Riuh Kicauan Netizen Soal Kontroversi Anji dan Jerinx

Topik terkait COVID-19 menjadi perhatian besar di tahun ini, pandemi ini pun melahirkan berbagai kontoversi. Kali ini, dua sosok musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dan I Gede Ari Astina atau Jerinx SID bikin heboh dengan pernyataan mereka tentang COVID-19. 

Anji sempat ramai setelah melakukan wawancara dengan seseorang yang mengaku peneliti mikrobiologi, Hadi Pranoto di kanal Youtube-nya Dunia Manji. Di sana, Hadi mengklaim telah menemukan obat “penyembuh dan pencegah” COVID-19. Obatnya diklaim telah mengobati 250.000 pasien COVID-19--padahal jumlah pasien terkonfirmasi positif di Indonesia saat ini masih di bawah itu. Belakangan video itu diturunkan oleh Youtube karena melanggar ketentuan komunitas.

Mantan vokalis grup band Drive itu juga sempat mencuit bahwa “COVID-19 tidak semengerikan apa yang diberitakan media".

Sebelas duabelas dengan Anji, Jerinx, penggebuk drum Superman Is Dead (SID) sering mencuitkan terkait konspirasi COVID-19. Dua pesohor yang sama-sama orang musik itu terpaksa berurusan dengan hukum karena dilaporkan ke polisi atas dugaan menyiarkan berita bohong melalui media digital.

Topik kontroversi Anji dan Jerink menyedot perhatian publik di media sosial. Berdasarkan data Indonesia Indicator (I2) sepanjang periode 27 Juni hingga 26 Juli 2020, kontroversi Anji dan Jerinx diperbincangkan sebesar 37.016 kicauan. 

Dari pemantauan I2, sebagian besar percakapan bersentimen negatif mencapai 47%. Sedangkan sentimen netral dan positif masing-masing 28% dan 25%. 

Generasi Z, usia 18 hingga 25 tahun menjadi yang paling gaduh mencuitkan topik ini (47%) yang diikuti oleh kelompok usia di bawah 18 tahun (41%). Sementara, warganet Twitter berjenis kelamin laki-laki lebih banyak berkicau (60%), dibandingkan dengan perempuan (40%).

Loading...
Loading...