Festival Film Indonesia (FFI) 2020 Bertabur Bintang

Semarak Festival Film Indonesia (FFI) 2020 tetap menggema meski dihelat di tengah pandemi Covid-19. Nama-nama beken insan perfilman nasional mengerucut ke sejumlah figur yang juga menjadi magnet pemberitaan media jelang Malam Anugerah Piala Citra FFI 2020 pada Sabtu, 5 Desember 2020.

Euforia gelaran FFI tahun ini terpantau dalam cek ricek media yang dilakukan Indonesia Indicator (I2) pada periode 3 November hingga 3 Desember 2020. Tercatat ada 250 media online yang memberitakan ajang FFI, baik dari sisi sutradara, aktor, aktris, hingga sejumlah film terbaik nasional. 

Nama-Nama Beken

Sutradara Joko Anwar, menjadi sosok top person atau nama terbeken di media dalam ajang FFI kali ini, sebanyak 146 pemberitaan. Pria yang juga dikenal sebagai produser film dan penulis skenario itu juga menjadi  figur yang paling sering diwawancara media,  sebanyak 319 pernyataan.

Media menyoroti keberhasilan pria 44 tahun itu karena mampu membawa film besutannya, berjudul “Perempuan Tanah Jahanam” memborong 17 nominasi di ajang FFI 2020. Jumlah terbanyak yang pernah diraih oleh sebuah film sepanjang sejarah FFI. Bahkan, film tersebut juga bersaing mewakili Indonesia meraih nominasi di kategori film internasional terbaik di ajang Academy Awards 2021 atau Oscar ke–93 mendatang.

Deretan prestasi itulah yang membuat film “Perempuan Tanah Jahanam” juga menyita atensi media. Film hantu thriller Indonesia yang dirilis pada 17 Oktober 2019 tersebut diekspos media sebanyak 2.226 pemberitaan. Film ini unggul ketimbang nominasi lainnya, seperti “Imperfect: Karir, Cinta dan Timbangan” yang diekspos 1.738 berita, “Humba Dreams” 307 berita, “The Science of Fictions” 282, “Susi Susanti: Love All” 245, dan “Mudik” sebanyak 192 berita.

Tak hanya menjadi sorotan media, film "Perempuan Tanah Jahanam" juga sukses membawa pulang Piala Citra di FFI dalam kategori Film Cerita Panjang Terbaik. 

Sementara, figur lain yang banyak disebut media adalah Susi Susanti, sebanyak 86 berita. Nama Susi dikaitkan dengan antusiasme publik terhadap film biopiknya, yang berjudul “Susi Susanti: Love All”. Film ini juga masuk nominasi film terbaik FFI 2020. 

Sementara sutradara dan komika muda Ernest Prakasa menempati posisi ketiga sebanyak 74 berita. Kemudian disusul Garin Nugroho 72 berita, Dian Sastrowardoyo 64 berita, Yandy Laurens 58 berita, Nia Dinata 49 berita, Christine Hakim 45 berita, Taufiq Furqan 44 berita, dan Reza Rahadian 41 berita.

I2 juga mencatat, Ernest cukup rajin memberikan pernyataan ke media, sebanyak 237 pernyataan, terutama soal tips cara mempromosikan film secara offline maupun melalui media sosial. Hal itu diungkapkan Ernest saat mengisi kegiatan Cerita Sinema Workshop persembahan Samsung Galaxy Movie Studio 2020 (GMS 2020) dalam kolaborasinya bersama Festival Film Indonesia (FFI).

Influencer lain yang banyak dikutip pers adalah aktris cantik Tissa Biani sebanyak 132 pernyataan, sutradara Garin Nugroho 88 pernyataan, aktris dan model Laura Basuki 83 pernyataan, penyanyi dan aktris Sherina Munaf 68 pernyataan, sutradara muda Mouly Surya 59 pernyataan, Taufiq Furqan 53 pernyataan, dan Lukman Sardi 46 pernyataan. Selain influencer dari kalangan artis, nama dari pihak pemerintah pun juga muncul, yaitu Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ahmad Mahendra sebanyak 52 pernyataan.

