Gusar Begal Sepeda

Tren bersepeda sedang naik daun, seiring berlarut-larutnya pandemi Covid-19. Pangkalnya, dianggap sebagai transportasi alternatif yang aman dari penularan karena minim interaksi dan menjaga kebugaran tubuh.

Peningkatan tertinggi terjadi di DKI Jakarta menyusul kian banyaknya fasilitas penunjang yang disediakan. Misalnya, jalur sementara (pop up) ataupun permanen dan kantong parkir sepeda.

Berdasarkan data Institute For Transportation and Development Policy (ITDP), pesepeda di Jakarta naik 1.000% saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi tahap awal daripada sebelumnya. Pengamatan dilakukan melalui perbandingan antara tren pada Juni 2020 dengan Oktober 2019 kala uji coba jalur sepeda 63 kilometer.

Perhitungan dilakukan pada hari kerja di jam sibuk (rush hour), pukul 06.30-08.00, di Sudirman-Thamrin, Dukuh Atas, Gelora Bung Karno, dan Sarinah.

Setali tiga uang. Tren kejahatan terhadap pesepeda pun mengalami peningkatan, terutama di Ibu Kota dan sekitarnya. 

Maraknya begal sepeda disoroti warganet dan sejumlah media massa. Ini sesuai hasil pemantauan Indonesia Indicator (I2) sepanjang 1 September-20 November. Terdapat 278 media daring yang memberitakan begal sepeda dengan 1.015 artikel. Berita terbanyak dimuat Detikcom dengan 40 artikel; lalu Suara.com 32 artikel; JPNN 28 artikel; Tempo.co 27 artikel; Republika 23 artikel; Warta Kota, RRI, Merdeka, dan KOMPAS.com masing-masing 21 artikel; serta Liputan6 20 artikel.

Merujuk sebaran ekspos berita tersebut, kejadian di Jakarta paling menjadi sorotan. Terdapat 316 artikel yang membahas kasus begal sepeda di Jakarta.

Media terpantau memberitakan beberapa pesohor yang menjadi korban begal sepeda. Salah satunya aktor Anjasmara Prasetya yang pernah menjadi korban saat beraktivitas di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (19/10), pukul 07.30.

Aktor film Si Cecep itu berupaya melawan dengan memukul pelaku, yang berada di atas motor, menggunakan tangan kiri. Sayangnya, justru membuat dirinya terjatuh dan mengakibatkan pundak kiri terluka.

Para pelaku mengincar korban tanpa memandang status, termasuk personel TNI. Ini seperti yang dialami Kolonel (Adm) Ridwan Gultom kala bersepeda di Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Sabtu (14/11).

Korban, yang kehilangan dompet dan ponsel, sempat terjatuh dan tak sadarkan diri karena pembegalan. Beruntung dirinya berhasil ditolong pesepeda lainnya dan dibawa ke rumah sakit.

Guru Besar Manajemen Bisnis dan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Udisubakti Ciptomulyono, pun sempat menjadi korban begal sepeda. Dirinya menjadi sasaran tindak kriminal saat bersepeda di Kenjeran, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (18/11). Berbagai dokumen dan harta benda yang dibawanya diambil pelaku.

Di sisi lain, kepolisian belakangan membentuk beberapa satuan tugas (satgas). Tujuannya, untuk mitigasi dan pengungkapan kasus.

Upaya perlindungan juga dipromotori pengemudi ojek daring atau ojol yang tergabung dalam Aksi Roda Dua (Garda). Mereka menawarkan jasa kawal gowes antibegal pesepeda.

Sementara itu, kasus begal sepeda juga riuh diperbincangkan hingga 962 kicauan di Twitter dalam rentang waktu yang sama. Kata kunci "aktor Anjasmasa" dan "anggota TNI" menjadi terpopuler setelah keduanya menjadi korban dibandingkan diksi lainnya.

Meski demikian, beberapa netizen mempersoalkan penggunaan "begal sepeda" sebagai padanan lain dalam menyoroti kasus tersebut. Ini seperti yang dicuitkan @mefadli. "Rancu sebenernya antara sebutan 'begal sepeda' atau 'jambret pesepeda.'"

I2 mencatat fokus terhadap isu meningkat setiap bulannya, baik di Twitter maupun media daring. Detailnya, 63 artikel dan 18 cuitan pada September, 336 artikel dan 375 cuit pada Oktober, dan 616 artikel dan 569 cuit pada November.


Anak-anak Dalam Sorotan Media Massa

Tahun 2020 menjadi salah satu yang terberat bagi anak-anak Indonesia. COVID-19 yang menjangkiti nusantara sejak awal Maret 2020, mengakibatkan masa depan penerus bangsa tersebut terancam. 

Indonesia Indicator (I2) melakukan pemantauan mengenai isu-isu terkait anak di media online. Kata-kata (keyword) yang digunakan dalam pencarian data atau pemantauan di media di antaranya: "anak - anak“, "anak-anak“, "anak kecil“, dan "anak di bawah umur“. Pemantauan dilakukan dalam kurun waktu 1 Januari–19 November 2020. Adapun jumlah media online yang dipantau mencapai 2.745 portal media online nasional dan daerah.

Hasilnya, isu anak-anak di tengah ancaman pandemi mendominasi pemberitaan sekitar 179.548 berita atau 48% dari isu utama mengenai anak-anak. Media memberitakan mulai dari rentannya kondisi anak-anak terpapar COVID-19, hingga terancamnya masa depan anak akibat virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China tersebut. UNICEF pun menyebutkan bahwa anak–anak dan remaja menyumbang 11% dari kasus virus corona global. 

Di Indonesia, kasus kematian pasien positif corona pada kategori anak-anak mencapai 2,3% dari total kasus. Angka itu merupakan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) per 1 Oktober 2020, seperti yang disampaikan Komisioner KPAI Retno Listyarti yang dikutip Detik.com.  

Selain pandemi, isu kekerasan dan pelecehan terhadap anak juga banyak dikaver media sebanyak 33.492 berita (9%). Pemberitaan banyak menyoroti kasus kekerasan, pelecehan, perdagangan, dan penelantaran anak di Indonesia sepanjang tahun 2020. 

Sebaran ekspos berita mengenai kejahatan terhadap anak terjadi di seluruh wilayah di Indonesia. DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur merupakan tiga provinsi dengan ekspos berita terbesar.

Sementara, figur Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus menjadi figur yang banyak dikutip pernyataannya seputar pengungkapan kasus kejahatan terhadap anak (15.849 pernyataan). Salah satu yang banyak mendapat perhatian media yakni terkait kasus pencabulan 305 anak oleh warna negara Prancis, yang mencuat pada Juli 2020 lalu.

Gizi Buruk 

Dalam riset yang sama, I2 juga menangkap isu pemenuhan gizi dan pencegahan stunting terhadap anak-anak Indonesia, menjadi atensi media sebanyak 17.175 berita (5%). Media banyak meliput soal Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019 yang menunjukkan bahwa prevalensi stunting mencapai 27,67%. Artinya, setiap 10 anak Indonesia, ada tiga orang di antaranya yang mengalami stunting.

Beberapa isu lain yang menjadi santapan "nyamuk pers" yaitu fenomena belajar online terhadap anak dan siswa-siswi sekolah sebanyak 21.664 berita (6%). Topik ini menguat seiring dengan meningkatnya upaya pemerintah memutus mata rantai virus COVID-19. 

Nama Menteri Pendidikan Nadiem Makarim turut menjadi figur yang banyak dimintai pendapatnya oleh media seputar program belajar jarak jauh, atau sekolah daring bagi siswa-siswi sekolah di tengah pagebluk. Nadiem tercatat memberikan keterangan kepada media sebanyak 12.115 pernyataan.  

Lainnya ada isu anak selebritis 34.896 berita, anak dan dunia olahraga 31,267 berita, anak terdampak bencana 27.003, keterlibatan anak dalam politik 24.188 berita, perlindungan anak difabel 6.700 berita, dan pernikahan dini 1.908 berita. 

Gempar Kemenangan Biden-Harris di Jagat Maya

Pesta demokrasi di Amerika Serikat (AS) telah selesai setelah melalui dinamika politik yang panjang dan panas. Pasangan capres-cawapres Joe Biden-Kamala Harris berhasil mengalahkan capres-cawapres petahana Donald Trump-Mike Pence pada Pilpres AS 2020. Joe Biden resmi terpilih dan segera dilantik sebagai presiden pada Januari 2021 mendatang.

Hasil Pilples AS kali ini menyajikan sejumlah fakta menarik. Dari sisi figur, berdasarkan catatan Indonesia Indicator (I2), sosok Joe biden merupakan Presiden AS tertua sepanjang sejarah. Saat dilantik nanti pada 20 Januari 2021, Biden akan berusia 78 tahun. Sementara wakilnya Kamala Harris mencatatkan dirinya sebagai Wakil Presiden AS perempuan pertama sepanjang sejarah. Harris juga tercatat sebagai warga AS keturunan kulit hitam pertama yang menjabat sebagai Wakil Presiden AS.

Fakta menarik lainnya adalah kemenangan capres-cawapres yang diusung Partai Demokrat berhasil mencatatkan sejarah baru dalam Pemilu AS, yakni keduanya berhasil memperoleh popular votes atau suara populer terbanyak sepanjang sejarah pemilu AS. Sebanyak 75.404.182 suara populer berhasil diperoleh Biden-Harris, dari total sekitar 165 juta penduduk AS. Angka ini bahkan jauh melampaui total suara populer yang diperoleh Barrack Obama yaitu 69.498.516 suara.

Biden 'di Atas Angin'

Kemenangan Biden-Kamala Harris juga menyita perhatian netizen AS, baik di Twitter maupun media online. Riset media sosial I2 periode 3 sampai 10 November 2020 mencatat sebanyak 14.077.269 cuitan netizen Twitter membahas sosok Joe Biden-Kamala Harris, serta kemenangan mereka pada Pilpres AS.

Di media online, ekspos pemberitaan pasangan Joe Biden-Kamala Harris mencapai 40.101, dari 1.282 portal dalam dan luar negeri. Pantauan I2, pergerakan ekspos di Twitter mulai banyak dibahas sejak 3 November sebanyak 3.542 cuitan, dan terus bergerak naik, meski fluktuatif, hingga 7 November sebanyak 4.510 cuitan. Puncak perbincangan netizen tentang Joe Biden dan Kamala Harris terjadi 8 November 2020 yang secara garis besar seputar kabar kepastian kemenangan atas rival politiknya Donald Trump-Mike Pence. Biden berada ‘di atas angin’ setelah sukses merebut Pennsylvania dan Nevada. Biden meraup 290 total suara elektoral atau 20 suara elektoral lebih banyak dari batas 270 suara elektoral untuk melenggang ke Gedung Putih.

