Dunia Medis di Tengah Corona

Kabar duka menyelimuti dunia medis. Ratusan dokter wafat akibat Covid-19 yang menjangkiti Indonesia. 

Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Adib Khumaidi, dikutip CNN Indonesia, Selasa (3/11), mengungkapkan, catatan selama 8 bulan pandemi covid-19 di Indonesia, sudah 161 tenaga medis dokter yang wafat. Para tenaga medis yang berpulang itu terdiri dari dokter umum sebanyak 152 orang, dan dokter gigi sebanyak 9 orang. Sementara provinsi Jawa Timur menjadi daerah yang menyumbang angka kematian dokter terbanyak yaitu 33 dokter.

Peristiwa gugurnya para dokter dan tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 menjadi isu terbesar dalam pemberitaan media terkait Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Indonesia Indicator (I2) mencatat, isu itu diberitakan sebanyak 6.098 berita dalam kurun waktu 1 Maret–27 Oktober 2020.

Secara garis besar, pemberitaan mengenai IDI pada periode yang sama sebanyak 30.570 berita dari 1.760 portal media online. 

Selain soal meninggalnya dokter, isu penerapan juga edukasi protokol kesehatan dan ketersediaan alat pelindung diri (APD) juga menjadi isu utama terkait IDI, masing-masing diberitakan sebanyak 6.777 berita dan 2.844 berita. 

Salah satu yang diulas media adalah permintaan PB IDI kepada pemerintah agar menyiapkan APD bagi tenaga kesehatan supaya pelayanan terhadap pasien COVID–19 bisa berjalan maksimal. 

Isu ketersediaan APD juga sempat menjadi sorotan pers pada awal penyebaran COVID-19 di Indonesia. Saat itu, kabar ini mengemuka karena stok APD kian menipis dan habis di berbagai rumah sakit di Indonesia.

Figur Internal PB IDI Favorit Media

Berdasarkan penelusuran I2, empat figur internal PB IDI menjadi rujukan utama media seputar isu-isu IDI selama pandemi ini. Nama Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih merupakan favorit media dengan jumlah pemberitaan mencapai 7.577 berita.  

Daeng aktif berkomentar seputar wafatnya para tenaga kesehatan, penerapan protokol kesehatan, hingga program vaksinasi COVID-19.

Selain Daeng, tiga pengurus IDI lainnya juga menjadi top person. Yakni, Ketua Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi (7.370 berita), Humas PB IDI Halik Malik (3.197 berita), dan Ketua Satgas Covid IDI Zubairi Djoerban (3.286 berita).  

Sementara itu, portal media online Republika terpantau paling aktif memberitakan IDI dengan 769 berita. Disusul oleh media yang tergabung dalam Kompas Gramedia Group (KKG), yakni Tribun News dan Kompas.com masing-masing 746 berita dan 565 berita. 

Media lain yang cukup aktif adalah Detik.com (455 berita), Kumparan (426 berita), Suara.com (422 berita), Liputan 6 (415 berita), Antara (413 berita), Tempo.co (379 berita), dan CNN Indonesia (343 berita).


Riuh Netizen di Debat Pamungkas Trump vs Biden

Dua capres Amerika Serikat, Donald Trump dan Joe Biden, telah menuntaskan debat pamungkas pada Kamis (22/10) malam waktu lokal atau Jumat (23/10) pagi waktu Indonesia. Debat terakhir jelang pemilihan presiden (Pilpres) AS pada November ini cukup menyita perhatian netizen AS dan internasional. Tema debat terakhir mengenai penanganan Covid-19, keamanan nasional, pemilu, China, kemiskinan, bantuan negara, imigrasi, ras dan perubahan iklim.

Riset media sosial Indonesia Indicator (I2) periode 20 - 26 Oktober 2020 mencatat ada 2.322.003 cuitan di Twitter tentang debat terakhir dan dinamika Pilpres AS 2020. Jumlah itu merepresentasikan tingginya atensi netizen internasional terhadap jalannya debat capres terakhir. Bahkan, jumlah cuitan ini meningkat dua kali lipat dibanding rangkaian debat pertama periode 27 September hingga 3 Oktober 2020, yang hanya 1.073.938 cuitan netizen.

Isu debat terakhir, berdasarkan pantauan I2 dalam pergerakan ekspose di Twitter, mulai banyak dibahas sejak dua hari sebelum pelaksanaan, yakni 20 Oktober, sebanyak 414.780 cuitan. Jumlah ini sempat menurun di angka 200 ribuan cuitan pada 21 hingga 22 Oktober. 

Puncak perbincangan netizen terkait debat terakhir Pilpres AS terjadi di tanggal 23 Oktober 2020, atau hari pelaksanaan debat (waktu Indonesia), sebanyak 1.119.990 cuitan. Kemudian, intensitas cuitan kembali menurun ke angka 338.897 pada 24 Oktober,  124.743 cuitan pada 25 Oktober, dan terus menurun menjadi 58.381 cuitan pada 26 Oktober.

