Larangan Mudik Lebaran dan Seruan #LindungiKeluargaTercinta

Pemerintah memutuskan untuk memperketat kebijakan larangan mudik dengan menerbitkan adendum tentang pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dua pekan sebelum dan sepekan setelah masa peniadaan mudik, yakni 22 April-5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021. Adendum ini ditandatangani oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo pada 21 April 2021 lalu.

Sebelumnya, pemerintah hanya mengatur soal larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei.

Aturan baru larangan mudik tersebut menjadi salah satu isu yang banyak diangkat media, yakni 3.248 berita. Tingginya isu ini tak hanya dipicu oleh diumumkannya kebijakan larangan pada 6-17 Mei 2021, namun juga oleh adanya aturan tambahan mengenai larangan mudik pada 22 April melalui kebijakan pengetatan syarat perjalanan domestik pada H-14 dan H+7 masa larangan mudik.

Hal tersebut terungkap dalam riset Indonesia Indicator (I2) periode 1 hingga 22 April 2021. I2 mencatat total terdapat 25.207 berita media online yang memberitakan terkait larangan mudik. 

Selain itu, media juga banyak mengangkat isu terkait penjagaan, penyekatan, dan pemantauan mudik, yakni 6.129 berita. Media online menulis langkah Polri, TNI, dan pihak terkait mengenai upaya mereka dalam mencegah pemudik melalui penyekatan, penjagaan, dan pemantauan. Baik di terminal, bandara, dan pelabuhan.

Isu lainnya yang banyak diulas media adalah pariwisata di tengah larangan mudik sebanyak 3.185 berita, disusul isu sosialisasi larangan mudik sebanyak 3,140 berita, Operasi Ketupat 2021 sebanyak 1.201 berita, pemberlakuan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) sebanyak 1.136 berita, kedatangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 671 berita, karantina pemudik nekat sebanyak 613 berita, berkaca dari India sebanyak 593 berita, pembatasan operasional transportasi sebanyak 484 berita, dan kebijakan putar balik kendaraan sebanyak 407 berita.

Doni Monardo Magnet Media

Tingginya atensi media online terhadap larangan mudik tersebut tak lepas sejumlah figur pejabat yang pernyataannya menjadi magnet media. I2 mencatat setidaknya ada 10 figur dari presiden hingga kepala daerah. Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menjadi sosok pertama yang pernyataannya banyak dikutip media (4.314 pernyataan), terutama mengenai aturan baru larangan mudik.

Figur kedua yang pernyataannya banyak dikutip media adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (3.450 pernyataan), Menko PMK Muhadjir Effendy (3.431 pernyataan), Presiden Jokowi (3.398 pernyataan), Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (2.926 pernyataan), Menteri Parekraf Sandiaga Uno (2.896 pernyataan), Dirlantas Polda Metro Jaya Sambodo Purnomo Yogo (2.681 pernyataan), Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati (2.476 pernyataan), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (1.760 pernyataan), dan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi (1.716 pernyataan).

Pada periode 1-22 April tersebut, Indonesia Indicator mencatat total ada 1.803 media online yang membuat berita tentang larangan mudik. Dari jumlah tersebut, Kompas.com menjadi media online yang paling banyak menulis berita mengenai isu ini sebanyak 519 berita. Disusul Suara.com (383 berita), iNews Portal (378 berita), Kumparan (376 berita), MSN Indonesia (334 berita), Sindo News (329 berita), Detik (314 berita), Republika (311 berita), Antara (303 berita), dan Tribun News (268 berita).

Netizen Serukan #LindungiKeluargaTercinta

Selain media daring, kebijakan larang mudik juga tak kalah ramai diperbincangkan netizen di Twitter. Pada periode 1-22 April 2021 tersebut, Indonesia Indicator mencatat total ada 111.189 kicauan netizen di Twitter mengenai larangan mudik dalam ragam tagar. 

Setidaknya ada sembilan tagar populer yang mencerminkan respons netizen atas kebijakan itu. Yakni, tagar #LindungiKeluargaTercinta yang mendominasi perbincangan netizen Twitter sebanyak 719 cuitan. Tagar itu banyak dipakai dalam kicauan berisi imbauan dan ajakan agar netizen mematuhi larangan mudik guna mencegah penyebaran Covid-19. 

Tagar lainnya adalah #KorlantasTegasLarangMudik sebanyak 636 cuitan, #mudik2021 sebanyak 324 cuitan, #mudik sebanyak 322 cuitan, #TundaMudikLebaran sebanyak 305 cuitan, #COVID19 sebanyak 244 cuitan, #PatuhiLaranganMudik sebanyak 226 cuitan, dan #YukJanganMudik sebanyak 207 cuitan. 

Sementara itu, mayoritas netizen tertangkap mencuitkan emosi anticipation (antisipasi), sebesar 41% atau 15.646 kicauan, berisi harapan netizen agar larangan mudik dipatuhi semua pihak supaya penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan. Emosi antisipasi ini juga berisi kekhawatiran netizen terhadap tempat wisata yang tetap buka di tengah larangan mudik dan masuknya warga negara lain, terutama India, ke Indonesia. 

Netizen juga banyak yang berekspresi sedih atau sadness sebanyak 5.696 kicauan atau 15%. Netizen sedih lantaran kembali tidak bisa mudik tahun ini. Disusul emosi trust atau percaya pemerintah mampu menjalankan kebijakan larangan mudik, sebanyak 5.168 kicauan atau 14%.

Dari perbincangan netizen Twitter, I2 juga mendapati sentimen netral larangan mudik cukup mendominasi, sebesar 55% atau sebanyak 61.858 kicauan. Sentimen netral berasal dari kicauan netizen berisi informasi atau tautan berita mengenai kebijakan pemerintah yang melarang mudik tahun ini dan keputusan pemerintah mengeluarkan aturan baru larangan mudik.

Lainnya, sentimen negatif sebesar 31% atau 34.078 kicauan, dan sentimen positif 14% atau sebanyak 15.253 kicauan. Sentimen negatif banyak berasal dari kicauan netizen yang mengaitkan larangan mudik dengan perhelatan pilkada serentak tahun lalu, resepsi pernikahan artis yang dihadiri presiden, tempat wisata yang tetap buka, dan warga negara asing.


Gema Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka

Terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang izin pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Juli 2021 memicu pro dan kontra publik, tak terkecuali di dunia maya. 

Keempat menteri dalam SKB tersebut adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Kesehatan Budi Gunadi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. SKB yang ditandatangani pada Selasa (30/3) di dalamnya tercantum aturan teknis dan ketentuan akselerasi PTM terbatas.

Perdebatan netizen soal wacana uji sekolah tatap muka ini terekam dalam riset media sosial Indonesia Indicator (I2) periode 28 Maret hingga 10 April 2021. Total perbincangan netizen Twitter tentang uji coba pembelajaran tatap muka mencapai 11.711 cuitan. 

Dukungan Netizen

Indonesia Indicator memantau pergerakan ekspose SKB 4 Menteri tersebut sejak 28 Maret sebanyak 769 cuitan netizen. Namun, turun ke angka 496 cuitan (29 Maret). Puncak ekspose terjadi pada 30 Maret, mencapai 1.373 cuitan, dan terus bergerak fluktuatif setelahnya. Memasuki bulan April, ekspose tertinggi terjadi pada tanggal 5 April sebanyak 1.052 cuitan, 6 April sebanyak 1.260 cuitan, 7 April sebanyak 1.318 cuitan. Perbincangan netizen mulai lesu dan turun tajam pada 10 April sebanyak 293 cuitan.

Terbitnya SKB 4 Menteri memancing ragam emosi netizen yang diekspresikan melalui cuitan mereka di Twitter. I2 mencatat emosi  anticipation paling banyak diutarakan netizen, sebanyak 2.307 cuitan atau 50%. Emosi antisipasi ini dikaitkan dengan persiapan dan seleksi yang dilakukan setiap daerah menyambut uji coba sekolah tatap muka. Muncul pula emosi trust atau percaya sebanyak 930 cuitan atau 20%, berisi cuitan dukungan rencana uji coba pembelajaran tatap muka terbatas.

Sedangkan emosi surprise sebanyak 688 cuitan atau 15%, muncul dari keterkejutan netizen, karena kebijakan ini diambil di tengah progres vaksinasi yang belum merata atau mencapai anak-anak sekolah. Hal ini membuat orang tua siswa pikir-pikir untuk mengizinkan anaknya ke sekolah. 

“Maaf saya sebagai orang tua tidak akan mengizinkan anak2 saya untuk belajar tatap muka. Karena vaksinasi belum mencapai ke anak2. Lalu jika anak2 yang terkena covid19 siapa yang tanggung jawab?," cuit @Singgih_Sahid pada 6 April.

Kebijakan uji coba PTM tersebut juga memicu ragam sentimen netizen. I2 mencatat sebanyak 42% netizen merespons PTM secara netral. Sedangkan 35% netizen merespons positif. Ini muncul dari dukungan dan rasa senang netizen karena dapat kembali bersekolah tatap muka. Sementara 23% netizen menyikapi wacana pembelajaran tatap muka secara negatif. Respons negatif muncul dari netizen yang masih mempertanyakan kesiapan sekolah-sekolah dalam menerapkan pembelajaran tatap muka. 

@NUgarislucu Top Akun

Sementara itu, akun @NUgarislucu banyak mendapat engagement dari netizen sebanyak 757,15 pada 8 April. Dalam cuitannya, akun @Nugarislucu menyebut akun Presiden Jokowi dengan pertanyaan "Pak @jokowi kapan pembelajaran tatap muka dimulai?". Sontak pertanyaan ini mendapat banyak respons komentar dari netizen karena unggahan pertanyaan juga dibarengi dengan meme jenaka. 

Akun Twitter top engagement kedua adalah @dayatia sebanyak 407,00 (28 Maret), disusul akun @ganjarpranowo dengan total 350,35 engagement (30 Maret), akun @trendingtopiq 337,20 engagement (6 April).

Terakhir, akun @PartaiSocmed mendapat 287,85 engagement (4 April) yang mencuitkan kritikannya terhadap kebijakan sekolah tatap muka. "Mungkin Anda akan dianggap aneh dan mungkin saja akan digunjingkan ortu2 lain jika menolak pembelajaran tatap muka. Tapi percayalah, lebih baik jadi orang aneh dari pada kehilangan anak. Ini nasehat terbaik yg bisa kami berikan pada orang tua. Selanjutnya pilihan pada Anda," cuit @PartaiSocmed pada 4 April.

Dukungan terhadap kebijakan ini salah satunya dicuitkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lewat akun @ganjarpranowo yang menyebut bahwa PTM merupakan salah satu usaha agar proses belajar mengajar kembali normal. “Karena guru itu digugu lan ditiru (dipercaya dan dicontoh) maka ayo teman-teman guru, beri contoh terbaik untuk siswa-siswi kita. Pembelajaran Tatap Muka ini adl ikhtiar kita bersama agar proses keilmuan kembali normal. Sehat selalu nggih bapak ibu guru,” cuit Ganjar.

Musisi Punya Royalti Hak Cipta Lagu, Apa Kata Netizen?

Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik menjadi angin segar bagi musisi Tanah Air. Pasalnya, mereka kini bisa menikmati keuntungan materi dari tempat komersial, seperti restoran dan hotel, yang memutar karyanya.

Sejumlah musisi pun menyampaikan apresiasi dan mendukung keputusan tersebut. Misalnya, Kunto Aji; eks vokalis Jikustik, Pongki Barata; dan Marcell Siahaan.

Pegiat sejarah cum pemengaruh (influencer), Saddam Husein atau lebih dikenal @mazzini_gsp, pun menyampaikan pandangan serupa. Harapannya, tidak ada lagi yang bernasib tragis seperti Syam Permana, pencipta lagu dangdut untuk penyanyi tersohor macam Meggy Z, Inul Daratista, Soneta, dan Hamdan ATT.

Ia menyebut pencipta lagu yang hits bagi penyanyi dangdut kenamaan tersebut memiliki kehidupan yang susah dan dalam keterbatasan saat ini.

Beberapa musisi melalui akun Twitternya juga berupaya memberikan penjelasan tentang regulasi tersebut mengingat baru diteken akhir Maret 2021 dan belum tersosialisasi dengan baik sehingga menuai polemik. Imbasnya, banyak yang khawatir kebijakan ini berlaku bagi seluruh tempat komersial tanpa pandang bulu, terutama kelompok kecil seperti warung kopi (warkop) hingga pengamen jalanan.

Hal itu disampaikan Kunto Aji melalui akun @KuntoAjiW. "Yang jelas masalah royalti ini terutama menyasar untuk pengusaha menengah ke atas. Simpan kekhawatiranmu."

Marcell dan Pongki bahkan menyempatkan diri melakukan siaran langsung melalui Instagram pada 7 April. Tujuannya, menjernihkan polemik royalti hak cipta lagu agar tidak ada publik yang salah kaprah.

Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) di Twitter rentang 5-8 April 2021, terdapat 20.297 perbincangan netizen tentang PP 56/2021. Pada hari pertama, terdapat 208 cuitan.

Perbincangan isu ini kian intens pada hari-hari berikutnya, terutama 6 April dengan 4.045 cuitan dan naik menjadi 15.105 cuitan pada 7 April. Lalu, mengalami penurunan menjadi 939 cuitan pada hari terakhir pemantauan.

Beberapa kata kunci (keywords) yang berseliweran di linimasa soal isu royalti hak cipta lagu ini antara lain, "Apresiasi karyanya" dan "kesulitan soal royalty". 

Kata-kata ini banyak muncul dari netizen untuk mendukung kebijakan tersebut.