Biden Curang?

Tidak semua warga AS bisa menerima hasil pilpres, terutama Trump dan pendukungnya. Hal ini memicu munculnya sentimen negatif warganet atas Biden-Harris. Angkanya cukup mendominasi yakni sebesar 43%. Secara umum cuitan negatif berisi tudingan bahwa Joe Biden telah melakukan kecurangan demi memenangkan Pilpres AS. Netizen semakin menyudutkan Biden pasca-Trump berencana melakukan gugatan hasil pilpres.

I WON THIS ELECTION, BY A LOT!” tulis Donald Trump via Twitter dengan huruf kapital bernada keras pada 7 November.

Sementara cuitan positif tentang hasil Pilpres AS hanya 32%, netizen AS yang merima hasil pilpres turut mengucapkan selamat atas kemenangan Biden-Harris, termasuk para kepala negara di berbagai belahan dunia. Sisanya berisi cuitan netral sebanyak 25%.

“My warmest congratulation @JoeBiden and @KamalaHarris on your historic election,” cuit Presiden Joko Widodo memberi selamat atas kemenangan capres-cawapres yang diusung Partai Demokrat itu pada 8 November.

Keoknya Trump pada pilpres kali ini membawa “Joe Biden” menjadi kata kunci populer yang digunakan netizen, ada pula keyword lainnya bernada positif seperti “Biden Administration”. Sementara kata kunci “Legal Proceedings” dikaitkan dengan klaim Trump yang tidak menerima hasil pemilu, bahkan berencana menggugatnya.

Klaim Sepihak Trump

Pada periode 3 hingga 10 November 2020, Indonesia Indicator juga merangking 10 figur berpengaruh yang pernyataannya banyak dirujuk media online. Presiden AS terpilih, Joe Biden menjadi figur yang paling banyak dimintai keterangannya oleh media seputar kontestasinya melawan Trump, serta kemenangannya di Pilpres AS. Tercatat ada 26.297 pernyataan Biden yang dikutip media online.

Sementara Donald Trump menjadi figur kedua yang paling banyak dikutip pernyataannya oleh media online, yakni sebanyak 24.363. Media banyak mengutip peryataan Trump tentang klaim sepihak sebagai pemenang dan mengklaim akan menggugat hasil Pilpres AS.

Sosok top influencer lainnya adalah wapres terpilih AS Kamala Harris sebanyak 3.644 pernyataan media, disusul pemimpin mayoritas senat AS Mitch McConell 1.519, Barack Obama 1.152, manajer kampanye Trump, Bill Stepien 926 cuitan, Ketua DPR AS Nancy Pelosi 874, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson 858, senator Partai Republik Lindsey Graham 838, dan Presiden RI Joko Widodo berada di urutan buncit sebanyak 782 pernyataan.  

Presiden Jokowi turut bersuara soal kontestasi Joe Biden-Kamala Harris di Pilpres AS. Jokowi kemudian mengucapkan selamat atas terpilihnya Biden dan menyebut RI siap memperkuat kerja sama dengan pemerintahan Joe Biden.

Pada periode 3-10 November 2020 tersebut, I2 juga memantau adanya 10 media online dalam dan luar negeri yang banyak memberitakan seputar kemenangan Joe Biden. Terdapat 1.282 portal media online yang memberitakan Joe Biden-Kamala Harris di periode tersebut. 

Portal media online luar negeri Microsoft Network (MNS) menjadi portal media online paling dominan memberitakan pasangan Biden-Harris, sebanyak 923 pemberitaan, Tribun News 547, The Daily News 528, Fox News 518, India Times 427, News Week 423, CNBC Indonesia 384, Breitbart 352, Detik 352, dan Bisnis Indonesia 350 berita.

Dendang Penawar Covid-19 Buatan Dalam Negeri

Cepatnya laju penularan coronavirus baru (Covid-19) membuat banyak negara di dunia kelimpungan mengingat mengancam sistem kesehatan dan memorakporandakan perekonomian. Berbagai pihak lantas berlomba-lomba menemukan vaksinnya sekalipun bukan perkara mudah lantaran tergolong infeksi anyar dibandingkan pandemi sebelumnya dan prosedur yang rigid.

Dari sekian ratus kandidat yang sempat dikembangkan, berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 19 Oktober 2020, terdapat 44 kandidat vaksin yang telah memasuk tahap uji klinis. Sebanyak 10 di antaranya sudah uji klinis fase 3.

Indonesia pun ikut mengembangkan penawar Covid-19 sejak Maret lalu. Diberi nama Vaksin Merah Putih. Vaksin ini dikembangkan sedikitnya enam lembaga riset dan perguruan tinggi dengan tiga pendekatan.

Pertama, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan vaksin Covid-19 dengan metode protein rekombinan. Para peneliti mengambil gen yang mengodekan kapsul protein dari sekuens RNA virus SARS-Cov-2 lalu disisipkan dalam vektor atau pembawa gen (plasmid). Selanjutnya dimasukkan ke dalam sel bakteri. Bakteri ini berfungsi sebagai “pabrik protein” yang kelak disuntikkan ke dalam tubuh manusia untuk memicu respons sistem imun.

Sementara itu, vaksin yang dikembangkan LIPI menggunakan gen yang mengodekan protein spike utuh serta berbagai bagian dari spike, termasuk receptor binding domain (RBD) guna menciptakan antibodi penetral yang mampu melumpuhkan virus.

Kedua, Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menggunakan pendekatan adenovirus. Para peneliti memodifikasi adenovirus sehingga tidak bisa memperbanyak diri dalam tubuh manusia. Ketika vaksin dimasukkan ke dalam tubuh, ia akan memasukkan gen ke dalam sel selanjutnya sel tubuh penerima memproduksi antigen virus Covid-19 sehingga memicu respons imun.

Ketiga, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Udayana (Unud) dengan metode mRNA, DNA, Virus like particles. Peneliti Unud mengembangkan vaksin dengan platform messenger RNA atau mRNA, di mana mRNA sintetik yang memuat kode protein spike SARS-Cov-2 dibungkus dengan selaput lemak (liposom), yang kemiripam dengan struktur dinding sel manusia.

Ketika dimasukkan ke dalam tubuh, mRNA tersebut akan masuk ke dalam sel kemudian bakal menggunakan gen dalam mRNA untuk memproduksi protein spike yang melatih sistem pertahanan tubuh. Pendekatan ini dilakukan karena proses pengembangannya relatif cepat dan tidak membutuhkan fasilitas canggih.

Adapun UI menggunakan platform DNA dengan untuk memunculkan respons sistem imun seperti pendekatan mRNA. Bedanya, vaksin DNA harus dimasukkan sampai ke dalam inti sel–yang menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti. Vaksin ala UI tersebut sedang diujicobakan pada hewan guna melihat kemampuannya menginduksi respons imun protektif yang dibutuhkan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pengembangan bibit vaksin Covid-19 dalam negeri tuntas dalam tempo setahun. Namun, baru penelitian Eijkman yang telah mencapai 55% dan ditargetkan selesai medio 2021.

Ketika pengembangannya kelar, Vaksin Merah Putih akan diserahkan ke PT Bio Farma (Persero) untuk proses lebih lanjut, seperti upscaling lalu praklinis hingga uji klinis fase 1, 2 dan 3. Diprediksi uji klinis rampung pada akhir 2021 dan dapat diproduksi awal 2022.

Indonesia Indicator (I2) telah mengamati respons publik melalui media sosial dan pemberitaan media daring (online) atas pengembangan Vaksin Merah Putih pada 1 Oktober-8 November. Selama itu, terdapat 2.614 berita di portal daring dan 5.333 cuitan netizen di Twitter.

Puncak ekspos cuitan netizen terjadi pada 3 November 2020. Hal itu, salah satunya, dimotori pernyataan Menteri BUMN, Erick Thohir, yang menyebut Vaksin Merah Putih dapat digunakan mulai 2022.

Di Twitter, berbagai kata kunci dipergunjingkan warganet dalam mengomentari penawar Covid-19 tersebut. "Vaksin Palu Arit", misalnya. Istilah itu populer diperbincangkan setelah Anggota Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon, berkomentar, khususnya kritik terhadap komitmen pemerintah dalam mengembangkan Vaksin Merah Putih dan justru mengizinkan vaksin asal China, Sinovac, melakukan uji klinis tahap 3 di Indonesia.

Sementara itu, sebanyak 7 dari 10 figur yang menjadi pemengaruh teratas (top influencer) merupakan pejabat pemerintah pusat. Detailnya Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodhonegoro, di urutan pertama karena 3.191 pernyataan dikutip; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan 1.212 pernyataan; serta Presiden Jokowi 1.065 pernyataan.

Kemudian Wakil Presiden Ma'ruf Amin 563 pernyataan; Erick Thohir 492 pernyataan; eks Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (P2P Kemenkes), Achmad Yurianto, 491 pernyataan; Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, 409 pernyataan; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, 378 pernyataan; Divisi Penelitian dan Pengembangan Bio Farma, Neni Nurainy, 340 pernyataan; serta Direktur Eijkman, Amin Soebandrio, 259 pernyataan.

Adapun isu Vaksin Merah Putih diberitakan sebanyak 444 portal rentang pengumpulan data. Dari 10 portal teratas, didominsasi jaringan kantor berita milik pemerintah, Antara.

Posisi pertama ditempati Republika dengan 66 artikel, disusul Antara 58 artikel, Antara Papua 56 artikel, Antara Sulteng 54 artikel, Tribunnews 51 artikel, Antara Riau 48 artikel, Liputan6 48 artikel, Sindonews 45 artikel, Merdeka 42 artikel, serta Bisnis Indonesia 40 artikel.

Kontroversi Macron dan Boikot Produk Prancis

"Indonesia mengecam keras pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina dan telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia," demikian cuplikan cuitan Presiden RI Joko Widodo, 31 Oktober 2020 lalu. Tweet itu mendapat antusiasme dari netizen, sebanyak 23.100 suka, 3.800 retweet, dan 1.200 mengomentari unggahan tersebut.

Presiden Macron menuai pro dan kontra pascapidatonya di upacara pemakaman Samuel Paty, seorang guru sejarah di Paris, Prancis yang dipenggal oleh remaja berusia 18 tahun. Paty merupakan guru yang menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dari Charlie Hebdo ke murid-muridnya di kelas. Presiden termuda dalam sejarah negara Prancis menuai kontroversi karena menyebut Islam sebagai agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia. 

