Warna-Warni Kartu Pekerja di Mata Netizen

Pemerintah akhirnya merilis Program Kartu Prakerja pada 11 April 2020. Mulanya, dijanjikan peluncurannya pada awal tahun ini dan sempat beberapa kali ditunda. Karena itu, konteksnya juga berbeda. Sekarang menjadi bagian dari instrumen jaring pengaman sosial (social safety net) imbas pandemi coronavirus anyar (Covid-19).

Kartu Prakerja diprioritaskan untuk pekerja yang dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdampak Covid-19. Untuk mengikuti program ini, peminat harus melakukan registrasi melalui situs web prakerja.go.id.

Meski sempat ditunda, antusias publik tetap tinggi. Sebanyak 4 juta orang tercatat telah mendaftar sejak tiga hari dirilis. Padahal, jumlah sasaran gelombang pertama hanya 160.000 jiwa. 

Penerima manfaat nantinya bakal menerima insentif hingga Rp3,55 juta dan terdiri dari tiga elemen. Biaya pelatihan kompetensi Rp1 juta, uang tunai Rp600.000 per bulan dan diberikan hingga empat kali, serta insentif Rp150.000 jika sudah merampungkan pelatihan dan mengisi survei evaluasi program.

Anggaran Program Kartu Prakerja yang dikucurkan mencapai Rp20 triliun. Total sasaran penerima manfaat 5,6 juta warga. Pencairannya melalui Bank Nasional Indonesia (BNI).

Sementara, ada delapan mitra Kartu Prakerja yang menyediakan jasa pelatihan. Mereka adalah Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker. Sudah terdapat 900 lebih pelatihan dalam jaringan (online). Juga akan ada pelatihan luar jaringan (offline).

Kebijakan ini menuai respons publik, khususnya pengguna Twitter. Ada yang mendukung dan mengkritik. Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen media, menangkap persepsi masyarakat itu menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI).

Respons Netizen

Warganet yang merespons positif lebih besar dibandingkan yang negatif, yakni 34% berbanding 26%. Namun, mayoritas netizen (40%) berpendapat netral. Ekspos Program Kartu Prakerja di Twitter menembus 40.518 tweet.

Dalam menyuarakan pendapatnya, sebagian besar kicauan netizen menggunakan tagar #KartuPraKerja (71%), diikuti #Prakerja (14%), #Ekonomi (12%), dan #PHK (3%).

Tingginya sentimen positif juga selaras dengan nuansa emosi warganet. Sebanyak 4.226 kicauan (53%) berisi ajakan (anticipation) kepada publik untuk mengikuti Program Kartu Prakerja. Selanjutnya, emosi terkejut (surprise) sebanyak 1.245 kicauan (16%) karena program di luar ekspektasi dan beberapa menceritakan kesulitan mereka saat mendaftar imbas sistem bermasalah (error).

Selain itu, emosi kepercayaan (trust) juga banyak muncul, sebesar 774 kicauan (10%) dan bahagia (joy) 468 kicauan (6%). Tweet ini bermuatan dukungan warganet terhadap program dan turut menyosialisasikannya melalui Twitter serta rasa syukur atas program ini, dan diharapkan dapat menjadi solusi bagi pekerja yang dirumahkan.

Sedangkan sentimen negatif, ditandai dengan adanya emosi gemas/marah (anger) sebanyak 661 kicauan (8%), jemu (disgust) 355 kicauan (4%), kesedihan (sadness) 181 kicauan (2%), dan khawatir (fear) 102 kicauan (1%).

Emosi negatif tercermin dari cuitan-cuitan berisi kritik terhadap format pelatihan online, mahalnya biaya pelatihan, dan dugaan terjadinya konflik kepentingan (conflict of interest) antara Ruangguru sebagai salah satu mitra Program Kerja, karena CEO dan pendiri Ruangguru merupakan Staf Khusus milenial Presiden, Adamas Belva Syah Devara.

