Estafet Panglima TNI

Spekulasi tentang calon pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terjawab sudah setelah Presiden Joko Widodo mengusulkan nama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mata media online kemudian tertuju pada sosok calon tunggal Panglima TNI itu. Hal ini terekam dalam riset Indonesia Indicator (I2) pada rentang waktu 1 hingga 9 November 2021, yang mencatat ada total 6.119 berita di media online membahas pergantian Panglima TNI.

Porsi pemberitaan pergantian Panglima TNI terus menanjak saat Andika menjalani fit and proper test bersama Komisi I DPR pada Sabtu, 6 November 2021. Di hadapan para wakil rakyat, Andika menyampaikan visi “TNI adalah Kita”, yang secara garis besar memaparkan penguatan, pengamanan, penataan, dan sinergitas intelijen TNI di wilayah konflik. Juga peningkatan operasional keamanan siber dan reaktualisasi peran diplomasi militer sesuai kebijakan politik luar negeri.

Jumlah ekspos pemberitaan tentang pergantian Panglima TNI pada 1 November mula-mula belum signifikan, hanya 146 berita. Namun, begitu Presiden Jokowi mengajukan Jenderal Andika Perkasa sebagai calon tunggal, ekpos pemberitaan tembus 1.238 berita pada 3 November, dan menurun fluktuatif mengikuti momentum rangkaian uji kelayakan calon Panglima TNI. Pada 4 November, ekspos berita di angka 819 berita, dan kembali naik mencapai 1.145 berita pada 6 November saat Andika menjalani fit and proper test. Puncak penurunan ekspos berita terjadi pada 9 November sebanyak 353 berita.

Andika Magnet Media

Pada periode 1 hingga 9 November tersebut, Indonesia Indicator mencatat ada sepuluh figur top influencer yang pernyataannya menjadi magnet media. Jenderal Andika Perkasa menjadi sosok berpengaruh pertama yang paling banyak dikutip media sebanyak 6.165 pernyataan, dari wacana pergantian Panglima TNI, fit and proper test, hingga strategi penyelesaian persoalan di Papua.

Sosok top influencer kedua diraih Ketua DPR RI Puan Maharani sebanyak 4.527 pernyataan di media online. Politikus PDI Perjuangan itu banyak dimintai keterangan soal Rapat Paripurna DPR yang menyetujui Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI. Disusul Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid 3.054 pernyataan, Mensesneg RI Pratikno 1.350, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari 987, Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi 934, Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin 791, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 733, Pengamat Militer Khairul Fahmi 733, dan Direktur Indonesia Intelligence Institute Ridlwan Habib sebanyak 637 pernyataan.

Sepanjang periode 1-9 November 2021 tersebut, I2 mencatat ada 610 portal media online memberitakan pergantian Panglima TNI. Kompas TV terpantau paling aktif memberitakan dengan 183 berita, disusul Kompas.com (160 berita), Detik.com (160 berita), Tribun News (143 berita), Suara.com (134 berita), Liputan 6 (126 berita), Tempo.co (115 berita), Republik Merdeka (110 berita), Merdeka (108 berita), dan Sindonews (107 berita).

Sambutan Netizen

Data agregat media sosial Indonesia Indicator merekam ada 23.518 unggahan netizen mengenai pergantian Panglima TNI dengan jumlah akun mencapai 8.990 akun sepanjang 1 hingga 9 November 2021.

Perbincangan netizen banyak menyoroti penunjukan Jenderal Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI, fit and proper test, dan persetujuan DPR terhadap Andika melalui sidang paripurna.

Pergerakan ekspos media sosial tentang pergantian Panglima TNI mula-mula hanya 223 perbincangan pada 1 November. Puncak ekspos terjadi pada 3 November sebanyak 4.732 perbincangan, dan terus menurun 2.557 perbincangan pada 4 November, 3.899 perbincangan pada 5 November, dan kembali naik pada 8 November sebanyak 4.113 perbincangan.