Akun @Muhidiastu merupakan netizen yang memiliki keterlibatan teratas (top engagement), dengan skor 5.400,75 lantaran aktif membuat utas (thread) berisi sosialisasi tentang aturan royalti lagu bagi musisi. Kemudian di posisi berikutnya akun @geraldgerald (4.199,7), @mazzini_gsp (3.936), @KompasTV (3.297,2), dan @KuntoAjiW (2.983,7). 

Akun @geraldgerald dan @KuntoAjiW cenderung membuat twit soal urgensi menghargai hak cipta lagu dan royalti bagi musisi. 

Dari hasil pemantauan I2, sebagian besar netizen mendukung sikap pemerintah. Ini ditandai dengan adanya 4.539 kicauan (47%) tentang royalti hak cipta lagu bernada trust (percaya) dan 1.685 kicauan (18%) joy (senang) atas kebijakan tersebut.

Sementara itu, emosi sebanyak 3.327 kicauan (35%) adalah surprise (terkejut). Mereka kaget atas hadirnya PP 56/2021 sehingga memantik berbagai pertanyaan soal mekanisme royalti. 

Hasil tersebut merefleksikan sentimen netizen. Sebesar 58% merespons positif adanya royalti hak cipta lagu karena diyakini bermanfaat bagi para musisi. Hanya 20% yang menyatakan negatif atau menentang, terutama jika diberlakukan di tempat usaha tertentu. Sisanya, 22%, bersikap netral.

Duka NTT dan Doa Netizen

Indonesia dilanda bencana alam pada beberapa minggu terakhir. Salah satunya, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami banjir bandang, longsor, dan banjir rob. 

Sejumlah kabupaten/kota di provinsi tersebut terdampak cuaca esktrem akibat munculnya dua bibit siklon tropis, yakni siklon tropis di Samudera Hindia Barat Daya Sumatera dan bibit Siklon Tropis di Laut Sawu NTT.

Bencana tersebut menarik perhatian hampir semua media online di Indonesia. Berdasarkan riset Indonesia Indicator (I2), setidaknya ada 4.517 berita online yang mengulas bencana hidrometeorologi di NTT dalam kurun waktu 2-5 April 2021.

Di mana pada 2 April, ada 84 berita di media online berkisar pada 23 desa di Kabupaten Malaka, NTT, terendam banjir akibat tingginya intensitas curah hujan hingga meluapnya sungai.

Sehari setelahnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian merilis keberadaan dua bibit siklon tropis dan memberikan warning kemungkinan dampak yang dirasakan oleh daerah di dekat munculnya dua bibit siklon tropis tersebut. Tak butuh lama, di hari yang bersamaan terjadi banjir rob pada sejumlah desa di Pulau Adonara, Flores Timur. Dua momentum ini diekspos oleh 338 berita di media online.

Dampak kehadiran dua bibit siklon tropis tersebut masih dirasakan di NTT pada hari selanjutnya (4/4). Curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya banjir bandang dan longsor di Flores Timur, badai angin kencang di Kupang, serta banjir lahar hujan dari Gunung Ile Lewotolok di Lembata. Peristiwa tersebut, mendapatkan ekspose sebanyak 1.174 berita.

Baru pada 5 April, ekspose pemberitaan media online bergeser ke evakuasi bagi korban bencana, menggalang bantuan untuk korban bencana, kesiapan pemerintah menyiapkan santunan bagi korban banjir bandang di NTT, serta keberadaan sejumlah desa di Kabupaten Malaka, Flores Timur, dan Sabu Raijua yang masih terisolasi. Pada hari itu, I2 mencatat sebanyak 2.919 berita yang mengulas hal tersebut.

Dari periode riset, I2 mencatat 50% media online menyoroti dampak banjir bandang yang melanda daerah di NTT. Terutama yang terkait dengan jumlah korban jiwa dan korban hilang. Hal itu tampaknya tak terlepas dari update rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai jumlah korban jiwa dan hilang, serta jumlah pengungsi yang terdampak banjir dan longsor di NTT.

Isu lain yang juga menjadi perhatian media online dari peristiwa ini adalah penanganan banjir. Lagi-lagi di sini terlihat peran BNPB dan pemerintah setempat yang mencoba memberikan keterbukaan informasi mengenai situasi pada saat itu kepada media. Setidaknya dua kali dalam sehari, pemerintah daerah dan BNPB menggelar keterangan pers virtual mengenai perkembangan upaya yang dilakukan dalam menangani bencana tersebut.

Tidak heran jika rencana pemberian santunan melalui Kementerian Sosial kepada korban meninggal dan luka-luka akibat bencana alam di sejumlah wilayah NTT juga mendapatkan atensi cukup besar dari media online, yakni sebesar 3%.

Di luar itu, media online juga mengakomodir desakan dari organisasi lingkungan hidup independen dan non-profit, yaitu Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dapil NTT I Benny K Harman terkait penetapan status bencana nasional. Hal itu mendapatkan respons dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo yang menegaskan pemerintah daerah masih bisa menangani bencana tersebut. Isu ini mendapatkan perhatian media online, yakni 7% dari total pemberitaan media mengenai bencana pada periode riset.

Aktifnya upaya BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah memberikan update bencana juga terlihat dari top influencer pada isu ini. Dari 10 besar top influencer,  ada enam yang merupakan bagian dari tiga lembaga/instansi tersebut. Mereka adalah Kapusdatin dan Komunikasi BNPB Raditya Jati (2.602 pernyataan), Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli (1.195 pernyataan), Kepala BNPB Doni Monardo (767 pernyataan), Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (624 pernyataan), Kepala Kantor SAR Maumere I Putu Sudayana (312 pernyataan), Tenaga Ahli BNPB Efy Massadiah (312 pernyataan). Juga, Mensos Tri Rismaharini (212 pernyataan) yang banyak dikutip karena beberapa kali ikut hadir dalam memberikan keterangan pers virtual untuk update bantuan bencana.

Di luar itu, ada Presiden Joko Widodo yang secara khusus memberikan arahan atas penanganan bencana di NTT (1.288 pernyataan), Kadiv Humas Polri Prabowo Argo Yuwono (549 pernyataan) yang menyebutkan kesiapan Polri mengirimkan personel untuk membantu penanganan korban, serta Ketua DPR Puan Maharani (336 pernyataan) yang memberikan pernyataan agar bencana ini mendapatkan penanganan dengan baik.

Sementara, Tribun News menjadi media yang paling banyak memberitakan kejadian dan upaya penanggulangan bencana alam di NTT yakni sebanyak 124 berita. Berturut-turut diikuti oleh Antara (75 berita), Suara.com (75 berita), Kompas.com (74 berita), Okezone (65 berita), Liputan 6 (63 berita), RRI News (62 berita), Kumparan (61 berita), Sindo News (60 berita) dan CNN Indonesia (56 berita).

Doa Netizen Twitter

I2 juga melakukan riset pada pergerakan ekspose media sosial terkait bencana ini pada periode yang sama. Hasilnya, terdapat 53.019 perbincangan netizen Twitter mengenai bencana banjir dan longsor di NTT. 

Berbeda dengan media online yang sudah mulai memberitakan banjir pada 2 April 2021, netizen baru benar-benar memberikan perhatian pada bencana pada 4 April dini hari (20.902 kicauan) dan terus melonjak pada 5 April (32.054 kicauan).

Emosi anticipation atau antisipasi (23.529 kicauan) banyak mengisi ruang percakapan netizen dikaitkan dengan upaya netizen saling menggalang dana dan bantuan bagi korban bencana alam di NTT. 

Sementara emosi disgust atau jengah (9.547 kicauan) muncul dari cuitan netizen yang merasa heran lantaran banjir yang memporak-porandakan NTT belum juga menjadi perhatian media nasional. Netizen juga meminta pemerintah bertindak cepat dalam menangani bencana banjir dan longsor di NTT. 

Netizen juga tertangkap mencuitkan emosi sadness atau kesedihan (9.516 kicauan), ditunjukkan oleh netizen yang aktif mengucapkan belasungkawa atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di NTT.

Sementara itu, tagar #SolidaritasUntukNTT (13.339 kicauan) dan #PrayforNTT (10.280 kicauan) menjadi dua tagar yang paling banyak diunggah netizen Twitter. Netizen menunjukkan simpati dan dukungannya terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana banjir dan longsor. 

Unggahan akun @Cicibancaa (8.775 kicauan) dan @kitabisacom (6.702 kicauan) yang menginformasikan tentang kondisi bencana alam yang terjadi di NTT menjadi yang paling banyak dibagikan (retweet) netizen di media sosial Twitter.

Cinta Produk Indonesia Lewat #BanggaBuatanIndonesia

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2021 menggema di dunia maya sejak diluncurkan Senin (11/01). Gernas BBI banyak diberitakan dan diperbincangkan dengan ragam isu, baik di media online maupun media sosial. 

Riset Indonesia Indicator (I2) periode 1 Januari hingga 22 Maret 2021 mencatat total ada 3.805 berita media online mengenai Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Indonesia Indicator juga menemukan ada 8 isu Gernas BBI yang terbanyak disorot oleh media. Isu paling besar adalah Pameran karya kreatif Indonesia, yang berjumlah 

555 berita atau 14%. Atensi media tertuju pada upaya Bank Indonesia (BI) untuk

menyukseskan Program Gernas BBI dengan menggandeng 15 kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perbankan, dan platform belanja online untuk membuat program Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 untuk digelar di berbagai daerah di Indonesia.

Isu kedua yang banyak diangkat media online adalah digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar 13%. Media mengangkat harapan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki agar Gernas BBI bisa ikut mengakselerasi UMKM menjadi melek digital sehingga mampu beradaptasi di masa pandemi Covid-19. 

Isu ketiga terbesar adalah kampanye Beli Kreatif Danau Toba sebanyak 12%, disusul Pemulihan Ekonomi Nasional 10%, penggunaan GeNose Test karya anak bangsa 10%, launching Gernas Bangga Buatan Indonesia 7%, kampanye Bangga Berwisata di Indonesia 8%, hingga pernyataan Presiden Jokowi yang menggaungkan benci produk asing 5%.

Menko Luhut Banyak Dikutip Media

Tingginya pemberitaan Gernas BBI juga tak lepas dari 10 top influencer atau figur tervokal yang pernyataannya banyak dikutip media. Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan menjadi figur paling vokal, dengan 3.015 pernyataan. Menteri Luhut banyak memberikan keterangan seputar launching Gernas Bangga Buatan Indonesia, hingga program-program turunannya.

Presiden Jokowi menjadi figur tervokal kedua dengan 2.670 pernyataan, khususnya pernyataan soal “benci produk asing.” Setelah Jokowi, ada nama Menparekraf Sandiaga Uno sebanyak 2.436 pernyataan, Menkop UKM Teten Masduki (1.360 pernyataan), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (941 pernyataan), VP Public Relations PT KAI Joni Martinus (572 pernyataan), Menhub Budi Karya Sumadi (474 pernyataan), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (424 pernyataan), Menkominfo Johnny G Plate (398 pernyataan), dan Mendag Muhammad Lutfi (340 pernyataan).

Dalam riset tersebut, I2 juga menangkap terdapat 719 media online yang memberitakan topik tersebut. Dari jumlah tersebut, ada 10 media mainstream nasional berada di daftar media teratas. Media online Antara menjadi media yang paling banyak menulis berita mengenai isu ini sebanyak 130 berita, disusul Inti Jaya News (91 berita), Liputan 6 (89 berita), Sindo News (75 berita), Medcom.id (62 berita), Republika (60 berita), Bisnis Indonesia (53 berita), Okezone (48 berita), Media Indonesia (47 berita), dan Detik (46 berita).

Respons Positif Mendominasi

Tak hanya di media online, perbincangan Gernas BBI juga ramai diperbincangkan di Twitter. Pada periode 1 Januari-22 Maret itu pula ada total 2.179 kicauan netizen mengenai Gernas Bangga Buatan Indonesia dengan ragam tagar dan emosi. 

Tagar #BanggaBuatanIndonesia mendominasi perbincangan netizen Twitter sebanyak 112 cuitan. Tagar itu banyak dipakai dalam kicauan berisi informasi mengenai program-program Gernas Bangga Buatan Indonesia. Tagar ini juga menjadi semacam kampanye agar netizen twitter mendukung dan membeli produk UMKM buatan dalam negeri.

Tagar terbanyak kedua adalah #KKI2021 sebanyak 61, #DiIndonesiaAja 59, #banggabuatanindonesia (49 cuitan), #SobatRupiah (48 cuitan), #EKSOTISMELOMBOK (46 cuitan), #FestivalDiskonNasional (34 cuitan), dan #BeliKreatifDanauToba (34 cuitan).

Selain tagar, ragam ekspresi emosi juga turut mewarnai perbicangan Gernas BBI di Twitter. Emosi percaya atau trust mendominasi perbincangan netizen Twitter sebesar 92% atau 1.842 kicauan. Emosi ini banyak terbentuk dari kicauan netizen berisi tautan berita dan informasi mengenai Gernas BBI dan Pameran Karya Kreatif Indonesia. Ada juga emosi anticipation (antisipasi) sebanyak 162 kicauan atau 8%, berisi harapan bahwa kementerian/lembaga mampu bersinergi dalam mendukung Gernas Bangga Buatan Indonesia. Tingginya ekspresi emosi trust tersebut sejalan dengan tingginya respons positif netizen dalam perbincangan mereka mengenai Gernas Bangga Buatan Indonesia. I2 mencatat kicauan bersentimen positif mencapai 1.956 atau 90%, sentimen netral sebanyak 10% lainnya.

