Sejumlah Artis Siap Bertarung di Pilkada, Siapa Paling Populer?

Masih ingat Sahrul Gunawan? Pemeran Jun dalam sinetron Jin dan Jun pada 19 tahun lalu itu menjadi salah satu artis yang menjajal peruntungan di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Sahrul mendaftar sebagai calon Wakil Bupati Bandung mendampingi Dadang Supriatna. Keduanya didukung empat partai politik (parpol), yakni Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Nasdem.

Berdasarkan pemantauan Indonesia Indicator (I2) pada 1 September-20 Oktober 2020, Sahrul dan Dadang menjadi pasangan terpopuler di media sosial dibandingkan pesohor lainnya, dengan total 1.043 unggahan.

Ekspos pasangan ini juga tinggi di media online, dengan 501 berita, atau hanya sedikit lebih kecil dibandingkan pasangan Kaderismanto-Iyeth Bustami yang menempati urutan pertama dari segi ekspos media online (519 berita).

Iyeth mendampingi Kaderismanto maju di Pilkada Bengkalis. Mereka didukung dua parpol, yakni PDI Perjuangan dan PKB. Meski banyak diberitakan media online, pasangan ini minim dibicarakan di media sosial (257 unggahan).

Selebritas lain yang tenar di media sosial adalah Adly Fairuz (calon Wakil Bupati Karawang) dengan 657 unggahan. Meski demikian, bintang sinetron Cinta Fitri dan Jodoh Wasiat Bapak itu tak banyak dikaver media atau hanya sebanyak 381 berita.

Sejumlah artis lain juga berlaga di Pilkada 2020, yakni Lucky Hakim sebagai calon Wakil Bupati Indramayu yang maju bersama Nina Agustina Bachtiar. Lucky cukup ngetop di media sosial dan media online, masing-masing tercatat 355 unggahan dan 455 berita.

Lalu ada David Chalik (calon Wakil Wali Kota Bukittinggi) yang mendampingi Irwandi. Paslon ini ditulis dalam 153 unggahan di media sosial dan 130 berita di media online.

Kemudian Firman Mutakin yang bertarung sebagai calon Wakil Wali Kota Cilegon mendampingi Ali Mujahidin. Satu-satunya pasangan artis yang maju lewat jalur independen ini ditulis dalam 258 berita dan 124 unggahan di media sosial.

Sementara anak penyanyi dangdut senior A. Rafiq, Fadia A. Rafiq, yang maju di Pilkada Pekalongan, menjadi yang paling minim ekspos, baik di media online (123 berita) maupun di media sosial (48 unggahan). Fadia maju sebagai calon Bupati Pekalongan didampingi Riswandi. Keduanya didukung lima parpol, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), PKS, dan Demokrat.


Potret Kemiskinan di Tengah Pandemi COVID-19

Isu kemiskinan menjadi salah satu santapan media selama pandemi COVID-19.

Menurut laporan Bank Dunia, 150 juta orang jatuh dalam kemiskinan parah pada tahun 2021 sebagai dampak pagebluk. Sekitar delapan dari 10 orang yang jatuh ke dalam kemiskinan parah tahun ini tinggal di negara yang dikategorikan Bank Dunia sebagai negara berpendapatan menengah seperti Brasil, Indonesia, dan Afrika Selatan. 

Di Indonesia, COVID-19 telah mengakibatkan lonjakan jumlah penduduk miskin. Menteri Keuangan Sri Mulyani seperti dikutip Kompas.com, Rabu (6/5) mengatakan seluruh pencapaian penurunan kemiskinan dari 2011 hingga 2020 mengalami reserve (putar balik). Hanya dalam waktu dua bulan, dari Maret hingga awal Mei 2020, angka kemiskinan kembali naik seperti pada tingkat tahun 2011 lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada September 2011 mencapai 29,89 juta orang (12,36%).

Hasil penelusuran Indonesia Indicator (I2), peningkatan angka kemiskinan tersebut menjadi isu yang banyak dikaver media mencapai 18.490 berita (20%) di antara topik kemiskinan di tengah pandemi, dalam kurun waktu 1 Maret–17 Oktober 2020. Tingginya ekspos pemberitaan terjadi saat BPS mengumumkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 26,42 juta orang, meningkat 1,63 juta orang terhadap September 2019 dan meningkat 1,28 juta orang terhadap Maret 2019. Pandemi COVID-19 dinilai menjadi alasan utama peningkatan angka kemiskinan tersebut.

Adapun topik mengenai kemiskinan di tengah pandemi diberitakan mencapai 101.801 berita di media online dalam periode yang sama. 

Selain isu kenaikan angka kemiskinan, media juga menyoroti upaya pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan di era adaptasi kebiasaan baru melalui program bantuan sosial (bansos) sebanyak 37.191 berita (40%). Pemberian bansos tunai, bansos non-tunai, hingga pemberian bantuan bagi UMKM menjadi isu yang banyak mendapat atensi insan pers. 

Sejumlah isu lain yang banyak diberitakan adalah pemutusan hubungan kerja (PHK)/pengangguran (17.822 berita), resesi-krisis ekonomi (6.798 berita), Pemulihan Ekonomi Nasional (3.694 berita), prediksi tingkat kemiskinan Bank Dunia (3.447 berita), pengentasan kemiskinan (2.133 berita), Omnibus Law (1.390 berita), angka kemiskinan ekstrem (961 berita), dan peningkatan utang luar negeri (261 berita). 

Joko Widodo Figur Tervokal

Nama Presiden Joko Widodo menjadi news maker dalam pemberitaan terkait kemiskinan di tengah pandemi. Mantan Wali Kota Solo itu merupakan figur yang paling banyak dimintai keterangan oleh media (20.762 pernyataan). 

Media banyak mengutip Jokowi yang mengingatkan seluruh kementerian/lembaga untuk tidak bergerak sendiri-sendiri dalam membuat program penanggulangan kemiskinan di desa akibat pandemi covid-19.

"Ini saya minta ke semua kementerian jangan membuat program sendiri-sendiri yang lepas-lepas, tidak terintegrasi, tidak terpadu,“ – Jokowi (24/9/2020).

Presiden ke-7 RI itu juga sekaligus menjadi figur yang paling banyak diberitakan media atau top person (12.352 berita).  

Dari total 10 figur top person, 8 di antaranya merupakan figur pejabat pemerintah pusat. Yakni, Menteri Keuangan Sri Mulyani (1.977 berita), Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia (PDTT) Abdul Halim Iskandar (1.345 berita), Wakil Presiden Ma'ruf Amin (1.314 berita), Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy (906 berita), Menteri Sosial Juliari P. Batubara (738 berita), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (682 berita), dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartanto (668 berita). 

Sementara dua lainnya merupakan pejabat pemerintah daerah, yaitu Gubernur Jakarta Anies Baswedan (2.064 berita) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (1.516 berita).

Saling Serang Antar Pendukung Donald Trump dan Joe Biden di Debat Capres AS

Debat perdana Pilpres Amerika Serikat 2020 yang berlangsung pada Selasa 29 September malam waktu setempat di Cleveland, Ohio, berlangsung panas. Penuh dengan interupsi. 

Debat antara Donald Trump dan Joe Biden itu berujung saling sindir antar pendukung di linimasa Twitter. Hal itu terpantau dalam riset yang dilakukan oleh Indonesia Indicator (I2) periode 27 September–3 Oktober 2020. 

Dalam riset tersebut, I2 menemukan setidaknya terdapat 1.073.938 cuitan warganet Twitter sepanjang rentang waktu tersebut. Emosi disgust (jengah) dominan mengisi perbincangan dengan 43.414 cuitan. 

Narasi netizen yang beremosi jengah berisi sindiran dan cacian antar pendukung Trump dan Biden, sementara lainnya menilai jalannya tersebut sungguh kacau, karena penuh dengan interupsi dan saling menyela pembicaraan lawan.

Emosi lain yang terpantau adalah trust (kepercayaan) sebesar 23.467 cuitan yang berisi dukungan dan kepercayaan dari masing-masing pendukung terhadap argumen dari calon Presiden AS yang didukungnya saat debat Pilpres AS. 

I2 juga mendeteksi emosi lainnya, yakni anger (marah) sebesar 23.097 cuitan, anticipation (antisipasi) sebanyak 22.791 cuitan, surprise (terkejut) 20.010 cuitan, fear (takut) 18.608 cuitan, joy (gembira) 9.322 cuitan, dan sadness (sedih) 1.285 cuitan).

Trump-Pence Lebih Banyak Dicuitkan

Berdasarkan penelusuran I2, warganet platform "Burung Biru" sudah "gaduh" pada dua hari sebelum pelaksanaan debat. Puncak perbincangan netizen terjadi di tanggal 30 September atau satu hari pascapelaksanaan debat di tanggal 29 September. 

Isu debat pilpres kembali meningkat di tanggal 2 Oktober, dikaitkan dengan kabar Trump dan istrinya Melania Trump yang positif Covid-19. Banyak netizen menilai Trump kena karmanya, karena kerap menghina lawannya Joe Biden yang sering menggunakan masker saat debat pilpres.

Kabar Trump terpapar Covid-19 ikut mendongkrak jumlah cuitan yang menyebutkan (mention) pasangan incumbent itu hingga mencapai 682.328 cuitan (52%). Jumlah tersebut unggul dari cuitan yang menyebutkan (mention) nama Joe Biden–Kamala Harris, yakni sebesar 643.131 cuitan (48%). 

Meski debat berlangsung sengit, namun kondisi menjadi sedikit lebih adem saat Biden mendoakan agar Trump dan istrinya lekas sembuh. 

"Jill and I send our thoughts to President Trump and First Lady Melania Trump for swift recovery. We will continue to pray for the health and safety of the president and his family," cuit Biden, 2 oktober 2020 lalu yang kemudian diserbu oleh ratusan ribu likes dari netizen.

 

COVID-19 di Tengah Penyelenggaraan Pilkada Serentak

Jumlah bakal pasangan calon (bapaslon) Pilkada Serentak 2020 yang terpapar COVID-19 semakin bertambah. 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, saat Rapat Kerja dengan Komisi II DPR, Kamis (10/9) mengonfirmasi 60 calon dinyatakan positif COVID-19. Seperti dikutip CNN Indonesia, data tersebut didapat dari hasil tes swab bapaslon di 32 provinsi. Namun bapaslon positif COVID-19 ditemukan di 21 provinsi.

Di sisi lain, virus corona tipe 2 yang menyebabkan COVID-19 itu juga telah memapar sejumlah penyelenggara pilkada, termasuk Ketua KPU Arief Budiman dan Komisioner KPU Pramono Ubaid.

Data itu memicu polemik terkait penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 di tengah meluasnya pandemi COVID-19. Sejumlah pihak mengkhawatirkan munculnya klaster COVID-19. 

Indonesia Indicator (I2) kemudian menelusuri pemberitaan media online di Indonesia yang mengaver topik klaster COVID-19 Pilkada. Hasilnya, sebanyak 35.933 berita tertangkap membahas masalah tersebut selama periode 17 Agustus–17 September 2020. 

Isu penerapan protokol kesehatan pun menjadi sorotan media dalam satu bulan terakhir dengan jumlah pemberitaan mencapai 23.348 berita, sekaligus menjadi isu utama terkait topik klaster COVID-19 Pilkada. 

