Euforia Netizen atas Pelantikan Listyo Sigit Sebagai Kapolri

Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/1). Dia menggantikan Jenderal Idham Azis yang bakal pensiun awal Februari mendatang.

Prosesi pemilihan Kapolri ini berawal dari 13 nama yang direkomendasikan Kompolnas. Kemudian mengerucut menjadi lima nama dan disetor kepada Presiden Jokowi. Seluruhnya berpangkat bintang tiga.

Melalui Surat Presiden (Supres) yang diantar Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Presiden Jokowi menyodorkan Sigit sebagai kandidat tunggal kepada DPR, Rabu (13/1).

Beberapa hari kemudian, Sigit mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi III DPR, mitra kerja Polri. Dalam pemaparannya, dirinya berencana melakukan transformasi "Korps Bhayangkara" menjadi institusi hukum yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (PRESISI) selain tujuh komitmen lainnya.

Pada kesempatan itu, jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini juga memaparkan beberapa hal yang hendak dilakukannya saat menjadi Polri-1. Salah satunya adalah menghilangkan tugas tilang polisi lalu lintas (Polantas) karena dapat digantikan oleh teknologi.

Gayung bersambut, kata berjawab. Komisi Hukum mengapresiasi presentasinya saat fit and proper test. Sigit bahkan dianggap sebagai figur yang pas menggantikan posisi Idham.

Nada positif juga disampaikan publik melalui media sosial. Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) di Twitter saat hari pelantikan, sebesar 47% cuitan dari total 53.407 cuitan berupa harapan dan antipasi (anticipation) kepada Sigit.

Menjaga kedamaian, melakukan reformasi Polri, serta mengusut kasus ujaran rasial oleh Ambroncius Nababan dan menangkap Arya Permadi alias Abu Janda atas dugaan penghinaan agama menjadi beberapa harapan publik.

Selanjutnya, sebanyak 4.132 cuitan (34%) warganet berupa keyakinan atau percaya (trust) dengan kemampuan Sigit dalam memimpin Polri. Tagar #KapolriSiapBertugas banyak mengisi cuitan percakapan tentang emosi ini. Disusul 603 cuitan (5%) berisi ekspresi senang (joy).

Sedangkan sentimen negatif hanya sekitar 12%-an. Terdiri dari 1.019 cuitan (8%) yang merasa terganggu (disgust), 287 cuitan (2%) kesedihan (sadness), 283 cuitan (2%) berupa kemarahan (anger) dan 234 cuitan atau 2% terkejut (surprise).

Berbagai tagar disuarakan netizen dalam merespons pelantikan Sigit. Kicauan didominasi tagar #KapolriSiapBertugas dengan 25.781 twit (92%). Lalu #PolriPresisi 948 twit (3%), #Kapolri 679 twit (3%), #Polri 334 twit (1%), #ListyoSigitPrabowo 281 twit (1%), dan #TangkapAbuJanda 94 twit.

Berdasarkan demografi, 84% warganet yang membicarakan tentang Sigit sebagai Kapolri merupakan laki-laki dan sisanya perempuan. Dari aspek umur, sebesar 43% netizen berusia rentang 31-40 tahun, 36% berusia 22-30 tahun, 17% berumur 41-55 tahun, 3% berumur 18-21 tahun, dan 1% berusia di bawah 18 tahun.

Potret Media Online

I2 juga merekam dinamika pelantikan Sigit di media daring pada periode sama. Hasilnya, terdapat 2.373 berita tentang terpilihnya Kapolri dari 717 portal.

Tribunnews menjadi media paling masif memberitakan pelantikan tersebut dengan 43 berita. Setelahnya Okezone dengan 37 berita; Medcom.id dan Kompas masing-masing 29 berita; Warta Kota 26 berita; Tribunnews Medan 25 berita; serta Tribunnews Jambi, Suara.com, Sindonews, dan Detik masing-masing 23 berita.

Sigit menjadi figur yang paling banyak dikutip (top influencer) dengan 3.769 pernyataan. Kemudian Presiden Jokowi 649 pernyataan; Karopenmas Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono 358 pernyataan; dan Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane 353 pernyataan.

Lalu Pengamat Budaya, Bani Sudardi 280 pernyataan; Ketua MPR, Bambang Soesatyo 229 pernyataan; Wakil Ketua LPSK, Maneger Nasution 202 pernyataan; Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono 195 pernyataan; dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa 183 pernyataan.


Petaka Cuitan “Bali Ramah LGBT” Kristen Gray

Curhat turis asal Amerika Serikat (AS), Kristen Gray, via Twitternya @kristentootie tentang Bali kala pandemi Covid-19 berujung deportasi. Gray dipulangkan ke negara asal setelah cuitannya menuai polemik di ruang maya. Gray mengajak turis untuk tinggal dan bekerja di Pulau Dewata, juga memberikan tips untuk menghindari overstay dan pajak.