Penerapan Mata Uang Digital di Tengah Tuntutan Zaman

Netizen Twitter ramai-ramai mencuitkan rencana Bank Indonesia (BI) yang akan meluncurkan mata uang digital (Central Bank Digital Currency/CBDC) pada Jumat (26/2). Cuitan netizen tersebut tak terlepas dari tingginya pemberitaan media terkait topik yang sama pada satu hari sebelumnya, yakni Kamis (25/2). 

Riset Indonesia Indicator (I2) pada periode 25 Februari hingga 3 Maret 2021 mencatat ada 85 berita media online dari 20 portal media online yang membahas wacana mata uang digital yang diluncurkan oleh Bank Sentral. Pada tanggal 25 Februari, media mulai menyoroti wacana tersebut, dikaitkan dengan pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo yang menyatakan pihaknya akan meluncurkan CBDC. Menurut Perry, CBDC representasi digital dari uang fisik yang diterbitkan bank sentral. 

Ada dua jenis uang digital menurut Official Monetary and Financial Institutions Forum (PDF). Pertama, jenis retail, yakni uang digital diterbitkan seperti uang tunai dalam bentuk elektronik untuk kebutuhan transaksi masyarakat dan bisnis pada umumnya. Kedua, jenis wholesale dengan penggunaan terbatas oleh institusi tertentu dalam pasar antarbank. Indonesia tercatat masih dalam tahap riset dan pengembangan model retail dan wholesale ini.

Sejumlah negara di dunia telah menerapkan uang digital. Kepulauan Bahamas di Amerika Tengah, menggunakan uang digital dengan model retail atau pernah dikenal dengan nama proyek “Sand Dollar.“ Sementara Uni Eropa, Inggris, Jepang, dan kebanyakan negara di Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) menerapkan wholesale.

Mata uang digital diperlukan seiring perkembangan aktivitas masyarakat yang semakin mengarah ke digital, baik berbelanja, menabung atau investasi. Hal itu terlihat dari data S&P Global yang mencatat transaksi uang elektronik di Indonesia mampu tumbuh hampir 170% dari 2016 ke 2019 mengalahkan Thailand yang hanya tumbuh di kisaran 50%.

Uang digital juga dibutuhkan sebagai salah satu upaya mengantisipasi pesatnya pertumbuhan alat pembayaran dompet digital dan kehadiran uang kripto yang semakin diminati. 

Mengutip majalah The Economist dalam artikel pada 16 Februari 2021, CBDC memiliki sejumlah potensi keuntungan. Yakni, CBDC dapat memperkokoh posisi bank sentral di tengah derasnya tren masyarakat beralih ke alat pembayaran digital milik swasta. Selain itu, uang digital juga lebih efisien karena tidak perlu dicetak secara fisik dan didistribusikan, terlebih ke wilayah terpencil. Tak hanya itu, uang digital mudah dilacak sehingga semakin sulit digunakan untuk kejahatan.

Pemberitaan terkait CBDC ini banyak diliput oleh media online berbasis bisnis dan ekonomi, seperti CNBC Indonesia (19 berita), Kontan (6 berita), Bisnis Indonesia (5 berita), dan Investor Daily (4 berita). Media lainnya yang aktif memberitakan topik ini adalah Okezone (7 berita), Liputan 6 (5 berita), Sindo News (5 berita), Detik (5 berita), Tempo.co (5 berita), dan Antara (5 berita).

Netizen: Uang Digital Cocok untuk Indonesia

Sementara itu, terdapat 901 cuitan netizen di Twitter yang memperbincangkan mengenai rencana peluncuran mata uang digital dalam kurun waktu 25 Februari–3 Maret 2021.

I2 menangkap mayoritas netizen mencuitkan emosi trust (percaya) sebesar 43% dan emosi anticipation (antisipasi) sebanyak 39%. Hal ini menunjukkan respons positif netizen terhadap wacana yang dilontarkan Bank Indonesia ke publik. 

Emosi trust menilai mata uang digital ini cocok untuk negara berkembang seperti Indonesia. Dengan CDBC, bantuan dari pemerintah seperti bantuan langsung tunai dapat lebih mudah dan cepat dibagikan ke penerima yang tidak memiliki rekening bank. 

Untuk emosi anticipation, netizen menilai mata uang digital dapat meningkatkan perputaran uang dan meningkatkan volume transaksi di masyarakat. Meski demikian, netizen melihat peluncuran mata uang digital perlu diantisipasi dari sisi tingkat keamanan serta kesiapan sistem infrastrukturnya.

Kerja Sigap Densus 88 Kala Pandemi

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tidak mengendurkan kinerja saat pandemi Covid-19. Ini tecermin dari banyaknya operasi penangkapan terduga teroris di sejumlah daerah.

Catatan Indonesia Indicator (I2), sepanjang Januari hingga Maret 2021, beberapa operasi penangkapan telah dilaksanakan. Pertama, penggerebekan 19 terduga teroris di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 6 Januari, dua di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Pada 20-21 Januari, pasukan elite "Korps Bhayangkara" tersebut kembali beraksi di Aceh dan berhasil mengamankan lima terduga teroris. Salah seorang di antaranya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kelimanya diduga terlibat dalam jaringan bom Polrestabes Medan dan pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di Riau. Mereka juga dikabarkan hendak membuat bom untuk aksi di Aceh dan berencana bertolak ke Afganistan untuk bergabung dengan ISIS.

Densus 88 kembali meringkus dua terduga teroris di Bangka Belitung (Babel) pada 4 Februari. Keduanya  diduga bagian dari jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK).

Medio Februari, giliran tiga terduga teroris di Kalimantan Barat (Kalbar) yang ditangkap. Masing-masing ditangkap di lokasi berbeda.

Penangkapan dilanjutkan di Jawa Timur (Jatim), yakni Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Malang, pada akhir Februari. Sebanyak 12 terduga teroris diamankan karena disinyalir bagian dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan berkaitan dengan Upik Lawanga, salah seorang pentolan JI.

Operasi di Jatim dilanjutkan pada awal Maret dan berhasil menciduk 10 terduga teroris. Seperti sebelumnya, mereka juga diduga bagian jaringan JI dan terkait Upik Lawanga.

Pasukan kontra-terorisme lalu menangkap 20 orang di Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) serta dua orang di Jakarta, beberapa hari lalu. Operasi tersebut merupakan hasil pengembangan di Jatim.

Berbagai penangkapan terduga teroris itu menjadi sorotan media daring. Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) sepanjang 1 Januari-22 Maret 2021, terdapat 6.022 berita mengenai isu ini yang ditulis 914 media daring.

Media siber Detik menjadi yang paling aktif menulis isu tersebut dengan 161 berita. Media lainnya adalah Suara.com (137 berita), Tribunnews (113 berita), Medcom.id (102 berita), Kompas.com (91 berita,) Tribunnews Makassar (90 berita), Okezone.com (81 berita), Sindonews (77 berita), Antara Papua (74 berita), dan Antara (68 berita).

Karopenmas Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, menjadi pemengaruh teratas (top influencer) karena paling banyak dikutip media dengan 4.958 pernyataan. Urutan kedua ditempati Kapolda Sulsel, Irjen Merdisyam, dengan 1.872 pernyataan; lalu Kabag Penum Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan (1.473 pernyataan); dan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko (1.222 pernyataan).

Selanjutnya Kavid Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, dan Wakapolda Jatim, Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo (masing-masing 696 pernyataan); Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go (630 pernyataan); Kapolrestabes Makassar, Kombes Witnu Urip Laksana (589 pernyataan); Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi (587 pernyataan); serta bekas Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar (405 pernyataan).

Munculnya nama Aziz Yanuar dalam isu ini dilatarbelakangi sejumlah anggota FPI yang ditangkap Densus 88 karena diduga terkait aksi terorisme. Dalam pernyataannya, Aziz membantah ormas Islam yang didirikan Rizieq Shihab itu terlibat terorisme.

Nancy Pelosi, Perempuan Terpegah dan Tervokal di Dunia

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Nancy Pelosi menjadi tokoh perempuan paling terpegah atau yang paling banyak diberitakan media internasional dalam satu tahun terakhir berdasarkan hasil riset Indonesia Indicator (I2). 

Indonesia Indicator menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence (AI) membuat riset tentang Perempuan Terpegah dan Perempuan Tervokal di Dunia. Riset menarik data dari 1.612 portal media online asing berbahasa Inggris dari 132 negara, dengan periode waktu 1 Maret 2020–1 Maret 2021. 

Data terpegah diukur berdasarkan banyaknya jumlah berita, sedangkan peringkat figur tervokal diukur berdasarkan banyaknya jumlah pernyataan (statements) tokoh yang dikutip oleh media. Data dianalisis secara real time menggunakan sistem Intelligence Media Analytics (IMA) yang berbasis AI. Hasil analisis data tersebut mewakili data spontan (subsconscious data), bukan hasil survei yang bisa diarahkan, dan berasal dari seluruh media.

Istilah  “terpegah” tersebut berarti termasyhur yang dimaknakan lebih netral ketimbang istilah populer yang berarti “terkenal dan disukai”. Selain itu, dalam riset ini digunakan kata “tervokal” atau “paling banyak bersuara”.

Berdasarkan riset tersebut, jumlah pemberitaan Pelosi mencapai 59.932 berita. Pelosi dikaitkan dengan berbagai isu seperti Pilpres Amerika Serikat (AS), upaya pemakzulan mantan Presiden AS Donald Trump, hingga kabar terpilihnya kembali Pelosi sebagai Ketua DPR AS.

Nama Pelosi kian santer diberitakan saat memakzulkan Trump di Dewan Perwakilan, meski usaha tersebut kandas di tingkat Senat. Pelosi yang tercatat sebagai perempuan pertama yang pernah memimpin DPR AS itu ramai diperbincangkan setelah merobek naskah pidato Trump di depan umum saat sang presiden menyampaikan pidato kenegaraan atau State of the Union di Gedung Capitol Hill pada Selasa (4/2). Usai berpidato, Trump tertangkap kamera menolak menjabat tangan Pelosi.

Pelosi juga sekaligus menjadi tokoh perempuan tervokal atau yang paling banyak dikutip pernyataannya oleh media internasional sebanyak 56.932 pernyataan. Media banyak mengutip pernyataan perempuan 79 tahun itu, terutama soal kritikannya terhadap politisi Partai Republik yang merupakan lawan partainya di AS. Yang terbaru adalah pernyataan Pelosi yang mengkritik Anggota Senat Partai Republik dengan menyebutnya pengecut karena tidak berani memakzulkan Donald Trump.

Nama lain yang juga banyak diberitakan oleh media online adalah Wakil Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, Kamala Harris (58.101 berita). Pemberitaan media banyak mengarah kepada kontestasi Kamala Harris pada Pilpres AS 2020, serta berita mengenai kemenangannya dengan pasangannya Joe Biden pada Pilpres AS tersebut. 

Mantan Senator, yang juga politisi senior partai Demokrat AS, Hillary Clinton juga masih menjadi magnet dalam pemberitaan media. Setiap aktivitas Hillary Clinton baik di dalam maupun di luar dunia politik kerap diberitakan media. Clinton banyak diliput media hingga 41.964 berita, salah satunya terkait dukungannya terhadap Joe Biden di Pilpres AS.

Selain itu, I2 juga mencatat tokoh perempuan lain yang banyak diberitakan. Antara lain, Kanselir Jerman Angela Markel (35.752 berita), Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern (30.547 berita), Aktris dan istri Pangeran Harry, Meghan Markle (19.120 berita, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von Der Leyen (19.022 berita). 

Sementara itu, Jacinda Ardern dan Angela Merkel juga menjadi figur tervokal di media internasional, masing-masing dikutip sebanyak 55.164 dan 40.317 pernyataan. Ardern terpantau sering dimintai pandangannya soal penanganan COVID-19 di Selandia Baru, penanggulangan terorisme, hingga pelantikan kembali dirinya sebagai Perdana Menteri usai menang dalam Pemilu. 

Lalu, Merkel banyak dimintai keterangan oleh media, khususnya terkait penanggulangan COVID-19 di Jerman, program Vaksinasi COVID-19, penerapan lockdown, hingga permasalahan ekonomi.

Dengung Setahun Pandemi COVID-19 di Dunia Maya

Genap setahun sudah pandemi COVID-19 masuk Indonesia sejak diumumkan pada Maret 2020. Indonesia Indicator meriset pemberitaan media dan perbincangan masyarakat soal COVID-19 sejak 1 Maret 2020 hingga 1 Maret 2021. Dalam riset ini, ditemukan berbagai isu yang menjadi perhatian publik, juga merangkum figur-figur yang menjadi rujukan media.

Ada Apa Dengan 4 April 2020?

Tak lama setelah Indonesia kebobolan COVID-19, pemberitaan mengenai virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China, ini mendapat atensi luar biasa dari media nasional. Sejak 3 Maret 2020, I2 mencatat pergerakan ekpos pemberitaan seputar COVID-19 yang cukup tinggi sebanyak 67.00012 berita. Puncak ekspos berita terjadi pada 4 April 2020 sebanyak 96.6623 berita. Di hari tersebut, berbagai update soal peningkatan jumlah kasus di Indonesia, penerapan PSBB, yang juga diiringi dengan imbauan untuk shalat tarawih di rumah serta larangan untuk mudik lebaran dari Pemerintah. Hal inilah yang menjadi perhatian publik, karena masyarakat dihadapkan pada pelaksanaan ibadah dan tradisi sosial yang berbeda dari yang senantiasa dilakukan selama ini.