Akibatnya, pada 26 Oktober 2020 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Erdoğan bereaksi dengan menyerukan pemboikotan produk Prancis, yang kemudian diikuti juga oleh beberapa negara Arab. Ajakan untuk memboikot produk Prancis juga sampai ke Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya.

WSeruan boikot produk Prancis juga menguat di media sosial dan sempat trending dunia. Indonesia Indicator (I2) mencatat terdapat 122.274 cuitan sepanjang 1 Oktober–4 November 2020. Pergerakan isu mulai membesar ketika Macron berpidato di acara pemakaman Paty pada tanggal 21 Oktober 2020. Kemudian membesar dan di tanggal 29 Oktober intensitas percakapan tertinggi, yakni 17.419 cuitan.

Warga platform Twitter geram dengan pernyataan Presiden Prancis yang dianggap menghina Islam. Hal itu terlihat dari dimensi emosi yang didominasi oleh anger (marah) sebanyak 20.955 cuitan. 

Emosi anticipation (antisipasi) juga banyak diperbincangkan (11.378 cuitan), berisi ajakan untuk melakukan boikot terhadap produk buatan Prancis. Emosi lain yang juga diunggah netizen adalah surprise (terkejut) sebanyak 7.212 cuitan, disgust (jengah) sebanyak 6.986 cuitan, sadness (sedih) sebanyak 4.343 cuitan, trust (percaya) sebanyak 2.416 cuitan, fear (takut) sebanyak 644 cuitan, dan joy (gembira) sebanyak 476 cuitan. 

Republika dan Harian Aceh, Top Media Share

Portal media online juga melahap pemberitaan mengenai kontroversi Macron mencapai 15.414 berita yang diberitakan 1.243 media daring pada periode yang sama. 

Isu ini banyak diberitakan oleh media berbasis Islam, seperti Republika (477 berita) dan Harian Aceh (313 berita). Kedua media itu menjadi yang teratas dalam meliput kasus Macron, diikuti oleh Detik.com (277 berita), Suara.com (254 berita), dan Sindo News (232 berita).

Lainnya, Vivanews (200 berita), Warta ekonomi (186 berita), CNN Indonesia (173 berita), Tribun News (158 berita), dan Tempo.co (156 berita).

Dunia Medis di Tengah Corona

Kabar duka menyelimuti dunia medis. Ratusan dokter wafat akibat Covid-19 yang menjangkiti Indonesia. 

Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Adib Khumaidi, dikutip CNN Indonesia, Selasa (3/11), mengungkapkan, catatan selama 8 bulan pandemi covid-19 di Indonesia, sudah 161 tenaga medis dokter yang wafat. Para tenaga medis yang berpulang itu terdiri dari dokter umum sebanyak 152 orang, dan dokter gigi sebanyak 9 orang. Sementara provinsi Jawa Timur menjadi daerah yang menyumbang angka kematian dokter terbanyak yaitu 33 dokter.

Peristiwa gugurnya para dokter dan tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 menjadi isu terbesar dalam pemberitaan media terkait Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Indonesia Indicator (I2) mencatat, isu itu diberitakan sebanyak 6.098 berita dalam kurun waktu 1 Maret–27 Oktober 2020.

Secara garis besar, pemberitaan mengenai IDI pada periode yang sama sebanyak 30.570 berita dari 1.760 portal media online. 

Selain soal meninggalnya dokter, isu penerapan juga edukasi protokol kesehatan dan ketersediaan alat pelindung diri (APD) juga menjadi isu utama terkait IDI, masing-masing diberitakan sebanyak 6.777 berita dan 2.844 berita. 

Salah satu yang diulas media adalah permintaan PB IDI kepada pemerintah agar menyiapkan APD bagi tenaga kesehatan supaya pelayanan terhadap pasien COVID–19 bisa berjalan maksimal. 

Isu ketersediaan APD juga sempat menjadi sorotan pers pada awal penyebaran COVID-19 di Indonesia. Saat itu, kabar ini mengemuka karena stok APD kian menipis dan habis di berbagai rumah sakit di Indonesia.

Figur Internal PB IDI Favorit Media

Berdasarkan penelusuran I2, empat figur internal PB IDI menjadi rujukan utama media seputar isu-isu IDI selama pandemi ini. Nama Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih merupakan favorit media dengan jumlah pemberitaan mencapai 7.577 berita.  

Daeng aktif berkomentar seputar wafatnya para tenaga kesehatan, penerapan protokol kesehatan, hingga program vaksinasi COVID-19.

Selain Daeng, tiga pengurus IDI lainnya juga menjadi top person. Yakni, Ketua Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi (7.370 berita), Humas PB IDI Halik Malik (3.197 berita), dan Ketua Satgas Covid IDI Zubairi Djoerban (3.286 berita).  

Sementara itu, portal media online Republika terpantau paling aktif memberitakan IDI dengan 769 berita. Disusul oleh media yang tergabung dalam Kompas Gramedia Group (KKG), yakni Tribun News dan Kompas.com masing-masing 746 berita dan 565 berita. 

Media lain yang cukup aktif adalah Detik.com (455 berita), Kumparan (426 berita), Suara.com (422 berita), Liputan 6 (415 berita), Antara (413 berita), Tempo.co (379 berita), dan CNN Indonesia (343 berita).

Riuh Netizen di Debat Pamungkas Trump vs Biden

Dua capres Amerika Serikat, Donald Trump dan Joe Biden, telah menuntaskan debat pamungkas pada Kamis (22/10) malam waktu lokal atau Jumat (23/10) pagi waktu Indonesia. Debat terakhir jelang pemilihan presiden (Pilpres) AS pada November ini cukup menyita perhatian netizen AS dan internasional. Tema debat terakhir mengenai penanganan Covid-19, keamanan nasional, pemilu, China, kemiskinan, bantuan negara, imigrasi, ras dan perubahan iklim.

Riset media sosial Indonesia Indicator (I2) periode 20 - 26 Oktober 2020 mencatat ada 2.322.003 cuitan di Twitter tentang debat terakhir dan dinamika Pilpres AS 2020. Jumlah itu merepresentasikan tingginya atensi netizen internasional terhadap jalannya debat capres terakhir. Bahkan, jumlah cuitan ini meningkat dua kali lipat dibanding rangkaian debat pertama periode 27 September hingga 3 Oktober 2020, yang hanya 1.073.938 cuitan netizen.

Isu debat terakhir, berdasarkan pantauan I2 dalam pergerakan ekspose di Twitter, mulai banyak dibahas sejak dua hari sebelum pelaksanaan, yakni 20 Oktober, sebanyak 414.780 cuitan. Jumlah ini sempat menurun di angka 200 ribuan cuitan pada 21 hingga 22 Oktober. 

Puncak perbincangan netizen terkait debat terakhir Pilpres AS terjadi di tanggal 23 Oktober 2020, atau hari pelaksanaan debat (waktu Indonesia), sebanyak 1.119.990 cuitan. Kemudian, intensitas cuitan kembali menurun ke angka 338.897 pada 24 Oktober,  124.743 cuitan pada 25 Oktober, dan terus menurun menjadi 58.381 cuitan pada 26 Oktober.

Emosi Netizen di Jagat Twitter

Panasnya debat Capres AS tersebut memicu beragam ekspresi dan emosi di Twitter, baik dari pendukung Trump maupun Biden. I2 mencatat emosi disgust atau jengah paling banyak diekspresikan oleh netizen, sebanyak 162.987 cuitan. Masing-masing pendukung Capres AS sama-sama meluapkan emosi berupa sindiran dan cacian via Twitter kepada capres lawan.

John Clesse, pendukung Biden, menyebut capres jagoannya itu lebih unggul dari Trump dari sisi artikulasi maupun penguasaan materi.

I watched both 90 minute debates dan Biden was far more articulate and informative than Ramblin’ Donald...After all, most of them (Trump suppoters) are college educater,” cuit pemilik akun Twitter @JonhClesse.

Sementara pendukung Trump menganggap Biden kalah telak dalam debat, dan lemah dari sisi kebijakan luar negeri.

Biden has been wrong on every foreign policy issue for half a century,” cuit @EddieZipperer

Ada pula emosi anticipation (antisipasi/berharap) sebanyak 70.080 cuitan, berisi harapan-harapan netizen agar persoalan yang mendera AS dapat diselesaikan, seperti penanganan Covid-19, penyelesaian masalah rasial, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga di AS.

Jalannya debat Capres AS juga tak luput dari ekpresi marah (anger) netizen, sebanyak 53.639 cuitan. Disusul reaksi terkejut (surprise) atas pernyataan masing-masing capres, yang direspons keterkejutan dalam 43.123 cuitan. Selain itu, juga terdapat emosi percaya (trust) sebanyak 34.884, ekspresi gembira (joy) sebanyak 29.080 cuitan, khawatir (fear) 24.376 cuitan, dan sedih (sadness) sebanyak 4.165 cuitan.

Capres dan Kata Kunci Terpopuler

Dari total 2.322.003 cuitan netizen terkait debat Pilpres AS, pasangan capres Partai Republik, Donald Trump–Mike Pence, tercatat paling populer atau yang paling banyak di-mention netizen, sebanyak 1.370.905 cuitan atau 53%. Trump, sebagai petahana dan figur kontroversial, menjadi daya tarik bagi netizen untuk diperbincangkan.

Sementara capres yang diusung Partai Demokrat, Joe Biden–Kamala Harris, disebut atau di-mention sedikit lebih rendah dari pasangan Trump-Pence, yakni sebesar 1.195.707 cuitan atau 47%. 

Selain capres AS terpopuler dalam percakapan Twitter, Indonesia Indicator juga mencatat sejumlah kata kunci populer yang digunakan netizen terkait debat Pilpres AS, di antaranya adalah “immigration policies”, “oil industry”, dan “Hunter Biden”. 

Kata kunci tersebut merepresentasikan isu yang hangat diperbincangan netizen AS. Misalnya, “immigration policies” dikaitkan dengan kritik Joe Biden terhadap kebijakan imigrasi pemerintahan Trump yang memisahkan antara anak imigran dengan orang tuanya di tempat penampungan imigran. Kebijakan Trump ini dianggap tidak bermoral karena memisahkan anak imigran dengan orang tuanya di tempat penampungan.

Sementara “Hunter Biden” merujuk pada putra dari Joe Biden yang menjadi bahan kritikan Donald Trump. Hunter diduga korupsi terkait aliran dana mencurigakan yang diterimanya dari perusahaan gas Ukraina. Adapun keyword “oil industry” dikaitkan dengan pernyataan Joe Biden yang ingin melakukan transisi energi, dari berbasis minyak ke energi terbarukan.