Dalam isu penerapan protokol kesehatan, media banyak meliput terkait Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin yang meminta agar penyelengara pemilu memiliki konsep pemungutan suara dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat. KPU juga dinilai wajib menindak tegas para paslon yang melaksanakan kegiatan tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Narasi wacana penundaan pilkada juga muncul dalam pemberitaan media (2.126 berita). Salah satunya disuarakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang menyatakan penundaan pemilihan kepala daerah dimungkinkan secara peraturan. Selain itu, secara persyaratan juga memenuhi karena kasus positif Coronavirus terus meningkat.

Isu lain yang tak luput dari perhatian media adalah petugas atau peserta pilkada yang terpapar COVID-19 (5.396 berita), pendaftaran calon kepala daerah (2.482 berita), serta polemik kampanye konser musik (849 berita). 

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menjadi tokoh yang paling vokal dan banyak dimintai pendapatnya oleh media terkait penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi COVID-19 alias top influencer (4.350 pernyataan). Mantan Wali Kota Solo itu juga menjadi figur yang paling banyak diberitakan (2.412 berita). 

Beberapa isu dikaitkan dengan Presiden Jokowi seperti kepastian penyelenggaraan pilkada, penerapan protokol kesehatan dalam pilkada, hingga pencalonan putra dan menantu Jokowi dalam Pilkada Solo dan Medan. 

Selain Jokowi, terdapat tiga figur internal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam jajaran 10 besar top influencer di media online. Ketiga figur tersebut yakni Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (4.720 pernyataan), Pejabat Kemendagri Bahtiar (2.487 pernyataan), dan Dirjen Otda Kemendagri Akmal Malik (1.343 pernyataan).

Pernyataan Mendagri Tito Karnavian yang disoroti di antaranya tentang peringatan kepada calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan akan disekolahkan kembali di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) jika menang pilkada, namun melanggar aturan protokol kesehatan. 

"Kami ingatkan kalau ada dalam catatan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) tiga kali pelanggaran atau lebih dan kontestan itu terpilih, maka presiden dapat memerintahkan Mendagri untuk menunda pelantikan selama enam bulan dan mereka disekolahkan dulu," tutur Mendagri Tito Karnavian (8/9/2020). 

Sejumlah figur lain yang menjadi top influencer adalah Ketua KPU Arief Budiman (4.209 pernyataan), Menko Polhukam Mahfud MD (2.675 pernyataan), Menko Perekonomian Airlangga Hartanto (1.774 pernyataan), Ketua MPR Bambang Soesatyo (1.512 pernyataan), Menteri BUMN Erick Thohir (1.437 pernyataan), serta Anggota Bawaslu Fritz Edwar Siregaar (1.380 pernyataan).

Pandemi Koyak Biduk Rumah Tangga

Pandemi coronavirus baru (COVID-19) yang terjadi sejak awal 2020 memiliki dampak berganda (multiplier effect). Selain menguji daya tahan kesehatan masyarakat dan pendidikan, pagebluk turut mengguncang sektor ekonomi sehingga memengaruhi “imunitas finansial” level terkecil, rumah tangga. Imbasnya, biduk rumah tangga koyak dan angka perceraian meningkat.

Fakta ini selaras dengan catatan Direktorat Jenderal Badan Pengadilan Agama Mahkamah Agung (Ditjen Badilag MA). Saat awal penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)–yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II-2020 kontraksi minus 5,32% pada April-Mei, angka perceraian masih di bawah 20.000 kasus. Kemudian melonjak menjadi 57.000 kasus pada Juni-Juli.

Gugatan cerai dominan terjadi di Pulau Jawa–wilayah dengan angka kasus Covid-19 tertinggi dan terdampak terbesar pandemi. Tingginya angka perceraian pada medio tahun ini disinyalir karena Pengadilan Agama sempat berhenti beroperasi sementara saat PSBB, yang memaksa pengetatan aktivitas di luar rumah. Sementara itu, merujuk data Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), sekitar 6 juta pekerja terdampak pandemi. Mereka terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) ataupun dirumahkan, sehingga pendapatan berkurang drastis hingga hilang.

Dengan begitu, pandemi memperkuat tren peningkatan angka perceraian dalam beberapa tahun terakhir. Perinciannya, berdasarkan data MA, 394.246 kasus (2015), 401.717 kasus (2016), 415.510 kasus (2018), 480.618 kasus (2019), dan 306.688 kasus (per Agustus 22020). Angka tersebut, menurut Kementerian Agama, rerata mencapai seperempat dari 2 juta pernikahan dalam setahun.

Fenomena ini pun mendapat sorotan dari media daring (online). Berdasarkan pengamatan Indonesia Indicator (I2), terdapat 35.495 artikel tentang perceraian yang diberitakan 1.538 portal di Indonesia sepanjang Januari-Agustus. Berita perceraian didominasi kelompok media Kompas Gramedia, yakni Tribunnews.com, sekaligus menjadi media daring paling gencar memberitakan perceraian dengan 1.661 artikel. Kemudian Grid.id (1.113 artikel), Bangka Pos (613 artikel), Warta Kota (574 artikel), dan Kompas.com (489 artikel). Ini tak lepas dari jaringan yang tersebar senusantara dan acapkali artikel di satu media dimuat ulang di sindikasinya.

Media lain yang juga banyak memberitakan terkait topik perceraian adalah Suara.com (704 artikel), Detik.com (651 artikel), Okezone.com (578 artikel), Kumparan.com (390 artikel), dan Galamedia (315 artikel).

Pemberitaan tentang perceraian nyaris tersebar di seluruh wilayah–terbanyak di bagian barat, khususnya Pulau Jawa dan Sumatera. Tertinggi di DKI Jakarta dengan 2.441 artikel, disusul Jawa Barat 1.994 artikel, Jawa Timur 896 artikel, Bali 695 artikel, Jawa Tengah dan Sumatera Utara masing-masing 439 artikel, Sulawesi Selatan 349 artikel, Jambi 269 artikel, Aceh 255 artikel, dan Nusa Tenggara Barat 203 artikel.

Frekuensi pemberitaan mengenai perceraian tergolong besar pada awal 2020, utamanya jelang pandemi di Indonesia pada Januari-Februari. Intensitasnya merosot seiring pemerintah memberlakukan PSBB, sehingga media cenderung menyoroti berbagai upaya penanganan wabah. Namun, ekspos berita perceraian kembali melonjak signifikan pada Juni hingga Agustus lantaran dampak pandemi kian dalam. Pun terpengaruh penyetopan sementara layanan Pengadilan Agama yang berdampak terhadap merosotnya gugatan cerai pada April-Mei.

 

 

 

 

Harap-harap Cemas Wacana Sepeda Masuk Tol

Wacana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan memanfaatkan tol dalam kota untuk sepeda road bike menuai beragam reaksi dari warganet Twitter. 

Rencana penerapan kebijakan sepeda masuk tol muncul saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan permohonan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) untuk menggunakan satu jalur tol dalam kota khususunya Kebon Nanas-Tanjung Priok guna jalur sepeda road bike. Satu ruas tol tersebut memiliki panjang sekitar 10 kilometer (km) hingga 12 km.

Salah satu netizen Twitter dengan akun @JuveBadutEropa mengatakan kebijakan ini hanya menguntungkan bagi warga dengan kelas sosial menengah ke atas. Pasalnya, harga sepeda jenis road bike bisa selangit dan hanya terjangkau bagi warga berkantong tebal. 

"Wacana sepeda masuk jalan tol khusus sepeda road bike itu sama kayak wacana moge masuk jalan tol. Sepeda jenis road bike, kalau merek impor harganya bisa setara moge. Ujung-ujungnya adalah soal kelas sosial," cuitnya pada 28 Agustus 2020. 

Pendapat berbeda dicuitkan oleh David Usman dengan akun Twitter @dapitnih. David yang mencuit pada 31 Agustus 2020 itu memuji langkah Anies dan membandingkannya dengan jalur sepeda yang menghubungkan antara Kota Daejeon dan Sejong di Kota Sejong, Korea Selatan. 

"Keren kalo TOL di Indonesia ada jalur sepeda kayak gini. Mungkin ide Anies ya begini, kita aja yg bayangin campur mobil di Tol," cuit David.

Menolak dan Khawatir  

Hasil tarikan data Indonesia Indicator (I2) pada periode 25 Agustus hingga 8 September 2020, menunjukkan terdapat 3.928 cuitan netizen di media sosial Twitter yang membahas wacana sepeda masuk tol. Dalam rentang waktu itu, I2 menangkap emosi disgust (jengah) dan anticipation (harapan) paling sering muncul.

Emosi disgust (24%) banyak datang dari komentar tegas netizen yang menolak wacana sepeda masuk tol. Selain karena faktor keselamatan bagi pesepeda, penolakan juga terjadi karena wacana itu dinilai tidak bersifat mendesak (urgent), serta masih banyak warga yang belum tertib ketika bersepeda.

Sementara emosi anticipation (24%), muncul dari cuitan netizen yang merasa khawatir dan cemas dengan keselamatan pesepeda jika gowes di jalan tol. Mengingat jalan tol diperuntukkan bagi kendaraan yang berkecepatan tinggi atau bebas hambatan. 

Emosi lain yang juga cukup besar adalah trust (kepercayaan) sebesar 22%. Emosi ini banyak datang dari kicauan netizen yang mendukung ide mantan Menteri Pendidikan itu, meski dengan catatan implementasi wacana tersebut harus dipikirkan secara matang agar tidak membahayakan pesepeda.

I2 juga menangkap emosi lainnya, yakni surprise (terkejut) sebesar 22%, anger (marah) sebesar (7%), joy (gembira) sebesar 4%, serta fear (takut) dan sadness (sedih) masing-masing sebesar 1%.

Sementara itu, berdasarkan pantauan demografi netizen diketahui bahwa pria lebih dominan memperbincangkan wacana sepeda masuk tol (74%), sedangkan wanita hanya sebesar 26%. Dari segi rentang umur, kelompok umur milenial (26-35 tahun) menjadi netizen yang paling banyak mencuitkan isu ini dengan 40%, disusul kemudian oleh kelompok umur 18-25 tahun atau generasi Z sebesar 36%. 

Untuk sentimen dalam cuitan netizen, lebih banyak bernada netral (40%) yang meminta Pemprov DKI lebih memikirkan implementasinya secara matang, jika kebijakan ini dilaksanakan. Sedangkan sentimen negatif (31%), datang dari netizen yang tegas menolak karena kebijakan ini dianggap membahayakan keselamatan pengguna jalan. Serta, sentimen positif (29%), yang berisi cuitan dukungan atas program ini karena dinilai dapat mengurangi polusi, serta mengikuti beberapa negara maju seperti Jerman dan Belanda yang juga memiliki tol khusus sepeda.

Gugatan RCTI terkait UU Penyiaran Kejutkan Netizen Twitter

"Fight me and an entire esports, gaming, and streamer scenes," cuit musisi sekaligus YouTuber Reza Oktovian atau yang lebih dikenal sebagai Reza Arab, Kamis (27/8/2020).

