Cinta Produk Indonesia Lewat #BanggaBuatanIndonesia

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2021 menggema di dunia maya sejak diluncurkan Senin (11/01). Gernas BBI banyak diberitakan dan diperbincangkan dengan ragam isu, baik di media online maupun media sosial. 

Riset Indonesia Indicator (I2) periode 1 Januari hingga 22 Maret 2021 mencatat total ada 3.805 berita media online mengenai Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Indonesia Indicator juga menemukan ada 8 isu Gernas BBI yang terbanyak disorot oleh media. Isu paling besar adalah Pameran karya kreatif Indonesia, yang berjumlah 

555 berita atau 14%. Atensi media tertuju pada upaya Bank Indonesia (BI) untuk

menyukseskan Program Gernas BBI dengan menggandeng 15 kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perbankan, dan platform belanja online untuk membuat program Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 untuk digelar di berbagai daerah di Indonesia.

Isu kedua yang banyak diangkat media online adalah digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar 13%. Media mengangkat harapan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki agar Gernas BBI bisa ikut mengakselerasi UMKM menjadi melek digital sehingga mampu beradaptasi di masa pandemi Covid-19. 

Isu ketiga terbesar adalah kampanye Beli Kreatif Danau Toba sebanyak 12%, disusul Pemulihan Ekonomi Nasional 10%, penggunaan GeNose Test karya anak bangsa 10%, launching Gernas Bangga Buatan Indonesia 7%, kampanye Bangga Berwisata di Indonesia 8%, hingga pernyataan Presiden Jokowi yang menggaungkan benci produk asing 5%.

Menko Luhut Banyak Dikutip Media

Tingginya pemberitaan Gernas BBI juga tak lepas dari 10 top influencer atau figur tervokal yang pernyataannya banyak dikutip media. Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan menjadi figur paling vokal, dengan 3.015 pernyataan. Menteri Luhut banyak memberikan keterangan seputar launching Gernas Bangga Buatan Indonesia, hingga program-program turunannya.

Presiden Jokowi menjadi figur tervokal kedua dengan 2.670 pernyataan, khususnya pernyataan soal “benci produk asing.” Setelah Jokowi, ada nama Menparekraf Sandiaga Uno sebanyak 2.436 pernyataan, Menkop UKM Teten Masduki (1.360 pernyataan), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (941 pernyataan), VP Public Relations PT KAI Joni Martinus (572 pernyataan), Menhub Budi Karya Sumadi (474 pernyataan), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (424 pernyataan), Menkominfo Johnny G Plate (398 pernyataan), dan Mendag Muhammad Lutfi (340 pernyataan).

Dalam riset tersebut, I2 juga menangkap terdapat 719 media online yang memberitakan topik tersebut. Dari jumlah tersebut, ada 10 media mainstream nasional berada di daftar media teratas. Media online Antara menjadi media yang paling banyak menulis berita mengenai isu ini sebanyak 130 berita, disusul Inti Jaya News (91 berita), Liputan 6 (89 berita), Sindo News (75 berita), Medcom.id (62 berita), Republika (60 berita), Bisnis Indonesia (53 berita), Okezone (48 berita), Media Indonesia (47 berita), dan Detik (46 berita).

Respons Positif Mendominasi

Tak hanya di media online, perbincangan Gernas BBI juga ramai diperbincangkan di Twitter. Pada periode 1 Januari-22 Maret itu pula ada total 2.179 kicauan netizen mengenai Gernas Bangga Buatan Indonesia dengan ragam tagar dan emosi. 

Tagar #BanggaBuatanIndonesia mendominasi perbincangan netizen Twitter sebanyak 112 cuitan. Tagar itu banyak dipakai dalam kicauan berisi informasi mengenai program-program Gernas Bangga Buatan Indonesia. Tagar ini juga menjadi semacam kampanye agar netizen twitter mendukung dan membeli produk UMKM buatan dalam negeri.

Tagar terbanyak kedua adalah #KKI2021 sebanyak 61, #DiIndonesiaAja 59, #banggabuatanindonesia (49 cuitan), #SobatRupiah (48 cuitan), #EKSOTISMELOMBOK (46 cuitan), #FestivalDiskonNasional (34 cuitan), dan #BeliKreatifDanauToba (34 cuitan).

