"Deru" Penundaan Formula E di Media Sosial

Pandemi Coronavirus (Covid-19) memaksa Gubernur Jakarta Anies Baswedan menunda gelaran ajang balapan Formula E yang rencananya dihelat di kawasan Medan Merdeka. Penundaan tersebut tertuang dalam surat resmi dengan nomor 117/-1.857.73, ditujukan kepada Organizing Commitee Jakarta E-prix tertanggal 9 Maret.

Keputusan Pemprov Jakarta tersebut menjadi sorotan media online yang terekspose melalui berbagai judul pemberitaan. Riset Indonesia Indicator (I2) pada tanggal 10 hingga 16 Maret 2020 mencatat ada 907 berita media online, mengulas penundaan event Formula E di Jakarta.

Mula-mula jumlah pemberitaan Formula E hanya berjumlah puluhan. Pada 10 Maret misalnya tercatat hanya 56 ekspos berita, namun angka ini terus merangkak signifikan dan memuncak pada 11 Maret, yakni sebanyak 504 ekspose berita. Memasuki 12 Maret, jumlah pemberitaan di media online menurun drastis sebanyak 174 berita, dan terus susut ke angka 86 pada 13 Maret. Puncak penurunan pemberitaan Formula E terjadi pada 16 Maret, yakni hanya sebanyak 23 ekspose pemberitaan.

Reaksi atas penundaan Formula E

Berbeda dengan dengan media online, total ekspos di Twitter justru cukup tinggi. Indonesia Indicator mencatat ada sebanyak 9.227 cuitan netizen membahas penundaan Formula E yang diekspresikan dengan berbagai emosi.  Awalnya, pada 10 Maret, ekspos cuitan hanya berjumlah ratusan, yakni sebanyak 284 cuitan.

Namun, reaksi netizen atas penundaan Formula E terus terjadi dan melonjak signifikan mencapai 3.543 cuitan pada 11 Maret. Rupanya di tanggal ini merupakan puncak letupan ekspresi dan reaksi warganet. Terbukti, terjadi tren penurunan cuitan secara perlahan pada 12 Maret, yakni sebanyak 3.641. Barulah pada tanggal 13 Maret terjadi penurunan angka drastis sebanyak 821 cuitan, 14 Maret sebanyak 781, 15 Maret 526, dan terakhir pada 16 Maret tercatat hanya 28 cuitan.

Reaksi dan ekspresi warganet atas kebijakan Anies menunda ajang balap mobil bergengsi itu terangkum dalam sejumlah emosi dan perasaan yang diidentifikasi oleh sistem Intelligence Perception Analysis (IPA). Emosi yang dominan adalah trust atau percaya yang muncul melalui cuitan-cuitan bernada dukungan terhadap kebijakan Gubernur Anies Baswedan menunda pelaksanaan Formula E di Jakarta. Tercatat ada sebanyak 306 cuitan berisi dukungan terhadap Pemprov DKI.

Emosi disgust atau muak juga muncul melalui perdebatan sengit netizen ihwal penundaan Formula E. Tercatat ada sebanyak 301 cuitan dengan polarisasi perdebatan yang cukup tajam pendukung dan penentang kebijakan Anies. Kelompok kontra Gubernur Jakarta menganggap Anies hanya mencari panggung terhadap isu Covid-19. 

Berikutnya, emosi anticipation atau harapan sebanyak 283 cuitan. Netizen dalam hal ini berharap agar pelaksanaan Formula E dibatalkan dan anggarannya dialihkan untuk penanganan banjir di Jakarta. 

Indentik Dengan Pria

Ajang balap mobil Formula E masih identik sebagai olahraga kaum pria. Hal ini tergambarkan dari besarnya perhatian kaum Adam, yakni 73,2% atau 2.184 akun. Sebaliknya, akun kaum perempuan yang merespons Formula E tidak menembus angka seribu, hanya 798 akun atau 26,8%.

Berdasarkan rentang umur, Formula E masih menjadi favorit tontonan bagi kelompok umur Generasi Z dan Milenial, meski cukup banyak juga dari kelompok umur di atas 35 tahun yang membahas Formula E. 

Pada rentang umur 18 hingga 25 tahun, jumlah akun yang mencuitkan Formula E cukup tinggi, ada sebanyak 1.030 akun atau 39,2%. Disusul rentang usia 26 hingga 35 tahun dengan jumlah akun sebanyak 839 akun atau 31,9%. Mereka yang berusia di atas 35 tahun tercatat 681 akun turut memperbincangkan ajang Formula E atau jika dipersentase menjadi 25,9%. Hanya sejumlah kecil yang teridentifikasi sebagai akun yang berusia di bawah 17 tahun, yakni 3% (79 akun).

Berdasarkan sebaran akun Twitter yang membahas Formula E yang dapat diidentifikasi oleh sistem IPA, persebarannya dapat dikatakan masih terpusat di DKI Jakarta. Artinya, isu ini masih di level isu daerah atau lokal, belum menjadi isu nasional. Indonesia Indicator mencatat sepuluh wilayah di Tanah Air dengan aktivitas akun terbanyak. DKI Jakarta tercatat paling tingggi sebanyak 485 akun, disusul Jawa Barat 28 akun, Jawa Tengah 22 akun, Jawa Timur 20 akun, Kalimantan Timur 18 akun, Kepulauan Riau 9 akun, Bali 8 akun, Kalimantan Tengah 6 akun, Kalimantan Selatan 5 akun, dan terakhir Nusa Tenggara tercatat hanya 5 akun.

Sentimen Warganet

Sentimen negatif warganet mendominasi penundaan ajang Formula E oleh Anies Baswedan, dengan angka cukup tinggi, yakni 5.514 cuitan atau 58,25%. Disusul sentimen positif dengan angka cuitan sebanyak 3.023, atau 31,9%. Sentimen netral tercatat sebanyak 943 cuitan atau 9,9%. 

Perdebatan politis antarnetizen menjadi salah satu pemicu tingginya sentimen negatif dalam isu penundaan ajang Formula E tersebut. Indikasinya adalah adanya polarisasi pendukung Pilpres 2019 yang masih kental terasa dalam perdebatan seputar penundaan ajang Formula E tersebut.


Akhir Kisah Dilan-Milea yang Bikin Baper Lini Masa

Film Milea Suara dari Dilan melanjutkan tongkat estafet kesukesan sekuel film Dilan sebelumnya yang meraih jutaan penonton. 

Film yang dialih wahana dari novel berjudul sama karya Pidi Baiq ini menjadi film pertama di Indonesia yang mendapatkan jumlah penonton di atas 3 juta orang tahun ini.

Meski masih jauh dari dua film terdahulunya, Dilan 1990 (2018) dengan 6,3 juta dan Dilan 1991 (2019) dengan 5,3 juta penonton, namun Milea Suara dari Dilan tetap diburu Dilanisme - sebutan untuk pecinta novel dan trilogi film Dilan. Lini masa Twitter turut dibuat baper dengan film pemungkas trilogi Dilan. Seperti pemantauan Indonesia Indicator (I2), pada 1 Februari - 9 Maret 2020 yang dihasilkan dari pemanfaatan piranti lunak kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), ada 4.252 cuitan netizen media sosial Twitter, terkait film Milea. Film ini tercatat lebih populer di media sosial dibandingkan media online yang hanya terdapat 908 berita.

Emosi anticipation atau harapan dominan mengisi perbincangan netizen terkait film Milea (368 tweet). Warganet banyak mengutarakan keinginannya menonton film Milea, dengan didampingi seorang kekasih. Seperti yang dicuitkan oleh pemilik akun @Rhmawtputri.

"Pengen nonton milea, pengen nonton teman tapi menikah, pengen ada yang nemenin nonton itu semua," tulisnya, Kamis 5 Maret 2020 pukul 17.55.

Emosi anticipation juga tertangkap pada siulan netizen yang mengungkapkan mendapat pesan moral setelah menonton Milea Suara dari Dilan.

"Habis ntn milea. pesan moral: jangan jadi dilan dan milea yang suka gengsi, greget," tulis pemilik akun @mautausajahhh pada Jumat, 21 Februari 2020 pukul 14.40 siang. 

Emosi sedih turut didengungkan netizen (272 tweet). Banyak masyarakat Twitter yang sedih usai menonton Film Milea. Emosi sedih juga tertangkap dicuitkan warganet yang mengungkapkan kesedihannya lantaran menonton sendiri di bioskop. Pemilik akun @rdtrifah, misalnya, menuliskan keinginannya untuk menonton trilogi terakhir Dilan tersebut, namun tak punya teman. 

