Masyarakat Internasional Dibombardir 70.372 Berita George Floyd

Sudah satu bulan lebih kematian George Floyd berlalu. Pria kulit hitam warga Amerika Serikat (AS) itu meninggal secara tragis pada 25 Mei 2020. Leher Floyd ditindih dengan lutut oleh oknum polisi Minneapolis, Derek Chauvin kurang lebih 7 menit. Kematian pria yang dituduh membeli rokok memakai uang palsu ini mengguncang dunia hingga mendorong pemberitaan secara masif media internasional dengan ragam isu.  

Tepat satu bulan kematian George Floyd, Indonesia Indicator (I2) merilis riset tentang pemberitaan George Floyd di media mainstream internasional pada periode 25 Mei hingga 25 Juni 2020. Hasilnya, terdapat 70.372 berita dari 1.284 Portal media online internasional berbahasa Inggris yang mengangkat pemberitaan kematian Floyd.

Dari sisi isu, Indonesia Indicator mencatat ada sepuluh isu terbesar yang diangkat media mainstream internasional. Aksi protes terhadap kematian George Floyd menjadi isu yang paling banyak diangkat media sebanyak 37.078 berita. Media serempak mengulas aksi protes yang banyak berlangsung di beberapa negara bagian di Amerika Serikat (AS) yang berujung pada kerusuhan dan penjarahan. 

Gerakan Black Lives Matter (BLM) menempati posisi kedua sebanyak 14.760 berita. Masifnya pemberitaan mengenai aksi protes atas kematian Floyd menguatkan kembali gerakan BLM, sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan dan rasisme sistemik yang terjadi di AS. Aksi BLM pun menjalar ke berbagai negara dan kalangan dari masyarakat umum, tokoh politik, selebritas, atlet, hingga perusahaan swasta.

Kematian George Floyd membuat politik AS juga ikut terguncang. Pilpres AS yang direncanakan 2020 ini juga menjadi sorotan banyak pihak, dan kasus kematian berbasis rasial ini menjadi bola panas dalam politik negara adidaya itu. Isu Pilpres AS menjadi isu ketiga terbesar dalam pemberitaan kematian Floyd, sebanyak  7.065 berita. 

Dalam jajak pendapat terbaru CNN yang dilakukan oleh SRRS pada 8 Juni 2020, popularitas politik Presiden Donald Trump anjlok dari pesaing pemilunya, Joe Biden usai protes isu rasisme yang melanda negara tersebut. 

Sementara isu persidangan pembunuhan George Floyd dan wacana reformasi kepolisian AS menempati posisi keempat dan kelima. Media mainstream internasional mengangkat isu ini masing-masing sebanyak 5.610 dan 5.116 berita.

Popularitas Trump Terus Menukik

Selain lima isu teratas, riset media sosial I2 pada periode 25 Mei - 25 Juni juga mencatat 10 top person atau figur yang paling banyak diberitakan terkait kematian pria keturunan Afrika-Amerika ini. Floyd, sebagai korban, menjadi sosok yang paling banyak diberitakan media online internasional dengan 65.305 berita. Sementara Presiden AS, Donald Trump menjadi figur kedua yang paling banyak diberitakan media online global sebanyak 18.017. Dia banyak dikaitkan dengan pemberitaan seputar protes kematian Floyd, Gerakan Black Lives Matter, wacana reformasi kepolisian, hingga popularitasnya yang semakin tergerus oleh isu ketidakadilan dan rasisme.

Pernyataan Trump juga banyak mendapat atensi media, tercatat sebanyak 21.958 pernyataan. Tingginya sorotan media terhadap politikus Partai Republik ini karena banyak mengeluarkan komentar-komentar kontroversial seputar penanganan demo yang berujung kerusuhan. Misalnya, pernyataan ‘Hari Hebat’ yang dilontarkan Trump dinilai menimbulkan kebingungan publik AS di negeri tersebut. 

"We all saw what happened last week. We can't let that happen. Hopefully George is looking down and saying this is a great thing that's happening for our country. (It's) a great day for him. It's a great day for everybody,“ ujar Trump (05/06/2020). 