Kompas Paling Aktif

Pada periode sebulan terakhir ini, I2 menemukan ada 250 media online yang memberitakan FFI 2020, di antaranya Kompas, yang tercatat paling sering memberitakan FFI 2020, sebanyak 27 berita. Disusul Detik Hot 17 berita, Tribun News Medan, IDN Times, dan Antara masing-masing 14 berita. Kemudian Tempo.co, Sindo News, Republika masing-masing 12 berita,  lalu Media Indonesia 11 berita, dan Tribun News sebanyak 10 berita. 

Di nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik dan Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2020, nama Tara Basro dan Reza Rahardian menjadi incaran media. Keduanya diberitakan media masing-masing sebanyak 3.500 berita dan 5.600 berita.


Hari Guru di Tengah Pandemi

Guru menjadi sosok penting dalam perkembangan bangsa maupun sumber daya manusia. Sebagai pengajar sekaligus sebagai pendidik, profesi yang disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa itu memberikan pengetahuan dan mendisiplinkan murid. 

Tak hanya mentransferkan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya, tugas guru juga membagi pengalaman-pengalamannya yang berharga, maupun penanaman nilai budaya, moral, dan agama. Selain itu juga berperan sebagai motivator.

Dengan sederet tugas guru tersebut, tak heran jika media daring ramai memberitakan terkait peringatan Hari Guru Nasional ke-75 dengan total 596 pemberitaan dari 294 portal media online. Berdasarkan data Indonesia Indicator (I2) pada periode 16-24 November 2020, puncak ekspos berita persiapan Hari Guru Nasional terjadi di tanggal 17 November (127 berita) dan 23 November 2020 (141 berita). 

Tingginya ekspos pada tanggal 23 November disebabkan oleh banyaknya Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah yang mulai mempersiapkan peringatan hari Guru Nasional. Selain itu Menteri Pendidikan Nadiem Makarim juga turut membagikan pedoman peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2020 di tengah masa pandemi Covid–19. Melalui rilisnya, Kemendikbud menyebut pemerintah memperkenankan Instansi Pusat, Daerah, Satuan pendidikan, serta kantor Perwakilan Republik Indonesia untuk menyelenggarakan Upacara Bendera. Namun, bagi instansi dan satuan pendidikan di daerah yang berada dalam wilayah zona merah dan oranye, diimbau untuk mengikuti Upacara Bendera melalui siaran langsung di kanal YouTube Kemendikbud. Hal itu sekaligus mengangkat nama pendiri platform layanan Go-Jek itu menjadi kata kunci terpopuler di media online dan sosok yang paling banyak dimintai keterangan oleh media atau top influncer (103 pernyataan). 

Selain Nadiem, nama lain yang masuk influencer adalah Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jabar, Dedi Supandi (345 pernyataan). Dedi banyak dimintai keterangannya oleh media seputar program 10 ribu unit rumah subsidi bagi guru non-PNS. Program rumah subsidi tersebut rencananya akan dimulai bertepatan dengan Hari Guru Nasional pada 25 November 2020.

“Di mana Bakti Padamu Guru ini menghadirkan nanti perumahan–perumahan yang bersubsidi bagi teman–teman non–PNS, bisa juga penjaga sekolah, dan juga bisa guru sekolah SMP, SD,“ kata Dedi Supandi, 16 November 2020.

Figur-figur lain adalah Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi (160 pernyataan), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (139 pernyataan), Direktur GTK Madrasah Kementerian Agama M. Zain (132 pernyataan), Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani (124 pernyataan), dan Gubernur Bali Wayan Koster (83 pernyataan). 

Sementara itu, berdasarkan sebaran ekspos berita di media online, daerah DKI Jakarta terpantau menjadi daerah yang paling banyak memberitakan Hari Guru di media online. Secara umum pemberitaan mengenai peringatan Hari Guru tersebar di seluruh wilayah provinsi Indonesia.