"Pengen nonton Milea dan TTM. Tapi gak punya teman :( Sedih akutu," cuitnya pada Senin, 9 Maret 2020, pukul 20:28. 

Pun demikian dengan akun @windyarsandaa yang bersiul, "sedih dah gaada yang ngajak nonton milea :(," paparnya pada Jumat, 21 Februari pukul 14:40. 

Netizen juga mengunggah cuitan dengan emosi sedih karena film yang disutradarai oleh Fajar Bustomi itu membawa kembali kenangan lama dan teringat mantan.

Emosi bahagia atau senang (Joy) turut mewarnai cuitan netizen (184 tweet). Akun @MelisaWu mencuitkan kekagumannya terhadap pemilihan tempat yang menjadi lokasi syuting Milea.

"Watching Milea movie memang bikin bulu kuduk merinding karena aku bukan bucin, tp seneng banget ngeliat pemilihan tempat & suasana, adem aja gitu di Bandung. Jadi mau pindah kesana," cuitnya pada Sabtu, 22 Februari pukull 17.00. 

Terdapat pula netizen yang merasa sebal dan muak, dengan karakter Milea yang dianggap netizen menyebalkan. Emosi sebal ini terpantau dicuitkan hingga 76 tweet.

Sejumlah tagar pun menjadi populer di aplikasi "Burung Biru". Seperti, #Milea (59 tweet),  #Dilan (36 tweet), dan #AkuMauKaosMilea(10 tweet).

Secara sebaran demografi netizen, film Milea yang diperankan aktor Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla masih menjadi magnet utama bagi kaum perempuan. Sebanyak 52,2% netizen perempuan lebih banyak membahas film tersebut di media sosial.

Sementara itu, generasi Z dengan rentang umur 18-25 tahun menjadi netizen yang paling banyak membicarakan film Milea (48%). Di posisi kedua, ada generasi milenial dengan rentang umur 26-35 tahun (41%). Lalu sisanya, usia di bawah 18 tahun (6%) dan di atas 35 tahun (5%).

Isu demam berdarah tenggelam oleh coronavirus

Perkembangan kasus virus corona di dunia semakin membesar. Hampir setiap hari ada saja informasi dari sebuah negara yang menyampaikan perkembangan kasusnya. Baik itu jumlah yang terkonfirmasi positif hingga pasien yang meninggal akibat virus corona.

Apalagi Badan Kesehatan Dunia PBB, WHO, telah menyatakan darurat internasional terkait wabah virus corona yang mematikan. Virus yang juga disebut 2019-nCov ini setidaknya menjangkiti 153.517 orang (per 15 Maret) dan menewaskan 5.735 orang (per 15 Maret) di seluruh dunia. Sementara di Indonesia, pemerintah telah mengumumkan 117 orang (per 15 Maret) dinyatakan positif virus corona dan pasien yang meninggal positif virus corona sebanyak lima orang (per 15 Maret).

Penyebaran itu tidak terlepas dari belum ditemukannya vaksin yang tepat untuk mengatasi virus corona. Sejumlah negara maupun perusahaan swasta memang telah mengumumkan sedang dalam proses mencari formula yang tepat, tetapi belum ada satu pun yang telah menemukan vaksin yang tepat untuk menanggulangi virus corona.

Dua situasi tersebut membuat media online dan warganet di media sosial menjadi lebih memperhatikan perkembangan virus corona dibandingkan penyebaran penyakit lain. Padahal, untuk Indonesia ada penyakit lain sedang mewabah dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Salah satunya adalah demam berdarah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah penderita demam berdarah di Indonesia sampai dengan 12 Februari mencapai 6.639 kasus dengan 49 kematian di seluruh Indonesia. Empat daerah telah menyatakan kejadian luar biasa (KLB), yaitu Kabupaten Sikka (567 penderita, empat kasus kematian), Kabupaten Temanggung (48 penderita, satu kasus kematian), Kabupaten Lampung Tengah (197 penderita, tiga kematian) dan Kabupaten Ciamis (106 penderita, tiga kematian).

Tidak imbangnya pemberitaan di media online terhadap pemberitaan virus corona dan demam berdarah terkonfirmasi juga dari hasil analisis Indonesia Indicator (I2) pada periode 1 Januari hingga 13 Maret 2020. Selama periode ini ditemukan, pergerakan ekspos konsisten naik terkait topik wabah demam berdarah. Meningkatnya pemberitaan terjadi seiring semakin meluasnya wabah DBD di Indonesia.

Tercatat, ekspos media online terhadap virus corona pada Januari sebesar 32.032 berita, sedangkan demam berdarah 2.207 berita atau hanya 6,8% dari jumlah berita tentang Corona. 

Bahkan pada Februari, besaran ekspos terhadap virus corona semakin meningkat, mencapai 95.584. Sedangkan isu demam berdarah 2.538 berita atau hany 2,6% dari jumlah berita tentang corona. 

Pun demikian dengan Twitter. Netizen platform “Burung Biru” lebih banyak mencuitkan soal corona ketimbang DBD. Pada Januari, ada 235.616 cuitan terkait virus corona dan 1.743 cuitan atau hanya 0,6% yang membahas demam berdarah. Pada Februari, ada 311.905 cuitan terkait virus corona dan 1.810 cuitan terkait demam berdarah (0,5%). 

Di bulan Maret, ekspos pemberitaan dan cuitan warganet melonjak tinggi seusai sejumlah Pemda mempublikasikan penetapan kejadian luar biasa (KLB) DBD untuk wilayahnya menyusul banyaknya korban yang terus bertambah. Kabupaten Sikka tercatat memiliki jumlah kasus terbanyak. Walaupun demikian, secara persentase, jumlah ekspos DBD masih jauh daripada corona.

Total pemberitaan media online di bulan Maret terhadap virus corona sebanyak 116.283, sedangkan demam berdarah sebesar 2.974. Di Twitter, angka cuitan terkait DBD mencapai 5.996 cuitan, sedangkan soal corona tercatat 800.801 cuitan.

Jumlah korban menjadi sorotan

Perkembangan jumlah korban menjadi sorotan media online dan Twitter. Di media online, isu ini menyita perhatian hingga 29%, sedangkan di Twitter mencapai 39%. Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus DBD di Indonesia sudah menembus angka 16.000, pada periode Januari sampai awal Maret 2020 tersebut. Dari jumlah itu, 100 jiwa meninggal dunia. 

Narasi pencegahan terhadap demam berdarah juga turut menjadi perhatian media (22%). Media pun banyak memberitakan upaya antisipasi, tips dan anjuran yang perlu diperhatikan untuk mencegah DBD semakin meluas. 

Media juga menyoroti sebaran daerah terdampak DBD (16%), secara khusus menyoroti Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Kabupaten Sikka, yang kini sudah berstatus KLB. Pernyataan Menkes Terawan yang menyebut wabah DBD tidak bisa diabaikan meski Pemerintah saat ini tengah fokus menangani virus corona, menjadi salah satu yang banyak diberitakan. 

Narasi pemberitaan juga berkembang ke arah perbandingan dampak wabah virus corona dengan DBD (14%). Isu ini juga riuh disiulkan oleh pengguna Twitter, jumlahnya mencapai 12%. Cuitan netizen terkait penanganan pemerintah terhadap corona yang dinilai lebih optimal dibandingkan  penanganan DBD yang jumlah korbannya sudah lebih tinggi.

Tibanya musim penghujan juga selalu menjadi momok yang kerap dihubungkan dengan munculnya wabah demam berdarah (12%). Terlebih kondisi seperti di Jabodetabek yang diperparah dengan terjadinya banjir berulang kali. Sementara gerakan ajakan untuk memulai hidup sehat atau biasa dikenal dengan 3M justru tidak terlalu terlihat dominan disampaikan warganet.

Dari sisi demografi, cuitan warganet yang disurvei I2 lebih didominasi oleh mereka yang berusia 18-25 tahun (1.494 akun), kemudian diikuti mereka yang berusia 26-35 tahun (1.466 akun). Sedangkan sebaran gender didominasi oleh perempuan, yakni sebesar 2.225 akun, sementara laki-laki sebesar 2.225 akun.

 

Srikandi-Srikandi Paling Populer dan Berpengaruh di Media

International Women's Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional dirayakan setiap 8 Maret dan menjadi perayaan global di berbagai negara. 

Untuk pertama kalinya, Hari Perempuan Internasional dirayakan di New York pada 28 Februari 1909. Lalu, resmi menjadi perayaan global ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatinya pada 8 Maret pada 1977. Fokus dari perayaan ini adalah pemberdayaan perempuan di semua bidang.

