Berlomba Mencari Vaksin Corona di Ranah Media

Pandemi Covid-19 memaksa berbagai negara berlomba-lomba menemukan vaksin sebagai upaya untuk mencegah penularan virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu. Bahkan beberapa negara sudah ada yang mulai melakukan uji coba vaksin kepada manusia. 

Perjalanan panjang pengembangan vaksin ini menjadi sorotan media online baik dalam dan luar negeri. Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) merekam terdapat 44.394 berita  yang membahas seputar vaksin virus Corona.

Uji coba dan pengembangan vaksin corona menjadi pembahasan utama media online dalam maupun luar negeri (16.426 berita). Berbagai negara berlomba untuk dapat menemukan vaksin tersebut. Salah satunya yakni Vaksin buatan Sinovac Biotech, Tiongkok. Vaksin tersebut terbuat dari virus SARS-CoV-2 yang dilemahkan. Sinovac saat ini tengah menguji vaksin pada 744 sampel berusia 18-59 tahun dan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2020.

Isu 'gaya hidup normal baru' turut mendapatkan perhatian media (1.918 berita). Isu ini mencuat salah satunya dari pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat Indonesia hidup damai berdampingan dengan virus corona selama vaksin belum ditemukan. Wacana ini pu menuai polemik di masyarakat.  

Isu lainnya yang menjadi sorotan media yakni terkait tuduhan otoritas Amerika Serikat yang menyebut bahwa para peretas (hacker) Tiongkok tengah berupaya mencuri data penelitian vaksin di negara adidaya tersebut. Isu ini santer diberitakan media hingga 1.349 berita. 

Sederet isu utama lainnya yang juga menjadi pemberitaan media, yakni herd immunity (1.343 berita), vaksin buatan CanSino Biological (673 berita), peretasan data penelitian vaksin (591 berita), prediksi Covid-19 tidak pernah hilang (278 berita), dan Bio Farma kembangkan vaksin (269 berita).

I2 juga mencatat 10 tokoh yang menjadi top person media mainstream terkait isu vaksin virus corona. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menjadi figur yang paling banyak diberitakan media (6.839 berita). Figur Trump dikaitkan beberapa isu, seperti: uji coba vaksin corona, peretasan data penelitian vaksin AS, dan prediksi waktu penemuan vaksin corona.

Trump juga menjadi figur yang paling aktif berkomentar seputar vaksin virus Corona (13.244 pernyataan). Trump tercatat berkomentar seputar isu peretasan data penelitian vaksin milik AS, hingga prediksinya terkait vaksin corona yang akan ditemukan pada akhir 2020. 

Lalu, Pakar Imunologi AS, Anthony Fauci juga banyak menyita pemberitaan media (2.771 media). Fauci banyak diberitakan terkait perdebatannya dengan Trump seputar rencana Trump yang akan membuka Kembali fasilitas publik. Sementara Presiden Jokowi, banyak diberitakan seputar wacana 'gaya hidup normal baru' atau hidup berdampingan dengan virus corona selama vaksin belum ditemukan. Jokowi diberitakan sebanyak 1.739 berita. 

Nama lain yang juga masuk top person adalah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (1.723 berita), Tokoh Bisnis dan Filantropis Bill Gates (1.432 berita), Dirjen WHO Tedros Adhanom  (1.425 berita), Kepala FDA AS Scott Gottlieb (1.229 berita), Gubernur New York Andrew Cuomo (1.109 berita), Caitlin Rivers Ahli Epidemiologi (1.091 berita), dan Ahli Biodefense AS Crystal Watson (1.086 berita),

8 Kandidat Vaksin

Proses pembuatan vaksin ini memang tidak sebentar, terlebih risiko kegagalan bisa saja terjadi karena kurangnya perhitungan dalam melakukan uji coba. Namun semua ini dilakukan demi kepentingan kesehatan masyarakat dunia, agar pandemi virus Corona bisa segera berakhir.

Hingga kini, setidaknya ada delapan kandidat vaksin Covid-19 yang masuk tahap uji coba manusia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, delapan kandidat vaksin tersebut diproduksi oleh Amerika Serikat, Jerman, Tiongkok, dan Inggris. Kandidat vaksin itu yakni: 

1. Vaksin mRNA-1273 milik perusahaan bioteknologi Moderna dari AS yang bekerjasama dengan Institut Nasional Penyakit Alergi dan Penyakit Menular (NIAID). Data uji coba klinis tahap pertama menargetkan studi tersebut rampung pada 20 September 2021.

