Srikandi-Srikandi Paling Populer dan Berpengaruh di Media

International Women's Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional dirayakan setiap 8 Maret dan menjadi perayaan global di berbagai negara. 

Untuk pertama kalinya, Hari Perempuan Internasional dirayakan di New York pada 28 Februari 1909. Lalu, resmi menjadi perayaan global ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatinya pada 8 Maret pada 1977. Fokus dari perayaan ini adalah pemberdayaan perempuan di semua bidang.

Hingga saat ini, terdapat tema khusus untuk merayakan Hari Perempuan Internasional oleh PBB. Tahun ini, perayaan IWD mengusung tema "Each for Equal", merefleksikan kembali nilai tentang perbedaan, memainkan peran perempuan, serta representasi dari kesetaraan gender. 

Kesetaraan gender merambah ke berbagai bidang, baik ekonomi, bisnis, dan politik dalam berbagai komunitas.

Di Indonesia, perempuan membuktikan jika mereka tak kalah dari laki-laki. Dengan prestasi yang mumpuni, jajaran perempuan ini mampu mencuri perhatian media online di Indonesia. 

Indonesia Indicator, perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) mengidentifikasi public figur perempuan yang muncul dalam pemberitaan. Data dihimpun dari tanggal 1 Januari - 17 Desember 2019. Total berita adalah 10.042.063 berita dari 4.019 media online Indonesia.

Data dianalisis secara real time menggunakan sistem Intelligence Media Management (IMM) yang berbasis AI. Hasil analisis data tersebut mewakili data spontan (subsconscious data/bukan hasil survei yang bisa diarahkan) dari seluruh media.

Sri Mulyani, Newsmaker Media Online

Sosok Sri Mulyani Indrawati menjadi figur perempuan paling populer sepanjang tahun 2019. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini konsisten diberitakan setiap bulannya sekaligus bertengger di posisi pertama jajaran tokoh perempuan terpegah dengan total pemberitaan mencapai 58.379 berita.

Sri yang juga menjadi Menteri Keuangan masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menjadi media darling, terutama soal perannya sebagai Menteri Keuangan dan pembahasan seputar kebijakan ekonomi negara. 

Dia juga banyak dikutip pernyataannya oleh media online (86.248 pernyataan). Kepercayaan media terhadap mantan ekonom ini mampu menempatkannya sebagai rujukan utama pemberitaan. Rata-rata setiap pemberitaan, media tiga kali mengutipnya.

Ekspos pernyataannya dikutip dua kali lipat lebih besar dibandingkan menteri perempuan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kabinet Kerja periode 2014-2019 lainnya, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja Susi Pudjiastuti (37.960 pernyataan), mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yanh saat ini menjabat sebagai Ketua DPR, Puan Maharani (35.256 pernyataan), dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno (27.408 pernyataan).   

Sri Mulyani juga mengungguli menteri perempuan yang menjabat selama dua periode pemerintahan Jokowi lainnya, seperti Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar (25.621 pernyataan), serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (33.665 pernyataan). Pembangunan narasi meliputi kinerja para menteri di masing-masing sektor, termasuk framing negatif terhadap kebijakan yang menuai kontroversi.

Sementara itu, sosok Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi figur kedua teratas sebagai sosok perempuan yang paling banyak diberitakan media (52.670 berita). Figur Megawati banyak diliput seputar isu dirinya kembali dikukuhkan sebagai Ketum PDI Perjuangan serta saat momen pelantikan presiden dan wakil presiden.

Namun, media lebih dominan menyebutkan Megawati Soekarnoputri daripada mengutip pernyataannya. Posisi Megawati sebagai tokoh terpegah urutan ke-2 teratas, tapi berada di urutan ke-7 (29.949 pernyataan) dalam jajaran tokoh paling banyak dikutip.

Sosok Ibu Negara Iriana Joko Widodo menempati urutan ke-10 sebagai tokoh perempuan tervokal tahun 2019 (24.365 pernyataan). Iriana Jokowi banyak dikutip terkait kegiatannya sebagai ibu negara.

Srikandi Daerah 

Tak hanya dari pemerintah pusat, beberapa figur pejabat daerah juga terekam eksis memberi pernyataan di media, seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (77.596 pernyataan) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (40.572 pernyataan).

