Corona Tiba di Indonesia, Bagaimana Reaksi Netizen

Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus virus corona jenis baru (Covid-19) pertama di Indonesia, Senin (2/3/2020), perbincangan tentang virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China ini kembali gempar di media sosial.

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) mencatat corona menjadi perhatian serius warganet. Sepanjang periode 2 hingga 4 Maret 2020 pukul 13:00 WIB, perbincangan isu virus corona di Twitter terus mengalir tak terbendung. Jumlahnya mencapai ratusan ribu, persisnya 319.186 cuitan.

Kelangkaan Masker dan Cairan Antiseptik

Lolosnya virus corona ke Indonesia tak bisa dipungkiri menimbulkan guncangan serius di jagat maya. Hal ini terlihat dari tingginya angka sentimen negatif publik yang melampau angka 50%.

Sentimen negatif di jagat maya itu banyak muncul dari beberapa kelompok pengkritik kinerja pemerintahan Jokowi dalam menangani virus corona. Beberapa pihak lainnya juga mengkritisi kinerja Pemprov DKI Jakarta, khususnya Gubernur Anies Baswedan. Kritikan netizen tersebut juga tak lepas dari polarisasi ekses Pilpres 2019.

Indonesia Indicator mencatat ada lima isu utama terpopuler yang diperbincangkan netizen tentang corona, berdasarkan jumlah cuitan. Dua WNI positif virus corona (Covid-19) menjadi isu yang paling banyak diperbincangkan (72.944 tweet) dengan reaksi panik dan sedih.

Netizen terpantau menunjukkan emosi terkejut atau surprise (15.491 tweet) di Twitter. Selain terkejut dengan kasus corona di Indonesia, beberapa warganet juga dikagetkan dengan langkah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) yang ternyata sudah dari jauh hari mengamankan masker untuk warganya.

Pemilik akun @03_nakula, misalnya, memuji langkah Risma menimbun masker sejak corona pertama kali muncul di Wuhan, dengan tujuan agar warga Surabaya tidak panik. Ia juga membubuhkan sejumlah emotikon positif dalam cuitannya.

“Subhanallah...keren emak ku…,” tulisnya, diretweet sebanyak 78 kali dan 335 likes, Rabu 4 Maret 2020, pukul 7:04 WIB.

Ekspresi surprise juga ditunjukkan pemilik akun @ecosorights yang mengkritik keras pemerintah atas pengakuan pasien yang mengaku ‘ngeh’ positif corona dari pemberitaan media.

“Bukan hanya mengabaikan hak masyarakat atas informasi yg benar terkait wabah virus corona di Indonesia, ternyata pemerintah juga mengabaikan hak2 pasien yg menderita virus corona,” tulisnya, pada Rabu 4 Maret 2020, pukul 12:48 WIB.

Emosi fear atau khawatir corona juga tak luput dari jari-jari pengguna Twitter (3.689 tweet). Adalah akun @thisdian yang mengungkapkan rasa khawatir melalui cuitannya pada 2 Maret 2020, pukul 9:10 pagi.

“tdnya gak gitu khawatir soal corona virus.. tapi skrg pgn beli hand sanitizer skrg juga,” ungkap @thisdian.

Langkanya peredaran masker dan antiseptik pembersih tangan juga ramai diperbincangkan netizen (28.101 tweet). Warganet mengecam berbagai pihak yang menjual masker dengan harga mahal dan pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan menimbun masker. 

Wabah corona berimbas pada kian tipisnya persediaan masker dan antiseptik di berbagai daerah. Selain disebabkan oleh konsumen yang memborong masker untuk persediaan, juga diduga ada penimbunan barang yang dilakukan sejumlah oknum. Harga masker pun ikut melonjak.

Netizen menunjukkan emosi anticipation atau waspada (46.220 tweet) yang dikaitkan dengan harapan agar orang-orang tidak memikirkan diri sendiri dengan menimbun masker dan bahan penting lainnya.

Sebagaimana cuitan pemilik akun Twitter @cempala yang mengingatkan agar tidak memanfaat kesempatan dalam kesempitan di tengah teror corona.

“Jangan kau timbun masker untuk kau jual kembali dengan harga tinggi, sementara coronavirus mampu bertahan selama 9 hari di atas permukaan object apapun yang kau sentuh, Hand Sanitizer juga penting, cuci tanganmu sesering mungkin, jika kau peduli sesama," tulis @cempala, yang diretweets sebanyak 102, dan 124 likes pada 4 Maret 2020, pukul 1:45 siang.

Ekspresi yang sama ditunjukkan akun Twitter @ACTforhumanity yang melihat sisi positif corona, bahwa ada pelajaran penting dari wabah virus mematikan ini adalah untuk memanusiakan manusia dengan membubuhkan tagar #BersamaLawanCorona.

“Dari virus Corona kita belajar bagaimana semestinya kita memanusiakan orang lain dgn tdk merampas hak mereka ingin sembuh, ingin sehat & selamat dari wabah penyakit ini. Mereka yg atas kuasa Allah ditetapkan sakit, diuji dgn kesabaran dlm menangani sakitnya,” tulisnya, 4 Maret 2020, pukul 1:46 siang.

Netizen juga membicarakan isu lain. Rumah sakit rujukan khusus pasien Covid-19 menarik perhatian dengan jumlah cuitan mencapai 9.407 cuitan.

Netizen memperbincangkan isu ini secara positif dengan mengapresiasi langkah pemerintah dalam menyiapkan rumah sakit khusus pasien corona, termasuk beban biaya pasien virus corona yang ditanggung pemerintah.

Emosi yang tertangkap adalah joy atau kegembiraan (2.573 tweet). Cuitan yang disiulkan oleh akun @Je_Ly menjadi salah satu contoh ekspresi kegembiraan yang menyambut positif rencana Presiden Jokowi untuk menambah fasilitas khusus penanganan pasien virus corona. Salah satunya, dengan merenovasi rumah sakit yang ada di Pulau Galang, Kepulauan Riau.

“Ini bukti bhw pemerintah kta serius menangani Covid-19. Yuk dukung pemerintah n ingat jangan panic,” tulisnya, Rabu 4 Maret 2020, diretweets sebanyak 62 dan 178 likes.

Isu lain, terkait anggaran untuk influencer sebesar Rp72 miliar (2.487 tweet). Pemerintah pusat dihujani kritik atas wacana dana miliaran untuk influencer ini. Kritik semakin menjadi pascadiumumkannya dua WNI positif corona. Warganet menilai rencana membayar influencer akan sia-sia. Sebagian lainnya menyarankan agar dana tersebut dibelanjakan untuk pengadaan masker dan hand sanitizer.

Lalu, isu tentang privasi data pribadi pasien (2.487 tweet). Isu ini tak kalah menarik dengan sebelumnya, karena menyangkut hak atas privasi korban corona. Rata-rata netizen mengecam berbagai pihak, lantaran membuka data pribadi pasien ke publik.

Loading...
Loading...