Percakapan di Linimasa; Warganet Memaknai Sumpah Pemuda

Pemuda merupakan motor perubahan bangsa yang tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa. Kiprah pemuda paling erat dikaitkan dengan momentum Sumpah Pemuda pada Minggu, 28 Oktober 1928 di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat.

Saat itu, pemuda dari berbagai pelosok Nusantara besama-sama mengaku bertanah air, berbangsa, dan berbahasa Indonesia. Sejarah kemudian mencatat momen tersebut sebagai bentuk cinta tanah air, kekeluargaan, persatuan dan kesatuan, kerukunan, kerja sama, cinta damai, serta tanggung jawab pemuda terhadap bangsa dan negaranya.

Di kemudian hari, tepatnya pada 1959, 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda melalui Keppres No.316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati peristiwa Sumpah Pemuda.

Lantas seperti apa tanggapan warganet terhadap momen bersejarah ini?

Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2), tercatat ada 27.700 cuitan netizen Twitter terkait peringatan Hari Sumpah Pemuda di 28 Oktober 2020.

Tagar #Sumpahpemuda menjadi yang paling banyak dicuitkan ketika memperbincangkan Hari Sumpah Pemuda di tahun ini, sebanyak 2.358 cuitan.

Tagar #BersatuIndonesiaMaju juga turut muncul dalam percakapan warganet di Hari Sumpah Pemuda. Konten percakapan warganet dalam dua tagar ini tak lain berisi ajakan pemersatu, atau saling gotong royong, khususnya di tengah pandemi Covid-19. 

Salah satunya dicuitkan oleh akun resmi Presiden Joko Widodo, yang mengajak pemuda Indonesia memanfaatkan momentum Hari Sumpah Pemuda untuk bersatu melewati masa-masa sulit pandemi ini. Presiden juga mengajak pemuda Indonesia untuk bangkit dan menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

Sementara tagar #BersatuDanBangkit muncul dan dipopulerkan oleh akun Twitter Gubernur DKI Jakarta @Aniesbaswedan, yang juga mengajak masyarakat menjaga soliditas, persatuan, dan gotong royong demi melewati pandemi Covid-19.

Sentimen positif paling dominan ditemukan di linimasa Twitter dalam momentum peringatan ini. Selain narasi berisi seruan menjaga persatuan dan gotong royong di masa pandemi, juga muncul ajakan untuk menjaga semangat dan tekad para pemuda dalam berbagai lini pembangunan Indonesia.

Menariknya kutipan (quotes) dari Presiden Pertama RI Soekarno tentang pemuda yakni “Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” banyak dicuitkan warganet dengan optimisme.

Adapun sentimen negatif muncul dalam kritikan warganet terhadap kebijakan pemerintah yakni Omnibus Law dan tidak adanya kenaikan dalam Upah Minimum 2021. Kedua isu tersebut muncul dalam narasi tagar #PemudaBangkitLawanRezim. Misalkan saja seperti yang dicuitkan penulis dan pemusik Fiersa Besari. Fiersa dalam cuitannya mengatakan, "satu Indonesia, milik bersama, bukan cuma milik tuan dan nyonya yang konon katanya mewakili rakyat, tapi entah rakyat yang mana. Selamat Hari Sumpah Pemuda, kawan-kawan."

Hingga 31 Oktober, cuitan Fiersa Besari itu disukai oleh 44,8 ribu warganet, diretweet oleh 10,6 ribu warganet, serta mendapatkan 259 tanggapan dari warganet.

Loading...
Loading...