Kedua kepala daerah perempuan itu juga banyak diberitakan media sehingga masuk dalam jajaran perempuan terpegah, masing-masing di urutan ke-3 (34.368 berita) dan ke-9 (20.154 berita). Keduanya banyak diberitakan terkait kiprahnya dalam menyelesaikan persoalan daerah, terutama di tahun lalu terkait konflik mahasiswa Papua di Jawa Timur. 

Media juga secara aktif memberi atensi terhadap mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono (28.504 berita). Ani Yudhoyono diberitakan secara intensif karena persoalan kesehatan hingga wafatnya. Istri Presiden ke-6 SBY itu tutup usia di Singapura pada Sabtu (1/6) siang karena sakit kanker darah.


Corona Tiba di Indonesia, Bagaimana Reaksi Netizen

Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus virus corona jenis baru (Covid-19) pertama di Indonesia, Senin (2/3/2020), perbincangan tentang virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China ini kembali gempar di media sosial.

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) mencatat corona menjadi perhatian serius warganet. Sepanjang periode 2 hingga 4 Maret 2020 pukul 13:00 WIB, perbincangan isu virus corona di Twitter terus mengalir tak terbendung. Jumlahnya mencapai ratusan ribu, persisnya 319.186 cuitan.

Kelangkaan Masker dan Cairan Antiseptik

Lolosnya virus corona ke Indonesia tak bisa dipungkiri menimbulkan guncangan serius di jagat maya. Hal ini terlihat dari tingginya angka sentimen negatif publik yang melampau angka 50%.

Sentimen negatif di jagat maya itu banyak muncul dari beberapa kelompok pengkritik kinerja pemerintahan Jokowi dalam menangani virus corona. Beberapa pihak lainnya juga mengkritisi kinerja Pemprov DKI Jakarta, khususnya Gubernur Anies Baswedan. Kritikan netizen tersebut juga tak lepas dari polarisasi ekses Pilpres 2019.

Indonesia Indicator mencatat ada lima isu utama terpopuler yang diperbincangkan netizen tentang corona, berdasarkan jumlah cuitan. Dua WNI positif virus corona (Covid-19) menjadi isu yang paling banyak diperbincangkan (72.944 tweet) dengan reaksi panik dan sedih.

Netizen terpantau menunjukkan emosi terkejut atau surprise (15.491 tweet) di Twitter. Selain terkejut dengan kasus corona di Indonesia, beberapa warganet juga dikagetkan dengan langkah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) yang ternyata sudah dari jauh hari mengamankan masker untuk warganya.

Pemilik akun @03_nakula, misalnya, memuji langkah Risma menimbun masker sejak corona pertama kali muncul di Wuhan, dengan tujuan agar warga Surabaya tidak panik. Ia juga membubuhkan sejumlah emotikon positif dalam cuitannya.

“Subhanallah...keren emak ku…,” tulisnya, diretweet sebanyak 78 kali dan 335 likes, Rabu 4 Maret 2020, pukul 7:04 WIB.

Ekspresi surprise juga ditunjukkan pemilik akun @ecosorights yang mengkritik keras pemerintah atas pengakuan pasien yang mengaku ‘ngeh’ positif corona dari pemberitaan media.

“Bukan hanya mengabaikan hak masyarakat atas informasi yg benar terkait wabah virus corona di Indonesia, ternyata pemerintah juga mengabaikan hak2 pasien yg menderita virus corona,” tulisnya, pada Rabu 4 Maret 2020, pukul 12:48 WIB.

Emosi fear atau khawatir corona juga tak luput dari jari-jari pengguna Twitter (3.689 tweet). Adalah akun @thisdian yang mengungkapkan rasa khawatir melalui cuitannya pada 2 Maret 2020, pukul 9:10 pagi.

“tdnya gak gitu khawatir soal corona virus.. tapi skrg pgn beli hand sanitizer skrg juga,” ungkap @thisdian.

Langkanya peredaran masker dan antiseptik pembersih tangan juga ramai diperbincangkan netizen (28.101 tweet). Warganet mengecam berbagai pihak yang menjual masker dengan harga mahal dan pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan menimbun masker. 

Wabah corona berimbas pada kian tipisnya persediaan masker dan antiseptik di berbagai daerah. Selain disebabkan oleh konsumen yang memborong masker untuk persediaan, juga diduga ada penimbunan barang yang dilakukan sejumlah oknum. Harga masker pun ikut melonjak.