Setelah itu, terjadi penurunan ekspose berita, terpantau sejak 5 Mei 2020 sebanyak 75.6450, dan terus turun hingga 8 Agustus 2020 sebanyak 38.9476 berita. Namun, pergerakan ekspos kembali naik pada 9 September 2020 sebanyak 74.7656.

Naiknya ekspos pemberitaan dipicu adanya pelanggaran protokol kesehataan saat rangkaian kampanye Pilkada Serentak 2020. Selanjutnya, ekspos berita terus menurun hingga 1 Januari 2021 sebanyak 42.8369 berita, didominasi oleh isu tentang vaksinasi COVID-19 tahap I dan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Sorotan Terhadap COVID-19 dan Presiden Jokowi

Dalam setahun COVID-19 di Indonesia, terdapat setidaknya 19 isu besar yang diberitakan media online. Sorotan terbesar media adalah soal penanganan COVID-19 sebanyak 313.6571 berita. Selanjutnya, update kasus COVID-19 sebanyak 104.2852 berita, pelaksanaan vaksinasi sebanyak 66.185 berita, PSBB dan darurat sipil 61.541 berita, larangan mobilitas warga 56.225 berita.

Kemudian, isu tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) 44.775 berita, polemik pelanggaran prokes Muhammad Rizieq Shihab (MRS) 43.422 berita, hoaks terkait COVID-19 sebanyak 39.055 berita, Pilkada 2020 sebanyak 30.154 berita, penggunaan istilah new normal 30.088 berita.

Selanjutnya, ramainya klaim berbagai pihak tentang obat COVID-19 diberitakan sebanyak 25.198 berita, UU Cipta Kerja 24.079 berita, uji klinis vaksin COVID-19 sebanyak 21.625 berita, vaksin gratis 12.305 berita, implementasi PPKM 86.73 berita.

Di samping ada UU Cipta Kerja, juga terdapat pembahasan UU lainnya yang dikaitkan dengan masa pandemi, seperti polemik RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) 5.568 berita, dan wacana revisi UU ITE sebanyak 2.743 berita. Kemudian, sorotan atas kerumunan Presiden Jokowi di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) 625 berita, dan Otsus Papua 584 berita.

Indonesia Indicator juga mendata 10 figur influencer yang pernyataannya menjadi antensi dan magnet media, dan Presiden Joko Widodo menjadi figur yang paling vokal di media, yakni sebanyak 407.159 pernyataan. Jokowi juga menjadi figur terpopuler dan diberitakan sebanyak 481.679 berita. 

Media kerap menanti kebijakan dan program dari pemerintahan Presiden Jokowi dalam menangani COVID-19, seperti dalam isu lockdown-PSBB, pemulihan ekonomi, hingga program vaksinasi nasional. 

Nama lain yang pernyataannya banyak menjadi rujukan media adalah Jubir Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito 164.810 pernyataan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 148.685 pernyataan, Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo 113.025 pernyataan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 99.535 pernyataan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil 94.950 pernyataan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo 83.517 pernyataan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa 76.337 pernyataan, Mantan Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto 75.657 pernyataan, dan Menkes Budi Gunadi Sadikin 71.332 pernyataan.

Sementara figur yang masuk dalam kategori top person setelah Presiden Jokowi adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebanyak 106.497 berita, mantan Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto 101.399 berita, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 65.340 berita, Ketua Satgas COVID-19, Kepala BNPB Doni Monardo 61.316 berita, mantan Kapolri Idham Azis 48.028 berita, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 46.512 berita, Jubir Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito 42.870 berita, mantan Menkes Terawan Agus Putranto 39.828 berita, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebanyak 39.763 berita.

Setahun COVID-19 di Media Sosial

Tak hanya media online, perbincangan selama satu tahun COVID-19 di media sosial cukup tinggi. Tren topik pembicaraan seputar COVID-19 di media sosial mengarah pada isu yang lebih bersifat politis. Namun, perhatian terhadap COVID-19 relatif tetap tinggi di berbagai platform media sosial. 

Data I2 mengungkap, perbincangan COVID-19 pada Maret 2020 terpusat pada isu kasus pertama COVID-19, kampanye #dirumahaja, kelangkaan masker dan alat pelindung diri (APD), sekitar 800.000 perbicangan di media sosial. Memasuki periode April hingga Juli 2020, perbincangan netizen bergeser pada seputar PSBB, RS Darurat, telegram Kapolri, nakes mulai berguguran, #IndonesiaTerserah, larangan mudik, “damai dengan corona”, “Konspirasi Covid”, dan uji klinis vaksin COVID tahap III. Namun, angkanya menurun, sekitar atau hampir 12.000 pebincangan. 

Setelah itu, terjadi penurunan perhatian netizen terhadap COVID-19 hingga Februari 2021. Perbincangan netizen beralih pada isu kasus kerumunan Rizieq Shihab, uji izin penggunaan darurat yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap vaksin, hingga PPKM yang dinilai gagal, juga sorotan atas kerumunan Jokowi di NTT.

Kematian Nakes Paling Disorot

Selama 2020–2021, netizen banyak menyorot sejumlah isu yang berkembang di ruang publik. Isu kematian nakes mendapat sorotan dan kritikan yang luas dari netizen. Selain itu, terus bertambahnya kasus COVID-19, pelaksanaan tes swab, dan penegakan prokes adalah isu yang selalu dibahas tiap bulannya. Namun, kritikan atas kematian nakes juga polemik pembatasan wilayah tidak lagi banyak dibicarakan di tahun 2021. 

Di media sosial, netizen umumnya merespons positif terhadap isu COVID-19 selama 2020-2021. Hal ini tercermin dalam persepsi mereka terhadap isu COVID-19. Bila dipersentasekan, sentimen atau persepsi positif sebanyak 43%, didukung oleh optimisme pelaksanaan vaksinasi, kampanye penerapan prokes, dan dukungan kepada nakes. Sedangkan sentimen netral 30% dan negatif 27%, dipicu oleh korupsi di saat COVID-19 dan keresahan sebagai pasien COVID di rumah sakit.

Dari sisi emosi netizen selama setahun COVID-19, I2 mendapati mayoritas menunjukkan antisipasi (anticipation) sebanyak 23.733.433 perbincangan. Emosi antisipasi tinggi karena sikap antisipatif netizen terhadap penularan COVID, keamanan vaksin, dan kampanye penerapan prokes. 

Lalu, marah (anger) sebanyak 6.835.385 perbincangan, yang muncul terutama pada masalah pelaksanaan belajar mengajar di tengah pandemi dan sindiran terhadap pelanggaran prokes yang masih kerap terjadi di masyarakat. 

Emosi percaya (trust) terpantau mencapai 5.062.723 perbincangan. Emosi ini sempat mengalami peningkatan setelah upaya penyebaran distribusi alat kesehatan, pelaksanaan vaksin, dan harapan terhadap menteri kabinet baru.

Vaksinasi Gotong Royong Akan Digelar, Apa Kata Publik?

Pemerintah mengizinkan swasta melakukan imunisasi COVID-19. Program tersebut diberi nama Vaksinasi Gotong Royong yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021.

Vaksinasi Gotong Royong ini memiliki beberapa perbedaan dengan program Vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan pemerintah, yakni tidak menggunakan vaksin buatan Sinovac, Pfizer, Novavax, dan AstraZeneca, serta tak memanfaatkan fasilitas kesehatan dan sumber daya manusia (SDM) negara.

Hingga kini, sekitar 8.300 perusahaan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan siap berpartisipasi dalam Vaksinasi Gotong Royong. Cakupan vaksin akan mencapai 6,9 juta pekerja bersama anggota keluarganya.

Kebijakan tersebut menuai polemik. Ada beberapa faktor yang memicunya, seperti isu bahwa vaksin dianggap sebagai barang publik (public goods) sehingga seharusnya dikuasai pemerintah, lalu ketersediaan vaksin yang terbatas, dan swasta tidak bisa langsung mengakses kepada produsen. Selain itu, vaksinasi ini dianggap melanggar rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB). 

Kendati demikian, rencana Vaksinasi Gotong Royong tetap dilanjutkan untuk mempercepat tercapainya kekebalan komunitas (herd community).

Isu tersebut juga ramai disorot publik dan media massa. Hal ini selaras dengan temuan Indonesia Indicator (I2) pada 5 Februari-5 Maret 2021.

Berdasarkan hasil pemantauan di media daring (online), terdapat 2.183 berita dari 425 portal yang membahas Vaksinasi Gotong Royong dalam periode tersebut. Juru bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmidzi menjadi figur tervokal dengan 2.108 pernyataan yang dikutip media.

Hal ini tak lepas dari perannya sebagai juru bicara dalam memberikan keterangan tentang pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang diadakan swasta. Salah satunya, soal pembiayaan yang ditanggung korporasi dan vaksin tidak bisa diperjualbelikan secara bebas.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menjadi top influencer berikutnya dengan 1.967 pernyataan. Posisi ketiga dan seterusnya ditempati Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani (901 pernyataan); Koordinator Komunikasi Publik KCP-PEN Arya Sinulingga (882 pernyataan); Menparekraf Sandiaga Uno (604 pernyataan); Waketum Kadin Shinta Widjaja Kamdani (574 pernyataan); Menteri BUMN Erick Thohir (521 pernyataan); Sekretaris PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto (431 pernyataan); Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (402 pernyataan); serta Anggota Fraksi PKS DPR Netty Prasetiyani Heryawan (326 pernyataan).

Sementara itu, Bisnis Indonesia menjadi media yang paling aktif memproduksi berita soal Vaksinasi Gotong Royong, sebanyak 75 berita. Posisi berikutnya ditempati MSN Indonesia dengan 62 berita, lalu Kompas 60 berita, Medcom.id 59 berita, Kumparan.com 55 berita, Liputan6.com 52 berita, CNNIndonesia.com dan Republika Online masing-masing 47 berita, Detik.com 46 berita, dan Tempo.co 45 berita.

Dominasi figur pemerintah dan korporasi sebagai pusat pemberitaan membuat narasi yang berkembang di media terpantau positif, yakni sebesar 66%. Selain itu, sentimen positif juga dipengaruhi oleh pernyataan Kementerian Kesehatan yang memastikan imunisasi oleh korporat tidak mengganggu program pemerintah, termasuk pasokan vaksin.

Sedangkan sentimen negatif hanya 11% menyusul adanya keraguan Vaksinasi Gotong Royong yang dikhawatirkan akan mengganggu suplai dan stok vaksin untuk target prioritas. Sebesar 23% lainnya bersentimen netral.

Persentase sentimen terhadap Vaksinasi Gotong Royong di media sosial, terutama Twitter, juga didominasi positif dengan 66%, sedangkan negatif 22%, dan netral 12%. Sentimen tersebut diperoleh dari total 17.072 cuitan warganet soal isu ini dalam periode pemantauan yang sama.

Beragam tagar disertakan netizen dalam menyampaikan pendapat tentang Vaksinasi Gotong Royong. #VaksinUntukKita dan #UpayaLawanPandemi menjadi tagar yang paling banyak dicuitkan dengan masing-masing 885 dan 855 kicauan. Lalu #VaksinGotongRoyong sebesar 399 kicauan, #VaksinUntukKebaikan 164 kicauan, #VaksinasiMandiriGakAdil 138 kicauan, #VaccineEquity 117 kicauan, dan #VaksinPulihkanNegeri 88 kicauan. 

#VaksinasiMandiri menjadi salah satu tagar yang berisi kritik terhadap Vaksinasi Gotong Royong. Netizen berpendapat, kebijakan tersebut akan menyebabkan ketimpangan dan justru memperpanjang pandemi.

Merujuk emosi netizen, sebanyak 4.343 cuitan (42%) merupakan antisipasi (anticipation). Isinya, mereka berharap Vaksinasi Gotong Royong mempercepat penanganan COVID-19 serta diterima pekerja secara gratis.

I2 juga menangkap emosi kepercayaan (trust) sebanyak 2.802 cuitan (27%). Emosi ini muncul dari kicauan media yang mengunggah konten tentang jaminan pemerintah bahwa Vaksinasi Gotong Royong takkan mengganggu program imunisasi.

Harapan Netizen di Tengah Banjir DKI Jakarta dan Jateng

Hujan deras yang terus mengguyur Indonesia sejak awal 2021 berdampak pada banjir di sejumlah daerah. Bencana ini, terutama di Jawa Tengah dan DKI Jakarta menjadi perhatian pengguna Twitter.

Riset Indonesia Indicator (I2) pada rentang waktu 19-24 Februari 2021 mencatat terdapat sebanyak 362.186 cuitan netizen di Twitter. Puncak perbincangan tentang banjir terjadi pada Sabtu (20/3), yakni sebanyak 102.989 cuitan terkait bencana banjir di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dari jumlah cuitan itu, I2 merangkum ragam emosi tentang banjir. Sebanyak 81.644 cuitan (34%) netizen Twitter mengisi ruang perbincangan terkait banjir dengan emosi harapan (anticipation). Netizen berharap banjir segera surut dan warga setempat dapat beraktivitas kembali.

Sementara itu, sebanyak 49.788 cuitan (20%) netizen Twitter mengisi ruang perbincangan terkait banjir dengan emosi marah (anger). Mayoritas mengkrititsi penanganan banjir di DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Disusul 32.415 cuitan (13%) netizen Twitter dengan emosi jengah (disgust), 31.596 cuitan (13%) dengan emosi heran (surprise), 24.603 cuitan (10%) dengan emosi percaya (trust), 16.510 cuitan (7%) dengan emosi gembira (joy),  4.979 cuitan (2%) dengan emosi sedih (sadness), serta 2.503 cuitan (1%) dengan emosi takut (fear).

