Bersatu Melawan Corona

Sudah sebulan lamanya Covid-19 menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Penyebaran virus ini berdampak pada banyak hal. Bahkan ia seperti momok, hingga pemberitaan di media dan perbincangan di media sosial tak terlepas dari bahasan Covid-19. 

Berdasarkan data WHO per 6 April pukul 00.00 WIB, sudah 1.136.851 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di dunia, di mana 62.955 di antaranya meninggal dunia. Sementara di Indonesia per 6 April pukul 12.00 WIB, terdapat 2.491 kasus diketahui positif Covid-19 dan 209 di antaranya meninggal dunia.

Di tengah kondisi yang serba tidak menguntungkan ini, muncul beragam inisiatif dan aksi sosial untuk saling peduli. Masyarakat bergandeng tangan untuk bahu-membahu menolong atau meringankan beban mereka yang terkena dampak langsung ataupun tidak langsung dari pandemi Covid-19.

Kohesi sosial pun menguat. Masyarakat melakukan aksi spontanitas memberikan donasi, baik dalam bentuk tunai atau alkes. Di sejumlah daerah, warga telah mengumpulkan dan mendistribusikan beragam bantuan kepada tetangganya, bahkan logistik untuk warga dalam status PDP.

Terkait dengan itu, Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence (AI) melakukan riset di media sosial dan media online untuk mendapatkan informasi mengenai apa saja yang diperbincangkan netizen di Twitter dan pemberitaan media online terhadap kohesi sosial tersebut, selama 1 Maret– 4 April 2020.

Selama periode riset terdapat 16.820 berita di media online dan 15.433 cuitan warganet media sosial Twitter tentang aksi sosial masyarakat terkait pandemi Covid-19.

Aksi donasi APD/Alkes merupakan aktivitas yang paling banyak diberitakan media, sebanyak 3.695 berita, diikuti donasi uang/dana sebanyak 3.151 berita. Sementara di Twitter, netizen lebih fokus membicarakan rekening donasi Gugus Tugas Covid-19, sebanyak 3.680 tweet, diikuti isu tentang selebriti yang berdonasi sebesar 2.332 tweet. 

Hal itu menegaskan bahwa kohesi sosial di masyarakat semakin mengental untuk bersama menghadapi pandemi Corona ini.

Sejumlah selebriti dan atlet ternama ikut berdonasi untuk melawan Covid-19, dan juga menjadi influencer untuk menarik perhatian masyarakat agar bersama-sama melakukan aksi sosial. Seperti Melanie Subono yang melakukan aksi pencegahan penyebaran virus Corona dengan membagikan masker secara gratis. Mantan punggawa Timnas sepak bola Rizki Rizaldi Pora juga melakukan donasi dengan melelang baju yang dikenakan pada pentas TSC 2016. Jersey milik Rizki tersebut terjual Rp2,5 juta. Hal itu juga terekam pada riset I2. Isu tentang selebriti berdonasi tayang pada 1.864 pemberitaan di media online, sedangkan atlet berdonasi mencapai 1.184 pemberitaan. Sementara di Twitter, informasi selebriti berdonasi dibahas di 2.332 tweet dan atlet berdonasi sebanyak 63 tweet.

Kendati bukan menjadi satu-satunya penentu, tetapi bisa jadi hal positif yang dilakukan figur publik ini dapat mendorong masyarakat melakukan donasi melawan Covid-19. Khususnya untuk memenuhi kebutuhan APD yang semakin langka.

Adanya donasi yang dilakukan masyarakat luas memuat emosi harapan (anticipation) mendominasi percakapan netizen di Twitter. Sebanyak 2.294 cuitan berisi dorongan agar menyebar kebaikan dan mengajak warganet untuk saling berbagi, khususnya kepada masyarakat terdampak Covid-19. Karena, wabah ini “memukul” perekonomian nasional, terutama masyarakat kelas bawah.

Emosi bahagia (joy) menjadi ekspresi netizen setelah harapan (anticipation). Netizen membicarkan kegiatan-kegiatan bakti sosial tersebut. Sebanyak 1.237 kicauan berisikan rasa syukur dan terima kasih atas sumbangan yang diberikan untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 serta kepada masyarakat terdampak.

Gencarnya sikap altruistik juga membangun kepercayaan (trust). Ditandainya dengan 767 twit berisi dukungan dan membantu menyebarkan informasi-informasi mengenai penggalangan dana untuk para korban terdampak Covid-19.

Seiring dengan semakin meluasnya Covid-19, pemerintah pusat maupun daerah mengeluarkan sejumlah kebijakan, di antaranya mendorong masyarakat untuk melakukan social distance dan kemudian berubah menjadi physical distance. Setidaknya ada dua hal yang diharapkan dilakukan masyarakat, yakni agar tidak keluar dari rumah dan bisa saling menjaga. Itulah sebabnya muncul hashtag #dirumahaja dan #salingjaga.

Dari aspek demografi, netizen yang tertangkap dalam data ini, mayoritas adalah laki-laki dengan 3.618 cuitan (61,8%). Sedangkan perempuan 2.234 cuitan (38,2%). Dari segi umur, 2.219 akun atau 42% berusia 18-25 tahun. Disusul usia 26-35 tahun sebanyak 1.842 akun (35%), di atas 35 tahun sebesar 986 akun (19%), dan di bawah 18 tahun ada 238 akun (4%).