Netizen menunjukkan emosi anticipation atau waspada (46.220 tweet) yang dikaitkan dengan harapan agar orang-orang tidak memikirkan diri sendiri dengan menimbun masker dan bahan penting lainnya.

Sebagaimana cuitan pemilik akun Twitter @cempala yang mengingatkan agar tidak memanfaat kesempatan dalam kesempitan di tengah teror corona.

“Jangan kau timbun masker untuk kau jual kembali dengan harga tinggi, sementara coronavirus mampu bertahan selama 9 hari di atas permukaan object apapun yang kau sentuh, Hand Sanitizer juga penting, cuci tanganmu sesering mungkin, jika kau peduli sesama," tulis @cempala, yang diretweets sebanyak 102, dan 124 likes pada 4 Maret 2020, pukul 1:45 siang.

Ekspresi yang sama ditunjukkan akun Twitter @ACTforhumanity yang melihat sisi positif corona, bahwa ada pelajaran penting dari wabah virus mematikan ini adalah untuk memanusiakan manusia dengan membubuhkan tagar #BersamaLawanCorona.

“Dari virus Corona kita belajar bagaimana semestinya kita memanusiakan orang lain dgn tdk merampas hak mereka ingin sembuh, ingin sehat & selamat dari wabah penyakit ini. Mereka yg atas kuasa Allah ditetapkan sakit, diuji dgn kesabaran dlm menangani sakitnya,” tulisnya, 4 Maret 2020, pukul 1:46 siang.

Netizen juga membicarakan isu lain. Rumah sakit rujukan khusus pasien Covid-19 menarik perhatian dengan jumlah cuitan mencapai 9.407 cuitan.

Netizen memperbincangkan isu ini secara positif dengan mengapresiasi langkah pemerintah dalam menyiapkan rumah sakit khusus pasien corona, termasuk beban biaya pasien virus corona yang ditanggung pemerintah.

Emosi yang tertangkap adalah joy atau kegembiraan (2.573 tweet). Cuitan yang disiulkan oleh akun @Je_Ly menjadi salah satu contoh ekspresi kegembiraan yang menyambut positif rencana Presiden Jokowi untuk menambah fasilitas khusus penanganan pasien virus corona. Salah satunya, dengan merenovasi rumah sakit yang ada di Pulau Galang, Kepulauan Riau.

“Ini bukti bhw pemerintah kta serius menangani Covid-19. Yuk dukung pemerintah n ingat jangan panic,” tulisnya, Rabu 4 Maret 2020, diretweets sebanyak 62 dan 178 likes.

Isu lain, terkait anggaran untuk influencer sebesar Rp72 miliar (2.487 tweet). Pemerintah pusat dihujani kritik atas wacana dana miliaran untuk influencer ini. Kritik semakin menjadi pascadiumumkannya dua WNI positif corona. Warganet menilai rencana membayar influencer akan sia-sia. Sebagian lainnya menyarankan agar dana tersebut dibelanjakan untuk pengadaan masker dan hand sanitizer.

Lalu, isu tentang privasi data pribadi pasien (2.487 tweet). Isu ini tak kalah menarik dengan sebelumnya, karena menyangkut hak atas privasi korban corona. Rata-rata netizen mengecam berbagai pihak, lantaran membuka data pribadi pasien ke publik.

Dendang BNI Java Jazz 2020 di Media

Jakarta International Java Jazz Festival (JJF) - salah satu festival musik jaz terbesar di dunia - rutin digelar setiap tahun pada awal Maret sejak tahun 2005. Keberadaan festival ini seolah-olah menegaskan pesatnya perkembangan musik jaz di tanah air. 

Sejumlah musisi jaz terkenal dari negara lain sudah pernah mengisi acara ini, di antaranya Santana, Lee Ritenour, dan Dave Koz. Menariknya, festival ini juga diperkaya musisi dari genre musik yang lain, seperti R&B, Soul, dan Reggae. Tidak heran jika cukup banyak masyarakat yang antusias menghadiri festival ini.

Isyana Paling Populer

Tahun ini, Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 diadakan pada 28 Februari - 1 Maret 2020 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Beberapa musisi kondang turut hadir meramaikan ajang itu, mulai dari Bruno Major, The Jacksons, Phil Perry hingga artis lokal seperti Trie Utami, Ita Purnamasari, Memes, Yuni Shara, Deddy Dhukun, Mus Mudjiono, dan Fariz RM. 

