Lebaran di Tengah Pandemi Dalam Sorot Media

Lebaran tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perayaan Hari Raya Idulfitri terpaksa dirayakan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Semenjak pertengahan Maret tahun ini, berbagai upaya pencegahan dan pemutusan rantai virus corona banyak dilakukan, antara lain seperti aturan belajar, bekerja dan beribadah dari rumah, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di berbagai daerah, hingga larangan mudik. Akibat aturan tersebut, banyak tradisi ‘khas’ Lebaran yang hilang, seperti salat Id bersama-sama, menikmati Lebaran di kampung halaman, hingga open house alias halal bihalal lebaran.

Isu terkait Lebaran ini ramai diperbincangkan di linimasa dan diberitakan media mainstream. Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) merekam terdapat 638.122 cuitan netizen Twitter dan 49.903 berita online yang membahas mengenai Lebaran sepanjang periode 6-20 Mei 2020.

Ramainya masyarakat membeli baju lebaran ke pusat perbelanjaan menjadi sorotan terbesar netizen Twitter, yang dibahas dalam 106.807 cuitan. Netizen menunjukkan kekesalan terhadap aksi nekat warga yang tetap berbelanja baju Lebaran meski ada penerapan PSBB. 

Netizen Twitter juga banyak membicarakan hal-hal terkait mudik (38.167 cuitan). Mulai dari larangan mudik, patroli mencegah mudik, hingga ajakan sesama netizen agar tidak mudik ke kampung halaman demi menjaga kesehatan keluarga di kampung.

Di media online, awak media juga paling banyak mengangkat isu tentang mudik, mencapai 12.815 berita. Berita-berita seputar pelarangan mudik, hingga operasi aparat dalam mencegah masyarakat melakukan mudik menjadi perhatian media.

Sementara, polemik pembukaan mal di tengah pandemi menjadi sorotan warga Twitter dan media mainstream, masing-masing sebanyak 19.545 cuitan dan 692 berita. 

Di Twitter, perbincangan netizen mengekspresikan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah yang mengizinkan mal beroperasi di tengah PSBB. Netizen turut kesal dan dan melontarkan cuitan nyinyir kepada perilaku warga yang memadati mal untuk berbelanja.

Isu lain yang menjadi sorotan netizen antara lain pelaksanaan salat Id (19.321 cuitan), pembagian bantuan sosial (16.887 cuitan), warga ramai berbelanja di pasar (8.214 cuitan), ketersediaan kebutuhan bahan pokok (5.883 cuitan), dan larangan open house Lebaran (3.666 cuitan).

Pembagian bantuan sosial juga menjadi isu yang banyak diberitakan media (8.945 berita). Media mengangkat langkah pemerintah memangkas proses penyaluran bansos dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa menjelang Hari Raya Idulfitri. 

Lainnya, isu pelaksanaan salat Id mulai menjadi perhatian media mainstream setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak melarang pelaksanaan salat Id dan hanya mengimbau agar masyarakat menjalankan ibadah dari rumah. Isu ini diberitakan sebanyak 6.006 berita. Isu lain yang menjadi perhatian media adalah warga ramai berbelanja di pasar (3.109 berita), ketersediaan pangan (1.455 berita), dan larangan open house Lebaran (1.345 berita).

Emosi anticipation mendominasi

I2 menangkap emosi terbesar yang diekspresikan netizen tentang Lebaran adalah anticipation (antisipasi/harapan), sebanyak 70.663 cuitan (63%). Banyak netizen yang mengajak dan berharap agar masyarakat turut mematuhi penerapan PSBB dengan tidak berbelanja baju Lebaran di mal, tidak mudik, dan mau menjalankan ibadah salat Id dari rumah.

Salah satunya, dicuitkan oleh Nadirsyah Hosen melalui akun @na_dirs pada Rabu (20/5) lalu. "Baju baru buat Lebaran dicari sambil berdesakan di jalan dan pasar. Padahal nyawa kita dan keluarga gak bisa diganti nyawa baru. Berdamai itu bukan dengan menyemai masalah baru," cuitnya yang diretweet sebayak 671.  

Perayaan Lebaran juga disambut dengan emosi joy (senang), yang dicuitkan sebanyak 35.587 cuitan (18%). Emosi ini merupakan ungkapan rasa senang dan syukur netizen menyambut Lebaran. Di sisi lain, kebijakan MUI yang tidak melarang salat Id di masjid pun juga disambut bahagia oleh beberapa kelompok masyarakat yang menginginkan salat Id tetap dilaksanakan di masjid.

I2 juga merekam emosi sadness (kesedihan) sebanyak 22.907 cuitan (11%). Netizen mengungkapkan rasa sedihnya karena tidak bisa merayakan Lebaran dengan sanak keluarga seperti pada tahun-tahun sebelumnya. 

Dalam perbincangan mengenai Lebaran di Twitter, lebih banyak menarik perhatian perempuan dibandingkan kaum laki-laki (54% berbanding 46%). Sementara dari segi rentang umur, netizen milenial (18-35 tahun) yang merupakan kelompok umur produktif lebih banyak membahas Lebaran.