Srikandi-Srikandi Paling Populer dan Berpengaruh di Media

International Women's Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional dirayakan setiap 8 Maret dan menjadi perayaan global di berbagai negara. 

Untuk pertama kalinya, Hari Perempuan Internasional dirayakan di New York pada 28 Februari 1909. Lalu, resmi menjadi perayaan global ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatinya pada 8 Maret pada 1977. Fokus dari perayaan ini adalah pemberdayaan perempuan di semua bidang.

Hingga saat ini, terdapat tema khusus untuk merayakan Hari Perempuan Internasional oleh PBB. Tahun ini, perayaan IWD mengusung tema "Each for Equal", merefleksikan kembali nilai tentang perbedaan, memainkan peran perempuan, serta representasi dari kesetaraan gender. 

Kesetaraan gender merambah ke berbagai bidang, baik ekonomi, bisnis, dan politik dalam berbagai komunitas.

Di Indonesia, perempuan membuktikan jika mereka tak kalah dari laki-laki. Dengan prestasi yang mumpuni, jajaran perempuan ini mampu mencuri perhatian media online di Indonesia. 

Indonesia Indicator, perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) mengidentifikasi public figur perempuan yang muncul dalam pemberitaan. Data dihimpun dari tanggal 1 Januari - 17 Desember 2019. Total berita adalah 10.042.063 berita dari 4.019 media online Indonesia.

Data dianalisis secara real time menggunakan sistem Intelligence Media Management (IMM) yang berbasis AI. Hasil analisis data tersebut mewakili data spontan (subsconscious data/bukan hasil survei yang bisa diarahkan) dari seluruh media.

Sri Mulyani, Newsmaker Media Online

Sosok Sri Mulyani Indrawati menjadi figur perempuan paling populer sepanjang tahun 2019. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini konsisten diberitakan setiap bulannya sekaligus bertengger di posisi pertama jajaran tokoh perempuan terpegah dengan total pemberitaan mencapai 58.379 berita.

Sri yang juga menjadi Menteri Keuangan masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menjadi media darling, terutama soal perannya sebagai Menteri Keuangan dan pembahasan seputar kebijakan ekonomi negara. 

Dia juga banyak dikutip pernyataannya oleh media online (86.248 pernyataan). Kepercayaan media terhadap mantan ekonom ini mampu menempatkannya sebagai rujukan utama pemberitaan. Rata-rata setiap pemberitaan, media tiga kali mengutipnya.

Ekspos pernyataannya dikutip dua kali lipat lebih besar dibandingkan menteri perempuan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kabinet Kerja periode 2014-2019 lainnya, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja Susi Pudjiastuti (37.960 pernyataan), mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yanh saat ini menjabat sebagai Ketua DPR, Puan Maharani (35.256 pernyataan), dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno (27.408 pernyataan).   

Sri Mulyani juga mengungguli menteri perempuan yang menjabat selama dua periode pemerintahan Jokowi lainnya, seperti Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar (25.621 pernyataan), serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (33.665 pernyataan). Pembangunan narasi meliputi kinerja para menteri di masing-masing sektor, termasuk framing negatif terhadap kebijakan yang menuai kontroversi.

Sementara itu, sosok Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi figur kedua teratas sebagai sosok perempuan yang paling banyak diberitakan media (52.670 berita). Figur Megawati banyak diliput seputar isu dirinya kembali dikukuhkan sebagai Ketum PDI Perjuangan serta saat momen pelantikan presiden dan wakil presiden.

Namun, media lebih dominan menyebutkan Megawati Soekarnoputri daripada mengutip pernyataannya. Posisi Megawati sebagai tokoh terpegah urutan ke-2 teratas, tapi berada di urutan ke-7 (29.949 pernyataan) dalam jajaran tokoh paling banyak dikutip.

Sosok Ibu Negara Iriana Joko Widodo menempati urutan ke-10 sebagai tokoh perempuan tervokal tahun 2019 (24.365 pernyataan). Iriana Jokowi banyak dikutip terkait kegiatannya sebagai ibu negara.

Srikandi Daerah 

Tak hanya dari pemerintah pusat, beberapa figur pejabat daerah juga terekam eksis memberi pernyataan di media, seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (77.596 pernyataan) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (40.572 pernyataan).

Kedua kepala daerah perempuan itu juga banyak diberitakan media sehingga masuk dalam jajaran perempuan terpegah, masing-masing di urutan ke-3 (34.368 berita) dan ke-9 (20.154 berita). Keduanya banyak diberitakan terkait kiprahnya dalam menyelesaikan persoalan daerah, terutama di tahun lalu terkait konflik mahasiswa Papua di Jawa Timur. 

Media juga secara aktif memberi atensi terhadap mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono (28.504 berita). Ani Yudhoyono diberitakan secara intensif karena persoalan kesehatan hingga wafatnya. Istri Presiden ke-6 SBY itu tutup usia di Singapura pada Sabtu (1/6) siang karena sakit kanker darah.

Loading...
Loading...