Dari konten emosi dan gambaran sentimen publik tersebut, ditemukan tujuh isu yang paling banyak dibahas netizen tentang Kartu Prakerja. Eksposnya mencapai 21.930 cuitan. Isu tentang Materi Pelatihan Online merupakan masalah yang paling banyak disorot, dengan 7.166 tweet.

Berikutnya, pendaftaran (5.222 tweet); peluncuran (4.810 tweet), biaya pelatihan online (1.614 tweet), kendala registrasi melalui situs web (1.046 tweet), serta manfaat program dan kontroversi Adam-Ruangguru (masing-masing 1.036 tweet).

Pelatihan online dikritisi karena dianggap tidak tepat saat pandemi Covid-19. Sebagian warganet berpendapat, semestinya program berupa uang tunai (emergency cash) bagi para pengangguran.

Dipilihnya Ruangguru sebagai salah satu mitra Kartu Prakerja juga disoal. Dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan, mengingat pendirinya ada di Istana. Namun perdebatan ini jumlahnya masih di bawah isu lain yang lebih substansial. Beberapa netizen juga mengapresiasi program tersebut. Kartu Prakerja dianggap bermanfaat bagi yang ingin mengisi waktu luang dengan mengembangkan kemampuan di tengah pandemi Covid-19.

Netizen yang mengomentari Program Kartu Prakerja di Twitter mayoritas laki-laki (63%) dan sisanya perempuan (37%). Sedangkan dari rentang umur, paling banyak berusia 18-25 tahun (39%) dan disusul 26-35 tahun (37%), di atas 35 tahun (19%), serta di bawah 18 tahun (5%). Artinya, didominasi kelompok milenial (18-35 tahun).


Suara Netizen dalam Penundaan Pilkada Serentak

Pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan DPR RI sepakat menunda tahapan Pemilihan Kepala Daerah 2020. Penundaan dilakukan karena pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum terkendali sehingga mengancam keselamatan masyarakat.

Dalam Surat Keputusan Nomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/111/2020 tentang Penundaan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020 dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang diterbitkan KPU menjelaskan adanya sejumlah tahapan Pilkada 2020 yang pelaksanaannya ditunda. Yakni, pelantikan panitia pemungutan suara (PPS) dan masa kerja PPS, verifikasi syarat dukungan calon kepala daerah perseorangan, pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih, dan tahapan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

Ketua KPU Arief Budiman, berharap peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) terkait penundaan pemilihan kepala daerah sudah selesai di bulan April ini. Perpu itu diperlukan sebagai payung hukum penundaan pilkada di tengah wabah Corona saat ini.

Ada dua usulan KPU tentang materi perpu. Pertama, KPU meminta kewenangan untuk penundaan dan untuk melanjutkan kembali tahapan pemilu. Kedua, KPU meminta diberi kewenangan untuk menetapkan waktu pilkada berikutnya.

Isu penundaan Pilkada itu juga bergema di linimasa. Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence (AI) mencatat ada 5.280 cuitan netizen Twitter yang membahas mengenai penundaan pilkada pada periode 1 Maret hingga 13 April 2020.

Emosi trust tercatat dominan disuarakan warganet terkait penundaan Pilkada 2020 (49%). Netizen cenderung memberikan dukungan dan kesetujuannya atas kebijakan penundaan pilkada. Seperti yang dicuitkan oleh akun @BurhanMuhtadi yang menyatakan setuju dengan penundaan pilkada. "Setuju pilkada ditunda. Tak ada yg lebih penting untuk dipikirkan sekarang kecuali keselamatan dan jiwa manusia," cuitnya yang lalu diretweet sebanyak 18 kali dan mendapat 60 likes. 

Warga platform "Burung Biru" juga terpantau mencuitkan emosi anticipation atau harapan (39%). Netizen berharap agar pelaksanaan pilkada ditunda dan pemerintah lebih fokus kepada penanganan Covid-19. Seperti yang dicuitkan oleh mantan Komisioner KPU pada masa jabatan 2012-2017 Hadar Nafis Gumay dalam akun Twitternya @HadarNG pada 26 Maret 2020 lalu. 

