Petaka Cuitan “Bali Ramah LGBT” Kristen Gray

Curhat turis asal Amerika Serikat (AS), Kristen Gray, via Twitternya @kristentootie tentang Bali kala pandemi Covid-19 berujung deportasi. Gray dipulangkan ke negara asal setelah cuitannya menuai polemik di ruang maya. Gray mengajak turis untuk tinggal dan bekerja di Pulau Dewata, juga memberikan tips untuk menghindari overstay dan pajak.

Tingginya atensi netizen atas cuitan Gray terekam dalam pantauan media sosial Indonesia Indicator (I2) sejak 16 hingga 23 Januari 2021, yakni tembus 19.248 cuitan. Polemik Gray di jagatmaya kemudian viral dan Kemenkum

HAM Kanwil Bali didesak netizen untuk turun tangan. Gray dan kekasihnya, Saundra Michelle Alexander, diperiksa.

Hasilnya, Kemenkum HAM Bali menyebut ada dua informasi Gray yang dinilai meresahkan masyarakat. Pertama, Gray menyebut Bali sebagai provinsi yang ramah LGBTQ. Kedua, Gray menyebarkan informasi soal kemudahan akses masuk ke wilayah Indonesia pada masa pandemi.

Dua alasan itulah yang mendorong petugas Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar mengambil tindakan tegas. Gray dan partner-nya dipulangkan ke AS melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Kamis (21/1/2021) pukul 04.00 WIB.

Dinamika Ekspos Cuitan Netizen

Dalam kurun waktu 16 hingga 23 Januari 2021 tersebut, terdapat 19.248 siulan netizen tentang Kristen Gray. Pada periode itu pula I2 melacak pergerakan ekspos cuitan dalam jumlah dan angka. 

Utas yang dibuat Kristen Gray baru mulai mengundang polemik dan komentar netizen di tanggal 17 Januari sebanyak 2.198 cuitan, atau satu hari setelah utas tersebut dibuat pada 16 Januari

Reaksi netizen atas cuitan Kristen Gray semakin memuncak pada 18 Januari sebanyak 8.250 cuitan. Namun, memasuki 19 Januari, ekspos cuitan netizen perlahan menurun menjadi 6.683 cuitan, dan terus turun signifikan pada 20 Januari sebanyak 1.513. Perbincangan netizen soal Gray makin sedikit pada 23 Januari, yakni 142 cuitan.

Netizen Terkejut dan Marah

Riset media sosial Indonesia Indicator juga mencatat sebanyak 5.844 cuitan atau 56% netizen merespons kasus Kristen Gray dengan emosi terkejut atau surprise. Netizen terkejut dengan konten cuitan Gray yang membuka jasa konsultasi cara memasuki Bali di tengah Pandemi. 

Gray dalam pembelaannya menyebut reaksi atas dirinya dilatarbelakangi sentimen rasial dan minoritas, karena ia seorang Afrika Amerika dan lesbian. Namun, akun @shadyagnezmo merespons sangkalan itu dengan menyebut banyak warga Amerika tidak sekonyol Gray, yang mengaku dideportasi karena ras. Padahal sebenarnya ia tersangkut persoalan hukum.

"Mbak Kristen Gray tinggal milih nih dideportasi atau dipenjara, udah overstaying, gak bayar pajak, gak mematuhi protokol Covid-19," cuit akun ini pada 18 Januari. Akun ini adalah akun anonim, yang memakai nama artis Agnes Monica.

Ada pula emosi anger atau marah sebanyak 1.476 cuitan atau 14%, dikaitkan dengan kecaman netizen atas tingkah laku Kristen Gray yang justru mengajak orang-orang luar negeri untuk datang dan tinggal di Bali kala pandemi. 

Percakapan di linimasa juga berisi pro dan kontra karena klaim Kristen Gray yang

menyebut Bali sebagai daerah yang ramah LGBTQ (“LGBTQ Friendly”).

Pemilik akun @sftuHwang menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak rasis atau bersikap diskriminatif. Dia menilai kasus Gray soal karakter bukan ras.

"Parasite pls go away from Indonesia-!!." cuitnya pada 18 Januari.

Ada pula emosi antisipasi sebanyak 1.358 cuitan atau 13%, berisi harapan-harapan dan hikmah di balik kasus Kristen Gray. Akun @ichawirsa berharap Indonesia bersikap lebih tegas terhadap wisatawan asing.

"Belajar dari Kristen Gray emang bener sih Indonesia harus lebih tegas lagi sama turis/wisatawan asing, apalagi sudah banyak banget begpacker (bule gembel) yang suka bikin onar terutama di Bali" tulis akun @ichawirsa ini pada 18 Januari.

Muncul pula ekspresi muak atau disgust atas cuitan Gray sebanyak 1.019 atau 10%, percaya (trust) 474 cuitan atau 5%, khawatir (fear) 67 cuitan atau 1%, emosi sedih (sadness) 66 cuitan atau 1%, dan senang (joy) 46 cuitan.

Sorotan Dari Kaum Milenial Mendominasi Linimasa

Panasnya polemik cuitan Kristen Gray di jagat maya memunculkan sejumlah keyword populer yang sering muncul dalam perbincangan. Di antaranya kata “American Ignorant” merujuk pada sindiran netizen terhadap asal negara Kristen Gray. Kata kunci “Dear Kristen Gray” juga kerap muncul, berisi nasihat dan kecaman terhadap Kristen Gray agar tidak mengajak para wisatawan luar negeri menetap di Bali secara ilegal.

Muncul pula keyword yang membantah klaim Kristen Gray soal dirinya diserang netizen Indonesia karena wanita berkulit hitam, dan berbeda orientasi seksual. Bantahan netizen ini memunculkan kata kunci seperti “Aturan resmi Pulau Dewata”, “Cara Ilegal, “Aturan imigrasi” dan sejumlah kata kunci yang mengarah pada persoalan hukum, bukan ras. Sebelum dideportasi, Gray bertahan hidup di Indonesia dengan cara menjual ebook berisi cara menetap di Bali seharga 30 dollar AS.

Gray juga membuka jasa konsultasi untuk cara pindah ke Bali di tengah aturan ketat pandemi.

Viralnya polemaik “Bali ramah LGBT” juga tak lepas dari jumlah audiens yang menyototi cuitan Gray. Percakapan tentang Kristen Gray didominasi kelompok umur milenial, gender laki-laki paling banyak sebesar 74% dan perempuan 26%. Rinciannya, kelompok umur 22 hingga 30 sebanyak 37%, rentang usia 31 hingga 40 %, usia 18 hingga 21 tahun 22%, usia 41 hingga 55 tahun 13%, di bawah 18 tahun 3%, dan usia di atas 55 tahun 0%.

Loading...
Loading...