AKB vs New Normal, Mana yang Lebih Populer?

Pemerintah resmi mengubah istilah “new normal” menjadi "adaptasi kebiasaan baru" (AKB) pada 10 Juni 2020, karena dianggap memiliki diksi yang kurang tepat. 

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden ( KSP ) Brian Sriphastuti, seperti dikutip Kompas.com mengatakan istilah new normal sulit dipahami masyarakat karena menggunakan bahasa asing. New normal seharusnya dimaknai sebagai adaptasi perilaku dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun. Namun, masyarakat hanya fokus pada situasi "normal", sementara saat ini COVID-19 masih belum sepenuhnya hilang di lingkungan sekitar. Sedangkan AKB menekankan masyarakat kembali berkegiatan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Penggunaan istilah new normal sempat viral dan menjadi perdebatan di media sosial. Bagaimana dengan AKB?

Indonesia Indicator (I2) menangkap terdapat total sebanyak 33.971 kicauan netizen Twitter membahas tentang penerapan AKB pada periode 10 Juni hingga 10 Agustus 2020. Dari jumlah itu, sentimen positif cukup mendominasi sebesar 61%, jauh mengungguli sentimen netral 25% dan sentimen negatif sebanyak 14%. Sentimen positif warganet berisi ajakan untuk menerapkan AKB, sebagaimana tercermin dalam cuitan pemilik akun Twitter @donyahmadmunir.

"Pemerintah sudah dan terus melakukan sosialisasi dan edukasi dalam penerapan AKB," tulis @donyahmadmunir pada 8 Agustus 2020.

Dipopulerkan Kang Emil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil menjadi salah satu sosok yang turut memopulerkan AKB untuk menggantikan istilah lama new normal atau normal baru. Misal, cuitannya soal penggunaan istilah AKB yang diinisiasi Jabar sebagai narasi pengganti new normal

“Diinisiasi Jawa Barat, hari ini Pemerintah Pusat menggunakan istilah adaptasi kebiasaan baru (akb) sebagai narasi pengganti new normal. Hasil kajian, kata normal apapun imbuhannya masih dipahami sebagai kembali ke situasi sebelum covid. Mari beradaptasi dgn hati-hati dan bertahap," tulis @ridwankamil pada 10 Juni 2020.

Cuitan orang nomor satu di Jabar ini kemudian banyak dicuplik media sekaligus menjadikannya sebagai figur yang paling banyak dikutip media pada periode yang sama (9.810 pernyataan). 

Lulusan University of California, Berkeley itu juga menjadi media darling dan diberitakan sebanyak 2.133 berita. Pemberitaan Kang Emil di media online dikaitkan perannya dalam memastikan penerapan AKB di wilayahnya. 

Raihan Kang Emil sebagai figur tervokal jauh mengungguli Presiden Joko Widodo yang pernyataannya hanya dikutip sebanyak 5.156 kali. Hasil pemantauan data I2, Jokowi diberitakan sebanyak 2.319 berita, utamanya terkait isu penanganan COVID-19, penerapan protokol kesehatan, hingga program pemulihan ekonomi nasional. 

Nama-nama lain yang pernyataannya banyak dikutip media adalah eks Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (4.241 pernyataan), disusul Reisa Broto Asmoro (3.895 pernyataan), Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution (2.816 pernyataan), Menhub Budi Karya Sumadi (1.767 pernyataan), Wali Kota Bandung Oded M Danial (1.528 pernyataan), Jubir Kementerian Perhubungan Adita Irawati (1.353 pernyataan), Sekda Prov Jabar Setiawan Wangsaatmaja (1.352 pernyataan), dan Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum sebanyak (1.346 pernyataan).

New Normal Lebih Banyak Digunakan

Di media mainstream, istilah new normal ternyata masih kerap digunakan sepanjang periode dua bulan terakhir. Catatan ini dihimpun dari 1.779 portal media online yang memberitakan mengenai AKB.

Pada periode tersebut, perusahaan intelijen media I2 mendapati pemberitaan yang menggunakan istilah new normal jauh mengungguli istilah AKB. New normal diberitakan media online sebanyak 115.967, sedangkan AKB hanya diberitakan sebanyak 35.645.