Hingga saat ini, terdapat tema khusus untuk merayakan Hari Perempuan Internasional oleh PBB. Tahun ini, perayaan IWD mengusung tema "Each for Equal", merefleksikan kembali nilai tentang perbedaan, memainkan peran perempuan, serta representasi dari kesetaraan gender. 

Kesetaraan gender merambah ke berbagai bidang, baik ekonomi, bisnis, dan politik dalam berbagai komunitas.

Di Indonesia, perempuan membuktikan jika mereka tak kalah dari laki-laki. Dengan prestasi yang mumpuni, jajaran perempuan ini mampu mencuri perhatian media online di Indonesia. 

Indonesia Indicator, perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) mengidentifikasi public figur perempuan yang muncul dalam pemberitaan. Data dihimpun dari tanggal 1 Januari - 17 Desember 2019. Total berita adalah 10.042.063 berita dari 4.019 media online Indonesia.

Data dianalisis secara real time menggunakan sistem Intelligence Media Management (IMM) yang berbasis AI. Hasil analisis data tersebut mewakili data spontan (subsconscious data/bukan hasil survei yang bisa diarahkan) dari seluruh media.

Sri Mulyani, Newsmaker Media Online

Sosok Sri Mulyani Indrawati menjadi figur perempuan paling populer sepanjang tahun 2019. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini konsisten diberitakan setiap bulannya sekaligus bertengger di posisi pertama jajaran tokoh perempuan terpegah dengan total pemberitaan mencapai 58.379 berita.

Sri yang juga menjadi Menteri Keuangan masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menjadi media darling, terutama soal perannya sebagai Menteri Keuangan dan pembahasan seputar kebijakan ekonomi negara. 

Dia juga banyak dikutip pernyataannya oleh media online (86.248 pernyataan). Kepercayaan media terhadap mantan ekonom ini mampu menempatkannya sebagai rujukan utama pemberitaan. Rata-rata setiap pemberitaan, media tiga kali mengutipnya.

Ekspos pernyataannya dikutip dua kali lipat lebih besar dibandingkan menteri perempuan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kabinet Kerja periode 2014-2019 lainnya, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja Susi Pudjiastuti (37.960 pernyataan), mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yanh saat ini menjabat sebagai Ketua DPR, Puan Maharani (35.256 pernyataan), dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno (27.408 pernyataan).   

Sri Mulyani juga mengungguli menteri perempuan yang menjabat selama dua periode pemerintahan Jokowi lainnya, seperti Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar (25.621 pernyataan), serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (33.665 pernyataan). Pembangunan narasi meliputi kinerja para menteri di masing-masing sektor, termasuk framing negatif terhadap kebijakan yang menuai kontroversi.

Sementara itu, sosok Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi figur kedua teratas sebagai sosok perempuan yang paling banyak diberitakan media (52.670 berita). Figur Megawati banyak diliput seputar isu dirinya kembali dikukuhkan sebagai Ketum PDI Perjuangan serta saat momen pelantikan presiden dan wakil presiden.

Namun, media lebih dominan menyebutkan Megawati Soekarnoputri daripada mengutip pernyataannya. Posisi Megawati sebagai tokoh terpegah urutan ke-2 teratas, tapi berada di urutan ke-7 (29.949 pernyataan) dalam jajaran tokoh paling banyak dikutip.

Sosok Ibu Negara Iriana Joko Widodo menempati urutan ke-10 sebagai tokoh perempuan tervokal tahun 2019 (24.365 pernyataan). Iriana Jokowi banyak dikutip terkait kegiatannya sebagai ibu negara.

Srikandi Daerah 

Tak hanya dari pemerintah pusat, beberapa figur pejabat daerah juga terekam eksis memberi pernyataan di media, seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (77.596 pernyataan) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (40.572 pernyataan).

Kedua kepala daerah perempuan itu juga banyak diberitakan media sehingga masuk dalam jajaran perempuan terpegah, masing-masing di urutan ke-3 (34.368 berita) dan ke-9 (20.154 berita). Keduanya banyak diberitakan terkait kiprahnya dalam menyelesaikan persoalan daerah, terutama di tahun lalu terkait konflik mahasiswa Papua di Jawa Timur. 

Media juga secara aktif memberi atensi terhadap mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono (28.504 berita). Ani Yudhoyono diberitakan secara intensif karena persoalan kesehatan hingga wafatnya. Istri Presiden ke-6 SBY itu tutup usia di Singapura pada Sabtu (1/6) siang karena sakit kanker darah.

Corona Tiba di Indonesia, Bagaimana Reaksi Netizen

Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus virus corona jenis baru (Covid-19) pertama di Indonesia, Senin (2/3/2020), perbincangan tentang virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China ini kembali gempar di media sosial.

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) mencatat corona menjadi perhatian serius warganet. Sepanjang periode 2 hingga 4 Maret 2020 pukul 13:00 WIB, perbincangan isu virus corona di Twitter terus mengalir tak terbendung. Jumlahnya mencapai ratusan ribu, persisnya 319.186 cuitan.

Kelangkaan Masker dan Cairan Antiseptik

Lolosnya virus corona ke Indonesia tak bisa dipungkiri menimbulkan guncangan serius di jagat maya. Hal ini terlihat dari tingginya angka sentimen negatif publik yang melampau angka 50%.

Sentimen negatif di jagat maya itu banyak muncul dari beberapa kelompok pengkritik kinerja pemerintahan Jokowi dalam menangani virus corona. Beberapa pihak lainnya juga mengkritisi kinerja Pemprov DKI Jakarta, khususnya Gubernur Anies Baswedan. Kritikan netizen tersebut juga tak lepas dari polarisasi ekses Pilpres 2019.

Indonesia Indicator mencatat ada lima isu utama terpopuler yang diperbincangkan netizen tentang corona, berdasarkan jumlah cuitan. Dua WNI positif virus corona (Covid-19) menjadi isu yang paling banyak diperbincangkan (72.944 tweet) dengan reaksi panik dan sedih.

Netizen terpantau menunjukkan emosi terkejut atau surprise (15.491 tweet) di Twitter. Selain terkejut dengan kasus corona di Indonesia, beberapa warganet juga dikagetkan dengan langkah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) yang ternyata sudah dari jauh hari mengamankan masker untuk warganya.

Pemilik akun @03_nakula, misalnya, memuji langkah Risma menimbun masker sejak corona pertama kali muncul di Wuhan, dengan tujuan agar warga Surabaya tidak panik. Ia juga membubuhkan sejumlah emotikon positif dalam cuitannya.

“Subhanallah...keren emak ku…,” tulisnya, diretweet sebanyak 78 kali dan 335 likes, Rabu 4 Maret 2020, pukul 7:04 WIB.

Ekspresi surprise juga ditunjukkan pemilik akun @ecosorights yang mengkritik keras pemerintah atas pengakuan pasien yang mengaku ‘ngeh’ positif corona dari pemberitaan media.

“Bukan hanya mengabaikan hak masyarakat atas informasi yg benar terkait wabah virus corona di Indonesia, ternyata pemerintah juga mengabaikan hak2 pasien yg menderita virus corona,” tulisnya, pada Rabu 4 Maret 2020, pukul 12:48 WIB.

Emosi fear atau khawatir corona juga tak luput dari jari-jari pengguna Twitter (3.689 tweet). Adalah akun @thisdian yang mengungkapkan rasa khawatir melalui cuitannya pada 2 Maret 2020, pukul 9:10 pagi.

“tdnya gak gitu khawatir soal corona virus.. tapi skrg pgn beli hand sanitizer skrg juga,” ungkap @thisdian.

Langkanya peredaran masker dan antiseptik pembersih tangan juga ramai diperbincangkan netizen (28.101 tweet). Warganet mengecam berbagai pihak yang menjual masker dengan harga mahal dan pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan menimbun masker. 

Wabah corona berimbas pada kian tipisnya persediaan masker dan antiseptik di berbagai daerah. Selain disebabkan oleh konsumen yang memborong masker untuk persediaan, juga diduga ada penimbunan barang yang dilakukan sejumlah oknum. Harga masker pun ikut melonjak.

Netizen menunjukkan emosi anticipation atau waspada (46.220 tweet) yang dikaitkan dengan harapan agar orang-orang tidak memikirkan diri sendiri dengan menimbun masker dan bahan penting lainnya.

Sebagaimana cuitan pemilik akun Twitter @cempala yang mengingatkan agar tidak memanfaat kesempatan dalam kesempitan di tengah teror corona.

“Jangan kau timbun masker untuk kau jual kembali dengan harga tinggi, sementara coronavirus mampu bertahan selama 9 hari di atas permukaan object apapun yang kau sentuh, Hand Sanitizer juga penting, cuci tanganmu sesering mungkin, jika kau peduli sesama," tulis @cempala, yang diretweets sebanyak 102, dan 124 likes pada 4 Maret 2020, pukul 1:45 siang.