Cuitan Reza tersebut mengomentari unggahan pemberitaan portal media Suara.com soal permohonan uji materi Pasal 1 angka 2 Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran) yang dilakukan raksasa industri televisi Indonesia, RCTI dan iNews TV ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Pemberitaan berjudul “Jika Gugatan RCTI Dikabulkan, Publik Tak Bisa Tampil Live di Media Sosial” yang diunggah pada tanggal yang sama itu juga mendapatkan respons dari beberapa influencer lainnya seperti aktor Ernest Prakasa. 

"JRENG JRENG!" cuit Ernest, Kamis (27/8/2020) yang kemudian diserbu netizen dengan 8.000 likes, 2.200 retweet, dan 764 komentar. 

Tweet yang diunggah Reza dan Ernest itu kemudian mendorong meningkatnya perbincangan netizen mengenai isu gugatan RCTI dan iNews.

Indonesia Indicator (I2) menemukan terdapat 7.666 cuitan netizen yang membahas topik tersebut pada periode 26 Agustus–2 September 2020. Gugatan yang dilayangkan oleh media milik taipan Harry Tanoesoedibjo tersebut mengejutkan warga platform "Burung Biru". Hal itu terlihat dari sebagian besar unggahan warganet yang menunjukkan emosi terkejut (surprise) hingga mencapai 2.186 tweet. 

Dalam kicauannnya, netizen mulai membayangkan jika gugatan tersebut dikabulkan MK. Yaitu, mulai dari tidak bisa live di akun media sosial hingga ancaman masuk penjara jika ketahuan melakukan live di media sosial.

Emosi lain yang juga tertangkap adalah harapan (anticipation) sebesar 172 cuitan. Emosi ini muncul dari netizen yang berharap agar RCTI dan Inews mencabut gugatannya, serta lebih memperbaiki dan memberikan inovasi terhadap program televisinya agar netizen kembali berminat menonton TV.

Lalu, emosi percaya (trust) sebanyak 115 cuitan, emosi menjijikkan (disgusting) mencapai 97 cuitan, bahagia (joy) mencapai 47 cuitan, dan marah (anger) sebanyak 32 cuitan. 

Berdasarkan sebaran demografi netizen, terpantau topik ini banyak disoroti oleh kaum pria dengan persentase 70% dibandingkan kaum perempuan dengan 30%. Dari segi rentang umur, generasi Z yang berusia 18-25 tahun cukup dominan (44%) membahas isu ini, bersamaan dengan generasi milenial yang juga menyoroti isu ini dengan 37%. Kelompok umur keduanya menjadi yang paling aktif menolak gugatan, mengingat kelompok umur tersebut merupakan yang teraktif bermedia sosial.

Dari segi sentimen, wacana gugatan UU Penyiaran banyak diperbincangkan secara negatif oleh netizen sebesar 78%. Sentimen negatif diisi oleh kicauan netizen yang menolak keras gugatan tersebut.

Sementara sentimen positif hanya 12% dan sentimen netral 10%. Sentimen terlihat muncul dari dukungan atas sikap pemerintah atau Kementerian Komunikasi dan Informatika yang meminta MK menolak gugatan RCTI.

Duka Netizen atas Gugurnya 100 Dokter Covid-19

Gugurnya 100 dokter dalam memerangi Covid-19 menyita perhatian warganet. Mereka meluapkan ragam emosi di linimasa Twitter. Ekspresi prihatin, sedih, hingga belasungkawa diungkapkan netizen atas kabar wafatnya ratusan dokter yang dilansir Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Memasuki enam bulan penanganan Covid-19, angka pasien di Indonesia memang belum melandai. Bahkan angka ini semakin meningkat, mencapai 174.796 kasus per 31 Agustus 2020. Tingginya angka tersebut didongkrak oleh pertumbuhan kasus harian positif Covid-19 yang mencapai 2.743 orang. Sementara jumlah pasien sembuh di tanggal yang sama sebanyak 1.774 orang.

Tingginya angka penderita Covid-19 masih menjadi 'pekerjaan rumah' berat, khususnya bagi tenaga kesehatan. Mereka berjibaku menangani pasien Covid-19 dengan risiko terinfeksi virus cukup tinggi, bahkan hingga merenggut nyawa.

IDI mencatat, sejak laporan kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020, sudah genap 100 dokter yang gugur melawan virus SARS-CoV-2 pada Sabtu (30/8/2020). Pahlawan kesehatan itu tersebar di Jawa, Sulawesi, Bali, Sumatera, Kalimantan, Kepulauan Riau, hingga Papua.

Letupan emosi warganet dalam merespons wafatnya para dokter tersebut terekam dalam riset media sosial Indonesia Indicator (I2), periode 30 Agustus hingga 01 September 2020. 

I2 mencatat sebanyak 3.293 cuitan netizen merespons gugurnya 100 dokter. Perbincangan ini menyedot simpati generasi milenial (rentang usia 26 hingga 35 tahun) sebesar 41%. Sedangkan Generasi Z (rentang usia 18 hingga 25) sebesar 39%. 

Lalu, mereka yang berusia di atas 35 tahun sebanyak 15%, dan di bawah usia 18 tahun hanya 5%.

Dari seluruh cuitan tersebut, sentimen negatif paling dominan, sebesar 87%. Netizen meluapkan ragam emosi, mulai bernada sedih, prihatin, kecewa, hingga marah terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum mampu mengendalikan penyebaran Covid-19 secara maksimal. 

Ahmad Arif misalnya, melalui akun Twitter @aik_arif, terlacak paling awal menyebarkan kabar meninggalnya 100 dokter di media sosial Twitter. 

“Dan ini genap dokter yg ke-100, gugur karena Covid-19,” kicaunya pada 30 Agustus 2020.

Dia berharap korban ke-100 merupakan dokter terakhir yang meninggal akibat virus corona, meski dengan nada pesimistis. 

Senada dengan Ahmad Arif, kabar meninggalnya 100 dokter juga ditanggapi oleh Andi Khomeini Takdir, dokter yang juga influencer melalui akun Twitternya @dr_koko28.

Dalam cuitannya, Andi meminta pemerintah agar memiliki contingency-plan dalam penanganan Covid-19. Hal ini untuk mencegah lebih banyak lagi pelayan kesehatan yang tumbang. Andi mencuit agar sistem kesehatan jangan sampai kolaps, di tengah banyaknya tenaga medis yang berguguran.

"Negara kita sudah kehilangan 100 dokter terkait Covid19. Belum kehitung yang sakit dan yang dirumahkan," cuitnya pada 31 Agustus.

Sementara sentimen positif berada di angka 12%. Disusul sentimen netral sebanyak 1%. Cuitan netizen dalam hal ini berisi dukungan kepada pemerintah, sebagaimana diekspresikan pemilik akun Twitter @akma_K.

"Pak Menteri @KemenkesRI bisa gunakan seluruh tenaga militer @tni-ad @TNIAU @_TNIAL yang disiplin sebagai nakes," cuitnya pada 30 Agustus.

Aksi Nyentrik Warganet yang Viral Sepanjang 2020

Media sosial (medsos) menjadi sarana baru bagi masyarakat dalam menyampaikan pendapatnya mengenai hal tertentu, dari yang serius, bersifat privasi, hingga kelakar, dalam beberapa tahun terakhir. 

Saat konten yang disebarluaskan mendapat atensi netizen, potensi untuk viral kian membesar. Pemilik akun tersebut juga bakal mendapatkan benefit, seperti dikomentari, disukai, diperbincangkan, diunggah ulang oleh akun lain dari platform berbeda, hingga keuntungan materi.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2020, Indonesia Indicator (I2) menghimpun lima konten jenaka yang diunggah warganet Indonesia dan viral di medsos. Pertama, aksi parodi balapan MotoGP dengan kearifan lokal yang diunggah akun Twitter @adalah_ilham pada 20 Januari 2020.

Konten ini telah membukukan 22.900-an retweet dan 26.000-an like. Akun resmi penyelenggara MotoGP pun dibuat terhibur karenanya hingga mengundang komentar.

"What a start! We think a few of our riders could give you some tips!" kicau @MotoGP, 22 Januari. Twit ini pun mendulang 1.100-an retweet dan 1.900-an likes.

Konten viral berikutnya diproduksi akun Instagram @dedeomat, 30 Januari. Dirinya mengedit dan mengaransemen musik video Risa, siswi SMP yang berbicara dalam bahasa Sunda–sebelumnya diunggah akun Twitter @nadivuck pada 26 Februari dengan keterangan, "Culametan met met". Unggahan akun dedeomat tersebut telah ditonton 1,535 jutaan netizen hingga 28 Agustus. 

Lalu, ada aksi kocak seorang bocah laki-laki bermain TikTok secara manual alias membuat konten video dengan memanfaatkan kamera pengawas (CCTV) di jalan, bukan melalui aplikasi di ponsel. 

Aksi bocah ini menggelitik, ia memainkan ekspresi wajahnya dan diiringi lagu “Bagaikan Langit” yang dipopulerkan grup musik Potret. Video yang diunggah akun Twitter @drugsfaxx itu direspons 1.000-an komentar, 38.700-an retweet, dan 44.200-an like warganet. Video ini juga viral di TikTok.

Selanjutnya, aksi unik warga Desa Kepuh, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang menjaga portal dengan menjadi pocong-pocongan agar anak-anak tidak keluar rumah dan disiplin beraktivitas di rumah saat pandemi Covid-19. Aksi ini pun sempat viral di Instagram dan Twitter. Langkah kreatif tersebut juga banyak dibagikan di grup WhatsApp. Lantaran menarik perhatian, media Korea Selatan, SBS.co.kr, memberitakannya.

Yang terakhir adalah #LathiChallange. Ini bermula saat beauty vlogger asal Indonesia, Jharna Bhagwani, mengunggah kreasi riasan wajahnya di platform Instagram, 18 Mei. Aksinya banyak menuai pujian dari berbagai kalangan hingga diikuti sejumlah netizen di berbagai platform media sosial. Hingga kini, video tersebut telah disaksikan lebih dari 17 juta warganet.

AKB vs New Normal, Mana yang Lebih Populer?

Pemerintah resmi mengubah istilah “new normal” menjadi "adaptasi kebiasaan baru" (AKB) pada 10 Juni 2020, karena dianggap memiliki diksi yang kurang tepat. 

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden ( KSP ) Brian Sriphastuti, seperti dikutip Kompas.com mengatakan istilah new normal sulit dipahami masyarakat karena menggunakan bahasa asing. New normal seharusnya dimaknai sebagai adaptasi perilaku dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun. Namun, masyarakat hanya fokus pada situasi "normal", sementara saat ini COVID-19 masih belum sepenuhnya hilang di lingkungan sekitar. Sedangkan AKB menekankan masyarakat kembali berkegiatan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Penggunaan istilah new normal sempat viral dan menjadi perdebatan di media sosial. Bagaimana dengan AKB?

Indonesia Indicator (I2) menangkap terdapat total sebanyak 33.971 kicauan netizen Twitter membahas tentang penerapan AKB pada periode 10 Juni hingga 10 Agustus 2020. Dari jumlah itu, sentimen positif cukup mendominasi sebesar 61%, jauh mengungguli sentimen netral 25% dan sentimen negatif sebanyak 14%. Sentimen positif warganet berisi ajakan untuk menerapkan AKB, sebagaimana tercermin dalam cuitan pemilik akun Twitter @donyahmadmunir.

"Pemerintah sudah dan terus melakukan sosialisasi dan edukasi dalam penerapan AKB," tulis @donyahmadmunir pada 8 Agustus 2020.