Meski demikian, pemberitaan AKB tersebar di hampir seluruh media daring di Indonesia. Dalam dua bulan terakhir, Republika tercatat paling aktif memberitakan penerapan AKB sebanyak 879 berita. Kemudian, kantor berita Indonesia, Antara memberitakan sebanyak 543 berita.

Media-media milik jaringan Grup Kompas Gramedia juga terpantau ramai memberitakan, misalnya Kompas (433 berita) dan Tribun News (380 berita). Sementara media lainnya adalah Sindo News (479 berita), Liputan 6 (411 berita), Detik (408 berita), Tribun News (380 berita), Binis Indonesia (363 berita), Pikiran Rakyat (356 berita), dan Kumparan (314 berita).

Sebaran berita AKB yang diangkat media online tersebut merata di berbagai wilayah Indonesia. Meski secara sebaran luas, terkonsentrasi di lima daerah atau provinsi yaitu Pulau Jawa, meliputi DKI Jakarta sebanyak 5.520 berita, Jabar 3.906, Jatim 1.005, Jateng 768, dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 711 berita.


Riuh Kicauan Netizen Soal Kontroversi Anji dan Jerinx

Topik terkait COVID-19 menjadi perhatian besar di tahun ini, pandemi ini pun melahirkan berbagai kontoversi. Kali ini, dua sosok musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dan I Gede Ari Astina atau Jerinx SID bikin heboh dengan pernyataan mereka tentang COVID-19. 

Anji sempat ramai setelah melakukan wawancara dengan seseorang yang mengaku peneliti mikrobiologi, Hadi Pranoto di kanal Youtube-nya Dunia Manji. Di sana, Hadi mengklaim telah menemukan obat “penyembuh dan pencegah” COVID-19. Obatnya diklaim telah mengobati 250.000 pasien COVID-19--padahal jumlah pasien terkonfirmasi positif di Indonesia saat ini masih di bawah itu. Belakangan video itu diturunkan oleh Youtube karena melanggar ketentuan komunitas.

Mantan vokalis grup band Drive itu juga sempat mencuit bahwa “COVID-19 tidak semengerikan apa yang diberitakan media".

Sebelas duabelas dengan Anji, Jerinx, penggebuk drum Superman Is Dead (SID) sering mencuitkan terkait konspirasi COVID-19. Dua pesohor yang sama-sama orang musik itu terpaksa berurusan dengan hukum karena dilaporkan ke polisi atas dugaan menyiarkan berita bohong melalui media digital.

Topik kontroversi Anji dan Jerink menyedot perhatian publik di media sosial. Berdasarkan data Indonesia Indicator (I2) sepanjang periode 27 Juni hingga 26 Juli 2020, kontroversi Anji dan Jerinx diperbincangkan sebesar 37.016 kicauan. 

Dari pemantauan I2, sebagian besar percakapan bersentimen negatif mencapai 47%. Sedangkan sentimen netral dan positif masing-masing 28% dan 25%. 

Generasi Z, usia 18 hingga 25 tahun menjadi yang paling gaduh mencuitkan topik ini (47%) yang diikuti oleh kelompok usia di bawah 18 tahun (41%). Sementara, warganet Twitter berjenis kelamin laki-laki lebih banyak berkicau (60%), dibandingkan dengan perempuan (40%).

Panasnya Resesi Ekonomi: 22.261 Cuitan Netizen di Twitter

Pada siang yang terik hari Selasa (4/8), warga Twitter gaduh. Tepatnya tagar #MenujuJurangResesi bergema di linimasa dan nangkring menjadi trending topic Indonesia. 

Beberapa netizen mencuitkan kekhawatirannya kalau Indonesia berada di ambang resesi menjelang pengumuman angka pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (5/8). Sementara lainnya mencuitkan terkait sejumlah negara dari benua Eropa, Amerika, hingga ASEAN yang telah terjebak dalam resesi.

Dilansir dari CNBCIndonesia.com, beberapa negara yang telah mengonfirmasi resesi adalah Filipina, Uni Eropa, Amerika Serikat, Hong Kong, Korea Selatan, dan Singapura. 