Dari seluruh perbincangan netizen tentang pergantian Panglima TNI, emosi trust atau percaya netizen cukup mendominasi, sebanyak 4.189 perbincangan atau 49%. Ini menunjukkan ada kepercayaan tinggi dari netizen atas penunjukan Andika sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Disusul emosi antisipasi (anticipation) sebanyak 2.037 perbincangan atau 24%, menggambarkan ada harapan besar dari netizen dari kepemimpinan Andika agar menjadi lebih baik. 

Sementara emosi joy terekam sebanyak 1.157 perbincangan atau 13%. Hal tersebut menggambarkan optimisme dan rasa senang netizen dengan ditunjuknya Andika Perkasa sebagai Panglima TNI.

Dari sisi gender audience, I2 mendapati percakapan tentang pergantian Panglima TNI didominasi oleh pria sebanyak 1.837 perbincangan atau 86% dibandingkan perempuan yang hanya 297 perbincangan atau 14%. Sedangkan dari sisi usia, perbincangan pergantian Panglima TNI didominasi netizen dengan rentang usia relatif sudah dewasa dan berpikiran matang, yakni usia 41 hingga 55 tahun sebanyak 39%. Lalu, usia 31 hingga 40 tahun sebanyak 37%, disusul usia 22 hingga 30 tahun sebanyak 18%, dan usia 18 hingga 21 tahun sebanyak 5%. Terpantau, generasi Z dan milenial sedikit menaruh atensi terhadap isu pergantian Panglima TNI.


Dinamika Portal Online dan Medsos dalam Permendikbudristek PPKS

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menerbitkan Peraturan (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi seiring maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus yang mengemuka.

Langkah ini tergolong strategis mengingat hingga kini masih banyak kekosongan hukum dalam penanganan kasus kekerasan seksual, terutama yang berpihak kepada korban. Sampai sekarang, aparat hanya merujuk Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) lantaran Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), yang kini berjudul Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), tak kunjung dibahas dan disahkan DPR.

Seperti RUU PKS, Permendikbudristek PPKS pun berpolemik. Berbagai kritik dilayangkan sejumlah instansi, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), PP Muhammadiyah, serta Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), karena aturan itu dinilai disusun tanpa melibatkan banyak pihak dan cacat formal, melegalisasi zina, hingga bertentangan dengan Pancasila.

Adanya frasa "dengan persetujuan korban" di dalam Pasal 5 yang dianggap berpotensi melegalisasi zina menjadi salah satu poin yang dipersoalkan para pengkritik. Karenanya, mereka pun mendesak Mas Menteri, sapaan Nadiem, untuk mencabut ataupun merevisinya.

Riuh rendah isu ini pun menjadi sorotan media massa daring dan netizen di media sosial. Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) pada 25 Oktober-11 November, terdapat 1.376 berita yang ditayangkan 315 portal online.

Intensitasnya menguat pada November dibandingkan bulan sebelumnya. Frekuensi pemberitaan terbanyak pada 9 November dengan 340 artikel. Beleid itu diundangkan pada 3 September. Tingginya pemberitaan tersebut tidak lepas dari adanya penolakan oleh PKS dan PP Muhammadiyah serta dukungan dari Kementerian Agama (Kemenag).

Figur-figur yang paling banyak dikutip media massa daring (top influencer) didominasi penolak Permendikbudristek PPKS. Mencapai enam dari 10 tokoh. Mereka adalah Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Lincolin Arsyad, dengan 368 pernyataan; Wakil Ketua Komisi IX DPR asal Fraksi PKS, Abdul Fikri Faqih (329 pernyataan); Ketua Komisi X DPR asal Fraksi PKB, Syaiful Huda (325 pernyataan); Anggota Komisi X DPR asal Fraksi PKS, Fahmy Alaydroes (170 pernyataan); Wakil Ketua MPR asal Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (159 pernyataan); Dan Anggota Komisi X DPR asal Fraksi PPP, Illiza Saaduddin Djamal (114 pernyataan).

Pernyataan Lincolin yang paling banyak dikutip media tentang sikap Muhammadiyah yang menganggap Permendikbudristek PPKS memiliki masalah formil dan materil. Selain itu juga terdapat pasal yang bermakna legalisasi seks bebas di lingkungan kampus.