Ekspresi yang sama ditunjukkan akun Twitter @ACTforhumanity yang melihat sisi positif corona, bahwa ada pelajaran penting dari wabah virus mematikan ini adalah untuk memanusiakan manusia dengan membubuhkan tagar #BersamaLawanCorona.

“Dari virus Corona kita belajar bagaimana semestinya kita memanusiakan orang lain dgn tdk merampas hak mereka ingin sembuh, ingin sehat & selamat dari wabah penyakit ini. Mereka yg atas kuasa Allah ditetapkan sakit, diuji dgn kesabaran dlm menangani sakitnya,” tulisnya, 4 Maret 2020, pukul 1:46 siang.

Netizen juga membicarakan isu lain. Rumah sakit rujukan khusus pasien Covid-19 menarik perhatian dengan jumlah cuitan mencapai 9.407 cuitan.

Netizen memperbincangkan isu ini secara positif dengan mengapresiasi langkah pemerintah dalam menyiapkan rumah sakit khusus pasien corona, termasuk beban biaya pasien virus corona yang ditanggung pemerintah.

Emosi yang tertangkap adalah joy atau kegembiraan (2.573 tweet). Cuitan yang disiulkan oleh akun @Je_Ly menjadi salah satu contoh ekspresi kegembiraan yang menyambut positif rencana Presiden Jokowi untuk menambah fasilitas khusus penanganan pasien virus corona. Salah satunya, dengan merenovasi rumah sakit yang ada di Pulau Galang, Kepulauan Riau.

“Ini bukti bhw pemerintah kta serius menangani Covid-19. Yuk dukung pemerintah n ingat jangan panic,” tulisnya, Rabu 4 Maret 2020, diretweets sebanyak 62 dan 178 likes.

Isu lain, terkait anggaran untuk influencer sebesar Rp72 miliar (2.487 tweet). Pemerintah pusat dihujani kritik atas wacana dana miliaran untuk influencer ini. Kritik semakin menjadi pascadiumumkannya dua WNI positif corona. Warganet menilai rencana membayar influencer akan sia-sia. Sebagian lainnya menyarankan agar dana tersebut dibelanjakan untuk pengadaan masker dan hand sanitizer.

Lalu, isu tentang privasi data pribadi pasien (2.487 tweet). Isu ini tak kalah menarik dengan sebelumnya, karena menyangkut hak atas privasi korban corona. Rata-rata netizen mengecam berbagai pihak, lantaran membuka data pribadi pasien ke publik.

Dendang BNI Java Jazz 2020 di Media

Jakarta International Java Jazz Festival (JJF) - salah satu festival musik jaz terbesar di dunia - rutin digelar setiap tahun pada awal Maret sejak tahun 2005. Keberadaan festival ini seolah-olah menegaskan pesatnya perkembangan musik jaz di tanah air. 

Sejumlah musisi jaz terkenal dari negara lain sudah pernah mengisi acara ini, di antaranya Santana, Lee Ritenour, dan Dave Koz. Menariknya, festival ini juga diperkaya musisi dari genre musik yang lain, seperti R&B, Soul, dan Reggae. Tidak heran jika cukup banyak masyarakat yang antusias menghadiri festival ini.

Isyana Paling Populer

Tahun ini, Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 diadakan pada 28 Februari - 1 Maret 2020 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Beberapa musisi kondang turut hadir meramaikan ajang itu, mulai dari Bruno Major, The Jacksons, Phil Perry hingga artis lokal seperti Trie Utami, Ita Purnamasari, Memes, Yuni Shara, Deddy Dhukun, Mus Mudjiono, dan Fariz RM. 

Untuk menarik minat generasi milenial, panitia juga mengundang sejumlah musisi yang mewakili dan disukai generasi ini, di antaranya Omar Apollo, Isyana Sarasvati, Tulus, Rizky Febian, dan Efek Rumah Kaca. 

Pantauan Indonesia Indikator (I2) selama periode 26 Februari-3 Maret 2020, generasi Z dengan rentang umur 18 tahun-25 tahun menjadi yang paling banyak membicarakan BNI Java Jazz Festival. Di posisi kedua, ada generasi milenial dengan rentang umur 26 tahun-35 tahun. #JJF2020, #JavaJazz2020, dan #JavaJazzFestival2020 merupakan tagar teratas (hashtag) yang banyak diunggah warganet media sosial Twitter terkait event BNI Java Jazz Festival. 

Selama periode tersebut, I2 memantau 1.098 cuitan warganet yang memperbincangkan BNI Java Jazz Festival. Kemeriahan BNI Java Jazz Festival 2020 turut disuarakan netizen dengan sentimen cuitan positif.

Isu tentang penampilan para musisi mendominasi cuitan warganet (34%). Penampilan musisi internasional seperti The Jackson, Omar Apollo, hingga penampilan penyanyi dalam negeri, seperti Tulus, Isyana Sarasvati, Rizky Febian, Yuni Shara, dan Fariz RM berhasil memukau pengunjung dan rasa itu diteruskan di sosial media mereka.

Isyana menjadi musisi yang paling populer di media sosial. Dia menempati posisi pertama (268 tweet) di jajaran penyanyi yang paling banyak di-mention netizen terkait event Java Jazz Festival. Warganet banyak yang memuji penampilan Isyana membawakan album barunya Lexicon. Bersama sang suami, Isyana tampil dengan gaya yang lebih berani dan penampilan panggung yang penuh emosi. Lagu itu jauh dari kesan yang selama ini ditunjukkan oleh penyanyi kelahiran Bandung 26 tahun lalu itu. Selain itu, cuitan akun twitter Isyana @isyanasarasvati “Unbelievable energy. Thank you Java Jazz 2020” banyak di-retweet warganet. 

Isyana juga menarik perhatian media online. Pernyataan penyanyi sekaligus penulis lagu top itu banyak dikutip media online (147 pernyataan). Ini tidak terlepas dari peluncuran album terbaru Isyana pada acara tersebut. Isyana menyebutkan "Lexicon" merupakan album yang sangat personal baginya. Dia juga mempersembahkan sebuah lagu yang sangat spesial untuk suaminya, Rayhan Maditra dan orang-orang yang selalu memberikan dukungan terhadap karir musik dan keputusan hidupnya. 

Dia berada di posisi kedua di jajaran influencer di media online. Posisinya tepat di bawah Direktur Java Festival Production Dewi Gontha (202 pernyataan) yang menjadi referensi utama media dalam memberikan keterangan seputar pelaksanaan BNI Java Jazz Festival, hingga antisipasi terhadap ancaman coronavirus. 

Nama musisi Chrisye turut di-mention warganet (24 tweet). Hal ini dikaitkan dengan dimainkannya lagu-lagu Chrisye oleh Komponis Erwin Gutawa. Hebatnya, Erwin Gutawa memadukan visual dan audio dari mendiang Chrisye dengan balutan musik orkestra. Sosok sang legenda musik Indonesia itu pun hadir melalui rekaman suara asli serta dukungan visual, diambil dari beragam panggung, tur, maupun konser tunggal mulai 1994.

Sementara itu, isu lain yang juga banyak dicuitkan warganet terkait dengan kemeriahan Java Jazz (19%) dan banjir di Java Jazz (18%). Warganet turut mencuitkan seputar kondisi cuaca buruk yang terjadi di tengah-tengah berlangsungnya festival Java Jazz. Disebutkan hujan deras membuat beberapa spot di lokasi festival kebanjiran. 

Kendati pelaksanaan BNI Java Jazz 2020 diwarnai hujan lebat yang menyebabkan sebagian area festival mengalami banjir, tetapi tak menyurutkan keinginan pengunjung untuk menuntaskan acara itu. Apalagi, musisi yang tampil juga mengeluarkan kemampuan terbaiknya. 

Warga Twitter juga mencuitkan berbagai isu lain, yakni kuis berhadiah tiket Java Jazz (11%), ancaman virus corona (8%), layanan BNI Sonic (5%), dan special show Java Jazz (5%).

 

Potret Aksi Antikorupsi PA 212 di Portal Online

Persaudaraan Alumni (PA) 212 kembali menggulirkan aksi di tahun 2020 ini. Meski awal kehadiran PA 212 ini terbentuk akibat penolakan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di tahun 2020 kelompok ini memiliki sejumlah agenda lainnya.