Ada pula kata kunci populer lainnya terkait jalannya debat dan kebijakan luar negeri masing-masing capres, seperti "uninterrupted time", "presidential debate commision", "new rule final debate","imigration policies", "foreign policy" dan seterusnya.

Percakapan di Linimasa; Warganet Memaknai Sumpah Pemuda

Pemuda merupakan motor perubahan bangsa yang tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa. Kiprah pemuda paling erat dikaitkan dengan momentum Sumpah Pemuda pada Minggu, 28 Oktober 1928 di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat.

Saat itu, pemuda dari berbagai pelosok Nusantara besama-sama mengaku bertanah air, berbangsa, dan berbahasa Indonesia. Sejarah kemudian mencatat momen tersebut sebagai bentuk cinta tanah air, kekeluargaan, persatuan dan kesatuan, kerukunan, kerja sama, cinta damai, serta tanggung jawab pemuda terhadap bangsa dan negaranya.

Di kemudian hari, tepatnya pada 1959, 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda melalui Keppres No.316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati peristiwa Sumpah Pemuda.

Lantas seperti apa tanggapan warganet terhadap momen bersejarah ini?

Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2), tercatat ada 27.700 cuitan netizen Twitter terkait peringatan Hari Sumpah Pemuda di 28 Oktober 2020.

Tagar #Sumpahpemuda menjadi yang paling banyak dicuitkan ketika memperbincangkan Hari Sumpah Pemuda di tahun ini, sebanyak 2.358 cuitan.

Tagar #BersatuIndonesiaMaju juga turut muncul dalam percakapan warganet di Hari Sumpah Pemuda. Konten percakapan warganet dalam dua tagar ini tak lain berisi ajakan pemersatu, atau saling gotong royong, khususnya di tengah pandemi Covid-19. 

Salah satunya dicuitkan oleh akun resmi Presiden Joko Widodo, yang mengajak pemuda Indonesia memanfaatkan momentum Hari Sumpah Pemuda untuk bersatu melewati masa-masa sulit pandemi ini. Presiden juga mengajak pemuda Indonesia untuk bangkit dan menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

Sementara tagar #BersatuDanBangkit muncul dan dipopulerkan oleh akun Twitter Gubernur DKI Jakarta @Aniesbaswedan, yang juga mengajak masyarakat menjaga soliditas, persatuan, dan gotong royong demi melewati pandemi Covid-19.

Sentimen positif paling dominan ditemukan di linimasa Twitter dalam momentum peringatan ini. Selain narasi berisi seruan menjaga persatuan dan gotong royong di masa pandemi, juga muncul ajakan untuk menjaga semangat dan tekad para pemuda dalam berbagai lini pembangunan Indonesia.

Menariknya kutipan (quotes) dari Presiden Pertama RI Soekarno tentang pemuda yakni “Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” banyak dicuitkan warganet dengan optimisme.

Adapun sentimen negatif muncul dalam kritikan warganet terhadap kebijakan pemerintah yakni Omnibus Law dan tidak adanya kenaikan dalam Upah Minimum 2021. Kedua isu tersebut muncul dalam narasi tagar #PemudaBangkitLawanRezim. Misalkan saja seperti yang dicuitkan penulis dan pemusik Fiersa Besari. Fiersa dalam cuitannya mengatakan, "satu Indonesia, milik bersama, bukan cuma milik tuan dan nyonya yang konon katanya mewakili rakyat, tapi entah rakyat yang mana. Selamat Hari Sumpah Pemuda, kawan-kawan."

Hingga 31 Oktober, cuitan Fiersa Besari itu disukai oleh 44,8 ribu warganet, diretweet oleh 10,6 ribu warganet, serta mendapatkan 259 tanggapan dari warganet.

Sejumlah Artis Siap Bertarung di Pilkada, Siapa Paling Populer?

Masih ingat Sahrul Gunawan? Pemeran Jun dalam sinetron Jin dan Jun pada 19 tahun lalu itu menjadi salah satu artis yang menjajal peruntungan di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Sahrul mendaftar sebagai calon Wakil Bupati Bandung mendampingi Dadang Supriatna. Keduanya didukung empat partai politik (parpol), yakni Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Nasdem.

Berdasarkan pemantauan Indonesia Indicator (I2) pada 1 September-20 Oktober 2020, Sahrul dan Dadang menjadi pasangan terpopuler di media sosial dibandingkan pesohor lainnya, dengan total 1.043 unggahan.

Ekspos pasangan ini juga tinggi di media online, dengan 501 berita, atau hanya sedikit lebih kecil dibandingkan pasangan Kaderismanto-Iyeth Bustami yang menempati urutan pertama dari segi ekspos media online (519 berita).

Iyeth mendampingi Kaderismanto maju di Pilkada Bengkalis. Mereka didukung dua parpol, yakni PDI Perjuangan dan PKB. Meski banyak diberitakan media online, pasangan ini minim dibicarakan di media sosial (257 unggahan).

Selebritas lain yang tenar di media sosial adalah Adly Fairuz (calon Wakil Bupati Karawang) dengan 657 unggahan. Meski demikian, bintang sinetron Cinta Fitri dan Jodoh Wasiat Bapak itu tak banyak dikaver media atau hanya sebanyak 381 berita.

Sejumlah artis lain juga berlaga di Pilkada 2020, yakni Lucky Hakim sebagai calon Wakil Bupati Indramayu yang maju bersama Nina Agustina Bachtiar. Lucky cukup ngetop di media sosial dan media online, masing-masing tercatat 355 unggahan dan 455 berita.

Lalu ada David Chalik (calon Wakil Wali Kota Bukittinggi) yang mendampingi Irwandi. Paslon ini ditulis dalam 153 unggahan di media sosial dan 130 berita di media online.

Kemudian Firman Mutakin yang bertarung sebagai calon Wakil Wali Kota Cilegon mendampingi Ali Mujahidin. Satu-satunya pasangan artis yang maju lewat jalur independen ini ditulis dalam 258 berita dan 124 unggahan di media sosial.

Sementara anak penyanyi dangdut senior A. Rafiq, Fadia A. Rafiq, yang maju di Pilkada Pekalongan, menjadi yang paling minim ekspos, baik di media online (123 berita) maupun di media sosial (48 unggahan). Fadia maju sebagai calon Bupati Pekalongan didampingi Riswandi. Keduanya didukung lima parpol, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), PKS, dan Demokrat.

Potret Kemiskinan di Tengah Pandemi COVID-19

Isu kemiskinan menjadi salah satu santapan media selama pandemi COVID-19.

Menurut laporan Bank Dunia, 150 juta orang jatuh dalam kemiskinan parah pada tahun 2021 sebagai dampak pagebluk. Sekitar delapan dari 10 orang yang jatuh ke dalam kemiskinan parah tahun ini tinggal di negara yang dikategorikan Bank Dunia sebagai negara berpendapatan menengah seperti Brasil, Indonesia, dan Afrika Selatan. 

Di Indonesia, COVID-19 telah mengakibatkan lonjakan jumlah penduduk miskin. Menteri Keuangan Sri Mulyani seperti dikutip Kompas.com, Rabu (6/5) mengatakan seluruh pencapaian penurunan kemiskinan dari 2011 hingga 2020 mengalami reserve (putar balik). Hanya dalam waktu dua bulan, dari Maret hingga awal Mei 2020, angka kemiskinan kembali naik seperti pada tingkat tahun 2011 lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada September 2011 mencapai 29,89 juta orang (12,36%).

Hasil penelusuran Indonesia Indicator (I2), peningkatan angka kemiskinan tersebut menjadi isu yang banyak dikaver media mencapai 18.490 berita (20%) di antara topik kemiskinan di tengah pandemi, dalam kurun waktu 1 Maret–17 Oktober 2020. Tingginya ekspos pemberitaan terjadi saat BPS mengumumkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 26,42 juta orang, meningkat 1,63 juta orang terhadap September 2019 dan meningkat 1,28 juta orang terhadap Maret 2019. Pandemi COVID-19 dinilai menjadi alasan utama peningkatan angka kemiskinan tersebut.

Adapun topik mengenai kemiskinan di tengah pandemi diberitakan mencapai 101.801 berita di media online dalam periode yang sama. 

Selain isu kenaikan angka kemiskinan, media juga menyoroti upaya pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan di era adaptasi kebiasaan baru melalui program bantuan sosial (bansos) sebanyak 37.191 berita (40%). Pemberian bansos tunai, bansos non-tunai, hingga pemberian bantuan bagi UMKM menjadi isu yang banyak mendapat atensi insan pers. 

Sejumlah isu lain yang banyak diberitakan adalah pemutusan hubungan kerja (PHK)/pengangguran (17.822 berita), resesi-krisis ekonomi (6.798 berita), Pemulihan Ekonomi Nasional (3.694 berita), prediksi tingkat kemiskinan Bank Dunia (3.447 berita), pengentasan kemiskinan (2.133 berita), Omnibus Law (1.390 berita), angka kemiskinan ekstrem (961 berita), dan peningkatan utang luar negeri (261 berita). 

Joko Widodo Figur Tervokal

Nama Presiden Joko Widodo menjadi news maker dalam pemberitaan terkait kemiskinan di tengah pandemi. Mantan Wali Kota Solo itu merupakan figur yang paling banyak dimintai keterangan oleh media (20.762 pernyataan). 

Media banyak mengutip Jokowi yang mengingatkan seluruh kementerian/lembaga untuk tidak bergerak sendiri-sendiri dalam membuat program penanggulangan kemiskinan di desa akibat pandemi covid-19.

"Ini saya minta ke semua kementerian jangan membuat program sendiri-sendiri yang lepas-lepas, tidak terintegrasi, tidak terpadu,“ – Jokowi (24/9/2020).

Presiden ke-7 RI itu juga sekaligus menjadi figur yang paling banyak diberitakan media atau top person (12.352 berita).  

Dari total 10 figur top person, 8 di antaranya merupakan figur pejabat pemerintah pusat. Yakni, Menteri Keuangan Sri Mulyani (1.977 berita), Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia (PDTT) Abdul Halim Iskandar (1.345 berita), Wakil Presiden Ma'ruf Amin (1.314 berita), Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy (906 berita), Menteri Sosial Juliari P. Batubara (738 berita), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (682 berita), dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartanto (668 berita). 

Sementara dua lainnya merupakan pejabat pemerintah daerah, yaitu Gubernur Jakarta Anies Baswedan (2.064 berita) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (1.516 berita).

