Respons Positif Netizen dalam Kebijakan Ganjil-Genap Kota Bogor

Kebijakan ganjil-genap yang dikenakan kepada semua jenis kendaraan mobil dan motor di Kota Bogor resmi berakhir Minggu (14/2) kemarin. Aturan yang diterapkan di akhir pekan selama 14 hari terakhir tersebut untuk menekan angka penyebaran virus corona penyebab Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Wali Kota Bogor Bima Arya, dikutip Liputan6.com mengatakan kebijakan tersebut efektif menurunkan volume kendaraan sekaligus kasus COVID-19. Data dari Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukan kasus harian Covid-19 menurun 41,7%. Tren tersebut terlihat dari angka konfirmasi positif setiap harinya dari tanggal 6 sampai 14 Februari 2021 atau saat diberlakukannya pembatasan mobilitas di Kota Hujan tersebut.

Indonesia Indicator (I2) telah memantau Twitter pada 5-6 Februari 2021. Hasilnya, terdapat 1.621 cuitan netizen yang menyoroti kebijakan ganjil-genap di Kota Bogor.

Langkah Bima Arya tersebut juga mendapatkan apresiasi dari warga Twitter. Hal itu terlihat dari sebagian besar percakapan netizen yang mempunyai emosi antisipasi (anticipation) sebesar 49%. 

Beberapa harapan dan antisipasi netizen di antaranya agar kebijakan ini dapat dimaksimalkan. Selain itu, banyak cuitan yang terpantau mengemukakan harapan agar kebijakan tersebut dapat menekan laju penyebaran virus corona di Kota Bogor.

Emosi lain yang muncul adalah kemarahan/kekesalan (anger) sebesar 26%, dikaitkan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang merazia penyanyi dangdut Ayu Ting Ting, tidak menggunakan masker secara benar saat merazia. 

Lainnya, emosi terkejut (surprise) sebesar 11%, emosi percaya (trust) 5%, serta gembira (joy) dan takut (fear) masing-masing 3%. 

1.121 Berita Media Online

Di media online, kebijakan ini juga banyak diberitakan mencapai 1.121 berita pada periode yang sama. Ekspos pemberitaan mengenai ganjil-genap mulai mendapat perhatian media di tanggal 5 Februari, dikaitkan dengan sosialisasi kebijakan tersebut. Selajutnya mencapai puncaknya di tanggal 6 Februari dengan 427 berita, dikaitkan dengan pemberlakuan kebijakan ganjil-genap. 

Bima Arya terpantau menjadi figur yang paling banyak dikutip media (1.831 pernyataan), mulai dari sosialisasi, penerapan, hingga catatan hasil, dan keberhasilan kebijakan ganjil-genap tersebut. 

Salah satu pernyataan Bima adalah tentang artis Ayu Ting Ting yang terkena razia. Dalam ucapannya yang dikutip media, Bima menilai peristiwa yang membawa nama pelantun lagu "Alamat Palsu" itu membuat kebijakan ganjil-genap berhasil direspons positif oleh media. 

"Jadi mungkin, dugaannya kami adalah sosialisasinya sudah masif. Mungkin juga ada Ayu Ting Ting efek di sini, jadi tersampaikan dengan sukses, mungkin juga karena ada viral-viral yang lain yah. Sehingga warga Jakarta dan sekitarnya menjadi sangat terinformasikan,“ – Bima Arya (8/2/2021).

Ayu Ting Ting juga banyak dimintai komentarnya oleh media (909 pernyataan) dikaitkan dengan dirinya yang terkena razia. Ayu mengaku diperiksa ketika ingin membeli kopi. Dirinya juga menyebut sudah meminta maaf kepada Wali kota Bogor Bima Arya lewat direct message (DM) Instagram.

Beberapa nama yang juga dikutip media antara lain Kapolresta Bogor Susatyo Purnomo (722 pernyataan), Kadishub Bogor Eko Prabowo (268 pernyataan), Bupati Bogor Ade Yasin (254 pernyataan), dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bogor Agustian Syah (167 pernyataan).

Selain itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Lestari Moerdijat (136 pernyataan), Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (85 pernyataan), Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza (80 pernyataan, dan Danrem 061/SK Achmad Fauzi (73 pernyataan). 

Loading...
Loading...