10 Media Mainstream Nasional Dominasi Pemberitaan Pembukaan Tempat Ibadah

Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Surat edaran ini diterbitkan sebagai respons atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan, terutama  dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman dampaknya. 

Terbitnya surat edaran tersebut mendapat respons beragam dari masyarakat, baik di sosial media maupun media online. Indonesia Indicator (I2) merekam terdapat 16.991 berita media online pada periode 1-15 Juni yang membahas terkait pembukaan tempat ibadah di tengah penerapan kenormalan baru (new normal).

Portal media online Republika menjadi yang terdepan mengabarkan informasi pembukaan tempat ibadah, yakni sebanyak 482 artikel. Republika memberitakan mengenai pembukaan tempat ibadah seperti Masjid, Gereja, dan lainnya. Kemudian berturut-turut disusul oleh Kumparan (282 artikel), Detik (234 artikel), Warta Kota (212 artikel), dan Inews Portal (204 artikel). Secara sebaran media, media mainstream nasional cenderung mendominasi 10 besar media share terkait pembukaan tempat ibadah.

Isu pembukaan tempat ibadah untuk umum tercatat diberitakan di seluruh daerah di Indonesia. Provinsi DKI Jakarta, menjadi pusat pemberitaan terkait isu ini dengan menyumbang 2.481 artikel. Daerah lainnya yang cukup banyak mendapatkan porsi pemberitaan cukup besar pada isu ini, adalah Jawa Barat (456 artikel), Jawa Timur (424 artikel), Jawa Tengah (306 artikel) dan Sumatera Barat (210 artikel).

Cukup besarnya porsi media online dan luasnya penyebaran pemberitaan tentang pembukaan tempat ibadah, menunjukkan bahwa isu ini menjadi perhatian utama media online. Hampir semua kepala daerah, mengumumkan langsung informasi tersebut kepada warganya, melalui penyebaran pers release. Beberapa di antaranya sampai mengeluarkan surat edaran yang di dalamnya mencantumkan beberapa hal yang harus dipenuhi oleh pengelola rumah ibadah, guna memastikan tempat ibadah aman untuk digunakan di tengah pandemi Covid-19.  

Pembukaan tempat ibadah juga mencuri perhatian warga Twitter. I2 mencatat terdapat 7.965 cuitan warganet yang membahas isu tersebut dalam kurun waktu 1-15 Juni 2020. Emosi surprise (terkejut) dan anticipation atau mengharap/antisipasi mendominasi cuitan netizen masing-masing sebanyak 36%. Emosi terkejut salah satunya berasal dari munculnya perdebatan pembukaan pusat perbelanjaan, namun di sisi lain tempat ibadah belum banyak dibuka. Padahal tempat ibadah merupakan sebuah tempat untuk menghilangkan dahaga spritual warganet dalam menghadapi kondisi pandemi. 

Sementara emosi antisipasi tidak terlepas dari rasa kangen warganet beribadah di rumah ibadah. Bersamaan dengan itu, warganet juga berharap pembukaan rumah ibadah tidak menjadi penyebab munculnya klaster baru Covid-19.

Sekitar 14% warganet mengeluarkan emosi joy (senang), atas diperbolehkannya kembali tempat ibadah dibuka, meski dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Bahkan dua organisasi keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), kendati menyikapinya dengan berhati-hati tetap merespons positif kebijakan itu.

Dari 7.965 cuitan terkait dengan isu pembukaan kembali tempat ibadah, sekitar 40% di antaranya dilakukan oleh warganet dalam rentang umur 18-25 tahun. Kemudian disusul oleh warganet dalam rentang umur 26-35 tahun. Sebanyak 70% di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan sisanya perempuan.

 

Pemerintah melalui 

 

 

Loading...
Loading...