Melihat Pertarungan Trump vs Biden: Siapa Unggul?

Amerika Serikat (AS) akan melaksanakan pemilihan presiden (pilpres) ke-59 pada 3 November 2020. Calon mengerucut pada dua nama, petahana sekaligus kandidat dari Partai Republik, Donald Trump dan kontestan dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Jalan terjal untuk kembali merengkuh kekuasaan dihadapi Trump lantaran banyak peristiwa yang menggerus reputasinya. Diawali dari kebijakan kontroversial membangun tembok tinggi di perbatasan selatan guna menghalau imigran ilegal; mendesak pemerintah Ukraina menyelidiki putra penantangnya, Hunter Biden dan berujung pada pemakzulan terhadapnya; kematian warga kulit hitam, George Floyd oleh kepolisian di Minneapolis dan memicu gelombang protes; penanganan pandemi coronavirus baru (Covid-19); hingga keputusan AS keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam masa kampanye ini, Trump menghadapi peristiwa yang mengejutkan. Kampanye politiknya di Tulsa, Oklahoma, pada medio Juni, sepi penonton lantaran digembosi fans K-pop. Kegiatan hanya dihadiri 6.200 orang dari klaim sejuta tiket terjual. Tak ayal, Trump belakangan mencopot Brad Parscale sebagai manajer tim suksesnya.

Sementara itu, perjalanan Biden menjadi AS-1 justru cenderung lebih mulus. Apalagi, setelah Bernie Sander mundur dari bursa pencalonan dan mengalihkan dukungannya. Manuver politik Trump melalui Hunter Biden pun gagal dan menjadi bumerang.

Biden dielu-elukan di Twitter

Dinamika Pilpres AS 2020 antara Biden kontra Trump pun menjadi sorotan di sejumlah media daring (online) arus utama. Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2), dalam semester I 2020, mulai 1 Januari - 30 Juni 2020, pemberitaan terkait Trump mencapai 270.142 artikel di 1.763 portal. Jumlah ini unggul dibandingkan Biden yang diberitakan dengan 62.833 artikel pada 943 media. 

Pada rentang waktu yang sama, kicauan netizen tentang Trump juga jauh lebih besar dibandingkan Biden. Ekspos terhadap petahana sebesar 1.449.862 cuitan, sementara penantang cuma 212.952 cuitan.

Dari sisi sentimen di media online, keduanya hanya beda tipis meskipun sentimen negatif Trump lebih besar ketimbang Biden. Sebesar 48% dari total artikel tentang Trump adalah negatif, disusul netral 29%, dan 23% positif. Adapun pemberitaan positif mengenai Biden mencapai 23%, lalu 35% netral, dan 42% negatif.

Citra keduanya terlihat kontras di media sosial Twitter. Biden jauh lebih dielu-elukan dibandingkan Trump di platform ‘Burung Biru”.

Sentimen positif terkait Biden juga jauh lebih tinggi dengan 64%, sentimen negatif 21%, dan netral 15%. Sementara sentimen positif dalam percakapan tentang  Trump hanya sebesar 23%, sentimen negatif 58%, dan netral 19%. 

Keterpurukan Trump tidak terlepas dari semakin tidak terkendalinya wabah Covid-19 di AS. Terlihat dari pemberitaan di media online menyangkut Trump yang didominasi oleh isu penanganan pandemi (97.882 artikel). Sementara untuk Biden, isu pemilihan Pilpres AS (35.918 artikel) lebih mendominasi dibandingkan empat masalah lain.

Hal serupa juga terjadi di Twitter. Trump paling banyak diperbincangkan netizen mengenai penanganan Covid-19, sebanyak 225.114 kicauan. Sedangkan cuitan terkait Biden paling banyak terkait Pilpres AS (31.227 kicauan).

Isu media mainstream lain terkait Trump adalah Pilpres AS (62.329 artikel), peristiwa George Floyd dan masalah rasial (41.107 artikel), keamanan nasional (34.042 artikel), serta perseteruan dengan China (23.222 artikel).