2. Vaksin INO-4800 milik lembaga Inovio Pharmaceutical, AS. Direncanakan studi sampel vaksin tersebut akan tuntas pada April 2021. 

3. Vaksin ChAdOx1, hasil penelitian Universitas Oxford ini rencananya akan diujikan pada 1.112 sampel berusia 18-55 tahun dan diharapkan selesai pada Mei 2021.

4. Vaksin BNT162 milik lembaga Biopharmaceutical New Technologies asal Jerman yang bekerjasama dengan perusahaan Fosun Pharma dari Tiongkok dan Pfizer dari AS. Program pengembangan vaksin ketiga perusahaan ini tengah memasuki studi fase 1/2 vaksin untuk menentukan keamanan, imunogenisitas, dan tingkat dosis optimal vaksin.

5. Vaksin Adenovirus Tipe 5 Vektor Vaksin ini dikembangkan oleh CanSino Biological dari Tiongkok yang menggandeng Institut Biteknologi Beijing. Rencananya pengujian vaksin akan dilakukan pada pasien usia 18-60 tahun dalam jangka waktu enam bulan.

6. Vaksin Inactivated Novel Coronavirus Pneumonia. Vaksin yang diteliti oleh perusahaan farmasi Sinopharm asal Tiongkok bersama Institut Biologi Wuhan.

7. Vaksin Inactivated SARS-CoV-2. Vaksin milik Institut Biologi Beijing bekerjasama dengan Perusahaan Farmasi Sinopharm.

8. Vaksin buatan Sinovac Biotech, Tiongkok. Vaksin tersebut terbuat dari virus SARS-CoV-2 yang dilemahkan. Sinovac saat ini tengah menguji vaksin pada 744 sampel berusia 18-59 tahun dan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2020.


Ketahanan Pangan Kala Pandemi: Sorot Media Massa terhadap Upaya Negara

Ketahanan pangan nasional turut terpengaruh pandemi coronavirus baru (Covid-19). Selain krisis ekonomi dan kesehatan, ini membuat pemerintah semakin pening karena berpotensi menyebabkan angka busung lapar di Tanah Air bertambah.

Untuk mengurai masalah ini, pemerintah merencakan sejumlah upaya. Langkah pemerintah mendapat atensi sejumlah media massa arus utama (mainstream) dan terekam melalui piranti lunak artificial intelligence (AI) Indonesia Indicator (I2), perusahaan di bidang intelijen media.

I2 mencatat, terdapat 60.209 artikel yang membahas tentang ketahanan pangan. Isi berita berasal dari berbagai narasumber, seperti pemerintah, pengamat, badan usaha milik negara (BUMN), dan sebagainya. Sebanyak 48.458 artikel dari 60.209 artikel masuk delapan isu terbesar. Perinciannya, 17.016 artikel tentang ketahanan pangan, program bantuan sosial (bansos) 14.089 artikel, panen raya 8.085 artikel, krisis dan defisit pangan 3.368 artikel, distribusi pangan 2.496 artikel, operasi pasar dan pasar murah 1.850 artikel, antisipasi kekeringan 1.117 artikel, serta program cetak sawah 437 artikel.

Isu tertinggi, ketahanan pangan, membahas tentang upaya pemangku kebijakan dalam menjaga stok dan ketersediaan pangan. Juga langkah-langkah sejumlah pihak yang mengajak masyarakat memanfaatkan lahan perkarangan sebagai sumber pangan guna memperkuat ketahanan pangan dalam negeri. Sedangkan bansos, berisi tentang penyaluran bantuan pemerintah serta perusahaan negara dan swasta berupa sembilan bahan pokok (sembako) kepada kelompok terdampak Covid-19. Isu panen raya membahas terkait panen padi di berbagai daerah di tengah pandemi serta diyakini meningkatkan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Tingginya pemberitaan menyangkut krisis dan defisit pangan bertolak dari prediksi FAO dan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas, 28 April, di mana sejumlah provinsi mengalami defisit. 

Di sisi lain, terdapat 10 figur yang paling banyak dimintai komentar oleh media mengenai ketahanan pangan. Seluruhnya berasal dari pemerintah. Dari Jokowi, menteri/pimpinan lembaga negara, sampai kepala daerah.

Tokoh yang terbanyak diberitakan, adalah Jokowi (6.097 berita). Disusul Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (4.505 berita); Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (1.738 berita); Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (1.158 berita); Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan, Dedi Nursyamsi (1.088 berita); Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian (875 berita); Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi (837 berita); Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (727 berita); Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto (617 berita); dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani (539 berita).