Resesi sendiri diartikan sebagai menurunnya aktivitas ekonomi dengan ditandai minusnya produk domestik bruto (PDB) selama dua kuartal berturut-turut atau lebih. Indonesia, baru mencatatkan kontraksi ekonomi pada kuartal II-2020 sebesar 5,32%. Sementara pada kuartal I-2020 sebelumnya, ekonomi Indonesia masih positif 2,97%.

Penelusuran Big Data Indonesia Indicator (I2) mengungkap perbincangan terkait resesi ekonomi di Indonesia mencapai 22.261 cuitan dalam satu pekan terakhir sepanjang kurun waktu 1-7 Agustus 2020. Selain #MenujuJurangResesi yang dicuitkan sebanyak 540 cuitan, tagar lain yang turut populer disertakan dalam setiap cuitan netizen ketika membicarakan mengenai resesi ekonomi di Indonesia adalah #CekalCovidSaveNKRI (229 cuitan), #ResesiMeroket (220 cuitan), #Resesi (63 cuitan), dan #MinLimaKomaTigaDuaPersen (62 cuitan).

Secara sebaran demografi, mayoritas pengguna platform "Burung Biru" yang mencuitkan resesi ekonomi di Indonesia adalah pria (68%), sedangkan wanita (32%). Dari segi rentang umur, kelompok generasi Z (18-25 tahun) dan generasi milenial (26–35 tahun) menjadi kelompok umur yang paling perhatian dengan isu resesi ekonomi, masing-masing mencapai 38%. Lainnya, kelompok usia di atas 35 tahun (19%) dan di bawah 18 tahun (5%).

Perbincangan mengenai resesi ekonomi dominan oleh akun organik (human) sebanyak 93% dibandingkan akun robot yang hanya memiliki porsi 7% dari total percakapan.

Sri Mulyani, Rujukan Media Online

Jumlah berita resesi ekonomi juga cukup besar. I2 menangkap terdapat 2.033 berita media online dan 335 portal media online membahas resesi ekonomi di Indonesia pada periode yang sama. 

Hampir semua media daring memberitakan resesi ekonomi di Indonesia dan didominasi oleh media-media berbasis ekonomi dan bisnis, seperti CNBC Indonesia (157 berita) dan Bisnis Indonesia (55 berita). Kelompok media MNC Group juga memberitakan, melalui Sindo News (51 berita) dan Okezone (51 berita). 

Demikian juga dengan media milik Kelompok Kompas Gramedia Group (KKG) yang juga mengulas terkait resesi, contohnya Kontan (43 berita) dan Kompas (35 berita).  

Sebanyak 1.289 berita membahas isu kontraksi pertumbuhan ekonomi. Media mainstream paling banyak memberitakan rilis BPS yang mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,32%. Pertumbuhan ekonomi yang negatif ini merupakan pertama kalinya sejak periode 1998 atau ketika Indonesia mengalami krisis finansial Asia.

Media online juga memberitakan realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN (258 berita), fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (168 berita), program Bantuan Langsung Tunai (BLT) pekerja (127 berita), dan fluktuasi nilai tukar rupiah (116 berita).

I2 juga menelusuri tokoh-tokoh yang menjadi rujukan media sepanjang pekan pertama Agustus 2020. Nama Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi narasumber utama media dalam pembahasan situasi resesi yang akan dihadapi Indonesia. (647 pernyataan). 

Dalam pernyataannya, Menkeu membantah bahwa Indonesia mengalami resesi. 

"Sebetulnya kalau dilihat dari tahun ke tahun belum resesi karena baru pertama kali mengalami kontraksi. Jadi dalam hal ini, kuartal II-2020 baru pertama kali kontraksi. Ini menjadi pemicu agar pada kuartal III dan IV tidak negatif dan terhindar dari zona negatif," ujar Sri Mulyani pada 5 Agustus 2020. 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga menjadi figur yang paling banyak diberitakan di media online atau top person (297 berita). Sri Mulyani diberitakan dalam berita tentang kontraksi pertumbuhan ekonomi, program BLT Pekerja, dan realisasi program PEN.

Nama lain yang juga menjadi top influencer adalah Direktur Riset CORE Piter Abdullah (412 pernyataan), Menko Perekonomian Airlangga Hartanto (355 pernyataan), Peneliti Indef Bhima Yudhistira (269 pernyataan), Presiden Joko Widodo (264 pernyataan), Kepala BPS Suhariyanto (233 pernyataan), dan Tim Komite PEN Raden Pardede (213 pernyataan).