Saling Serang Antar Pendukung Donald Trump dan Joe Biden di Debat Capres AS

Debat perdana Pilpres Amerika Serikat 2020 yang berlangsung pada Selasa 29 September malam waktu setempat di Cleveland, Ohio, berlangsung panas. Penuh dengan interupsi. 

Debat antara Donald Trump dan Joe Biden itu berujung saling sindir antar pendukung di linimasa Twitter. Hal itu terpantau dalam riset yang dilakukan oleh Indonesia Indicator (I2) periode 27 September–3 Oktober 2020. 

Dalam riset tersebut, I2 menemukan setidaknya terdapat 1.073.938 cuitan warganet Twitter sepanjang rentang waktu tersebut. Emosi disgust (jengah) dominan mengisi perbincangan dengan 43.414 cuitan. 

Narasi netizen yang beremosi jengah berisi sindiran dan cacian antar pendukung Trump dan Biden, sementara lainnya menilai jalannya tersebut sungguh kacau, karena penuh dengan interupsi dan saling menyela pembicaraan lawan.

Emosi lain yang terpantau adalah trust (kepercayaan) sebesar 23.467 cuitan yang berisi dukungan dan kepercayaan dari masing-masing pendukung terhadap argumen dari calon Presiden AS yang didukungnya saat debat Pilpres AS. 

I2 juga mendeteksi emosi lainnya, yakni anger (marah) sebesar 23.097 cuitan, anticipation (antisipasi) sebanyak 22.791 cuitan, surprise (terkejut) 20.010 cuitan, fear (takut) 18.608 cuitan, joy (gembira) 9.322 cuitan, dan sadness (sedih) 1.285 cuitan).

Trump-Pence Lebih Banyak Dicuitkan

Berdasarkan penelusuran I2, warganet platform "Burung Biru" sudah "gaduh" pada dua hari sebelum pelaksanaan debat. Puncak perbincangan netizen terjadi di tanggal 30 September atau satu hari pascapelaksanaan debat di tanggal 29 September. 

Isu debat pilpres kembali meningkat di tanggal 2 Oktober, dikaitkan dengan kabar Trump dan istrinya Melania Trump yang positif Covid-19. Banyak netizen menilai Trump kena karmanya, karena kerap menghina lawannya Joe Biden yang sering menggunakan masker saat debat pilpres.

Kabar Trump terpapar Covid-19 ikut mendongkrak jumlah cuitan yang menyebutkan (mention) pasangan incumbent itu hingga mencapai 682.328 cuitan (52%). Jumlah tersebut unggul dari cuitan yang menyebutkan (mention) nama Joe Biden–Kamala Harris, yakni sebesar 643.131 cuitan (48%). 

Meski debat berlangsung sengit, namun kondisi menjadi sedikit lebih adem saat Biden mendoakan agar Trump dan istrinya lekas sembuh. 

"Jill and I send our thoughts to President Trump and First Lady Melania Trump for swift recovery. We will continue to pray for the health and safety of the president and his family," cuit Biden, 2 oktober 2020 lalu yang kemudian diserbu oleh ratusan ribu likes dari netizen.

 

COVID-19 di Tengah Penyelenggaraan Pilkada Serentak

Jumlah bakal pasangan calon (bapaslon) Pilkada Serentak 2020 yang terpapar COVID-19 semakin bertambah. 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, saat Rapat Kerja dengan Komisi II DPR, Kamis (10/9) mengonfirmasi 60 calon dinyatakan positif COVID-19. Seperti dikutip CNN Indonesia, data tersebut didapat dari hasil tes swab bapaslon di 32 provinsi. Namun bapaslon positif COVID-19 ditemukan di 21 provinsi.

Di sisi lain, virus corona tipe 2 yang menyebabkan COVID-19 itu juga telah memapar sejumlah penyelenggara pilkada, termasuk Ketua KPU Arief Budiman dan Komisioner KPU Pramono Ubaid.

Data itu memicu polemik terkait penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 di tengah meluasnya pandemi COVID-19. Sejumlah pihak mengkhawatirkan munculnya klaster COVID-19. 

Indonesia Indicator (I2) kemudian menelusuri pemberitaan media online di Indonesia yang mengaver topik klaster COVID-19 Pilkada. Hasilnya, sebanyak 35.933 berita tertangkap membahas masalah tersebut selama periode 17 Agustus–17 September 2020. 

Isu penerapan protokol kesehatan pun menjadi sorotan media dalam satu bulan terakhir dengan jumlah pemberitaan mencapai 23.348 berita, sekaligus menjadi isu utama terkait topik klaster COVID-19 Pilkada. 

Dalam isu penerapan protokol kesehatan, media banyak meliput terkait Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin yang meminta agar penyelengara pemilu memiliki konsep pemungutan suara dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat. KPU juga dinilai wajib menindak tegas para paslon yang melaksanakan kegiatan tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Narasi wacana penundaan pilkada juga muncul dalam pemberitaan media (2.126 berita). Salah satunya disuarakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang menyatakan penundaan pemilihan kepala daerah dimungkinkan secara peraturan. Selain itu, secara persyaratan juga memenuhi karena kasus positif Coronavirus terus meningkat.

Isu lain yang tak luput dari perhatian media adalah petugas atau peserta pilkada yang terpapar COVID-19 (5.396 berita), pendaftaran calon kepala daerah (2.482 berita), serta polemik kampanye konser musik (849 berita). 

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menjadi tokoh yang paling vokal dan banyak dimintai pendapatnya oleh media terkait penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi COVID-19 alias top influencer (4.350 pernyataan). Mantan Wali Kota Solo itu juga menjadi figur yang paling banyak diberitakan (2.412 berita). 

Beberapa isu dikaitkan dengan Presiden Jokowi seperti kepastian penyelenggaraan pilkada, penerapan protokol kesehatan dalam pilkada, hingga pencalonan putra dan menantu Jokowi dalam Pilkada Solo dan Medan. 

Selain Jokowi, terdapat tiga figur internal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam jajaran 10 besar top influencer di media online. Ketiga figur tersebut yakni Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (4.720 pernyataan), Pejabat Kemendagri Bahtiar (2.487 pernyataan), dan Dirjen Otda Kemendagri Akmal Malik (1.343 pernyataan).

Pernyataan Mendagri Tito Karnavian yang disoroti di antaranya tentang peringatan kepada calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan akan disekolahkan kembali di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) jika menang pilkada, namun melanggar aturan protokol kesehatan. 

"Kami ingatkan kalau ada dalam catatan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) tiga kali pelanggaran atau lebih dan kontestan itu terpilih, maka presiden dapat memerintahkan Mendagri untuk menunda pelantikan selama enam bulan dan mereka disekolahkan dulu," tutur Mendagri Tito Karnavian (8/9/2020). 

Sejumlah figur lain yang menjadi top influencer adalah Ketua KPU Arief Budiman (4.209 pernyataan), Menko Polhukam Mahfud MD (2.675 pernyataan), Menko Perekonomian Airlangga Hartanto (1.774 pernyataan), Ketua MPR Bambang Soesatyo (1.512 pernyataan), Menteri BUMN Erick Thohir (1.437 pernyataan), serta Anggota Bawaslu Fritz Edwar Siregaar (1.380 pernyataan).

Pandemi Koyak Biduk Rumah Tangga

Pandemi coronavirus baru (COVID-19) yang terjadi sejak awal 2020 memiliki dampak berganda (multiplier effect). Selain menguji daya tahan kesehatan masyarakat dan pendidikan, pagebluk turut mengguncang sektor ekonomi sehingga memengaruhi “imunitas finansial” level terkecil, rumah tangga. Imbasnya, biduk rumah tangga koyak dan angka perceraian meningkat.

Fakta ini selaras dengan catatan Direktorat Jenderal Badan Pengadilan Agama Mahkamah Agung (Ditjen Badilag MA). Saat awal penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)–yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II-2020 kontraksi minus 5,32% pada April-Mei, angka perceraian masih di bawah 20.000 kasus. Kemudian melonjak menjadi 57.000 kasus pada Juni-Juli.

Gugatan cerai dominan terjadi di Pulau Jawa–wilayah dengan angka kasus Covid-19 tertinggi dan terdampak terbesar pandemi. Tingginya angka perceraian pada medio tahun ini disinyalir karena Pengadilan Agama sempat berhenti beroperasi sementara saat PSBB, yang memaksa pengetatan aktivitas di luar rumah. Sementara itu, merujuk data Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), sekitar 6 juta pekerja terdampak pandemi. Mereka terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) ataupun dirumahkan, sehingga pendapatan berkurang drastis hingga hilang.

Dengan begitu, pandemi memperkuat tren peningkatan angka perceraian dalam beberapa tahun terakhir. Perinciannya, berdasarkan data MA, 394.246 kasus (2015), 401.717 kasus (2016), 415.510 kasus (2018), 480.618 kasus (2019), dan 306.688 kasus (per Agustus 22020). Angka tersebut, menurut Kementerian Agama, rerata mencapai seperempat dari 2 juta pernikahan dalam setahun.

Fenomena ini pun mendapat sorotan dari media daring (online). Berdasarkan pengamatan Indonesia Indicator (I2), terdapat 35.495 artikel tentang perceraian yang diberitakan 1.538 portal di Indonesia sepanjang Januari-Agustus. Berita perceraian didominasi kelompok media Kompas Gramedia, yakni Tribunnews.com, sekaligus menjadi media daring paling gencar memberitakan perceraian dengan 1.661 artikel. Kemudian Grid.id (1.113 artikel), Bangka Pos (613 artikel), Warta Kota (574 artikel), dan Kompas.com (489 artikel). Ini tak lepas dari jaringan yang tersebar senusantara dan acapkali artikel di satu media dimuat ulang di sindikasinya.

Media lain yang juga banyak memberitakan terkait topik perceraian adalah Suara.com (704 artikel), Detik.com (651 artikel), Okezone.com (578 artikel), Kumparan.com (390 artikel), dan Galamedia (315 artikel).

Pemberitaan tentang perceraian nyaris tersebar di seluruh wilayah–terbanyak di bagian barat, khususnya Pulau Jawa dan Sumatera. Tertinggi di DKI Jakarta dengan 2.441 artikel, disusul Jawa Barat 1.994 artikel, Jawa Timur 896 artikel, Bali 695 artikel, Jawa Tengah dan Sumatera Utara masing-masing 439 artikel, Sulawesi Selatan 349 artikel, Jambi 269 artikel, Aceh 255 artikel, dan Nusa Tenggara Barat 203 artikel.