Untuk menarik minat generasi milenial, panitia juga mengundang sejumlah musisi yang mewakili dan disukai generasi ini, di antaranya Omar Apollo, Isyana Sarasvati, Tulus, Rizky Febian, dan Efek Rumah Kaca. 

Pantauan Indonesia Indikator (I2) selama periode 26 Februari-3 Maret 2020, generasi Z dengan rentang umur 18 tahun-25 tahun menjadi yang paling banyak membicarakan BNI Java Jazz Festival. Di posisi kedua, ada generasi milenial dengan rentang umur 26 tahun-35 tahun. #JJF2020, #JavaJazz2020, dan #JavaJazzFestival2020 merupakan tagar teratas (hashtag) yang banyak diunggah warganet media sosial Twitter terkait event BNI Java Jazz Festival. 

Selama periode tersebut, I2 memantau 1.098 cuitan warganet yang memperbincangkan BNI Java Jazz Festival. Kemeriahan BNI Java Jazz Festival 2020 turut disuarakan netizen dengan sentimen cuitan positif.

Isu tentang penampilan para musisi mendominasi cuitan warganet (34%). Penampilan musisi internasional seperti The Jackson, Omar Apollo, hingga penampilan penyanyi dalam negeri, seperti Tulus, Isyana Sarasvati, Rizky Febian, Yuni Shara, dan Fariz RM berhasil memukau pengunjung dan rasa itu diteruskan di sosial media mereka.

Isyana menjadi musisi yang paling populer di media sosial. Dia menempati posisi pertama (268 tweet) di jajaran penyanyi yang paling banyak di-mention netizen terkait event Java Jazz Festival. Warganet banyak yang memuji penampilan Isyana membawakan album barunya Lexicon. Bersama sang suami, Isyana tampil dengan gaya yang lebih berani dan penampilan panggung yang penuh emosi. Lagu itu jauh dari kesan yang selama ini ditunjukkan oleh penyanyi kelahiran Bandung 26 tahun lalu itu. Selain itu, cuitan akun twitter Isyana @isyanasarasvati “Unbelievable energy. Thank you Java Jazz 2020” banyak di-retweet warganet. 

Isyana juga menarik perhatian media online. Pernyataan penyanyi sekaligus penulis lagu top itu banyak dikutip media online (147 pernyataan). Ini tidak terlepas dari peluncuran album terbaru Isyana pada acara tersebut. Isyana menyebutkan "Lexicon" merupakan album yang sangat personal baginya. Dia juga mempersembahkan sebuah lagu yang sangat spesial untuk suaminya, Rayhan Maditra dan orang-orang yang selalu memberikan dukungan terhadap karir musik dan keputusan hidupnya. 

Dia berada di posisi kedua di jajaran influencer di media online. Posisinya tepat di bawah Direktur Java Festival Production Dewi Gontha (202 pernyataan) yang menjadi referensi utama media dalam memberikan keterangan seputar pelaksanaan BNI Java Jazz Festival, hingga antisipasi terhadap ancaman coronavirus. 

Nama musisi Chrisye turut di-mention warganet (24 tweet). Hal ini dikaitkan dengan dimainkannya lagu-lagu Chrisye oleh Komponis Erwin Gutawa. Hebatnya, Erwin Gutawa memadukan visual dan audio dari mendiang Chrisye dengan balutan musik orkestra. Sosok sang legenda musik Indonesia itu pun hadir melalui rekaman suara asli serta dukungan visual, diambil dari beragam panggung, tur, maupun konser tunggal mulai 1994.

Sementara itu, isu lain yang juga banyak dicuitkan warganet terkait dengan kemeriahan Java Jazz (19%) dan banjir di Java Jazz (18%). Warganet turut mencuitkan seputar kondisi cuaca buruk yang terjadi di tengah-tengah berlangsungnya festival Java Jazz. Disebutkan hujan deras membuat beberapa spot di lokasi festival kebanjiran. 

Kendati pelaksanaan BNI Java Jazz 2020 diwarnai hujan lebat yang menyebabkan sebagian area festival mengalami banjir, tetapi tak menyurutkan keinginan pengunjung untuk menuntaskan acara itu. Apalagi, musisi yang tampil juga mengeluarkan kemampuan terbaiknya. 