Tingginya atensi netizen atas cuitan Gray terekam dalam pantauan media sosial Indonesia Indicator (I2) sejak 16 hingga 23 Januari 2021, yakni tembus 19.248 cuitan. Polemik Gray di jagatmaya kemudian viral dan Kemenkum

HAM Kanwil Bali didesak netizen untuk turun tangan. Gray dan kekasihnya, Saundra Michelle Alexander, diperiksa.

Hasilnya, Kemenkum HAM Bali menyebut ada dua informasi Gray yang dinilai meresahkan masyarakat. Pertama, Gray menyebut Bali sebagai provinsi yang ramah LGBTQ. Kedua, Gray menyebarkan informasi soal kemudahan akses masuk ke wilayah Indonesia pada masa pandemi.

Dua alasan itulah yang mendorong petugas Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar mengambil tindakan tegas. Gray dan partner-nya dipulangkan ke AS melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Kamis (21/1/2021) pukul 04.00 WIB.

Dinamika Ekspos Cuitan Netizen

Dalam kurun waktu 16 hingga 23 Januari 2021 tersebut, terdapat 19.248 siulan netizen tentang Kristen Gray. Pada periode itu pula I2 melacak pergerakan ekspos cuitan dalam jumlah dan angka. 

Utas yang dibuat Kristen Gray baru mulai mengundang polemik dan komentar netizen di tanggal 17 Januari sebanyak 2.198 cuitan, atau satu hari setelah utas tersebut dibuat pada 16 Januari

Reaksi netizen atas cuitan Kristen Gray semakin memuncak pada 18 Januari sebanyak 8.250 cuitan. Namun, memasuki 19 Januari, ekspos cuitan netizen perlahan menurun menjadi 6.683 cuitan, dan terus turun signifikan pada 20 Januari sebanyak 1.513. Perbincangan netizen soal Gray makin sedikit pada 23 Januari, yakni 142 cuitan.

Netizen Terkejut dan Marah

Riset media sosial Indonesia Indicator juga mencatat sebanyak 5.844 cuitan atau 56% netizen merespons kasus Kristen Gray dengan emosi terkejut atau surprise. Netizen terkejut dengan konten cuitan Gray yang membuka jasa konsultasi cara memasuki Bali di tengah Pandemi. 

Gray dalam pembelaannya menyebut reaksi atas dirinya dilatarbelakangi sentimen rasial dan minoritas, karena ia seorang Afrika Amerika dan lesbian. Namun, akun @shadyagnezmo merespons sangkalan itu dengan menyebut banyak warga Amerika tidak sekonyol Gray, yang mengaku dideportasi karena ras. Padahal sebenarnya ia tersangkut persoalan hukum.

"Mbak Kristen Gray tinggal milih nih dideportasi atau dipenjara, udah overstaying, gak bayar pajak, gak mematuhi protokol Covid-19," cuit akun ini pada 18 Januari. Akun ini adalah akun anonim, yang memakai nama artis Agnes Monica.

Ada pula emosi anger atau marah sebanyak 1.476 cuitan atau 14%, dikaitkan dengan kecaman netizen atas tingkah laku Kristen Gray yang justru mengajak orang-orang luar negeri untuk datang dan tinggal di Bali kala pandemi. 

Percakapan di linimasa juga berisi pro dan kontra karena klaim Kristen Gray yang

menyebut Bali sebagai daerah yang ramah LGBTQ (“LGBTQ Friendly”).

Pemilik akun @sftuHwang menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak rasis atau bersikap diskriminatif. Dia menilai kasus Gray soal karakter bukan ras.

"Parasite pls go away from Indonesia-!!." cuitnya pada 18 Januari.

Ada pula emosi antisipasi sebanyak 1.358 cuitan atau 13%, berisi harapan-harapan dan hikmah di balik kasus Kristen Gray. Akun @ichawirsa berharap Indonesia bersikap lebih tegas terhadap wisatawan asing.

"Belajar dari Kristen Gray emang bener sih Indonesia harus lebih tegas lagi sama turis/wisatawan asing, apalagi sudah banyak banget begpacker (bule gembel) yang suka bikin onar terutama di Bali" tulis akun @ichawirsa ini pada 18 Januari.

Muncul pula ekspresi muak atau disgust atas cuitan Gray sebanyak 1.019 atau 10%, percaya (trust) 474 cuitan atau 5%, khawatir (fear) 67 cuitan atau 1%, emosi sedih (sadness) 66 cuitan atau 1%, dan senang (joy) 46 cuitan.

