armuji yang diduga melibatkan anak di bawah umur. Disusul pembelotan kader PDI Perjuangan 7%, debat paslon 6%, polemik sangketa APK 4%, dan terakhir isu kampanye daring 5% ekpos.

Elite Politik Banyak Dikutip Media

Pantauan media I2, terdapat 19.314 berita dari 943 media daring yang memberitakan Pilkada Surabaya pada periode 1 September 2020 -5 Desember 2020. Mereka adalah Surya sebanyak 688 berita, Berita Jatim 622, Tribun News Jatim 614, Jawa Pos 485, Jatim Now 448, Antara Jatim 432, Ngopi Bareng 404, Sindo News 391, RMOL Jatim 388, Surabaya Pagi 380, Detik 356, Suara Publik News 271, Antara News 265, Lensa Indonesia 260, dan Republika 252 sebanyak berita.

Media juga banyak mengutip pernyataan elite politik lokal dan nasional, gubernur hingga calon kepala daerah. Hal ini turut mendongkrak pemberitaan terkait Pilkada Surabaya. Mereka adalah Eri Cahyadi sebanyak 5.520 statement dikutip media, Machfud Arifin 4.088, Hasto Kritiyanto 2.977, Adi Sutarwijino 2.661, Tri Rismaharini 2.429, Nur Syamsi 1.231, Khofifah Indar Parawansa 1.130, Anas Karno 997, Megawati Soekarnoputri 981, Abdul Malik 943, Mujiaman 840, Puan Maharani 745, Armuji 739, Febriadhitya Prajatara 701, Surokim Abdussalam 681, Achmad Hidayat 661, Lucy Kurniasari 638, Mujiaman Sukirno 618, Aziz Yanuar 593, dan Irvan Widyanto 545 pernyataan media. 

Pilkada Kota Tangerang Selatan

Masih di periode 1 September – 5 Desember 2020, Indonesia Indicator memantau pergerakan ekpos berita Pilkada Tangsel cukup tinggi. Maklum, ada nama-nama besar di balik paslon yang bertarung di Pilkada Tangerang Selatan.

Setiap paslon memiliki patron ke tokoh berpengaruh. Satu orang dari ketiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota memiliki keterkaitan dengan dinasti politik yaitu Siti Nur Azizah, anak Ma’ruf Amin, Saraswati Djojohadikusumo, keponakan Prabowo Subianto, dan Pilar Saga Ichsa, keponakan Ratu Atut Chosiyah.

I2 memantau jumlah ekspos berita pada September mencapai 3.335, didominasi dukungan banyak tokoh terhadap paslon Muhammad–Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Ekpos berita pada September juga berpusat pada latar belakang Saraswati Djojohadikusumo yang juga keponakan Menhan Prabowo Subianto dan juga Siti Nur Azizah yang juga anak Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Memasuki periode Oktober-November, jumlah ekpos berita Pilkada Tangsel menurun ke angka 1.779 dan 1.889. Pada periode tersebut, didominasi isu-isu kampanye dan debat paslon. Dan terus mengalami penurunan pada 1 hingga 5 Desember sebanyak 805 ekspos berita pilkada.

Tingginya ekspos pada Pilkada Tansel tak lepas dari sejumlah isu yang menjadi atensi media online, baik lokal maupun nasional. Mulai dari kegiatan kampanye, netralitas ASN hingga munculnya isu pelecehan seksual berbasis online terhadap Saraswati yang sempat viral. Setidaknya ada 8 isu utama yang menjadi sorotan media di Pilkada Tangsel. Yaitu, kegiatan kampanye 35%, dukungan terhadap paslon 26%, debat pilkada 11%, hasil survei pilkada 2020 10%, pelecehan seksual online terhadap Saraswati 7%, polemik kasus korupsi Edhy Prabowo 5%, isu netralitas ASN, 5% dan isu dinasti politik 1%.

Media Share dan Influencer

I2 mencatat terdapat 7.809 berita dari 117 media daring yang memberitakan Pilkada Tangsel periode tersebut, di antaranya adalah Warta Kota Live 535 berita, Kompas 280, RMOL Banten 294, Kedaipena 219, Tribun News Jakarta 211, Kabar 6 177, Idn Times 141, Detak Banten 137, Suara.com 129, RRI News 127, Sindo News 125, Detik 123, Indo Politika 117, Poskota 117, Tribun News sebanyak 111.