Dipopulerkan Kang Emil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil menjadi salah satu sosok yang turut memopulerkan AKB untuk menggantikan istilah lama new normal atau normal baru. Misal, cuitannya soal penggunaan istilah AKB yang diinisiasi Jabar sebagai narasi pengganti new normal

“Diinisiasi Jawa Barat, hari ini Pemerintah Pusat menggunakan istilah adaptasi kebiasaan baru (akb) sebagai narasi pengganti new normal. Hasil kajian, kata normal apapun imbuhannya masih dipahami sebagai kembali ke situasi sebelum covid. Mari beradaptasi dgn hati-hati dan bertahap," tulis @ridwankamil pada 10 Juni 2020.

Cuitan orang nomor satu di Jabar ini kemudian banyak dicuplik media sekaligus menjadikannya sebagai figur yang paling banyak dikutip media pada periode yang sama (9.810 pernyataan). 

Lulusan University of California, Berkeley itu juga menjadi media darling dan diberitakan sebanyak 2.133 berita. Pemberitaan Kang Emil di media online dikaitkan perannya dalam memastikan penerapan AKB di wilayahnya. 

Raihan Kang Emil sebagai figur tervokal jauh mengungguli Presiden Joko Widodo yang pernyataannya hanya dikutip sebanyak 5.156 kali. Hasil pemantauan data I2, Jokowi diberitakan sebanyak 2.319 berita, utamanya terkait isu penanganan COVID-19, penerapan protokol kesehatan, hingga program pemulihan ekonomi nasional. 

Nama-nama lain yang pernyataannya banyak dikutip media adalah eks Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (4.241 pernyataan), disusul Reisa Broto Asmoro (3.895 pernyataan), Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution (2.816 pernyataan), Menhub Budi Karya Sumadi (1.767 pernyataan), Wali Kota Bandung Oded M Danial (1.528 pernyataan), Jubir Kementerian Perhubungan Adita Irawati (1.353 pernyataan), Sekda Prov Jabar Setiawan Wangsaatmaja (1.352 pernyataan), dan Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum sebanyak (1.346 pernyataan).

New Normal Lebih Banyak Digunakan

Di media mainstream, istilah new normal ternyata masih kerap digunakan sepanjang periode dua bulan terakhir. Catatan ini dihimpun dari 1.779 portal media online yang memberitakan mengenai AKB.

Pada periode tersebut, perusahaan intelijen media I2 mendapati pemberitaan yang menggunakan istilah new normal jauh mengungguli istilah AKB. New normal diberitakan media online sebanyak 115.967, sedangkan AKB hanya diberitakan sebanyak 35.645.

Meski demikian, pemberitaan AKB tersebar di hampir seluruh media daring di Indonesia. Dalam dua bulan terakhir, Republika tercatat paling aktif memberitakan penerapan AKB sebanyak 879 berita. Kemudian, kantor berita Indonesia, Antara memberitakan sebanyak 543 berita.

Media-media milik jaringan Grup Kompas Gramedia juga terpantau ramai memberitakan, misalnya Kompas (433 berita) dan Tribun News (380 berita). Sementara media lainnya adalah Sindo News (479 berita), Liputan 6 (411 berita), Detik (408 berita), Tribun News (380 berita), Binis Indonesia (363 berita), Pikiran Rakyat (356 berita), dan Kumparan (314 berita).

Sebaran berita AKB yang diangkat media online tersebut merata di berbagai wilayah Indonesia. Meski secara sebaran luas, terkonsentrasi di lima daerah atau provinsi yaitu Pulau Jawa, meliputi DKI Jakarta sebanyak 5.520 berita, Jabar 3.906, Jatim 1.005, Jateng 768, dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 711 berita.

Riuh Kicauan Netizen Soal Kontroversi Anji dan Jerinx

Topik terkait COVID-19 menjadi perhatian besar di tahun ini, pandemi ini pun melahirkan berbagai kontoversi. Kali ini, dua sosok musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dan I Gede Ari Astina atau Jerinx SID bikin heboh dengan pernyataan mereka tentang COVID-19. 

Anji sempat ramai setelah melakukan wawancara dengan seseorang yang mengaku peneliti mikrobiologi, Hadi Pranoto di kanal Youtube-nya Dunia Manji. Di sana, Hadi mengklaim telah menemukan obat “penyembuh dan pencegah” COVID-19. Obatnya diklaim telah mengobati 250.000 pasien COVID-19--padahal jumlah pasien terkonfirmasi positif di Indonesia saat ini masih di bawah itu. Belakangan video itu diturunkan oleh Youtube karena melanggar ketentuan komunitas.

Mantan vokalis grup band Drive itu juga sempat mencuit bahwa “COVID-19 tidak semengerikan apa yang diberitakan media".

Sebelas duabelas dengan Anji, Jerinx, penggebuk drum Superman Is Dead (SID) sering mencuitkan terkait konspirasi COVID-19. Dua pesohor yang sama-sama orang musik itu terpaksa berurusan dengan hukum karena dilaporkan ke polisi atas dugaan menyiarkan berita bohong melalui media digital.

Topik kontroversi Anji dan Jerink menyedot perhatian publik di media sosial. Berdasarkan data Indonesia Indicator (I2) sepanjang periode 27 Juni hingga 26 Juli 2020, kontroversi Anji dan Jerinx diperbincangkan sebesar 37.016 kicauan. 

Dari pemantauan I2, sebagian besar percakapan bersentimen negatif mencapai 47%. Sedangkan sentimen netral dan positif masing-masing 28% dan 25%. 

Generasi Z, usia 18 hingga 25 tahun menjadi yang paling gaduh mencuitkan topik ini (47%) yang diikuti oleh kelompok usia di bawah 18 tahun (41%). Sementara, warganet Twitter berjenis kelamin laki-laki lebih banyak berkicau (60%), dibandingkan dengan perempuan (40%).

Panasnya Resesi Ekonomi: 22.261 Cuitan Netizen di Twitter

Pada siang yang terik hari Selasa (4/8), warga Twitter gaduh. Tepatnya tagar #MenujuJurangResesi bergema di linimasa dan nangkring menjadi trending topic Indonesia. 

Beberapa netizen mencuitkan kekhawatirannya kalau Indonesia berada di ambang resesi menjelang pengumuman angka pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (5/8). Sementara lainnya mencuitkan terkait sejumlah negara dari benua Eropa, Amerika, hingga ASEAN yang telah terjebak dalam resesi.

Dilansir dari CNBCIndonesia.com, beberapa negara yang telah mengonfirmasi resesi adalah Filipina, Uni Eropa, Amerika Serikat, Hong Kong, Korea Selatan, dan Singapura. 

Resesi sendiri diartikan sebagai menurunnya aktivitas ekonomi dengan ditandai minusnya produk domestik bruto (PDB) selama dua kuartal berturut-turut atau lebih. Indonesia, baru mencatatkan kontraksi ekonomi pada kuartal II-2020 sebesar 5,32%. Sementara pada kuartal I-2020 sebelumnya, ekonomi Indonesia masih positif 2,97%.

Penelusuran Big Data Indonesia Indicator (I2) mengungkap perbincangan terkait resesi ekonomi di Indonesia mencapai 22.261 cuitan dalam satu pekan terakhir sepanjang kurun waktu 1-7 Agustus 2020. Selain #MenujuJurangResesi yang dicuitkan sebanyak 540 cuitan, tagar lain yang turut populer disertakan dalam setiap cuitan netizen ketika membicarakan mengenai resesi ekonomi di Indonesia adalah #CekalCovidSaveNKRI (229 cuitan), #ResesiMeroket (220 cuitan), #Resesi (63 cuitan), dan #MinLimaKomaTigaDuaPersen (62 cuitan).

Secara sebaran demografi, mayoritas pengguna platform "Burung Biru" yang mencuitkan resesi ekonomi di Indonesia adalah pria (68%), sedangkan wanita (32%). Dari segi rentang umur, kelompok generasi Z (18-25 tahun) dan generasi milenial (26–35 tahun) menjadi kelompok umur yang paling perhatian dengan isu resesi ekonomi, masing-masing mencapai 38%. Lainnya, kelompok usia di atas 35 tahun (19%) dan di bawah 18 tahun (5%).

Perbincangan mengenai resesi ekonomi dominan oleh akun organik (human) sebanyak 93% dibandingkan akun robot yang hanya memiliki porsi 7% dari total percakapan.

Sri Mulyani, Rujukan Media Online

Jumlah berita resesi ekonomi juga cukup besar. I2 menangkap terdapat 2.033 berita media online dan 335 portal media online membahas resesi ekonomi di Indonesia pada periode yang sama. 

Hampir semua media daring memberitakan resesi ekonomi di Indonesia dan didominasi oleh media-media berbasis ekonomi dan bisnis, seperti CNBC Indonesia (157 berita) dan Bisnis Indonesia (55 berita). Kelompok media MNC Group juga memberitakan, melalui Sindo News (51 berita) dan Okezone (51 berita). 

Demikian juga dengan media milik Kelompok Kompas Gramedia Group (KKG) yang juga mengulas terkait resesi, contohnya Kontan (43 berita) dan Kompas (35 berita).  

Sebanyak 1.289 berita membahas isu kontraksi pertumbuhan ekonomi. Media mainstream paling banyak memberitakan rilis BPS yang mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,32%. Pertumbuhan ekonomi yang negatif ini merupakan pertama kalinya sejak periode 1998 atau ketika Indonesia mengalami krisis finansial Asia.

Media online juga memberitakan realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN (258 berita), fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (168 berita), program Bantuan Langsung Tunai (BLT) pekerja (127 berita), dan fluktuasi nilai tukar rupiah (116 berita).

I2 juga menelusuri tokoh-tokoh yang menjadi rujukan media sepanjang pekan pertama Agustus 2020. Nama Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi narasumber utama media dalam pembahasan situasi resesi yang akan dihadapi Indonesia. (647 pernyataan). 

Dalam pernyataannya, Menkeu membantah bahwa Indonesia mengalami resesi. 

"Sebetulnya kalau dilihat dari tahun ke tahun belum resesi karena baru pertama kali mengalami kontraksi. Jadi dalam hal ini, kuartal II-2020 baru pertama kali kontraksi. Ini menjadi pemicu agar pada kuartal III dan IV tidak negatif dan terhindar dari zona negatif," ujar Sri Mulyani pada 5 Agustus 2020. 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga menjadi figur yang paling banyak diberitakan di media online atau top person (297 berita). Sri Mulyani diberitakan dalam berita tentang kontraksi pertumbuhan ekonomi, program BLT Pekerja, dan realisasi program PEN.

Nama lain yang juga menjadi top influencer adalah Direktur Riset CORE Piter Abdullah (412 pernyataan), Menko Perekonomian Airlangga Hartanto (355 pernyataan), Peneliti Indef Bhima Yudhistira (269 pernyataan), Presiden Joko Widodo (264 pernyataan), Kepala BPS Suhariyanto (233 pernyataan), dan Tim Komite PEN Raden Pardede (213 pernyataan).

Kemudian, Pengusaha Sandiaga Uno (210 pernyataan), Peneliti Indef Didik J Rachbini (202 pernyataan), serta Direktur Indef tauhid Ahmad (201 pernyataan).

