Masyarakat Internasional Dibombardir 70.372 Berita George Floyd

Sudah satu bulan lebih kematian George Floyd berlalu. Pria kulit hitam warga Amerika Serikat (AS) itu meninggal secara tragis pada 25 Mei 2020. Leher Floyd ditindih dengan lutut oleh oknum polisi Minneapolis, Derek Chauvin kurang lebih 7 menit. Kematian pria yang dituduh membeli rokok memakai uang palsu ini mengguncang dunia hingga mendorong pemberitaan secara masif media internasional dengan ragam isu.  

Tepat satu bulan kematian George Floyd, Indonesia Indicator (I2) merilis riset tentang pemberitaan George Floyd di media mainstream internasional pada periode 25 Mei hingga 25 Juni 2020. Hasilnya, terdapat 70.372 berita dari 1.284 Portal media online internasional berbahasa Inggris yang mengangkat pemberitaan kematian Floyd.

Dari sisi isu, Indonesia Indicator mencatat ada sepuluh isu terbesar yang diangkat media mainstream internasional. Aksi protes terhadap kematian George Floyd menjadi isu yang paling banyak diangkat media sebanyak 37.078 berita. Media serempak mengulas aksi protes yang banyak berlangsung di beberapa negara bagian di Amerika Serikat (AS) yang berujung pada kerusuhan dan penjarahan. 

Gerakan Black Lives Matter (BLM) menempati posisi kedua sebanyak 14.760 berita. Masifnya pemberitaan mengenai aksi protes atas kematian Floyd menguatkan kembali gerakan BLM, sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan dan rasisme sistemik yang terjadi di AS. Aksi BLM pun menjalar ke berbagai negara dan kalangan dari masyarakat umum, tokoh politik, selebritas, atlet, hingga perusahaan swasta.

Kematian George Floyd membuat politik AS juga ikut terguncang. Pilpres AS yang direncanakan 2020 ini juga menjadi sorotan banyak pihak, dan kasus kematian berbasis rasial ini menjadi bola panas dalam politik negara adidaya itu. Isu Pilpres AS menjadi isu ketiga terbesar dalam pemberitaan kematian Floyd, sebanyak  7.065 berita. 

Dalam jajak pendapat terbaru CNN yang dilakukan oleh SRRS pada 8 Juni 2020, popularitas politik Presiden Donald Trump anjlok dari pesaing pemilunya, Joe Biden usai protes isu rasisme yang melanda negara tersebut. 

Sementara isu persidangan pembunuhan George Floyd dan wacana reformasi kepolisian AS menempati posisi keempat dan kelima. Media mainstream internasional mengangkat isu ini masing-masing sebanyak 5.610 dan 5.116 berita.

Popularitas Trump Terus Menukik

Selain lima isu teratas, riset media sosial I2 pada periode 25 Mei - 25 Juni juga mencatat 10 top person atau figur yang paling banyak diberitakan terkait kematian pria keturunan Afrika-Amerika ini. Floyd, sebagai korban, menjadi sosok yang paling banyak diberitakan media online internasional dengan 65.305 berita. Sementara Presiden AS, Donald Trump menjadi figur kedua yang paling banyak diberitakan media online global sebanyak 18.017. Dia banyak dikaitkan dengan pemberitaan seputar protes kematian Floyd, Gerakan Black Lives Matter, wacana reformasi kepolisian, hingga popularitasnya yang semakin tergerus oleh isu ketidakadilan dan rasisme.

Pernyataan Trump juga banyak mendapat atensi media, tercatat sebanyak 21.958 pernyataan. Tingginya sorotan media terhadap politikus Partai Republik ini karena banyak mengeluarkan komentar-komentar kontroversial seputar penanganan demo yang berujung kerusuhan. Misalnya, pernyataan ‘Hari Hebat’ yang dilontarkan Trump dinilai menimbulkan kebingungan publik AS di negeri tersebut. 

"We all saw what happened last week. We can't let that happen. Hopefully George is looking down and saying this is a great thing that's happening for our country. (It's) a great day for him. It's a great day for everybody,“ ujar Trump (05/06/2020). 

Sementara itu, rival politik Trump yang juga Capres AS Joe Biden memanfaatkan isu tersebut untuk tampil di media. Biden tercatat diberitakan sebanyak 5.135 berita. Politikus Demokrat pesaing Trump di Pemilu AS ini juga menjadi top influencer kedua dan dikutip media sebanyak 5.488 pernyataan. Joe banyak memberikan pandangannya seputar keadilan ras dan berhasil menarik simpati publik dengan bertemu keluarga George Floyd dan menghadiri pemakaman Floyd. 

“Now is the time for racial justice. That’s the answer we must give to our children when they ask why. Because when there is justice for George Floyd, we will truly be on our way to racial justice in America,“ ujar Joe Biden (27/05/2020).

Nama-nama lainnya yung juga banyak diberitakan media lainnya adalah terdakwa pelaku pembunuh George Floyd, yakni eks polisi Minneapolis Derek Chauvin yang diberitakan sebanyak 12.628 berita, Gubernur Minnesota Tim Walz 2.744 berita, mantan Presiden AS Barack Obama sebanyak 2.591 berita, Walikota Minneapolis Jacob Frey sebanyak 2.331 berita, Wali Kota New York City Bill de Blasio sebanyak 2.254 berita, Gubernur New York Andrew Cuomo sebanyak 1.825 berita, dan eks Polisi Minneapolis Thomas Lane sebanyak 1.734 berita.

10 Media Paling Produktif

Riset media internasional I2 pada 25 Mei hingga 25 Juni juga mencatat adanya 10 media yang banyak memberitakan seputar kematian George Floyd. The New York Times, menjadi portal media yang paling banyak mengangkat kematian Floyd dengan jumlah 1.965 berita. Sementara portal media online yang berafiliasi politik konservatif Fox News menempati urutan kedua sebanyak 1.933 berita. Disusul Daily News sebanyak 1.454 berita. Sedangkan portal berita sayap kanan Breitbart turut banyak memberitakan peristiwa George Floyd berada di posisi keempat sebanyak 1.041 berita. Disusul Local News8 sebanyak 1.007 berita, Washington Examiner 910 berita, Raw Story 822 berita, The Hill 710 berita, Ravalli Republic 690 berita, dan The Daily Progress sebanyak 690 berita.

Dari sisi peta sebaran pemberitaan, pemberitaan di AS tentang kematian George Floyd terjadi di sejumlah negara bagian. Minneapolis menjadi daerah dengan jumlah pemberitaan terbesar sebanyak 42.117 berita. Minneapolis merupakan negara bagian di mana George Floyd dibunuh hingga pecah kerusuhan.

Menempati kedua terbesar, ibukota AS Washington DC sebanyak 10.540 berita tentang Floyd. Disusul New York sebanyak 9.948 berita, Los Angeles 6.791 berita, Atlanta 5.325 berita, Houston 3.820 berita, Chichago 3.505 berita, Philadelphia 3.082 berita, Denver 2.391 berita, dan terakhir San Francisco sebanyak 2.242 berita. Secara umum di wilayah Eropa, London tercatat paling banyak mengangkat berita kematian Floyd yang dikaitkan dengan kampanye damai Black Lives Matter, dan mengutuk aksi kekerasan oleh Kepolisian AS sebanyak 4.071 berita. Disusul Paris 1.775 berita, Berlin 1.111 berita, Brusel 371 berita, Moscow 233 berita, Milan 223 berita, Madrid 212 berita, Hamburg 118 berita, Cologne 115 berita, dan Budapest sebanyak 115 berita.

Peta sebaran pemberitaan kematian juga terlacak di Asia, khususnya Asia Timur. Hal ini menyusul gelombang protes atas isu ketidakadilan ras juga ditanggapi oleh pemerintah China di Beijing hingga aksi demo kembali pecah di Hong Kong. Beijing merupakan kota yang paling banyak mengangkat peristiwa kematian Floyd sebanyak 886 berita. Disusul Seoul 478 berita, Tokyo 415 berita, Hongkong 93 berita, Taipei 89 berita, Shanghai 83 berita, Pyongyang 22 berita, dan Macau sebanyak 10 berita. 

Dari sisi sentimen, Indonesia Indicator mencatat pemberitaan kematian George Floyd banyak diberitakan secara negatif sebanyak 56%, sentimen netral 23%, dan sentimen positif 21%. Pemberitaan negatif tentang kematian George Floys tersebut dikaitkan dengan  aksi demonstrasi yang berujung kekerasan, kerusuhan dan penjarahan yang terjadi di beberapa kota di Amerika Serikat.

 

 

 


Seberapa Viral Hari Ulang Tahun Jakarta?

Hari Ulang Tahun ke-493 Kota Jakarta diperingati pada Senin, 22 Juni. Hari jadi Kota Jakarta pada 22 Juni ini ditetapkan pada masa pemerintahan Wali Kota Sudiro yang menjabat pada periode 1953–1958. 

Perayaan HUT DKI Jakarta kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena masih terjadi pandemi virus corona (Covid-19). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warga Jakarta untuk menyambut ulang tahun kota Jakarta dari rumah saja demi mencegah penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu. Hal tersebut terlihat dalam unggahannya di akun media sosial Instagram yang sudah terverifikasi, @aniesbaswedan. "Mari sambut ulang tahun kota Jakarta dari rumah aja!" tutur Anies, Sabtu (20/6).

Di media sosial Twitter, netizen ramai mencuitkan Peringatan HUT DKI Jakarta. Indonesia Indicator (I2) merekam terdapat 2.371 cuitan di Twitter terkait topik tersebut dalam kurun waktu 19–22 Juni 2020.

Anies juga berkicau di platform 'Burung Biru' ini. "Hari ini, 22 Juni 2020, kita tunjukkan Jakarta adalah kota yang tangguh, Jakarta yang akan jauh lebih solid, Jakarta yang tetap ada untuk semua. Selamat Ulang Tahun Jakarta!" tulis Anies, Senin (22/6). Ucapan pendek Anies itu mencapatkan 909 retweets dan 3.400 likes. 

Perayaan ulang tahun Jakarta disambut penuh suka cita oleh warganet. Emosi senang (joy) dominan mengisi ruang perbincangan netizen terkait Peringatan HUT DKI Jakarta (64%). Emosi Joy banyak muncul dari ucapan hari ulang tahun dari netizen untuk Kota Jakarta.

Sementara emosi antisipasi (anticipation) (34%) dicuitkan netizen yang mengutarakan harapan dan doanya terhadap masa depan Jakarta. Warganet juga mencuitkan emosi percaya (trust) sebanyak 2% yang mencuitkan kepercayaannya bahwa Kolaborasi antara Pemda DKI Jakarta dan elemen masyarakat Jakarta akan membuat Jakarta semakin tangguh. 

Sederet tagar turut meramaikan ulang tahun Jakarta. Tagar #HUTDKI493 menjadi tagar terpopuler (60%) dikaitkan dengan peringatan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta. Selain itu, terdapat tagar #JakartaTangguh (21%). Tagar ini diangkat netizen karena merupakan tema HUT DKI Jakarta pada tahun ini, yang menggambarkan semangat dan ketangguhan masyarakat DKI Jakarta dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Selain itu, netizen juga ramai-ramai mencuitkan tagar #HUTJakarta493 (12%), #HUTJakarta (5%), dan #HUTDKIJakarta (2%), yang berisi ucapan selamat ulang tahun terhadap ibu kota negara Indonesia tersebut. 

 

Hari ulang tahun kota yang dulu pernah bernama Batavia ini juga banyak diberitakan oleh media. Terdapat 1.310 berita media online yang membahas mengenai HUT DKI Jakarta pada periode yang sama.

Nama Anies Baswedan menjadi figur yang paling banyak diberitakan media terkait HUT DKI Jakarta (270 berita). Mantan Menteri Pendidikan ini banyak diberitakan seputar persiapan HUT, upacara peringatan HUT DKI Jakarta, hingga laporan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Keuangan DKI Jakarta yang menurutnya sebagai kado ulang tahun DKI Jakarta. 

Media daring juga memburu Anies untuk sumber rujukan pemberitaan sehingga menjadikannya sebagai figur tervokal di media daring (1.064 pernyataan). Dalam salah satu pernyataannya di media, Anies menjelaskan bahwa tema HUT DKI Jakarta saat ini yakni 'Jakarta Tangguh’. Tema tersebut untuk memperlihatkan masyarakat di DKI Jakarta yang memiliki semangat tinggi dan tangguh dalam menghadapi pandemi Covid–19.

Komisaris Utama PT Pertamina, yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi figur kedua yang banyak diberitakan media sekaligus tokoh tervokal ke-4 dengan jumlah pemeritaan sebanyak 102 berita dan 62 pernyataan. 

Media memberitakan Ahok yang mengucapkan HUT DKI Jakarta di akun media sosialnya. Dalam cuitannya, Ahok berharap agar Kota Jakarta makin maju dan tak kalah dengan kota–kota lainnya di dunia. Selain itu, ia berharap agar warga Jakarta tetap sehat di masa Pandemi Covid–19.

"Untuk warga DKI Jakarta, saya ucapkan Selamat HUT DKI Jakarta ke-493. Dengan kondisi saat ini saya berharap warga Jakarta tetap sehat dan percaya kesulitan di masa pandemi Covid-19 ini akan membuat kita semakin kuat menghadapi berbagai cobaan. Selamat ulang tahun Jakarta," tulis Ahok yang kemudian diretweet sebanyak 424 kali. 

Sosok lain yang juga menjadi top person adalan Sekda DKI Jakarta Saefullah (58 berita), Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (44 berita), dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (15 berita).  

10 Media Mainstream Nasional Dominasi Pemberitaan Pembukaan Tempat Ibadah

Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Surat edaran ini diterbitkan sebagai respons atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan, terutama  dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman dampaknya. 

Terbitnya surat edaran tersebut mendapat respons beragam dari masyarakat, baik di sosial media maupun media online. Indonesia Indicator (I2) merekam terdapat 16.991 berita media online pada periode 1-15 Juni yang membahas terkait pembukaan tempat ibadah di tengah penerapan kenormalan baru (new normal).