Media tersebut juga banyak mengutip pernyataan tokoh politik lokal dan nasional serta paslon yang bertarung, mereka adalah Rahayu Saraswati sebanyak 4.438 statement, Bambang Dwitoro 2.144, Benyamin Davenie 2.065, Siti Nurazizah 1.427, Muhamad 713, Airin Rachmi Diany 617, Hashim Djojohadikusumo 579, Muhamad Acep 571, Dudung Abdurachman 506, Ajat Sudrajat 459, Adib Miftahul 389.

Kemudian, Hasto Kristiyanto 350, Ade Wahyu Hidayat 341, Pilar Saga Ichsan 292, Winto Sugito 283, Ahmad Mujahid Zein 263, Willy Prakarsa 262, Sufmi Dasco Ahmad 258, Sukarya 243, dan Tsamara Amany sebanyak 242 pernyataan dikutip media.

Ganasnya Korupsi di Tengah Pandemi

Skandal korupsi yang membelit narapidana pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali Joko Soegianto Tjandra atau Djoko Tjandra menyedot perhatian publik selama masa pandemi Covid-19 tahun ini. Ini terjadi setelah Djoko ditangkap Bareskrim Polri pada Juli lalu, pasca-buron selama 11 tahun.

Apalagi belum genap sebulan sejak ditangkap, Djoko menghadapi perkara hukum lain. Dia ditetapkan sebagai tersangka untuk tiga kasus berbeda. Rinciannya, sebagai tersangka dalam kasus surat jalan palsu yang digunakan untuk keluar-masuk Indonesia meski berstatus sebagai buron. Kasus ini ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. 

Lalu, Djoko juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri karena diduga memberi suap kepada mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Napoleon Bonaparte dan Prasetijo. Kasus korupsi ini terkait penghapusan red notice di Interpol atas namanya. 

Terakhir, Kejaksaan Agung menetapkan Djoko sebagai tersangka kasus dugaan pemberian suap kepada jaksa Pinangki Sirna Malasari. Djoko dan Pinangki diduga berkonspirasi untuk mendapatkan fatwa dari Mahkamah Agung (MA). Fatwa tersebut diurus agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi dalam kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali.

Pantauan Indonesia Indicator (I2) dalam kurun waktu 1 Maret-8 Desember 2020, Djoko Tjandra menjadi kasus korupsi yang paling banyak diberitakan oleh media mencapai 24.869 berita. Apabila secara total, terdapat 269.452 berita dari 2.705 portal media online yang mengaver tentang topik korupsi dalam periode yang sama. 

Jika melihat data kasus korupsi selama pagebluk, ada 10 peristiwa yang paling menyita perhatian media, termasuk Djoko Tjandra. Sebanyak 10 kasus itu menguasai 25% dari total pemberitaan di media online.

Rasuah lain yang banyak disantap "nyamuk pers" adalah perkara dua menteri dari Kabinet Indonesia Maju. Yaitu, benih lobster dengan tersangka Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo (18.062 berita) dan kasus pengadaan bantuan sosial Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang melibatkan Menteri Sosial Juliari Batubara (8.249 berita).

Lainnya, suap yang dilakukan oleh Harun Masiku terkait kasus penetapan anggota DPR dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) (6.219 berita), suap pengadaan mesin pesawat Garuda Indonesia (2.666 berita), korupsi dalam kegiatan penjualan dan pemasaran fiktif di PT Dirgantara Indonesia (PTDI) (2.417 berita), korupsi perizinan Kota Cimahi (1.866 berita), korupsi proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) (1.014 berita), kasus suap Bupati Banggai Laut (941 berita), serta kasus korupsi Dana Alokasi Khusus Dumai (528 berita).

Terpusat di Jakarta

I2 juga menangkap pemberitaan tentang korupsi terkonsentrasi di daerah DKI Jakarta. Hal ini terjadi dikarenakan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berada di provinsi yang dipimpin oleh Anies Baswedan itu.