Sementara itu, rival politik Trump yang juga Capres AS Joe Biden memanfaatkan isu tersebut untuk tampil di media. Biden tercatat diberitakan sebanyak 5.135 berita. Politikus Demokrat pesaing Trump di Pemilu AS ini juga menjadi top influencer kedua dan dikutip media sebanyak 5.488 pernyataan. Joe banyak memberikan pandangannya seputar keadilan ras dan berhasil menarik simpati publik dengan bertemu keluarga George Floyd dan menghadiri pemakaman Floyd. 

“Now is the time for racial justice. That’s the answer we must give to our children when they ask why. Because when there is justice for George Floyd, we will truly be on our way to racial justice in America,“ ujar Joe Biden (27/05/2020).

Nama-nama lainnya yung juga banyak diberitakan media lainnya adalah terdakwa pelaku pembunuh George Floyd, yakni eks polisi Minneapolis Derek Chauvin yang diberitakan sebanyak 12.628 berita, Gubernur Minnesota Tim Walz 2.744 berita, mantan Presiden AS Barack Obama sebanyak 2.591 berita, Walikota Minneapolis Jacob Frey sebanyak 2.331 berita, Wali Kota New York City Bill de Blasio sebanyak 2.254 berita, Gubernur New York Andrew Cuomo sebanyak 1.825 berita, dan eks Polisi Minneapolis Thomas Lane sebanyak 1.734 berita.

10 Media Paling Produktif

Riset media internasional I2 pada 25 Mei hingga 25 Juni juga mencatat adanya 10 media yang banyak memberitakan seputar kematian George Floyd. The New York Times, menjadi portal media yang paling banyak mengangkat kematian Floyd dengan jumlah 1.965 berita. Sementara portal media online yang berafiliasi politik konservatif Fox News menempati urutan kedua sebanyak 1.933 berita. Disusul Daily News sebanyak 1.454 berita. Sedangkan portal berita sayap kanan Breitbart turut banyak memberitakan peristiwa George Floyd berada di posisi keempat sebanyak 1.041 berita. Disusul Local News8 sebanyak 1.007 berita, Washington Examiner 910 berita, Raw Story 822 berita, The Hill 710 berita, Ravalli Republic 690 berita, dan The Daily Progress sebanyak 690 berita.

Dari sisi peta sebaran pemberitaan, pemberitaan di AS tentang kematian George Floyd terjadi di sejumlah negara bagian. Minneapolis menjadi daerah dengan jumlah pemberitaan terbesar sebanyak 42.117 berita. Minneapolis merupakan negara bagian di mana George Floyd dibunuh hingga pecah kerusuhan.

Menempati kedua terbesar, ibukota AS Washington DC sebanyak 10.540 berita tentang Floyd. Disusul New York sebanyak 9.948 berita, Los Angeles 6.791 berita, Atlanta 5.325 berita, Houston 3.820 berita, Chichago 3.505 berita, Philadelphia 3.082 berita, Denver 2.391 berita, dan terakhir San Francisco sebanyak 2.242 berita. Secara umum di wilayah Eropa, London tercatat paling banyak mengangkat berita kematian Floyd yang dikaitkan dengan kampanye damai Black Lives Matter, dan mengutuk aksi kekerasan oleh Kepolisian AS sebanyak 4.071 berita. Disusul Paris 1.775 berita, Berlin 1.111 berita, Brusel 371 berita, Moscow 233 berita, Milan 223 berita, Madrid 212 berita, Hamburg 118 berita, Cologne 115 berita, dan Budapest sebanyak 115 berita.

Peta sebaran pemberitaan kematian juga terlacak di Asia, khususnya Asia Timur. Hal ini menyusul gelombang protes atas isu ketidakadilan ras juga ditanggapi oleh pemerintah China di Beijing hingga aksi demo kembali pecah di Hong Kong. Beijing merupakan kota yang paling banyak mengangkat peristiwa kematian Floyd sebanyak 886 berita. Disusul Seoul 478 berita, Tokyo 415 berita, Hongkong 93 berita, Taipei 89 berita, Shanghai 83 berita, Pyongyang 22 berita, dan Macau sebanyak 10 berita. 

Dari sisi sentimen, Indonesia Indicator mencatat pemberitaan kematian George Floyd banyak diberitakan secara negatif sebanyak 56%, sentimen netral 23%, dan sentimen positif 21%. Pemberitaan negatif tentang kematian George Floys tersebut dikaitkan dengan  aksi demonstrasi yang berujung kekerasan, kerusuhan dan penjarahan yang terjadi di beberapa kota di Amerika Serikat.