"Setuju dgn Tajuk Rencana Kompas, seluruh tahapan Pilkada 2020 ditunda. Presiden perlu mengeluarkan PERPPU. Segala daya dan upaya Pemerintah, semua lembaga, termasuk Penyelenggara Pemilu, bersama masy, perlu fokus untuk melawan pandemi Covid-19. Insya Allah, berhasil," cuit Hadar.

Emosi sadness juga muncul melalui cuitan netizen (5%), karena juga ada warga Twitter bersedih dengan ditundanya pilkada. Ada yang sedih karena berbicara nasib petugas PPU yang belum jelas kapan akan bekerja. Sebaliknya ada yang memang meminta pilkada diundur, sembari juga menyatakan kesedihan atas kondisi petugas medis yang minim APD.

"Pilkada serentak ditunda. Ya Allah sedih," cuit pemilik akun @Hallems24 pada 30 Maret 2020 lalu. 

Penundaan pilkada ini lebih banyak dicuitkan oleh netizen laki-laki dibandingkan perempuan. Sementara dari segi rentang umur, lebih banyak diperbincangkan oleh netizen usia di atas 35 tahun. Hal ini menunjukkan pilkada menjadi wacana ini menjadi perhatian kalangan dengan preferensi politik yang sudah matang. 

Pembahasan penundaan pilkada ini mayoritas mendapatkan sentimen negatif dari netizen, sebesar 52%. Bahasan negatif lebih diakibatkan oleh text mining 'penundaan'. Selain itu, penundaan ini juga berdampak pada masa depan pekerjaan bagi petugas PPU, yang saat ini belum jelas. Kemudian tweet  bersentimen netral sebanyak 31% dan sentimen positif 30%. 

Ketua KPU, Rujukan Utama Media

Isu terkait penundaan pilkada juga menjadi sorotan media online. Indonesia Indicator mencatat terdapat 5.706 berita online yang membahas isu ini pada periode yang sama. 

Ketua KPU RI, Arief Budiman menjadi rujukan utama media online untuk mencari informasi mengenai penundaan tahapan dan penyelenggaraan pilkada di Indonesia. Total terdapat 1.598 jumlah pernyataan Arief yang dikutip media online.  

Selain Arief Budiman, media turut memberikan ruang pemberitaan bagi Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi (1.009 pernyataan). Pramono menyebut KPU RI dan DPR RI menyepakati Pilkada Serentak 2020 ditunda. Mereka juga sepakat mengalihkan anggaran pilkada untuk penanganan pandemi virus corona (Covid–19).

Nama Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, dan Menkopolhukam Mahfud MD juga masuk dalam jajaran tokoh-tokoh yang banyak dikutip media. Masing-masing tercatat 987 pernyataan, 837 pernyataan, dan 578 pernyataan.

 

Pahlawan Covid-19 dalam Sudut Pandang Media

Berada di barisan terdepan dalam menangani pasien coronavirus diseases atau Covid-19, paramedis atau tenaga medis mendapat perhatian penting baik di media online dan media sosial. Hal ini terekam dalam riset Indonesia Indicator (I2) pada periode 1 Maret hingga 6 April 2020. Pada periode itu, pemberitaan tentang paramedis di media online mencapai 97.912 berita dan ada 180.409 cuitan netizen di media sosial Twitter. 

Paramedis dan media

Paramedis yang gugur dalam tugas di tengah pandemi corona mendapat perhatian besar dari media online. Isu ini diangkat dalam 16.923 berita. Media online mengangkat isu meninggalnya 19 dokter selama pandemi covid-19, termasuk imbauan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar seluruh dokter menjaga kesehatan dan kebersihan, menyusul bertambahnya kasus meninggal pasien coronavirus.