Dari segi peta perbincangan, netizen Twitter paling banyak menyoroti banjir di DKI Jakarta. Total perbincangan banjir di DKI Jakarta mencapai 180.387 cuitan. Selain itu, netizen Twitter juga menyoroti banjir di Bekasi dan Subang, Jawa Barat atau sebanyak 33.959 cuitan.

Disusul banjir Semarang, Jawa Tengah. Total perbincangan banjir di Jawa Tengah mencapai 3.501 cuitan. Kemudian banjir di Jawa Timur 2.783 cuitan, Kalimantan Selatan 1.594 cuitan, Kalimantan Barat 220 cuitan, Papua 218 cuitan, Bali 182 cuitan, Sulawesi Selatan 160 cuitan. 

Lalu, Sulawesi Utara 131 cuitan, Nusa Tenggara Timur 117 cuitan, Sulawesi Barat 117 cuitan, Nusa Tenggara Barat 115 cuitan, Kalimantan Timur 87 cuitan, Lampung 81 cuitan, Kalimantan Tengah 80 cuitan, Sumatera Selatan 74 cuitan, dan Aceh 69 cuitan.

Tingginya sorotan netizen atas banjir DKI juga tak lepas dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta. Pada Sabtu (20/2), sejumlah wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masih terdampak genangan air. Sebanyak 29 RW dan 44 RT di Jakarta Selatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 hingga 150 cm.

Kemudian, tercatat pula sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) atau 19 orang mengungsi. Sementara itu, sebanyak 50 RW dan 143 RT terdampak banjir di Jakarta Timur dengan ketinggian 40 hingga 180 cm. BPBD DKI juga mencatat sebanyak 372 KK dengan total 1.361 orang mengungsi, serta 4 RW dan 6 RT terdampak banjir di Jakarta Barat.

Dengan demikian, total pengungsi banjir di DKI Jakarta sebanyak 379 KK atau 1.380 orang. Di sisi lain, masih banyak wilayah terdampak banjir akibat tingginya curah hujan dan luapan Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Pesanggrahan di Jakarta Selatan. Juga luapan saluran penghubung (PHB) Sulaiman, Kali Sunter, Kali Cipinang di Jakarta Timur.

Suara-Suara Rindu Liburan dari Netizen di Sosmed

Hampir setahun sudah pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Selama itu pula virus ini "memenjara" masyarakat di rumah. 

Hingga awal tahun 2021, kasus Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Justru sebaliknya, terjadi lonjakan signifikan melampaui satu juta kasus dan menjadikan Indonesia sebagai negara tertinggi dengan kasus aktif Covid-19 di Asia.

Masyarakat pun mulai jenuh “mematung” di rumah dan ingin segera lepas dari kekangan Covid-19 agar

bisa pergi jauh ke suatu tempat untuk liburan. Keinginan publik ini terekam dalam riset media sosial Indonesia Indicator (I2) periode 1 Januari hingga 21 Februari. 

Pada periode tersebut, terpantau perbincangan netizen yang rindu berlibur, totalnya 21.726 unggahan dari 19.902 akun media sosial, mulai dari Facebook, Twitter, YouTube, hingga Instagram.

Dinamika perbincangan

Gerak dinamika bincang liburan pada periode 1 Januari hingga 21 Februari cukup dinamis dan fluktuatif. 

Di Facebook, netizen memperbincangkan daerah-daerah wisata yang ada di wilayah domisili mereka. Selain itu, netizen Facebook juga ikut mempromosikan wisata di sekitar mereka. Bahkan, generasi X (Gen X) menyebut mereka sudah dilanda kebosanan dikekang pandemi.

Selain itu, Menteri Parekraf Sandiaga Uno juga cukup aktif membagikan program kerjanya di Facebook, hingga menuai banyak respons dari masyarakat. Mereka berharap menteri baru dapat memajukan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata daerah.

Twitter

Di Twitter, terdapat 7.651 tweet soal liburan. Namun berbeda dari Facebook, netizen Twitter bersama influencer mengimbau agar masyarakat menahan diri untuk tidak berpergian selama masa pandemi. 

Banyak pula cuitan kritik yang ditujukan kepada pemerintah dan selebgram karena mengajak masyarakat untuk berwisata di masa pandemi. 

YouTube

Unggahan video dan percakapan netizen di Youtube soal liburan berasal dari channel pribadi maupun pemerintah daerah. Akun-akun ini mengunggah video keindahan tempat wisata di daerah mereka untuk mengajak para wisatawan berkunjung. Beberapa content creator juga ikut mengunggah vlog saat berlibur di beberapa destinasi wisata.

Instagram

Jumlah unggahan tentang liburan saat pandemi di Instagram diisi oleh akun-akun selebgram dan influencer yang memposting foto atau video liburan mereka. 

Sebagian pengguna Instagram lain hanya bisa memposting foto lama sebelum pandemi melanda, dan menyisipkan caption kangen liburan dan rindu berwisata seperti saat sebelum pandemi.

Beberapa akun penyedia jasa tur dan travel mulai kembali aktif melakukan promosi di beberapa destinasi-destinasi wisata populer.

Dari seluruh perbincangan dan unggahan tentang liburan di media sosial tersebut, sebagian besar netizen menyoroti keindahan alam, unggahan destinasi wisata impian mereka, sembari berharap agar pandemi segera usai. Mereka merindukan liburan yang tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal, selain uang. Misalnya, pemilik akun Instagram @frandaaa87 yang mengungkapkan keinginannya bisa berlibur, "Kangen bisa bebas liburan yaa," tulisnya. 

Sementara @WidasSatyo mencuitkan keinginannya menghabiskan liburan ke tempat wisata yang indah bila pandemi berakhir, "Pengen gitu suatu saat ke tempat wisata yg ndak populer buat orang kebanyakan," cuitnya sembari mengunggah foto pemandangan alam indah.

Netizen Rindu Kampung Halaman

Dari seluruh keinginan netizen ingin berlibur ke destinasi wisata, tempat yang paling ingin dikunjungi netizen selama pandemi adalah kampung halaman. Kampung halaman (rumah) menjadi destinasi utama yang paling banyak dirindukan semua orang setelah pandemi Covid-19 berakhir.

Banyak harapan dari netizen agar Lebaran tahun 2021 ini berbeda dengan tahun kemarin. Mereka berharap dapat berlebaran seperti masa-masa sebelum pandemi yang berkumpul secara bebas dengan keluarga tanpa takut tertular atau menularkan virus kepada orang lain.

Terapi Plasma Konvalesen: Oase di Tengah Pandemi Covid-19

Pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional (Gernas) Donor Plasma Konvalesen Covid-19 pada 18 Januari 2021. Upaya ini digencarkan karena menjadi pengobatan bagi pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 dengan gejala ringan hingga kritis.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, menjadi salah satu pendonor dalam kegiatan tersebut setelah sempat terpapar Covid-19 dan dinyatakan sembuh.

Plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari penyintas Covid-19 karena mengandung antibodi SARS-CoV-2. Plasma perlu diproses terlebih dahulu, sebelum dapat didonorkan. Dengan demikian, metode ini tergolong pada imunisasi pasif, melalui donor plasma darah.

Penggunaan plasma darah juga diterapkan dalam pengobatan pada wabah flu babi, ebola, SARS, dan MERS. Terapi untuk pasien Covid-19 ini dikabarkan telah dilakukan di China, Argentina, dan Amerika Serikat (AS). 

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) bahkan telah mengizinkan pemanfaatannya sejak Agustus 2020. Namun, Indonesia melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) secara resmi baru memulai riset klinis terapi plasma konvalesen pada 8 September 2020. Uji tersebut berdasarkan SK Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/346/2020.

Di sisi lain, tidak semua penyintas Covid-19 dapat menjadi pendonor. Mereka harus memenuhi beberapa persyaratan agar bisa mendonorkan plasma darah, seperti berusia 18-60 tahun; berat badan minimal 55 kg; telah dinyatakan sembuh; belum pernah hamil; tidak menderita hepatitis B dan C serta HIV atau penyakit berat lainnya; serta tanda vital normal, yakni tekanan darah systole 90-160 mmHg, tekanan darah diastole 60-100 mmHg, denyut nadi 50-100 kali per menit, dan suhu tubuh di bawah 37 derajat celsius.

Langkah serupa dilakukan Menteri BUMN, Erick Thohir yang menginisiasi Plasma BUMN untuk Indonesia, 8 Februari tahun ini.

Saat peluncurannya, sebanyak 1.048 penyintas dari pegawai hingga pimpinan perusahaan pelat merah ikut berpartisipasi. Mereka berasal dari 66 BUMN di 33 provinsi.

Bak oase di tengah gurun, terapi plasma konvalesen pun mendapat sorotan luas dari media massa. Ini terekam dalam amatan Indonesia Indocator (I2) sepanjang Januari-Februari 2021 pada media online.

Dalam periode tersebut, sebanyak 1.003 media mengulas terapi plasma konvalesen dengan total 5.739 berita. Republika merupakan media yang paling banyak memberitakan terapi plasma, sebanyak 124 artikel. Kemudian media Kompas 106 artikel, Antara 91 artikel, Liputan6 sebanyak 82 artikel, Sindo News dan Medcom masing-masing 82 artikel, Antara Sulteng 81 artikel, Antara Papua 79 artikel, Antara Riau 76 artikel, dan Suara.com sebanyak 73 artikel.

Beragam isu diulas media dalam memberitakan terapi plasma konvalesen. Di bulan Januari, ekspos isu ini sebanyak 3.100 berita, yang umumnya menbahas membahas fenomena gotong royong masyarakat untuk mendonorkan plasma darah, dan kegiatan Gernas Plasma Konvalesen.

Sementara itu, terdapat 2.639 berita sepanjang Februari ini. Isu yang disorot antara lain donor plasma BUMN, juga donor plasma Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya yang terkendala kantong kit, serta melonjaknya jumlah pendonor menjadi empat kali lipat sejak peluncuran Gernas Plasma Konvalesen.

Airlangga Hartarto menjadi figur yang paling banyak dimintai keterangan soal donor plasma, sebanyak 2.023 pernyataan. Setelahnya, Menko PMK Muhadjir Effendy, berada di urutan kedua dengan 1.743 pernyataan.

Urutan ketiga dan seterusnya, yaitu eks Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (1.483 pernyataan); Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla atau JK (1.274 pernyataan); Erick Thohir (812 pernyataan); pengamat kesehatan, Zainal Abidin (698 pernyataan); Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (622 pernyataan); Menparekraf Sandiaga Uno (580 pernyataan); Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (542 pernyataan); serta Wakil Presiden, Ma'ruf Amin (423 pernyataan).

Berdasarkan peta pemberitaan, isu donor plasma tersebar merata di berbagai wilayah di Indonesia. Namun, DKI Jakarta menjadi yang tertinggi dengan 1.223 ekspos berita.

Saling Bantu Lewat Medsos

I2 juga mencermati dinamika topik ini di media sosial pada periode yang sama. Hasilnya, ramai bermunculan konten unggahan netizen berupa teks, foto, dan video tentang terapi plasma konvalesen.

Partisipasi warganet terbanyak ada di Twitter dengan total 52.045 unggahan. Berikutnya Facebook 2.397 unggahan, Instagram 798 unggahan, dan YouTube 291 unggahan.

Tren pergerakannya terus meningkat di berbagai platform pada bulan Februari, dibandingkan Januari.

Beberapa perbincangan netizen membahas tentang kegiatan berbagai pihak dan lembaga yang melakukan aksi donor plasma, bahkan meminta bantuan mencarikan pendonor, hingga upaya saling bantu dalam mempertemukan penyintas dengan pencari. Upaya tersebut berujung pada pembuatan situs web aksidonorplasma.com untuk mempermudah pendonor dan yang membutuhkan donor.

Netizen memiliki harapan atas keberhasilan terapi plasma konvalesen ini untuk memperkecil risiko kematian pasien Covid-19, yang terpantau dari timeline. Ini tercermin dari tingginya emosi antisipasi (anticipation) sebesar 49% (30.334 kicauan) dan percaya (trust) 44% (18.535 kicauan).

Kedua emosi tersebut umumnya berisi ekspresi tentang harapan donor plasma darah dapat membantu penyembuhan pasien Covid-19. Selain itu netizen mendoakan agar para pencari segera mendapatkan pendonor.

Emosi kepercayaan muncul dari kegiatan para pejabat publik, ASN, pegawai BUMN, hingga aparat TNI/Polri yang mendonorkan plasma darahnya. Hal itu tampak dari banyaknya netizen yang mengunggah kegiatan peluncuran Program Gernas Donor Plasma Konvalesen dan Plasma BUMN.

Secara keseluruhan, isu ini direspons dengan sentimen positif hingga 91%. Sedangkan netral 6% dan sisanya negatif. Isu negatif muncul karena ada masalah teknis dalam proses donor seperti pemberitaan tentang PMI Banjarmasin yang terkendala alat penyimpanan.

Riuh Dukung-Tolak Kebijakan Soal Seragam Sekolah

Terbit 3 Februari 2021, Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Seragam Sekolah menuai polemik. Adu argumen antara pendukung versus pengkritik SKB pun terjadi di jagat maya. 

Panasnya perdebatan tentang kebijakan tersebut terekam dalam riset media Indonesia Indicator (I2) periode 3 hingga 12 Februari 2021. Pemerintah dan pihak yang mendukung SKB ini berpandangan bahwa keputusan ini merupakan wujud konkret komitmen membangun karakter toleransi dan menindak tegas praktik yang melanggar semangat kebangsaan di sektor pendidikan.

Sementara penentang SKB 3 Menteri menuntut agar kebijakan ini dievaluasi, seperti yang disuarakan sejumlah elite politik dan pemuka agama, baik lokal maupun nasional.