Portal media online Republika menjadi yang terdepan mengabarkan informasi pembukaan tempat ibadah, yakni sebanyak 482 artikel. Republika memberitakan mengenai pembukaan tempat ibadah seperti Masjid, Gereja, dan lainnya. Kemudian berturut-turut disusul oleh Kumparan (282 artikel), Detik (234 artikel), Warta Kota (212 artikel), dan Inews Portal (204 artikel). Secara sebaran media, media mainstream nasional cenderung mendominasi 10 besar media share terkait pembukaan tempat ibadah.

Isu pembukaan tempat ibadah untuk umum tercatat diberitakan di seluruh daerah di Indonesia. Provinsi DKI Jakarta, menjadi pusat pemberitaan terkait isu ini dengan menyumbang 2.481 artikel. Daerah lainnya yang cukup banyak mendapatkan porsi pemberitaan cukup besar pada isu ini, adalah Jawa Barat (456 artikel), Jawa Timur (424 artikel), Jawa Tengah (306 artikel) dan Sumatera Barat (210 artikel).

Cukup besarnya porsi media online dan luasnya penyebaran pemberitaan tentang pembukaan tempat ibadah, menunjukkan bahwa isu ini menjadi perhatian utama media online. Hampir semua kepala daerah, mengumumkan langsung informasi tersebut kepada warganya, melalui penyebaran pers release. Beberapa di antaranya sampai mengeluarkan surat edaran yang di dalamnya mencantumkan beberapa hal yang harus dipenuhi oleh pengelola rumah ibadah, guna memastikan tempat ibadah aman untuk digunakan di tengah pandemi Covid-19.  

Pembukaan tempat ibadah juga mencuri perhatian warga Twitter. I2 mencatat terdapat 7.965 cuitan warganet yang membahas isu tersebut dalam kurun waktu 1-15 Juni 2020. Emosi surprise (terkejut) dan anticipation atau mengharap/antisipasi mendominasi cuitan netizen masing-masing sebanyak 36%. Emosi terkejut salah satunya berasal dari munculnya perdebatan pembukaan pusat perbelanjaan, namun di sisi lain tempat ibadah belum banyak dibuka. Padahal tempat ibadah merupakan sebuah tempat untuk menghilangkan dahaga spritual warganet dalam menghadapi kondisi pandemi. 

Sementara emosi antisipasi tidak terlepas dari rasa kangen warganet beribadah di rumah ibadah. Bersamaan dengan itu, warganet juga berharap pembukaan rumah ibadah tidak menjadi penyebab munculnya klaster baru Covid-19.

Sekitar 14% warganet mengeluarkan emosi joy (senang), atas diperbolehkannya kembali tempat ibadah dibuka, meski dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Bahkan dua organisasi keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), kendati menyikapinya dengan berhati-hati tetap merespons positif kebijakan itu.

Dari 7.965 cuitan terkait dengan isu pembukaan kembali tempat ibadah, sekitar 40% di antaranya dilakukan oleh warganet dalam rentang umur 18-25 tahun. Kemudian disusul oleh warganet dalam rentang umur 26-35 tahun. Sebanyak 70% di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan sisanya perempuan.

 

Pemerintah melalui 

 

 

Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional Disorot Media

Wacana pembukaan pusat perbelanjaan menyusul kebijakan new normal menjadi isu yang hangat belakangan ini dalam situasi pandemi Covid-19.

Pasar tradisional menjadi lokasi yang paling disorot media, karena dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat penyebaran virus corona. Banyaknya pedagang pasar tradisional yang terjangkit virus corona, menjadikan pasar sebagai salah satu klaster penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah.

Dalam kurun waktu 29 Mei - 11 Juni 2020, Indonesia Indicator (I2) merekam terdapat 38.722 berita media online dan 7.019 cuitan di Twitter yang membahas pembukaan pusat perbelanjaan di tengah pandemi Covid-19.

Kebijakan pembukaan kembali pasar tradisional dan penerapan protokol kesehatan di lokasi tersebut menjadi aktivitas yang paling disorot, sebanyak 8.448 berita.  

Narasi utama yang diangkat media adalah turunnya Pemda untuk sosialisasi kepada pedagang dan pengunjung di pasar agar disiplin menaati protokol kesehatan. Sosialisasi dilakukan lantaran pasar merupakan tempat yang ramai dan berpotensi menjadi tempat penyebaran Covid-19. 

Warganet di Twitter juga ramai mencuitkan isu kembali dibukanya pasar tradisional. Warganet membahas tingginya kasus positif Covid-19 di pasar dalam 1.554 cuitan. Seperti cuitan mengenai Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) yang melaporkan sebanyak 51 pedagang pasar tradisional dinyatakan positif Covid-19 di DKI Jakarta. 

Selain itu, aksi ratusan pedagang dan pengunjung Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang mengusir petugas Covid-19 dari Gugus Tugas Kabupaten Bogor juga sempat viral. Insiden yang terjadi pada Rabu (10/6) itu riuh diperbincangkan, salah satunya diangkat akun media @kumparan, yang mendapat 593 retweets, 311 likes, dan 172 replies. 

Sementara, kegiatan rapid test di pasar tradisional juga menjadi salah satu dari top 10 issue di media online dan Twitter, masing-masing sebanyak 5.157 berita dan 152 cuitan. Pemda di berbagai wilayah terus melaksanakan rapid test Covid bagi karyawan mal atau pedagang di pasar. Hal ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Di Gianyar, Pemda melakukan rapid test kepada 1.800 pedagang di Pasar Relokasi Samplangan. Di Yogyakarta, Pemkot Yogyakarta melakukan rapid test acak di 6 mal dan melibatkan 557 karyawan mal.

Isu lain yang juga menjadi sorotan media online, yakni protokol kesehatan di mal (7.631 berita), pembukaan pusat perbelanjaan (5.828 berita), dan sidak corona di pasar dan mal (4.538 berita). 

Jokowi dan Anies Baswedan, rujukan media online

Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  menjadi figur terpegah di media online dalam wacana kebijakan pembukaan pusat perbelanjaan, dengan jumlah pemberitaan masing-masing 2.196 berita dan 971 berita. 

Jokowi muncul dalam pemberitaan tentang protokol kesehatan di mal, kunjungannya ke Mal Sumarecon Bekasi, dan pasar di Kota Bogor dalam rangka meninjau kesiapan pembukaan mal tersebut.

Sementara itu, Anies yang berada di posisi kedua dalam figur yang paling banyak diberitakan media online, diberitakan tentang penerapan protokol kesehatan di mal dan pasar.

Mantan Menteri Pendidikan itu juga tercatat menjadi tokoh yang paling banyak dikutip pernyataannya oleh media online (3.289 pernyataan). Anies mengizinkan mal dibuka karena Jakarta memasuki masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi hingga akhir Juni 2020.

Tak hanya Anies, kepala daerah lainnya juga masuk dalam 10 besar influencer media mainstream. Seperti, Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang banyak dikutip pernyataannya oleh media seputar pembukaan pusat perbelanjaan di kotanya (2.989 pernyataan). Risma mendorong Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur serta Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO) Jawa Timur agar disiplin menjalankan protokol kesehatan. 

Tujuannya tak lain, supaya roda perekonomian di Surabaya tetap berjalan. Namun yang terpenting adalah menjaga kepercayaan dan memastikan konsumen tetap aman dari penyebaran Covid–19.

Nama lain yang juga menjadi top influencer, antara lain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (2.652 pernyataan), Presiden Joko Widodo (1.880 pernyataan), Jubir Pemerintah terkait Covid Achmad Yurianto (1.721 pernyataan), dan Gubernur Sumatera Selatan Irwan Prayitno (1.622 pernyataan).

DKI Jakarta Wilayah Paling Gaduh Cuitkan "New Normal" di Twitter

Beberapa wilayah di Indonesia tengah mempersiapkan protokol tatanan kenormalan baru (new normal). Definisi new normal adalah skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. 

Masyarakat DKI Jakarta tercatat yang paling bersemangat menyambut new normal. Data Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI), antara 1 Mei-8 Juni 2020 ada 233.707 cuitan dari 6.508 akun Twitter yang membahas mengenai new normal

Tingginya cuitan netizen karena DKI Jakarta merupakan pusat ekonomi nasional. Selain itu, berdasarkan Data Survei Penggunaan TIK, Pusat Pelayanan Statistik (2019) Pemda DKI Jakarta, diketahui masyarakat DKI merupakan pengguna internet aktif, dengan 99,03% adalah pengguna media sosial. 

Pemberlakuan new normal di kota yang menjadi epicentrum COVID-19 di Indonesia ini, akan dilakukan secara bertahap yang diawali dengan memperpanjang pembatasan sosial berskala besar atau PSBB sekali lagi. Pembatasan yang dimulai dari Kamis lalu hingga waktu yang tidak ditentukan ini disebut sebagai transisi menuju new normal. Selama masa transisi, dilakukan pelonggaran secara bertahap di sejumlah sektor. 

Wilayah lain yang juga ramai mencuitkan new normal adalah Jawa Barat (1.626 akun), Jawa Timur (1.130 akun), dan Jawa Tengah (737 akun. Sisanya merupakan wilayah di luar pulau Jawa, seperti Kalimantan Timur (389 akun), Bali (310 akun), dan Kalimantan Selatan (273 akun).

Apabila dilihat dari sebaran demografi netizen, topik new normal banyak dicuitkan oleh kaum pria (60%) dibandingkan wanita (40%). Sementara dari segi rentang umur, netizen milenial (18-35 tahun) yang merupakan kelompok umur yang lebih banyak membahas new normal. Rentang usia tersebut merupakan usia produktif yang banyak bekerja dan beradaptasi langsung dengan penerapan new normal. 

Berdasarkan sebaran sentimen di media sosial, sentimen positif mendominasi dengan 71%, dibandingkan sentimen netral 11%, dan sentimen negatif 18%. Sentimen positif salah satunya muncul dari ajakan netizen agar tidak membeli baju lebaran dan tidak mudik untuk melindungi keluarga di kampung halaman.

Selain di linimasa Twitter, I2 juga menganalisa pemberitaan di media online. Terdapat 102.314 berita media online yang membahas wacana penerapan new normal dalam kurun waktu yang sama. Media online Republika menjadi media mainstream yang paling banyak memberitakan terkait wacana new normal dengan 1.575 berita.

Sementara itu, portal media online Detik menempati urutan kedua teratas dengan 1.389 berita. Detik menjadi media yang paling banyak memberitakan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Media milik Kelompok Kompas Gramedia Grup (KKG), yakni Tribun News dan Kompas juga banyak memberitakan topik ini, masing-masing sebanyak 1.378 dan 1.358 berita. berikutnya, ada Sindo News yang memberitakan sebanyak 1.024 berita dan Kumparan sebanyak 1.020.

Jokowi dan Anies Baswedan Menjadi Media Darling

Presiden Joko Widodo menjadi sentral pemberitaan media terkait new normal yang mencapai 10.486 berita. Media banyak memberitakan mulai dari imbauan Jokowi mengenai berdamai dengan COVID-19 hingga langkah Jokowi meninjau langsung ke tempat-tempat ibadah atau tempat umum yang akan buka saat penerapan tatanan normal baru. 

Jokowi juga menjadi menjadi rujukan utama media terkait wacana new normal di media online. Statement Jokowi dikutip media sebanyak 16.391 pernyataan.

Nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga tercatat menjadi figur kedua yang paling banyak diberitakan media dalam wacana penerapan new normal. Anies banyak dikaitkan dengan kebijakan PSBB transisi, polemik penerapan ganjil genap untuk sepeda motor, hingga pengecekan kesiapan new normal yang dilakukan dirinya di sejumlah tempat umum, seperti stasiun MRT. Sementara, pernyataan Anies dikutip oleh media sebanyak 5.936 pernyataan. 

Di jajaran top person media juga terdapat nama kepala daerah lainnya. Yakni, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diberitakan sebanyak 1.758 berita dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebanyak 856 berita.

Media Meliput Bansos Covid-19, Apa Narasinya?

Badai pandemi coronavirus disease 2019 atau Covid-19 telah menghantam seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali pengusaha dan pekerja. Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan dampak sosial-ekonomi lainnya tak terhindarkan. Kondisi ini memaksa pemerintah mengeluarkan kebijakan Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 untuk menjaga pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat terdampak. 

Hingga saat ini, distribusi Bansos Covid-19 masih menghiasi headline sejumlah media arus utams. Insan media turut mengawal kebijakan dan distribusi bansos agar tepat sasaran. Riset media Indonesia Indicator (I2) periode 1 April hingga 25 Mei 2020 mencatat ada 10 isu besar yang diangkat media mainstream online terkait Bansos Covid-19. 

Selama periode pemantauan, terdapat 276.387 berita online soal Bansos. Dari jumlah tersebut, isu terbesar yang diangkat media adalah Penyaluran Bansos oleh Pemerintah Pusat, yang mencapai 59.821 berita atau 21% dari total pemberitaan.

Media mengulas berbagai sudut pandang penyaluran bansos, mulai dari bentuk/jenis bansos, mekanisme penyaluran bansos, data penerima bansos, hingga daerah-daerah penerima Bansos Covid-19. Isu terbesar kedua adalah Bantuan Alat Pelindung Diri (APD), sebanyak 20.900 berita. Media memiliki atensi yang cukup besar untuk aksi sosial penyediaan APD bagi tenaga medis dan rumah sakit dari berbagai lapisan masyarakat. Seperti pemberian 3.405 APD oleh Telkom ke empat Rumah Sakit di Jateng, DI Yogyakarta, dan Jatim.

Media juga mewartakan keterlibatan petugas dan aparat dalam mengawal pembagian bansos, yang diberitakan sebanyak 17.444 berita. Narasi diangkat adanya harapan dari banyak pihak, dengan keterlibatan aparat mengawal penyaluran bansos, maka distribusinya dapat tepat sasaran. Ekspektasi masyarakat ini juga muncul akibat ramainya isu korupsi dan  pemotongan dana bansos Covid-19. Persoalan ini diangkat media dalam 16.648 berita.

Selain isu-isu di atas, juga terdapat bahasan  soal dapur umum TNI/Polri sebanyak 13.568 berita, program Kartu Prakerja 12.666 berita, bansos Pemprov DKI Jakarta 9.644 berita, bansos Pemprov Jabar 6.859 berita, donasi dari publik figur 5.277 berita, dan bansos Pemprov Jatim sebanyak 4060 berita.