Kemudian, Pengusaha Sandiaga Uno (210 pernyataan), Peneliti Indef Didik J Rachbini (202 pernyataan), serta Direktur Indef tauhid Ahmad (201 pernyataan).

 

 

 

 

Gowes dan Upaya Tetap Sehat di Tengah Pandemi

"Mengayuh sepeda di akhir pekan, di area seputar Istana Bogor, lumayan membuat tubuh berkeringat. Dengan berolahraga, badan lebih sehat, imunitas tubuh pun menjadi lebih baik. Selamat berakhir pekan," demikian cuitan Presiden Joko Widodo, Sabtu (25/7) pekan lalu.

Cuitan itu sontak diserbu warganet Twitter. Hingga kini, tweet tersebut telah mendapatkan 6.600 likes, 540 retweet, dan 352 komentar. 

Gowes menjadi salah satu cara Presiden Jokowi untuk tetap bisa berolahraga di tengah pandemi Covid-19. Tak hanya Jokowi, bersepeda juga menjadi salah satu jenis olahraga pilihan favorit warga.

Pandemi Covid-19 menunjukkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Sepeda kembali terasa manfaatnya saat pandemi melanda dunia seperti sekarang ini. Selain menjaga kebugaran tubuh, bersepeda juga menjaga kualitas udara. 

Analisa Big Data Indonesia Indicator (I2) tertuju pada tren bersepeda di tengah masyarakat. Periode pemantauan satu bulan terakhir pada kurun waktu 27 Juni hingga 26 Juli 2020, terdapat 51.826 cuitan warganet yang membicarakan mengenai sepeda.

Warganet platform "Burung Biru" terekam banyak mencuitkan terkait aktivitas saat bersepeda (12.832 cuitan). Netizen kerap mengunggah gambar atau video ketika sedang bersepeda. Tidak sedikit juga netizen yang mengunggah catatan jarak tempuh hingga kecepatan mereka dalam bersepeda. 

Besarnya minat netizen untuk bersepeda juga diiringi oleh besarnya perbincangan mengenai jual-beli sepeda di Twitter (5.187 cuita).  Selain itu, tren harga sepeda mahal turut dicuitkan netizen (2.615 cuitan). Mahalnya harga beberapa jenis sepeda membuat sebagian netizen terkejut. Salah satunya adalah sepeda lipat merek Brompton yang mematok harga hingga puluhan juta rupiah.

Isu lain yang juga menjadi perbincangan warga Twitter adalah soal ketertiban bersepeda atau anjuran tertib bersepeda (1.095 cuitan). 

Sementara itu, wacana pemungutan pajak sepeda menjadi perbincangan utama netizen (18.267 cuitan). Wacana ini mengerucut pada pro dan kontra antara yang mendukung pemungutan pajak, dengan yang tidak setuju adanya pemungutan pajak bagi sepeda. 

Isu tersebut ramai setelah salah satu media nasional mengunggah berita berjudul "Pajak Sepeda Bakal Dipungut, Kemenhub Buka Wacana Pesepeda Bayar Pajak," pada Senin (29/6). Informasi itu kemudian dibantah oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

DKI Jakarta Paling Cerewet 

Berdasarkan penelusuran I2, obrolan mengenai sepeda didominasi oleh pria dengan persentase 66%, sedangkan oleh perempuan sebesar 34%. Sementara, dari segi rentang umur, perbincangan mengenai sepeda banyak diminati oleh kelompok umur 18-25 tahun dan 26-35 tahun.

Perbincangan mengenai sepeda tersebar di Indonesia meski masih terpusat di Pulau Jawa, dengan konsentrasi cuitan terbesar berasal dari DKI Jakarta (2.389 akun). Kemudian diikuti oleh Jawa Barat (579 akun), Jawa Timur (426 akun), dan Jawa Tengah (345 akun).

Daerah lain yang juga ramai mencuitkan tren bersepeda adalah Kalimantan Timur (121 akun), Bali (114 akun), Kalimantan Selatan (113 akun), Sulawesi Selatan (82 akun), Kepulauan Riau (79 akun), serta Sumatera Utara (73 akun).

 

 

 

Loading...
Loading...