Sedangkan top influencer pendukung adalah Nadiem dengan 360 pernyataan, disusul Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (249 pernyataan); Anggota Komisi X DPR asal Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), My Esti Wijayati (125 pernyataan), dan Plt. Kabiro Kerjasama & Humas Kemendikbudristekdikti, Anang Ristanto (114 pernyataan).

Pernyataan Mas Menteri yang paling mendapat sorotan portal daring adalah alasannya menerbitkan Permendikbudristek PPKS. Dirinya menegaskan, aturan disusun sebagai jawaban atas keresahan warga kampus, khususnya mahasiswa, karena adanya kekosongan hukum dalam penanganan kasus kekerasan seksual.

Sebagai institusi yang menerbitkan regulasi itu, tidak heran apabila Kemendikbudristek menjadi lembaga yang paling disebutkan (top organization) oleh media massa dalam memberitakan isu ini dengan 428 berita. Sekalipun memiliki pandangan beragam di antara para anggota dan fraksi, DPR berada di urutan kedua dengan 124 berita, selanjutnya PKS (122 berita), Muhammadiyah (68 berita), Komnas Perempuan (60 berita), Kemenag (38 berita), PDIP (35 berita), MUI dan PKB masing-masing 28 berita, serta Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 21 berita.

Pemberitaan soal ini paling banyak diulas detik.com dengan 61 berita, kemudian Kompas.com (50 berita), Suara.com (40 berita), Medcom.id (37 berita), CNNIndonesia.com (29 berita), Republika (28 berita), Liputan6.com (25 berita), Tribun News dan Merdeka.com masing-masing 22 berita, serta Antara 19 berita.

Media Sosial

Sementara itu, di media sosial terdapat 48.315 unggahan netizen tentang Permendikbudristek PPKS. Sebesar 76% netizen yang berpartisipasi dalam isu ini adalah laki-laki dan sisanya perempuan. Dari rentang usia, tertinggi pertama berumur 31-40 tahun sebanyak 36%, kemudian 22-30 tahun (28%), 41-55 tahun (20%), 18-21 tahun (14%), dan di bawah 18 tahun (2%).

Seperti di portal online, perbincangan netizen tentang isu ini juga tinggi pada pekan kedua November. Terbanyak pada tanggal 10 dengan 13.365 unggahan dan disusul 11 November dengan 11.126 unggahan.

Tingginya pembahasan pada 10 dan 11 November tidak lepas dari respons netizen terhadap munculnya pernyataan pihak-pihak penolak, sehari sebelumnya. Ini tecermin dari emosi netizen.

Emosi percaya (trust) terhadap beleid tersebut mendominasi dengan 31%. Lalu disusul antisipasi (anticipation) sebesar 25%, yang berharap Permendikbudristek PPKS direvisi ataupun diteruskan; selanjutnya senang (joy) sebesar 14% atas kehadiran peraturan ini dan diyakini dapat menjadi payung hukum dalam penanganan kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi; terganggu (disgust) sebesar 13% dengan dalih kebijakan itu jauh dari norma bangsa dan agama; sedih (sadness) sebesar 6%; terkejut (surprise) sebesar 5%; marah (anger) sebesar 4%; dan takut (fear) sebesar 1%.

Secara umum, kelompok pro Permendikbudristek PPKS mencapai 55% dari total netizen yang membahas isu ini. Banyak di antara mereka menyampaikan aspirasi disertai tagar #DukungPermenPPKS, #BerantasPredatorDiKampus, dan #DukungPermendikbud30. Adapun para penentang mengusung tagar #CabutPermendikbudristekNo30, #IndonesiaTanpaJil, dan #NadiemOleng.