Sejak 2016 kelompok PA 212 ini terbentuk, telah terjadi transformasi gerakan yang akhirnya setiap tahun memiliki momentum isunya sendiri. Selepas Ahok, PA 212 kemudian masuk dalam Pilpres 2019, dan menyatakan dukungan terhadap paslon 02, Prabowo - Sandi. Lalu di tahun ini, PA 212 mengangkat isu-isu korupsi. Isu yang dibawa di tahun ini sudah jauh berbeda dengan awal pendirian kelompok. Seperti demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta, pada 21 Februari 2020 lalu. 

Aksi ini bertajuk “Berantas Megakorupsi, Selamatkan NKRI”. Dalam reli, kelompok yang dikomandoi Slamet Maarif tersebut mengusung enam agenda. 'Benang merahnya' adalah isu korupsi.

Beberapa tuntutan tersebut, seperti penyelesaian korupsi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), konsendat, dan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR; mendesak pencopotan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah komando Firli Bahuri cs; serta penerapan hukum potong tangan terhadap koruptor. Satu agenda lainnya masih menyasar Ahok.

Dari atas mobil komando, orator mendesak politikus PDI Perjuangan itu mundur sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Dalihnya, karena terlibat banyak kasus rasuah kala memimpin Ibu Kota. Seperti yang sudah-sudah, besarnya massa yang berpartisipasi kembali menuai kontroversi. PA 212 mengklaim jumlah peserta lebih tinggi dibandingkan taksiran jumlah massa oleh instansi berwajib. PA 212 mengklaim, pihaknya membawa 100.000 orang pada aksi perdana pada tahun ini. Sedangkan perkiraan kepolisian cuma 1.000 jiwa. Sehingga, personel gabungan yang dikerahkan dua kali lipatnya.

Sejumlah hal lain turut mewarnai perjalanan PA 212 pada 2020, mulai dsri sebelum aksi bergulir hingga saat aksi berlangsung. Isu-isu yang muncul dalam pemberitaan media terekam dan diolah oleh piranti lunak artificial intelligence (AI) yang dikembangkan perusahaan Intelijen Media, Indonesia Indicator (I2). Dari periode 18-23 Februari 2020, setidaknya terdapat delapan isu dalam 1.206 berita dari 301 media dalam jaringan atau daring (online).

Menumbangkan Ahok

Orasi Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, terkait desakan Ahok mundur sebagai pejabat teras perusahaan minyak negara mendapat ekpose tertinggi dibandingkan tujuh isu lain. Totalnya mencapai 153 pemberitaan (20%).

Hal tersebut menunjukkan, media masih membingkai PA 212 vis a vis Ahok. Sekali pun isu yang disuarakan Slamet cs bukan lagi menyangkut penodaan terhadap agama, melainkan kasus dugaan rasuah selama menjabat wakil gubernur dan gubernur. Aksi itu juga menuding korupsi yang dilakukan Ahok, yang disebut didukung oleh konglomerat Sugianto Kusuma atau Aguan.

Pemberitaan meluas hingga tanggapan beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju. Seperti Menteri BUMN, Erick Thohir serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam merespons tuntutan PA 212 tersebut, pemerintah–baik Erick maupun Luhut–memastikan takkan memenuhinya. Pertimbangannya, tak ada bukti atas tuduhan tersebut dan kinerja Ahok di Pertamina tergolong baik. 

Desakan lainnya adalah penyelesaikan megaskandal di perusahaan pelat merah. Baik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) maupun PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) alias ASABRI. Porsinya 149 artikel (19%). Ini menujukkan, agenda PA 212 masih mendapat atensi dari media. Memang di luar PA 212,  isu tersebut masih hangat diperbincangkan, mengingat kerugian negara akibat dugaan korupsi di dua BUMN tersebut nyaris Rp30 triliun. Namun, baru perkara Jiwasraya yang masuk tahap penyidikan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Berikutnya, menyangkut dugaan pelemparan batu di kediaman Slamet di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), pada Selasa (18/2) dini hari. Korban menduga, teror di rumahnya terkait rencana aksi PA 212. Ekpose insiden ini sebanyak 143 berita (18%). Keterlibatan anak-anak dalam aksi PA 212 juga disorot portal online. Apalagi, beberapa di antaranya kedapatan merokok. Cakupan beritanya mencapai 120 artikel (15%). 

Sejumlah instansi pun angkat bicara. Seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga ad hoc itu juga menemukan, banyak anak putus sekolah yang terlibat. Masalah ini menjadi sorotan negatif terhadap aksi ini di ruang publik.

Hal lain yang diangkat media online, adalah persiapan jelang reli sebanyak 95 berita (12%). Kemudian, 72 berita menyangkut pengamanan aksi (9%), 45 berita tentang orasi menjatuhkan Jokowi (6%), dan delapan berita mengenai izin aksi (1%).

Tervokal dan Terpopuler

Dari 10 orang yang terbanyak dimintai pernyataan terkait aksi, hanya tiga figur sentral PA 212 yang mencolok. Sisanya berasal dari berbagai unsur. Dari kepolisian hingga pejabat pemerintahan.

Posisinya sebagai ketua umum PA 212, membuat Slamet sebagai figur tervokal, sebanyak 835 pernyataannya dikutip media. Umumnya mencakup persiapan dan tuntutan aksi 21 Februari 2020, hingga pelemparan batu di kediamannya. Urutan kedua ditempati Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, dengan 786 pernyataan. Komentarnya berkaitan dengan pengamanan jelang aksi 212 dan tanggapannya tentang orasi kontroversial yang disertai teriakan desakan Jokowi mundur. 

Kemudian, top influencer ketiga adalah Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin sebanyak 695 pernyataan. Selanjutnya, Menteri BUMN Erick Thohir (338 pernyataan); Direktur Indonesia Resources Studies Marwan Batubara (331 pernyataan); Menko Polhukam, Mahfud MD (281pernyataan); Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis (146 pernyataan); Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar (110 pernyataan); Staf Khusus Presiden Dini Purwono (99 pernyataan); serta Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto (92 pernyataan).

Menariknya, figur terpopuler (top person) dalam pemberitaan aksi 212, adalah bekas politikus PDI Perjuangan sekaligus tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR, Harun Masiku. Namanya disebut dalam 261 berita, yang dikaitkan dengan desakan pengusutan kasus ini oleh PA 212.

Top person kedua, adalah Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus dengan 198 berita. Lalu, Ketum PA 212 Slamet Maarif (193 berita); Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama (191 berita); Presiden Jokowi (171 berita); Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin (129 berita); Direktur Indonesia Resources Studies Marwan Batubara (105 berita); mantan Komisioner KPU sekaligus tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR, Wahyu Setiawan (104 berita); Mahfud MD (77 berita); dan Erick Thohir (67 berita).

Kehilangan Pamor

I2 turut memotret 10 portal online terintens memberitakan PA 212 pada medio Februari 2020. Sebanyak tujuh di antaranya, merupakan media arus utama (mainstream). Detik.com membuat konten terbanyak (97 artikel).

Lalu, disusul Indozone.id (49 artikel), Tribunnews.com (43 artikel), Tempo.co (31 artikel), Suara.com (30 artikel), Akurat.co (29 artikel), Warta Ekonomi.co.id (25 artikel), serta Harianaceh.co.id, Kumparan.com, dan Riau24.com masing-masing 24 artikel.

Data itu menunjukkan, PA 212 mulai kehilangan pamor. Agendanya juga tak lagi “seksi”. Dus, tak mendapat tempat utama di media online. Berbeda dengan aksi-aksi pada 2016 silam.

Fakta lainnya, tercermin dari delapan isu tertinggi pada pemberitaan portal online, tak semua agenda PA 212 diangkat intensif oleh media. Seperti kasus dugaan suap PAW anggota DPR; rasuah konsendat yang menjerat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Honggo Wendratno; desakan Firli cs mundur; dan tuntutan penerapan potong tangan untuk koruptor.

Semarak Hari Pers Nasional Dalam Potret Media

Sukses dihelat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 8 Februari 2020, semarak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) menjadi topik dan isu yang banyak diangkat media online dan media sosial, baik sebelum dan sesudah perayaan. Hal ini terlacak melalui riset Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) dari tanggal 1 hingga 20 Februari 2020. 

HPN yang diperingati setiap tanggal 9 Februari di jagad dunia maya pada periode tersebut tidak saja direpresentasikan melalui ragam isu dalam angka dan data, namun juga ditandai dengan munculnya sejumlah tokoh dan pejabat pusat hingga daerah yang turut mewarnai ramainya isu dan topik di media online dan sosial.   

Didominasi sentimen positif

Pantauan media menunjukkan topik Hari Pers Nasional (HPN) 2020 diberitakan sebanyak 6.129 berita dari 1.144 portal media online pada periode 1 hingga 20 Februari., didominasi isu dengan sentimen positif dengan angka 50%. 