Influencer Dalam Bansos Covid-19

Mencuatnya sejumlah isu di atas tak lepas dari sejumlah aktor pemangku kebijakan publik yang berbicara kepada media. I2 mencatat ada 10 top person dan 10 top influencer dalam ruang media terkait penyaluran Bansos Covid-19. Mulai dari pejabat pemerintah pusat sebanyak enam figur hingga kepala daerah sebanyak empat figur.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan figur teratas yang paling banyak disorot media (20.364 berita). Mulai dari seputar penyaluran bansos untuk masyarakat terdampak, hingga program Kartu Prakerja dalam menanggulangi badai PHK massal dan pekerja yang dirumahkan. Figur Presiden Jokowi paling sentral dalam isu ini, karena besarnya jumlah berita yang memuat figur  Jokowi dan juga menjadi tokoh yang paling banyak dikutip pernyataan, yakni sebanyak 36.848 pernyataan. Selain itu, banyak berita dan pernyataan dari figur kedua setelah Jokowi, jumlahnya terpaut cukup jauh.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi top person kedua dengan 4.632 berita, yang umumnya berisi terkait penyaluran bansos di DKI Jakarta. Posisi ketiga dan keempat top person juga diisi oleh kepala daerah, yakni Gubernur Jabar Ridwan Kamil (3.491 berita), disusul Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (2.592 berita). 

Selanjutnya, Menteri Keuangan Sri Mulayani Indrawati (2.577 berita), Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (1.682 berita), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (1.677 berita), Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar (1.379, berita) Menteri Sosial Juliari Batubara (1.359 berita), dan terakhir Menteri dalam Negeri Tito Karnavian sebanyak, (1.318 berita).

I2 juga merangking 10 figur berpengaruh yang pernyataannya banyak menjadi rujukan media mainstrem online ihwal Bansos Covid-19. Selain Presiden Jokowi, terdapat 4 kepala daerah dan 5 menteri. Pernyataan Presiden terkait check and balance penyaluran bansos, hingga sikap geramnya presiden karena distribusi bantuan tunai yang berbelit-belit dan begitu lambat untuk sampai ke penerima.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menempati posisi top influencer kedua sebanyak 15.056 pernyataan dikutip media. Mulai dari seputar penyaluran hingga kritiknya terhadap ketidaksinkronan data penerima bansos antara pemerintah pusat dengan daerah.

Posisi ketiga influencer adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebanyak 14.619 pernyataan, disusul Menteri Keuangan Sri Mulyani 10.947 pernyataan, Gubernur Jatim Khofifah 9.065 pernyataan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo 6.613 pernyataan, Ketua MPR Bambang Soesatyo 5.660 pernyataan, Mensos Juliari Batubara 5.054 pernyataan, Menko PMK Muhadjir Effendy 4.890 pernyataan, dan Mendes PDTT Abdul Halim sebanyak 4.135 pernyataan media.

Bansos dan Respons Media

Riset I2 dalam kurun waktu 1 April -25 Mei 2020 itu juga merangking 10 portal media online yang mengangkat isu Bansos Covid-19. Republika, menjadi media mainstream

yang paling banyak memberitakan penyaluran bansos (3.286 berita). Portal media online Sindo News menempati urutan kedua teratas (2.543 berita), salah satunya membahas penyaluran bansos bagi masyarakat terdampak Covid-19 dengan 2.543 berita. Disusul Antara sebanyak 2.337 berita, Tribun News 2.232 berita, Detik 2.218 berita, Kumparan 2.171 berita, Warta Kota 1.780 berita, Media Indonesia 1.625 berita, Liputan 6 sebanyak 1.593 berita dan Kompas sebanyak 1.583 berita.

Sentimen positif tentang bansos di media mencapai 52%. Sementara sentimen negatif sebanyak 15% dan sentimen netral 33%. 

Angle pemberitaan positif yang diangkat media umumnya dari  isu-isu penyaluran bansos di berbagai daerah, bantuan APD bagi rumah sakit, tenaga medis, hingga pengawalan distribusi bansos. Sedangkan wacana negatif muncul akibat adanya isu-isu korupsi, pemotongan dana bansos, dan berita keluhan warga yang masih belum menerima Bansos Covid-19.

Lebaran di Tengah Pandemi Dalam Sorot Media

Lebaran tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perayaan Hari Raya Idulfitri terpaksa dirayakan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Semenjak pertengahan Maret tahun ini, berbagai upaya pencegahan dan pemutusan rantai virus corona banyak dilakukan, antara lain seperti aturan belajar, bekerja dan beribadah dari rumah, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di berbagai daerah, hingga larangan mudik. Akibat aturan tersebut, banyak tradisi ‘khas’ Lebaran yang hilang, seperti salat Id bersama-sama, menikmati Lebaran di kampung halaman, hingga open house alias halal bihalal lebaran.

Isu terkait Lebaran ini ramai diperbincangkan di linimasa dan diberitakan media mainstream. Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) merekam terdapat 638.122 cuitan netizen Twitter dan 49.903 berita online yang membahas mengenai Lebaran sepanjang periode 6-20 Mei 2020.

Ramainya masyarakat membeli baju lebaran ke pusat perbelanjaan menjadi sorotan terbesar netizen Twitter, yang dibahas dalam 106.807 cuitan. Netizen menunjukkan kekesalan terhadap aksi nekat warga yang tetap berbelanja baju Lebaran meski ada penerapan PSBB. 

Netizen Twitter juga banyak membicarakan hal-hal terkait mudik (38.167 cuitan). Mulai dari larangan mudik, patroli mencegah mudik, hingga ajakan sesama netizen agar tidak mudik ke kampung halaman demi menjaga kesehatan keluarga di kampung.

Di media online, awak media juga paling banyak mengangkat isu tentang mudik, mencapai 12.815 berita. Berita-berita seputar pelarangan mudik, hingga operasi aparat dalam mencegah masyarakat melakukan mudik menjadi perhatian media.

Sementara, polemik pembukaan mal di tengah pandemi menjadi sorotan warga Twitter dan media mainstream, masing-masing sebanyak 19.545 cuitan dan 692 berita. 

Di Twitter, perbincangan netizen mengekspresikan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah yang mengizinkan mal beroperasi di tengah PSBB. Netizen turut kesal dan dan melontarkan cuitan nyinyir kepada perilaku warga yang memadati mal untuk berbelanja.

Isu lain yang menjadi sorotan netizen antara lain pelaksanaan salat Id (19.321 cuitan), pembagian bantuan sosial (16.887 cuitan), warga ramai berbelanja di pasar (8.214 cuitan), ketersediaan kebutuhan bahan pokok (5.883 cuitan), dan larangan open house Lebaran (3.666 cuitan).

Pembagian bantuan sosial juga menjadi isu yang banyak diberitakan media (8.945 berita). Media mengangkat langkah pemerintah memangkas proses penyaluran bansos dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa menjelang Hari Raya Idulfitri. 

Lainnya, isu pelaksanaan salat Id mulai menjadi perhatian media mainstream setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak melarang pelaksanaan salat Id dan hanya mengimbau agar masyarakat menjalankan ibadah dari rumah. Isu ini diberitakan sebanyak 6.006 berita. Isu lain yang menjadi perhatian media adalah warga ramai berbelanja di pasar (3.109 berita), ketersediaan pangan (1.455 berita), dan larangan open house Lebaran (1.345 berita).

Emosi anticipation mendominasi

I2 menangkap emosi terbesar yang diekspresikan netizen tentang Lebaran adalah anticipation (antisipasi/harapan), sebanyak 70.663 cuitan (63%). Banyak netizen yang mengajak dan berharap agar masyarakat turut mematuhi penerapan PSBB dengan tidak berbelanja baju Lebaran di mal, tidak mudik, dan mau menjalankan ibadah salat Id dari rumah.

Salah satunya, dicuitkan oleh Nadirsyah Hosen melalui akun @na_dirs pada Rabu (20/5) lalu. "Baju baru buat Lebaran dicari sambil berdesakan di jalan dan pasar. Padahal nyawa kita dan keluarga gak bisa diganti nyawa baru. Berdamai itu bukan dengan menyemai masalah baru," cuitnya yang diretweet sebayak 671.  

Perayaan Lebaran juga disambut dengan emosi joy (senang), yang dicuitkan sebanyak 35.587 cuitan (18%). Emosi ini merupakan ungkapan rasa senang dan syukur netizen menyambut Lebaran. Di sisi lain, kebijakan MUI yang tidak melarang salat Id di masjid pun juga disambut bahagia oleh beberapa kelompok masyarakat yang menginginkan salat Id tetap dilaksanakan di masjid.

I2 juga merekam emosi sadness (kesedihan) sebanyak 22.907 cuitan (11%). Netizen mengungkapkan rasa sedihnya karena tidak bisa merayakan Lebaran dengan sanak keluarga seperti pada tahun-tahun sebelumnya. 

Dalam perbincangan mengenai Lebaran di Twitter, lebih banyak menarik perhatian perempuan dibandingkan kaum laki-laki (54% berbanding 46%). Sementara dari segi rentang umur, netizen milenial (18-35 tahun) yang merupakan kelompok umur produktif lebih banyak membahas Lebaran.



Aksi Sosial yang Viral di Tengah Pandemi

Pada tahun ini pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia mengubah segalanya. Imbauan pemerintah untuk menerapkan phsycal distancing dan penetapan status Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) memukul semua sektor ekonomi. 

Seiring dengan penetapan PSBB, pemerintah daerah membatasi kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah guna mencegah penyebaran penyakit atau kontaminasi Covid-19. Seperti, menghentikan sementara aktivitas perkantoran dan beberapa aktivitas ekonomi lainnya yang berpotensi mendatangkan banyak orang. Selain itu juga mengimbau kepada warga untuk menghindari kerumunan, tetap di rumah, dan menggunakan masker.

Penerapan PSBB mengakibatkan pendapatan masyarakat berkurang. Bahkan tidak sedikit yang kehilangan mata pencaharian, khususnya yang bekerja di sektor informal. Lembaga think-tank Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memperkirakan, jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan berpotensi bertambah 5,1 juta hingga 12,3 juta orang pada triwulan II 2020.

Menurut Core, potensi lonjakan jumlah penduduk miskin karena banyaknya masyarakat yang berada di tingkat kesejahteraan mendekati batas kemiskinan, walau tidak berada di bawah garis kemiskinan. 

Catatan Core, jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan pada Maret 2019 mencapai 25,1 juta jiwa atau 9,4% dari total penduduk Indonesia, sedangkan jumlah penduduk rentan miskin dan hampir miskin mencapai 66,7 juta jiwa atau sekitar 25% dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut menunjukkan lebih dari 2,5 kali lipat jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan.

Situasi seperti itu menumbuhan rasa kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat. Mulai dari golongan artis, olahragawan hingga pengusaha, secara sukarela memberikan donasi melalui caranya masing-masing. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di sejumlah daerah seperti Surabaya dan Solo. Terkait itu, Indonesia Indicator (I2) mencoba merangkumnya berdasarkan hasil riset yang dilakukan di media sosial Twitter. 

Berdasarkan riset I2, salah satu aksi sosial yang viral di media sosial, yakni yang digalakkan para musisi tanah air melalui konser musik amal #dirumahaja. Konser ini untuk menggalang dana bagi para korban terdampak Covid-19. Salah satu tokoh yang memposting acara ini adalah presenter Najwa Shihab melalui akunnya @NajwaShihab.

Sejumlah aksi sosial yang dilakukan Crazy Rich Surabaya atau pengusaha juga sempat viral di platform 'Burung Biru'. Seperti aksi Tom Liwafa yang membagikan kardus berisi sembako dan uang jutaan rupiah. Tom membagikan sembako tersebut menggunakan mobil mewah Porsche. Aksinya diviralkan akun @zoelfick dan mendapat 3.300 retweet dan 8.000 likes di media sosial twitter.

Crazy Rich Surabaya lainnya yang juga viral adalah pengusaha Shandy Purnamasari. Dia membagikan nasi bungkus kepada ojek online dan tukang parkir menggunakan mobil Ferrari. Aksinya diretweet 324 kali dan dilikes sebanyak 911 kali oleh netizen twitter.

Tak hanya terkait dengan Covid-19, aksi sosial yang dilakukan akun @asfarmuhamadd juga trending. Akun ini berinisiatif membuka penggalangan dana untuk Rizal, penjual jalangkote keliling yang menjadi korban bullying. Cuitannya diretweet sebanyak 1.100 netizen dan dilikes sebanyak 1.600 netizen.

Penjual jalangkote keliling di Kelurahan Bonto-Bonto, Kecamatan Ma'rang, Pangkep, Sulawesi Selatan memang sempat viral di media sosial. Dalam video berdurasi 11 detik, memperlihatkan korban yang menggunakan sepeda dan membawa barang dagangannya dikerumuni sekelompok anak muda menggunakan sepeda motor. Sementara salah seorang dari mereka terlihat mendorong-dorong korban.

Dengan menggunakan bahasa Bugis, pelaku sempat mendorong-dorong korban lalu naik ke sepeda motornya. Saat korban memegang pelat motor pelaku, korban lalu dipukul dari belakang hingga jatuh tersungkur ke pinggir jalan.

Ternyata aksi sosial juga bukan dilakukan untuk manusia saja. Aksi sosial netizen yang menggalang dana untuk kebun binatang di berbagai daeah di Indonesia juga turut viral di media sosial.Netizen menggalang dana karena khawatir dengan kondisi satwa di kebun binatang yang terancam kelaparan. Beberapa akun yang menyuarakan aksi sosial ini, seperti akun @Berlinhatesyou dan @khbinism.

 

Berlomba Mencari Vaksin Corona di Ranah Media

Pandemi Covid-19 memaksa berbagai negara berlomba-lomba menemukan vaksin sebagai upaya untuk mencegah penularan virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu. Bahkan beberapa negara sudah ada yang mulai melakukan uji coba vaksin kepada manusia. 

Perjalanan panjang pengembangan vaksin ini menjadi sorotan media online baik dalam dan luar negeri. Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) merekam terdapat 44.394 berita  yang membahas seputar vaksin virus Corona.

Uji coba dan pengembangan vaksin corona menjadi pembahasan utama media online dalam maupun luar negeri (16.426 berita). Berbagai negara berlomba untuk dapat menemukan vaksin tersebut. Salah satunya yakni Vaksin buatan Sinovac Biotech, Tiongkok. Vaksin tersebut terbuat dari virus SARS-CoV-2 yang dilemahkan. Sinovac saat ini tengah menguji vaksin pada 744 sampel berusia 18-59 tahun dan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2020.