Selain tagar, ragam ekspresi emosi juga turut mewarnai perbicangan Gernas BBI di Twitter. Emosi percaya atau trust mendominasi perbincangan netizen Twitter sebesar 92% atau 1.842 kicauan. Emosi ini banyak terbentuk dari kicauan netizen berisi tautan berita dan informasi mengenai Gernas BBI dan Pameran Karya Kreatif Indonesia. Ada juga emosi anticipation (antisipasi) sebanyak 162 kicauan atau 8%, berisi harapan bahwa kementerian/lembaga mampu bersinergi dalam mendukung Gernas Bangga Buatan Indonesia. Tingginya ekspresi emosi trust tersebut sejalan dengan tingginya respons positif netizen dalam perbincangan mereka mengenai Gernas Bangga Buatan Indonesia. I2 mencatat kicauan bersentimen positif mencapai 1.956 atau 90%, sentimen netral sebanyak 10% lainnya.


Penerapan Mata Uang Digital di Tengah Tuntutan Zaman

Netizen Twitter ramai-ramai mencuitkan rencana Bank Indonesia (BI) yang akan meluncurkan mata uang digital (Central Bank Digital Currency/CBDC) pada Jumat (26/2). Cuitan netizen tersebut tak terlepas dari tingginya pemberitaan media terkait topik yang sama pada satu hari sebelumnya, yakni Kamis (25/2). 

Riset Indonesia Indicator (I2) pada periode 25 Februari hingga 3 Maret 2021 mencatat ada 85 berita media online dari 20 portal media online yang membahas wacana mata uang digital yang diluncurkan oleh Bank Sentral. Pada tanggal 25 Februari, media mulai menyoroti wacana tersebut, dikaitkan dengan pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo yang menyatakan pihaknya akan meluncurkan CBDC. Menurut Perry, CBDC representasi digital dari uang fisik yang diterbitkan bank sentral. 

Ada dua jenis uang digital menurut Official Monetary and Financial Institutions Forum (PDF). Pertama, jenis retail, yakni uang digital diterbitkan seperti uang tunai dalam bentuk elektronik untuk kebutuhan transaksi masyarakat dan bisnis pada umumnya. Kedua, jenis wholesale dengan penggunaan terbatas oleh institusi tertentu dalam pasar antarbank. Indonesia tercatat masih dalam tahap riset dan pengembangan model retail dan wholesale ini.

Sejumlah negara di dunia telah menerapkan uang digital. Kepulauan Bahamas di Amerika Tengah, menggunakan uang digital dengan model retail atau pernah dikenal dengan nama proyek “Sand Dollar.“ Sementara Uni Eropa, Inggris, Jepang, dan kebanyakan negara di Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) menerapkan wholesale.

Mata uang digital diperlukan seiring perkembangan aktivitas masyarakat yang semakin mengarah ke digital, baik berbelanja, menabung atau investasi. Hal itu terlihat dari data S&P Global yang mencatat transaksi uang elektronik di Indonesia mampu tumbuh hampir 170% dari 2016 ke 2019 mengalahkan Thailand yang hanya tumbuh di kisaran 50%.

Uang digital juga dibutuhkan sebagai salah satu upaya mengantisipasi pesatnya pertumbuhan alat pembayaran dompet digital dan kehadiran uang kripto yang semakin diminati. 

Mengutip majalah The Economist dalam artikel pada 16 Februari 2021, CBDC memiliki sejumlah potensi keuntungan. Yakni, CBDC dapat memperkokoh posisi bank sentral di tengah derasnya tren masyarakat beralih ke alat pembayaran digital milik swasta. Selain itu, uang digital juga lebih efisien karena tidak perlu dicetak secara fisik dan didistribusikan, terlebih ke wilayah terpencil. Tak hanya itu, uang digital mudah dilacak sehingga semakin sulit digunakan untuk kejahatan.

Pemberitaan terkait CBDC ini banyak diliput oleh media online berbasis bisnis dan ekonomi, seperti CNBC Indonesia (19 berita), Kontan (6 berita), Bisnis Indonesia (5 berita), dan Investor Daily (4 berita). Media lainnya yang aktif memberitakan topik ini adalah Okezone (7 berita), Liputan 6 (5 berita), Sindo News (5 berita), Detik (5 berita), Tempo.co (5 berita), dan Antara (5 berita).