Frekuensi pemberitaan mengenai perceraian tergolong besar pada awal 2020, utamanya jelang pandemi di Indonesia pada Januari-Februari. Intensitasnya merosot seiring pemerintah memberlakukan PSBB, sehingga media cenderung menyoroti berbagai upaya penanganan wabah. Namun, ekspos berita perceraian kembali melonjak signifikan pada Juni hingga Agustus lantaran dampak pandemi kian dalam. Pun terpengaruh penyetopan sementara layanan Pengadilan Agama yang berdampak terhadap merosotnya gugatan cerai pada April-Mei.

 

 

 

 

Harap-harap Cemas Wacana Sepeda Masuk Tol

Wacana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan memanfaatkan tol dalam kota untuk sepeda road bike menuai beragam reaksi dari warganet Twitter. 

Rencana penerapan kebijakan sepeda masuk tol muncul saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan permohonan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) untuk menggunakan satu jalur tol dalam kota khususunya Kebon Nanas-Tanjung Priok guna jalur sepeda road bike. Satu ruas tol tersebut memiliki panjang sekitar 10 kilometer (km) hingga 12 km.

Salah satu netizen Twitter dengan akun @JuveBadutEropa mengatakan kebijakan ini hanya menguntungkan bagi warga dengan kelas sosial menengah ke atas. Pasalnya, harga sepeda jenis road bike bisa selangit dan hanya terjangkau bagi warga berkantong tebal. 

"Wacana sepeda masuk jalan tol khusus sepeda road bike itu sama kayak wacana moge masuk jalan tol. Sepeda jenis road bike, kalau merek impor harganya bisa setara moge. Ujung-ujungnya adalah soal kelas sosial," cuitnya pada 28 Agustus 2020. 

Pendapat berbeda dicuitkan oleh David Usman dengan akun Twitter @dapitnih. David yang mencuit pada 31 Agustus 2020 itu memuji langkah Anies dan membandingkannya dengan jalur sepeda yang menghubungkan antara Kota Daejeon dan Sejong di Kota Sejong, Korea Selatan. 

"Keren kalo TOL di Indonesia ada jalur sepeda kayak gini. Mungkin ide Anies ya begini, kita aja yg bayangin campur mobil di Tol," cuit David.

Menolak dan Khawatir  

Hasil tarikan data Indonesia Indicator (I2) pada periode 25 Agustus hingga 8 September 2020, menunjukkan terdapat 3.928 cuitan netizen di media sosial Twitter yang membahas wacana sepeda masuk tol. Dalam rentang waktu itu, I2 menangkap emosi disgust (jengah) dan anticipation (harapan) paling sering muncul.

Emosi disgust (24%) banyak datang dari komentar tegas netizen yang menolak wacana sepeda masuk tol. Selain karena faktor keselamatan bagi pesepeda, penolakan juga terjadi karena wacana itu dinilai tidak bersifat mendesak (urgent), serta masih banyak warga yang belum tertib ketika bersepeda.

Sementara emosi anticipation (24%), muncul dari cuitan netizen yang merasa khawatir dan cemas dengan keselamatan pesepeda jika gowes di jalan tol. Mengingat jalan tol diperuntukkan bagi kendaraan yang berkecepatan tinggi atau bebas hambatan. 

Emosi lain yang juga cukup besar adalah trust (kepercayaan) sebesar 22%. Emosi ini banyak datang dari kicauan netizen yang mendukung ide mantan Menteri Pendidikan itu, meski dengan catatan implementasi wacana tersebut harus dipikirkan secara matang agar tidak membahayakan pesepeda.

I2 juga menangkap emosi lainnya, yakni surprise (terkejut) sebesar 22%, anger (marah) sebesar (7%), joy (gembira) sebesar 4%, serta fear (takut) dan sadness (sedih) masing-masing sebesar 1%.

Sementara itu, berdasarkan pantauan demografi netizen diketahui bahwa pria lebih dominan memperbincangkan wacana sepeda masuk tol (74%), sedangkan wanita hanya sebesar 26%. Dari segi rentang umur, kelompok umur milenial (26-35 tahun) menjadi netizen yang paling banyak mencuitkan isu ini dengan 40%, disusul kemudian oleh kelompok umur 18-25 tahun atau generasi Z sebesar 36%. 

Untuk sentimen dalam cuitan netizen, lebih banyak bernada netral (40%) yang meminta Pemprov DKI lebih memikirkan implementasinya secara matang, jika kebijakan ini dilaksanakan. Sedangkan sentimen negatif (31%), datang dari netizen yang tegas menolak karena kebijakan ini dianggap membahayakan keselamatan pengguna jalan. Serta, sentimen positif (29%), yang berisi cuitan dukungan atas program ini karena dinilai dapat mengurangi polusi, serta mengikuti beberapa negara maju seperti Jerman dan Belanda yang juga memiliki tol khusus sepeda.

Gugatan RCTI terkait UU Penyiaran Kejutkan Netizen Twitter

"Fight me and an entire esports, gaming, and streamer scenes," cuit musisi sekaligus YouTuber Reza Oktovian atau yang lebih dikenal sebagai Reza Arab, Kamis (27/8/2020).

Cuitan Reza tersebut mengomentari unggahan pemberitaan portal media Suara.com soal permohonan uji materi Pasal 1 angka 2 Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran) yang dilakukan raksasa industri televisi Indonesia, RCTI dan iNews TV ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Pemberitaan berjudul “Jika Gugatan RCTI Dikabulkan, Publik Tak Bisa Tampil Live di Media Sosial” yang diunggah pada tanggal yang sama itu juga mendapatkan respons dari beberapa influencer lainnya seperti aktor Ernest Prakasa. 

"JRENG JRENG!" cuit Ernest, Kamis (27/8/2020) yang kemudian diserbu netizen dengan 8.000 likes, 2.200 retweet, dan 764 komentar. 

Tweet yang diunggah Reza dan Ernest itu kemudian mendorong meningkatnya perbincangan netizen mengenai isu gugatan RCTI dan iNews.

Indonesia Indicator (I2) menemukan terdapat 7.666 cuitan netizen yang membahas topik tersebut pada periode 26 Agustus–2 September 2020. Gugatan yang dilayangkan oleh media milik taipan Harry Tanoesoedibjo tersebut mengejutkan warga platform "Burung Biru". Hal itu terlihat dari sebagian besar unggahan warganet yang menunjukkan emosi terkejut (surprise) hingga mencapai 2.186 tweet. 

Dalam kicauannnya, netizen mulai membayangkan jika gugatan tersebut dikabulkan MK. Yaitu, mulai dari tidak bisa live di akun media sosial hingga ancaman masuk penjara jika ketahuan melakukan live di media sosial.

Emosi lain yang juga tertangkap adalah harapan (anticipation) sebesar 172 cuitan. Emosi ini muncul dari netizen yang berharap agar RCTI dan Inews mencabut gugatannya, serta lebih memperbaiki dan memberikan inovasi terhadap program televisinya agar netizen kembali berminat menonton TV.

Lalu, emosi percaya (trust) sebanyak 115 cuitan, emosi menjijikkan (disgusting) mencapai 97 cuitan, bahagia (joy) mencapai 47 cuitan, dan marah (anger) sebanyak 32 cuitan. 

Berdasarkan sebaran demografi netizen, terpantau topik ini banyak disoroti oleh kaum pria dengan persentase 70% dibandingkan kaum perempuan dengan 30%. Dari segi rentang umur, generasi Z yang berusia 18-25 tahun cukup dominan (44%) membahas isu ini, bersamaan dengan generasi milenial yang juga menyoroti isu ini dengan 37%. Kelompok umur keduanya menjadi yang paling aktif menolak gugatan, mengingat kelompok umur tersebut merupakan yang teraktif bermedia sosial.

Dari segi sentimen, wacana gugatan UU Penyiaran banyak diperbincangkan secara negatif oleh netizen sebesar 78%. Sentimen negatif diisi oleh kicauan netizen yang menolak keras gugatan tersebut.

Sementara sentimen positif hanya 12% dan sentimen netral 10%. Sentimen terlihat muncul dari dukungan atas sikap pemerintah atau Kementerian Komunikasi dan Informatika yang meminta MK menolak gugatan RCTI.

Duka Netizen atas Gugurnya 100 Dokter Covid-19

Gugurnya 100 dokter dalam memerangi Covid-19 menyita perhatian warganet. Mereka meluapkan ragam emosi di linimasa Twitter. Ekspresi prihatin, sedih, hingga belasungkawa diungkapkan netizen atas kabar wafatnya ratusan dokter yang dilansir Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Memasuki enam bulan penanganan Covid-19, angka pasien di Indonesia memang belum melandai. Bahkan angka ini semakin meningkat, mencapai 174.796 kasus per 31 Agustus 2020. Tingginya angka tersebut didongkrak oleh pertumbuhan kasus harian positif Covid-19 yang mencapai 2.743 orang. Sementara jumlah pasien sembuh di tanggal yang sama sebanyak 1.774 orang.

Tingginya angka penderita Covid-19 masih menjadi 'pekerjaan rumah' berat, khususnya bagi tenaga kesehatan. Mereka berjibaku menangani pasien Covid-19 dengan risiko terinfeksi virus cukup tinggi, bahkan hingga merenggut nyawa.

IDI mencatat, sejak laporan kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020, sudah genap 100 dokter yang gugur melawan virus SARS-CoV-2 pada Sabtu (30/8/2020). Pahlawan kesehatan itu tersebar di Jawa, Sulawesi, Bali, Sumatera, Kalimantan, Kepulauan Riau, hingga Papua.

Letupan emosi warganet dalam merespons wafatnya para dokter tersebut terekam dalam riset media sosial Indonesia Indicator (I2), periode 30 Agustus hingga 01 September 2020. 

I2 mencatat sebanyak 3.293 cuitan netizen merespons gugurnya 100 dokter. Perbincangan ini menyedot simpati generasi milenial (rentang usia 26 hingga 35 tahun) sebesar 41%. Sedangkan Generasi Z (rentang usia 18 hingga 25) sebesar 39%. 

Lalu, mereka yang berusia di atas 35 tahun sebanyak 15%, dan di bawah usia 18 tahun hanya 5%.

Dari seluruh cuitan tersebut, sentimen negatif paling dominan, sebesar 87%. Netizen meluapkan ragam emosi, mulai bernada sedih, prihatin, kecewa, hingga marah terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum mampu mengendalikan penyebaran Covid-19 secara maksimal. 

Ahmad Arif misalnya, melalui akun Twitter @aik_arif, terlacak paling awal menyebarkan kabar meninggalnya 100 dokter di media sosial Twitter. 