Perayaan HPN di berbagai daerah memuncaki sebaran isu tertinggi  sebesar 65%, total ekspose muncul pada awal Februari dengan total menembus angka 3.487. Perayaan HPN 2020 menorehkan sejarah baru dengan hadirnya banyak tokoh nasional dan duta besar negara sahabat. Panitia HPN mencatat ada delapan menteri Kabinet Indonesia Maju hadir selama rangkaian acara HPN di Kalsel. Bahkan tak sekadar datang, mereka turut menjadi pembicara utama dalam seminar yang digelar. Selain para menteri, empat Staf Khusus Presiden milenial pun ikut memeriahkan HPN. Mereka adalah Putri Indahsari Tanjung, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, Aminuddin Ma'ruf, dan Andi Taufan Garuda Putra, plus 20 duta besar bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga didampingi Ketua DPR Puan Maharani serta Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Isu terkait perayaan HPN di berbagai daerah dilambungkan media online dengan mengutip pernyataan Jokowi tentang insan pers dan wartawan. "Insan pers adalah teman saya sehari-hari, wartawan selalu ikut dalam setiap aktivitas dan kegiatan. Makanya bagi saya, insan pers selalu di hati dan selalu rindu,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya di HPN. 

Presiden Jokowi menjadi ‘bintang’ yang paling banyak dimintai keterangannya seputar HPN (3.499 statements), sekaligus figur yang paling banyak diberitakan oleh media atau top person (896 berita). 

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menjadi figur kedua teratas yang paling banyak dikutip pernyataannya oleh media (top influencer) sebanyak 1.213 statements. Sedangkan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari menjadi top person kedua setelah Jokowi, dengan 836 berita.

I2 merekam isu lainnya yang banyak diberitakan oleh media online, yakni pameran dan workshop  HPN di berbagai daerah sebesar 10% (276 berita). Ragam kegiatan HPN yang menarik juga tak luput diramaikan media online, misalnya kegiatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan menggelar workshop jurnalistik yang cukup unik dengan melibatkan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan dari seluruh Polsek, dan Koramil se-Lamongan.

Media online juga ramai-ramai memberitakan peningkatan kualitas pers dengan jumlah 513 ekspose dan peresmian hutan pers sebanyak 478 ekspose. 

Isu mengenai kualitas pers Indonesia juga diangkat media online, hal ini merujuk pada pernyataan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) bahwa pers tetap menjadi bagian penting dalam penegakan demokrasi dan supremasi masyarakat sipil. Termasuk pernyataan Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh yang mengharapkan Pers Indonesia bisa menjadi peredam dan penghangat pilkada serentak pada tahun 2020, sebagai cerminan dari pers berkualitas.

Ramai-Ramai Ucapkan Selamat HPN

Semarak HPN juga terjadi di Twitter. Tercatat ada 12.466 cuitan netizen pada periode yang sama. Warganet melambung ‘siulan’ HPN melalui lima hashtag tertinggi, yakni: #HPN2020DanPolri sebanyak 1.761 tagar dan #HPN2020 sebanyak 228. Lainnya terdapat tagar #HariPersNasional dan #haripersnasional.

Sentimen positif untuk topik Hari Pers Nasional 2020 mendominasi Twitter mencapai angka 84%. Besarnya sentimen positif di media sosial salah satunya disebabkan oleh antusiasme netizen dalam memberikan ucapan selamat atau memperingati Hari Pers Nasional.  

Menggunakan metode Social Network Analysis (SNA), riset Indonesia Indicator mendeteksi lima isu terpopuler yang juga direpresentasikan melalui persentase sebaran isu di Twitter, yakni: Polda Polri peringati HPN sebesar 46% (5.489 tweet). Cuitan ini dilambungkan melalui akun-akun resmi milik kepolisian, baik dari level pusat (Polri) hingga level daerah (Polda-Polres) yang juga aktif mengunggah ucapan Selamat Hari Pers hingga update mengenai kegiatan peringatan HPN yang dilakukan jajaran kepolisian bersama insan pers.

Ucapan Selamat HPN oleh netizen juga meramaikan Twitterland dengan total sebaran isu sebesar 41% (4.840 tweet). Ucapan Selamat HPN 2020 muncul dari akun individu, akun pemerintahan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan lain-lain. 

Isu lain yang mewarnai Twitter adalah Perayaan HPN 2020 dengan sebaran isu 10% (1.135 tweet). Disusul isu bagi-bagi hadiah dengan sebaran isu 2% (246 tweet). Cuitan bagi-bagi hadiah di HPN ini diwarnai aksi bagi-bagi saldo dompet digital senilai Rp500.000. Kemudian, isu peresmian hutan pers sebanyak 1% (71 tweet), cuitan kegiatan ini terekspose melalui kegiatan Presiden Joko Widodo meresmikan Kebun Bibit Desa (KBD) dan Hutan Pers Taman Spesies Endemik Indonesia di Kalsel. Terakhir adalah terkait isu peningkatan kapasitas dan kualitas pers tercatat 28 tweet, isu yang dicuitkan netizen adalah dukungan Bank Negara Indonesia (BNI) terhadap peningkatan kapasitas jurnalistik hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sementara itu, sentimen negatif di media online datang dari pemberitaan terkait kekerasan terhadap pers dengan persentase sebaran isu 2% (128 ekpose). Isu yang diangkat meliputi kekerasan pada wartawan di berbagai wilayah saat menjalankan tugas, termasuk tujuh kasus kekerasan yang menimpa insan pers di Jawa Barat yang diungkapkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung.

Gemuruh MotoGP 2020 di Luar Lintasan

Perhelatan MotoGP World Championship musim 2020 dipastikan berjalan sesuai rencana. Sebanyak 22 pembalap dari 11 tim bakal beradu cepat di Losail International Circuit, Qatar, pada seri pertama. Event bergengsi ini rencananya digelar 8 Maret 2020.

Musim ini lebih panjang dari yang sudah-sudah. Pada 2020, balapan mencapai 20 seri. Perlombaan pemungkas digelar di Circuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, pada 15 November 2020.

Walaupun saat ini ancaman wabah coronavirus jenis baru (Covid-19) tengah menjadi kasus kesehatan global, namun tak membuat promotor MotoGP, Dorna, menimbang ulang rencananya menghelat perlombaan. Kalaupun ada, hanya terkait potensi menunda balapan di Chang International Circuit, Thailand, pada 22 Maret. Itu pun masih sebatas wacana.

Meski baru akan dihelat empat pekan lagi, “gemuruh” pemberitaan media dan kicau netizen tentang MotoGP telah menggema sejak awal tahun. Bukti ajang kejuaraan dunia 1.000 cc ini belum kehilangan daya tariknya. Para penggemar seakan tak sabar menyaksikan jagoannya adu gesit di lintasan.

Beragam topik diperbincangkan warganet dan diulas sejumlah media massa. Seperti nasib perpanjangan kontrak Valentino Rossi oleh tim Monster Energy Yamaha, persiapan juara bertahan Marc Marquez, gelaran tes pramusim, gaji para pembalap, hingga perhelatan di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada musim 2021.

Geliat Rossi

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI), merekam beragam isu yang ramai diulas di media massa dan netizen sejak 1 Januari -16 Februari 2020. Pada rentang itu, sebanyak 489 portal media online baik dari dalam dan luar negeri membahas MotoGP sebanyak 4.925 berita. Sedangkan di Twitter, warganet membahas gelaran perlombaan ini hingga 3.470 kicau.

Pembahasan di media dan media sosial didominasi oleh pembalap legendaris, Valentino Rossi. Porsinya 35% (1.105 artikel) di portal media online dan 31% (558 tweet) di Twitter. 

Masifnya pemberitaan tentang Rossi tak lepas dari intensnya dia melontarkan pernyataan (statement). Dus, menjadikannya figur tervokal sekaligus terpopuler di media online. Sebanyak 1.508 pernyataan Rossi dikutip media online dan namanya muncul dalam 1.781 berita. Data tersebut menunjukkan, pembalap veteran asal Italia ini masih menjadi ikon utama MotoGP.

Rossi banyak mendapat ekspos di media dikarenakan besarnya pemberitaan terkait hubungannya dengan tim Monster Energy Yamaha. Media memberitakan terkait kontrak Rossi dengan tim Garpu Gala yang berakhir sampai akhir musim 2020. MotoGP akan menjadi musim terakhirnya sebagai pembalap tim pabrikan Yamaha. 