Sama halnya dengan media online, kabar gugurnya para tenaga medis menjadi isu terbesar di Twitter. Sebanyak 44.118 cuitan berbagai ucapan dan doa, juga ungkapan duka dari netizen. Secara total, seluruh cuitan yang membicarakan perjuangan pahlawan kesehatan covid-19 ini sebanyak 180.409 cuitan. 

Selain kasus meninggalnya paramedis, media daring dan warga Twitter juga terpantau membahas mengenai rapid test atau tes cepat, masing-masing sebanyak 8.237 berita dan 5.163 cuitan. 

Di media online, diberitakan terkait permintaan Jokowi untuk memprioritaskan tes cepat Covid-19 terhadap petugas medis dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Aksi donasi untuk penanganan Covid-19 juga tak luput dari pemberitaan media online. Isu ini diberitakan sebanyak 10.735 berita. Donasi hingga penggalangan dana menjadi fokus media online untuk menggugah nurani publik agar membantu memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) para petugas medis. Isu aksi donasi ini juga menjadi perbincangan hangat di Twitter, sebanyak 2.331 cuitan. 

Sejumlah isu lainnya yang juga menjadi perhatian media online adalah anjuran menggunakan masker sebanyak 6.537 berita. Dalam isu ini, banyak media online mengangkat sosok dokter muda Clarin Hayes yang viral karena membahas soal masker N95, dan upaya edukasinya untuk masyarakat seputar Covid-19.

Media juga terpantau mengapresiasi tenaga media. Paramedis dinilai sebagai pahlawan sesungguhnya sehingga menuai pujian yang dimuat dalam 4.483 pemberitaan. Lalu, isu rumah sakit (RS) darurat Covid-19 sebanyak 4.186 berita dan stigma negatif terhadap tenaga medis sebanyak 486 berita. Sejumlah media online mengangkat kondisi miris paramedis yang diusir dari tempat tinggal karena dikhawatirkan menjadi pembawa (carrier) virus.

Netizen Twitter juga memberikan ungkapan apresiasi terhadap paramedis dalam 3.812 cuitan. Netizen mendukung dan mengapresiasi dedikasi tenaga medis yang berjuang siang malam demi kesembuhan pasien Covid-19. 

Doa dan dukungan bagi paramedis

Selain menghimpun isu-isu terbesar tentang perjuangan paramedis dalam menangani Covid-19 di media sosial online dan media sosial, riset I2 juga mencatat tiga emosi dominan netizen dalam perbincangan tentang perjuangan pahlawan kemanusiaan ini. 

Emosi trust (percaya) terpantau paling banyak dicuitkan, sebanyak 17.220 cuitan. Netizen menyuarakan dukungan, apresiasi, hingga rasa hormat terhadap jasa paramedis.

Emosi trust ini salah satunya disuarakan pemilik akun Twitter @wignyaaa pada 5 April pukul 19:05, 

“Semangat tenaga medis, TNI, Polri, ojol, pedagang dan pekerja...,” tulis pemilik akun tersebut.

Emosi anticipation atau harapan dicuitkan hingga 11.320 cuitan. Warganet mengungkapkan harapan agar para petugas medis selalu diberikan kesehatan dan keselamatan, termasuk harapan agar donasi terus bergulirnya untuk memenuhi kebutuhan APD bagi petugas medis.

Pemilik akun @tirta_hudhi misalnya mencuitkan donasi masker ke masyarakat yang masih bekerja di jalanan seperti driver ojek online, pedagang kaki lima, hingga pemulung.

“Biar APD untuk tenaga medis. Itu saran saya,” tulis @tirta_hudhi pada Jumat 3 April pukul 21:22.

Emosi sadness (sedih) juga terpantau diekspresikan netizen sebanyak 9.474 cuitan. Cuitan-cuitan kesedihan netizen bermunculan lantaran banyaknya tenaga medis di Indonesia yang gugur ketika menjalankan tugasnya.

