Potret Aksi Antikorupsi PA 212 di Portal Online

Persaudaraan Alumni (PA) 212 kembali menggulirkan aksi di tahun 2020 ini. Meski awal kehadiran PA 212 ini terbentuk akibat penolakan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di tahun 2020 kelompok ini memiliki sejumlah agenda lainnya.

Sejak 2016 kelompok PA 212 ini terbentuk, telah terjadi transformasi gerakan yang akhirnya setiap tahun memiliki momentum isunya sendiri. Selepas Ahok, PA 212 kemudian masuk dalam Pilpres 2019, dan menyatakan dukungan terhadap paslon 02, Prabowo - Sandi. Lalu di tahun ini, PA 212 mengangkat isu-isu korupsi. Isu yang dibawa di tahun ini sudah jauh berbeda dengan awal pendirian kelompok. Seperti demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta, pada 21 Februari 2020 lalu. 

Aksi ini bertajuk “Berantas Megakorupsi, Selamatkan NKRI”. Dalam reli, kelompok yang dikomandoi Slamet Maarif tersebut mengusung enam agenda. 'Benang merahnya' adalah isu korupsi.

Beberapa tuntutan tersebut, seperti penyelesaian korupsi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), konsendat, dan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR; mendesak pencopotan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah komando Firli Bahuri cs; serta penerapan hukum potong tangan terhadap koruptor. Satu agenda lainnya masih menyasar Ahok.

Dari atas mobil komando, orator mendesak politikus PDI Perjuangan itu mundur sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Dalihnya, karena terlibat banyak kasus rasuah kala memimpin Ibu Kota. Seperti yang sudah-sudah, besarnya massa yang berpartisipasi kembali menuai kontroversi. PA 212 mengklaim jumlah peserta lebih tinggi dibandingkan taksiran jumlah massa oleh instansi berwajib. PA 212 mengklaim, pihaknya membawa 100.000 orang pada aksi perdana pada tahun ini. Sedangkan perkiraan kepolisian cuma 1.000 jiwa. Sehingga, personel gabungan yang dikerahkan dua kali lipatnya.

Sejumlah hal lain turut mewarnai perjalanan PA 212 pada 2020, mulai dsri sebelum aksi bergulir hingga saat aksi berlangsung. Isu-isu yang muncul dalam pemberitaan media terekam dan diolah oleh piranti lunak artificial intelligence (AI) yang dikembangkan perusahaan Intelijen Media, Indonesia Indicator (I2). Dari periode 18-23 Februari 2020, setidaknya terdapat delapan isu dalam 1.206 berita dari 301 media dalam jaringan atau daring (online).

Menumbangkan Ahok

Orasi Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, terkait desakan Ahok mundur sebagai pejabat teras perusahaan minyak negara mendapat ekpose tertinggi dibandingkan tujuh isu lain. Totalnya mencapai 153 pemberitaan (20%).

Hal tersebut menunjukkan, media masih membingkai PA 212 vis a vis Ahok. Sekali pun isu yang disuarakan Slamet cs bukan lagi menyangkut penodaan terhadap agama, melainkan kasus dugaan rasuah selama menjabat wakil gubernur dan gubernur. Aksi itu juga menuding korupsi yang dilakukan Ahok, yang disebut didukung oleh konglomerat Sugianto Kusuma atau Aguan.

Pemberitaan meluas hingga tanggapan beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju. Seperti Menteri BUMN, Erick Thohir serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam merespons tuntutan PA 212 tersebut, pemerintah–baik Erick maupun Luhut–memastikan takkan memenuhinya. Pertimbangannya, tak ada bukti atas tuduhan tersebut dan kinerja Ahok di Pertamina tergolong baik. 

Desakan lainnya adalah penyelesaikan megaskandal di perusahaan pelat merah. Baik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) maupun PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) alias ASABRI. Porsinya 149 artikel (19%). Ini menujukkan, agenda PA 212 masih mendapat atensi dari media. Memang di luar PA 212,  isu tersebut masih hangat diperbincangkan, mengingat kerugian negara akibat dugaan korupsi di dua BUMN tersebut nyaris Rp30 triliun. Namun, baru perkara Jiwasraya yang masuk tahap penyidikan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Berikutnya, menyangkut dugaan pelemparan batu di kediaman Slamet di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), pada Selasa (18/2) dini hari. Korban menduga, teror di rumahnya terkait rencana aksi PA 212. Ekpose insiden ini sebanyak 143 berita (18%). Keterlibatan anak-anak dalam aksi PA 212 juga disorot portal online. Apalagi, beberapa di antaranya kedapatan merokok. Cakupan beritanya mencapai 120 artikel (15%). 