Isu 'gaya hidup normal baru' turut mendapatkan perhatian media (1.918 berita). Isu ini mencuat salah satunya dari pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat Indonesia hidup damai berdampingan dengan virus corona selama vaksin belum ditemukan. Wacana ini pu menuai polemik di masyarakat.  

Isu lainnya yang menjadi sorotan media yakni terkait tuduhan otoritas Amerika Serikat yang menyebut bahwa para peretas (hacker) Tiongkok tengah berupaya mencuri data penelitian vaksin di negara adidaya tersebut. Isu ini santer diberitakan media hingga 1.349 berita. 

Sederet isu utama lainnya yang juga menjadi pemberitaan media, yakni herd immunity (1.343 berita), vaksin buatan CanSino Biological (673 berita), peretasan data penelitian vaksin (591 berita), prediksi Covid-19 tidak pernah hilang (278 berita), dan Bio Farma kembangkan vaksin (269 berita).

I2 juga mencatat 10 tokoh yang menjadi top person media mainstream terkait isu vaksin virus corona. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menjadi figur yang paling banyak diberitakan media (6.839 berita). Figur Trump dikaitkan beberapa isu, seperti: uji coba vaksin corona, peretasan data penelitian vaksin AS, dan prediksi waktu penemuan vaksin corona.

Trump juga menjadi figur yang paling aktif berkomentar seputar vaksin virus Corona (13.244 pernyataan). Trump tercatat berkomentar seputar isu peretasan data penelitian vaksin milik AS, hingga prediksinya terkait vaksin corona yang akan ditemukan pada akhir 2020. 

Lalu, Pakar Imunologi AS, Anthony Fauci juga banyak menyita pemberitaan media (2.771 media). Fauci banyak diberitakan terkait perdebatannya dengan Trump seputar rencana Trump yang akan membuka Kembali fasilitas publik. Sementara Presiden Jokowi, banyak diberitakan seputar wacana 'gaya hidup normal baru' atau hidup berdampingan dengan virus corona selama vaksin belum ditemukan. Jokowi diberitakan sebanyak 1.739 berita. 

Nama lain yang juga masuk top person adalah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (1.723 berita), Tokoh Bisnis dan Filantropis Bill Gates (1.432 berita), Dirjen WHO Tedros Adhanom  (1.425 berita), Kepala FDA AS Scott Gottlieb (1.229 berita), Gubernur New York Andrew Cuomo (1.109 berita), Caitlin Rivers Ahli Epidemiologi (1.091 berita), dan Ahli Biodefense AS Crystal Watson (1.086 berita),

8 Kandidat Vaksin

Proses pembuatan vaksin ini memang tidak sebentar, terlebih risiko kegagalan bisa saja terjadi karena kurangnya perhitungan dalam melakukan uji coba. Namun semua ini dilakukan demi kepentingan kesehatan masyarakat dunia, agar pandemi virus Corona bisa segera berakhir.

Hingga kini, setidaknya ada delapan kandidat vaksin Covid-19 yang masuk tahap uji coba manusia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, delapan kandidat vaksin tersebut diproduksi oleh Amerika Serikat, Jerman, Tiongkok, dan Inggris. Kandidat vaksin itu yakni: 

1. Vaksin mRNA-1273 milik perusahaan bioteknologi Moderna dari AS yang bekerjasama dengan Institut Nasional Penyakit Alergi dan Penyakit Menular (NIAID). Data uji coba klinis tahap pertama menargetkan studi tersebut rampung pada 20 September 2021.

2. Vaksin INO-4800 milik lembaga Inovio Pharmaceutical, AS. Direncanakan studi sampel vaksin tersebut akan tuntas pada April 2021. 

3. Vaksin ChAdOx1, hasil penelitian Universitas Oxford ini rencananya akan diujikan pada 1.112 sampel berusia 18-55 tahun dan diharapkan selesai pada Mei 2021.

4. Vaksin BNT162 milik lembaga Biopharmaceutical New Technologies asal Jerman yang bekerjasama dengan perusahaan Fosun Pharma dari Tiongkok dan Pfizer dari AS. Program pengembangan vaksin ketiga perusahaan ini tengah memasuki studi fase 1/2 vaksin untuk menentukan keamanan, imunogenisitas, dan tingkat dosis optimal vaksin.

5. Vaksin Adenovirus Tipe 5 Vektor Vaksin ini dikembangkan oleh CanSino Biological dari Tiongkok yang menggandeng Institut Biteknologi Beijing. Rencananya pengujian vaksin akan dilakukan pada pasien usia 18-60 tahun dalam jangka waktu enam bulan.

6. Vaksin Inactivated Novel Coronavirus Pneumonia. Vaksin yang diteliti oleh perusahaan farmasi Sinopharm asal Tiongkok bersama Institut Biologi Wuhan.

7. Vaksin Inactivated SARS-CoV-2. Vaksin milik Institut Biologi Beijing bekerjasama dengan Perusahaan Farmasi Sinopharm.

8. Vaksin buatan Sinovac Biotech, Tiongkok. Vaksin tersebut terbuat dari virus SARS-CoV-2 yang dilemahkan. Sinovac saat ini tengah menguji vaksin pada 744 sampel berusia 18-59 tahun dan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2020.

Ketahanan Pangan Kala Pandemi: Sorot Media Massa terhadap Upaya Negara

Ketahanan pangan nasional turut terpengaruh pandemi coronavirus baru (Covid-19). Selain krisis ekonomi dan kesehatan, ini membuat pemerintah semakin pening karena berpotensi menyebabkan angka busung lapar di Tanah Air bertambah.

Untuk mengurai masalah ini, pemerintah merencakan sejumlah upaya. Langkah pemerintah mendapat atensi sejumlah media massa arus utama (mainstream) dan terekam melalui piranti lunak artificial intelligence (AI) Indonesia Indicator (I2), perusahaan di bidang intelijen media.

I2 mencatat, terdapat 60.209 artikel yang membahas tentang ketahanan pangan. Isi berita berasal dari berbagai narasumber, seperti pemerintah, pengamat, badan usaha milik negara (BUMN), dan sebagainya. Sebanyak 48.458 artikel dari 60.209 artikel masuk delapan isu terbesar. Perinciannya, 17.016 artikel tentang ketahanan pangan, program bantuan sosial (bansos) 14.089 artikel, panen raya 8.085 artikel, krisis dan defisit pangan 3.368 artikel, distribusi pangan 2.496 artikel, operasi pasar dan pasar murah 1.850 artikel, antisipasi kekeringan 1.117 artikel, serta program cetak sawah 437 artikel.

Isu tertinggi, ketahanan pangan, membahas tentang upaya pemangku kebijakan dalam menjaga stok dan ketersediaan pangan. Juga langkah-langkah sejumlah pihak yang mengajak masyarakat memanfaatkan lahan perkarangan sebagai sumber pangan guna memperkuat ketahanan pangan dalam negeri. Sedangkan bansos, berisi tentang penyaluran bantuan pemerintah serta perusahaan negara dan swasta berupa sembilan bahan pokok (sembako) kepada kelompok terdampak Covid-19. Isu panen raya membahas terkait panen padi di berbagai daerah di tengah pandemi serta diyakini meningkatkan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Tingginya pemberitaan menyangkut krisis dan defisit pangan bertolak dari prediksi FAO dan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas, 28 April, di mana sejumlah provinsi mengalami defisit. 

Di sisi lain, terdapat 10 figur yang paling banyak dimintai komentar oleh media mengenai ketahanan pangan. Seluruhnya berasal dari pemerintah. Dari Jokowi, menteri/pimpinan lembaga negara, sampai kepala daerah.

Tokoh yang terbanyak diberitakan, adalah Jokowi (6.097 berita). Disusul Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (4.505 berita); Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (1.738 berita); Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (1.158 berita); Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan, Dedi Nursyamsi (1.088 berita); Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian (875 berita); Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi (837 berita); Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (727 berita); Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto (617 berita); dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani (539 berita).

Ada berbagai konten pemberitan yang memuat Jokowi, seperti instruksinya kepada jajarannya untuk menjaga ketahanan pangan. Pun ada yang dikaitkan dengan isu defisit pangan dan antisipasi kekeringan kala kemarau.

Sementara, berita Syahrul Yasin Limpo memuat tentang perannya dan upaya-upaya yang dilakukannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ada 10 upaya yang akan dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai antisipasi dan solusi masalah. Pertama, menjaga stabilitas harga. Berikutnya menjaga ketersediaan dan stok pangan; meningkatkan strategi dan efektivitas distribusi pangan ke daerah; mempercepat musim tanam; melaksanakan program cetak sawah dan optimalisasi rawa; mencegah alih fungsi lahan; mengadakan operasi pasar dan pasar murah mitra tani; menjalankan program padat karya untuk membangun infrastruktur pertanian; mendorong pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian melalui Program Agriculture War Room (AWR), Kostra Tani, rice transplanter dan alat mesin pertanian (alsintan); serta menerapkan good agriculture practice (GAP), good manufacturing practice (GMP), dan good hygiene practice (GHP).

Berdasarkan sebaran sentimen di media sosial, didominasi positif sebesar 49%. Kemudian netral 34% dan negatif 17%. Pemerintah cenderung diapresiasi melalui berbagai kebijakan-kebijakannya, seperti ketahanan pangan, panen raya, antisipasi kekeringan, hingga operasi pasar dan pasar murah. Sedangkan respons negatif terdapat dalam pemberitaan terkait krisis dan defisit pangan serta ancaman kekeringan kala kemarau.

Penerapan PSBB Dalam Pantauan Media

Penetapan pembatasan sosial dalam skala besar ( PSBB) untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) telah dilakukan di beberapa daerah. 

Penerapan PSBB diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 yang diteken Presiden Joko Widodo pada Selasa (31/3). Dalam peraturan tersebut tercantum bahwa penerapan PSBB harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.

Saat ini, total terdapat 10 provinsi di Indonesia yang telah menerapkan PSBB, di antaranya: DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo. Masing-masing provinsi memiliki penerapan PSBB yang berbeda-beda di setiap Kabupaten dan kotanya. Sebagai contoh, Provinsi Banten menerapkan PSBB di tiga kabupaten/kota. Sementara, Sulawesi Selatan menerapkan PSBB di dua daerah kabupaten/kota. Lalu, Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Barat menerapkan PSBB untuk semua daerah kabupaten/kota di wilayahnya.

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) merekam beragam isu yang ramai diulas media massa dan netizen di Twitter sejak 10 April–5 Mei 2020. Total terdapat 117.122 berita online dan 301.856 cuitan netizen Twitter yang membahas penerapan PSBB di berbagai daerah. 

Penetapan dan penerapan PSBB di daerah menjadi isu yang paling banyak disoroti media mainstream (29.901 berita). Media membahas mulai dari pengajuan PSBB dari Pemda kepada Kemenkes, hingga persiapan-persiapan yang dilakukan Pemda dalam menerapkan PSBB. Isu ini juga banyak menjadi perbincangan netizen khususnya terkait penetapan daerah baru PSBB hingga diperpanjangnya status PSBB di berbagai daerah.(25.897 cuitan).

Program bantuan sosial juga banyak diberitakan media dan dicuitkan netizen, masing-masing sebanyak 19.430 berita dan 54.704 cuitan. Di media online, banyak diberitakan terkait cara pembagian hingga nilai bantuan. Sementara di Twitter, isu ini berada di posisi teratas di jajaran isu utama yang disoroti netizen. Netizen menyoroti terkait penerapan bansos. Beberapa hal diperbincangkan netizen terkait bansos, mulai dari data penerima bansos, cara pembagian bansos, keluhan karena tidak mendapat bansos, hingga rasa syukur karena mendapat bansos. 

Selain itu, isu ketersediaan pangan muncul dalam pemberitaan seiring dengan adanya peringatan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) soal ancaman krisis pangan akibat virus corona.(2.051 berita). 

Isu lainnya yang juga menjadi sorotan media, seperti penertiban dan pemeriksaan terhadap warga (11.374 berita). Lalu, larangan mudik sebanyak 10.493 berita, penertiban perusahaan atau kantor (8.743 berita), ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK)(4.940 berita), polemik operasionalisasi KRL (4.208 berita), penertiban angkutan umum dan KRL (3.242 berita), dan program Kartu Prakerja (2.148 berita).  

Sementara, isu evaluasi penerapan PSBB mulai muncul dalam perbincangan netizen, meski dengan jumlah cuitan yang tak terlalu besar. Isu ini muncul dari wacana Presiden Jokowi yang akan mengevaluasi penerapan PSBB di berbagai daerah. (2.664 cuitan). 

Jokowi Media Darling

Dari 10 figur teratas yang paling banyak diberitakan media terkait penerapan PSBB, dominan diisi oleh figur atau tokoh-tokoh dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Presiden Jokowi menjadi figur teratas yang paling banyak diberitakan media seputar penerapan PSBB. (8.614 artikel). Selain isu penerapan PSBB, Jokowi juga dihubungkan dengan isu-isu lainnya seperti: program bantuan sosial, larangan mudik, program kartu prakerja hingga ancaman PHK massal di tengah pandemi.

Jokowi mengunggah cuitan terkait penerapan PSBB. Dalam twitnya, Jokowi mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap penerapan PSBB. 

"Penerapan PSBB telah berlangsung di 4 provinsi dan 12 kab/kota di Indonesia. Kita evaluasi penerapan PSBB itu: mana yang terlalu oever, yang kebablasan, dan yang masih kendur. Evaluasi ini penting untuk perbaikan-perbaikan di kota/kab maupun provinsi tersebut," cuit Jokowi, Senin (4/5) yang lantas diretweet oleh 732 netizen lainnya.

Selain Jokowi, sederet nama lain yang menjadi top person yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (6.727 berita). Anies juga menjadi figur tervokal terkait penerapan PSBB (20.538 pernyataan). Media banyak mengutip pernyataan Anies seputar Penerapan PSBB di DKI Jakarta, program bantuan sosial, penertiban perusahaan atau kantor, hingga polemik operasionalisasi KRL.

