Panasnya Resesi Ekonomi: 22.261 Cuitan Netizen di Twitter

Pada siang yang terik hari Selasa (4/8), warga Twitter gaduh. Tepatnya tagar #MenujuJurangResesi bergema di linimasa dan nangkring menjadi trending topic Indonesia. 

Beberapa netizen mencuitkan kekhawatirannya kalau Indonesia berada di ambang resesi menjelang pengumuman angka pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (5/8). Sementara lainnya mencuitkan terkait sejumlah negara dari benua Eropa, Amerika, hingga ASEAN yang telah terjebak dalam resesi.

Dilansir dari CNBCIndonesia.com, beberapa negara yang telah mengonfirmasi resesi adalah Filipina, Uni Eropa, Amerika Serikat, Hong Kong, Korea Selatan, dan Singapura. 

Resesi sendiri diartikan sebagai menurunnya aktivitas ekonomi dengan ditandai minusnya produk domestik bruto (PDB) selama dua kuartal berturut-turut atau lebih. Indonesia, baru mencatatkan kontraksi ekonomi pada kuartal II-2020 sebesar 5,32%. Sementara pada kuartal I-2020 sebelumnya, ekonomi Indonesia masih positif 2,97%.

Penelusuran Big Data Indonesia Indicator (I2) mengungkap perbincangan terkait resesi ekonomi di Indonesia mencapai 22.261 cuitan dalam satu pekan terakhir sepanjang kurun waktu 1-7 Agustus 2020. Selain #MenujuJurangResesi yang dicuitkan sebanyak 540 cuitan, tagar lain yang turut populer disertakan dalam setiap cuitan netizen ketika membicarakan mengenai resesi ekonomi di Indonesia adalah #CekalCovidSaveNKRI (229 cuitan), #ResesiMeroket (220 cuitan), #Resesi (63 cuitan), dan #MinLimaKomaTigaDuaPersen (62 cuitan).

Secara sebaran demografi, mayoritas pengguna platform "Burung Biru" yang mencuitkan resesi ekonomi di Indonesia adalah pria (68%), sedangkan wanita (32%). Dari segi rentang umur, kelompok generasi Z (18-25 tahun) dan generasi milenial (26–35 tahun) menjadi kelompok umur yang paling perhatian dengan isu resesi ekonomi, masing-masing mencapai 38%. Lainnya, kelompok usia di atas 35 tahun (19%) dan di bawah 18 tahun (5%).

Perbincangan mengenai resesi ekonomi dominan oleh akun organik (human) sebanyak 93% dibandingkan akun robot yang hanya memiliki porsi 7% dari total percakapan.

Sri Mulyani, Rujukan Media Online

Jumlah berita resesi ekonomi juga cukup besar. I2 menangkap terdapat 2.033 berita media online dan 335 portal media online membahas resesi ekonomi di Indonesia pada periode yang sama. 

Hampir semua media daring memberitakan resesi ekonomi di Indonesia dan didominasi oleh media-media berbasis ekonomi dan bisnis, seperti CNBC Indonesia (157 berita) dan Bisnis Indonesia (55 berita). Kelompok media MNC Group juga memberitakan, melalui Sindo News (51 berita) dan Okezone (51 berita). 

Demikian juga dengan media milik Kelompok Kompas Gramedia Group (KKG) yang juga mengulas terkait resesi, contohnya Kontan (43 berita) dan Kompas (35 berita).  

Sebanyak 1.289 berita membahas isu kontraksi pertumbuhan ekonomi. Media mainstream paling banyak memberitakan rilis BPS yang mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,32%. Pertumbuhan ekonomi yang negatif ini merupakan pertama kalinya sejak periode 1998 atau ketika Indonesia mengalami krisis finansial Asia.

Media online juga memberitakan realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN (258 berita), fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (168 berita), program Bantuan Langsung Tunai (BLT) pekerja (127 berita), dan fluktuasi nilai tukar rupiah (116 berita).

I2 juga menelusuri tokoh-tokoh yang menjadi rujukan media sepanjang pekan pertama Agustus 2020. Nama Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi narasumber utama media dalam pembahasan situasi resesi yang akan dihadapi Indonesia. (647 pernyataan). 

Dalam pernyataannya, Menkeu membantah bahwa Indonesia mengalami resesi. 

"Sebetulnya kalau dilihat dari tahun ke tahun belum resesi karena baru pertama kali mengalami kontraksi. Jadi dalam hal ini, kuartal II-2020 baru pertama kali kontraksi. Ini menjadi pemicu agar pada kuartal III dan IV tidak negatif dan terhindar dari zona negatif," ujar Sri Mulyani pada 5 Agustus 2020. 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga menjadi figur yang paling banyak diberitakan di media online atau top person (297 berita). Sri Mulyani diberitakan dalam berita tentang kontraksi pertumbuhan ekonomi, program BLT Pekerja, dan realisasi program PEN.

Nama lain yang juga menjadi top influencer adalah Direktur Riset CORE Piter Abdullah (412 pernyataan), Menko Perekonomian Airlangga Hartanto (355 pernyataan), Peneliti Indef Bhima Yudhistira (269 pernyataan), Presiden Joko Widodo (264 pernyataan), Kepala BPS Suhariyanto (233 pernyataan), dan Tim Komite PEN Raden Pardede (213 pernyataan).

Kemudian, Pengusaha Sandiaga Uno (210 pernyataan), Peneliti Indef Didik J Rachbini (202 pernyataan), serta Direktur Indef tauhid Ahmad (201 pernyataan).