Gusar Begal Sepeda

Tren bersepeda sedang naik daun, seiring berlarut-larutnya pandemi Covid-19. Pangkalnya, dianggap sebagai transportasi alternatif yang aman dari penularan karena minim interaksi dan menjaga kebugaran tubuh.

Peningkatan tertinggi terjadi di DKI Jakarta menyusul kian banyaknya fasilitas penunjang yang disediakan. Misalnya, jalur sementara (pop up) ataupun permanen dan kantong parkir sepeda.

Berdasarkan data Institute For Transportation and Development Policy (ITDP), pesepeda di Jakarta naik 1.000% saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi tahap awal daripada sebelumnya. Pengamatan dilakukan melalui perbandingan antara tren pada Juni 2020 dengan Oktober 2019 kala uji coba jalur sepeda 63 kilometer.

Perhitungan dilakukan pada hari kerja di jam sibuk (rush hour), pukul 06.30-08.00, di Sudirman-Thamrin, Dukuh Atas, Gelora Bung Karno, dan Sarinah.

Setali tiga uang. Tren kejahatan terhadap pesepeda pun mengalami peningkatan, terutama di Ibu Kota dan sekitarnya. 

Maraknya begal sepeda disoroti warganet dan sejumlah media massa. Ini sesuai hasil pemantauan Indonesia Indicator (I2) sepanjang 1 September-20 November. Terdapat 278 media daring yang memberitakan begal sepeda dengan 1.015 artikel. Berita terbanyak dimuat Detikcom dengan 40 artikel; lalu Suara.com 32 artikel; JPNN 28 artikel; Tempo.co 27 artikel; Republika 23 artikel; Warta Kota, RRI, Merdeka, dan KOMPAS.com masing-masing 21 artikel; serta Liputan6 20 artikel.

Merujuk sebaran ekspos berita tersebut, kejadian di Jakarta paling menjadi sorotan. Terdapat 316 artikel yang membahas kasus begal sepeda di Jakarta.

Media terpantau memberitakan beberapa pesohor yang menjadi korban begal sepeda. Salah satunya aktor Anjasmara Prasetya yang pernah menjadi korban saat beraktivitas di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (19/10), pukul 07.30.

Aktor film Si Cecep itu berupaya melawan dengan memukul pelaku, yang berada di atas motor, menggunakan tangan kiri. Sayangnya, justru membuat dirinya terjatuh dan mengakibatkan pundak kiri terluka.

Para pelaku mengincar korban tanpa memandang status, termasuk personel TNI. Ini seperti yang dialami Kolonel (Adm) Ridwan Gultom kala bersepeda di Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Sabtu (14/11).

Korban, yang kehilangan dompet dan ponsel, sempat terjatuh dan tak sadarkan diri karena pembegalan. Beruntung dirinya berhasil ditolong pesepeda lainnya dan dibawa ke rumah sakit.

Guru Besar Manajemen Bisnis dan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Udisubakti Ciptomulyono, pun sempat menjadi korban begal sepeda. Dirinya menjadi sasaran tindak kriminal saat bersepeda di Kenjeran, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (18/11). Berbagai dokumen dan harta benda yang dibawanya diambil pelaku.

Di sisi lain, kepolisian belakangan membentuk beberapa satuan tugas (satgas). Tujuannya, untuk mitigasi dan pengungkapan kasus.

Upaya perlindungan juga dipromotori pengemudi ojek daring atau ojol yang tergabung dalam Aksi Roda Dua (Garda). Mereka menawarkan jasa kawal gowes antibegal pesepeda.

Sementara itu, kasus begal sepeda juga riuh diperbincangkan hingga 962 kicauan di Twitter dalam rentang waktu yang sama. Kata kunci "aktor Anjasmasa" dan "anggota TNI" menjadi terpopuler setelah keduanya menjadi korban dibandingkan diksi lainnya.

Meski demikian, beberapa netizen mempersoalkan penggunaan "begal sepeda" sebagai padanan lain dalam menyoroti kasus tersebut. Ini seperti yang dicuitkan @mefadli. "Rancu sebenernya antara sebutan 'begal sepeda' atau 'jambret pesepeda.'"