Emosi Netizen di Jagat Twitter

Panasnya debat Capres AS tersebut memicu beragam ekspresi dan emosi di Twitter, baik dari pendukung Trump maupun Biden. I2 mencatat emosi disgust atau jengah paling banyak diekspresikan oleh netizen, sebanyak 162.987 cuitan. Masing-masing pendukung Capres AS sama-sama meluapkan emosi berupa sindiran dan cacian via Twitter kepada capres lawan.

John Clesse, pendukung Biden, menyebut capres jagoannya itu lebih unggul dari Trump dari sisi artikulasi maupun penguasaan materi.

I watched both 90 minute debates dan Biden was far more articulate and informative than Ramblin’ Donald...After all, most of them (Trump suppoters) are college educater,” cuit pemilik akun Twitter @JonhClesse.

Sementara pendukung Trump menganggap Biden kalah telak dalam debat, dan lemah dari sisi kebijakan luar negeri.

Biden has been wrong on every foreign policy issue for half a century,” cuit @EddieZipperer

Ada pula emosi anticipation (antisipasi/berharap) sebanyak 70.080 cuitan, berisi harapan-harapan netizen agar persoalan yang mendera AS dapat diselesaikan, seperti penanganan Covid-19, penyelesaian masalah rasial, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga di AS.

Jalannya debat Capres AS juga tak luput dari ekpresi marah (anger) netizen, sebanyak 53.639 cuitan. Disusul reaksi terkejut (surprise) atas pernyataan masing-masing capres, yang direspons keterkejutan dalam 43.123 cuitan. Selain itu, juga terdapat emosi percaya (trust) sebanyak 34.884, ekspresi gembira (joy) sebanyak 29.080 cuitan, khawatir (fear) 24.376 cuitan, dan sedih (sadness) sebanyak 4.165 cuitan.

Capres dan Kata Kunci Terpopuler

Dari total 2.322.003 cuitan netizen terkait debat Pilpres AS, pasangan capres Partai Republik, Donald Trump–Mike Pence, tercatat paling populer atau yang paling banyak di-mention netizen, sebanyak 1.370.905 cuitan atau 53%. Trump, sebagai petahana dan figur kontroversial, menjadi daya tarik bagi netizen untuk diperbincangkan.

Sementara capres yang diusung Partai Demokrat, Joe Biden–Kamala Harris, disebut atau di-mention sedikit lebih rendah dari pasangan Trump-Pence, yakni sebesar 1.195.707 cuitan atau 47%. 

Selain capres AS terpopuler dalam percakapan Twitter, Indonesia Indicator juga mencatat sejumlah kata kunci populer yang digunakan netizen terkait debat Pilpres AS, di antaranya adalah “immigration policies”, “oil industry”, dan “Hunter Biden”. 

Kata kunci tersebut merepresentasikan isu yang hangat diperbincangan netizen AS. Misalnya, “immigration policies” dikaitkan dengan kritik Joe Biden terhadap kebijakan imigrasi pemerintahan Trump yang memisahkan antara anak imigran dengan orang tuanya di tempat penampungan imigran. Kebijakan Trump ini dianggap tidak bermoral karena memisahkan anak imigran dengan orang tuanya di tempat penampungan.

Sementara “Hunter Biden” merujuk pada putra dari Joe Biden yang menjadi bahan kritikan Donald Trump. Hunter diduga korupsi terkait aliran dana mencurigakan yang diterimanya dari perusahaan gas Ukraina. Adapun keyword “oil industry” dikaitkan dengan pernyataan Joe Biden yang ingin melakukan transisi energi, dari berbasis minyak ke energi terbarukan.

Ada pula kata kunci populer lainnya terkait jalannya debat dan kebijakan luar negeri masing-masing capres, seperti "uninterrupted time", "presidential debate commision", "new rule final debate","imigration policies", "foreign policy" dan seterusnya.

Percakapan di Linimasa; Warganet Memaknai Sumpah Pemuda

Pemuda merupakan motor perubahan bangsa yang tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa. Kiprah pemuda paling erat dikaitkan dengan momentum Sumpah Pemuda pada Minggu, 28 Oktober 1928 di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat.

Saat itu, pemuda dari berbagai pelosok Nusantara besama-sama mengaku bertanah air, berbangsa, dan berbahasa Indonesia. Sejarah kemudian mencatat momen tersebut sebagai bentuk cinta tanah air, kekeluargaan, persatuan dan kesatuan, kerukunan, kerja sama, cinta damai, serta tanggung jawab pemuda terhadap bangsa dan negaranya.

Di kemudian hari, tepatnya pada 1959, 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda melalui Keppres No.316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati peristiwa Sumpah Pemuda.

Lantas seperti apa tanggapan warganet terhadap momen bersejarah ini?

Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2), tercatat ada 27.700 cuitan netizen Twitter terkait peringatan Hari Sumpah Pemuda di 28 Oktober 2020.

Tagar #Sumpahpemuda menjadi yang paling banyak dicuitkan ketika memperbincangkan Hari Sumpah Pemuda di tahun ini, sebanyak 2.358 cuitan.