 

 

 

 

Gowes dan Upaya Tetap Sehat di Tengah Pandemi

"Mengayuh sepeda di akhir pekan, di area seputar Istana Bogor, lumayan membuat tubuh berkeringat. Dengan berolahraga, badan lebih sehat, imunitas tubuh pun menjadi lebih baik. Selamat berakhir pekan," demikian cuitan Presiden Joko Widodo, Sabtu (25/7) pekan lalu.

Cuitan itu sontak diserbu warganet Twitter. Hingga kini, tweet tersebut telah mendapatkan 6.600 likes, 540 retweet, dan 352 komentar. 

Gowes menjadi salah satu cara Presiden Jokowi untuk tetap bisa berolahraga di tengah pandemi Covid-19. Tak hanya Jokowi, bersepeda juga menjadi salah satu jenis olahraga pilihan favorit warga.

Pandemi Covid-19 menunjukkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Sepeda kembali terasa manfaatnya saat pandemi melanda dunia seperti sekarang ini. Selain menjaga kebugaran tubuh, bersepeda juga menjaga kualitas udara. 

Analisa Big Data Indonesia Indicator (I2) tertuju pada tren bersepeda di tengah masyarakat. Periode pemantauan satu bulan terakhir pada kurun waktu 27 Juni hingga 26 Juli 2020, terdapat 51.826 cuitan warganet yang membicarakan mengenai sepeda.

Warganet platform "Burung Biru" terekam banyak mencuitkan terkait aktivitas saat bersepeda (12.832 cuitan). Netizen kerap mengunggah gambar atau video ketika sedang bersepeda. Tidak sedikit juga netizen yang mengunggah catatan jarak tempuh hingga kecepatan mereka dalam bersepeda. 

Besarnya minat netizen untuk bersepeda juga diiringi oleh besarnya perbincangan mengenai jual-beli sepeda di Twitter (5.187 cuita).  Selain itu, tren harga sepeda mahal turut dicuitkan netizen (2.615 cuitan). Mahalnya harga beberapa jenis sepeda membuat sebagian netizen terkejut. Salah satunya adalah sepeda lipat merek Brompton yang mematok harga hingga puluhan juta rupiah.

Isu lain yang juga menjadi perbincangan warga Twitter adalah soal ketertiban bersepeda atau anjuran tertib bersepeda (1.095 cuitan). 

Sementara itu, wacana pemungutan pajak sepeda menjadi perbincangan utama netizen (18.267 cuitan). Wacana ini mengerucut pada pro dan kontra antara yang mendukung pemungutan pajak, dengan yang tidak setuju adanya pemungutan pajak bagi sepeda. 

Isu tersebut ramai setelah salah satu media nasional mengunggah berita berjudul "Pajak Sepeda Bakal Dipungut, Kemenhub Buka Wacana Pesepeda Bayar Pajak," pada Senin (29/6). Informasi itu kemudian dibantah oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

DKI Jakarta Paling Cerewet 

Berdasarkan penelusuran I2, obrolan mengenai sepeda didominasi oleh pria dengan persentase 66%, sedangkan oleh perempuan sebesar 34%. Sementara, dari segi rentang umur, perbincangan mengenai sepeda banyak diminati oleh kelompok umur 18-25 tahun dan 26-35 tahun.

Perbincangan mengenai sepeda tersebar di Indonesia meski masih terpusat di Pulau Jawa, dengan konsentrasi cuitan terbesar berasal dari DKI Jakarta (2.389 akun). Kemudian diikuti oleh Jawa Barat (579 akun), Jawa Timur (426 akun), dan Jawa Tengah (345 akun).

Daerah lain yang juga ramai mencuitkan tren bersepeda adalah Kalimantan Timur (121 akun), Bali (114 akun), Kalimantan Selatan (113 akun), Sulawesi Selatan (82 akun), Kepulauan Riau (79 akun), serta Sumatera Utara (73 akun).

 

 

 

Langkah Jitu Ridwan Kamil Perangi Covid-19

Muda, pemimpin bercorak milenial berlatar belakang akademisi. Ia adalah Ridwan Kamil, mantan Wali Kota Bandung yang kini terpilih sebagai Gubernur provinsi Jawa Barat sejak September 2018 hingga 2023 mendatang. Disapa publik dengan nama Kang Emil, elektabilitasnya naik dan disebut publik sebagai kepala daerah dengan kinerja terbaik dalam menangani pandemi Covid-19 di wilayahnya. 

Penelusuran big data Indonesia Indicator (I2) dalam satu bulan terakhir sepanjang periode 24 Juni - 24 Juli 2020 menemukan setidaknya ada lima pendekatan jitu Ridwan Kamil dalam memimpin Pemprov Jabar untuk menangani pandemi Covid-19. Kelima terobosan itu membuat Pemprov Jawa Barat yang dinilai proaktif dalam menangani Covid-19. Pendekatan proaktif ini menjadikan Jabar sebagai provinsi pertama yang melakukan tes berbasis metode Polymerase Chain Reaction (PCR), saat semua uji PCR dipusatkan di Jakarta.

Penanganan Covid-19 Ridwan Kamil juga dinilai transparan dengan merilis aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (PIKOBAR). Aplikasi ini merupakan bentuk transparansi Pemprov Jabar kepada publik dalam penanganan pandemi. 

Terobosan lain, basis kebijakan penanganan Covid-19 ilmiah dan mengacu pada riset. Kang Emil kerap membuat keputusan berdasarkan masukan para ahli, seperti dalam menentukan jumlah warga yang harus dites. Jabar mengejar 300 ribuan tes PCR atau 0,6% dari 50 juta warganya yang merupakan standar Korea Selatan untuk memetakan persebaran Covid-19.

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu juga mampu mendorong pemerintahan inovatif dengan menggerakkan seluruh industri untuk mengubah fokus demi melawan pandemi Covid-19. Hal ini diwujudkan dengan suksesnya PT Biofarma yang memproduksi test kit PCR Virus Corona secara mandiri. Jabar juga mampu menggerakkan PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia untuk memproduksi ventilator mandiri, sehingga bisa menekan jumlah ventilator impor.

Kemudian, Ridwan Kamil dinilai sanggup membangun pemerintahan kolaboratif dengan menggandeng berbagai pihak dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Salah satunya yakni hampir 50% alat Rapid Diagnostic Test (RDT) untuk tes masif yang dimiliki Jabar adalah donasi dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

I2 merekam pemberitaan terkait Ridwan Kamil dalam menangani Covid-19 tersebar di 486 media di Indonesia baik media lokal maupun nasional di Indonesia. Republika menjadi media yang paling banyak mengangkat pemberitaan terkait sepak terjang Ridwan Kamil, mencapai 225 berita.

Jaringan media Grup Kompas Gramedia juga ramai memberitakan Ridwan Kamil. Di antaranya Tribun Jabar dan Kompas yang meliput Ridwan Kamil masing-masing hingga 189 berita dan 120 berita. Kompas mengangkat langkah dan terobosan Ridwan Kamil dalam mencegah penyebaran Covid-19. 

Media lain yang juga memberitakan lulusan University of Berkeley itu adalah Pikiran Rakyat 167 sebanyak berita. Lalu, Detik (154 berita) yang banyak memberitakan tentang kemampuan Jabar dalam memproduksi test kit reagen PCR. 

Kemudian, Sindo News (123 berita), Kumparan (122 berita), Inilah Koran (188 berita), Binis Jabar (113 berita), dan RMOL Jabar (108 berita).

Suksesnya penanganan Covid-19 itu terbukti turut mengerek sentimen media. Sosok Ridwan Kamil banyak diberitakan media dengan sentimen positif sebanyak 41%. Pemberitaan positif ini bersumber dari isu seputar uji klinis vaksin Covid-19, kesiapan Pemprov Jabar dalam memfasilitasi tes masif Corona di institusi pendidikan kenegaraan, wacana pemberian sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan, capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keungan (BPK), dan sejumlah isu lainnya. 

Sedangkan pemberitaan netral dan negatif masing-masing sebesar 40% dan 19%. Sentimen negatif terkait Ridwan Kamil, salah satunya dikaitkan dengan penemuan klaster baru COVID-19, seperti di pabrik Unilever dan Secapa TNI AD di Jabar. Selain itu, target ekonomi Pemprov Jabar juga mendapat kritik dari ekonom Rizal Ramli.

Anak dalam Cengkeraman Kekerasan Seksual

Miris, mungkin itu satu kata yang bisa menggambarkan keadaan ini. Warga Negara asal Prancis, Francois Abello Camille alias Frans terungkap melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Pelaku menyasar anak jalanan sebagai korbannya. Modusnya adalah menjadikan anak di bawah umur sebagai foto model sebelum disetubuhi. Dalam melancarkan aksinya, pria berusia 65 tahun itu tidak segan melakukan kekerasan jika korban menolak saat diajak berhubungan intim. Yang mengejutkan, pelaku telah mencabuli 305 anak hanya dalam kurun waktu tiga bulan, dari Desember 2019 hingga Februari 2020. 

Tindakan bejat Frans tersebut merupakan kasus pelecehan dan pencabulan anak yang paling banyak memakan korban di Indonesia, setidaknya dalam temuan kasus sebulan terakhir yang diberitakan media massa. Indonesia Indicator (I2) merangkum data dari total 3.785 berita yang tersebar di 781 portal media online lokal dan nasional Indonesia yang memberitakan tentang pelecehan seksual terhadap anak sepanjang periode 20 Juni hingga 21 Juli 2020. 

I2 menemukan ada 115 kasus pelecehan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh 143 tersangka dan menelan korban sebanyak 539 anak di bawah umur. Selain Frans, kasus yang tercatat banyak memakan korban adalah sodomi oleh guru silat atau ilmu kanuragan di Sukabumi yang menelan 35 anak laki-laki di bawah umur. 

Aksi pencabulan oleh guru silat juga terjadi di Pringsewu, Lampung. Pelaku berinisial IM dan IP melakukan aksi pencabulan terhadap 24 anak laki-laki. Para korban tidak berani menolak karena posisi sang guru dalam organisasi tersebut.

Beberapa kasus pelecehan seksual terhadap anak yang turut mengejutkan publik adalah kasus pemerkosaan terhadap anak yang diduga dilakukan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur. Pelaku berinisial DA menerima kecaman dari berbagai pihak karena tempat perlindungan yang seharusnya aman untuk anak justru menjadi tempat bagi predator anak. Lalu, kasus pembunuhan oleh NF – yang ternyata mengalami trauma berat bukan hanya karena diperkosa, tetapi juga dijual ke beberapa pria hidup belang.

Di Kabupaten Tangerang, kasus pemerkosaan terhadap seorang gadis dilakukan delapan orang. Korban mengalami trauma berat hingga meninggal dunia karena infeksi kelamin dan rahim. Enam pelaku telah ditangkap polisi, dua di antaranya masih buron.

Dilakukan oleh orang terdekat 

Catatan I2, pelaku pencabulan atau pelecehan terhadap anak terbanyak dilakukan oleh orang terdekat korban, yakni tetangga, keluarga, dan teman korban. Sebesar 33% pelaku merupakan tetangga korban, sekitar 27% merupakan anggota keluarga korban sendiri, 12% teman, serta sekitar 5% guru. 