Sorotan Dari Kaum Milenial Mendominasi Linimasa

Panasnya polemik cuitan Kristen Gray di jagat maya memunculkan sejumlah keyword populer yang sering muncul dalam perbincangan. Di antaranya kata “American Ignorant” merujuk pada sindiran netizen terhadap asal negara Kristen Gray. Kata kunci “Dear Kristen Gray” juga kerap muncul, berisi nasihat dan kecaman terhadap Kristen Gray agar tidak mengajak para wisatawan luar negeri menetap di Bali secara ilegal.

Muncul pula keyword yang membantah klaim Kristen Gray soal dirinya diserang netizen Indonesia karena wanita berkulit hitam, dan berbeda orientasi seksual. Bantahan netizen ini memunculkan kata kunci seperti “Aturan resmi Pulau Dewata”, “Cara Ilegal, “Aturan imigrasi” dan sejumlah kata kunci yang mengarah pada persoalan hukum, bukan ras. Sebelum dideportasi, Gray bertahan hidup di Indonesia dengan cara menjual ebook berisi cara menetap di Bali seharga 30 dollar AS.

Gray juga membuka jasa konsultasi untuk cara pindah ke Bali di tengah aturan ketat pandemi.

Viralnya polemaik “Bali ramah LGBT” juga tak lepas dari jumlah audiens yang menyototi cuitan Gray. Percakapan tentang Kristen Gray didominasi kelompok umur milenial, gender laki-laki paling banyak sebesar 74% dan perempuan 26%. Rinciannya, kelompok umur 22 hingga 30 sebanyak 37%, rentang usia 31 hingga 40 %, usia 18 hingga 21 tahun 22%, usia 41 hingga 55 tahun 13%, di bawah 18 tahun 3%, dan usia di atas 55 tahun 0%.

Pelantikan Biden: Sunyi di Darat, “Pecah” di Udara

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan wakilnya Kamala Harris resmi dilantik, Rabu (20/1/2021), dalam suasana keterbelahan masyarakat AS pasca-pilpres. Sempat ditunda, pelantikan Presiden AS kali ini berada dalam dua ‘teror’ serius, yakni ancaman kesehatan Covid-19 dan keamanan setelah peristiwa bentrok berdarah di Capitol Hill pada Rabu 6 Januari, saat Parlemen AS bersidang.

Riset media sosial Indonesia Indicator (I2) periode 20 hingga 21 Januari 2021 berhasil menghimpun lima fakta menarik pelantikan Biden di West Front Gedung Capitol AS, Washington DC: 

Pertama, pelantikan Biden dan Kamala Harris jauh lebih sepi dibanding pelantikan para presiden sebelumnya. Pelantikan kali ini ‘dihadiri’ lautan bendera AS yang memadati area National Mall, halaman antara Gedung Capitol AS dan Lincoln Memorial. Covid-19 yang tak kunjung mereda plus ancaman keamanan memaksa pelatikan Biden sepi penonton. Kedua, pelantikan Biden kali ini juga tanpa kehadiran rival politiknya, Donald Trump. Padahal tradisi selama ini, para mantan Presiden AS selalu menghadiri pelantikan para penerusnya sebagai simbol pengalihan jabatan.

Lalu ketiga, meski sunyi penonton, pelantikan Biden justru ‘bertabur bintang’ lantaran dimeriahkan sejumlah pesohor seperti Lady Gaga, Jennifer Lopez hingga Katy Perry. Keempat, pelantikan kali ini bertemakan "America United" yang menyiratkan pesan persatuan pascapilpres AS. Kelima, suasana pelantikan Biden disebut-sebut bak zona perang lantaran melibatkan 21.000 personel Garda Nasional AS.

Keriuhan di Udara

Sepi di Gedung Capitol, acara pengambilan sumpah Biden-Harris justru bergemuruh di jagat maya. Pada periode 20-21 Januari tesebut, analisis data media sosial mendapati cuitan netizen cukup masif, yakni 435.959 cuitan via Twitter yang memperbincangkan hari pelantikan presiden Biden. Rinciannya, sebanyak 231.069 cuitan mengudara pada 20 Januari, dan 204.890 pada 21 Januari.

Riuh rendah pelantikan pelantikan Presiden AS di ruang Twitter dijejali ragam sentimen masing-masing pendukung Biden dan Trump. Riset Indonesia Indicator mendapati sentimen positif dan negatif relatif berimbang. Sentimen negatif sebesar 38%, banyak diisi oleh kritik dan cemohan pendukung Trump yang menolak pelantikan Joe Biden. Sementara sentimen positif 36%, berisi optimisme dan harapan netizen bahwa Presiden Biden akan menghapuskan kebijakan diskriminatif dan rasis era Trump. 

Adapun sentimen netral 26% muncul dari cuitan akun media yang memberitakan jalannya pelantikan presiden tersebut.