Indonesia Indicator mencatat ada enam poin penting isi SKB yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dan Menteri Agama (Menag) ini. Pertama, SKB ini mengatur sekolah negeri yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah (pemda).

Kedua, peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan berhak memilih antara: a) Seragam dan atribut tanpa kekhususan agama dan; b) seragam atribut dengan kekhususan agama. Ketiga, pemda dan sekolah tidak boleh mewajibkan ataupun melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama. 

Keempat, pemda dan kepala sekolah wajib mencabut aturan yang mewajibkan atau melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama paling lama 30 hari kerja sejak keputusan bersama ini ditetapkan. Lalu, poin kelima, jika terjadi pelanggaran terhadap keputusan bersama ini, maka sanksi akan diberikan kepada pihak yang melanggar. 

Keenam, peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan beragama Islam di Provinsi Aceh dikecualikan dari ketentuan SKB ini.

Dari enam poin tersebut, yang paling banyak memicu perdebatan adalah pemda maupun sekolah tidak boleh mewajibkan atau melarang murid mengenakan seragam beratribut agama.

Dinamika Ekspos Media Online

Pantauan I2 pada periode 3 hingga 12 Februari, ada 1.638 ekspos berita dari 465 media online yang memberitakan SKB 3 Menteri tentang Seragam Sekolah. Pada 3 Februari dinamika ekspos SKB itu relatif tinggi sebanyak 357 berita. 

Jumlah berita terus menanjak naik dan mencapai puncaknya pada 4 Februari sebanyak 461 berita, dikaitkan dengan berbagai pihak yang mulai ramai memberikan respons dukungan hingga kritik atas kebijakan tersebut.

Setelah tanggal tersebut, pergerakan ekspos berita tentang SKB Seragam Sekolah mengalami penurunan drastis pada 5 Februari menjadi 210, dan terus menurun pada 6 Februari sebanyak 112 berita. Namun, jumlah berita SKB kembali naik tipis pada 7 Februari sebanyak 142 dan 154 berita pada 5 Februari. 

Setelahnya, kembali terjadi penurunan tajam pada 9 Februari sebanyak 52 berita, dan mencapai titik terendah pada 10 Februari, hanya 28 berita. Rupanya pemberitaan tentang SKB 3 Menteri belum sepenuhnya padam, terbukti pada 11 Februari masih ada 64 dan 58 berita pada 12 Februari.

Nadiem vs Anwar Abbas Tervokal

Gaduh SKB 3 Menteri ini tak lepas dari figur menteri hingga politisi yang mendukung maupun mengkritik SKB. Data top influencer I2 mencatat ada 10 figur yang paling banyak dikutip media. Enam di antaranya mendukung SKB, sisanya mengkritik.

Mendikbud Nadiem Makarim menjadi paling vokal di media online. Pernyataan mantan CEO GoJek itu banyak dikutip media soal penjelasan latar belakang dikeluarkannya aturan SKB Seragam Sekolah tersebut (2.129 pernyataan), disusul Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (620 pernyataan), Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti (534 pernyataan), Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin (383 pernyataan), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (375 pernyataan), Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi (275 pernyataan).

Sementara figur tervokal yang mengkritik SKB 3 Menteri tentang Seragam Sekolah adalah Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas (453 pernyataan), Anggota DPR F-PAN Guspardi Gaus (339 pernyataan), Wakil Ketua Komisi X DPR Fikri Faqih (173 pernyataan), dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (169 pernyataan).

Republika Paling Aktif

Pada periode 3-12 Februari tersebut, terdapat 465 portal media online yang mengangkat isu SKB Seragam Sekolah. Indonesia Indicator mendata ada 10 besar media teratas yang memberitakan SKB Seragam Sekolah, didominasi media mainstream nasional.

Republika merupakan top media share paling aktif mengangkat isu tersebut sebanyak 52 berita. Disusul Tribun News 40, Medcom.id 39, Harian Aceh 28, Kompas 28, Sindo News 28, Jawa Pos 27, CNN Indonesia 24, MSN Indonesia 22, dan Kumparan 21 berita.

Tak hanya di media online, pro-kontra tentang SKB 3 Menteri tentang Seragam Sekolah juga berlangsung sengit di media sosial, baik Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube. Pada periode tersebut, I2 mencatat total unggahan mencapai 98.721 dari 39.012 akun medsos.

Percakapan tentang SKB 3 Menteri ini mulai signifikan sejak 3 Februari sebanyak 3.271 unggahan. Ekspos percakapan tertinggi terjadi pada 4 Februari, 6.287 unggahan, dan turun menjadi 4.823 unggahan pada 5 Februari. 

Polemik SBK 3 Menteri di ruang media sosial anjlok pada titik terendah pada 10 Februari yakni 315 unggahan. Menariknya, pro-kontra SKB kembali naik dan memanas pada 11 Februari, yang dipantik oleh penolakan MUI Sumbar dan beberapa ormas Islam atas SKB 3 Menteri, sebanyak 4.549 unggahan. Namun ekspos kembali menurun pada 12 Februari sebanyak 1.778 unggahan. 

Bila dipersentasekan, perbandingan aktivitas percakapan netizen soal isu ini di setiap platform, adalah : Twitter 91,88%, 7.26%, Instagram 0,29%, dan YouTube 0,56%.

Berdasarkan peta lokasi, I2 memantau SKB 3 Menteri banyak diperbincangkan di sembilan wilayah, yakni DKI Jakarta, Aceh, Bali, Jawa Barat, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Papua, Sumatera Utara, dan Riau. Di Jakarta, topik dan pusat perdebatan yang dibicarakan terkait pengesahan SKB 3 Menteri. Sementara Aceh menjadi sorotan karena satu-satunya daerah yang tidak berlaku SKB 3 Menteri.

Sedangkan di Bali, netizen membahas situasi di wilayah tersebut, bahwa siswi beragama Islam tidak dipermasalahkan jika berjilbab ke sekolah, walaupun merupakan minoritas di sana.

Saling Sindir Pendukung vs Pengkritik

Pada periode 3 hingga 12 Februari itu, I2 juga memetakan reaksi dua kubu netizen, baik penentang dan pendukung SKB 3 Menteri di jagat Twitter. Total akun mencapai 9.998, total hashtag 441, dan total aktivitas 30.807. Hasil resume network dari peta Social Network Analysis (SNA), jejaring percakapan didominasi oleh kelompok kontra/mengkritik SKB 3 menteri (57,2%). Akun Twitter yang menonjol di antaranya adalah @cholilnafis @MCAops hingga @idtodayco dengan hashtag populer #MauKritikTapiTakutUUITE. 

Di sisi lain, kelompok pro atau pendukung SKB sebesar 42,8%, di antaranya akun @kemendagri @nadiemmakarim @Dennysiregar7 hingga @sahal_AS.

Dengan persentase hampir seimbang ini, kedua kelompok terpantau memakai narasi masing-masing dan terlibat saling sindir. Serangan masif yang dilontarkan pihak kontra menganggap SKB 3 Menteri tentang Seragam Sekolah melanggar Undang-Undang Dasar dan mendorong pendidikan ke arah sekuler, serta mendiskreditkan agama Islam. Adapun narasi yang diangkat kelompok pro SKB 3 Menteri menganggap keputusan ini sudah tepat, sekolah negeri berlaku untuk siapa saja, tidak hanya untuk agama tertentu. 

Selain itu, keputusan ini berpotensi meningkatkan toleransi dan menumbuhkan kesadaran beragama melalui pemahaman bukan paksaan.

Respons Positif Netizen dalam Kebijakan Ganjil-Genap Kota Bogor

Kebijakan ganjil-genap yang dikenakan kepada semua jenis kendaraan mobil dan motor di Kota Bogor resmi berakhir Minggu (14/2) kemarin. Aturan yang diterapkan di akhir pekan selama 14 hari terakhir tersebut untuk menekan angka penyebaran virus corona penyebab Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Wali Kota Bogor Bima Arya, dikutip Liputan6.com mengatakan kebijakan tersebut efektif menurunkan volume kendaraan sekaligus kasus COVID-19. Data dari Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukan kasus harian Covid-19 menurun 41,7%. Tren tersebut terlihat dari angka konfirmasi positif setiap harinya dari tanggal 6 sampai 14 Februari 2021 atau saat diberlakukannya pembatasan mobilitas di Kota Hujan tersebut.

Indonesia Indicator (I2) telah memantau Twitter pada 5-6 Februari 2021. Hasilnya, terdapat 1.621 cuitan netizen yang menyoroti kebijakan ganjil-genap di Kota Bogor.

Langkah Bima Arya tersebut juga mendapatkan apresiasi dari warga Twitter. Hal itu terlihat dari sebagian besar percakapan netizen yang mempunyai emosi antisipasi (anticipation) sebesar 49%. 

Beberapa harapan dan antisipasi netizen di antaranya agar kebijakan ini dapat dimaksimalkan. Selain itu, banyak cuitan yang terpantau mengemukakan harapan agar kebijakan tersebut dapat menekan laju penyebaran virus corona di Kota Bogor.

Emosi lain yang muncul adalah kemarahan/kekesalan (anger) sebesar 26%, dikaitkan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang merazia penyanyi dangdut Ayu Ting Ting, tidak menggunakan masker secara benar saat merazia. 

Lainnya, emosi terkejut (surprise) sebesar 11%, emosi percaya (trust) 5%, serta gembira (joy) dan takut (fear) masing-masing 3%. 

1.121 Berita Media Online

Di media online, kebijakan ini juga banyak diberitakan mencapai 1.121 berita pada periode yang sama. Ekspos pemberitaan mengenai ganjil-genap mulai mendapat perhatian media di tanggal 5 Februari, dikaitkan dengan sosialisasi kebijakan tersebut. Selajutnya mencapai puncaknya di tanggal 6 Februari dengan 427 berita, dikaitkan dengan pemberlakuan kebijakan ganjil-genap. 

Bima Arya terpantau menjadi figur yang paling banyak dikutip media (1.831 pernyataan), mulai dari sosialisasi, penerapan, hingga catatan hasil, dan keberhasilan kebijakan ganjil-genap tersebut. 

Salah satu pernyataan Bima adalah tentang artis Ayu Ting Ting yang terkena razia. Dalam ucapannya yang dikutip media, Bima menilai peristiwa yang membawa nama pelantun lagu "Alamat Palsu" itu membuat kebijakan ganjil-genap berhasil direspons positif oleh media. 

"Jadi mungkin, dugaannya kami adalah sosialisasinya sudah masif. Mungkin juga ada Ayu Ting Ting efek di sini, jadi tersampaikan dengan sukses, mungkin juga karena ada viral-viral yang lain yah. Sehingga warga Jakarta dan sekitarnya menjadi sangat terinformasikan,“ – Bima Arya (8/2/2021).

Ayu Ting Ting juga banyak dimintai komentarnya oleh media (909 pernyataan) dikaitkan dengan dirinya yang terkena razia. Ayu mengaku diperiksa ketika ingin membeli kopi. Dirinya juga menyebut sudah meminta maaf kepada Wali kota Bogor Bima Arya lewat direct message (DM) Instagram.

Beberapa nama yang juga dikutip media antara lain Kapolresta Bogor Susatyo Purnomo (722 pernyataan), Kadishub Bogor Eko Prabowo (268 pernyataan), Bupati Bogor Ade Yasin (254 pernyataan), dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bogor Agustian Syah (167 pernyataan).

Selain itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Lestari Moerdijat (136 pernyataan), Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (85 pernyataan), Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza (80 pernyataan, dan Danrem 061/SK Achmad Fauzi (73 pernyataan). 

"Ampun Bang Jago" di Tengah Ketegangan Kudeta Militer Myanmar

Dunia maya Twitter dihebohkan dengan trending topic "Ampun Bang Jago" pada Selasa (2/2/2021). Topik tersebut mengemuka setelah adanya unggahan video viral yang menjadi saksi kudeta militer di Myanmar. 

Video berdurasi 3 menit dan 25 detik yang pertama kali diunggah Senin (1/2/2021) itu menampilkan seorang perempuan bernama Khing Hnin Wai sedang melakukan gerakan aerobik diiringi lagu "Ampun Bang Jago", di Naypyidaw, Myanmar. Tayangan tersebut banyak menjadi perbincangan netizen karena lagu "Ampun Bang Jago" merupakan karya musisi Tanah Air bernama Jonathan Dorongpangalo dan Everly Salikara asal Bitung, Sulawesi Utara.

Berdasarkan riset Indonesia Indicator (I2), unggahan video tersebut turut memicu tingginya perbincangan terkait kudeta Myanmar mencapai 37.083 cuitan pada 2 Februari 2021. Ekspos cuitan tersebut naik dibandingkan pada 1 Februari 2021 yang sebesar 10.990 cuitan. I2 mencatat, total terdapat 54.246 cuitan netizen Twitter pada periode 1 hingga 3 Februari 2021.

Dugaan kudeta militer dan penahanan para tokoh politik di Myanmar terjadi pada Senin (1/2/2021) pagi. Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi, Presiden Myanmar Win Myint, dan beberapa tokoh senior Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dijadikan tahanan rumah oleh militer Myanmar.

Penangkapan dilakukan setelah militer Myanmar mengisyaratkan kudeta pada pekan sebelumnya, setelah mengancam akan mengambil tindakan atas dugaan kecurangan dalam Pemilu pada 8 November 2020. Pemilu tersebut dimenangkan oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi.