Ada berbagai konten pemberitan yang memuat Jokowi, seperti instruksinya kepada jajarannya untuk menjaga ketahanan pangan. Pun ada yang dikaitkan dengan isu defisit pangan dan antisipasi kekeringan kala kemarau.

Sementara, berita Syahrul Yasin Limpo memuat tentang perannya dan upaya-upaya yang dilakukannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ada 10 upaya yang akan dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai antisipasi dan solusi masalah. Pertama, menjaga stabilitas harga. Berikutnya menjaga ketersediaan dan stok pangan; meningkatkan strategi dan efektivitas distribusi pangan ke daerah; mempercepat musim tanam; melaksanakan program cetak sawah dan optimalisasi rawa; mencegah alih fungsi lahan; mengadakan operasi pasar dan pasar murah mitra tani; menjalankan program padat karya untuk membangun infrastruktur pertanian; mendorong pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian melalui Program Agriculture War Room (AWR), Kostra Tani, rice transplanter dan alat mesin pertanian (alsintan); serta menerapkan good agriculture practice (GAP), good manufacturing practice (GMP), dan good hygiene practice (GHP).

Berdasarkan sebaran sentimen di media sosial, didominasi positif sebesar 49%. Kemudian netral 34% dan negatif 17%. Pemerintah cenderung diapresiasi melalui berbagai kebijakan-kebijakannya, seperti ketahanan pangan, panen raya, antisipasi kekeringan, hingga operasi pasar dan pasar murah. Sedangkan respons negatif terdapat dalam pemberitaan terkait krisis dan defisit pangan serta ancaman kekeringan kala kemarau.

Penerapan PSBB Dalam Pantauan Media

Penetapan pembatasan sosial dalam skala besar ( PSBB) untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) telah dilakukan di beberapa daerah. 

Penerapan PSBB diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 yang diteken Presiden Joko Widodo pada Selasa (31/3). Dalam peraturan tersebut tercantum bahwa penerapan PSBB harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.

Saat ini, total terdapat 10 provinsi di Indonesia yang telah menerapkan PSBB, di antaranya: DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo. Masing-masing provinsi memiliki penerapan PSBB yang berbeda-beda di setiap Kabupaten dan kotanya. Sebagai contoh, Provinsi Banten menerapkan PSBB di tiga kabupaten/kota. Sementara, Sulawesi Selatan menerapkan PSBB di dua daerah kabupaten/kota. Lalu, Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Barat menerapkan PSBB untuk semua daerah kabupaten/kota di wilayahnya.

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) merekam beragam isu yang ramai diulas media massa dan netizen di Twitter sejak 10 April–5 Mei 2020. Total terdapat 117.122 berita online dan 301.856 cuitan netizen Twitter yang membahas penerapan PSBB di berbagai daerah. 

Penetapan dan penerapan PSBB di daerah menjadi isu yang paling banyak disoroti media mainstream (29.901 berita). Media membahas mulai dari pengajuan PSBB dari Pemda kepada Kemenkes, hingga persiapan-persiapan yang dilakukan Pemda dalam menerapkan PSBB. Isu ini juga banyak menjadi perbincangan netizen khususnya terkait penetapan daerah baru PSBB hingga diperpanjangnya status PSBB di berbagai daerah.(25.897 cuitan).

Program bantuan sosial juga banyak diberitakan media dan dicuitkan netizen, masing-masing sebanyak 19.430 berita dan 54.704 cuitan. Di media online, banyak diberitakan terkait cara pembagian hingga nilai bantuan. Sementara di Twitter, isu ini berada di posisi teratas di jajaran isu utama yang disoroti netizen. Netizen menyoroti terkait penerapan bansos. Beberapa hal diperbincangkan netizen terkait bansos, mulai dari data penerima bansos, cara pembagian bansos, keluhan karena tidak mendapat bansos, hingga rasa syukur karena mendapat bansos. 

Selain itu, isu ketersediaan pangan muncul dalam pemberitaan seiring dengan adanya peringatan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) soal ancaman krisis pangan akibat virus corona.(2.051 berita). 

Isu lainnya yang juga menjadi sorotan media, seperti penertiban dan pemeriksaan terhadap warga (11.374 berita). Lalu, larangan mudik sebanyak 10.493 berita, penertiban perusahaan atau kantor (8.743 berita), ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK)(4.940 berita), polemik operasionalisasi KRL (4.208 berita), penertiban angkutan umum dan KRL (3.242 berita), dan program Kartu Prakerja (2.148 berita).  