Selain itu, konferensi pers yang dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) juga banyak dilakukan oleh KPK di kantornya, Jakarta. Penyelidikan untuk kasus yang menyita perhatian publik seperti Djoko Tjandra, korupsi benih lobster, dan pengadaan bansos juga cenderung dilakukan di Ibu Kota. 

Sementara itu, Plt. Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri menjadi figur yang paling banyak mendapat sorotan media terkait topik Korupsi (30.623 berita). Media banyak memberitakan Ali Fikri dikaitkan dengan pengungkapan kasus korupsi dan OTT KPK. Dia juga banyak dikutip media hingga 73.314 pernyataan.  

Selain Ali, empat figur internal KPK lainnya juga menguasai wacana media. Yaitu, Ketua KPK Firli Bahuri (52.014 pernyataan), Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango (21.003 pernyataan), Komisioner KPK Nurul Ghufron (18.967 pernyataan), serta penyidik senior KPK Novel Baswedan (14.377 pernyataan).

Riuh Rendah Operasional Bioskop kala Pandemi

Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi kembali di tengah pandemi Covid-19. Sektor jasa hiburan ini sempat berhenti nyaris enam bulan saat kasus positif pertama diumumkan pada awal Maret 2020.

Bioskop menjadi ceruk bisnis paling terdampak pagebluk mengingat adanya kebijakan menjaga jarak (physical distancing) guna meminimalisasi risiko penularan Covid-19. Apalagi, pemerintah menganjurkan masyarakat beraktivitas dari rumah saat awal pandemi.

Mampu meningkatkan imunitas tubuh karena bahagia, khususnya suasana mental fisik penonton, menjadi dasar bago SatuanTugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memperkenankan bioskop kembali beroperasi. Namun, pengelola mesti melakukan prakondisi sebelum menawarkan jasanya kepada publik. 

Meski mendapat “lampu hijau” sejak akhir Agustus, beberapa jaringan bioskop besar di Indonesia baru beroperasi dua bulan kemudian. CGV, misalnya, kembali memutar film sejak 9 Oktober di enam titik di Bandung, Jawa Barat (Jabar), dengan jumlah penonton 50% dari kapasitas.

Pada 21 Oktober, CGV lalu mengoperasikan unit usahanya di Ibu Kota secara bertahap, dari Grand Indonesia, AEON Mall Jakarta Garden City, CGV Green Pramuka Mall, dan CGV Transmart Cempaka Putih. Namun, jumlah penonton maksimal 25% dari total kapasitas.

Demikian pula dengan Cinepolis. Jaringan bioskop asal Meksiko yang mulanya bernama Cinemaxx ini mulai beroperasi di Istana Plaza, Bandung, per 9 Oktober. Selanjutnya di Jakarta meliputi Plaza Semanggi, Pluit Village, Tamini Square, Gajah Mada, dan Cibubur Junction pada 21 Oktober.

Sementara itu, Cinema XXI memulai operasional dengan uji coba di Kota Ternate pada 26 September serta Banjarmasin dan Jayapura per 2 Oktober setelah mengantongi izin dan rekomendasi dari pemerintah setempat. Selanjutnya disusul di beberapa daerah lain, seperti di Bandung, Bekasi, dan terakhir di Jakarta pada 16 November.

Kangen Bioskop

Langkah ini pun memantik beragam respons netizen, sebagaimana pantauan Indonesia Indicator (I2) di Twitter selama Oktober-November 2020. Perbincangan tentang wacana pembukaan bioskop mulai ramai pada awal Oktober, terutama tanggal 8-9. Saat itu, warganet mengomentari rencana pembukaan sembilan bioskop di Bandung. Pembahasan terus berlanjut sepanjang bulan menyusul rencana CGV mengoperasikan jaringannya di Jakarta pada 21 Oktober.

Secara kumulatif, terdapat 3.144 perbincangan netizen tentang pembukaan bioskop sepanjang Oktober. Sedangkan pada November hanya 681 percakapan.

Ada beberapa kata kunci (keyword) populer saat warganet membahas wacana ini. Isi cuitan terbanyak antara "potensi airborne", "ruangan indoor", dan "protokol kesehatan". Lalu disusul"cinema xxi", "pemprov dki jakarta", "berisiko tinggi", jumlah penonton", "news update pkl", "masa psbb", "prokes covid", "zonamerah", dan "protokol kesehatan ketat".