Nama lain yakni Gubernur Jawa Barat Ridwan kamil (5.260 berita), Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (2.976 berita), Menko Marinves Luhut Binsat Panjaitan (2.682 berita), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (2.388 berita), Jubir Kemenhub Adita Irawati (1.765 berita), Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardi (1.526 berita), dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (1.410 berita). Adapun nama Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus tercatat menjadi satu-satunya figur di luar pemerintah pusat dan pemda. Yusri Yunus menjadi rujukan utama media terkait upaya Polda Metro Jaya menertibkan warga dan pengendara di tengah penerapan PSBB.

 

Suka Duka Netizen sambut Ramadan di Tengah Pandemi

Serangan pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) jelang Ramadan 1441 Hijriah belum menunjukkan tada-tanda mereda. Bulan suci terpaksa disambut dengan suka duka oleh umat Islam di Tanah Air.

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan peranti lunak Artificial Intelligence (AI), mencatat sejumlah isu utama yang diperbincangkan netizen, baik di media sosial maupun di media mainsteam online.

Isu Utama di Media Sosial

Riset media sosial Indonesia Indicator (I2) periode 1 hingga 22 April 2020 mencatat ada 20.727 cuitan netizen di Twitter terkait Ramadan di tengah pandemi virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China itu. Dari riset tersebut, I2 mencatat ada sembilan isu utama yang diperbincangkan netizen jelang perayaan Ramadan, mulai dari doa, harapan, larangan mudik hingga ketersediaan sembako. 

Doa agar Indonesia terbebas Covid-19 terpantau ramai dicuitkan Warga Twitter (2.689 tweet). Netizen menyambut dengan suka cita Ramadan dengan harapan agar Indonesia segera terbebas dari bencana coronavirus. Isu ini menempati posisi teratas di jajaran isu utama yang diperbincangkan netizen. 

Isu kedua yang menjadi perhatian warganet jelang Ramadan adalah, ucapan selamat menyambut Ramadan yang dicuitkan 2.280 kali. Mereka saling berbagi ucapan selamat menyambut bulan suci. Berikutnya, cuitan harapan agar bisa menjalankan sahur dan Tarawih juga ramai dilontarkan netizen, sebanyak 1.815 cuitan. Cuitan sahur dan Tarawih ini tetap menggema meski sudah ada imbauan resmi Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), agar menjalankan ibadah puasa di rumah.

Top issue keempat tentang Ramadan di tengah pandemi adalah imbauan ibadah puasa di rumah sebanyak 537 cuitan. Disusul larangan mudik sebanyak 535 cuitan, ungkapan syukur bertemu Ramadan 480 cuitan, ketersedian bahan pokok 208 cuitan, pemberian bansos sembako 120 cuitan, dan terakhir penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dicuitkan sebanyak 88 kali.

Dalam periode tersebut, netizen menunjukkan emosi antisipasi (anticipation) yang tercatat paling banyak, yakni 4.075 atau sebesar 58%. Warganet mengungkapkan antisipasi dan harapan agar Covid-19 segera berlalu sehingga bisa beribadah seperti sedia kala.

“Semoga di bulan Ramadhan ini wabah virus Covid-19 hilang. Amin,” tulis pemilik akun Twitter @septikoaji dengan #Ramadhan, Rabu (22/4/2020).

Cuitan senada diungkapkan @nurissilo, “Kita sambut datangnya bulan suci ini dg riang gembira, gd harapan covid segera berlalu. Marhaban ya ramadhan,” tulisnya di tanggal yang sama.

Ungkapan trust juga tertangkap dicuitkan netizen berjumlah 1.524 cuitan atau sebesar 21 %. Netizen percaya dan yakin Ramadan akan tiba hingga datang Idulfitri.

“Ramadan akan tiba dan lalu lebaran, Alkisah percakapan simbo dgn anak nya yang ngebet mudik…” tulis pemilik akun twitter @Genezsa, Rabu (22/4/ 2020).

Ungkapan trust lainnya disampaikan pemilik akun @ciyeeeeekepo, “Ramadhan bentar lagi guys. Semangat ya walapun nanti pas lebarannya ga boleh mudik,” tulisnya di hari yang sama. 

Berdasarkan riset, pengguna platform 'Burung Biru' juga menunjukkan emosi sadness, namun jumlahnya tak banyak atau hanya 570 cuitan (8%). Ungkapan ini muncul melalui cuitan bernada sedih karena menjalankan puasa, tapi tidak boleh salat Tarawih berjemaah di masjid.

Sementara ungkapan senang atau joy menyambut Ramadan dicuitkan sebanyak 527 kali (7%). Disusul ekspresi surprise (terkejut) sebanyak 124 cuitan (2%), emosi disgust atau kesal sebanyak 113 cuitan (2%), ekspresi anger atau marah sebanyak 89 cuitan (1%), dan terakhir emosi khawatir atau fear sebanyak 55 cuitan (1%).

Dari sisi sebaran demografi, netizen yang memperbincangkan persiapan Ramadan di tengah pandemi Covid-19 lebih banyak dicuitkan oleh laki-laki dibandingkan perempuan. Mereka yang membahas isu ini muncul dari rentang umur yang berbeda. Persisnya, rentang umur 18 hingga 25 tahun sebanyak 44%, 26 hingga 35 sebanyak 31%, di atas 35 tahun 20%, dan di bawah 18 tahun 5%.

Perbincangan soal persiapan Ramadan ini lebih banyak disuarakan dalam nada positif di linimasa, yakni 59%. Sedangkan sentimen netral 18%, dan sentimen negatif 23%.  Sentimen positif salah satunya muncul dari ekspresi doa dan harapan netizen menyambut bulan Ramadan. Sedangkan cuitan negatif lebih berisikan kesedihan karena tidak bisa menjalankan ibadah Ramadan seperti sebelumnya, dan tidak bisa mudik.

Isu Utama di Media Online

Sementara itu, selain di media sosial Twitter, perayaan Ramadan di tengah pandemi Covid-19 juga menjadi isu utama media mainstream, dengan jumlah berita mencapai 31.316 berita online. 

I2 mencatat ada enam isu utama yang membahas seputar persiapan menjelang Ramadan di media online mainstream, yakni: imbauan ibadah puasa di rumah sebanyak 6.487 berita. Media membahas isu ini mulai dari imbauan Kemenag dan MUI agar masyarakat menjalankan ibadah di rumah masing-masing.

Ketersediaan bahan pokok menjadi isu kedua yang banyak dibahas media online, sebanyak 4.762 berita. Media banyak mengutip pernyataan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi soal stok dan harga komoditas pangan strategis masih aman dan stabil jelang Ramadan.

Sementara empat isu lainnya yang banyak diangkat media mainstream adalah pemberian bansos dan sembako sebanyak 4.683 berita, larangan mudik 4.404 berita, harga komoditas bahan pokok sebanyak 4.038 berita, dan penerapan PSBB sebanyak 3.640 berita.

Nah, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan!

Warna-Warni Kartu Pekerja di Mata Netizen

Pemerintah akhirnya merilis Program Kartu Prakerja pada 11 April 2020. Mulanya, dijanjikan peluncurannya pada awal tahun ini dan sempat beberapa kali ditunda. Karena itu, konteksnya juga berbeda. Sekarang menjadi bagian dari instrumen jaring pengaman sosial (social safety net) imbas pandemi coronavirus anyar (Covid-19).

Kartu Prakerja diprioritaskan untuk pekerja yang dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdampak Covid-19. Untuk mengikuti program ini, peminat harus melakukan registrasi melalui situs web prakerja.go.id.

Meski sempat ditunda, antusias publik tetap tinggi. Sebanyak 4 juta orang tercatat telah mendaftar sejak tiga hari dirilis. Padahal, jumlah sasaran gelombang pertama hanya 160.000 jiwa. 

Penerima manfaat nantinya bakal menerima insentif hingga Rp3,55 juta dan terdiri dari tiga elemen. Biaya pelatihan kompetensi Rp1 juta, uang tunai Rp600.000 per bulan dan diberikan hingga empat kali, serta insentif Rp150.000 jika sudah merampungkan pelatihan dan mengisi survei evaluasi program.

Anggaran Program Kartu Prakerja yang dikucurkan mencapai Rp20 triliun. Total sasaran penerima manfaat 5,6 juta warga. Pencairannya melalui Bank Nasional Indonesia (BNI).

Sementara, ada delapan mitra Kartu Prakerja yang menyediakan jasa pelatihan. Mereka adalah Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker. Sudah terdapat 900 lebih pelatihan dalam jaringan (online). Juga akan ada pelatihan luar jaringan (offline).

Kebijakan ini menuai respons publik, khususnya pengguna Twitter. Ada yang mendukung dan mengkritik. Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen media, menangkap persepsi masyarakat itu menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI).

Respons Netizen

Warganet yang merespons positif lebih besar dibandingkan yang negatif, yakni 34% berbanding 26%. Namun, mayoritas netizen (40%) berpendapat netral. Ekspos Program Kartu Prakerja di Twitter menembus 40.518 tweet.

Dalam menyuarakan pendapatnya, sebagian besar kicauan netizen menggunakan tagar #KartuPraKerja (71%), diikuti #Prakerja (14%), #Ekonomi (12%), dan #PHK (3%).

Tingginya sentimen positif juga selaras dengan nuansa emosi warganet. Sebanyak 4.226 kicauan (53%) berisi ajakan (anticipation) kepada publik untuk mengikuti Program Kartu Prakerja. Selanjutnya, emosi terkejut (surprise) sebanyak 1.245 kicauan (16%) karena program di luar ekspektasi dan beberapa menceritakan kesulitan mereka saat mendaftar imbas sistem bermasalah (error).

Selain itu, emosi kepercayaan (trust) juga banyak muncul, sebesar 774 kicauan (10%) dan bahagia (joy) 468 kicauan (6%). Tweet ini bermuatan dukungan warganet terhadap program dan turut menyosialisasikannya melalui Twitter serta rasa syukur atas program ini, dan diharapkan dapat menjadi solusi bagi pekerja yang dirumahkan.

Sedangkan sentimen negatif, ditandai dengan adanya emosi gemas/marah (anger) sebanyak 661 kicauan (8%), jemu (disgust) 355 kicauan (4%), kesedihan (sadness) 181 kicauan (2%), dan khawatir (fear) 102 kicauan (1%).

Emosi negatif tercermin dari cuitan-cuitan berisi kritik terhadap format pelatihan online, mahalnya biaya pelatihan, dan dugaan terjadinya konflik kepentingan (conflict of interest) antara Ruangguru sebagai salah satu mitra Program Kerja, karena CEO dan pendiri Ruangguru merupakan Staf Khusus milenial Presiden, Adamas Belva Syah Devara.

Dari konten emosi dan gambaran sentimen publik tersebut, ditemukan tujuh isu yang paling banyak dibahas netizen tentang Kartu Prakerja. Eksposnya mencapai 21.930 cuitan. Isu tentang Materi Pelatihan Online merupakan masalah yang paling banyak disorot, dengan 7.166 tweet.

Berikutnya, pendaftaran (5.222 tweet); peluncuran (4.810 tweet), biaya pelatihan online (1.614 tweet), kendala registrasi melalui situs web (1.046 tweet), serta manfaat program dan kontroversi Adam-Ruangguru (masing-masing 1.036 tweet).

Pelatihan online dikritisi karena dianggap tidak tepat saat pandemi Covid-19. Sebagian warganet berpendapat, semestinya program berupa uang tunai (emergency cash) bagi para pengangguran.

Dipilihnya Ruangguru sebagai salah satu mitra Kartu Prakerja juga disoal. Dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan, mengingat pendirinya ada di Istana. Namun perdebatan ini jumlahnya masih di bawah isu lain yang lebih substansial. Beberapa netizen juga mengapresiasi program tersebut. Kartu Prakerja dianggap bermanfaat bagi yang ingin mengisi waktu luang dengan mengembangkan kemampuan di tengah pandemi Covid-19.

Netizen yang mengomentari Program Kartu Prakerja di Twitter mayoritas laki-laki (63%) dan sisanya perempuan (37%). Sedangkan dari rentang umur, paling banyak berusia 18-25 tahun (39%) dan disusul 26-35 tahun (37%), di atas 35 tahun (19%), serta di bawah 18 tahun (5%). Artinya, didominasi kelompok milenial (18-35 tahun).

Suara Netizen dalam Penundaan Pilkada Serentak

Pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan DPR RI sepakat menunda tahapan Pemilihan Kepala Daerah 2020. Penundaan dilakukan karena pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum terkendali sehingga mengancam keselamatan masyarakat.

Dalam Surat Keputusan Nomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/111/2020 tentang Penundaan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020 dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang diterbitkan KPU menjelaskan adanya sejumlah tahapan Pilkada 2020 yang pelaksanaannya ditunda. Yakni, pelantikan panitia pemungutan suara (PPS) dan masa kerja PPS, verifikasi syarat dukungan calon kepala daerah perseorangan, pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih, dan tahapan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

Ketua KPU Arief Budiman, berharap peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) terkait penundaan pemilihan kepala daerah sudah selesai di bulan April ini. Perpu itu diperlukan sebagai payung hukum penundaan pilkada di tengah wabah Corona saat ini.

Ada dua usulan KPU tentang materi perpu. Pertama, KPU meminta kewenangan untuk penundaan dan untuk melanjutkan kembali tahapan pemilu. Kedua, KPU meminta diberi kewenangan untuk menetapkan waktu pilkada berikutnya.

Isu penundaan Pilkada itu juga bergema di linimasa. Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence (AI) mencatat ada 5.280 cuitan netizen Twitter yang membahas mengenai penundaan pilkada pada periode 1 Maret hingga 13 April 2020.

Emosi trust tercatat dominan disuarakan warganet terkait penundaan Pilkada 2020 (49%). Netizen cenderung memberikan dukungan dan kesetujuannya atas kebijakan penundaan pilkada. Seperti yang dicuitkan oleh akun @BurhanMuhtadi yang menyatakan setuju dengan penundaan pilkada. "Setuju pilkada ditunda. Tak ada yg lebih penting untuk dipikirkan sekarang kecuali keselamatan dan jiwa manusia," cuitnya yang lalu diretweet sebanyak 18 kali dan mendapat 60 likes. 