Netizen: Uang Digital Cocok untuk Indonesia

Sementara itu, terdapat 901 cuitan netizen di Twitter yang memperbincangkan mengenai rencana peluncuran mata uang digital dalam kurun waktu 25 Februari–3 Maret 2021.

I2 menangkap mayoritas netizen mencuitkan emosi trust (percaya) sebesar 43% dan emosi anticipation (antisipasi) sebanyak 39%. Hal ini menunjukkan respons positif netizen terhadap wacana yang dilontarkan Bank Indonesia ke publik. 

Emosi trust menilai mata uang digital ini cocok untuk negara berkembang seperti Indonesia. Dengan CDBC, bantuan dari pemerintah seperti bantuan langsung tunai dapat lebih mudah dan cepat dibagikan ke penerima yang tidak memiliki rekening bank. 

Untuk emosi anticipation, netizen menilai mata uang digital dapat meningkatkan perputaran uang dan meningkatkan volume transaksi di masyarakat. Meski demikian, netizen melihat peluncuran mata uang digital perlu diantisipasi dari sisi tingkat keamanan serta kesiapan sistem infrastrukturnya.

Kerja Sigap Densus 88 Kala Pandemi

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tidak mengendurkan kinerja saat pandemi Covid-19. Ini tecermin dari banyaknya operasi penangkapan terduga teroris di sejumlah daerah.

Catatan Indonesia Indicator (I2), sepanjang Januari hingga Maret 2021, beberapa operasi penangkapan telah dilaksanakan. Pertama, penggerebekan 19 terduga teroris di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 6 Januari, dua di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Pada 20-21 Januari, pasukan elite "Korps Bhayangkara" tersebut kembali beraksi di Aceh dan berhasil mengamankan lima terduga teroris. Salah seorang di antaranya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kelimanya diduga terlibat dalam jaringan bom Polrestabes Medan dan pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di Riau. Mereka juga dikabarkan hendak membuat bom untuk aksi di Aceh dan berencana bertolak ke Afganistan untuk bergabung dengan ISIS.

Densus 88 kembali meringkus dua terduga teroris di Bangka Belitung (Babel) pada 4 Februari. Keduanya  diduga bagian dari jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK).

Medio Februari, giliran tiga terduga teroris di Kalimantan Barat (Kalbar) yang ditangkap. Masing-masing ditangkap di lokasi berbeda.

Penangkapan dilanjutkan di Jawa Timur (Jatim), yakni Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Malang, pada akhir Februari. Sebanyak 12 terduga teroris diamankan karena disinyalir bagian dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan berkaitan dengan Upik Lawanga, salah seorang pentolan JI.

Operasi di Jatim dilanjutkan pada awal Maret dan berhasil menciduk 10 terduga teroris. Seperti sebelumnya, mereka juga diduga bagian jaringan JI dan terkait Upik Lawanga.

Pasukan kontra-terorisme lalu menangkap 20 orang di Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) serta dua orang di Jakarta, beberapa hari lalu. Operasi tersebut merupakan hasil pengembangan di Jatim.

Berbagai penangkapan terduga teroris itu menjadi sorotan media daring. Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) sepanjang 1 Januari-22 Maret 2021, terdapat 6.022 berita mengenai isu ini yang ditulis 914 media daring.

Media siber Detik menjadi yang paling aktif menulis isu tersebut dengan 161 berita. Media lainnya adalah Suara.com (137 berita), Tribunnews (113 berita), Medcom.id (102 berita), Kompas.com (91 berita,) Tribunnews Makassar (90 berita), Okezone.com (81 berita), Sindonews (77 berita), Antara Papua (74 berita), dan Antara (68 berita).

Karopenmas Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, menjadi pemengaruh teratas (top influencer) karena paling banyak dikutip media dengan 4.958 pernyataan. Urutan kedua ditempati Kapolda Sulsel, Irjen Merdisyam, dengan 1.872 pernyataan; lalu Kabag Penum Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan (1.473 pernyataan); dan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko (1.222 pernyataan).