Sementara itu, tingginya pemberitaan tentang paramedis di media online tak lepas dari influencer yang menjadi rujukan pemberitaan dalam membahas petugas medis. Dari jajaran 10 top influencer, tujuh di antaranya merupakan pejabat pemerintah pusat dan daerah. Sisanya, merupakan figur di bidang kedokteran.

Juru Bicara Pemerintah terkait penanganan virus corona, Achmad Yurianto menjadi rujukan utama media (20.720 pernyataan), disusul Presiden Joko Widodo (15.915 pernyataan), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (8.175 pernyataan), Dokter Erlina Burhan (4.802 pernyataan), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (4.173 pernyataan), Ganjar Pranowo (4.016 pernyataan), Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo (3.285 pernyataan), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (3.203 pernyataan), Ketum PB IDI Daeng M Faqih (2.235 pernyataan), dan terakhir Dirut RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril (1.735 pernyataan).

Riset I2 juga mencatat ada 10 top person atau tokoh yang paling banyak diberitakan media terkait peran paramedis dalam penanganan Covid-19. Mereka adalah para pemangku kebijakan publik baik pemerintah pusat maupun daerah. Yakni, Presiden Joko Widodo (8.757 berita),

Achmad Yurianto (4.736 berita), Anies Baswedan (2.359 berita), Doni Monardo (1.667 berita), Ridwan Kamil (1.125 berita), Ganjar Pranowo (1.008 berita), Khofifah Indar Parawansa (993 berita), Menteri BUMN Erick Thohir (954 berita), Menteri Perhubugnan Budi Karya Sumadi (878 berita), dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (791 berita).

"Deru" Penundaan Formula E di Media Sosial

Pandemi Coronavirus (Covid-19) memaksa Gubernur Jakarta Anies Baswedan menunda gelaran ajang balapan Formula E yang rencananya dihelat di kawasan Medan Merdeka. Penundaan tersebut tertuang dalam surat resmi dengan nomor 117/-1.857.73, ditujukan kepada Organizing Commitee Jakarta E-prix tertanggal 9 Maret.

Keputusan Pemprov Jakarta tersebut menjadi sorotan media online yang terekspose melalui berbagai judul pemberitaan. Riset Indonesia Indicator (I2) pada tanggal 10 hingga 16 Maret 2020 mencatat ada 907 berita media online, mengulas penundaan event Formula E di Jakarta.

Mula-mula jumlah pemberitaan Formula E hanya berjumlah puluhan. Pada 10 Maret misalnya tercatat hanya 56 ekspos berita, namun angka ini terus merangkak signifikan dan memuncak pada 11 Maret, yakni sebanyak 504 ekspose berita. Memasuki 12 Maret, jumlah pemberitaan di media online menurun drastis sebanyak 174 berita, dan terus susut ke angka 86 pada 13 Maret. Puncak penurunan pemberitaan Formula E terjadi pada 16 Maret, yakni hanya sebanyak 23 ekspose pemberitaan.

Reaksi atas penundaan Formula E

Berbeda dengan dengan media online, total ekspos di Twitter justru cukup tinggi. Indonesia Indicator mencatat ada sebanyak 9.227 cuitan netizen membahas penundaan Formula E yang diekspresikan dengan berbagai emosi.  Awalnya, pada 10 Maret, ekspos cuitan hanya berjumlah ratusan, yakni sebanyak 284 cuitan.

Namun, reaksi netizen atas penundaan Formula E terus terjadi dan melonjak signifikan mencapai 3.543 cuitan pada 11 Maret. Rupanya di tanggal ini merupakan puncak letupan ekspresi dan reaksi warganet. Terbukti, terjadi tren penurunan cuitan secara perlahan pada 12 Maret, yakni sebanyak 3.641. Barulah pada tanggal 13 Maret terjadi penurunan angka drastis sebanyak 821 cuitan, 14 Maret sebanyak 781, 15 Maret 526, dan terakhir pada 16 Maret tercatat hanya 28 cuitan.