Warga platform "Burung Biru" juga terpantau mencuitkan emosi anticipation atau harapan (39%). Netizen berharap agar pelaksanaan pilkada ditunda dan pemerintah lebih fokus kepada penanganan Covid-19. Seperti yang dicuitkan oleh mantan Komisioner KPU pada masa jabatan 2012-2017 Hadar Nafis Gumay dalam akun Twitternya @HadarNG pada 26 Maret 2020 lalu. 

"Setuju dgn Tajuk Rencana Kompas, seluruh tahapan Pilkada 2020 ditunda. Presiden perlu mengeluarkan PERPPU. Segala daya dan upaya Pemerintah, semua lembaga, termasuk Penyelenggara Pemilu, bersama masy, perlu fokus untuk melawan pandemi Covid-19. Insya Allah, berhasil," cuit Hadar.

Emosi sadness juga muncul melalui cuitan netizen (5%), karena juga ada warga Twitter bersedih dengan ditundanya pilkada. Ada yang sedih karena berbicara nasib petugas PPU yang belum jelas kapan akan bekerja. Sebaliknya ada yang memang meminta pilkada diundur, sembari juga menyatakan kesedihan atas kondisi petugas medis yang minim APD.

"Pilkada serentak ditunda. Ya Allah sedih," cuit pemilik akun @Hallems24 pada 30 Maret 2020 lalu. 

Penundaan pilkada ini lebih banyak dicuitkan oleh netizen laki-laki dibandingkan perempuan. Sementara dari segi rentang umur, lebih banyak diperbincangkan oleh netizen usia di atas 35 tahun. Hal ini menunjukkan pilkada menjadi wacana ini menjadi perhatian kalangan dengan preferensi politik yang sudah matang. 

Pembahasan penundaan pilkada ini mayoritas mendapatkan sentimen negatif dari netizen, sebesar 52%. Bahasan negatif lebih diakibatkan oleh text mining 'penundaan'. Selain itu, penundaan ini juga berdampak pada masa depan pekerjaan bagi petugas PPU, yang saat ini belum jelas. Kemudian tweet  bersentimen netral sebanyak 31% dan sentimen positif 30%. 

Ketua KPU, Rujukan Utama Media

Isu terkait penundaan pilkada juga menjadi sorotan media online. Indonesia Indicator mencatat terdapat 5.706 berita online yang membahas isu ini pada periode yang sama. 

Ketua KPU RI, Arief Budiman menjadi rujukan utama media online untuk mencari informasi mengenai penundaan tahapan dan penyelenggaraan pilkada di Indonesia. Total terdapat 1.598 jumlah pernyataan Arief yang dikutip media online.  

Selain Arief Budiman, media turut memberikan ruang pemberitaan bagi Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi (1.009 pernyataan). Pramono menyebut KPU RI dan DPR RI menyepakati Pilkada Serentak 2020 ditunda. Mereka juga sepakat mengalihkan anggaran pilkada untuk penanganan pandemi virus corona (Covid–19).

Nama Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, dan Menkopolhukam Mahfud MD juga masuk dalam jajaran tokoh-tokoh yang banyak dikutip media. Masing-masing tercatat 987 pernyataan, 837 pernyataan, dan 578 pernyataan.

 

Pahlawan Covid-19 dalam Sudut Pandang Media

Berada di barisan terdepan dalam menangani pasien coronavirus diseases atau Covid-19, paramedis atau tenaga medis mendapat perhatian penting baik di media online dan media sosial. Hal ini terekam dalam riset Indonesia Indicator (I2) pada periode 1 Maret hingga 6 April 2020. Pada periode itu, pemberitaan tentang paramedis di media online mencapai 97.912 berita dan ada 180.409 cuitan netizen di media sosial Twitter. 

Paramedis dan media

Paramedis yang gugur dalam tugas di tengah pandemi corona mendapat perhatian besar dari media online. Isu ini diangkat dalam 16.923 berita. Media online mengangkat isu meninggalnya 19 dokter selama pandemi covid-19, termasuk imbauan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar seluruh dokter menjaga kesehatan dan kebersihan, menyusul bertambahnya kasus meninggal pasien coronavirus.

Sama halnya dengan media online, kabar gugurnya para tenaga medis menjadi isu terbesar di Twitter. Sebanyak 44.118 cuitan berbagai ucapan dan doa, juga ungkapan duka dari netizen. Secara total, seluruh cuitan yang membicarakan perjuangan pahlawan kesehatan covid-19 ini sebanyak 180.409 cuitan. 

Selain kasus meninggalnya paramedis, media daring dan warga Twitter juga terpantau membahas mengenai rapid test atau tes cepat, masing-masing sebanyak 8.237 berita dan 5.163 cuitan. 

Di media online, diberitakan terkait permintaan Jokowi untuk memprioritaskan tes cepat Covid-19 terhadap petugas medis dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Aksi donasi untuk penanganan Covid-19 juga tak luput dari pemberitaan media online. Isu ini diberitakan sebanyak 10.735 berita. Donasi hingga penggalangan dana menjadi fokus media online untuk menggugah nurani publik agar membantu memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) para petugas medis. Isu aksi donasi ini juga menjadi perbincangan hangat di Twitter, sebanyak 2.331 cuitan. 

Sejumlah isu lainnya yang juga menjadi perhatian media online adalah anjuran menggunakan masker sebanyak 6.537 berita. Dalam isu ini, banyak media online mengangkat sosok dokter muda Clarin Hayes yang viral karena membahas soal masker N95, dan upaya edukasinya untuk masyarakat seputar Covid-19.

Media juga terpantau mengapresiasi tenaga media. Paramedis dinilai sebagai pahlawan sesungguhnya sehingga menuai pujian yang dimuat dalam 4.483 pemberitaan. Lalu, isu rumah sakit (RS) darurat Covid-19 sebanyak 4.186 berita dan stigma negatif terhadap tenaga medis sebanyak 486 berita. Sejumlah media online mengangkat kondisi miris paramedis yang diusir dari tempat tinggal karena dikhawatirkan menjadi pembawa (carrier) virus.

Netizen Twitter juga memberikan ungkapan apresiasi terhadap paramedis dalam 3.812 cuitan. Netizen mendukung dan mengapresiasi dedikasi tenaga medis yang berjuang siang malam demi kesembuhan pasien Covid-19. 

Doa dan dukungan bagi paramedis

Selain menghimpun isu-isu terbesar tentang perjuangan paramedis dalam menangani Covid-19 di media sosial online dan media sosial, riset I2 juga mencatat tiga emosi dominan netizen dalam perbincangan tentang perjuangan pahlawan kemanusiaan ini. 

Emosi trust (percaya) terpantau paling banyak dicuitkan, sebanyak 17.220 cuitan. Netizen menyuarakan dukungan, apresiasi, hingga rasa hormat terhadap jasa paramedis.

Emosi trust ini salah satunya disuarakan pemilik akun Twitter @wignyaaa pada 5 April pukul 19:05, 

“Semangat tenaga medis, TNI, Polri, ojol, pedagang dan pekerja...,” tulis pemilik akun tersebut.

Emosi anticipation atau harapan dicuitkan hingga 11.320 cuitan. Warganet mengungkapkan harapan agar para petugas medis selalu diberikan kesehatan dan keselamatan, termasuk harapan agar donasi terus bergulirnya untuk memenuhi kebutuhan APD bagi petugas medis.

Pemilik akun @tirta_hudhi misalnya mencuitkan donasi masker ke masyarakat yang masih bekerja di jalanan seperti driver ojek online, pedagang kaki lima, hingga pemulung.

“Biar APD untuk tenaga medis. Itu saran saya,” tulis @tirta_hudhi pada Jumat 3 April pukul 21:22.

Emosi sadness (sedih) juga terpantau diekspresikan netizen sebanyak 9.474 cuitan. Cuitan-cuitan kesedihan netizen bermunculan lantaran banyaknya tenaga medis di Indonesia yang gugur ketika menjalankan tugasnya.

Sementara itu, tingginya pemberitaan tentang paramedis di media online tak lepas dari influencer yang menjadi rujukan pemberitaan dalam membahas petugas medis. Dari jajaran 10 top influencer, tujuh di antaranya merupakan pejabat pemerintah pusat dan daerah. Sisanya, merupakan figur di bidang kedokteran.

Juru Bicara Pemerintah terkait penanganan virus corona, Achmad Yurianto menjadi rujukan utama media (20.720 pernyataan), disusul Presiden Joko Widodo (15.915 pernyataan), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (8.175 pernyataan), Dokter Erlina Burhan (4.802 pernyataan), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (4.173 pernyataan), Ganjar Pranowo (4.016 pernyataan), Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo (3.285 pernyataan), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (3.203 pernyataan), Ketum PB IDI Daeng M Faqih (2.235 pernyataan), dan terakhir Dirut RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril (1.735 pernyataan).

Riset I2 juga mencatat ada 10 top person atau tokoh yang paling banyak diberitakan media terkait peran paramedis dalam penanganan Covid-19. Mereka adalah para pemangku kebijakan publik baik pemerintah pusat maupun daerah. Yakni, Presiden Joko Widodo (8.757 berita),

Achmad Yurianto (4.736 berita), Anies Baswedan (2.359 berita), Doni Monardo (1.667 berita), Ridwan Kamil (1.125 berita), Ganjar Pranowo (1.008 berita), Khofifah Indar Parawansa (993 berita), Menteri BUMN Erick Thohir (954 berita), Menteri Perhubugnan Budi Karya Sumadi (878 berita), dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (791 berita).

"Deru" Penundaan Formula E di Media Sosial

Pandemi Coronavirus (Covid-19) memaksa Gubernur Jakarta Anies Baswedan menunda gelaran ajang balapan Formula E yang rencananya dihelat di kawasan Medan Merdeka. Penundaan tersebut tertuang dalam surat resmi dengan nomor 117/-1.857.73, ditujukan kepada Organizing Commitee Jakarta E-prix tertanggal 9 Maret.

Keputusan Pemprov Jakarta tersebut menjadi sorotan media online yang terekspose melalui berbagai judul pemberitaan. Riset Indonesia Indicator (I2) pada tanggal 10 hingga 16 Maret 2020 mencatat ada 907 berita media online, mengulas penundaan event Formula E di Jakarta.

Mula-mula jumlah pemberitaan Formula E hanya berjumlah puluhan. Pada 10 Maret misalnya tercatat hanya 56 ekspos berita, namun angka ini terus merangkak signifikan dan memuncak pada 11 Maret, yakni sebanyak 504 ekspose berita. Memasuki 12 Maret, jumlah pemberitaan di media online menurun drastis sebanyak 174 berita, dan terus susut ke angka 86 pada 13 Maret. Puncak penurunan pemberitaan Formula E terjadi pada 16 Maret, yakni hanya sebanyak 23 ekspose pemberitaan.

Reaksi atas penundaan Formula E

Berbeda dengan dengan media online, total ekspos di Twitter justru cukup tinggi. Indonesia Indicator mencatat ada sebanyak 9.227 cuitan netizen membahas penundaan Formula E yang diekspresikan dengan berbagai emosi.  Awalnya, pada 10 Maret, ekspos cuitan hanya berjumlah ratusan, yakni sebanyak 284 cuitan.

Namun, reaksi netizen atas penundaan Formula E terus terjadi dan melonjak signifikan mencapai 3.543 cuitan pada 11 Maret. Rupanya di tanggal ini merupakan puncak letupan ekspresi dan reaksi warganet. Terbukti, terjadi tren penurunan cuitan secara perlahan pada 12 Maret, yakni sebanyak 3.641. Barulah pada tanggal 13 Maret terjadi penurunan angka drastis sebanyak 821 cuitan, 14 Maret sebanyak 781, 15 Maret 526, dan terakhir pada 16 Maret tercatat hanya 28 cuitan.

Reaksi dan ekspresi warganet atas kebijakan Anies menunda ajang balap mobil bergengsi itu terangkum dalam sejumlah emosi dan perasaan yang diidentifikasi oleh sistem Intelligence Perception Analysis (IPA). Emosi yang dominan adalah trust atau percaya yang muncul melalui cuitan-cuitan bernada dukungan terhadap kebijakan Gubernur Anies Baswedan menunda pelaksanaan Formula E di Jakarta. Tercatat ada sebanyak 306 cuitan berisi dukungan terhadap Pemprov DKI.

Emosi disgust atau muak juga muncul melalui perdebatan sengit netizen ihwal penundaan Formula E. Tercatat ada sebanyak 301 cuitan dengan polarisasi perdebatan yang cukup tajam pendukung dan penentang kebijakan Anies. Kelompok kontra Gubernur Jakarta menganggap Anies hanya mencari panggung terhadap isu Covid-19. 

Berikutnya, emosi anticipation atau harapan sebanyak 283 cuitan. Netizen dalam hal ini berharap agar pelaksanaan Formula E dibatalkan dan anggarannya dialihkan untuk penanganan banjir di Jakarta. 

Indentik Dengan Pria

Ajang balap mobil Formula E masih identik sebagai olahraga kaum pria. Hal ini tergambarkan dari besarnya perhatian kaum Adam, yakni 73,2% atau 2.184 akun. Sebaliknya, akun kaum perempuan yang merespons Formula E tidak menembus angka seribu, hanya 798 akun atau 26,8%.

Berdasarkan rentang umur, Formula E masih menjadi favorit tontonan bagi kelompok umur Generasi Z dan Milenial, meski cukup banyak juga dari kelompok umur di atas 35 tahun yang membahas Formula E. 

Pada rentang umur 18 hingga 25 tahun, jumlah akun yang mencuitkan Formula E cukup tinggi, ada sebanyak 1.030 akun atau 39,2%. Disusul rentang usia 26 hingga 35 tahun dengan jumlah akun sebanyak 839 akun atau 31,9%. Mereka yang berusia di atas 35 tahun tercatat 681 akun turut memperbincangkan ajang Formula E atau jika dipersentase menjadi 25,9%. Hanya sejumlah kecil yang teridentifikasi sebagai akun yang berusia di bawah 17 tahun, yakni 3% (79 akun).

Berdasarkan sebaran akun Twitter yang membahas Formula E yang dapat diidentifikasi oleh sistem IPA, persebarannya dapat dikatakan masih terpusat di DKI Jakarta. Artinya, isu ini masih di level isu daerah atau lokal, belum menjadi isu nasional. Indonesia Indicator mencatat sepuluh wilayah di Tanah Air dengan aktivitas akun terbanyak. DKI Jakarta tercatat paling tingggi sebanyak 485 akun, disusul Jawa Barat 28 akun, Jawa Tengah 22 akun, Jawa Timur 20 akun, Kalimantan Timur 18 akun, Kepulauan Riau 9 akun, Bali 8 akun, Kalimantan Tengah 6 akun, Kalimantan Selatan 5 akun, dan terakhir Nusa Tenggara tercatat hanya 5 akun.