Habisnya kontrak itu memunculkan isu duet Rossi dengan pembalap Jorge Lorenzo yang akan kembali pascapensiun dini, pada MotoGP 2021. Petronas Yamaha dikabarkan menjadi salah satu tim yang bakal menduetkan dua pembalap tersebut. Sebanyak 4% (119 artikel) membahas tentang wacana kembali berduetnya Rossi dengan Jorge Lorenzo.

Lorenzo memang sudah memutuskan pensiun dini pada penghujung 2019. Namun awal tahun ini, ia menerima tawaran Yamaha sebagai test rider atau pembalap penguji. Juara dunia MotoGP tiga kali itu diyakini come back sebagai pembalap utama. 

Banyak media mencuplik pernyataan Lorenzo. Sebanyak 678 komentarnya dikutip portal online. Artikel tentangnya pun termuat dalam 803 berita. Hal tersebut, menjadikan racer berpaspor Spanyol ini sebagai sosok tervokal keempat teratas dan terpopuler kelima. Mayoritas pembahasan tentangnya terkait wacana duet dengan Rossi maupun sebagai pembalap penguji Yamaha.

Isu lain yang lekat dengan Rossi di media online yakni rencananya untuk pensiun. Hasil musim 2020 ini akan menentukan karier balapan Rossi. Media online memberitakan spekulasi Rossi akan gantung helm tahun depan apabila prestasi yang diraihnya tak lebih baik dari musim lalu. Apalagi, prestasinya tak memuaskan pada balapan MotoGP 2019 lalu. Rossi yang dijuluki Rossifumi itu bertengger di peringkat ketujuh dan hanya dua kali naik podium tanpa sekali pun finis pertama. Pada musim 2020 ini, ia memasang target menembus posisi tiga besar klasemen. 

Ulasan ihwal posisinya digantikan Fabio Quartararo di Monster Yamaha, juga cukup intens. Nama Fabio Quartararo terus mendapat sorotan media usai disebut menggantikan Valentino Rossi sebagai pembalap baru tim Monster Yamaha di Tahun 2021. Sebesar 495 pernyataan Quartararo dikutip media online. Intensitas pemberitaannya mencapai 1.264 artikel. Menjadikannya sebagai figur terpopuler ketiga teratas dan tervokal keenam.

Sebagai pengganti Rossi di tim Monster Energy Yamaha, turut mengerek ulasan terkait Quartararo. Dari sebaran isu, terpantau narasi pengganti Rossi ini disoroti sebesar 14% (456 artikel). Di Twitter, netizen membahas isu ekspektasi terhadap Fabio Quantararo mencapai 12% (226 tweet).

Meski unggul di lintasan pada musim 2019, eksistensi Marc Marquez sebagai juara bertahan berada di bawah Rossi dalam pemberitaan maupun Twitter. Porsinya hanya 30% (953 artikel) di media online dan 15% (285 tweet) di platform “burung biru”. Pembahasan terkait Marquez seputar targetnya di MotoGP, berakhirnya status kontrak di tim Repsol Honda pada musim ini, hingga bahasan jajaran penantang Marquez di MotoGP 2020.  

Pembalap yang dijuluki The Bionic Man oleh fans MotoGP itu tercatat menjadi sosok kedua tervokal dan terpopuler di media online. Ia menyampaikan 1.091 pernyataan yang dikutip media daring sekaligus berada dalam 1.500 berita. 

Mengenai gelaran pramusim di Sepang, Malaysia–baik shakedown pada 2-4 Februari dan test pada 7-9 Februari–resonansinya di portal online sebesar 7% (228 artikel). Pun demikian di Twitter sebesar 7% (134 tweet).

Meski tak signifikan, tetapi sejumlah media daring juga membahas tentang besaran gaji para pembalap. Isu ini termuat sebesar 1% (23 artikel).

Gairah Warganet di Sirkuit Mandalika

Rencana balapan di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, juga ramai digunjingkan netizen di Twitter menembus angka 26% (492 tweet). Porsi pembicaraannya di media sosial jauh di atas obrolan tentang Marquez. Seperti diketahui, Sirkuit Mandalika akan menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan ajang MotoGP pada tahun 2021.  

Di sisi lain, pembahasan di portal online terkait proyek Sirkuit Mandalika mencapai 9% (289 artikel). Isu ini memunculkan nama Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marinves), Luhut Binsar Panjaitan dalam jajaran 10 besar tokoh tervokal di media online terkait MotoGP. Luhut menjadi satu-satunya pejabat pemerintah dalam kelompok teratas. Lainnya pihak berkepentingan (stakeholder) MotoGP. Seperti pembalap, mantan pembalap, serta kepala dan manajer tim.

Sebanyak 279 pernyataan Luhut dikutip media online. Sehingga, berada pada posisi kedelapan figur tervokal. Keterangan yang disampaikannya sebatas perkembangan pembangunan dan kesiapan Sirkuit Mandalika, NTB, pada musim depan.

Sementara itu, jika dilihat berdasarkan gender, merujuk hasil pemantauan di Twitter, MotoGP masih identik dengan "kaum Adam". Dari 3.470 cuitan, hanya 29% di antaranya yang disampaikan oleh netizen perempuan.

Dari dimensi usia, terpantau mayoritas merupakan milenial, generasi yang lahir pada awal 1980-an hingga awal 2000-an. Sebesar 41% berusia 26-35 tahun. Disusul 18-25 tahun sebesar 39%, di atas 35 tahun sebesar 13%, dan di bawah 18 tahun sebesar 7%.

Riuh Rendah Wacana Pemulangan WNI Eks ISIS di ‘Udara’

Wacana pemulangan 689 Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS atau Foreign Terroris Fighter (FTF) dari Suriah ke Tanah Air menuai perdebatan publik.

Ide itu pertama kali disampaikan oleh Menteri Agama Fachrul Razi pada 1 Februari lalu di Hotel Discovery, Jakarta Utara. Saat itu, Fachrul menuturkan WNI yang dulu tergabung dengan ISIS tengah terlantar di wilayah Timur Tengah. Harapan Fachrul, pemerintah bisa melakukan pengawasan dan pembinaan setelah WNI eks ISIS tersebut dipulangkan ke Indonesia.

Namun belakangan, pernyataan Fachrul tersebut diklarifikasi oleh Kementerian Agama. Melalui staf khususnya, Ubaidillah Amin, menyatakan ada kesalahan informasi mengenai rencana pemulangan WNI eks ISIS. Proses pemulangan WNI eks ISIS dianggap tak mudah karena harus melalui pengkajian dan analisa mendalam.    

Kerasnya Gelobang Penolakan WNI eks ISIS

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence (AI) melacak isu pemulangan eks ISIS menjadi berbincangan masif warganet, khususnya di Twitter dalam rentang waktu 1-10 Februari 2020. Cuitan netizen dalam periode tersebut menembus angka 9.829, dengan puncak ekspos cuitan terjadi pada 6 Februari 2020, sebanyak 2.372.

Perbincangan netizen didominasi oleh kelompok gender laki-laki sebanyak 70%, sedangkan perempuan hanya sekitar 30%. Sebaran umur yang terekam, dominan berada di usia 26-35 tahun sebanyak 46% dan usia di atas 35  tahun sekitar 30%. Rentang umur tersebut secara umum memiliki persepsi politik yang sudah matang.

Pro-kontra pemulangan eks ISIS berlangsung jomplang, didominasi suara penolakan. Narasi ‘desakan terhadap Presiden Jokowi untuk menolak wacana pemulangan eks ISIS’ menjadi perbincangan utama netizen. Isu ini tercatat dicuitkan dengan angka tertinggi sebanyak 3.832 tweet. Disusul isu ‘pencabutan kewarganegaraan’ sebanyak 269 cuitan.

Lalu, isu ‘perbandingan pemulangan WNI Wuhan & WNI ISIS’ dicuitkan sebanyak 167. Netizen mengkritik komentar Ketua DPP Partai Keadilan Sosial (PKS) Mardani Ali Sera yang membandingkan pemulangan WNI dari Wuhan, China akibat penyebaran virus corona  dengan WNI mantan ISIS. Dalam keterangan resminya, Mardani mengatakan kombatan ISIS bertatus WNI dan merupakan korban yang harus ditolong negara, sama seperti WNI yang terkena ancaman virus corona.

Wacana penolakan juga muncul melalui isu ‘desakan mencopot Menteri Agama Fachrul Razi’ dengan intensitas cuitan sebanyak 50. Netizen kecewa dengan Fachrul yang dianggap tidak tegas terhadap intoleransi. Twitter juga diramaikan kritik terhadap sikap Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) M. Choirul Anam yang mendukung wacana pemulangan. Isu itu dicuitkan sebanyak 95 cuitan.