Sementara itu, pemberitaan menyangkut Biden juga membahas peristiwa George Floyd dan masalah rasial (11.515 artikel), penanganan Covid-19 (6.708 artikel), keamanan nasional (5.455 artikel), serta perang dagang AS-China (1.165 artikel).

Anomali Media

Terdapat anomali pemberitaan media dalam kontestasi Trump dan Biden. The New York Times paling banyak memberitakan tentang Trump dengan 5.621 artikel, disusul The Daily News (4.964 artikel), Breitbart (4.513 artikel), SRN News (4.071 artikel), Reuters (3.636 artikel), Local News 8 (3.181 artikel), News Week (2.758 artikel), Raw Story (2.697 artikel), OAN (2.322 artikel), dan News Max (2.217). 

Banyaknya pemberitaan oleh The New York Times bertolak belakang karena media ini dikenal memiliki afiliasi politik liberal, sedangkan Trump seorang politikus dari partai konservatif.

Anomali serupa juga terjadi dalam pemberitaan Biden. Ia mendapatkan coverage media terbesar justru dari Fox News, dengan 2.679 artikel. Fox News merupakan portal dengan afilitasi konservatif, sedangkan Wakil Presiden ke-47 AS itu adalah politikus Partai Demokrat. 

Media lain yang banyak memuat artikel terkait Biden adalah The New York Times (2.220 artikel), Washington Examiner (2.009 artikel), Breitbart (1.959 artikel), The Daily News (1.660 artikel), SRN News (1.381 artikel), Local News 8 (1.129 artikel), News Week (1.051 artikel), Bozeman Daily Chronicle (955 artikel), dan Red State (822 artikel).

Sebaran berita Trump cenderung merata dan dominan di seluruh negara bagian dibandingkan rivalnya. Trump dan Biden paling banyak diberitakan di Washington DC, masing-masing dengan 67.900 artikel dan 15.012 artikel. 

Kemudian pemberitaan Trump di New York sebanyak 39.995 artikel, sedangkan Biden 10.538 artikel. Wilayah Minneapolis juga lebih banyak pemberitaan terkait Trump (13.717 artikel), dibandingkan Biden (4.382 artikel). 

Intensnya pemberitaan di Minneapolis terkait isu meninggalnya George Floyd. Isu tersebut dimanfaatkan Biden untuk mengkritik kepolisian atas tewasnya warga kulit hitam itu, sehingga memicu munculnya gelombang aksi #BlackLivesMatter. 

Demikian juga dengan Los Angeles, di mana pemberitaan terkait Trump lebih banyak (8.977 artikel), ketimbang Biden (2.651 artikel).

Trump juga banyak diberitakan di Chicago (6.163 artikel), Atlanta (5.081 artikel), San Fransisco (4.731 artikel), Las Vegas (4.347 artikel), Detroit (4.292 artikel), dan Houston (4.031 artikel).

Sementara Biden tampak banyak diberitakan di Las Vegas (2.488 artikel), Houston (1.886 artikel), Atlanta (1.831 artikel), Philadelphia (1.780 artikel), Detroit (1.601 artikel), dan Chicago (1.576 artikel).


Ganjar Pranowo di Balik Prestasi Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali menyabet peringkat pertama pada Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2020. 

Provinsi yang dipimpin oleh Ganjar Pranowo ini menjadi yang terbaik karena inovasi-inovasi pembangunan daerah yang dilakukan. Di antaranya, program pengurangan kemiskinan melalui “Satu OPD, Satu Desa Dampingan”, Program Sekolah Tanpa Sekat, dan Program Rumah Sakit Tanpa Tembok. Melalui terobosan ini, Jateng mengungguli Provinsi Bengkulu dan Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan itu menjadi istimewa lantaran Provinsi Jateng juga menyabet predikat serupa di tahun lalu. Selain itu, tahun ini titel terbaik tidak hanya diraih tingkat provinsi saja, tapi juga dua pemerintah daerah yakni Kabupaten Temanggung dan Kota Semarang.

Kesuksesan Jateng hingga sanggup menggondol berbagai penghargaan itu tak terlepas dari sosok Ganjar sebagai Gubernur. Banyak cerita yang terungkap ke muka publik akan sosok Ganjar, terutama prestasinya. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, nama Ganjar semakin mengemuka lantaran disebut paling responsif.

