Vonis Mati Herry Wirawan Pencabul 13 Santri
 Bagikan   |  

Atensi publik beberapa hari terakhir disibukkan oleh berita mengenai vonis mati Herry Wirawan, pelaku pemerkosa 13 santriwati di Bandung. Hakim Pengadilan Tinggi Bandung memutuskan Herry akan dijatuhi hukuman mati. Putusan ini membatalkan putusan sebelumnya oleh Pengadilan Negeri Bandung yang hanya membebani Herry hukuman seumur hidup.

Vonis hukuman mati menarik perhatian publik. Data Indonesia Indicator (I2) periode 4-5 April 2022 menunjukkan ada 1.048 berita yang membahas vonis mati Herry Wirawan di media online. Berita paling banyak diunggah pada 4 April 2022 dengan total 561 berita, sebagian besar membahas Hakim Pengadilan Tinggi Bandung mengabulkan banding Jaksa Penuntut Umum dan memvonis Herry Wirawan dengan hukuman mati.

Total ada 381 portal media online yang memberitakan tentang vonis hukuman mati kepada Herry Wirawan. Tribun News menjadi yang paling sering memberitakan dengan 33 berita.

Vonis hukuman mati juga menuai respons dari pejabat publik. Gubernur Jabar, Ridwan Kamil misalnya menyebut vonis mati Herry Wirawan telah memenuhi rasa keadilan masyarakat. Sedangkan pandangan yang berbeda dilontarkan Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Ahmad Taufan Damanik yang tidak setuju dengan hukuman mati. Dia menilai hukuman mati tak akan memberikan efek jera terhadap pelaku tindak pidana.

Hakim Pengadilan Tinggi Bandung, Herri Swantoro menjadi tokoh yang paling banyak melontarkan pernyataan dalam pemberitaan dengan total 1.028 pernyataan dalam kurun 4-5 April 2022. Vonis hukuman mati Herry Wirawan banyak menuai komentar dari sejumlah pihak. Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Pakar Hukum Pidana Hibnu Nugroho, hingga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Muhaimin Iskandar merupakan jajaran tokoh yang mendukung hukuman mati, dan meminta semua pihak menghormati putusan hakim.

Sedangkan Peneliti ICJR, Maidina Rahmawati dan Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik merupakan tokoh yang menolak dan mengkritisi vonis hukuman mati. Maidina menyebut penjatuhan hukuman mati Herry Wirawan menunjukkan fokus negara yang justru kepada pembalasan terhadap pelaku, alih-alih membantu proses pemulihan korban.

Pandangan menarik disampaikan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti. Retno tidak memfokuskan pandangannya pada vonis hukuman mati, melainkan kepada pemenuhan hak korban. Menurut Retno denda (restitusi) sebesar Rp300 juta yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi Bandung masih kecil dan tidak cukup untuk memenuhi hak 13 santriwati yang menjadi korban.

Respons beragam soal hukuman mati Herry Wirawan juga datang dari media sosial. Dalam rentang waktu dua hari, 3.261 unggahan dari 2.882 akun membicarakan Herry Wirawan.

Netizen merespons positif putusan Hakim Pengadilan Tinggi Bandung yang mengabulkan banding Jaksa Penuntut Umum terkait vonis hukuman mati kepada Herry Wirawan, pelaku pemerkosaan 13 santriwati di Bandung. Menariknya vonis hukuman mati Herry Wirawan juga menarik atensi media dan netizen luar negeri. Umumnya netizen mengapresiasi adanya keadilan hukum atas hukuman mati yang diberikan kepada Herry Wirawan. Sedangkan penolakan atas vonis hukuman mati muncul kelompok LSM dan Lembaga HAM seperti Komnas HAM, LBH Masyarakat, hingga Institute for Criminal Justice Reform.

Emosi anger atau kemarahan banyak muncul dalam perbincangan netizen dikaitkan dengan netizen yang mengutuk aksi Herry Wirawan memperkosa 13 santriwati dan menyebut vonis hukuman mati merupakan balasan yang setimpal dari aksi Herry Wirawan. Emosi ini terekam dalam 45% percakapan netizen. Emosi trust atau percaya terekam dalam perbincangan atau komentar netizen yang mengapresiasi keputusan hakim memvonis mati Herry Wirawan, yakni sebanyak 12%.

RILIS MEDIA
Indonesia Indicator soal Persepsi Publik pada Polri: Nilainya 76.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) Rustika Herlambang merilis hasil riset pihaknya terkait kinerja Polri. Rustika mengatakan tepat di Hari Bhayangkara ke-76, persepsi publik terhadap kinerja Polri pun di angka 76. Baca artikel detiknews, "Indonesia Indicator soal Persepsi Publik pada Polri: Nilainya 76"

Read More...
Achmad Husein Masuk 25 Besar Bupati Terpegah dan Berpengaruh 2021 Versi Indonesia Indicator
INewsPurwokerto.id - 04 Jan, 2022
Indonesia Indicator: Anies, Ganjar, dan Ridwan Kamil Gubernur Terpopuler 2021
Metro Tempo - 31 Des, 2021
Riset: Jokowi, Tokoh Paling Berpengaruh di 2021
Beritasatu.com - 31 DES, 2021
Wali Kota dan Bupati Paling Sering Diberitakan Versi Survei I2
Republika - 30 DES, 2021
Inilah 10 Tokoh Perempuan Berpengaruh di Twitter
Redaksi - 30 DES, 2021