Media Meliput Bansos Covid-19, Apa Narasinya?

Badai pandemi coronavirus disease 2019 atau Covid-19 telah menghantam seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali pengusaha dan pekerja. Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan dampak sosial-ekonomi lainnya tak terhindarkan. Kondisi ini memaksa pemerintah mengeluarkan kebijakan Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 untuk menjaga pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat terdampak. 

Hingga saat ini, distribusi Bansos Covid-19 masih menghiasi headline sejumlah media arus utams. Insan media turut mengawal kebijakan dan distribusi bansos agar tepat sasaran. Riset media Indonesia Indicator (I2) periode 1 April hingga 25 Mei 2020 mencatat ada 10 isu besar yang diangkat media mainstream online terkait Bansos Covid-19. 

Selama periode pemantauan, terdapat 276.387 berita online soal Bansos. Dari jumlah tersebut, isu terbesar yang diangkat media adalah Penyaluran Bansos oleh Pemerintah Pusat, yang mencapai 59.821 berita atau 21% dari total pemberitaan.

Media mengulas berbagai sudut pandang penyaluran bansos, mulai dari bentuk/jenis bansos, mekanisme penyaluran bansos, data penerima bansos, hingga daerah-daerah penerima Bansos Covid-19. Isu terbesar kedua adalah Bantuan Alat Pelindung Diri (APD), sebanyak 20.900 berita. Media memiliki atensi yang cukup besar untuk aksi sosial penyediaan APD bagi tenaga medis dan rumah sakit dari berbagai lapisan masyarakat. Seperti pemberian 3.405 APD oleh Telkom ke empat Rumah Sakit di Jateng, DI Yogyakarta, dan Jatim.

Media juga mewartakan keterlibatan petugas dan aparat dalam mengawal pembagian bansos, yang diberitakan sebanyak 17.444 berita. Narasi diangkat adanya harapan dari banyak pihak, dengan keterlibatan aparat mengawal penyaluran bansos, maka distribusinya dapat tepat sasaran. Ekspektasi masyarakat ini juga muncul akibat ramainya isu korupsi dan  pemotongan dana bansos Covid-19. Persoalan ini diangkat media dalam 16.648 berita.

Selain isu-isu di atas, juga terdapat bahasan  soal dapur umum TNI/Polri sebanyak 13.568 berita, program Kartu Prakerja 12.666 berita, bansos Pemprov DKI Jakarta 9.644 berita, bansos Pemprov Jabar 6.859 berita, donasi dari publik figur 5.277 berita, dan bansos Pemprov Jatim sebanyak 4060 berita.

Influencer Dalam Bansos Covid-19

Mencuatnya sejumlah isu di atas tak lepas dari sejumlah aktor pemangku kebijakan publik yang berbicara kepada media. I2 mencatat ada 10 top person dan 10 top influencer dalam ruang media terkait penyaluran Bansos Covid-19. Mulai dari pejabat pemerintah pusat sebanyak enam figur hingga kepala daerah sebanyak empat figur.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan figur teratas yang paling banyak disorot media (20.364 berita). Mulai dari seputar penyaluran bansos untuk masyarakat terdampak, hingga program Kartu Prakerja dalam menanggulangi badai PHK massal dan pekerja yang dirumahkan. Figur Presiden Jokowi paling sentral dalam isu ini, karena besarnya jumlah berita yang memuat figur  Jokowi dan juga menjadi tokoh yang paling banyak dikutip pernyataan, yakni sebanyak 36.848 pernyataan. Selain itu, banyak berita dan pernyataan dari figur kedua setelah Jokowi, jumlahnya terpaut cukup jauh.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi top person kedua dengan 4.632 berita, yang umumnya berisi terkait penyaluran bansos di DKI Jakarta. Posisi ketiga dan keempat top person juga diisi oleh kepala daerah, yakni Gubernur Jabar Ridwan Kamil (3.491 berita), disusul Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (2.592 berita). 

Selanjutnya, Menteri Keuangan Sri Mulayani Indrawati (2.577 berita), Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (1.682 berita), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (1.677 berita), Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar (1.379, berita) Menteri Sosial Juliari Batubara (1.359 berita), dan terakhir Menteri dalam Negeri Tito Karnavian sebanyak, (1.318 berita).

I2 juga merangking 10 figur berpengaruh yang pernyataannya banyak menjadi rujukan media mainstrem online ihwal Bansos Covid-19. Selain Presiden Jokowi, terdapat 4 kepala daerah dan 5 menteri. Pernyataan Presiden terkait check and balance penyaluran bansos, hingga sikap geramnya presiden karena distribusi bantuan tunai yang berbelit-belit dan begitu lambat untuk sampai ke penerima.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menempati posisi top influencer kedua sebanyak 15.056 pernyataan dikutip media. Mulai dari seputar penyaluran hingga kritiknya terhadap ketidaksinkronan data penerima bansos antara pemerintah pusat dengan daerah.

Posisi ketiga influencer adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebanyak 14.619 pernyataan, disusul Menteri Keuangan Sri Mulyani 10.947 pernyataan, Gubernur Jatim Khofifah 9.065 pernyataan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo 6.613 pernyataan, Ketua MPR Bambang Soesatyo 5.660 pernyataan, Mensos Juliari Batubara 5.054 pernyataan, Menko PMK Muhadjir Effendy 4.890 pernyataan, dan Mendes PDTT Abdul Halim sebanyak 4.135 pernyataan media.

Bansos dan Respons Media

Riset I2 dalam kurun waktu 1 April -25 Mei 2020 itu juga merangking 10 portal media online yang mengangkat isu Bansos Covid-19. Republika, menjadi media mainstream

yang paling banyak memberitakan penyaluran bansos (3.286 berita). Portal media online Sindo News menempati urutan kedua teratas (2.543 berita), salah satunya membahas penyaluran bansos bagi masyarakat terdampak Covid-19 dengan 2.543 berita. Disusul Antara sebanyak 2.337 berita, Tribun News 2.232 berita, Detik 2.218 berita, Kumparan 2.171 berita, Warta Kota 1.780 berita, Media Indonesia 1.625 berita, Liputan 6 sebanyak 1.593 berita dan Kompas sebanyak 1.583 berita.

Sentimen positif tentang bansos di media mencapai 52%. Sementara sentimen negatif sebanyak 15% dan sentimen netral 33%. 

Angle pemberitaan positif yang diangkat media umumnya dari  isu-isu penyaluran bansos di berbagai daerah, bantuan APD bagi rumah sakit, tenaga medis, hingga pengawalan distribusi bansos. Sedangkan wacana negatif muncul akibat adanya isu-isu korupsi, pemotongan dana bansos, dan berita keluhan warga yang masih belum menerima Bansos Covid-19.

Loading...
Loading...