Masing-masing kubu memiliki basis argumen dalam menyampaikan pendapatnya. Berikut perbedaannya:

Pendukung

1. Demi melindungi korban-korban kekerasan seksual di lembaga pendidikan,

2. Agar para korban kekerasan seksual berani bersuara,

3. Memastikan terjaganya hak warga negara atas pendidikan,

4. Aturan dibuat untuk menekan kasus kekerasan seksual di kampus, dan

5. Permendikbudristek PPKS merupakan langkah alternatif cepat di tengah berlarut-larutnya proses legislasi RUU PKS.

 

Penolak

1. Aturan bernuansa liberal,

2. Melegalkan budaya seks bebas/zina,

3. Asas konsensus dalam aturan tidak sesuai norma hukum di Indonesia,

4. Dinilai cacat formil karena proses penyusunan beleid aturan tidak terbuka, dan

5. Revisi frasa "persetujuan korban" karena dianggap multitafsir.

Dominasi Jonatan Christie, PBSI, dan Juara Thomas Cup di 'Udara'

Prestasi besar ditorehkan tim bulu tangkis putra Indonesia dalam ajang Thomas Cup 2020 yang digelar di Ceres Arena, Aarhus, Denmark pada Sabtu (9/10) hingga Minggu (17/10) lalu. Setelah 19 tahun puasa gelar dalam perhelatan bulu tangkis putra paling prestisius sedunia ini, Indonesia memperoleh gelar juara Thomas Cup-nya yang pertama sejak 2002 pada Minggu (17/10) lalu.

Berbagai isu pemberitaan dan perbincangan netizen pun terpantau dalam riset Indonesia Indicator (I2) sepanjang dua minggu menegangkan tersebut. Namun, gelar juara pada final di hari terakhir secara natural mendominasi sorotan media dan perbincangan netizen. Berikut adalah hasil risetnya.

Final Menjadi Sorotan

Pola perkembangan jumlah berita di media daring arus utama dan unggahan konten di media sosial menunjukkan perkembangan yang kurang lebih sama. Pada periode riset 9-17 Oktober 2021, keduanya sama-sama mengalami puncak ekspos pada Minggu (17/10). Ini adalah hari laga final, di mana Indonesia berhasil mengalahkan Tiongkok dengan poin 3-0 dan merebut gelar juara Thomas Cup 2020. Sebanyak 1.571 berita (31,42%) di media online dan 63.307 unggahan (56,79%) di media sosial terpantau pada Minggu (17/10)

Perbincangan netizen juga terlihat meningkat pada Rabu (13/10) sebelumnya mencapai 9.192 unggahan konten media sosial. Pada hari tersebut, Indonesia tercatat berhasil mengalahkan timnas bulu tangkis Tionghoa Taipei dengan skor 3-2. Kemenangan tersebut membawa Indonesia menjadi juara Grup A, sekaligus mengantarkan Indonesia ke perempat final pada Jumat (15/10) melawan Malaysia dalam perjalanan menuju putaran final.

Sementara, media daring Kompas.com tercatat sebagai media paling getol dalam memberitakan Thomas Cup dengan jumlah 155 berita. Mereka disusul oleh Tribun News sebanyak 152 berita, Bola.com sebanyak 131 berita, Indosport sebanyak 127 berita, dan CNN Indonesia sebanyak 104 berita.

Isu Media Daring dan Media Sosial

Indonesia Juara Piala Thomas terpantau menjadi isu yang paling mendominasi, baik dalam jagat media daring arus utama maupun perbincangan media sosial. Pada kedua jagat media, persentase pemberitaan dan unggahan konten tema Indonesia Juara Piala Thomas sama- sama terpantau 40%. Namun, isu yang menyusul pada posisi kedua pembicaraan terbanyak berbeda. Media daring arus utama cenderung menyorot duel sengit antara Indonesia vs Denmark pada terjadi Sabtu (16/10) lalu sebanyak 33%.

Setelah tertinggal 1 poin lantaran kekalahan pemain tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dari Viktor Axelsen, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan 1-1 lewat kemenangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo ‘The Minions’ melawan pasangan Kim Astrup Anders Skaarup Rasmussen. Tiga rubber set selanjutnya menjadi momentum tunggal putra Jonatan Christie mengalahkan Anders Antonsen. Indonesia pun melaju ke babak final dengan kemenangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan Mathias Christiansen/Frederik Søgaard.