Reaksi dan ekspresi warganet atas kebijakan Anies menunda ajang balap mobil bergengsi itu terangkum dalam sejumlah emosi dan perasaan yang diidentifikasi oleh sistem Intelligence Perception Analysis (IPA). Emosi yang dominan adalah trust atau percaya yang muncul melalui cuitan-cuitan bernada dukungan terhadap kebijakan Gubernur Anies Baswedan menunda pelaksanaan Formula E di Jakarta. Tercatat ada sebanyak 306 cuitan berisi dukungan terhadap Pemprov DKI.

Emosi disgust atau muak juga muncul melalui perdebatan sengit netizen ihwal penundaan Formula E. Tercatat ada sebanyak 301 cuitan dengan polarisasi perdebatan yang cukup tajam pendukung dan penentang kebijakan Anies. Kelompok kontra Gubernur Jakarta menganggap Anies hanya mencari panggung terhadap isu Covid-19. 

Berikutnya, emosi anticipation atau harapan sebanyak 283 cuitan. Netizen dalam hal ini berharap agar pelaksanaan Formula E dibatalkan dan anggarannya dialihkan untuk penanganan banjir di Jakarta. 

Indentik Dengan Pria

Ajang balap mobil Formula E masih identik sebagai olahraga kaum pria. Hal ini tergambarkan dari besarnya perhatian kaum Adam, yakni 73,2% atau 2.184 akun. Sebaliknya, akun kaum perempuan yang merespons Formula E tidak menembus angka seribu, hanya 798 akun atau 26,8%.

Berdasarkan rentang umur, Formula E masih menjadi favorit tontonan bagi kelompok umur Generasi Z dan Milenial, meski cukup banyak juga dari kelompok umur di atas 35 tahun yang membahas Formula E. 

Pada rentang umur 18 hingga 25 tahun, jumlah akun yang mencuitkan Formula E cukup tinggi, ada sebanyak 1.030 akun atau 39,2%. Disusul rentang usia 26 hingga 35 tahun dengan jumlah akun sebanyak 839 akun atau 31,9%. Mereka yang berusia di atas 35 tahun tercatat 681 akun turut memperbincangkan ajang Formula E atau jika dipersentase menjadi 25,9%. Hanya sejumlah kecil yang teridentifikasi sebagai akun yang berusia di bawah 17 tahun, yakni 3% (79 akun).

Berdasarkan sebaran akun Twitter yang membahas Formula E yang dapat diidentifikasi oleh sistem IPA, persebarannya dapat dikatakan masih terpusat di DKI Jakarta. Artinya, isu ini masih di level isu daerah atau lokal, belum menjadi isu nasional. Indonesia Indicator mencatat sepuluh wilayah di Tanah Air dengan aktivitas akun terbanyak. DKI Jakarta tercatat paling tingggi sebanyak 485 akun, disusul Jawa Barat 28 akun, Jawa Tengah 22 akun, Jawa Timur 20 akun, Kalimantan Timur 18 akun, Kepulauan Riau 9 akun, Bali 8 akun, Kalimantan Tengah 6 akun, Kalimantan Selatan 5 akun, dan terakhir Nusa Tenggara tercatat hanya 5 akun.

Sentimen Warganet

Sentimen negatif warganet mendominasi penundaan ajang Formula E oleh Anies Baswedan, dengan angka cukup tinggi, yakni 5.514 cuitan atau 58,25%. Disusul sentimen positif dengan angka cuitan sebanyak 3.023, atau 31,9%. Sentimen netral tercatat sebanyak 943 cuitan atau 9,9%. 

Perdebatan politis antarnetizen menjadi salah satu pemicu tingginya sentimen negatif dalam isu penundaan ajang Formula E tersebut. Indikasinya adalah adanya polarisasi pendukung Pilpres 2019 yang masih kental terasa dalam perdebatan seputar penundaan ajang Formula E tersebut.

Loading...
Loading...