Gowes dan Upaya Tetap Sehat di Tengah Pandemi

"Mengayuh sepeda di akhir pekan, di area seputar Istana Bogor, lumayan membuat tubuh berkeringat. Dengan berolahraga, badan lebih sehat, imunitas tubuh pun menjadi lebih baik. Selamat berakhir pekan," demikian cuitan Presiden Joko Widodo, Sabtu (25/7) pekan lalu.

Cuitan itu sontak diserbu warganet Twitter. Hingga kini, tweet tersebut telah mendapatkan 6.600 likes, 540 retweet, dan 352 komentar. 

Gowes menjadi salah satu cara Presiden Jokowi untuk tetap bisa berolahraga di tengah pandemi Covid-19. Tak hanya Jokowi, bersepeda juga menjadi salah satu jenis olahraga pilihan favorit warga.

Pandemi Covid-19 menunjukkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Sepeda kembali terasa manfaatnya saat pandemi melanda dunia seperti sekarang ini. Selain menjaga kebugaran tubuh, bersepeda juga menjaga kualitas udara. 

Analisa Big Data Indonesia Indicator (I2) tertuju pada tren bersepeda di tengah masyarakat. Periode pemantauan satu bulan terakhir pada kurun waktu 27 Juni hingga 26 Juli 2020, terdapat 51.826 cuitan warganet yang membicarakan mengenai sepeda.

Warganet platform "Burung Biru" terekam banyak mencuitkan terkait aktivitas saat bersepeda (12.832 cuitan). Netizen kerap mengunggah gambar atau video ketika sedang bersepeda. Tidak sedikit juga netizen yang mengunggah catatan jarak tempuh hingga kecepatan mereka dalam bersepeda. 

Besarnya minat netizen untuk bersepeda juga diiringi oleh besarnya perbincangan mengenai jual-beli sepeda di Twitter (5.187 cuita).  Selain itu, tren harga sepeda mahal turut dicuitkan netizen (2.615 cuitan). Mahalnya harga beberapa jenis sepeda membuat sebagian netizen terkejut. Salah satunya adalah sepeda lipat merek Brompton yang mematok harga hingga puluhan juta rupiah.

Isu lain yang juga menjadi perbincangan warga Twitter adalah soal ketertiban bersepeda atau anjuran tertib bersepeda (1.095 cuitan). 

Sementara itu, wacana pemungutan pajak sepeda menjadi perbincangan utama netizen (18.267 cuitan). Wacana ini mengerucut pada pro dan kontra antara yang mendukung pemungutan pajak, dengan yang tidak setuju adanya pemungutan pajak bagi sepeda. 

Isu tersebut ramai setelah salah satu media nasional mengunggah berita berjudul "Pajak Sepeda Bakal Dipungut, Kemenhub Buka Wacana Pesepeda Bayar Pajak," pada Senin (29/6). Informasi itu kemudian dibantah oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

DKI Jakarta Paling Cerewet 

Berdasarkan penelusuran I2, obrolan mengenai sepeda didominasi oleh pria dengan persentase 66%, sedangkan oleh perempuan sebesar 34%. Sementara, dari segi rentang umur, perbincangan mengenai sepeda banyak diminati oleh kelompok umur 18-25 tahun dan 26-35 tahun.

Perbincangan mengenai sepeda tersebar di Indonesia meski masih terpusat di Pulau Jawa, dengan konsentrasi cuitan terbesar berasal dari DKI Jakarta (2.389 akun). Kemudian diikuti oleh Jawa Barat (579 akun), Jawa Timur (426 akun), dan Jawa Tengah (345 akun).

Daerah lain yang juga ramai mencuitkan tren bersepeda adalah Kalimantan Timur (121 akun), Bali (114 akun), Kalimantan Selatan (113 akun), Sulawesi Selatan (82 akun), Kepulauan Riau (79 akun), serta Sumatera Utara (73 akun).

 

 

 

Loading...
Loading...