Dari data ini menyebutkan bahwa anak sangat rentan keselamatannya bahkan di lingkungan terdekat yang seharusnya aman, yaitu keluarga, lingkungan perumahan, dan sekolah. Dari data ini juga terlihat bahwa pelaku paling banyak berasal dari kalangan yang dihormati oleh anak, yaitu orang dewasa di sekelilingnya. 

Pencabulan atau pelecehan seksual terhadap anak dalam persentase lebih kecil juga dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), pendeta, dukun, pejabat desa, hingga oknum polisi.

Berdasarkan sebaran kasus, hanya ada enam provinsi yang tidak ditemukan pemberitaan tentang kasus pelecehan seksual terhadap anak dalam kurun waktu 20 Juni hingga 21 Juli 2020. Keenam provinsi tersebut yakni Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Yogyakarta, dan Maluku.

Sumatera menjadi wilayah paling banyak dengan jumlah kasus pelecehan dan pencabulan sebanyak 43 kasus. Kemudian, Jawa sebanyak 35 kasus, Kalimantan 13 kasus, Sulawesi 11 kasus, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak enam kasus. 

Wilayah lain, Maluku Utara dan Papua sebanyak tiga kasus, Bali sebanyak tiga kasus, dan Nusa Tenggara timur sebanyak tiga kasus.

Data di atas merupakan data yang diambil dari pemberitaan media, yang kasusnya sudah terkuak dan membuat geger. Data ini barangkali seperti fenomena gunung es, angka ini bisa jadi lebih besar. Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dapat saja berakhir tidak diketahui dan anak dipaksa diam di bawah ancaman, karena mayoritas pelakunya adalah orang terdekat.

Prabowo Yang Penuh Pesona

Namanya ramai diperbincangkan publik. Langkahnya membatalkan kontrak-kontrak alutsista senilai Rp50 triliun di Kementerian Pertahanan disebut-sebut sangat heroik karena berhasil menyelamatkan uang negara. Sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto selalu mengevaluasi pembelian alutsista dan berkomitmen untuk menghentikan kebocoran anggaran negara.

Anggota Komisi VI Fraksi Gerindra Andre Rosiade seperti dikutip Detik.com mengatakan pembatalan kontrak puluhan triliun rupiah itu disebabkan oleh dua alasan. Pertama, alutsista itu dianggap tidak cocok digunakan di Indonesia. Kedua, alutsista itu dianggap kemahalan.

Sontak nama Prabowo ramai tersorot media kembali. Maklum, pertama kali dipanggil oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara pada Senin, 22 Oktober 2019 lalu dan diminta mengemban tugas sebagai pembantu presiden, menjadi momen tidak terduga. Prabowo mencuri perhatian media karena sebelumnya merupakan lawan Jokowi sebanyak 2 kali sejak Pilpres 2014 hingga Pilpres 2019 lalu.

Indonesia Indicator (I2) mencatat, upaya Prabowo membatalkan kontrak-kontrak bermasalah di Kementerian Pertahanan itu turut mendorong sentimen positif pemberitaan di media online dalam satu bulan terakhir periode 18 Juni–19 Juli 2020.

Sepanjang jangka waktu tersebut, sosok Prabowo dominan diberitakan secara netral-positif oleh media online, masing-masing sebesar 52% dan 31%. Sementara sekitar 17% berisi sentimen negatif.  

Isu lain yang juga menjadi sentimen positif  terkait pembelian 500 kendaraan taktis Maung buatan Pindad, dukungan berbagai pihak terhadap peran Menteri Pertahanan dalam program Food Estate, hingga upaya Prabowo mencari tipe pesawat tempur untuk memperkuat alutsista dalam negeri. 

Riset I2 juga menunujukkan terdapat 749 portal media yang memberitakan figur Prabowo. Portal Republik Merdeka (RMOL) menjadi media yang paling banyak memberitakan Prabowo dengan 135 berita. Disusul di posisi kedua, Detik.com dengan 133 berita. 

Media lain yang memberitakan Prabowo adalah Tribun News (110 berita), CNBC Indonesia (106 berita), Warta Ekonomi (92 berita), CNN Indonesia (89 berita), Republika (84 berita), Suara.com (83 berita), Kompas (77 berita), dan Tempo.co (76 berita). 

Media juga merekam berbagai aksi Prabowo dalam kiprahnya sebagai Menteri Pertahanan selama hampir setahun ini. Tidak lama sejak dilantik, Prabowo diberitakan karena memilih untuk menyumbangkan gajinya. Prabowo disebut tidak akan menerima gaji sebagai menteri dan menyalurkannya ke berbagai yayasan seperti yayasan kanker, lembaga zakat, hingga rumah ibadah.

Aksi lain adalah mempromosikan alutsista dalam negeri yang gencar disuarakan ke berbagai negara. Prabowo konsisten menawarkan dan memperkenalkan produk alutsista dalam negeri produksi PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (DI), PT PAL Indonesia, hingga PT LEN Industri.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga terus menekan impor alutsista. Salah satunya dilakukan di awal tahun 2020. Saat itu, Prabowo bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membahas upaya memaksimalkan klaster industri pertahanan dalam negeri. Belum lama ini Prabowo juga membeli 500 kendaraan taktis Maung buatan PT Pindad sebagai bentuk upaya pemerintah menghidupkan industri pertahanan dalam negeri. 

Selain di bidang militer, Prabowo mendukung industri strategis pertahanan seperti PT Pindad dan PT DI untuk memproduksi ventilator, menyusul kebutuhan yang sangat tinggi di sama pandemi ini. Adanya ventilator buatan dalam negeri ini dapat memenuhi ketersediaan alat kesehatan, sekaligus menekan impor ventilator di tengah pandemi. 

Media online juga memberitakan Prabowo terkait ketahanan pangan. Prabowo dipercaya Jokowi untuk menjaga pertahanan nonmiliter dengan menjadi leading sektor program Ketahanan Pangan Food Estate. Food Estate ini kelak akan menjadi cadangan strategis negara di bidang pangan dalam menghadapi ancaman krisis pangan dunia yang telah diprediksi oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO).

 

Melihat Pertarungan Trump vs Biden: Siapa Unggul?

Amerika Serikat (AS) akan melaksanakan pemilihan presiden (pilpres) ke-59 pada 3 November 2020. Calon mengerucut pada dua nama, petahana sekaligus kandidat dari Partai Republik, Donald Trump dan kontestan dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Jalan terjal untuk kembali merengkuh kekuasaan dihadapi Trump lantaran banyak peristiwa yang menggerus reputasinya. Diawali dari kebijakan kontroversial membangun tembok tinggi di perbatasan selatan guna menghalau imigran ilegal; mendesak pemerintah Ukraina menyelidiki putra penantangnya, Hunter Biden dan berujung pada pemakzulan terhadapnya; kematian warga kulit hitam, George Floyd oleh kepolisian di Minneapolis dan memicu gelombang protes; penanganan pandemi coronavirus baru (Covid-19); hingga keputusan AS keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam masa kampanye ini, Trump menghadapi peristiwa yang mengejutkan. Kampanye politiknya di Tulsa, Oklahoma, pada medio Juni, sepi penonton lantaran digembosi fans K-pop. Kegiatan hanya dihadiri 6.200 orang dari klaim sejuta tiket terjual. Tak ayal, Trump belakangan mencopot Brad Parscale sebagai manajer tim suksesnya.

Sementara itu, perjalanan Biden menjadi AS-1 justru cenderung lebih mulus. Apalagi, setelah Bernie Sander mundur dari bursa pencalonan dan mengalihkan dukungannya. Manuver politik Trump melalui Hunter Biden pun gagal dan menjadi bumerang.

Biden dielu-elukan di Twitter

Dinamika Pilpres AS 2020 antara Biden kontra Trump pun menjadi sorotan di sejumlah media daring (online) arus utama. Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2), dalam semester I 2020, mulai 1 Januari - 30 Juni 2020, pemberitaan terkait Trump mencapai 270.142 artikel di 1.763 portal. Jumlah ini unggul dibandingkan Biden yang diberitakan dengan 62.833 artikel pada 943 media. 

Pada rentang waktu yang sama, kicauan netizen tentang Trump juga jauh lebih besar dibandingkan Biden. Ekspos terhadap petahana sebesar 1.449.862 cuitan, sementara penantang cuma 212.952 cuitan.

Dari sisi sentimen di media online, keduanya hanya beda tipis meskipun sentimen negatif Trump lebih besar ketimbang Biden. Sebesar 48% dari total artikel tentang Trump adalah negatif, disusul netral 29%, dan 23% positif. Adapun pemberitaan positif mengenai Biden mencapai 23%, lalu 35% netral, dan 42% negatif.

Citra keduanya terlihat kontras di media sosial Twitter. Biden jauh lebih dielu-elukan dibandingkan Trump di platform ‘Burung Biru”.

Sentimen positif terkait Biden juga jauh lebih tinggi dengan 64%, sentimen negatif 21%, dan netral 15%. Sementara sentimen positif dalam percakapan tentang  Trump hanya sebesar 23%, sentimen negatif 58%, dan netral 19%. 

Keterpurukan Trump tidak terlepas dari semakin tidak terkendalinya wabah Covid-19 di AS. Terlihat dari pemberitaan di media online menyangkut Trump yang didominasi oleh isu penanganan pandemi (97.882 artikel). Sementara untuk Biden, isu pemilihan Pilpres AS (35.918 artikel) lebih mendominasi dibandingkan empat masalah lain.

Hal serupa juga terjadi di Twitter. Trump paling banyak diperbincangkan netizen mengenai penanganan Covid-19, sebanyak 225.114 kicauan. Sedangkan cuitan terkait Biden paling banyak terkait Pilpres AS (31.227 kicauan).

Isu media mainstream lain terkait Trump adalah Pilpres AS (62.329 artikel), peristiwa George Floyd dan masalah rasial (41.107 artikel), keamanan nasional (34.042 artikel), serta perseteruan dengan China (23.222 artikel).

Sementara itu, pemberitaan menyangkut Biden juga membahas peristiwa George Floyd dan masalah rasial (11.515 artikel), penanganan Covid-19 (6.708 artikel), keamanan nasional (5.455 artikel), serta perang dagang AS-China (1.165 artikel).

Anomali Media

Terdapat anomali pemberitaan media dalam kontestasi Trump dan Biden. The New York Times paling banyak memberitakan tentang Trump dengan 5.621 artikel, disusul The Daily News (4.964 artikel), Breitbart (4.513 artikel), SRN News (4.071 artikel), Reuters (3.636 artikel), Local News 8 (3.181 artikel), News Week (2.758 artikel), Raw Story (2.697 artikel), OAN (2.322 artikel), dan News Max (2.217). 

Banyaknya pemberitaan oleh The New York Times bertolak belakang karena media ini dikenal memiliki afiliasi politik liberal, sedangkan Trump seorang politikus dari partai konservatif.

Anomali serupa juga terjadi dalam pemberitaan Biden. Ia mendapatkan coverage media terbesar justru dari Fox News, dengan 2.679 artikel. Fox News merupakan portal dengan afilitasi konservatif, sedangkan Wakil Presiden ke-47 AS itu adalah politikus Partai Demokrat. 