Warga Twitter juga mencuitkan berbagai isu lain, yakni kuis berhadiah tiket Java Jazz (11%), ancaman virus corona (8%), layanan BNI Sonic (5%), dan special show Java Jazz (5%).

 

Potret Aksi Antikorupsi PA 212 di Portal Online

Persaudaraan Alumni (PA) 212 kembali menggulirkan aksi di tahun 2020 ini. Meski awal kehadiran PA 212 ini terbentuk akibat penolakan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di tahun 2020 kelompok ini memiliki sejumlah agenda lainnya.

Sejak 2016 kelompok PA 212 ini terbentuk, telah terjadi transformasi gerakan yang akhirnya setiap tahun memiliki momentum isunya sendiri. Selepas Ahok, PA 212 kemudian masuk dalam Pilpres 2019, dan menyatakan dukungan terhadap paslon 02, Prabowo - Sandi. Lalu di tahun ini, PA 212 mengangkat isu-isu korupsi. Isu yang dibawa di tahun ini sudah jauh berbeda dengan awal pendirian kelompok. Seperti demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta, pada 21 Februari 2020 lalu. 

Aksi ini bertajuk “Berantas Megakorupsi, Selamatkan NKRI”. Dalam reli, kelompok yang dikomandoi Slamet Maarif tersebut mengusung enam agenda. 'Benang merahnya' adalah isu korupsi.

Beberapa tuntutan tersebut, seperti penyelesaian korupsi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), konsendat, dan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR; mendesak pencopotan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah komando Firli Bahuri cs; serta penerapan hukum potong tangan terhadap koruptor. Satu agenda lainnya masih menyasar Ahok.

Dari atas mobil komando, orator mendesak politikus PDI Perjuangan itu mundur sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Dalihnya, karena terlibat banyak kasus rasuah kala memimpin Ibu Kota. Seperti yang sudah-sudah, besarnya massa yang berpartisipasi kembali menuai kontroversi. PA 212 mengklaim jumlah peserta lebih tinggi dibandingkan taksiran jumlah massa oleh instansi berwajib. PA 212 mengklaim, pihaknya membawa 100.000 orang pada aksi perdana pada tahun ini. Sedangkan perkiraan kepolisian cuma 1.000 jiwa. Sehingga, personel gabungan yang dikerahkan dua kali lipatnya.

Sejumlah hal lain turut mewarnai perjalanan PA 212 pada 2020, mulai dsri sebelum aksi bergulir hingga saat aksi berlangsung. Isu-isu yang muncul dalam pemberitaan media terekam dan diolah oleh piranti lunak artificial intelligence (AI) yang dikembangkan perusahaan Intelijen Media, Indonesia Indicator (I2). Dari periode 18-23 Februari 2020, setidaknya terdapat delapan isu dalam 1.206 berita dari 301 media dalam jaringan atau daring (online).

Menumbangkan Ahok

Orasi Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, terkait desakan Ahok mundur sebagai pejabat teras perusahaan minyak negara mendapat ekpose tertinggi dibandingkan tujuh isu lain. Totalnya mencapai 153 pemberitaan (20%).

Hal tersebut menunjukkan, media masih membingkai PA 212 vis a vis Ahok. Sekali pun isu yang disuarakan Slamet cs bukan lagi menyangkut penodaan terhadap agama, melainkan kasus dugaan rasuah selama menjabat wakil gubernur dan gubernur. Aksi itu juga menuding korupsi yang dilakukan Ahok, yang disebut didukung oleh konglomerat Sugianto Kusuma atau Aguan.

Pemberitaan meluas hingga tanggapan beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju. Seperti Menteri BUMN, Erick Thohir serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam merespons tuntutan PA 212 tersebut, pemerintah–baik Erick maupun Luhut–memastikan takkan memenuhinya. Pertimbangannya, tak ada bukti atas tuduhan tersebut dan kinerja Ahok di Pertamina tergolong baik. 