Seperti yang berhasil direkam melalui Big Data Indonesia Indicator (I2) pada periode 1 Juni-20 Juni 2020. Terdapat 102.186 cuitan netizen dan 4.685 berita media online yang membahas figur Ganjar.

Cuitan netizen didominasi oleh sentimen positif dan netral masing-masing sebesar 50% dan 33%. 

Respons langsung Ganjar terhadap pengaduan warga di Twitter mendorong perbincangan bernada positif. Berdasarkan pantauan I2, perhatian masyarakat Indonesia terhadap pengaduan langsung warga Jateng ini tidak kecil. Cuitan terkait pengaduan langsung tercatat mencapai 6.481 cuitan dan mengungguli isu-isu lainnya pada periode pemantauan yang sama. 

Dalam cuitannya, warga platform 'Burung Biru' banyak mengeluhkan atau melaporkan kendala yang dihadapi kepada sosok Ganjar. Figur Ganjar pun tercatat aktif merespons berbagai pertanyaan dan keluhan netizen. 

Pemberian bantuan sosial hingga wacana pembukaan tempat wisata juga menjadi pembentuk sentimen positif terkait Ganjar. Sepanjang periode tersebut, warga Twitter terlihat beramai-ramai mencuitkan terkait penanganan Covid-19, persiapan new normal, wacana pembukaan tempat wisata, dan bantuan sosial masing-masing sebanyak 4.707 tweet, 2.232 tweet, 1.571 tweet, dan 1.062 tweet. 

Isu-isu tersebut juga menjadi santapan media online. Langkah penanganan Covid-19 diberitakan sebanyak 1.707 berita, serta persiapan new normal dan protokol kesehatan sebanyak 1.613 berita. 

Prestasi Ganjar ini kemudian juga dilihat dalam aspek politik oleh sebagian netizen, seperti wacana atau dorongan agar Ganjar dapat menjadi kandidat di Pilpres 2024 (3.166 tweet). Nama tokoh yang juga disebut netizen sebagai pasangan Ganjar adalah Ridwan Kamil hingga Prabowo Subianto. Isu ini juga muncul di media online sebanyak 643 berita.

Sementara itu, I2 juga mencatat sentimen negatif terkait Ganjar Pranowo di Twitter mencapai 17%. Perbincangan bersentimen negatif banyak dicuitkan netizen dikaitkan dengan masih adanya zona merah Covid-19 di Jateng. Selain itu, pengaduan warga Jateng perihal tidak adanya keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa di Jateng juga mendorong sentimen negatif.

 

 

 

Masyarakat Internasional Dibombardir 70.372 Berita George Floyd

Sudah satu bulan lebih kematian George Floyd berlalu. Pria kulit hitam warga Amerika Serikat (AS) itu meninggal secara tragis pada 25 Mei 2020. Leher Floyd ditindih dengan lutut oleh oknum polisi Minneapolis, Derek Chauvin kurang lebih 7 menit. Kematian pria yang dituduh membeli rokok memakai uang palsu ini mengguncang dunia hingga mendorong pemberitaan secara masif media internasional dengan ragam isu.  

Tepat satu bulan kematian George Floyd, Indonesia Indicator (I2) merilis riset tentang pemberitaan George Floyd di media mainstream internasional pada periode 25 Mei hingga 25 Juni 2020. Hasilnya, terdapat 70.372 berita dari 1.284 Portal media online internasional berbahasa Inggris yang mengangkat pemberitaan kematian Floyd.

Dari sisi isu, Indonesia Indicator mencatat ada sepuluh isu terbesar yang diangkat media mainstream internasional. Aksi protes terhadap kematian George Floyd menjadi isu yang paling banyak diangkat media sebanyak 37.078 berita. Media serempak mengulas aksi protes yang banyak berlangsung di beberapa negara bagian di Amerika Serikat (AS) yang berujung pada kerusuhan dan penjarahan. 