Panglima Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, dikutip AFP pada Rabu (3/2/2021) mengatakan penggulingan pemerintahan pemimpin de facto, Aung San Suu Kyi tak terhindarkan. Aung Hlaing mengeklaim pengambilalihan kekuasaan ini sesuai dengan hukum. Jenderal Aung Hlaing diberi "kekuasaan legislatif, yudikatif dan eksekutif", yang secara efektif mengembalikan Myanmar ke pemerintahan militer setelah 10 tahun masuk dalam transisi demokrasi. Angkatan bersenjata Myanmar atau Tatmadaw mengatakan bakal menggelar Pemilu ulang.

Selain beredarnya video viral, kudeta militer Myanmar juga memicu kecaman global hingga seruan agar demokrasi segera dipulihkan yang menggema di Twitter. Hal itu terlihat dari mayoritas netizen atau 81% yang merespons peristiwa kudeta Myanmar dengan emosi jengah (disgust). Emosi ini berkaitan dengan sikap netizen yang menolak keras kudeta militer tersebut. Kampanye pembangkangan sipil (civil disobedience) juga disuarakan sebagai bentuk penolakan masyarakat sipil atas kudeta tersebut. 

Sementara emosi anticipation (harapan) sebesar 6% muncul berisi cuitan netizen yang mengajak netizen lainnya, serta influencer, dan warga dunia untuk mengutuk kudeta yang dilakukan pihak militer. 

Berdasarkan perbandingan percakapan netizen pada sebelum dan sesudah kudeta, terlihat bahwa dalam periode sebelum kudeta (27-31 Januari) percakapan tentang ancaman kudeta sudah disuarakan netizen, kata-kata kunci “Myanmar couf fears”, “military coup” muncul dalam perbincangan. Selain itu, kata kunci “possible constitution repeal” atau kemungkinan pencabutan konstitusi juga muncul dalam perbincangan dihubungkan dengan pernyataan Panglima Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing yang menyebut konstitusi bisa dicabut sebagai bentuk protesnya atas klaim kecurangan pemilu.

Pascakudeta, “election results” dan “civilian government” muncul dari percakapan netizen yang menuding Junta Militer Myanmar tidak terima dengan kekalahan pemilu sehingga mengudeta pemerintahan sipil yang sah. Kata “international community” juga turut muncul dikaitkan dengan desakan dan ajakan netizen agar masyarakat internasional mengutuk aksi kudeta. 

Dari sisi audiens, percakapan tentang kudeta militer banyak diperbincangkan oleh pria dengan rentang usia 41-55 tahun, yang cenderung sudah dewasa dan memiliki persepsi politik yang matang.

Euforia Netizen atas Pelantikan Listyo Sigit Sebagai Kapolri

Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/1). Dia menggantikan Jenderal Idham Azis yang bakal pensiun awal Februari mendatang.

Prosesi pemilihan Kapolri ini berawal dari 13 nama yang direkomendasikan Kompolnas. Kemudian mengerucut menjadi lima nama dan disetor kepada Presiden Jokowi. Seluruhnya berpangkat bintang tiga.

Melalui Surat Presiden (Supres) yang diantar Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Presiden Jokowi menyodorkan Sigit sebagai kandidat tunggal kepada DPR, Rabu (13/1).

Beberapa hari kemudian, Sigit mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi III DPR, mitra kerja Polri. Dalam pemaparannya, dirinya berencana melakukan transformasi "Korps Bhayangkara" menjadi institusi hukum yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (PRESISI) selain tujuh komitmen lainnya.

Pada kesempatan itu, jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini juga memaparkan beberapa hal yang hendak dilakukannya saat menjadi Polri-1. Salah satunya adalah menghilangkan tugas tilang polisi lalu lintas (Polantas) karena dapat digantikan oleh teknologi.

Gayung bersambut, kata berjawab. Komisi Hukum mengapresiasi presentasinya saat fit and proper test. Sigit bahkan dianggap sebagai figur yang pas menggantikan posisi Idham.

Nada positif juga disampaikan publik melalui media sosial. Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) di Twitter saat hari pelantikan, sebesar 47% cuitan dari total 53.407 cuitan berupa harapan dan antipasi (anticipation) kepada Sigit.

Menjaga kedamaian, melakukan reformasi Polri, serta mengusut kasus ujaran rasial oleh Ambroncius Nababan dan menangkap Arya Permadi alias Abu Janda atas dugaan penghinaan agama menjadi beberapa harapan publik.

Selanjutnya, sebanyak 4.132 cuitan (34%) warganet berupa keyakinan atau percaya (trust) dengan kemampuan Sigit dalam memimpin Polri. Tagar #KapolriSiapBertugas banyak mengisi cuitan percakapan tentang emosi ini. Disusul 603 cuitan (5%) berisi ekspresi senang (joy).

Sedangkan sentimen negatif hanya sekitar 12%-an. Terdiri dari 1.019 cuitan (8%) yang merasa terganggu (disgust), 287 cuitan (2%) kesedihan (sadness), 283 cuitan (2%) berupa kemarahan (anger) dan 234 cuitan atau 2% terkejut (surprise).

Berbagai tagar disuarakan netizen dalam merespons pelantikan Sigit. Kicauan didominasi tagar #KapolriSiapBertugas dengan 25.781 twit (92%). Lalu #PolriPresisi 948 twit (3%), #Kapolri 679 twit (3%), #Polri 334 twit (1%), #ListyoSigitPrabowo 281 twit (1%), dan #TangkapAbuJanda 94 twit.

Berdasarkan demografi, 84% warganet yang membicarakan tentang Sigit sebagai Kapolri merupakan laki-laki dan sisanya perempuan. Dari aspek umur, sebesar 43% netizen berusia rentang 31-40 tahun, 36% berusia 22-30 tahun, 17% berumur 41-55 tahun, 3% berumur 18-21 tahun, dan 1% berusia di bawah 18 tahun.

Potret Media Online

I2 juga merekam dinamika pelantikan Sigit di media daring pada periode sama. Hasilnya, terdapat 2.373 berita tentang terpilihnya Kapolri dari 717 portal.

Tribunnews menjadi media paling masif memberitakan pelantikan tersebut dengan 43 berita. Setelahnya Okezone dengan 37 berita; Medcom.id dan Kompas masing-masing 29 berita; Warta Kota 26 berita; Tribunnews Medan 25 berita; serta Tribunnews Jambi, Suara.com, Sindonews, dan Detik masing-masing 23 berita.

Sigit menjadi figur yang paling banyak dikutip (top influencer) dengan 3.769 pernyataan. Kemudian Presiden Jokowi 649 pernyataan; Karopenmas Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono 358 pernyataan; dan Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane 353 pernyataan.

Lalu Pengamat Budaya, Bani Sudardi 280 pernyataan; Ketua MPR, Bambang Soesatyo 229 pernyataan; Wakil Ketua LPSK, Maneger Nasution 202 pernyataan; Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono 195 pernyataan; dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa 183 pernyataan.

Petaka Cuitan “Bali Ramah LGBT” Kristen Gray

Curhat turis asal Amerika Serikat (AS), Kristen Gray, via Twitternya @kristentootie tentang Bali kala pandemi Covid-19 berujung deportasi. Gray dipulangkan ke negara asal setelah cuitannya menuai polemik di ruang maya. Gray mengajak turis untuk tinggal dan bekerja di Pulau Dewata, juga memberikan tips untuk menghindari overstay dan pajak.

Tingginya atensi netizen atas cuitan Gray terekam dalam pantauan media sosial Indonesia Indicator (I2) sejak 16 hingga 23 Januari 2021, yakni tembus 19.248 cuitan. Polemik Gray di jagatmaya kemudian viral dan Kemenkum

HAM Kanwil Bali didesak netizen untuk turun tangan. Gray dan kekasihnya, Saundra Michelle Alexander, diperiksa.

Hasilnya, Kemenkum HAM Bali menyebut ada dua informasi Gray yang dinilai meresahkan masyarakat. Pertama, Gray menyebut Bali sebagai provinsi yang ramah LGBTQ. Kedua, Gray menyebarkan informasi soal kemudahan akses masuk ke wilayah Indonesia pada masa pandemi.

Dua alasan itulah yang mendorong petugas Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar mengambil tindakan tegas. Gray dan partner-nya dipulangkan ke AS melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Kamis (21/1/2021) pukul 04.00 WIB.

Dinamika Ekspos Cuitan Netizen

Dalam kurun waktu 16 hingga 23 Januari 2021 tersebut, terdapat 19.248 siulan netizen tentang Kristen Gray. Pada periode itu pula I2 melacak pergerakan ekspos cuitan dalam jumlah dan angka. 

Utas yang dibuat Kristen Gray baru mulai mengundang polemik dan komentar netizen di tanggal 17 Januari sebanyak 2.198 cuitan, atau satu hari setelah utas tersebut dibuat pada 16 Januari

Reaksi netizen atas cuitan Kristen Gray semakin memuncak pada 18 Januari sebanyak 8.250 cuitan. Namun, memasuki 19 Januari, ekspos cuitan netizen perlahan menurun menjadi 6.683 cuitan, dan terus turun signifikan pada 20 Januari sebanyak 1.513. Perbincangan netizen soal Gray makin sedikit pada 23 Januari, yakni 142 cuitan.

Netizen Terkejut dan Marah

Riset media sosial Indonesia Indicator juga mencatat sebanyak 5.844 cuitan atau 56% netizen merespons kasus Kristen Gray dengan emosi terkejut atau surprise. Netizen terkejut dengan konten cuitan Gray yang membuka jasa konsultasi cara memasuki Bali di tengah Pandemi. 

Gray dalam pembelaannya menyebut reaksi atas dirinya dilatarbelakangi sentimen rasial dan minoritas, karena ia seorang Afrika Amerika dan lesbian. Namun, akun @shadyagnezmo merespons sangkalan itu dengan menyebut banyak warga Amerika tidak sekonyol Gray, yang mengaku dideportasi karena ras. Padahal sebenarnya ia tersangkut persoalan hukum.

"Mbak Kristen Gray tinggal milih nih dideportasi atau dipenjara, udah overstaying, gak bayar pajak, gak mematuhi protokol Covid-19," cuit akun ini pada 18 Januari. Akun ini adalah akun anonim, yang memakai nama artis Agnes Monica.

Ada pula emosi anger atau marah sebanyak 1.476 cuitan atau 14%, dikaitkan dengan kecaman netizen atas tingkah laku Kristen Gray yang justru mengajak orang-orang luar negeri untuk datang dan tinggal di Bali kala pandemi. 

Percakapan di linimasa juga berisi pro dan kontra karena klaim Kristen Gray yang

menyebut Bali sebagai daerah yang ramah LGBTQ (“LGBTQ Friendly”).

Pemilik akun @sftuHwang menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak rasis atau bersikap diskriminatif. Dia menilai kasus Gray soal karakter bukan ras.

"Parasite pls go away from Indonesia-!!." cuitnya pada 18 Januari.

Ada pula emosi antisipasi sebanyak 1.358 cuitan atau 13%, berisi harapan-harapan dan hikmah di balik kasus Kristen Gray. Akun @ichawirsa berharap Indonesia bersikap lebih tegas terhadap wisatawan asing.

"Belajar dari Kristen Gray emang bener sih Indonesia harus lebih tegas lagi sama turis/wisatawan asing, apalagi sudah banyak banget begpacker (bule gembel) yang suka bikin onar terutama di Bali" tulis akun @ichawirsa ini pada 18 Januari.

Muncul pula ekspresi muak atau disgust atas cuitan Gray sebanyak 1.019 atau 10%, percaya (trust) 474 cuitan atau 5%, khawatir (fear) 67 cuitan atau 1%, emosi sedih (sadness) 66 cuitan atau 1%, dan senang (joy) 46 cuitan.

Sorotan Dari Kaum Milenial Mendominasi Linimasa

Panasnya polemik cuitan Kristen Gray di jagat maya memunculkan sejumlah keyword populer yang sering muncul dalam perbincangan. Di antaranya kata “American Ignorant” merujuk pada sindiran netizen terhadap asal negara Kristen Gray. Kata kunci “Dear Kristen Gray” juga kerap muncul, berisi nasihat dan kecaman terhadap Kristen Gray agar tidak mengajak para wisatawan luar negeri menetap di Bali secara ilegal.

Muncul pula keyword yang membantah klaim Kristen Gray soal dirinya diserang netizen Indonesia karena wanita berkulit hitam, dan berbeda orientasi seksual. Bantahan netizen ini memunculkan kata kunci seperti “Aturan resmi Pulau Dewata”, “Cara Ilegal, “Aturan imigrasi” dan sejumlah kata kunci yang mengarah pada persoalan hukum, bukan ras. Sebelum dideportasi, Gray bertahan hidup di Indonesia dengan cara menjual ebook berisi cara menetap di Bali seharga 30 dollar AS.

Gray juga membuka jasa konsultasi untuk cara pindah ke Bali di tengah aturan ketat pandemi.

Viralnya polemaik “Bali ramah LGBT” juga tak lepas dari jumlah audiens yang menyototi cuitan Gray. Percakapan tentang Kristen Gray didominasi kelompok umur milenial, gender laki-laki paling banyak sebesar 74% dan perempuan 26%. Rinciannya, kelompok umur 22 hingga 30 sebanyak 37%, rentang usia 31 hingga 40 %, usia 18 hingga 21 tahun 22%, usia 41 hingga 55 tahun 13%, di bawah 18 tahun 3%, dan usia di atas 55 tahun 0%.

Pelantikan Biden: Sunyi di Darat, “Pecah” di Udara

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan wakilnya Kamala Harris resmi dilantik, Rabu (20/1/2021), dalam suasana keterbelahan masyarakat AS pasca-pilpres. Sempat ditunda, pelantikan Presiden AS kali ini berada dalam dua ‘teror’ serius, yakni ancaman kesehatan Covid-19 dan keamanan setelah peristiwa bentrok berdarah di Capitol Hill pada Rabu 6 Januari, saat Parlemen AS bersidang.