Hiruk-pikuk pelantikan Biden juga terangkum dalam 9 tagar populer. Tagar #Covid-19 berada di posisi teratas sebanyak 452.200. Tagar ini dikaitkan dengan aktivitas Joe Biden yang mengikuti upacara peringatan korban meninggal akibat Covid-19 jelang pelantikan. Disusul tagar #Biden, posisi kedua, sebanyak 424.100.

Sementara tagar #InaugurationDay menempati posisi ketiga sebenyak 422.100. Tagar ini berisi komentar terkait jalannya pelantikan Joe Biden. Sementara posisi keempat ditempati #COVID19 sebanyak 283.600, disusul #Trump 127.600, #Inauguration2021 sebanyak 92.600, #COVID 90500,

#BidenHarrisInauguration 86200, dan #Inauguration 85600.

Jokowi dan Harapan Atas Biden

Pelantikan Biden-Harris semakin “pecah” di udara seiring kompaknya para pemimpin dunia

menyampaikan ucapan selamat dan harapan atas pemimpin baru AS tersebut, tak terkecuali Presiden Indonesia Joko Widodo.

“Mari kita terus perkuat kemitraan strategis kita, tidak hanya untuk kepentingan kedua bangsa, tetapi juga untuk dunia yang lebih baik," ujar via akun Twitternya.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga tak ketinggalan memberikan ucapan selamat. Dia berharap bisa menjalin kerja sama pada bidang perubahan iklim hingga keamanan.

"AS adalah sekutu penting kita dan saya harap bisa bekerja sama secara erat dalam prioritas bersama kita," tulis Boris Johnson via akun Twitternya.

Masih banyak lagi para pemimpin dunia yang mengucapkan selamat kepada Biden-Harris, di antaranya Presiden Iran Hassan Rouhani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Paus Fransiskus, Kanselir Jerman Angela Merkel hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron. Mereka mengungkapkan harapannya terhadap Pemerintahan Biden-Harris.

Doa Netizen Twitter Untuk Korban Gempa Sulbar

Gempa berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang Sulawesi Barat (Sulbar), pada Kamis (14/1), sekitar pukul 13.00 WIB. Gempa kembali terjadi pada Jumat (15/1), sekitar pukul 01.28 WIB, dini hari. 

Pusat gempa berada di jarak 6 km arah laut Majene dan berada 10 km di kedalaman laut, Majene, Sulbar. Gempa dangkal ini akibat aktivitas patahan lokal yang bergerak naik di dasar laut, sehingga getarannya dapat dirasakan di permukaan. 

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 21 Januari 2021, pukul 08.00 WIB, menyebutkan, gempa Sulbar menyebabkan 91 orang meninggal, tiga hilang, 253 luka berat, 679 luka ringan, 240 luka sedang, dan 9.910 orang mengungsi.

Berdasarkan data Indonesia Indicator (I2), gempa di Sulbar menarik perhatian netizen di Twitter sejak Kamis (14/1). Dalam rentang waktu 14-17 Januari 2021, sebanyak 95.373 cuitan terkait gempa di Sulbar. Ekspos cuiten pun mencapai puncaknya pada Jumat (15/1). 

Daya rusak gempa menjadi sorotan terbesar warganet Twitter. Mayoritas (66%) netizen meresponsnya dengan emosi antisipasi (anticipation). 

Perbincangan banyak diisi dengan harapan, dukungan, hingga doa kepada para korban gempa di Sulbar. Bahkan, akun-akun influencer, hingga fan Korean pop (K-pop) bersolidaritas tinggi melakukan penggalangan dana untuk korban gempa di Sulbar. 

Influencer seperti Ernerst Prakasa membangun gerakan ‘Jangan (hanya) Berdoa’ dalam cuitannya untuk mendorong netizen aktif membantu korban bencana.

Selain itu, emosi kesedihan (sadness) turut mengiringi berbagai cuitan di Twitter. Banyak tweet bernuansa sedih disebabkan serangkaian musibah dan bencana terjadi di Indonesia. Mulai dari kasus kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga gempa di Sulbar.

Di sisi lain, tagar #PolriSiagaBencana juga menggema di Twitter hingga sempat menjadi trending topic. Tagar yang dicuitkan hingga 7.947 cuitan tersebut banyak diunggah akun-akun media sosial Humas Polres hingga Polda di berbagai daerah. Unggahan banyak berisi potret kesigapan anggota Polri bersama relawan dalam mengevakuasi korban gempa Sulbar dan banjir Kalsel.

Tagar lain yang banyak digunakan oleh warganet adalah #gempa mencapai 5.642 cuitan. Dalam tagar ini, netizen terlihat gaduh menautkan berita dari media online. 

Dari segi audiens, percakapan tentang gempa Sulbar didominasi oleh pria (83%) daripada wanita (17%). Perbincangan pun didominasi netizen dengan rentang umur 31-40 tahun (35%) dan 22-30 tahun (30%).

Loading...
Loading...