“Dan ini genap dokter yg ke-100, gugur karena Covid-19,” kicaunya pada 30 Agustus 2020.

Dia berharap korban ke-100 merupakan dokter terakhir yang meninggal akibat virus corona, meski dengan nada pesimistis. 

Senada dengan Ahmad Arif, kabar meninggalnya 100 dokter juga ditanggapi oleh Andi Khomeini Takdir, dokter yang juga influencer melalui akun Twitternya @dr_koko28.

Dalam cuitannya, Andi meminta pemerintah agar memiliki contingency-plan dalam penanganan Covid-19. Hal ini untuk mencegah lebih banyak lagi pelayan kesehatan yang tumbang. Andi mencuit agar sistem kesehatan jangan sampai kolaps, di tengah banyaknya tenaga medis yang berguguran.

"Negara kita sudah kehilangan 100 dokter terkait Covid19. Belum kehitung yang sakit dan yang dirumahkan," cuitnya pada 31 Agustus.

Sementara sentimen positif berada di angka 12%. Disusul sentimen netral sebanyak 1%. Cuitan netizen dalam hal ini berisi dukungan kepada pemerintah, sebagaimana diekspresikan pemilik akun Twitter @akma_K.

"Pak Menteri @KemenkesRI bisa gunakan seluruh tenaga militer @tni-ad @TNIAU @_TNIAL yang disiplin sebagai nakes," cuitnya pada 30 Agustus.

Aksi Nyentrik Warganet yang Viral Sepanjang 2020

Media sosial (medsos) menjadi sarana baru bagi masyarakat dalam menyampaikan pendapatnya mengenai hal tertentu, dari yang serius, bersifat privasi, hingga kelakar, dalam beberapa tahun terakhir. 

Saat konten yang disebarluaskan mendapat atensi netizen, potensi untuk viral kian membesar. Pemilik akun tersebut juga bakal mendapatkan benefit, seperti dikomentari, disukai, diperbincangkan, diunggah ulang oleh akun lain dari platform berbeda, hingga keuntungan materi.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2020, Indonesia Indicator (I2) menghimpun lima konten jenaka yang diunggah warganet Indonesia dan viral di medsos. Pertama, aksi parodi balapan MotoGP dengan kearifan lokal yang diunggah akun Twitter @adalah_ilham pada 20 Januari 2020.

Konten ini telah membukukan 22.900-an retweet dan 26.000-an like. Akun resmi penyelenggara MotoGP pun dibuat terhibur karenanya hingga mengundang komentar.

"What a start! We think a few of our riders could give you some tips!" kicau @MotoGP, 22 Januari. Twit ini pun mendulang 1.100-an retweet dan 1.900-an likes.

Konten viral berikutnya diproduksi akun Instagram @dedeomat, 30 Januari. Dirinya mengedit dan mengaransemen musik video Risa, siswi SMP yang berbicara dalam bahasa Sunda–sebelumnya diunggah akun Twitter @nadivuck pada 26 Februari dengan keterangan, "Culametan met met". Unggahan akun dedeomat tersebut telah ditonton 1,535 jutaan netizen hingga 28 Agustus. 

Lalu, ada aksi kocak seorang bocah laki-laki bermain TikTok secara manual alias membuat konten video dengan memanfaatkan kamera pengawas (CCTV) di jalan, bukan melalui aplikasi di ponsel. 

Aksi bocah ini menggelitik, ia memainkan ekspresi wajahnya dan diiringi lagu “Bagaikan Langit” yang dipopulerkan grup musik Potret. Video yang diunggah akun Twitter @drugsfaxx itu direspons 1.000-an komentar, 38.700-an retweet, dan 44.200-an like warganet. Video ini juga viral di TikTok.

Selanjutnya, aksi unik warga Desa Kepuh, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang menjaga portal dengan menjadi pocong-pocongan agar anak-anak tidak keluar rumah dan disiplin beraktivitas di rumah saat pandemi Covid-19. Aksi ini pun sempat viral di Instagram dan Twitter. Langkah kreatif tersebut juga banyak dibagikan di grup WhatsApp. Lantaran menarik perhatian, media Korea Selatan, SBS.co.kr, memberitakannya.

Yang terakhir adalah #LathiChallange. Ini bermula saat beauty vlogger asal Indonesia, Jharna Bhagwani, mengunggah kreasi riasan wajahnya di platform Instagram, 18 Mei. Aksinya banyak menuai pujian dari berbagai kalangan hingga diikuti sejumlah netizen di berbagai platform media sosial. Hingga kini, video tersebut telah disaksikan lebih dari 17 juta warganet.

AKB vs New Normal, Mana yang Lebih Populer?

Pemerintah resmi mengubah istilah “new normal” menjadi "adaptasi kebiasaan baru" (AKB) pada 10 Juni 2020, karena dianggap memiliki diksi yang kurang tepat. 

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden ( KSP ) Brian Sriphastuti, seperti dikutip Kompas.com mengatakan istilah new normal sulit dipahami masyarakat karena menggunakan bahasa asing. New normal seharusnya dimaknai sebagai adaptasi perilaku dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun. Namun, masyarakat hanya fokus pada situasi "normal", sementara saat ini COVID-19 masih belum sepenuhnya hilang di lingkungan sekitar. Sedangkan AKB menekankan masyarakat kembali berkegiatan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Penggunaan istilah new normal sempat viral dan menjadi perdebatan di media sosial. Bagaimana dengan AKB?

Indonesia Indicator (I2) menangkap terdapat total sebanyak 33.971 kicauan netizen Twitter membahas tentang penerapan AKB pada periode 10 Juni hingga 10 Agustus 2020. Dari jumlah itu, sentimen positif cukup mendominasi sebesar 61%, jauh mengungguli sentimen netral 25% dan sentimen negatif sebanyak 14%. Sentimen positif warganet berisi ajakan untuk menerapkan AKB, sebagaimana tercermin dalam cuitan pemilik akun Twitter @donyahmadmunir.

"Pemerintah sudah dan terus melakukan sosialisasi dan edukasi dalam penerapan AKB," tulis @donyahmadmunir pada 8 Agustus 2020.

Dipopulerkan Kang Emil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil menjadi salah satu sosok yang turut memopulerkan AKB untuk menggantikan istilah lama new normal atau normal baru. Misal, cuitannya soal penggunaan istilah AKB yang diinisiasi Jabar sebagai narasi pengganti new normal

“Diinisiasi Jawa Barat, hari ini Pemerintah Pusat menggunakan istilah adaptasi kebiasaan baru (akb) sebagai narasi pengganti new normal. Hasil kajian, kata normal apapun imbuhannya masih dipahami sebagai kembali ke situasi sebelum covid. Mari beradaptasi dgn hati-hati dan bertahap," tulis @ridwankamil pada 10 Juni 2020.

Cuitan orang nomor satu di Jabar ini kemudian banyak dicuplik media sekaligus menjadikannya sebagai figur yang paling banyak dikutip media pada periode yang sama (9.810 pernyataan). 

Lulusan University of California, Berkeley itu juga menjadi media darling dan diberitakan sebanyak 2.133 berita. Pemberitaan Kang Emil di media online dikaitkan perannya dalam memastikan penerapan AKB di wilayahnya. 

Raihan Kang Emil sebagai figur tervokal jauh mengungguli Presiden Joko Widodo yang pernyataannya hanya dikutip sebanyak 5.156 kali. Hasil pemantauan data I2, Jokowi diberitakan sebanyak 2.319 berita, utamanya terkait isu penanganan COVID-19, penerapan protokol kesehatan, hingga program pemulihan ekonomi nasional. 

Nama-nama lain yang pernyataannya banyak dikutip media adalah eks Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (4.241 pernyataan), disusul Reisa Broto Asmoro (3.895 pernyataan), Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution (2.816 pernyataan), Menhub Budi Karya Sumadi (1.767 pernyataan), Wali Kota Bandung Oded M Danial (1.528 pernyataan), Jubir Kementerian Perhubungan Adita Irawati (1.353 pernyataan), Sekda Prov Jabar Setiawan Wangsaatmaja (1.352 pernyataan), dan Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum sebanyak (1.346 pernyataan).

New Normal Lebih Banyak Digunakan

Di media mainstream, istilah new normal ternyata masih kerap digunakan sepanjang periode dua bulan terakhir. Catatan ini dihimpun dari 1.779 portal media online yang memberitakan mengenai AKB.

Pada periode tersebut, perusahaan intelijen media I2 mendapati pemberitaan yang menggunakan istilah new normal jauh mengungguli istilah AKB. New normal diberitakan media online sebanyak 115.967, sedangkan AKB hanya diberitakan sebanyak 35.645.

Meski demikian, pemberitaan AKB tersebar di hampir seluruh media daring di Indonesia. Dalam dua bulan terakhir, Republika tercatat paling aktif memberitakan penerapan AKB sebanyak 879 berita. Kemudian, kantor berita Indonesia, Antara memberitakan sebanyak 543 berita.

Media-media milik jaringan Grup Kompas Gramedia juga terpantau ramai memberitakan, misalnya Kompas (433 berita) dan Tribun News (380 berita). Sementara media lainnya adalah Sindo News (479 berita), Liputan 6 (411 berita), Detik (408 berita), Tribun News (380 berita), Binis Indonesia (363 berita), Pikiran Rakyat (356 berita), dan Kumparan (314 berita).

Sebaran berita AKB yang diangkat media online tersebut merata di berbagai wilayah Indonesia. Meski secara sebaran luas, terkonsentrasi di lima daerah atau provinsi yaitu Pulau Jawa, meliputi DKI Jakarta sebanyak 5.520 berita, Jabar 3.906, Jatim 1.005, Jateng 768, dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 711 berita.

Riuh Kicauan Netizen Soal Kontroversi Anji dan Jerinx

Topik terkait COVID-19 menjadi perhatian besar di tahun ini, pandemi ini pun melahirkan berbagai kontoversi. Kali ini, dua sosok musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dan I Gede Ari Astina atau Jerinx SID bikin heboh dengan pernyataan mereka tentang COVID-19. 

Anji sempat ramai setelah melakukan wawancara dengan seseorang yang mengaku peneliti mikrobiologi, Hadi Pranoto di kanal Youtube-nya Dunia Manji. Di sana, Hadi mengklaim telah menemukan obat “penyembuh dan pencegah” COVID-19. Obatnya diklaim telah mengobati 250.000 pasien COVID-19--padahal jumlah pasien terkonfirmasi positif di Indonesia saat ini masih di bawah itu. Belakangan video itu diturunkan oleh Youtube karena melanggar ketentuan komunitas.