Secara natural pula, tagar #ThomasCup2020 menjadi tagar yang paling mendominasi perbincangan di media sosial. Sebanyak 36% perbincangan netizen terpantau menggunakan tagar ini, diikuti oleh tagar #BadmintonIndonesia (20%) dan tagar #TUC2020 (17%). Menariknya, tagar #FinalThomasCup justru hanya mencapai 5% pembicaraan netizen mengenai turnamen bulu tangkis putra sedunia ini.

Sementara itu di media sosial, pembicaraan kedua terbanyak netizen (18%) merupakan isu Bendera Merah Putih Tidak Berkibar. Indonesia diketahui sedang berada di bawah sanksi dari Lembaga Anti-Doping Dunia (WADA) akibat dianggap tidak patuh pada regulasi tes anti-doping WADA. Akibatnya, bendera Indonesia tidak berkibar dalam ajang olahraga internasional kecuali Olimpiade. Ini termasuk dengan Thomas Cup 2020, di mana Bendera Merah Putih justru digantikan dengan bendera putih dengan logo Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang ditanggapi negatif oleh netizen.

Kendati demikian, mayoritas netizen Indonesia (48 persen) mengekspresikan apresiasi mereka atas perjuangan keras timnas bulu tangkis Indonesia sehingga menjuarai Thomas Cup 2020. Selain itu, sebanyak 26 persen konten ruang percakapan netizen di media sosial mengekspresikan harapan untuk memenangkan kembali Thomas Cup setelah 19 tahun puasa gelar juara. Indonesia diketahui terakhir menjuarai Thomas Cup pada 2002 lalu. Kemenangan tunggal putra Hendrawan atas pemain Malaysia Roslin Hashim pada saat itu mengantarkan Indonesia meraih gelar ke-13 juara Thomas Cup-nya sejak mulai berpartisipasi pada 1958 lalu.

Unggahan bernada negatif yang memunculkan perasaan kesedihan, marah, ketakutan, kemarahan, dan kemuakan diidentifikasi oleh Indonesia Indicator berada pada angka 2% atau kurang dari keseluruhan konten. Mayoritas emosi negatif tersebut ditujukan pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI), dan pihak lainnya yang dianggap bertanggung jawab atas dijatuhkannya sanksi WADA yang menyebabkan Bendera Merah Putih tidak bisa berkibar tersebut.

Figur dan Akun Berpengaruh

Dalam pemberitaan media online, Jonatan Christie sebagai pemain bulu tangkis sektor tunggal putra Indonesia menjadi figur dalam ajang Thomas Cup 2020 yang paling banyak diberitakan. Sebanyak 2.855 berita (57,1%) memberitakan tentang dirinya. Jojo – sapaan akrabnya – diketahui memainkan peran kunci dalam memenangkan gelar juara Thomas Cup 2020 bagi Indonesia. Ia berhasil menumbangkan tunggal putra Tiongkok Li Shi Feng dalam laga tiga set pada final Thomas Cup 2020, mengantarkan Indonesia berjaya di Ceres Arena, Aarhus, Denmark.

Namun, keterangan Jojo justru bukan menjadi komentar yang paling dikutip oleh media selama perhelatan bulu tangkis putra tersebut. Adapun Anthony Sinisuka Ginting terpantau sebagai figur yang pernyataannya paling banyak dimuat di media, dengan total 866 dari 5.000 pernyataan. Pada posisi kedua, pelatih kepala ganda putra PP PBSI Herry Iman Pierngadi dengan 695 pernyataan menjadi figur yang pernyataannya kedua terbanyak dikutip media. B

Berturut-turut disusul oleh Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky dan manajer tim Indonesia Eddy Prayitno masing-masing 593 pernyataan dan 497 pernyataan. Pernyataan Jonatan Christie sendiri hanya dikutip dalam 391 pernyataan.

Di media sosial, akun resmi PBSI @INABadminton menjadi akun dengan cuitan yang paling sering dicuit kembali (retweet) oleh netizen. Akun informasi bulu tangkis @BadmintonTalk menjadi akun kedua yang paling sering diretweet netizen. Pada posisi ketiga, editor olahraga Jawa Pos @Ainurohman cukup mendapat perhatian netizen karena cuitan-cuitannya seputar kronologi tidak berkibarnya Bendera Merah Putih di ajang Thomas Cup pada tahun ini akibat sanksi WADA.