Media lain yang banyak memuat artikel terkait Biden adalah The New York Times (2.220 artikel), Washington Examiner (2.009 artikel), Breitbart (1.959 artikel), The Daily News (1.660 artikel), SRN News (1.381 artikel), Local News 8 (1.129 artikel), News Week (1.051 artikel), Bozeman Daily Chronicle (955 artikel), dan Red State (822 artikel).

Sebaran berita Trump cenderung merata dan dominan di seluruh negara bagian dibandingkan rivalnya. Trump dan Biden paling banyak diberitakan di Washington DC, masing-masing dengan 67.900 artikel dan 15.012 artikel. 

Kemudian pemberitaan Trump di New York sebanyak 39.995 artikel, sedangkan Biden 10.538 artikel. Wilayah Minneapolis juga lebih banyak pemberitaan terkait Trump (13.717 artikel), dibandingkan Biden (4.382 artikel). 

Intensnya pemberitaan di Minneapolis terkait isu meninggalnya George Floyd. Isu tersebut dimanfaatkan Biden untuk mengkritik kepolisian atas tewasnya warga kulit hitam itu, sehingga memicu munculnya gelombang aksi #BlackLivesMatter. 

Demikian juga dengan Los Angeles, di mana pemberitaan terkait Trump lebih banyak (8.977 artikel), ketimbang Biden (2.651 artikel).

Trump juga banyak diberitakan di Chicago (6.163 artikel), Atlanta (5.081 artikel), San Fransisco (4.731 artikel), Las Vegas (4.347 artikel), Detroit (4.292 artikel), dan Houston (4.031 artikel).

Sementara Biden tampak banyak diberitakan di Las Vegas (2.488 artikel), Houston (1.886 artikel), Atlanta (1.831 artikel), Philadelphia (1.780 artikel), Detroit (1.601 artikel), dan Chicago (1.576 artikel).

Ganjar Pranowo di Balik Prestasi Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali menyabet peringkat pertama pada Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2020. 

Provinsi yang dipimpin oleh Ganjar Pranowo ini menjadi yang terbaik karena inovasi-inovasi pembangunan daerah yang dilakukan. Di antaranya, program pengurangan kemiskinan melalui “Satu OPD, Satu Desa Dampingan”, Program Sekolah Tanpa Sekat, dan Program Rumah Sakit Tanpa Tembok. Melalui terobosan ini, Jateng mengungguli Provinsi Bengkulu dan Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan itu menjadi istimewa lantaran Provinsi Jateng juga menyabet predikat serupa di tahun lalu. Selain itu, tahun ini titel terbaik tidak hanya diraih tingkat provinsi saja, tapi juga dua pemerintah daerah yakni Kabupaten Temanggung dan Kota Semarang.

Kesuksesan Jateng hingga sanggup menggondol berbagai penghargaan itu tak terlepas dari sosok Ganjar sebagai Gubernur. Banyak cerita yang terungkap ke muka publik akan sosok Ganjar, terutama prestasinya. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, nama Ganjar semakin mengemuka lantaran disebut paling responsif.

Seperti yang berhasil direkam melalui Big Data Indonesia Indicator (I2) pada periode 1 Juni-20 Juni 2020. Terdapat 102.186 cuitan netizen dan 4.685 berita media online yang membahas figur Ganjar.

Cuitan netizen didominasi oleh sentimen positif dan netral masing-masing sebesar 50% dan 33%. 

Respons langsung Ganjar terhadap pengaduan warga di Twitter mendorong perbincangan bernada positif. Berdasarkan pantauan I2, perhatian masyarakat Indonesia terhadap pengaduan langsung warga Jateng ini tidak kecil. Cuitan terkait pengaduan langsung tercatat mencapai 6.481 cuitan dan mengungguli isu-isu lainnya pada periode pemantauan yang sama. 

Dalam cuitannya, warga platform 'Burung Biru' banyak mengeluhkan atau melaporkan kendala yang dihadapi kepada sosok Ganjar. Figur Ganjar pun tercatat aktif merespons berbagai pertanyaan dan keluhan netizen. 

Pemberian bantuan sosial hingga wacana pembukaan tempat wisata juga menjadi pembentuk sentimen positif terkait Ganjar. Sepanjang periode tersebut, warga Twitter terlihat beramai-ramai mencuitkan terkait penanganan Covid-19, persiapan new normal, wacana pembukaan tempat wisata, dan bantuan sosial masing-masing sebanyak 4.707 tweet, 2.232 tweet, 1.571 tweet, dan 1.062 tweet. 

Isu-isu tersebut juga menjadi santapan media online. Langkah penanganan Covid-19 diberitakan sebanyak 1.707 berita, serta persiapan new normal dan protokol kesehatan sebanyak 1.613 berita. 

Prestasi Ganjar ini kemudian juga dilihat dalam aspek politik oleh sebagian netizen, seperti wacana atau dorongan agar Ganjar dapat menjadi kandidat di Pilpres 2024 (3.166 tweet). Nama tokoh yang juga disebut netizen sebagai pasangan Ganjar adalah Ridwan Kamil hingga Prabowo Subianto. Isu ini juga muncul di media online sebanyak 643 berita.

Sementara itu, I2 juga mencatat sentimen negatif terkait Ganjar Pranowo di Twitter mencapai 17%. Perbincangan bersentimen negatif banyak dicuitkan netizen dikaitkan dengan masih adanya zona merah Covid-19 di Jateng. Selain itu, pengaduan warga Jateng perihal tidak adanya keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa di Jateng juga mendorong sentimen negatif.

 

 

 

Masyarakat Internasional Dibombardir 70.372 Berita George Floyd

Sudah satu bulan lebih kematian George Floyd berlalu. Pria kulit hitam warga Amerika Serikat (AS) itu meninggal secara tragis pada 25 Mei 2020. Leher Floyd ditindih dengan lutut oleh oknum polisi Minneapolis, Derek Chauvin kurang lebih 7 menit. Kematian pria yang dituduh membeli rokok memakai uang palsu ini mengguncang dunia hingga mendorong pemberitaan secara masif media internasional dengan ragam isu.  

Tepat satu bulan kematian George Floyd, Indonesia Indicator (I2) merilis riset tentang pemberitaan George Floyd di media mainstream internasional pada periode 25 Mei hingga 25 Juni 2020. Hasilnya, terdapat 70.372 berita dari 1.284 Portal media online internasional berbahasa Inggris yang mengangkat pemberitaan kematian Floyd.

Dari sisi isu, Indonesia Indicator mencatat ada sepuluh isu terbesar yang diangkat media mainstream internasional. Aksi protes terhadap kematian George Floyd menjadi isu yang paling banyak diangkat media sebanyak 37.078 berita. Media serempak mengulas aksi protes yang banyak berlangsung di beberapa negara bagian di Amerika Serikat (AS) yang berujung pada kerusuhan dan penjarahan. 

Gerakan Black Lives Matter (BLM) menempati posisi kedua sebanyak 14.760 berita. Masifnya pemberitaan mengenai aksi protes atas kematian Floyd menguatkan kembali gerakan BLM, sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan dan rasisme sistemik yang terjadi di AS. Aksi BLM pun menjalar ke berbagai negara dan kalangan dari masyarakat umum, tokoh politik, selebritas, atlet, hingga perusahaan swasta.

Kematian George Floyd membuat politik AS juga ikut terguncang. Pilpres AS yang direncanakan 2020 ini juga menjadi sorotan banyak pihak, dan kasus kematian berbasis rasial ini menjadi bola panas dalam politik negara adidaya itu. Isu Pilpres AS menjadi isu ketiga terbesar dalam pemberitaan kematian Floyd, sebanyak  7.065 berita. 

Dalam jajak pendapat terbaru CNN yang dilakukan oleh SRRS pada 8 Juni 2020, popularitas politik Presiden Donald Trump anjlok dari pesaing pemilunya, Joe Biden usai protes isu rasisme yang melanda negara tersebut. 

Sementara isu persidangan pembunuhan George Floyd dan wacana reformasi kepolisian AS menempati posisi keempat dan kelima. Media mainstream internasional mengangkat isu ini masing-masing sebanyak 5.610 dan 5.116 berita.

Popularitas Trump Terus Menukik

Selain lima isu teratas, riset media sosial I2 pada periode 25 Mei - 25 Juni juga mencatat 10 top person atau figur yang paling banyak diberitakan terkait kematian pria keturunan Afrika-Amerika ini. Floyd, sebagai korban, menjadi sosok yang paling banyak diberitakan media online internasional dengan 65.305 berita. Sementara Presiden AS, Donald Trump menjadi figur kedua yang paling banyak diberitakan media online global sebanyak 18.017. Dia banyak dikaitkan dengan pemberitaan seputar protes kematian Floyd, Gerakan Black Lives Matter, wacana reformasi kepolisian, hingga popularitasnya yang semakin tergerus oleh isu ketidakadilan dan rasisme.

Pernyataan Trump juga banyak mendapat atensi media, tercatat sebanyak 21.958 pernyataan. Tingginya sorotan media terhadap politikus Partai Republik ini karena banyak mengeluarkan komentar-komentar kontroversial seputar penanganan demo yang berujung kerusuhan. Misalnya, pernyataan ‘Hari Hebat’ yang dilontarkan Trump dinilai menimbulkan kebingungan publik AS di negeri tersebut. 

"We all saw what happened last week. We can't let that happen. Hopefully George is looking down and saying this is a great thing that's happening for our country. (It's) a great day for him. It's a great day for everybody,“ ujar Trump (05/06/2020). 

Sementara itu, rival politik Trump yang juga Capres AS Joe Biden memanfaatkan isu tersebut untuk tampil di media. Biden tercatat diberitakan sebanyak 5.135 berita. Politikus Demokrat pesaing Trump di Pemilu AS ini juga menjadi top influencer kedua dan dikutip media sebanyak 5.488 pernyataan. Joe banyak memberikan pandangannya seputar keadilan ras dan berhasil menarik simpati publik dengan bertemu keluarga George Floyd dan menghadiri pemakaman Floyd. 

“Now is the time for racial justice. That’s the answer we must give to our children when they ask why. Because when there is justice for George Floyd, we will truly be on our way to racial justice in America,“ ujar Joe Biden (27/05/2020).

Nama-nama lainnya yung juga banyak diberitakan media lainnya adalah terdakwa pelaku pembunuh George Floyd, yakni eks polisi Minneapolis Derek Chauvin yang diberitakan sebanyak 12.628 berita, Gubernur Minnesota Tim Walz 2.744 berita, mantan Presiden AS Barack Obama sebanyak 2.591 berita, Walikota Minneapolis Jacob Frey sebanyak 2.331 berita, Wali Kota New York City Bill de Blasio sebanyak 2.254 berita, Gubernur New York Andrew Cuomo sebanyak 1.825 berita, dan eks Polisi Minneapolis Thomas Lane sebanyak 1.734 berita.

10 Media Paling Produktif

Riset media internasional I2 pada 25 Mei hingga 25 Juni juga mencatat adanya 10 media yang banyak memberitakan seputar kematian George Floyd. The New York Times, menjadi portal media yang paling banyak mengangkat kematian Floyd dengan jumlah 1.965 berita. Sementara portal media online yang berafiliasi politik konservatif Fox News menempati urutan kedua sebanyak 1.933 berita. Disusul Daily News sebanyak 1.454 berita. Sedangkan portal berita sayap kanan Breitbart turut banyak memberitakan peristiwa George Floyd berada di posisi keempat sebanyak 1.041 berita. Disusul Local News8 sebanyak 1.007 berita, Washington Examiner 910 berita, Raw Story 822 berita, The Hill 710 berita, Ravalli Republic 690 berita, dan The Daily Progress sebanyak 690 berita.