Gerakan Black Lives Matter (BLM) menempati posisi kedua sebanyak 14.760 berita. Masifnya pemberitaan mengenai aksi protes atas kematian Floyd menguatkan kembali gerakan BLM, sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan dan rasisme sistemik yang terjadi di AS. Aksi BLM pun menjalar ke berbagai negara dan kalangan dari masyarakat umum, tokoh politik, selebritas, atlet, hingga perusahaan swasta.

Kematian George Floyd membuat politik AS juga ikut terguncang. Pilpres AS yang direncanakan 2020 ini juga menjadi sorotan banyak pihak, dan kasus kematian berbasis rasial ini menjadi bola panas dalam politik negara adidaya itu. Isu Pilpres AS menjadi isu ketiga terbesar dalam pemberitaan kematian Floyd, sebanyak  7.065 berita. 

Dalam jajak pendapat terbaru CNN yang dilakukan oleh SRRS pada 8 Juni 2020, popularitas politik Presiden Donald Trump anjlok dari pesaing pemilunya, Joe Biden usai protes isu rasisme yang melanda negara tersebut. 

Sementara isu persidangan pembunuhan George Floyd dan wacana reformasi kepolisian AS menempati posisi keempat dan kelima. Media mainstream internasional mengangkat isu ini masing-masing sebanyak 5.610 dan 5.116 berita.

Popularitas Trump Terus Menukik

Selain lima isu teratas, riset media sosial I2 pada periode 25 Mei - 25 Juni juga mencatat 10 top person atau figur yang paling banyak diberitakan terkait kematian pria keturunan Afrika-Amerika ini. Floyd, sebagai korban, menjadi sosok yang paling banyak diberitakan media online internasional dengan 65.305 berita. Sementara Presiden AS, Donald Trump menjadi figur kedua yang paling banyak diberitakan media online global sebanyak 18.017. Dia banyak dikaitkan dengan pemberitaan seputar protes kematian Floyd, Gerakan Black Lives Matter, wacana reformasi kepolisian, hingga popularitasnya yang semakin tergerus oleh isu ketidakadilan dan rasisme.

Pernyataan Trump juga banyak mendapat atensi media, tercatat sebanyak 21.958 pernyataan. Tingginya sorotan media terhadap politikus Partai Republik ini karena banyak mengeluarkan komentar-komentar kontroversial seputar penanganan demo yang berujung kerusuhan. Misalnya, pernyataan ‘Hari Hebat’ yang dilontarkan Trump dinilai menimbulkan kebingungan publik AS di negeri tersebut. 

"We all saw what happened last week. We can't let that happen. Hopefully George is looking down and saying this is a great thing that's happening for our country. (It's) a great day for him. It's a great day for everybody,“ ujar Trump (05/06/2020). 

Sementara itu, rival politik Trump yang juga Capres AS Joe Biden memanfaatkan isu tersebut untuk tampil di media. Biden tercatat diberitakan sebanyak 5.135 berita. Politikus Demokrat pesaing Trump di Pemilu AS ini juga menjadi top influencer kedua dan dikutip media sebanyak 5.488 pernyataan. Joe banyak memberikan pandangannya seputar keadilan ras dan berhasil menarik simpati publik dengan bertemu keluarga George Floyd dan menghadiri pemakaman Floyd. 

“Now is the time for racial justice. That’s the answer we must give to our children when they ask why. Because when there is justice for George Floyd, we will truly be on our way to racial justice in America,“ ujar Joe Biden (27/05/2020).

Nama-nama lainnya yung juga banyak diberitakan media lainnya adalah terdakwa pelaku pembunuh George Floyd, yakni eks polisi Minneapolis Derek Chauvin yang diberitakan sebanyak 12.628 berita, Gubernur Minnesota Tim Walz 2.744 berita, mantan Presiden AS Barack Obama sebanyak 2.591 berita, Walikota Minneapolis Jacob Frey sebanyak 2.331 berita, Wali Kota New York City Bill de Blasio sebanyak 2.254 berita, Gubernur New York Andrew Cuomo sebanyak 1.825 berita, dan eks Polisi Minneapolis Thomas Lane sebanyak 1.734 berita.