10 Dokter dan Pakar Kesehatan Paling Berpengaruh Bagi Netizen

Para tenaga medis dan dokter menjadi pahlawan di tengah pandemi COVID-19 yang menyerang sejak dua tahun terakhir. Mereka mencurahkan seluruh tenaga demi menyelamatkan jutaan nyawa. 

Perusahaan di bidang intelijen media, analisis data, dan kajian strategis dengan menggunakan perangkat lunak Artificial Intelligence (AI), Indonesia Indicator merilis sepuluh nama dokter dan pakar kesehatan paling berpengaruh di media sosial. 

Perhitungan dilakukan berdasarkan data agregat  percakapan dan reaksi netizen di media sosial dalam kurun waktu 1 Mei 2021 – 28 Oktober 2021. Riset ini mengulas tokoh berpengaruh dihitung dari formulasi reaksi total (like, comment, retweet, share) yang diterima oleh tokoh-tokoh pada akun media sosialnya, serta unggahan netizen yang menyebut nama tokoh tersebut.

Daftar tokoh yang diriset meliputi profesi dokter dari segala bidang, pakar kesehatan, epidemiolog hingga ahli biologi molekuler yang aktif memberikan edukasi tentang dunia kesehatan kepada publik.

Dokter sekaligus YouTuber Tirta Hudhi atau lebih akrab dikenal dengan Dokter Tirta menduduki peringkat pertama top engagement dalam riset ini. Dia mengantongi 1.577.960 engagement. Pemeringkatan dihitung berdasarkan total engagement yang terbentuk dari unggahan dan tweet yang menyebut nama figur ini.

Selain Dokter Tirta, tokoh yang masuk dalam top engagement secara berturut-turut adalah Zubairi Djoerban (242.445 engagement), Reisa Broto Asmoro (195.363 engagement), Pandu Riono (188.375 engagement), Faheem Younus (170.284 engagement), Dicky Budiman (167.132 engagement), Eva Sri Diana Chaniago (74.105 engagement), Dirga Sakti Rambe (55.572 engagement), Jiemi Ardian (51.147 engagement), dan Adam Prabata (38.441 engagement). 

Dari sepuluh nama tersebut, dua orang adalah pakar kesehatan yakni Pandu Riono dan Dicky Budiman. Keduanya merupakan epidemiolog sekaligus pakar kesehatan publik yang banyak mendapat tanggapan netizen terkait pandangannya soal penanganan COVID-19 di Indonesia. 

Di samping top engagement, ada pula kategori top figure, di mana data dihitung berdasarkan unggahan dan tweet yang mention (baik dengan tagging akun atau tidak) juga retweet akun figur tersebut. Posisi puncak diduduki oleh dokter penyakit menular asal Amerika Serikat (AS) Fahem Younus dengan perolehan 301.162 engagement.

Top figure lainnya adalah Tirta Hudhi (163.975 engagement), Eva Sri Diana Chaniago (108.715 engagement), Andi Khomeini Takdir (104.889 engagement), Adam Prabata (95.736 engagement), Zubairi Djoerban (82.222 engagement), Pandu Riono (69.901 engagement), Berlian Idris (59.839 engagement), Jiemi Ardian (22.848 engagement), dan Jaka Pradipta (15.135 engagement). 

Dari daftar ini hanya Pandu Riono yang menggeluti profesi di luar dokter. Sementara itu, unggahan dokter Tirta Hudhi kerap mendapat tanggapan dari netizen. Hal ini membuatnya menjadi figur dokter paling berpengaruh di media sosial.  Selain memberikan edukasi kesehatan, sosok  Tirta yang proaktif mengomentari dan mengkritisi isu sosial politik menjadi daya tarik tersendiri bagi netizen tanah air. Sementara itu Dokter penyakit menular asal Amerika Serikat, Faheem Younus menjadi top figure di media sosial lantaran menuliskan cuitannya di Twitter dalam bahasa Indonesia. Informasi soal pandemi pun diunggah Younus secara sederhana sehingga mudah dipahami netizen.

Loading...
Loading...