I2 mencatat fokus terhadap isu meningkat setiap bulannya, baik di Twitter maupun media daring. Detailnya, 63 artikel dan 18 cuitan pada September, 336 artikel dan 375 cuit pada Oktober, dan 616 artikel dan 569 cuit pada November.

Anak-anak Dalam Sorotan Media Massa

Tahun 2020 menjadi salah satu yang terberat bagi anak-anak Indonesia. COVID-19 yang menjangkiti nusantara sejak awal Maret 2020, mengakibatkan masa depan penerus bangsa tersebut terancam. 

Indonesia Indicator (I2) melakukan pemantauan mengenai isu-isu terkait anak di media online. Kata-kata (keyword) yang digunakan dalam pencarian data atau pemantauan di media di antaranya: "anak - anak“, "anak-anak“, "anak kecil“, dan "anak di bawah umur“. Pemantauan dilakukan dalam kurun waktu 1 Januari–19 November 2020. Adapun jumlah media online yang dipantau mencapai 2.745 portal media online nasional dan daerah.

Hasilnya, isu anak-anak di tengah ancaman pandemi mendominasi pemberitaan sekitar 179.548 berita atau 48% dari isu utama mengenai anak-anak. Media memberitakan mulai dari rentannya kondisi anak-anak terpapar COVID-19, hingga terancamnya masa depan anak akibat virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China tersebut. UNICEF pun menyebutkan bahwa anak–anak dan remaja menyumbang 11% dari kasus virus corona global. 

Di Indonesia, kasus kematian pasien positif corona pada kategori anak-anak mencapai 2,3% dari total kasus. Angka itu merupakan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) per 1 Oktober 2020, seperti yang disampaikan Komisioner KPAI Retno Listyarti yang dikutip Detik.com.  

Selain pandemi, isu kekerasan dan pelecehan terhadap anak juga banyak dikaver media sebanyak 33.492 berita (9%). Pemberitaan banyak menyoroti kasus kekerasan, pelecehan, perdagangan, dan penelantaran anak di Indonesia sepanjang tahun 2020. 

Sebaran ekspos berita mengenai kejahatan terhadap anak terjadi di seluruh wilayah di Indonesia. DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur merupakan tiga provinsi dengan ekspos berita terbesar.

Sementara, figur Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus menjadi figur yang banyak dikutip pernyataannya seputar pengungkapan kasus kejahatan terhadap anak (15.849 pernyataan). Salah satu yang banyak mendapat perhatian media yakni terkait kasus pencabulan 305 anak oleh warna negara Prancis, yang mencuat pada Juli 2020 lalu.

Gizi Buruk 

Dalam riset yang sama, I2 juga menangkap isu pemenuhan gizi dan pencegahan stunting terhadap anak-anak Indonesia, menjadi atensi media sebanyak 17.175 berita (5%). Media banyak meliput soal Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019 yang menunjukkan bahwa prevalensi stunting mencapai 27,67%. Artinya, setiap 10 anak Indonesia, ada tiga orang di antaranya yang mengalami stunting.

Beberapa isu lain yang menjadi santapan "nyamuk pers" yaitu fenomena belajar online terhadap anak dan siswa-siswi sekolah sebanyak 21.664 berita (6%). Topik ini menguat seiring dengan meningkatnya upaya pemerintah memutus mata rantai virus COVID-19. 

Nama Menteri Pendidikan Nadiem Makarim turut menjadi figur yang banyak dimintai pendapatnya oleh media seputar program belajar jarak jauh, atau sekolah daring bagi siswa-siswi sekolah di tengah pagebluk. Nadiem tercatat memberikan keterangan kepada media sebanyak 12.115 pernyataan.  

Lainnya ada isu anak selebritis 34.896 berita, anak dan dunia olahraga 31,267 berita, anak terdampak bencana 27.003, keterlibatan anak dalam politik 24.188 berita, perlindungan anak difabel 6.700 berita, dan pernikahan dini 1.908 berita. 

Loading...
Loading...