Riset media sosial Indonesia Indicator (I2) periode 20 hingga 21 Januari 2021 berhasil menghimpun lima fakta menarik pelantikan Biden di West Front Gedung Capitol AS, Washington DC: 

Pertama, pelantikan Biden dan Kamala Harris jauh lebih sepi dibanding pelantikan para presiden sebelumnya. Pelantikan kali ini ‘dihadiri’ lautan bendera AS yang memadati area National Mall, halaman antara Gedung Capitol AS dan Lincoln Memorial. Covid-19 yang tak kunjung mereda plus ancaman keamanan memaksa pelatikan Biden sepi penonton. Kedua, pelantikan Biden kali ini juga tanpa kehadiran rival politiknya, Donald Trump. Padahal tradisi selama ini, para mantan Presiden AS selalu menghadiri pelantikan para penerusnya sebagai simbol pengalihan jabatan.

Lalu ketiga, meski sunyi penonton, pelantikan Biden justru ‘bertabur bintang’ lantaran dimeriahkan sejumlah pesohor seperti Lady Gaga, Jennifer Lopez hingga Katy Perry. Keempat, pelantikan kali ini bertemakan "America United" yang menyiratkan pesan persatuan pascapilpres AS. Kelima, suasana pelantikan Biden disebut-sebut bak zona perang lantaran melibatkan 21.000 personel Garda Nasional AS.

Keriuhan di Udara

Sepi di Gedung Capitol, acara pengambilan sumpah Biden-Harris justru bergemuruh di jagat maya. Pada periode 20-21 Januari tesebut, analisis data media sosial mendapati cuitan netizen cukup masif, yakni 435.959 cuitan via Twitter yang memperbincangkan hari pelantikan presiden Biden. Rinciannya, sebanyak 231.069 cuitan mengudara pada 20 Januari, dan 204.890 pada 21 Januari.

Riuh rendah pelantikan pelantikan Presiden AS di ruang Twitter dijejali ragam sentimen masing-masing pendukung Biden dan Trump. Riset Indonesia Indicator mendapati sentimen positif dan negatif relatif berimbang. Sentimen negatif sebesar 38%, banyak diisi oleh kritik dan cemohan pendukung Trump yang menolak pelantikan Joe Biden. Sementara sentimen positif 36%, berisi optimisme dan harapan netizen bahwa Presiden Biden akan menghapuskan kebijakan diskriminatif dan rasis era Trump. 

Adapun sentimen netral 26% muncul dari cuitan akun media yang memberitakan jalannya pelantikan presiden tersebut.

Hiruk-pikuk pelantikan Biden juga terangkum dalam 9 tagar populer. Tagar #Covid-19 berada di posisi teratas sebanyak 452.200. Tagar ini dikaitkan dengan aktivitas Joe Biden yang mengikuti upacara peringatan korban meninggal akibat Covid-19 jelang pelantikan. Disusul tagar #Biden, posisi kedua, sebanyak 424.100.

Sementara tagar #InaugurationDay menempati posisi ketiga sebenyak 422.100. Tagar ini berisi komentar terkait jalannya pelantikan Joe Biden. Sementara posisi keempat ditempati #COVID19 sebanyak 283.600, disusul #Trump 127.600, #Inauguration2021 sebanyak 92.600, #COVID 90500,

#BidenHarrisInauguration 86200, dan #Inauguration 85600.

Jokowi dan Harapan Atas Biden

Pelantikan Biden-Harris semakin “pecah” di udara seiring kompaknya para pemimpin dunia

menyampaikan ucapan selamat dan harapan atas pemimpin baru AS tersebut, tak terkecuali Presiden Indonesia Joko Widodo.

“Mari kita terus perkuat kemitraan strategis kita, tidak hanya untuk kepentingan kedua bangsa, tetapi juga untuk dunia yang lebih baik," ujar via akun Twitternya.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga tak ketinggalan memberikan ucapan selamat. Dia berharap bisa menjalin kerja sama pada bidang perubahan iklim hingga keamanan.

"AS adalah sekutu penting kita dan saya harap bisa bekerja sama secara erat dalam prioritas bersama kita," tulis Boris Johnson via akun Twitternya.

Masih banyak lagi para pemimpin dunia yang mengucapkan selamat kepada Biden-Harris, di antaranya Presiden Iran Hassan Rouhani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Paus Fransiskus, Kanselir Jerman Angela Merkel hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron. Mereka mengungkapkan harapannya terhadap Pemerintahan Biden-Harris.

Doa Netizen Twitter Untuk Korban Gempa Sulbar

Gempa berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang Sulawesi Barat (Sulbar), pada Kamis (14/1), sekitar pukul 13.00 WIB. Gempa kembali terjadi pada Jumat (15/1), sekitar pukul 01.28 WIB, dini hari. 

Pusat gempa berada di jarak 6 km arah laut Majene dan berada 10 km di kedalaman laut, Majene, Sulbar. Gempa dangkal ini akibat aktivitas patahan lokal yang bergerak naik di dasar laut, sehingga getarannya dapat dirasakan di permukaan. 

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 21 Januari 2021, pukul 08.00 WIB, menyebutkan, gempa Sulbar menyebabkan 91 orang meninggal, tiga hilang, 253 luka berat, 679 luka ringan, 240 luka sedang, dan 9.910 orang mengungsi.

Berdasarkan data Indonesia Indicator (I2), gempa di Sulbar menarik perhatian netizen di Twitter sejak Kamis (14/1). Dalam rentang waktu 14-17 Januari 2021, sebanyak 95.373 cuitan terkait gempa di Sulbar. Ekspos cuiten pun mencapai puncaknya pada Jumat (15/1). 

Daya rusak gempa menjadi sorotan terbesar warganet Twitter. Mayoritas (66%) netizen meresponsnya dengan emosi antisipasi (anticipation). 

Perbincangan banyak diisi dengan harapan, dukungan, hingga doa kepada para korban gempa di Sulbar. Bahkan, akun-akun influencer, hingga fan Korean pop (K-pop) bersolidaritas tinggi melakukan penggalangan dana untuk korban gempa di Sulbar. 

Influencer seperti Ernerst Prakasa membangun gerakan ‘Jangan (hanya) Berdoa’ dalam cuitannya untuk mendorong netizen aktif membantu korban bencana.

Selain itu, emosi kesedihan (sadness) turut mengiringi berbagai cuitan di Twitter. Banyak tweet bernuansa sedih disebabkan serangkaian musibah dan bencana terjadi di Indonesia. Mulai dari kasus kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga gempa di Sulbar.

Di sisi lain, tagar #PolriSiagaBencana juga menggema di Twitter hingga sempat menjadi trending topic. Tagar yang dicuitkan hingga 7.947 cuitan tersebut banyak diunggah akun-akun media sosial Humas Polres hingga Polda di berbagai daerah. Unggahan banyak berisi potret kesigapan anggota Polri bersama relawan dalam mengevakuasi korban gempa Sulbar dan banjir Kalsel.

Tagar lain yang banyak digunakan oleh warganet adalah #gempa mencapai 5.642 cuitan. Dalam tagar ini, netizen terlihat gaduh menautkan berita dari media online. 

Dari segi audiens, percakapan tentang gempa Sulbar didominasi oleh pria (83%) daripada wanita (17%). Perbincangan pun didominasi netizen dengan rentang umur 31-40 tahun (35%) dan 22-30 tahun (30%).

Geliat Vaksinasi: Potret Pemberitaan Media & Percakapan Warganet

Indonesia memulai program vaksinasi Covid-19 sesuai jadwal, 13 Januari 2021. "Kick off" program ditandai dengan penyuntikan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka. Kegiatan tersebut menggunakan CoronaVac, vaksin produksi Sinovac Biotech Ltd. 

Jokowi menjadi orang pertama penerima vaksin ditemani beberapa pihak, termasuk selebritas Raffi Ahmad. Penyuntikan terhadap mereka disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube negara dengan harapan menepis keraguan publik.

Aktivitas itu pun menjadi sorotan publik dan media, menggenapi isu-isu tentang vaksinasi sebelumnya. Izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), distribusi vaksin, dan sasaran vaksinasi tahap awal, contohnya.

Hal ini berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) pada 6-12 Januari 2021. Selama periode itu, tercatat ada 26.521 berita dari 1.660 portal media daring (online) menyoroti isu vaksinasi.

Sebanyak 25.935 artikel di antaranya membahas enam isu teratas. Hal utama yang paling disoroti tentang distribusi dan persiapan vaksinasi di daerah dengan 9.575 berita (37%).

Izin BPOM dan fatwa halal MUI menjadi isu tertinggi kedua dengan 6.939 berita (27%). Selanjutnya vaksinasi Presiden Jokowi 2.947 berita (11%), keamanan dan efek samping vaksin 2.306 berita (9%), efikasi CoronaVac 2.305 berita (9%), dan penerima vaksin prioritas 1.863 berita (7%).

I2 juga merekam pihak-pihak yang menjadi figur yang mempengaruhi wacana di media (top influencer) tentang vaksinasi, yang ditandai dengan banyaknya pernyataan di media daring. Posisi pertama ditempati Presiden Jokowi dengan 9.223 pernyataan.

Sorotan terhadap Presiden paling tinggi, karena salah satunya soal  pernyataan tentang kesiapan menjadi orang pertama yang divaksin agar publik yakin CoronaVac aman dan halal.

Berikutnya Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, 5.279 pernyataan; Kepala BPOM, Penny K. Lukito, 3.238 pernyataan; Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan 3.079 pernyataan; Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, 2.684 pernyataan; Ketua Bidang Fatwa Halal MUI, Asrorun Ni'am Sholeh, 2.673 pernyataan; Menteri BUMN, Erick Thohir, 1.499 pernyataan; Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, 1.349 pernyataan; Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, 1.254 pernyataan; dan Kepala BNPB, Doni Monardo, 1.137 pernyataan.

Munculnya beberapa nama kepala daerah, seperti Ridwan Kamil, Ganjar, dan Edy, umumnya membahas tentang kesiapan daerahnya masing-masing dalam melaksanakan program vaksinasi yang dimulai Kamis (14/1).

Dari 26.521 berita vaksinasi periode 6-12 Januari, sebanyak 480 di antaranya diproduksi Republika, yang menjadi media dengan sebaran berita tertinggi soal vaksin.

Suara.com berada di urutan kedua dengan 448 artikel. Kemudian disusul Medcom.id 433 artikel, detik.com 396 artikel, KOMPAS.COM 391 artikel, Kumparan 355 artikel, Sindonews 331 artikel, Bisnis Indonesia 329 artikel, Antara 321 artikel, dan Liputan6 286 artikel.

Dinamika Twitter

I2 juga merekam dinamika vaksinasi di media sosial, khususnya Twitter, pada periode sama. Rentang waktu itu, tercatat ada 60.238 percakapan.

Banyak netizen menyoroti status halal CoronaVac dengan intensitas 8.916 cuitan (29%) dari total percakapan tentang vaksinasi. "Titik terang" muncul ketika Komisi Fatwa MUI memutuskan vaksin Sinovac halal dan suci sehingga bisa digunakan.

Izin BPOM menjadi isu kedua yang paling banyak diulas warganet dengan 6.866 cuitan (22%). Keraguan dan kecemasan atas efek samping mereda ketika EUA diterbitkan.

Berikutnya isu tentang distribusi dan persiapan vaksinasi di daerah dengan 4.026 cuitan (13%), disusul Presiden Jokowi divaksin 4.005 cuitan (13%), penolakan vaksinasi 2.520 cuitan (8%), penerima vaksin prioritas 2.353 cuitan (7%), efikasi CoronaVac 1.347 cuitan (4%), serta keamanan dan efek samping vaksin 1.178 cuitan (4%). Frekuensi percakapan kedelapan isu tersebut mencapai 31.211 cuitan atau 50% lebih dari total cuitan.

Meski tidak dominan, isu penolakan dan/atau ajakan menolak vaksinasi Covid-19 konsisten muncul dalam percakapan netizen. Masalah ini kembali meningkat seiring munculnya pernyataan politikus PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, saat Rapat Kerja Komisi IX DPR bersama Menkes Budi di Kompleks Parlemen, Rabu (14/1).

"Saya tetap tidak mau divaksin meskipun sampai yang usia 63 tahun bisa divaksin," katanya. Dirinya justru siap menerima konsekuensi membayar denda atas penolakan tersebut.

Intensitas suatu isu vaksinasi itu menggambarkan emosi warganet. Sebesar 52% tentang harapan (anticipation) atau mereka berharap segera divaksin.

Sebanyak 21% lainnya tentang kepercayaan (trust). Maknanya, mereka meyakini vaksin yang digunakan aman, apalagi Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik. 

Namun, 10% lainnya bernada kemarahan (anger). Mereka termasuk kelompok penolak vaksin dan meyakini tidak aman sekalipun BPOM telah memberikan EUA, MUI menerbitkan fatwa halal, dan Jokowi "pasang badan".

Emosi berikutnya tentang keterkejutan (surprise) sebesar 7%, senang (joy) dan terganggu (disgust) masing-masing 4%, serta kesedihan (sadness) dan takut (fear) masing-masing 1%. Percakapan tentang vaksin dan vaksinasi didominasi pria (79%). Dari segi usia, sebesar 35% warganet berumur 31-40 tahun, disusul 41-55 tahun (30%), 22-30 tahun (26%), 18-21 tahun (7%), dan di bawah 18 tahun (2%).

Loading...
Loading...