Desakan lainnya adalah penyelesaikan megaskandal di perusahaan pelat merah. Baik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) maupun PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) alias ASABRI. Porsinya 149 artikel (19%). Ini menujukkan, agenda PA 212 masih mendapat atensi dari media. Memang di luar PA 212,  isu tersebut masih hangat diperbincangkan, mengingat kerugian negara akibat dugaan korupsi di dua BUMN tersebut nyaris Rp30 triliun. Namun, baru perkara Jiwasraya yang masuk tahap penyidikan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Berikutnya, menyangkut dugaan pelemparan batu di kediaman Slamet di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), pada Selasa (18/2) dini hari. Korban menduga, teror di rumahnya terkait rencana aksi PA 212. Ekpose insiden ini sebanyak 143 berita (18%). Keterlibatan anak-anak dalam aksi PA 212 juga disorot portal online. Apalagi, beberapa di antaranya kedapatan merokok. Cakupan beritanya mencapai 120 artikel (15%). 

Sejumlah instansi pun angkat bicara. Seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga ad hoc itu juga menemukan, banyak anak putus sekolah yang terlibat. Masalah ini menjadi sorotan negatif terhadap aksi ini di ruang publik.

Hal lain yang diangkat media online, adalah persiapan jelang reli sebanyak 95 berita (12%). Kemudian, 72 berita menyangkut pengamanan aksi (9%), 45 berita tentang orasi menjatuhkan Jokowi (6%), dan delapan berita mengenai izin aksi (1%).

Tervokal dan Terpopuler

Dari 10 orang yang terbanyak dimintai pernyataan terkait aksi, hanya tiga figur sentral PA 212 yang mencolok. Sisanya berasal dari berbagai unsur. Dari kepolisian hingga pejabat pemerintahan.

Posisinya sebagai ketua umum PA 212, membuat Slamet sebagai figur tervokal, sebanyak 835 pernyataannya dikutip media. Umumnya mencakup persiapan dan tuntutan aksi 21 Februari 2020, hingga pelemparan batu di kediamannya. Urutan kedua ditempati Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, dengan 786 pernyataan. Komentarnya berkaitan dengan pengamanan jelang aksi 212 dan tanggapannya tentang orasi kontroversial yang disertai teriakan desakan Jokowi mundur. 

Kemudian, top influencer ketiga adalah Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin sebanyak 695 pernyataan. Selanjutnya, Menteri BUMN Erick Thohir (338 pernyataan); Direktur Indonesia Resources Studies Marwan Batubara (331 pernyataan); Menko Polhukam, Mahfud MD (281pernyataan); Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis (146 pernyataan); Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar (110 pernyataan); Staf Khusus Presiden Dini Purwono (99 pernyataan); serta Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto (92 pernyataan).

Menariknya, figur terpopuler (top person) dalam pemberitaan aksi 212, adalah bekas politikus PDI Perjuangan sekaligus tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR, Harun Masiku. Namanya disebut dalam 261 berita, yang dikaitkan dengan desakan pengusutan kasus ini oleh PA 212.

Top person kedua, adalah Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus dengan 198 berita. Lalu, Ketum PA 212 Slamet Maarif (193 berita); Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama (191 berita); Presiden Jokowi (171 berita); Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin (129 berita); Direktur Indonesia Resources Studies Marwan Batubara (105 berita); mantan Komisioner KPU sekaligus tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR, Wahyu Setiawan (104 berita); Mahfud MD (77 berita); dan Erick Thohir (67 berita).

Kehilangan Pamor

I2 turut memotret 10 portal online terintens memberitakan PA 212 pada medio Februari 2020. Sebanyak tujuh di antaranya, merupakan media arus utama (mainstream). Detik.com membuat konten terbanyak (97 artikel).

Lalu, disusul Indozone.id (49 artikel), Tribunnews.com (43 artikel), Tempo.co (31 artikel), Suara.com (30 artikel), Akurat.co (29 artikel), Warta Ekonomi.co.id (25 artikel), serta Harianaceh.co.id, Kumparan.com, dan Riau24.com masing-masing 24 artikel.

Data itu menunjukkan, PA 212 mulai kehilangan pamor. Agendanya juga tak lagi “seksi”. Dus, tak mendapat tempat utama di media online. Berbeda dengan aksi-aksi pada 2016 silam.

Fakta lainnya, tercermin dari delapan isu tertinggi pada pemberitaan portal online, tak semua agenda PA 212 diangkat intensif oleh media. Seperti kasus dugaan suap PAW anggota DPR; rasuah konsendat yang menjerat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Honggo Wendratno; desakan Firli cs mundur; dan tuntutan penerapan potong tangan untuk koruptor.

Loading...
Loading...