Sentimen Warganet

Sentimen negatif warganet mendominasi penundaan ajang Formula E oleh Anies Baswedan, dengan angka cukup tinggi, yakni 5.514 cuitan atau 58,25%. Disusul sentimen positif dengan angka cuitan sebanyak 3.023, atau 31,9%. Sentimen netral tercatat sebanyak 943 cuitan atau 9,9%. 

Perdebatan politis antarnetizen menjadi salah satu pemicu tingginya sentimen negatif dalam isu penundaan ajang Formula E tersebut. Indikasinya adalah adanya polarisasi pendukung Pilpres 2019 yang masih kental terasa dalam perdebatan seputar penundaan ajang Formula E tersebut.

Akhir Kisah Dilan-Milea yang Bikin Baper Lini Masa

Film Milea Suara dari Dilan melanjutkan tongkat estafet kesukesan sekuel film Dilan sebelumnya yang meraih jutaan penonton. 

Film yang dialih wahana dari novel berjudul sama karya Pidi Baiq ini menjadi film pertama di Indonesia yang mendapatkan jumlah penonton di atas 3 juta orang tahun ini.

Meski masih jauh dari dua film terdahulunya, Dilan 1990 (2018) dengan 6,3 juta dan Dilan 1991 (2019) dengan 5,3 juta penonton, namun Milea Suara dari Dilan tetap diburu Dilanisme - sebutan untuk pecinta novel dan trilogi film Dilan. Lini masa Twitter turut dibuat baper dengan film pemungkas trilogi Dilan. Seperti pemantauan Indonesia Indicator (I2), pada 1 Februari - 9 Maret 2020 yang dihasilkan dari pemanfaatan piranti lunak kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), ada 4.252 cuitan netizen media sosial Twitter, terkait film Milea. Film ini tercatat lebih populer di media sosial dibandingkan media online yang hanya terdapat 908 berita.

Emosi anticipation atau harapan dominan mengisi perbincangan netizen terkait film Milea (368 tweet). Warganet banyak mengutarakan keinginannya menonton film Milea, dengan didampingi seorang kekasih. Seperti yang dicuitkan oleh pemilik akun @Rhmawtputri.

"Pengen nonton milea, pengen nonton teman tapi menikah, pengen ada yang nemenin nonton itu semua," tulisnya, Kamis 5 Maret 2020 pukul 17.55.

Emosi anticipation juga tertangkap pada siulan netizen yang mengungkapkan mendapat pesan moral setelah menonton Milea Suara dari Dilan.

"Habis ntn milea. pesan moral: jangan jadi dilan dan milea yang suka gengsi, greget," tulis pemilik akun @mautausajahhh pada Jumat, 21 Februari 2020 pukul 14.40 siang. 

Emosi sedih turut didengungkan netizen (272 tweet). Banyak masyarakat Twitter yang sedih usai menonton Film Milea. Emosi sedih juga tertangkap dicuitkan warganet yang mengungkapkan kesedihannya lantaran menonton sendiri di bioskop. Pemilik akun @rdtrifah, misalnya, menuliskan keinginannya untuk menonton trilogi terakhir Dilan tersebut, namun tak punya teman. 

"Pengen nonton Milea dan TTM. Tapi gak punya teman :( Sedih akutu," cuitnya pada Senin, 9 Maret 2020, pukul 20:28. 

Pun demikian dengan akun @windyarsandaa yang bersiul, "sedih dah gaada yang ngajak nonton milea :(," paparnya pada Jumat, 21 Februari pukul 14:40. 

Netizen juga mengunggah cuitan dengan emosi sedih karena film yang disutradarai oleh Fajar Bustomi itu membawa kembali kenangan lama dan teringat mantan.

Emosi bahagia atau senang (Joy) turut mewarnai cuitan netizen (184 tweet). Akun @MelisaWu mencuitkan kekagumannya terhadap pemilihan tempat yang menjadi lokasi syuting Milea.

"Watching Milea movie memang bikin bulu kuduk merinding karena aku bukan bucin, tp seneng banget ngeliat pemilihan tempat & suasana, adem aja gitu di Bandung. Jadi mau pindah kesana," cuitnya pada Sabtu, 22 Februari pukull 17.00. 

Terdapat pula netizen yang merasa sebal dan muak, dengan karakter Milea yang dianggap netizen menyebalkan. Emosi sebal ini terpantau dicuitkan hingga 76 tweet.

Sejumlah tagar pun menjadi populer di aplikasi "Burung Biru". Seperti, #Milea (59 tweet),  #Dilan (36 tweet), dan #AkuMauKaosMilea(10 tweet).

Secara sebaran demografi netizen, film Milea yang diperankan aktor Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla masih menjadi magnet utama bagi kaum perempuan. Sebanyak 52,2% netizen perempuan lebih banyak membahas film tersebut di media sosial.

Sementara itu, generasi Z dengan rentang umur 18-25 tahun menjadi netizen yang paling banyak membicarakan film Milea (48%). Di posisi kedua, ada generasi milenial dengan rentang umur 26-35 tahun (41%). Lalu sisanya, usia di bawah 18 tahun (6%) dan di atas 35 tahun (5%).

Isu demam berdarah tenggelam oleh coronavirus

Perkembangan kasus virus corona di dunia semakin membesar. Hampir setiap hari ada saja informasi dari sebuah negara yang menyampaikan perkembangan kasusnya. Baik itu jumlah yang terkonfirmasi positif hingga pasien yang meninggal akibat virus corona.

Apalagi Badan Kesehatan Dunia PBB, WHO, telah menyatakan darurat internasional terkait wabah virus corona yang mematikan. Virus yang juga disebut 2019-nCov ini setidaknya menjangkiti 153.517 orang (per 15 Maret) dan menewaskan 5.735 orang (per 15 Maret) di seluruh dunia. Sementara di Indonesia, pemerintah telah mengumumkan 117 orang (per 15 Maret) dinyatakan positif virus corona dan pasien yang meninggal positif virus corona sebanyak lima orang (per 15 Maret).

Penyebaran itu tidak terlepas dari belum ditemukannya vaksin yang tepat untuk mengatasi virus corona. Sejumlah negara maupun perusahaan swasta memang telah mengumumkan sedang dalam proses mencari formula yang tepat, tetapi belum ada satu pun yang telah menemukan vaksin yang tepat untuk menanggulangi virus corona.

Dua situasi tersebut membuat media online dan warganet di media sosial menjadi lebih memperhatikan perkembangan virus corona dibandingkan penyebaran penyakit lain. Padahal, untuk Indonesia ada penyakit lain sedang mewabah dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Salah satunya adalah demam berdarah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah penderita demam berdarah di Indonesia sampai dengan 12 Februari mencapai 6.639 kasus dengan 49 kematian di seluruh Indonesia. Empat daerah telah menyatakan kejadian luar biasa (KLB), yaitu Kabupaten Sikka (567 penderita, empat kasus kematian), Kabupaten Temanggung (48 penderita, satu kasus kematian), Kabupaten Lampung Tengah (197 penderita, tiga kematian) dan Kabupaten Ciamis (106 penderita, tiga kematian).

Tidak imbangnya pemberitaan di media online terhadap pemberitaan virus corona dan demam berdarah terkonfirmasi juga dari hasil analisis Indonesia Indicator (I2) pada periode 1 Januari hingga 13 Maret 2020. Selama periode ini ditemukan, pergerakan ekspos konsisten naik terkait topik wabah demam berdarah. Meningkatnya pemberitaan terjadi seiring semakin meluasnya wabah DBD di Indonesia.

Tercatat, ekspos media online terhadap virus corona pada Januari sebesar 32.032 berita, sedangkan demam berdarah 2.207 berita atau hanya 6,8% dari jumlah berita tentang Corona. 

Bahkan pada Februari, besaran ekspos terhadap virus corona semakin meningkat, mencapai 95.584. Sedangkan isu demam berdarah 2.538 berita atau hany 2,6% dari jumlah berita tentang corona. 

Pun demikian dengan Twitter. Netizen platform “Burung Biru” lebih banyak mencuitkan soal corona ketimbang DBD. Pada Januari, ada 235.616 cuitan terkait virus corona dan 1.743 cuitan atau hanya 0,6% yang membahas demam berdarah. Pada Februari, ada 311.905 cuitan terkait virus corona dan 1.810 cuitan terkait demam berdarah (0,5%). 

Di bulan Maret, ekspos pemberitaan dan cuitan warganet melonjak tinggi seusai sejumlah Pemda mempublikasikan penetapan kejadian luar biasa (KLB) DBD untuk wilayahnya menyusul banyaknya korban yang terus bertambah. Kabupaten Sikka tercatat memiliki jumlah kasus terbanyak. Walaupun demikian, secara persentase, jumlah ekspos DBD masih jauh daripada corona.

Total pemberitaan media online di bulan Maret terhadap virus corona sebanyak 116.283, sedangkan demam berdarah sebesar 2.974. Di Twitter, angka cuitan terkait DBD mencapai 5.996 cuitan, sedangkan soal corona tercatat 800.801 cuitan.

Jumlah korban menjadi sorotan

Perkembangan jumlah korban menjadi sorotan media online dan Twitter. Di media online, isu ini menyita perhatian hingga 29%, sedangkan di Twitter mencapai 39%. Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus DBD di Indonesia sudah menembus angka 16.000, pada periode Januari sampai awal Maret 2020 tersebut. Dari jumlah itu, 100 jiwa meninggal dunia. 

Narasi pencegahan terhadap demam berdarah juga turut menjadi perhatian media (22%). Media pun banyak memberitakan upaya antisipasi, tips dan anjuran yang perlu diperhatikan untuk mencegah DBD semakin meluas. 

Media juga menyoroti sebaran daerah terdampak DBD (16%), secara khusus menyoroti Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Kabupaten Sikka, yang kini sudah berstatus KLB. Pernyataan Menkes Terawan yang menyebut wabah DBD tidak bisa diabaikan meski Pemerintah saat ini tengah fokus menangani virus corona, menjadi salah satu yang banyak diberitakan. 

Narasi pemberitaan juga berkembang ke arah perbandingan dampak wabah virus corona dengan DBD (14%). Isu ini juga riuh disiulkan oleh pengguna Twitter, jumlahnya mencapai 12%. Cuitan netizen terkait penanganan pemerintah terhadap corona yang dinilai lebih optimal dibandingkan  penanganan DBD yang jumlah korbannya sudah lebih tinggi.

Tibanya musim penghujan juga selalu menjadi momok yang kerap dihubungkan dengan munculnya wabah demam berdarah (12%). Terlebih kondisi seperti di Jabodetabek yang diperparah dengan terjadinya banjir berulang kali. Sementara gerakan ajakan untuk memulai hidup sehat atau biasa dikenal dengan 3M justru tidak terlalu terlihat dominan disampaikan warganet.

Dari sisi demografi, cuitan warganet yang disurvei I2 lebih didominasi oleh mereka yang berusia 18-25 tahun (1.494 akun), kemudian diikuti mereka yang berusia 26-35 tahun (1.466 akun). Sedangkan sebaran gender didominasi oleh perempuan, yakni sebesar 2.225 akun, sementara laki-laki sebesar 2.225 akun.

 

Srikandi-Srikandi Paling Populer dan Berpengaruh di Media

International Women's Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional dirayakan setiap 8 Maret dan menjadi perayaan global di berbagai negara. 

Untuk pertama kalinya, Hari Perempuan Internasional dirayakan di New York pada 28 Februari 1909. Lalu, resmi menjadi perayaan global ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatinya pada 8 Maret pada 1977. Fokus dari perayaan ini adalah pemberdayaan perempuan di semua bidang.

Hingga saat ini, terdapat tema khusus untuk merayakan Hari Perempuan Internasional oleh PBB. Tahun ini, perayaan IWD mengusung tema "Each for Equal", merefleksikan kembali nilai tentang perbedaan, memainkan peran perempuan, serta representasi dari kesetaraan gender. 

Kesetaraan gender merambah ke berbagai bidang, baik ekonomi, bisnis, dan politik dalam berbagai komunitas.

Di Indonesia, perempuan membuktikan jika mereka tak kalah dari laki-laki. Dengan prestasi yang mumpuni, jajaran perempuan ini mampu mencuri perhatian media online di Indonesia. 

Indonesia Indicator, perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) mengidentifikasi public figur perempuan yang muncul dalam pemberitaan. Data dihimpun dari tanggal 1 Januari - 17 Desember 2019. Total berita adalah 10.042.063 berita dari 4.019 media online Indonesia.

Data dianalisis secara real time menggunakan sistem Intelligence Media Management (IMM) yang berbasis AI. Hasil analisis data tersebut mewakili data spontan (subsconscious data/bukan hasil survei yang bisa diarahkan) dari seluruh media.

Sri Mulyani, Newsmaker Media Online

Sosok Sri Mulyani Indrawati menjadi figur perempuan paling populer sepanjang tahun 2019. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini konsisten diberitakan setiap bulannya sekaligus bertengger di posisi pertama jajaran tokoh perempuan terpegah dengan total pemberitaan mencapai 58.379 berita.

Sri yang juga menjadi Menteri Keuangan masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menjadi media darling, terutama soal perannya sebagai Menteri Keuangan dan pembahasan seputar kebijakan ekonomi negara. 

Dia juga banyak dikutip pernyataannya oleh media online (86.248 pernyataan). Kepercayaan media terhadap mantan ekonom ini mampu menempatkannya sebagai rujukan utama pemberitaan. Rata-rata setiap pemberitaan, media tiga kali mengutipnya.

Ekspos pernyataannya dikutip dua kali lipat lebih besar dibandingkan menteri perempuan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kabinet Kerja periode 2014-2019 lainnya, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja Susi Pudjiastuti (37.960 pernyataan), mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yanh saat ini menjabat sebagai Ketua DPR, Puan Maharani (35.256 pernyataan), dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno (27.408 pernyataan).   

