Anak-anak Dalam Sorotan Media Massa

Tahun 2020 menjadi salah satu yang terberat bagi anak-anak Indonesia. COVID-19 yang menjangkiti nusantara sejak awal Maret 2020, mengakibatkan masa depan penerus bangsa tersebut terancam. 

Indonesia Indicator (I2) melakukan pemantauan mengenai isu-isu terkait anak di media online. Kata-kata (keyword) yang digunakan dalam pencarian data atau pemantauan di media di antaranya: "anak - anak“, "anak-anak“, "anak kecil“, dan "anak di bawah umur“. Pemantauan dilakukan dalam kurun waktu 1 Januari–19 November 2020. Adapun jumlah media online yang dipantau mencapai 2.745 portal media online nasional dan daerah.

Hasilnya, isu anak-anak di tengah ancaman pandemi mendominasi pemberitaan sekitar 179.548 berita atau 48% dari isu utama mengenai anak-anak. Media memberitakan mulai dari rentannya kondisi anak-anak terpapar COVID-19, hingga terancamnya masa depan anak akibat virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China tersebut. UNICEF pun menyebutkan bahwa anak–anak dan remaja menyumbang 11% dari kasus virus corona global. 

Di Indonesia, kasus kematian pasien positif corona pada kategori anak-anak mencapai 2,3% dari total kasus. Angka itu merupakan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) per 1 Oktober 2020, seperti yang disampaikan Komisioner KPAI Retno Listyarti yang dikutip Detik.com.  

Selain pandemi, isu kekerasan dan pelecehan terhadap anak juga banyak dikaver media sebanyak 33.492 berita (9%). Pemberitaan banyak menyoroti kasus kekerasan, pelecehan, perdagangan, dan penelantaran anak di Indonesia sepanjang tahun 2020. 

Sebaran ekspos berita mengenai kejahatan terhadap anak terjadi di seluruh wilayah di Indonesia. DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur merupakan tiga provinsi dengan ekspos berita terbesar.

Sementara, figur Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus menjadi figur yang banyak dikutip pernyataannya seputar pengungkapan kasus kejahatan terhadap anak (15.849 pernyataan). Salah satu yang banyak mendapat perhatian media yakni terkait kasus pencabulan 305 anak oleh warna negara Prancis, yang mencuat pada Juli 2020 lalu.

Gizi Buruk 

Dalam riset yang sama, I2 juga menangkap isu pemenuhan gizi dan pencegahan stunting terhadap anak-anak Indonesia, menjadi atensi media sebanyak 17.175 berita (5%). Media banyak meliput soal Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019 yang menunjukkan bahwa prevalensi stunting mencapai 27,67%. Artinya, setiap 10 anak Indonesia, ada tiga orang di antaranya yang mengalami stunting.

Beberapa isu lain yang menjadi santapan "nyamuk pers" yaitu fenomena belajar online terhadap anak dan siswa-siswi sekolah sebanyak 21.664 berita (6%). Topik ini menguat seiring dengan meningkatnya upaya pemerintah memutus mata rantai virus COVID-19. 

Nama Menteri Pendidikan Nadiem Makarim turut menjadi figur yang banyak dimintai pendapatnya oleh media seputar program belajar jarak jauh, atau sekolah daring bagi siswa-siswi sekolah di tengah pagebluk. Nadiem tercatat memberikan keterangan kepada media sebanyak 12.115 pernyataan.  

Lainnya ada isu anak selebritis 34.896 berita, anak dan dunia olahraga 31,267 berita, anak terdampak bencana 27.003, keterlibatan anak dalam politik 24.188 berita, perlindungan anak difabel 6.700 berita, dan pernikahan dini 1.908 berita.