Mantan vokalis grup band Drive itu juga sempat mencuit bahwa “COVID-19 tidak semengerikan apa yang diberitakan media".

Sebelas duabelas dengan Anji, Jerinx, penggebuk drum Superman Is Dead (SID) sering mencuitkan terkait konspirasi COVID-19. Dua pesohor yang sama-sama orang musik itu terpaksa berurusan dengan hukum karena dilaporkan ke polisi atas dugaan menyiarkan berita bohong melalui media digital.

Topik kontroversi Anji dan Jerink menyedot perhatian publik di media sosial. Berdasarkan data Indonesia Indicator (I2) sepanjang periode 27 Juni hingga 26 Juli 2020, kontroversi Anji dan Jerinx diperbincangkan sebesar 37.016 kicauan. 

Dari pemantauan I2, sebagian besar percakapan bersentimen negatif mencapai 47%. Sedangkan sentimen netral dan positif masing-masing 28% dan 25%. 

Generasi Z, usia 18 hingga 25 tahun menjadi yang paling gaduh mencuitkan topik ini (47%) yang diikuti oleh kelompok usia di bawah 18 tahun (41%). Sementara, warganet Twitter berjenis kelamin laki-laki lebih banyak berkicau (60%), dibandingkan dengan perempuan (40%).

Panasnya Resesi Ekonomi: 22.261 Cuitan Netizen di Twitter

Pada siang yang terik hari Selasa (4/8), warga Twitter gaduh. Tepatnya tagar #MenujuJurangResesi bergema di linimasa dan nangkring menjadi trending topic Indonesia. 

Beberapa netizen mencuitkan kekhawatirannya kalau Indonesia berada di ambang resesi menjelang pengumuman angka pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (5/8). Sementara lainnya mencuitkan terkait sejumlah negara dari benua Eropa, Amerika, hingga ASEAN yang telah terjebak dalam resesi.

Dilansir dari CNBCIndonesia.com, beberapa negara yang telah mengonfirmasi resesi adalah Filipina, Uni Eropa, Amerika Serikat, Hong Kong, Korea Selatan, dan Singapura. 

Resesi sendiri diartikan sebagai menurunnya aktivitas ekonomi dengan ditandai minusnya produk domestik bruto (PDB) selama dua kuartal berturut-turut atau lebih. Indonesia, baru mencatatkan kontraksi ekonomi pada kuartal II-2020 sebesar 5,32%. Sementara pada kuartal I-2020 sebelumnya, ekonomi Indonesia masih positif 2,97%.

Penelusuran Big Data Indonesia Indicator (I2) mengungkap perbincangan terkait resesi ekonomi di Indonesia mencapai 22.261 cuitan dalam satu pekan terakhir sepanjang kurun waktu 1-7 Agustus 2020. Selain #MenujuJurangResesi yang dicuitkan sebanyak 540 cuitan, tagar lain yang turut populer disertakan dalam setiap cuitan netizen ketika membicarakan mengenai resesi ekonomi di Indonesia adalah #CekalCovidSaveNKRI (229 cuitan), #ResesiMeroket (220 cuitan), #Resesi (63 cuitan), dan #MinLimaKomaTigaDuaPersen (62 cuitan).

Secara sebaran demografi, mayoritas pengguna platform "Burung Biru" yang mencuitkan resesi ekonomi di Indonesia adalah pria (68%), sedangkan wanita (32%). Dari segi rentang umur, kelompok generasi Z (18-25 tahun) dan generasi milenial (26–35 tahun) menjadi kelompok umur yang paling perhatian dengan isu resesi ekonomi, masing-masing mencapai 38%. Lainnya, kelompok usia di atas 35 tahun (19%) dan di bawah 18 tahun (5%).

Perbincangan mengenai resesi ekonomi dominan oleh akun organik (human) sebanyak 93% dibandingkan akun robot yang hanya memiliki porsi 7% dari total percakapan.

Sri Mulyani, Rujukan Media Online

Jumlah berita resesi ekonomi juga cukup besar. I2 menangkap terdapat 2.033 berita media online dan 335 portal media online membahas resesi ekonomi di Indonesia pada periode yang sama. 

Hampir semua media daring memberitakan resesi ekonomi di Indonesia dan didominasi oleh media-media berbasis ekonomi dan bisnis, seperti CNBC Indonesia (157 berita) dan Bisnis Indonesia (55 berita). Kelompok media MNC Group juga memberitakan, melalui Sindo News (51 berita) dan Okezone (51 berita). 

Demikian juga dengan media milik Kelompok Kompas Gramedia Group (KKG) yang juga mengulas terkait resesi, contohnya Kontan (43 berita) dan Kompas (35 berita).  

Sebanyak 1.289 berita membahas isu kontraksi pertumbuhan ekonomi. Media mainstream paling banyak memberitakan rilis BPS yang mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,32%. Pertumbuhan ekonomi yang negatif ini merupakan pertama kalinya sejak periode 1998 atau ketika Indonesia mengalami krisis finansial Asia.

Media online juga memberitakan realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN (258 berita), fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (168 berita), program Bantuan Langsung Tunai (BLT) pekerja (127 berita), dan fluktuasi nilai tukar rupiah (116 berita).

I2 juga menelusuri tokoh-tokoh yang menjadi rujukan media sepanjang pekan pertama Agustus 2020. Nama Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi narasumber utama media dalam pembahasan situasi resesi yang akan dihadapi Indonesia. (647 pernyataan). 

Dalam pernyataannya, Menkeu membantah bahwa Indonesia mengalami resesi. 

"Sebetulnya kalau dilihat dari tahun ke tahun belum resesi karena baru pertama kali mengalami kontraksi. Jadi dalam hal ini, kuartal II-2020 baru pertama kali kontraksi. Ini menjadi pemicu agar pada kuartal III dan IV tidak negatif dan terhindar dari zona negatif," ujar Sri Mulyani pada 5 Agustus 2020. 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga menjadi figur yang paling banyak diberitakan di media online atau top person (297 berita). Sri Mulyani diberitakan dalam berita tentang kontraksi pertumbuhan ekonomi, program BLT Pekerja, dan realisasi program PEN.

Nama lain yang juga menjadi top influencer adalah Direktur Riset CORE Piter Abdullah (412 pernyataan), Menko Perekonomian Airlangga Hartanto (355 pernyataan), Peneliti Indef Bhima Yudhistira (269 pernyataan), Presiden Joko Widodo (264 pernyataan), Kepala BPS Suhariyanto (233 pernyataan), dan Tim Komite PEN Raden Pardede (213 pernyataan).

Kemudian, Pengusaha Sandiaga Uno (210 pernyataan), Peneliti Indef Didik J Rachbini (202 pernyataan), serta Direktur Indef tauhid Ahmad (201 pernyataan).

 

 

 

 

Gowes dan Upaya Tetap Sehat di Tengah Pandemi

"Mengayuh sepeda di akhir pekan, di area seputar Istana Bogor, lumayan membuat tubuh berkeringat. Dengan berolahraga, badan lebih sehat, imunitas tubuh pun menjadi lebih baik. Selamat berakhir pekan," demikian cuitan Presiden Joko Widodo, Sabtu (25/7) pekan lalu.

Cuitan itu sontak diserbu warganet Twitter. Hingga kini, tweet tersebut telah mendapatkan 6.600 likes, 540 retweet, dan 352 komentar. 

Gowes menjadi salah satu cara Presiden Jokowi untuk tetap bisa berolahraga di tengah pandemi Covid-19. Tak hanya Jokowi, bersepeda juga menjadi salah satu jenis olahraga pilihan favorit warga.

Pandemi Covid-19 menunjukkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Sepeda kembali terasa manfaatnya saat pandemi melanda dunia seperti sekarang ini. Selain menjaga kebugaran tubuh, bersepeda juga menjaga kualitas udara. 

Analisa Big Data Indonesia Indicator (I2) tertuju pada tren bersepeda di tengah masyarakat. Periode pemantauan satu bulan terakhir pada kurun waktu 27 Juni hingga 26 Juli 2020, terdapat 51.826 cuitan warganet yang membicarakan mengenai sepeda.

Warganet platform "Burung Biru" terekam banyak mencuitkan terkait aktivitas saat bersepeda (12.832 cuitan). Netizen kerap mengunggah gambar atau video ketika sedang bersepeda. Tidak sedikit juga netizen yang mengunggah catatan jarak tempuh hingga kecepatan mereka dalam bersepeda. 

Besarnya minat netizen untuk bersepeda juga diiringi oleh besarnya perbincangan mengenai jual-beli sepeda di Twitter (5.187 cuita).  Selain itu, tren harga sepeda mahal turut dicuitkan netizen (2.615 cuitan). Mahalnya harga beberapa jenis sepeda membuat sebagian netizen terkejut. Salah satunya adalah sepeda lipat merek Brompton yang mematok harga hingga puluhan juta rupiah.

Isu lain yang juga menjadi perbincangan warga Twitter adalah soal ketertiban bersepeda atau anjuran tertib bersepeda (1.095 cuitan). 

Sementara itu, wacana pemungutan pajak sepeda menjadi perbincangan utama netizen (18.267 cuitan). Wacana ini mengerucut pada pro dan kontra antara yang mendukung pemungutan pajak, dengan yang tidak setuju adanya pemungutan pajak bagi sepeda. 

Isu tersebut ramai setelah salah satu media nasional mengunggah berita berjudul "Pajak Sepeda Bakal Dipungut, Kemenhub Buka Wacana Pesepeda Bayar Pajak," pada Senin (29/6). Informasi itu kemudian dibantah oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

DKI Jakarta Paling Cerewet 

Berdasarkan penelusuran I2, obrolan mengenai sepeda didominasi oleh pria dengan persentase 66%, sedangkan oleh perempuan sebesar 34%. Sementara, dari segi rentang umur, perbincangan mengenai sepeda banyak diminati oleh kelompok umur 18-25 tahun dan 26-35 tahun.

Perbincangan mengenai sepeda tersebar di Indonesia meski masih terpusat di Pulau Jawa, dengan konsentrasi cuitan terbesar berasal dari DKI Jakarta (2.389 akun). Kemudian diikuti oleh Jawa Barat (579 akun), Jawa Timur (426 akun), dan Jawa Tengah (345 akun).

Daerah lain yang juga ramai mencuitkan tren bersepeda adalah Kalimantan Timur (121 akun), Bali (114 akun), Kalimantan Selatan (113 akun), Sulawesi Selatan (82 akun), Kepulauan Riau (79 akun), serta Sumatera Utara (73 akun).

 

 

 

Loading...
Loading...