10 Pilkada Yang Paling Disorot Media

Pemerintah, DPR, dan penyelenggara pilkada telah sepakat kontestasi politik di penghujung 2020 ini tetap digelar. Berbagai macam isu terkait pilkada ini pun ramai memenuhi ruang media mainstream online Indonesia. 

Dari pemantauan Indonesia Indicator (I2), terdapat 203.402 berita yang membahas Pilkada Serentak 2020, dalam kurun waktu 20 Juni – 20 September 2020. Seluruh pemberitaan tersebut berasal dari 2.176 media online. 

"Dari jumlah itu, 10 daerah mengisi 40% pemberitaan di media online,” ujar Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) Rustika Herlambang, Minggu (25/9). 

I2 mencatat, terdapat 10 pilkada yang paling banyak dibahas media, yang mengisi 40% dari total pemberitaan. Sedangkan 260 pilkada lainnya dibahas dalam 60% dari total berita mengenai Pilkada Serentak 2020.

Lima daerah yang paling populer antara lain, Pilwakot Surakarta (13.693 berita), Pilwakot Medan (11.414 berita), Pilgub Sumatera Barat (10.194 berita), Pilwakot Surabaya (9.905 berita), dan Pilwakot Makassar (9442 berita).

Anak dan Menantu Jokowi Jadi Magnet

Pilkada Surakarta dan Medan paling banyak diberitakan media online periode 20 Juni-20 September. Hal ini tak lepas dari partisipasi putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan menantunya, Bobby Nasution yang ikut maju sebagai kandidat.

Pilwakot Surakarta menjadi Pilkada Teramai nomor pertama dengan 13.693 berita. Selain membahas sosok Gibran, media menyoroti sosok penantang Gibran-Teguh Prakosa.

Mulai dari isu melawan Kotak Kosong, hingga akhirnya Gibran–Teguh ditantang oleh pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo).

Bajo mencetak sejarah di Pilkada Surakarta karena maju dari jalur independent atau perseorangan. Bagyo-FX Supardjo dinyatakan lolos verifikasi faktual oleh KPU Surakarta setelah berhasil mengumpulkan syarat dukungan sebanyak 38.831 dukungan.

Sedangkan, Pilwalkot Medan berada di posisi kedua dengan 11.414 berita. Ramainya pemberitaan pilkada Surakarta dan Medan juga menunjukkan atensi masyarakat atas kandidat hingga polemik yang berkembang.

Menurut Rustika, era digital memungkinkan adanya keterbukaan informasi, sehingga meskipun pilkada dilakukan di Surakarta maupun Medan, isunya diberitakan di berbagai media lokal hampir merata di seluruh Indonesia.

“Hal ini cukup unik, karena belum tentu berlaku untuk pilkada di kota-kota lainnya. Pengaruh nama Jokowi menjadi salah satu penggerak isunya,” ungkap Rustika.

Pilgub Sumbar berada di posisi ketiga yang banyak mendapat sorotan 10.194 berita (5%). 

"Sorotan media mengarah pada kontestasi empat Paslon Pilkada, polemik pernyataan Negara Pancasila, hingga ditetapkannya Indra Catri sebagai tersangka ujaran kebencian. Indra Catri berpasangan dengan Nasrul Abit dan diusung partai Gerindra," ujar Rustika.

Pilkada lain yang menjadi perhatian media di posisi keempat Surabaya sebanyak 9.905 berita (5%). Media paling getol memberitakan tarik ulur dan penundaan pengumuman pasangan calon pengganti Tri Rismaharini, hingga teka teki siapa pengganti Risma, hingga isu anak Risma, Fuad Bernardi yang awalnya disebut-sebut juga akan maju di kontestasi Pilwakot Surabaya.

Berada di posisi kelima yakni Pilwakot Makassar sebanyak 9.442 berita (5%). Pilkada yang diulang kembali akibat di 2018 lalu, pasangan calon Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi kalah melawan kotak kosong. Di 2020 ini, Pilwakot Makassar diikuti oleh empat pasangan calon, dua nama di antaranya juga yang 'seharusnya' bertarung di tahun 2018 lalu, yakni Ramdhan Pomanto dan Munafrie Arifuddin. 

Media juga banyak mengabarkan pilkada lainnya, yakni Pilwakot Tangerang Selatan sebanyak 6.605 berita (3%), Pilgub Jambi sebanyak 6.262 berita (3%), Pilgub Kalimantan Tengah (Kalteng) sebanyak 5.014 berita (3%), Pilgub Sulawesi Utara (Sultra) 4.950 berita (3%), dan Pilwalkot Depok sebanyak 3.198 berita (3%).

Pelanggaran Protokol Kesehatan 

Masalah protokol kesehatan dan penyelenggaraan pilkada merupakan isu terbesar berikutnya. Isu ini sangat sensitif di kalangan masyarakat. Kepedulian dan kekhawatiran masyarakat atas penyelenggaraan pilkada di tengah kurva Covid-19 yang tengah meningkat menjadi perhatian media. 

Sementara isu lainnya yang banyak disampaikan media adalah euforia dan perhelatan pada saat pendaftaran calon, anggaran pilkada, kotak kosong, dan polemik politik dinasti. Terkait pada protokol kesehatan, media juga memframingnya sebagai salah satu peta kerawanan pada saat pilkada. Isu ini disuarakan sejumlah masyarakat sipil yang merasa pilkada berpotensi menjadi ancaman klaster baru, terutama karena banyaknya peserta maupun penyelenggara yang positif Covid-19. 

Pemberitaan terkait isu protokol kesehatan ini mencapai 22% atau sekitar 43.922 berita. Isu meninggi dengan adanya sorotan soal pelanggaran protokol kesehatan saat pendaftaran paslon, petugas KPU, Bapaslon, dan saat Ketua KPU dan Komisioner KPU positif Covid, hingga muncul tekanan penundaan pilkada.

Isu lain yang juga menjadi perhatian adalah terkait suku, agama, dan ras (SARA) sebesar 9.434 berita (20%). 

"Isu SARA juga menjadi perhatian, karena mulai munculnya penggunaan narasi terkait isu agama dan rasial dalam Pilkada," kata Rustika.

Selain itu, media juga menyoroti isu politik uang dengan 5.574 berita.Netralitas ASN pada pilkada juga mendapat sorotan dengan 4.494 berita dan isu hoaks pilkada sebanyak 3.579 berita. 

Di antara semua isu tersebut, Rustika memberikan penekanan pada soal protokol kesehatan, hoaks, dan isu SARA atau politik identitas. Antisipasi hoaks dan serangan masif melalui dunia siber perlu menjadi perhatian.