Sri Mulyani juga mengungguli menteri perempuan yang menjabat selama dua periode pemerintahan Jokowi lainnya, seperti Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar (25.621 pernyataan), serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (33.665 pernyataan). Pembangunan narasi meliputi kinerja para menteri di masing-masing sektor, termasuk framing negatif terhadap kebijakan yang menuai kontroversi.

Sementara itu, sosok Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi figur kedua teratas sebagai sosok perempuan yang paling banyak diberitakan media (52.670 berita). Figur Megawati banyak diliput seputar isu dirinya kembali dikukuhkan sebagai Ketum PDI Perjuangan serta saat momen pelantikan presiden dan wakil presiden.

Namun, media lebih dominan menyebutkan Megawati Soekarnoputri daripada mengutip pernyataannya. Posisi Megawati sebagai tokoh terpegah urutan ke-2 teratas, tapi berada di urutan ke-7 (29.949 pernyataan) dalam jajaran tokoh paling banyak dikutip.

Sosok Ibu Negara Iriana Joko Widodo menempati urutan ke-10 sebagai tokoh perempuan tervokal tahun 2019 (24.365 pernyataan). Iriana Jokowi banyak dikutip terkait kegiatannya sebagai ibu negara.

Srikandi Daerah 

Tak hanya dari pemerintah pusat, beberapa figur pejabat daerah juga terekam eksis memberi pernyataan di media, seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (77.596 pernyataan) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (40.572 pernyataan).

Kedua kepala daerah perempuan itu juga banyak diberitakan media sehingga masuk dalam jajaran perempuan terpegah, masing-masing di urutan ke-3 (34.368 berita) dan ke-9 (20.154 berita). Keduanya banyak diberitakan terkait kiprahnya dalam menyelesaikan persoalan daerah, terutama di tahun lalu terkait konflik mahasiswa Papua di Jawa Timur. 

Media juga secara aktif memberi atensi terhadap mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono (28.504 berita). Ani Yudhoyono diberitakan secara intensif karena persoalan kesehatan hingga wafatnya. Istri Presiden ke-6 SBY itu tutup usia di Singapura pada Sabtu (1/6) siang karena sakit kanker darah.

Corona Tiba di Indonesia, Bagaimana Reaksi Netizen

Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus virus corona jenis baru (Covid-19) pertama di Indonesia, Senin (2/3/2020), perbincangan tentang virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China ini kembali gempar di media sosial.

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) mencatat corona menjadi perhatian serius warganet. Sepanjang periode 2 hingga 4 Maret 2020 pukul 13:00 WIB, perbincangan isu virus corona di Twitter terus mengalir tak terbendung. Jumlahnya mencapai ratusan ribu, persisnya 319.186 cuitan.

Kelangkaan Masker dan Cairan Antiseptik

Lolosnya virus corona ke Indonesia tak bisa dipungkiri menimbulkan guncangan serius di jagat maya. Hal ini terlihat dari tingginya angka sentimen negatif publik yang melampau angka 50%.

Sentimen negatif di jagat maya itu banyak muncul dari beberapa kelompok pengkritik kinerja pemerintahan Jokowi dalam menangani virus corona. Beberapa pihak lainnya juga mengkritisi kinerja Pemprov DKI Jakarta, khususnya Gubernur Anies Baswedan. Kritikan netizen tersebut juga tak lepas dari polarisasi ekses Pilpres 2019.

Indonesia Indicator mencatat ada lima isu utama terpopuler yang diperbincangkan netizen tentang corona, berdasarkan jumlah cuitan. Dua WNI positif virus corona (Covid-19) menjadi isu yang paling banyak diperbincangkan (72.944 tweet) dengan reaksi panik dan sedih.

Netizen terpantau menunjukkan emosi terkejut atau surprise (15.491 tweet) di Twitter. Selain terkejut dengan kasus corona di Indonesia, beberapa warganet juga dikagetkan dengan langkah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) yang ternyata sudah dari jauh hari mengamankan masker untuk warganya.

Pemilik akun @03_nakula, misalnya, memuji langkah Risma menimbun masker sejak corona pertama kali muncul di Wuhan, dengan tujuan agar warga Surabaya tidak panik. Ia juga membubuhkan sejumlah emotikon positif dalam cuitannya.

“Subhanallah...keren emak ku…,” tulisnya, diretweet sebanyak 78 kali dan 335 likes, Rabu 4 Maret 2020, pukul 7:04 WIB.

Ekspresi surprise juga ditunjukkan pemilik akun @ecosorights yang mengkritik keras pemerintah atas pengakuan pasien yang mengaku ‘ngeh’ positif corona dari pemberitaan media.

“Bukan hanya mengabaikan hak masyarakat atas informasi yg benar terkait wabah virus corona di Indonesia, ternyata pemerintah juga mengabaikan hak2 pasien yg menderita virus corona,” tulisnya, pada Rabu 4 Maret 2020, pukul 12:48 WIB.

Emosi fear atau khawatir corona juga tak luput dari jari-jari pengguna Twitter (3.689 tweet). Adalah akun @thisdian yang mengungkapkan rasa khawatir melalui cuitannya pada 2 Maret 2020, pukul 9:10 pagi.

“tdnya gak gitu khawatir soal corona virus.. tapi skrg pgn beli hand sanitizer skrg juga,” ungkap @thisdian.

Langkanya peredaran masker dan antiseptik pembersih tangan juga ramai diperbincangkan netizen (28.101 tweet). Warganet mengecam berbagai pihak yang menjual masker dengan harga mahal dan pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan menimbun masker. 

Wabah corona berimbas pada kian tipisnya persediaan masker dan antiseptik di berbagai daerah. Selain disebabkan oleh konsumen yang memborong masker untuk persediaan, juga diduga ada penimbunan barang yang dilakukan sejumlah oknum. Harga masker pun ikut melonjak.

Netizen menunjukkan emosi anticipation atau waspada (46.220 tweet) yang dikaitkan dengan harapan agar orang-orang tidak memikirkan diri sendiri dengan menimbun masker dan bahan penting lainnya.

Sebagaimana cuitan pemilik akun Twitter @cempala yang mengingatkan agar tidak memanfaat kesempatan dalam kesempitan di tengah teror corona.

“Jangan kau timbun masker untuk kau jual kembali dengan harga tinggi, sementara coronavirus mampu bertahan selama 9 hari di atas permukaan object apapun yang kau sentuh, Hand Sanitizer juga penting, cuci tanganmu sesering mungkin, jika kau peduli sesama," tulis @cempala, yang diretweets sebanyak 102, dan 124 likes pada 4 Maret 2020, pukul 1:45 siang.

Ekspresi yang sama ditunjukkan akun Twitter @ACTforhumanity yang melihat sisi positif corona, bahwa ada pelajaran penting dari wabah virus mematikan ini adalah untuk memanusiakan manusia dengan membubuhkan tagar #BersamaLawanCorona.

“Dari virus Corona kita belajar bagaimana semestinya kita memanusiakan orang lain dgn tdk merampas hak mereka ingin sembuh, ingin sehat & selamat dari wabah penyakit ini. Mereka yg atas kuasa Allah ditetapkan sakit, diuji dgn kesabaran dlm menangani sakitnya,” tulisnya, 4 Maret 2020, pukul 1:46 siang.

Netizen juga membicarakan isu lain. Rumah sakit rujukan khusus pasien Covid-19 menarik perhatian dengan jumlah cuitan mencapai 9.407 cuitan.

Netizen memperbincangkan isu ini secara positif dengan mengapresiasi langkah pemerintah dalam menyiapkan rumah sakit khusus pasien corona, termasuk beban biaya pasien virus corona yang ditanggung pemerintah.

Emosi yang tertangkap adalah joy atau kegembiraan (2.573 tweet). Cuitan yang disiulkan oleh akun @Je_Ly menjadi salah satu contoh ekspresi kegembiraan yang menyambut positif rencana Presiden Jokowi untuk menambah fasilitas khusus penanganan pasien virus corona. Salah satunya, dengan merenovasi rumah sakit yang ada di Pulau Galang, Kepulauan Riau.

“Ini bukti bhw pemerintah kta serius menangani Covid-19. Yuk dukung pemerintah n ingat jangan panic,” tulisnya, Rabu 4 Maret 2020, diretweets sebanyak 62 dan 178 likes.

Isu lain, terkait anggaran untuk influencer sebesar Rp72 miliar (2.487 tweet). Pemerintah pusat dihujani kritik atas wacana dana miliaran untuk influencer ini. Kritik semakin menjadi pascadiumumkannya dua WNI positif corona. Warganet menilai rencana membayar influencer akan sia-sia. Sebagian lainnya menyarankan agar dana tersebut dibelanjakan untuk pengadaan masker dan hand sanitizer.

Lalu, isu tentang privasi data pribadi pasien (2.487 tweet). Isu ini tak kalah menarik dengan sebelumnya, karena menyangkut hak atas privasi korban corona. Rata-rata netizen mengecam berbagai pihak, lantaran membuka data pribadi pasien ke publik.

Dendang BNI Java Jazz 2020 di Media

Jakarta International Java Jazz Festival (JJF) - salah satu festival musik jaz terbesar di dunia - rutin digelar setiap tahun pada awal Maret sejak tahun 2005. Keberadaan festival ini seolah-olah menegaskan pesatnya perkembangan musik jaz di tanah air. 

Sejumlah musisi jaz terkenal dari negara lain sudah pernah mengisi acara ini, di antaranya Santana, Lee Ritenour, dan Dave Koz. Menariknya, festival ini juga diperkaya musisi dari genre musik yang lain, seperti R&B, Soul, dan Reggae. Tidak heran jika cukup banyak masyarakat yang antusias menghadiri festival ini.

Isyana Paling Populer

Tahun ini, Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 diadakan pada 28 Februari - 1 Maret 2020 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Beberapa musisi kondang turut hadir meramaikan ajang itu, mulai dari Bruno Major, The Jacksons, Phil Perry hingga artis lokal seperti Trie Utami, Ita Purnamasari, Memes, Yuni Shara, Deddy Dhukun, Mus Mudjiono, dan Fariz RM. 

Untuk menarik minat generasi milenial, panitia juga mengundang sejumlah musisi yang mewakili dan disukai generasi ini, di antaranya Omar Apollo, Isyana Sarasvati, Tulus, Rizky Febian, dan Efek Rumah Kaca. 

Pantauan Indonesia Indikator (I2) selama periode 26 Februari-3 Maret 2020, generasi Z dengan rentang umur 18 tahun-25 tahun menjadi yang paling banyak membicarakan BNI Java Jazz Festival. Di posisi kedua, ada generasi milenial dengan rentang umur 26 tahun-35 tahun. #JJF2020, #JavaJazz2020, dan #JavaJazzFestival2020 merupakan tagar teratas (hashtag) yang banyak diunggah warganet media sosial Twitter terkait event BNI Java Jazz Festival. 

Selama periode tersebut, I2 memantau 1.098 cuitan warganet yang memperbincangkan BNI Java Jazz Festival. Kemeriahan BNI Java Jazz Festival 2020 turut disuarakan netizen dengan sentimen cuitan positif.

Isu tentang penampilan para musisi mendominasi cuitan warganet (34%). Penampilan musisi internasional seperti The Jackson, Omar Apollo, hingga penampilan penyanyi dalam negeri, seperti Tulus, Isyana Sarasvati, Rizky Febian, Yuni Shara, dan Fariz RM berhasil memukau pengunjung dan rasa itu diteruskan di sosial media mereka.

Isyana menjadi musisi yang paling populer di media sosial. Dia menempati posisi pertama (268 tweet) di jajaran penyanyi yang paling banyak di-mention netizen terkait event Java Jazz Festival. Warganet banyak yang memuji penampilan Isyana membawakan album barunya Lexicon. Bersama sang suami, Isyana tampil dengan gaya yang lebih berani dan penampilan panggung yang penuh emosi. Lagu itu jauh dari kesan yang selama ini ditunjukkan oleh penyanyi kelahiran Bandung 26 tahun lalu itu. Selain itu, cuitan akun twitter Isyana @isyanasarasvati “Unbelievable energy. Thank you Java Jazz 2020” banyak di-retweet warganet. 

Isyana juga menarik perhatian media online. Pernyataan penyanyi sekaligus penulis lagu top itu banyak dikutip media online (147 pernyataan). Ini tidak terlepas dari peluncuran album terbaru Isyana pada acara tersebut. Isyana menyebutkan "Lexicon" merupakan album yang sangat personal baginya. Dia juga mempersembahkan sebuah lagu yang sangat spesial untuk suaminya, Rayhan Maditra dan orang-orang yang selalu memberikan dukungan terhadap karir musik dan keputusan hidupnya. 

Dia berada di posisi kedua di jajaran influencer di media online. Posisinya tepat di bawah Direktur Java Festival Production Dewi Gontha (202 pernyataan) yang menjadi referensi utama media dalam memberikan keterangan seputar pelaksanaan BNI Java Jazz Festival, hingga antisipasi terhadap ancaman coronavirus. 

Nama musisi Chrisye turut di-mention warganet (24 tweet). Hal ini dikaitkan dengan dimainkannya lagu-lagu Chrisye oleh Komponis Erwin Gutawa. Hebatnya, Erwin Gutawa memadukan visual dan audio dari mendiang Chrisye dengan balutan musik orkestra. Sosok sang legenda musik Indonesia itu pun hadir melalui rekaman suara asli serta dukungan visual, diambil dari beragam panggung, tur, maupun konser tunggal mulai 1994.

Sementara itu, isu lain yang juga banyak dicuitkan warganet terkait dengan kemeriahan Java Jazz (19%) dan banjir di Java Jazz (18%). Warganet turut mencuitkan seputar kondisi cuaca buruk yang terjadi di tengah-tengah berlangsungnya festival Java Jazz. Disebutkan hujan deras membuat beberapa spot di lokasi festival kebanjiran. 

Kendati pelaksanaan BNI Java Jazz 2020 diwarnai hujan lebat yang menyebabkan sebagian area festival mengalami banjir, tetapi tak menyurutkan keinginan pengunjung untuk menuntaskan acara itu. Apalagi, musisi yang tampil juga mengeluarkan kemampuan terbaiknya. 

Warga Twitter juga mencuitkan berbagai isu lain, yakni kuis berhadiah tiket Java Jazz (11%), ancaman virus corona (8%), layanan BNI Sonic (5%), dan special show Java Jazz (5%).

 

Loading...
Loading...