10 Media Paling Produktif

Riset media internasional I2 pada 25 Mei hingga 25 Juni juga mencatat adanya 10 media yang banyak memberitakan seputar kematian George Floyd. The New York Times, menjadi portal media yang paling banyak mengangkat kematian Floyd dengan jumlah 1.965 berita. Sementara portal media online yang berafiliasi politik konservatif Fox News menempati urutan kedua sebanyak 1.933 berita. Disusul Daily News sebanyak 1.454 berita. Sedangkan portal berita sayap kanan Breitbart turut banyak memberitakan peristiwa George Floyd berada di posisi keempat sebanyak 1.041 berita. Disusul Local News8 sebanyak 1.007 berita, Washington Examiner 910 berita, Raw Story 822 berita, The Hill 710 berita, Ravalli Republic 690 berita, dan The Daily Progress sebanyak 690 berita.

Dari sisi peta sebaran pemberitaan, pemberitaan di AS tentang kematian George Floyd terjadi di sejumlah negara bagian. Minneapolis menjadi daerah dengan jumlah pemberitaan terbesar sebanyak 42.117 berita. Minneapolis merupakan negara bagian di mana George Floyd dibunuh hingga pecah kerusuhan.

Menempati kedua terbesar, ibukota AS Washington DC sebanyak 10.540 berita tentang Floyd. Disusul New York sebanyak 9.948 berita, Los Angeles 6.791 berita, Atlanta 5.325 berita, Houston 3.820 berita, Chichago 3.505 berita, Philadelphia 3.082 berita, Denver 2.391 berita, dan terakhir San Francisco sebanyak 2.242 berita. Secara umum di wilayah Eropa, London tercatat paling banyak mengangkat berita kematian Floyd yang dikaitkan dengan kampanye damai Black Lives Matter, dan mengutuk aksi kekerasan oleh Kepolisian AS sebanyak 4.071 berita. Disusul Paris 1.775 berita, Berlin 1.111 berita, Brusel 371 berita, Moscow 233 berita, Milan 223 berita, Madrid 212 berita, Hamburg 118 berita, Cologne 115 berita, dan Budapest sebanyak 115 berita.

Peta sebaran pemberitaan kematian juga terlacak di Asia, khususnya Asia Timur. Hal ini menyusul gelombang protes atas isu ketidakadilan ras juga ditanggapi oleh pemerintah China di Beijing hingga aksi demo kembali pecah di Hong Kong. Beijing merupakan kota yang paling banyak mengangkat peristiwa kematian Floyd sebanyak 886 berita. Disusul Seoul 478 berita, Tokyo 415 berita, Hongkong 93 berita, Taipei 89 berita, Shanghai 83 berita, Pyongyang 22 berita, dan Macau sebanyak 10 berita. 

Dari sisi sentimen, Indonesia Indicator mencatat pemberitaan kematian George Floyd banyak diberitakan secara negatif sebanyak 56%, sentimen netral 23%, dan sentimen positif 21%. Pemberitaan negatif tentang kematian George Floys tersebut dikaitkan dengan  aksi demonstrasi yang berujung kekerasan, kerusuhan dan penjarahan yang terjadi di beberapa kota di Amerika Serikat.

 

 

 

Seberapa Viral Hari Ulang Tahun Jakarta?

Hari Ulang Tahun ke-493 Kota Jakarta diperingati pada Senin, 22 Juni. Hari jadi Kota Jakarta pada 22 Juni ini ditetapkan pada masa pemerintahan Wali Kota Sudiro yang menjabat pada periode 1953–1958. 

Perayaan HUT DKI Jakarta kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena masih terjadi pandemi virus corona (Covid-19). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warga Jakarta untuk menyambut ulang tahun kota Jakarta dari rumah saja demi mencegah penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu. Hal tersebut terlihat dalam unggahannya di akun media sosial Instagram yang sudah terverifikasi, @aniesbaswedan. "Mari sambut ulang tahun kota Jakarta dari rumah aja!" tutur Anies, Sabtu (20/6).

Di media sosial Twitter, netizen ramai mencuitkan Peringatan HUT DKI Jakarta. Indonesia Indicator (I2) merekam terdapat 2.371 cuitan di Twitter terkait topik tersebut dalam kurun waktu 19–22 Juni 2020.