Sebanyak 40% netizen dari total perbincangan menanggapi wacana pembukaan bioskop dengan reaksi anticipation lantaran kangen dan mendambakan kembali menonton bioskop. Kicauan mereka umumnya disertai tagar #Kangenbiskop.

Festival Film Indonesia (FFI) 2020 Bertabur Bintang

Semarak Festival Film Indonesia (FFI) 2020 tetap menggema meski dihelat di tengah pandemi Covid-19. Nama-nama beken insan perfilman nasional mengerucut ke sejumlah figur yang juga menjadi magnet pemberitaan media jelang Malam Anugerah Piala Citra FFI 2020 pada Sabtu, 5 Desember 2020.

Euforia gelaran FFI tahun ini terpantau dalam cek ricek media yang dilakukan Indonesia Indicator (I2) pada periode 3 November hingga 3 Desember 2020. Tercatat ada 250 media online yang memberitakan ajang FFI, baik dari sisi sutradara, aktor, aktris, hingga sejumlah film terbaik nasional. 

Nama-Nama Beken

Sutradara Joko Anwar, menjadi sosok top person atau nama terbeken di media dalam ajang FFI kali ini, sebanyak 146 pemberitaan. Pria yang juga dikenal sebagai produser film dan penulis skenario itu juga menjadi  figur yang paling sering diwawancara media,  sebanyak 319 pernyataan.

Media menyoroti keberhasilan pria 44 tahun itu karena mampu membawa film besutannya, berjudul “Perempuan Tanah Jahanam” memborong 17 nominasi di ajang FFI 2020. Jumlah terbanyak yang pernah diraih oleh sebuah film sepanjang sejarah FFI. Bahkan, film tersebut juga bersaing mewakili Indonesia meraih nominasi di kategori film internasional terbaik di ajang Academy Awards 2021 atau Oscar ke–93 mendatang.

Deretan prestasi itulah yang membuat film “Perempuan Tanah Jahanam” juga menyita atensi media. Film hantu thriller Indonesia yang dirilis pada 17 Oktober 2019 tersebut diekspos media sebanyak 2.226 pemberitaan. Film ini unggul ketimbang nominasi lainnya, seperti “Imperfect: Karir, Cinta dan Timbangan” yang diekspos 1.738 berita, “Humba Dreams” 307 berita, “The Science of Fictions” 282, “Susi Susanti: Love All” 245, dan “Mudik” sebanyak 192 berita.

Tak hanya menjadi sorotan media, film "Perempuan Tanah Jahanam" juga sukses membawa pulang Piala Citra di FFI dalam kategori Film Cerita Panjang Terbaik. 

Sementara, figur lain yang banyak disebut media adalah Susi Susanti, sebanyak 86 berita. Nama Susi dikaitkan dengan antusiasme publik terhadap film biopiknya, yang berjudul “Susi Susanti: Love All”. Film ini juga masuk nominasi film terbaik FFI 2020. 

Sementara sutradara dan komika muda Ernest Prakasa menempati posisi ketiga sebanyak 74 berita. Kemudian disusul Garin Nugroho 72 berita, Dian Sastrowardoyo 64 berita, Yandy Laurens 58 berita, Nia Dinata 49 berita, Christine Hakim 45 berita, Taufiq Furqan 44 berita, dan Reza Rahadian 41 berita.

I2 juga mencatat, Ernest cukup rajin memberikan pernyataan ke media, sebanyak 237 pernyataan, terutama soal tips cara mempromosikan film secara offline maupun melalui media sosial. Hal itu diungkapkan Ernest saat mengisi kegiatan Cerita Sinema Workshop persembahan Samsung Galaxy Movie Studio 2020 (GMS 2020) dalam kolaborasinya bersama Festival Film Indonesia (FFI).

Influencer lain yang banyak dikutip pers adalah aktris cantik Tissa Biani sebanyak 132 pernyataan, sutradara Garin Nugroho 88 pernyataan, aktris dan model Laura Basuki 83 pernyataan, penyanyi dan aktris Sherina Munaf 68 pernyataan, sutradara muda Mouly Surya 59 pernyataan, Taufiq Furqan 53 pernyataan, dan Lukman Sardi 46 pernyataan. Selain influencer dari kalangan artis, nama dari pihak pemerintah pun juga muncul, yaitu Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ahmad Mahendra sebanyak 52 pernyataan.

