Soekarno-Hatta Jadi Bandara Terpadat di ASEAN

Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia mencatat Bandara Internasional Soekarno-Hata merupakan bandara terpadat di kawasan ASEAN.

Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono mencatat jumlah pergerakan pesawat (movement) Bandara Soekarno-Hatta pada 2015 sebanyak 1.040 pesawat per hari atau sekitar 43 movement per jamnya. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding Bandara Kuala Lumpur-Malaysia, Changi-Singapura, dan Suvarnabhumi-Thailand.

 

Untuk movement di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia tercatat hanya sebanyak 971 per hari (40/jam). Sementara Bandara Changi, Singapura mencapai 948 per hari (39/jam) dan Bandara Suvarnabhumi, Thailand sebanyak 868 per hari (36/jam).

baca : Terminal 3 Existing Bandara Soetta Akan Ditutup

Di sisi lain, lanjutnya, movement pesawat di Bandara Soekarno-Hatta terus meningkat. Tahun ini, jumlah pesawat yang melakukan take off dan landing di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 72 pesawat per jam atau sekitar 1.700 pesawat setiap harinya.

"Movement Soekarno-Hatta sekarang 72 pesawat per jam. Itu (hanya) take off dan landing, belum termasuk yang overflying atau lalu lalang," ujar Wisnu dalam Media Gathering AirNav Indonesia di Bumi Cikeas Resort, Bogor, Kamis (29/12/2016).

Jika direratakan, tambahnya, movement pesawat di Bandara Soekarno-Hatta mencapai sebanyak 29.633 pesawat setiap bulannya.

Indonesia juga memiliki bandara dengan movement pesawat yang masuk dalam kategori padat selain Soekarno-Hatta. Diantaranya adalah Bandara Sultan Hasanuddin-Makassar, Bandara Juanda-Surabaya, Bandara Ngurah Rai-Denpasar, Bandara Sepinggan-Balikpapan, dan Bandara Kualanamu-Medan.

"Ini yang selalu kita akan coba untuk kelola. Kalau terbang tidak pakai antre tentu lebih cepat dan bisa dioptimalisasi," pungkas Wisnu.

Loading...
Loading...