Anies juga berkicau di platform 'Burung Biru' ini. "Hari ini, 22 Juni 2020, kita tunjukkan Jakarta adalah kota yang tangguh, Jakarta yang akan jauh lebih solid, Jakarta yang tetap ada untuk semua. Selamat Ulang Tahun Jakarta!" tulis Anies, Senin (22/6). Ucapan pendek Anies itu mencapatkan 909 retweets dan 3.400 likes. 

Perayaan ulang tahun Jakarta disambut penuh suka cita oleh warganet. Emosi senang (joy) dominan mengisi ruang perbincangan netizen terkait Peringatan HUT DKI Jakarta (64%). Emosi Joy banyak muncul dari ucapan hari ulang tahun dari netizen untuk Kota Jakarta.

Sementara emosi antisipasi (anticipation) (34%) dicuitkan netizen yang mengutarakan harapan dan doanya terhadap masa depan Jakarta. Warganet juga mencuitkan emosi percaya (trust) sebanyak 2% yang mencuitkan kepercayaannya bahwa Kolaborasi antara Pemda DKI Jakarta dan elemen masyarakat Jakarta akan membuat Jakarta semakin tangguh. 

Sederet tagar turut meramaikan ulang tahun Jakarta. Tagar #HUTDKI493 menjadi tagar terpopuler (60%) dikaitkan dengan peringatan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta. Selain itu, terdapat tagar #JakartaTangguh (21%). Tagar ini diangkat netizen karena merupakan tema HUT DKI Jakarta pada tahun ini, yang menggambarkan semangat dan ketangguhan masyarakat DKI Jakarta dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Selain itu, netizen juga ramai-ramai mencuitkan tagar #HUTJakarta493 (12%), #HUTJakarta (5%), dan #HUTDKIJakarta (2%), yang berisi ucapan selamat ulang tahun terhadap ibu kota negara Indonesia tersebut. 

 

Hari ulang tahun kota yang dulu pernah bernama Batavia ini juga banyak diberitakan oleh media. Terdapat 1.310 berita media online yang membahas mengenai HUT DKI Jakarta pada periode yang sama.

Nama Anies Baswedan menjadi figur yang paling banyak diberitakan media terkait HUT DKI Jakarta (270 berita). Mantan Menteri Pendidikan ini banyak diberitakan seputar persiapan HUT, upacara peringatan HUT DKI Jakarta, hingga laporan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Keuangan DKI Jakarta yang menurutnya sebagai kado ulang tahun DKI Jakarta. 

Media daring juga memburu Anies untuk sumber rujukan pemberitaan sehingga menjadikannya sebagai figur tervokal di media daring (1.064 pernyataan). Dalam salah satu pernyataannya di media, Anies menjelaskan bahwa tema HUT DKI Jakarta saat ini yakni 'Jakarta Tangguh’. Tema tersebut untuk memperlihatkan masyarakat di DKI Jakarta yang memiliki semangat tinggi dan tangguh dalam menghadapi pandemi Covid–19.

Komisaris Utama PT Pertamina, yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi figur kedua yang banyak diberitakan media sekaligus tokoh tervokal ke-4 dengan jumlah pemeritaan sebanyak 102 berita dan 62 pernyataan. 

Media memberitakan Ahok yang mengucapkan HUT DKI Jakarta di akun media sosialnya. Dalam cuitannya, Ahok berharap agar Kota Jakarta makin maju dan tak kalah dengan kota–kota lainnya di dunia. Selain itu, ia berharap agar warga Jakarta tetap sehat di masa Pandemi Covid–19.

"Untuk warga DKI Jakarta, saya ucapkan Selamat HUT DKI Jakarta ke-493. Dengan kondisi saat ini saya berharap warga Jakarta tetap sehat dan percaya kesulitan di masa pandemi Covid-19 ini akan membuat kita semakin kuat menghadapi berbagai cobaan. Selamat ulang tahun Jakarta," tulis Ahok yang kemudian diretweet sebanyak 424 kali. 

Sosok lain yang juga menjadi top person adalan Sekda DKI Jakarta Saefullah (58 berita), Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (44 berita), dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (15 berita).  

Loading...
Loading...