Terpantau juga pihak pemerintah ramai-ramai menolak dan membantah wacana itu. Presiden Jokowi berulangkali membantah, lalu pada Rabu (12/1) menegaskan kalau pemerintah tidak memiliki rencana memulangkan kombatan ISIS ke Tanah Air, demi  menjaga keamanan 260 juta penduduk Indonesia.

Sejumlah menteri dan lembaga non kementerian juga menyatakan menolak pemulangan WNI eks ISIS. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius. Bahkan Menteri Agama Fachrul Razi – yang semula mengembuskan wacana itu – juga ikut menolak. Dia meluruskan bahwa wacana itu tidak benar.

Secara umum, argumen penolakan pihak pemerintah mengerucut pada alasan memberi rasa aman dari ancaman teroris, untuk melindungi Indonesia dan seluruh warganya, sudah meninggalkan status kewarganegaraan untuk menjadi ISIS, dan kengerian terhadap mantan ISIS kalau mereka mengganas melalui aksi terror apabila kembali ke Indonesia.

Banjirnya penolakan juga terlihat dari lima tagar teratas yang dicuitkan, yaitu: #TolakEksWNIProISIS (sebanyak 1.383 tagar), #TolakEksISIS (551), #CabutStatusWNIProISIS (463), #DukungJokowiBerantasISIS sebanyak (411), #CegahISISmasukNKRI (353), dan #ISISGoToHell (289).

Sementara itu, hanya sedikit netizen yang mendukung wacana pemulangan eks ISIS,  yakni sebanyak 16 cuitan. Pola cuitan yakni meretweet berita terkait pernyataan Mardani dan Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon yang mendukung wacana pemulangan WNI eks ISIS.

Sikap mendukung pemulangan FTF juga ditunjukkan oleh organisasi masyarakat, politisi, dan lembaga non pemerintah. Mereka adalah Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, politisi Gerindra Fadli Zon, Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Sekjen MUI Anwar Abbas, serta Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak Jasra Putra. Sebagian besar menyatakan mendukung pemulangan eks ISIS, meski membubuhkan catatan.

Argumentasi dukungan terhadap pemulangan eks ISIS secara umum mengacu pada pertimbangan kemanusiaan, kewajiban konstitusional melindungi warga negara Indonesia, dan mendukung pemulangan dengan catatan direhabilitasi. Selain itu, eks ISIS dianggap korban yang didominasi oleh ibu-ibu dan anak-anak.

Kendati demikian, sikap berbeda terlihat dilakukan oleh Nahdlatul ‘Ulama (NU). Organisasi Islam terbesar di Indonesia itu secara tegas menyatakan menolak pemulangan bekas ISIS karena dianggap telah meninggalkan negara.  

Alasan Menolak dan Mendukung Pemulangan

Riset Indonesia Indicator merangkum sejumlah alasan penolakan netizen terhadap pemulangan WNI eks ISIS. Warga Twitter bertumpu pada sejumlah argumen, yakni: telah membakar paspor Indonesia untuk bergabung ISIS sekaligus cerminan melepas status WNI. Selain itu juga alasan keamanan. Eks ISIS dianggap sudah terpapar ideologi ISIS sehingga dikhawatirkan menyebarkan paham radikal di Indonesia, bahkan dikhawatirkan melakukan aksi teror di Indonesia.

Lalu, program deradikalisasi di dalam negeri dinilai belum optimal lantaran masih muncul serangkaian aksi terorisme. Kombatan juga dianggap telah melanggar HAM karena pernah bergabung dengan ISIS yang acap kali memamerkan aksi super sadis. Alasan terakhir, netizen menganggap lebih baik pemerintah mengurusi kesejahteraan warga di dalam negeri daripada WNI yang sudah terpapar doktrin paham radikal.

Sebaliknya, netizen yang mendukung pemulangan bertumpu pada faktor kemanusiaan. Lainnya, mengacu pada pemulangan WNI asal Wuhan. Kombatan ISIS dinilai masih berstatus WNI sehingga harus diurus negara, sebagaimana WNI yang terkena ancaman virus corona.

Terlepas dari argumen pro dan kontra pemulangan 689 WNI ini, Presiden Jokowi telah menyebut mereka sebagai ISIS eks WNI. Bahkan, Jokowi meminta agar mereka diidentifikasi secara detail guna mengetahui identitasnya sebagai langkah antisipasi apabila menyusup masuk ke Indonesia.

Meramu Kebenaran dengan Sistem Big Data

Penyelenggaraan survei yang mengandalkan data primer (informasi individu), terutama survei nasional dengan sampel besar, dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang kemungkinan akan sepi peminat. Hal itu bukan hanya karena aspek pembiayaan yang cenderung mahal, proses koleksi dan pengolahan data yang cenderung lama, melainkan juga masalah tuntutan kualitas serta kecukupan data. Seturut dengan perkembangan teknologi digital informatika, kehadiran Big Data menjadi pilihan yang lebih menarik.

Kementan Klaim Impor Beras Turun di 2016

 Impor beras mengalami penurunan di 2016, bila dibanding 2015 lalu. Hal itu disebabkan adanya ‎program upaya khusus (Upsus) yang meningkatkan produksi pangan.

Indonesia tidak mengimpor beras sepanjang 2016. Jika pun ada merupakan kontrak yang terjadi pada kuartal akhir 2015 yang baru terealisasi pada awal kuartal di 2016. Setelah 1,1 juta ton didatangkan pada kuartal I-2016, Kementan mengklaim Indonesia sudah tidak lagi mengimpor beras. Impor yang dilakukan hanya merupakan beras jenis premium.

Kepala BKPM: Indonesia Kekurangan TKA

Rasio penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia dengan jumlah tenaga kerja yang ada masih sangat rendah. Total jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia hanya 74.000 (tujuh puluh empat ribu) atau 0,062 persen dari total tenaga kerja sebesar 120 juta.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menilai, angka rasio tersebut masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Dia mengatakan porsi TKA di Qatar 94 persen, di Uni Arab Emirat bahkan 96 persen, Singapura 36 persen. Bahkan Amerika Serikat mencapai 16,7 persen, Malaysia 15,3 persen, dan Thailand 4.5 persen.

BPJS Ketenagakerjaan Tawarkan KPR dengan Cicilan Bunga Murah

BPJS Ketenagakerjaan bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mengembangkan berbagai fasilitas demi menunjang kepemilikan rumah bagi masyarakat. Kerja sama ini supaya peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa meraih bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang lebih ringan.

Aturan kerja sama tersebut‎, menurut Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif, masih digodok diantara perbankan dan kementerian terkait. Tapi, diharapkan bunga pinjaman bisa lebih rendah dari bunga KPR komersial yang ada di pasar.

Soekarno-Hatta Jadi Bandara Terpadat di ASEAN

Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia mencatat Bandara Internasional Soekarno-Hata merupakan bandara terpadat di kawasan ASEAN.

Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono mencatat jumlah pergerakan pesawat (movement) Bandara Soekarno-Hatta pada 2015 sebanyak 1.040 pesawat per hari atau sekitar 43 movement per jamnya. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding Bandara Kuala Lumpur-Malaysia, Changi-Singapura, dan Suvarnabhumi-Thailand.

Jokowi Perintahkan Aparat Tindak Tegas Penyebar Berita Hoax

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas memerintahkan para pembantunya itu agar lebih cepat merespons berita bohong atau hoax. "Presiden menyampaikan akan lebih tegas merespons isu di media sosial," ucapnya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 29 Desember 2016.

Pemerintah menilai persoalan berita bohong sebagai hal yang meresahkan lantaran banyak tersebar. Salah satu contohnya, isu 10 juta tenaga kerja asing asal Cina yang masuk ke Indonesia. Nantinya, kata Rudiantara, langkah nyata yang bisa dilakukan adalah melakukan penyaringan informasi menjadi lebih cepat dan tegas lagi. "Dari sisi penegakan hukum memang sudah tegak," kata dia.

Perlu Duit Rp 6.000 Triliun, Jokowi Harus Tinggalkan Zona Nyaman

Tantangan perekonomian Indonesia dua tahun ke depan akan semakin berat. Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) perlu meninggalkan zona nyaman dan menghadapi segala tantangan tersebut bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta kabinetnya. Hal inilah yang tidak dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama memimpin Indonesia.

"Kelemahan pemerintahan SBY selalu ingin berada di zona nyaman. Contohnya mempertahankan pertumbuhan ekonomi 5-6 persen per tahun sudah dianggap prestasi. Padahal potensinya bisa tumbuh lebih tinggi," ujar  Pengamat LIPI, Latif Adam saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Jumat (24/10/2014).

Loading...
Loading...