Sementara, isu evaluasi penerapan PSBB mulai muncul dalam perbincangan netizen, meski dengan jumlah cuitan yang tak terlalu besar. Isu ini muncul dari wacana Presiden Jokowi yang akan mengevaluasi penerapan PSBB di berbagai daerah. (2.664 cuitan). 

Jokowi Media Darling

Dari 10 figur teratas yang paling banyak diberitakan media terkait penerapan PSBB, dominan diisi oleh figur atau tokoh-tokoh dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Presiden Jokowi menjadi figur teratas yang paling banyak diberitakan media seputar penerapan PSBB. (8.614 artikel). Selain isu penerapan PSBB, Jokowi juga dihubungkan dengan isu-isu lainnya seperti: program bantuan sosial, larangan mudik, program kartu prakerja hingga ancaman PHK massal di tengah pandemi.

Jokowi mengunggah cuitan terkait penerapan PSBB. Dalam twitnya, Jokowi mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap penerapan PSBB. 

"Penerapan PSBB telah berlangsung di 4 provinsi dan 12 kab/kota di Indonesia. Kita evaluasi penerapan PSBB itu: mana yang terlalu oever, yang kebablasan, dan yang masih kendur. Evaluasi ini penting untuk perbaikan-perbaikan di kota/kab maupun provinsi tersebut," cuit Jokowi, Senin (4/5) yang lantas diretweet oleh 732 netizen lainnya.

Selain Jokowi, sederet nama lain yang menjadi top person yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (6.727 berita). Anies juga menjadi figur tervokal terkait penerapan PSBB (20.538 pernyataan). Media banyak mengutip pernyataan Anies seputar Penerapan PSBB di DKI Jakarta, program bantuan sosial, penertiban perusahaan atau kantor, hingga polemik operasionalisasi KRL.

Nama lain yakni Gubernur Jawa Barat Ridwan kamil (5.260 berita), Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (2.976 berita), Menko Marinves Luhut Binsat Panjaitan (2.682 berita), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (2.388 berita), Jubir Kemenhub Adita Irawati (1.765 berita), Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardi (1.526 berita), dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (1.410 berita). Adapun nama Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus tercatat menjadi satu-satunya figur di luar pemerintah pusat dan pemda. Yusri Yunus menjadi rujukan utama media terkait upaya Polda Metro Jaya menertibkan warga dan pengendara di tengah penerapan PSBB.

 

Suka Duka Netizen sambut Ramadan di Tengah Pandemi

Serangan pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) jelang Ramadan 1441 Hijriah belum menunjukkan tada-tanda mereda. Bulan suci terpaksa disambut dengan suka duka oleh umat Islam di Tanah Air.

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan peranti lunak Artificial Intelligence (AI), mencatat sejumlah isu utama yang diperbincangkan netizen, baik di media sosial maupun di media mainsteam online.

Isu Utama di Media Sosial

Riset media sosial Indonesia Indicator (I2) periode 1 hingga 22 April 2020 mencatat ada 20.727 cuitan netizen di Twitter terkait Ramadan di tengah pandemi virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China itu. Dari riset tersebut, I2 mencatat ada sembilan isu utama yang diperbincangkan netizen jelang perayaan Ramadan, mulai dari doa, harapan, larangan mudik hingga ketersediaan sembako. 

Doa agar Indonesia terbebas Covid-19 terpantau ramai dicuitkan Warga Twitter (2.689 tweet). Netizen menyambut dengan suka cita Ramadan dengan harapan agar Indonesia segera terbebas dari bencana coronavirus. Isu ini menempati posisi teratas di jajaran isu utama yang diperbincangkan netizen. 

Isu kedua yang menjadi perhatian warganet jelang Ramadan adalah, ucapan selamat menyambut Ramadan yang dicuitkan 2.280 kali. Mereka saling berbagi ucapan selamat menyambut bulan suci. Berikutnya, cuitan harapan agar bisa menjalankan sahur dan Tarawih juga ramai dilontarkan netizen, sebanyak 1.815 cuitan. Cuitan sahur dan Tarawih ini tetap menggema meski sudah ada imbauan resmi Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), agar menjalankan ibadah puasa di rumah.