Sejumlah instansi pun angkat bicara. Seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga ad hoc itu juga menemukan, banyak anak putus sekolah yang terlibat. Masalah ini menjadi sorotan negatif terhadap aksi ini di ruang publik.

Hal lain yang diangkat media online, adalah persiapan jelang reli sebanyak 95 berita (12%). Kemudian, 72 berita menyangkut pengamanan aksi (9%), 45 berita tentang orasi menjatuhkan Jokowi (6%), dan delapan berita mengenai izin aksi (1%).

Tervokal dan Terpopuler

Dari 10 orang yang terbanyak dimintai pernyataan terkait aksi, hanya tiga figur sentral PA 212 yang mencolok. Sisanya berasal dari berbagai unsur. Dari kepolisian hingga pejabat pemerintahan.

Posisinya sebagai ketua umum PA 212, membuat Slamet sebagai figur tervokal, sebanyak 835 pernyataannya dikutip media. Umumnya mencakup persiapan dan tuntutan aksi 21 Februari 2020, hingga pelemparan batu di kediamannya. Urutan kedua ditempati Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, dengan 786 pernyataan. Komentarnya berkaitan dengan pengamanan jelang aksi 212 dan tanggapannya tentang orasi kontroversial yang disertai teriakan desakan Jokowi mundur. 

Kemudian, top influencer ketiga adalah Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin sebanyak 695 pernyataan. Selanjutnya, Menteri BUMN Erick Thohir (338 pernyataan); Direktur Indonesia Resources Studies Marwan Batubara (331 pernyataan); Menko Polhukam, Mahfud MD (281pernyataan); Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis (146 pernyataan); Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar (110 pernyataan); Staf Khusus Presiden Dini Purwono (99 pernyataan); serta Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto (92 pernyataan).

Menariknya, figur terpopuler (top person) dalam pemberitaan aksi 212, adalah bekas politikus PDI Perjuangan sekaligus tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR, Harun Masiku. Namanya disebut dalam 261 berita, yang dikaitkan dengan desakan pengusutan kasus ini oleh PA 212.

Top person kedua, adalah Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus dengan 198 berita. Lalu, Ketum PA 212 Slamet Maarif (193 berita); Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama (191 berita); Presiden Jokowi (171 berita); Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin (129 berita); Direktur Indonesia Resources Studies Marwan Batubara (105 berita); mantan Komisioner KPU sekaligus tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR, Wahyu Setiawan (104 berita); Mahfud MD (77 berita); dan Erick Thohir (67 berita).

Kehilangan Pamor

I2 turut memotret 10 portal online terintens memberitakan PA 212 pada medio Februari 2020. Sebanyak tujuh di antaranya, merupakan media arus utama (mainstream). Detik.com membuat konten terbanyak (97 artikel).

Lalu, disusul Indozone.id (49 artikel), Tribunnews.com (43 artikel), Tempo.co (31 artikel), Suara.com (30 artikel), Akurat.co (29 artikel), Warta Ekonomi.co.id (25 artikel), serta Harianaceh.co.id, Kumparan.com, dan Riau24.com masing-masing 24 artikel.

Data itu menunjukkan, PA 212 mulai kehilangan pamor. Agendanya juga tak lagi “seksi”. Dus, tak mendapat tempat utama di media online. Berbeda dengan aksi-aksi pada 2016 silam.

Fakta lainnya, tercermin dari delapan isu tertinggi pada pemberitaan portal online, tak semua agenda PA 212 diangkat intensif oleh media. Seperti kasus dugaan suap PAW anggota DPR; rasuah konsendat yang menjerat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Honggo Wendratno; desakan Firli cs mundur; dan tuntutan penerapan potong tangan untuk koruptor.

Loading...
Loading...