Dari sisi peta sebaran pemberitaan, pemberitaan di AS tentang kematian George Floyd terjadi di sejumlah negara bagian. Minneapolis menjadi daerah dengan jumlah pemberitaan terbesar sebanyak 42.117 berita. Minneapolis merupakan negara bagian di mana George Floyd dibunuh hingga pecah kerusuhan.

Menempati kedua terbesar, ibukota AS Washington DC sebanyak 10.540 berita tentang Floyd. Disusul New York sebanyak 9.948 berita, Los Angeles 6.791 berita, Atlanta 5.325 berita, Houston 3.820 berita, Chichago 3.505 berita, Philadelphia 3.082 berita, Denver 2.391 berita, dan terakhir San Francisco sebanyak 2.242 berita. Secara umum di wilayah Eropa, London tercatat paling banyak mengangkat berita kematian Floyd yang dikaitkan dengan kampanye damai Black Lives Matter, dan mengutuk aksi kekerasan oleh Kepolisian AS sebanyak 4.071 berita. Disusul Paris 1.775 berita, Berlin 1.111 berita, Brusel 371 berita, Moscow 233 berita, Milan 223 berita, Madrid 212 berita, Hamburg 118 berita, Cologne 115 berita, dan Budapest sebanyak 115 berita.

Peta sebaran pemberitaan kematian juga terlacak di Asia, khususnya Asia Timur. Hal ini menyusul gelombang protes atas isu ketidakadilan ras juga ditanggapi oleh pemerintah China di Beijing hingga aksi demo kembali pecah di Hong Kong. Beijing merupakan kota yang paling banyak mengangkat peristiwa kematian Floyd sebanyak 886 berita. Disusul Seoul 478 berita, Tokyo 415 berita, Hongkong 93 berita, Taipei 89 berita, Shanghai 83 berita, Pyongyang 22 berita, dan Macau sebanyak 10 berita. 

Dari sisi sentimen, Indonesia Indicator mencatat pemberitaan kematian George Floyd banyak diberitakan secara negatif sebanyak 56%, sentimen netral 23%, dan sentimen positif 21%. Pemberitaan negatif tentang kematian George Floys tersebut dikaitkan dengan  aksi demonstrasi yang berujung kekerasan, kerusuhan dan penjarahan yang terjadi di beberapa kota di Amerika Serikat.

 

 

 

Seberapa Viral Hari Ulang Tahun Jakarta?

Hari Ulang Tahun ke-493 Kota Jakarta diperingati pada Senin, 22 Juni. Hari jadi Kota Jakarta pada 22 Juni ini ditetapkan pada masa pemerintahan Wali Kota Sudiro yang menjabat pada periode 1953–1958. 

Perayaan HUT DKI Jakarta kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena masih terjadi pandemi virus corona (Covid-19). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warga Jakarta untuk menyambut ulang tahun kota Jakarta dari rumah saja demi mencegah penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu. Hal tersebut terlihat dalam unggahannya di akun media sosial Instagram yang sudah terverifikasi, @aniesbaswedan. "Mari sambut ulang tahun kota Jakarta dari rumah aja!" tutur Anies, Sabtu (20/6).

Di media sosial Twitter, netizen ramai mencuitkan Peringatan HUT DKI Jakarta. Indonesia Indicator (I2) merekam terdapat 2.371 cuitan di Twitter terkait topik tersebut dalam kurun waktu 19–22 Juni 2020.

Anies juga berkicau di platform 'Burung Biru' ini. "Hari ini, 22 Juni 2020, kita tunjukkan Jakarta adalah kota yang tangguh, Jakarta yang akan jauh lebih solid, Jakarta yang tetap ada untuk semua. Selamat Ulang Tahun Jakarta!" tulis Anies, Senin (22/6). Ucapan pendek Anies itu mencapatkan 909 retweets dan 3.400 likes. 

Perayaan ulang tahun Jakarta disambut penuh suka cita oleh warganet. Emosi senang (joy) dominan mengisi ruang perbincangan netizen terkait Peringatan HUT DKI Jakarta (64%). Emosi Joy banyak muncul dari ucapan hari ulang tahun dari netizen untuk Kota Jakarta.

Sementara emosi antisipasi (anticipation) (34%) dicuitkan netizen yang mengutarakan harapan dan doanya terhadap masa depan Jakarta. Warganet juga mencuitkan emosi percaya (trust) sebanyak 2% yang mencuitkan kepercayaannya bahwa Kolaborasi antara Pemda DKI Jakarta dan elemen masyarakat Jakarta akan membuat Jakarta semakin tangguh. 

Sederet tagar turut meramaikan ulang tahun Jakarta. Tagar #HUTDKI493 menjadi tagar terpopuler (60%) dikaitkan dengan peringatan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta. Selain itu, terdapat tagar #JakartaTangguh (21%). Tagar ini diangkat netizen karena merupakan tema HUT DKI Jakarta pada tahun ini, yang menggambarkan semangat dan ketangguhan masyarakat DKI Jakarta dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Selain itu, netizen juga ramai-ramai mencuitkan tagar #HUTJakarta493 (12%), #HUTJakarta (5%), dan #HUTDKIJakarta (2%), yang berisi ucapan selamat ulang tahun terhadap ibu kota negara Indonesia tersebut. 

 

Hari ulang tahun kota yang dulu pernah bernama Batavia ini juga banyak diberitakan oleh media. Terdapat 1.310 berita media online yang membahas mengenai HUT DKI Jakarta pada periode yang sama.

Nama Anies Baswedan menjadi figur yang paling banyak diberitakan media terkait HUT DKI Jakarta (270 berita). Mantan Menteri Pendidikan ini banyak diberitakan seputar persiapan HUT, upacara peringatan HUT DKI Jakarta, hingga laporan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Keuangan DKI Jakarta yang menurutnya sebagai kado ulang tahun DKI Jakarta. 

Media daring juga memburu Anies untuk sumber rujukan pemberitaan sehingga menjadikannya sebagai figur tervokal di media daring (1.064 pernyataan). Dalam salah satu pernyataannya di media, Anies menjelaskan bahwa tema HUT DKI Jakarta saat ini yakni 'Jakarta Tangguh’. Tema tersebut untuk memperlihatkan masyarakat di DKI Jakarta yang memiliki semangat tinggi dan tangguh dalam menghadapi pandemi Covid–19.

Komisaris Utama PT Pertamina, yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi figur kedua yang banyak diberitakan media sekaligus tokoh tervokal ke-4 dengan jumlah pemeritaan sebanyak 102 berita dan 62 pernyataan. 

Media memberitakan Ahok yang mengucapkan HUT DKI Jakarta di akun media sosialnya. Dalam cuitannya, Ahok berharap agar Kota Jakarta makin maju dan tak kalah dengan kota–kota lainnya di dunia. Selain itu, ia berharap agar warga Jakarta tetap sehat di masa Pandemi Covid–19.

"Untuk warga DKI Jakarta, saya ucapkan Selamat HUT DKI Jakarta ke-493. Dengan kondisi saat ini saya berharap warga Jakarta tetap sehat dan percaya kesulitan di masa pandemi Covid-19 ini akan membuat kita semakin kuat menghadapi berbagai cobaan. Selamat ulang tahun Jakarta," tulis Ahok yang kemudian diretweet sebanyak 424 kali. 

Sosok lain yang juga menjadi top person adalan Sekda DKI Jakarta Saefullah (58 berita), Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (44 berita), dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (15 berita).  

10 Media Mainstream Nasional Dominasi Pemberitaan Pembukaan Tempat Ibadah

Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Surat edaran ini diterbitkan sebagai respons atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan, terutama  dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman dampaknya. 

Terbitnya surat edaran tersebut mendapat respons beragam dari masyarakat, baik di sosial media maupun media online. Indonesia Indicator (I2) merekam terdapat 16.991 berita media online pada periode 1-15 Juni yang membahas terkait pembukaan tempat ibadah di tengah penerapan kenormalan baru (new normal).

Portal media online Republika menjadi yang terdepan mengabarkan informasi pembukaan tempat ibadah, yakni sebanyak 482 artikel. Republika memberitakan mengenai pembukaan tempat ibadah seperti Masjid, Gereja, dan lainnya. Kemudian berturut-turut disusul oleh Kumparan (282 artikel), Detik (234 artikel), Warta Kota (212 artikel), dan Inews Portal (204 artikel). Secara sebaran media, media mainstream nasional cenderung mendominasi 10 besar media share terkait pembukaan tempat ibadah.

Isu pembukaan tempat ibadah untuk umum tercatat diberitakan di seluruh daerah di Indonesia. Provinsi DKI Jakarta, menjadi pusat pemberitaan terkait isu ini dengan menyumbang 2.481 artikel. Daerah lainnya yang cukup banyak mendapatkan porsi pemberitaan cukup besar pada isu ini, adalah Jawa Barat (456 artikel), Jawa Timur (424 artikel), Jawa Tengah (306 artikel) dan Sumatera Barat (210 artikel).

Cukup besarnya porsi media online dan luasnya penyebaran pemberitaan tentang pembukaan tempat ibadah, menunjukkan bahwa isu ini menjadi perhatian utama media online. Hampir semua kepala daerah, mengumumkan langsung informasi tersebut kepada warganya, melalui penyebaran pers release. Beberapa di antaranya sampai mengeluarkan surat edaran yang di dalamnya mencantumkan beberapa hal yang harus dipenuhi oleh pengelola rumah ibadah, guna memastikan tempat ibadah aman untuk digunakan di tengah pandemi Covid-19.  

Pembukaan tempat ibadah juga mencuri perhatian warga Twitter. I2 mencatat terdapat 7.965 cuitan warganet yang membahas isu tersebut dalam kurun waktu 1-15 Juni 2020. Emosi surprise (terkejut) dan anticipation atau mengharap/antisipasi mendominasi cuitan netizen masing-masing sebanyak 36%. Emosi terkejut salah satunya berasal dari munculnya perdebatan pembukaan pusat perbelanjaan, namun di sisi lain tempat ibadah belum banyak dibuka. Padahal tempat ibadah merupakan sebuah tempat untuk menghilangkan dahaga spritual warganet dalam menghadapi kondisi pandemi. 

Sementara emosi antisipasi tidak terlepas dari rasa kangen warganet beribadah di rumah ibadah. Bersamaan dengan itu, warganet juga berharap pembukaan rumah ibadah tidak menjadi penyebab munculnya klaster baru Covid-19.

Sekitar 14% warganet mengeluarkan emosi joy (senang), atas diperbolehkannya kembali tempat ibadah dibuka, meski dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Bahkan dua organisasi keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), kendati menyikapinya dengan berhati-hati tetap merespons positif kebijakan itu.

Dari 7.965 cuitan terkait dengan isu pembukaan kembali tempat ibadah, sekitar 40% di antaranya dilakukan oleh warganet dalam rentang umur 18-25 tahun. Kemudian disusul oleh warganet dalam rentang umur 26-35 tahun. Sebanyak 70% di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan sisanya perempuan.

 

Pemerintah melalui 

 

 

Loading...
Loading...