Top issue keempat tentang Ramadan di tengah pandemi adalah imbauan ibadah puasa di rumah sebanyak 537 cuitan. Disusul larangan mudik sebanyak 535 cuitan, ungkapan syukur bertemu Ramadan 480 cuitan, ketersedian bahan pokok 208 cuitan, pemberian bansos sembako 120 cuitan, dan terakhir penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dicuitkan sebanyak 88 kali.

Dalam periode tersebut, netizen menunjukkan emosi antisipasi (anticipation) yang tercatat paling banyak, yakni 4.075 atau sebesar 58%. Warganet mengungkapkan antisipasi dan harapan agar Covid-19 segera berlalu sehingga bisa beribadah seperti sedia kala.

“Semoga di bulan Ramadhan ini wabah virus Covid-19 hilang. Amin,” tulis pemilik akun Twitter @septikoaji dengan #Ramadhan, Rabu (22/4/2020).

Cuitan senada diungkapkan @nurissilo, “Kita sambut datangnya bulan suci ini dg riang gembira, gd harapan covid segera berlalu. Marhaban ya ramadhan,” tulisnya di tanggal yang sama.

Ungkapan trust juga tertangkap dicuitkan netizen berjumlah 1.524 cuitan atau sebesar 21 %. Netizen percaya dan yakin Ramadan akan tiba hingga datang Idulfitri.

“Ramadan akan tiba dan lalu lebaran, Alkisah percakapan simbo dgn anak nya yang ngebet mudik…” tulis pemilik akun twitter @Genezsa, Rabu (22/4/ 2020).

Ungkapan trust lainnya disampaikan pemilik akun @ciyeeeeekepo, “Ramadhan bentar lagi guys. Semangat ya walapun nanti pas lebarannya ga boleh mudik,” tulisnya di hari yang sama. 

Berdasarkan riset, pengguna platform 'Burung Biru' juga menunjukkan emosi sadness, namun jumlahnya tak banyak atau hanya 570 cuitan (8%). Ungkapan ini muncul melalui cuitan bernada sedih karena menjalankan puasa, tapi tidak boleh salat Tarawih berjemaah di masjid.

Sementara ungkapan senang atau joy menyambut Ramadan dicuitkan sebanyak 527 kali (7%). Disusul ekspresi surprise (terkejut) sebanyak 124 cuitan (2%), emosi disgust atau kesal sebanyak 113 cuitan (2%), ekspresi anger atau marah sebanyak 89 cuitan (1%), dan terakhir emosi khawatir atau fear sebanyak 55 cuitan (1%).

Dari sisi sebaran demografi, netizen yang memperbincangkan persiapan Ramadan di tengah pandemi Covid-19 lebih banyak dicuitkan oleh laki-laki dibandingkan perempuan. Mereka yang membahas isu ini muncul dari rentang umur yang berbeda. Persisnya, rentang umur 18 hingga 25 tahun sebanyak 44%, 26 hingga 35 sebanyak 31%, di atas 35 tahun 20%, dan di bawah 18 tahun 5%.

Perbincangan soal persiapan Ramadan ini lebih banyak disuarakan dalam nada positif di linimasa, yakni 59%. Sedangkan sentimen netral 18%, dan sentimen negatif 23%.  Sentimen positif salah satunya muncul dari ekspresi doa dan harapan netizen menyambut bulan Ramadan. Sedangkan cuitan negatif lebih berisikan kesedihan karena tidak bisa menjalankan ibadah Ramadan seperti sebelumnya, dan tidak bisa mudik.

Isu Utama di Media Online

Sementara itu, selain di media sosial Twitter, perayaan Ramadan di tengah pandemi Covid-19 juga menjadi isu utama media mainstream, dengan jumlah berita mencapai 31.316 berita online. 

I2 mencatat ada enam isu utama yang membahas seputar persiapan menjelang Ramadan di media online mainstream, yakni: imbauan ibadah puasa di rumah sebanyak 6.487 berita. Media membahas isu ini mulai dari imbauan Kemenag dan MUI agar masyarakat menjalankan ibadah di rumah masing-masing.

Ketersediaan bahan pokok menjadi isu kedua yang banyak dibahas media online, sebanyak 4.762 berita. Media banyak mengutip pernyataan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi soal stok dan harga komoditas pangan strategis masih aman dan stabil jelang Ramadan.

Sementara empat isu lainnya yang banyak diangkat media mainstream adalah pemberian bansos dan sembako sebanyak 4.683 berita, larangan mudik 4.404 berita, harga komoditas bahan pokok sebanyak 4.038 berita, dan penerapan PSBB sebanyak 3.640 berita.

Nah, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan!

Loading...
Loading...