Tagar #BersatuIndonesiaMaju juga turut muncul dalam percakapan warganet di Hari Sumpah Pemuda. Konten percakapan warganet dalam dua tagar ini tak lain berisi ajakan pemersatu, atau saling gotong royong, khususnya di tengah pandemi Covid-19. 

Salah satunya dicuitkan oleh akun resmi Presiden Joko Widodo, yang mengajak pemuda Indonesia memanfaatkan momentum Hari Sumpah Pemuda untuk bersatu melewati masa-masa sulit pandemi ini. Presiden juga mengajak pemuda Indonesia untuk bangkit dan menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

Sementara tagar #BersatuDanBangkit muncul dan dipopulerkan oleh akun Twitter Gubernur DKI Jakarta @Aniesbaswedan, yang juga mengajak masyarakat menjaga soliditas, persatuan, dan gotong royong demi melewati pandemi Covid-19.

Sentimen positif paling dominan ditemukan di linimasa Twitter dalam momentum peringatan ini. Selain narasi berisi seruan menjaga persatuan dan gotong royong di masa pandemi, juga muncul ajakan untuk menjaga semangat dan tekad para pemuda dalam berbagai lini pembangunan Indonesia.

Menariknya kutipan (quotes) dari Presiden Pertama RI Soekarno tentang pemuda yakni “Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” banyak dicuitkan warganet dengan optimisme.

Adapun sentimen negatif muncul dalam kritikan warganet terhadap kebijakan pemerintah yakni Omnibus Law dan tidak adanya kenaikan dalam Upah Minimum 2021. Kedua isu tersebut muncul dalam narasi tagar #PemudaBangkitLawanRezim. Misalkan saja seperti yang dicuitkan penulis dan pemusik Fiersa Besari. Fiersa dalam cuitannya mengatakan, "satu Indonesia, milik bersama, bukan cuma milik tuan dan nyonya yang konon katanya mewakili rakyat, tapi entah rakyat yang mana. Selamat Hari Sumpah Pemuda, kawan-kawan."

Hingga 31 Oktober, cuitan Fiersa Besari itu disukai oleh 44,8 ribu warganet, diretweet oleh 10,6 ribu warganet, serta mendapatkan 259 tanggapan dari warganet.

Sejumlah Artis Siap Bertarung di Pilkada, Siapa Paling Populer?

Masih ingat Sahrul Gunawan? Pemeran Jun dalam sinetron Jin dan Jun pada 19 tahun lalu itu menjadi salah satu artis yang menjajal peruntungan di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Sahrul mendaftar sebagai calon Wakil Bupati Bandung mendampingi Dadang Supriatna. Keduanya didukung empat partai politik (parpol), yakni Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Nasdem.

Berdasarkan pemantauan Indonesia Indicator (I2) pada 1 September-20 Oktober 2020, Sahrul dan Dadang menjadi pasangan terpopuler di media sosial dibandingkan pesohor lainnya, dengan total 1.043 unggahan.

Ekspos pasangan ini juga tinggi di media online, dengan 501 berita, atau hanya sedikit lebih kecil dibandingkan pasangan Kaderismanto-Iyeth Bustami yang menempati urutan pertama dari segi ekspos media online (519 berita).

Iyeth mendampingi Kaderismanto maju di Pilkada Bengkalis. Mereka didukung dua parpol, yakni PDI Perjuangan dan PKB. Meski banyak diberitakan media online, pasangan ini minim dibicarakan di media sosial (257 unggahan).

Selebritas lain yang tenar di media sosial adalah Adly Fairuz (calon Wakil Bupati Karawang) dengan 657 unggahan. Meski demikian, bintang sinetron Cinta Fitri dan Jodoh Wasiat Bapak itu tak banyak dikaver media atau hanya sebanyak 381 berita.

Sejumlah artis lain juga berlaga di Pilkada 2020, yakni Lucky Hakim sebagai calon Wakil Bupati Indramayu yang maju bersama Nina Agustina Bachtiar. Lucky cukup ngetop di media sosial dan media online, masing-masing tercatat 355 unggahan dan 455 berita.

Lalu ada David Chalik (calon Wakil Wali Kota Bukittinggi) yang mendampingi Irwandi. Paslon ini ditulis dalam 153 unggahan di media sosial dan 130 berita di media online.

Kemudian Firman Mutakin yang bertarung sebagai calon Wakil Wali Kota Cilegon mendampingi Ali Mujahidin. Satu-satunya pasangan artis yang maju lewat jalur independen ini ditulis dalam 258 berita dan 124 unggahan di media sosial.

Sementara anak penyanyi dangdut senior A. Rafiq, Fadia A. Rafiq, yang maju di Pilkada Pekalongan, menjadi yang paling minim ekspos, baik di media online (123 berita) maupun di media sosial (48 unggahan). Fadia maju sebagai calon Bupati Pekalongan didampingi Riswandi. Keduanya didukung lima parpol, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), PKS, dan Demokrat.

Loading...
Loading...