Kerja Sigap Densus 88 Kala Pandemi

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tidak mengendurkan kinerja saat pandemi Covid-19. Ini tecermin dari banyaknya operasi penangkapan terduga teroris di sejumlah daerah.

Catatan Indonesia Indicator (I2), sepanjang Januari hingga Maret 2021, beberapa operasi penangkapan telah dilaksanakan. Pertama, penggerebekan 19 terduga teroris di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 6 Januari, dua di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Pada 20-21 Januari, pasukan elite "Korps Bhayangkara" tersebut kembali beraksi di Aceh dan berhasil mengamankan lima terduga teroris. Salah seorang di antaranya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kelimanya diduga terlibat dalam jaringan bom Polrestabes Medan dan pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di Riau. Mereka juga dikabarkan hendak membuat bom untuk aksi di Aceh dan berencana bertolak ke Afganistan untuk bergabung dengan ISIS.

Densus 88 kembali meringkus dua terduga teroris di Bangka Belitung (Babel) pada 4 Februari. Keduanya  diduga bagian dari jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK).

Medio Februari, giliran tiga terduga teroris di Kalimantan Barat (Kalbar) yang ditangkap. Masing-masing ditangkap di lokasi berbeda.

Penangkapan dilanjutkan di Jawa Timur (Jatim), yakni Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Malang, pada akhir Februari. Sebanyak 12 terduga teroris diamankan karena disinyalir bagian dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan berkaitan dengan Upik Lawanga, salah seorang pentolan JI.

Operasi di Jatim dilanjutkan pada awal Maret dan berhasil menciduk 10 terduga teroris. Seperti sebelumnya, mereka juga diduga bagian jaringan JI dan terkait Upik Lawanga.

Pasukan kontra-terorisme lalu menangkap 20 orang di Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) serta dua orang di Jakarta, beberapa hari lalu. Operasi tersebut merupakan hasil pengembangan di Jatim.

Berbagai penangkapan terduga teroris itu menjadi sorotan media daring. Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) sepanjang 1 Januari-22 Maret 2021, terdapat 6.022 berita mengenai isu ini yang ditulis 914 media daring.

Media siber Detik menjadi yang paling aktif menulis isu tersebut dengan 161 berita. Media lainnya adalah Suara.com (137 berita), Tribunnews (113 berita), Medcom.id (102 berita), Kompas.com (91 berita,) Tribunnews Makassar (90 berita), Okezone.com (81 berita), Sindonews (77 berita), Antara Papua (74 berita), dan Antara (68 berita).

Karopenmas Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, menjadi pemengaruh teratas (top influencer) karena paling banyak dikutip media dengan 4.958 pernyataan. Urutan kedua ditempati Kapolda Sulsel, Irjen Merdisyam, dengan 1.872 pernyataan; lalu Kabag Penum Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan (1.473 pernyataan); dan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko (1.222 pernyataan).

Selanjutnya Kavid Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, dan Wakapolda Jatim, Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo (masing-masing 696 pernyataan); Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go (630 pernyataan); Kapolrestabes Makassar, Kombes Witnu Urip Laksana (589 pernyataan); Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi (587 pernyataan); serta bekas Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar (405 pernyataan).

Munculnya nama Aziz Yanuar dalam isu ini dilatarbelakangi sejumlah anggota FPI yang ditangkap Densus 88 karena diduga terkait aksi terorisme. Dalam pernyataannya, Aziz membantah ormas Islam yang didirikan Rizieq Shihab itu terlibat terorisme.

Loading...
Loading...