Kompas Paling Aktif

Pada periode sebulan terakhir ini, I2 menemukan ada 250 media online yang memberitakan FFI 2020, di antaranya Kompas, yang tercatat paling sering memberitakan FFI 2020, sebanyak 27 berita. Disusul Detik Hot 17 berita, Tribun News Medan, IDN Times, dan Antara masing-masing 14 berita. Kemudian Tempo.co, Sindo News, Republika masing-masing 12 berita,  lalu Media Indonesia 11 berita, dan Tribun News sebanyak 10 berita. 

Di nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik dan Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2020, nama Tara Basro dan Reza Rahardian menjadi incaran media. Keduanya diberitakan media masing-masing sebanyak 3.500 berita dan 5.600 berita.

Hari Guru di Tengah Pandemi

Guru menjadi sosok penting dalam perkembangan bangsa maupun sumber daya manusia. Sebagai pengajar sekaligus sebagai pendidik, profesi yang disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa itu memberikan pengetahuan dan mendisiplinkan murid. 

Tak hanya mentransferkan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya, tugas guru juga membagi pengalaman-pengalamannya yang berharga, maupun penanaman nilai budaya, moral, dan agama. Selain itu juga berperan sebagai motivator.

Dengan sederet tugas guru tersebut, tak heran jika media daring ramai memberitakan terkait peringatan Hari Guru Nasional ke-75 dengan total 596 pemberitaan dari 294 portal media online. Berdasarkan data Indonesia Indicator (I2) pada periode 16-24 November 2020, puncak ekspos berita persiapan Hari Guru Nasional terjadi di tanggal 17 November (127 berita) dan 23 November 2020 (141 berita). 

Tingginya ekspos pada tanggal 23 November disebabkan oleh banyaknya Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah yang mulai mempersiapkan peringatan hari Guru Nasional. Selain itu Menteri Pendidikan Nadiem Makarim juga turut membagikan pedoman peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2020 di tengah masa pandemi Covid–19. Melalui rilisnya, Kemendikbud menyebut pemerintah memperkenankan Instansi Pusat, Daerah, Satuan pendidikan, serta kantor Perwakilan Republik Indonesia untuk menyelenggarakan Upacara Bendera. Namun, bagi instansi dan satuan pendidikan di daerah yang berada dalam wilayah zona merah dan oranye, diimbau untuk mengikuti Upacara Bendera melalui siaran langsung di kanal YouTube Kemendikbud. Hal itu sekaligus mengangkat nama pendiri platform layanan Go-Jek itu menjadi kata kunci terpopuler di media online dan sosok yang paling banyak dimintai keterangan oleh media atau top influncer (103 pernyataan). 

Selain Nadiem, nama lain yang masuk influencer adalah Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jabar, Dedi Supandi (345 pernyataan). Dedi banyak dimintai keterangannya oleh media seputar program 10 ribu unit rumah subsidi bagi guru non-PNS. Program rumah subsidi tersebut rencananya akan dimulai bertepatan dengan Hari Guru Nasional pada 25 November 2020.

“Di mana Bakti Padamu Guru ini menghadirkan nanti perumahan–perumahan yang bersubsidi bagi teman–teman non–PNS, bisa juga penjaga sekolah, dan juga bisa guru sekolah SMP, SD,“ kata Dedi Supandi, 16 November 2020.

Figur-figur lain adalah Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi (160 pernyataan), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (139 pernyataan), Direktur GTK Madrasah Kementerian Agama M. Zain (132 pernyataan), Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani (124 pernyataan), dan Gubernur Bali Wayan Koster (83 pernyataan). 

Sementara itu, berdasarkan sebaran ekspos berita di media online, daerah DKI Jakarta terpantau menjadi daerah yang paling banyak memberitakan Hari Guru di media online. Secara umum pemberitaan mengenai peringatan Hari Guru tersebar di seluruh wilayah provinsi Indonesia.

Loading...
Loading...