Kontroversi Macron dan Boikot Produk Prancis

"Indonesia mengecam keras pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina dan telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia," demikian cuplikan cuitan Presiden RI Joko Widodo, 31 Oktober 2020 lalu. Tweet itu mendapat antusiasme dari netizen, sebanyak 23.100 suka, 3.800 retweet, dan 1.200 mengomentari unggahan tersebut.

Presiden Macron menuai pro dan kontra pascapidatonya di upacara pemakaman Samuel Paty, seorang guru sejarah di Paris, Prancis yang dipenggal oleh remaja berusia 18 tahun. Paty merupakan guru yang menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dari Charlie Hebdo ke murid-muridnya di kelas. Presiden termuda dalam sejarah negara Prancis menuai kontroversi karena menyebut Islam sebagai agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia. 

Akibatnya, pada 26 Oktober 2020 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Erdoğan bereaksi dengan menyerukan pemboikotan produk Prancis, yang kemudian diikuti juga oleh beberapa negara Arab. Ajakan untuk memboikot produk Prancis juga sampai ke Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya.

WSeruan boikot produk Prancis juga menguat di media sosial dan sempat trending dunia. Indonesia Indicator (I2) mencatat terdapat 122.274 cuitan sepanjang 1 Oktober–4 November 2020. Pergerakan isu mulai membesar ketika Macron berpidato di acara pemakaman Paty pada tanggal 21 Oktober 2020. Kemudian membesar dan di tanggal 29 Oktober intensitas percakapan tertinggi, yakni 17.419 cuitan.

Warga platform Twitter geram dengan pernyataan Presiden Prancis yang dianggap menghina Islam. Hal itu terlihat dari dimensi emosi yang didominasi oleh anger (marah) sebanyak 20.955 cuitan. 

Emosi anticipation (antisipasi) juga banyak diperbincangkan (11.378 cuitan), berisi ajakan untuk melakukan boikot terhadap produk buatan Prancis. Emosi lain yang juga diunggah netizen adalah surprise (terkejut) sebanyak 7.212 cuitan, disgust (jengah) sebanyak 6.986 cuitan, sadness (sedih) sebanyak 4.343 cuitan, trust (percaya) sebanyak 2.416 cuitan, fear (takut) sebanyak 644 cuitan, dan joy (gembira) sebanyak 476 cuitan. 

Republika dan Harian Aceh, Top Media Share

Portal media online juga melahap pemberitaan mengenai kontroversi Macron mencapai 15.414 berita yang diberitakan 1.243 media daring pada periode yang sama. 

Isu ini banyak diberitakan oleh media berbasis Islam, seperti Republika (477 berita) dan Harian Aceh (313 berita). Kedua media itu menjadi yang teratas dalam meliput kasus Macron, diikuti oleh Detik.com (277 berita), Suara.com (254 berita), dan Sindo News (232 berita).

Lainnya, Vivanews (200 berita), Warta ekonomi (186 berita), CNN Indonesia (173 berita), Tribun News (158 berita), dan Tempo.co (156 berita).

Loading...
Loading...