Selanjutnya Kavid Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, dan Wakapolda Jatim, Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo (masing-masing 696 pernyataan); Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go (630 pernyataan); Kapolrestabes Makassar, Kombes Witnu Urip Laksana (589 pernyataan); Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi (587 pernyataan); serta bekas Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar (405 pernyataan).

Munculnya nama Aziz Yanuar dalam isu ini dilatarbelakangi sejumlah anggota FPI yang ditangkap Densus 88 karena diduga terkait aksi terorisme. Dalam pernyataannya, Aziz membantah ormas Islam yang didirikan Rizieq Shihab itu terlibat terorisme.

Nancy Pelosi, Perempuan Terpegah dan Tervokal di Dunia

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Nancy Pelosi menjadi tokoh perempuan paling terpegah atau yang paling banyak diberitakan media internasional dalam satu tahun terakhir berdasarkan hasil riset Indonesia Indicator (I2). 

Indonesia Indicator menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence (AI) membuat riset tentang Perempuan Terpegah dan Perempuan Tervokal di Dunia. Riset menarik data dari 1.612 portal media online asing berbahasa Inggris dari 132 negara, dengan periode waktu 1 Maret 2020–1 Maret 2021. 

Data terpegah diukur berdasarkan banyaknya jumlah berita, sedangkan peringkat figur tervokal diukur berdasarkan banyaknya jumlah pernyataan (statements) tokoh yang dikutip oleh media. Data dianalisis secara real time menggunakan sistem Intelligence Media Analytics (IMA) yang berbasis AI. Hasil analisis data tersebut mewakili data spontan (subsconscious data), bukan hasil survei yang bisa diarahkan, dan berasal dari seluruh media.

Istilah  “terpegah” tersebut berarti termasyhur yang dimaknakan lebih netral ketimbang istilah populer yang berarti “terkenal dan disukai”. Selain itu, dalam riset ini digunakan kata “tervokal” atau “paling banyak bersuara”.

Berdasarkan riset tersebut, jumlah pemberitaan Pelosi mencapai 59.932 berita. Pelosi dikaitkan dengan berbagai isu seperti Pilpres Amerika Serikat (AS), upaya pemakzulan mantan Presiden AS Donald Trump, hingga kabar terpilihnya kembali Pelosi sebagai Ketua DPR AS.

Nama Pelosi kian santer diberitakan saat memakzulkan Trump di Dewan Perwakilan, meski usaha tersebut kandas di tingkat Senat. Pelosi yang tercatat sebagai perempuan pertama yang pernah memimpin DPR AS itu ramai diperbincangkan setelah merobek naskah pidato Trump di depan umum saat sang presiden menyampaikan pidato kenegaraan atau State of the Union di Gedung Capitol Hill pada Selasa (4/2). Usai berpidato, Trump tertangkap kamera menolak menjabat tangan Pelosi.

Pelosi juga sekaligus menjadi tokoh perempuan tervokal atau yang paling banyak dikutip pernyataannya oleh media internasional sebanyak 56.932 pernyataan. Media banyak mengutip pernyataan perempuan 79 tahun itu, terutama soal kritikannya terhadap politisi Partai Republik yang merupakan lawan partainya di AS. Yang terbaru adalah pernyataan Pelosi yang mengkritik Anggota Senat Partai Republik dengan menyebutnya pengecut karena tidak berani memakzulkan Donald Trump.

Nama lain yang juga banyak diberitakan oleh media online adalah Wakil Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, Kamala Harris (58.101 berita). Pemberitaan media banyak mengarah kepada kontestasi Kamala Harris pada Pilpres AS 2020, serta berita mengenai kemenangannya dengan pasangannya Joe Biden pada Pilpres AS tersebut. 

Mantan Senator, yang juga politisi senior partai Demokrat AS, Hillary Clinton juga masih menjadi magnet dalam pemberitaan media. Setiap aktivitas Hillary Clinton baik di dalam maupun di luar dunia politik kerap diberitakan media. Clinton banyak diliput media hingga 41.964 berita, salah satunya terkait dukungannya terhadap Joe Biden di Pilpres AS.

Selain itu, I2 juga mencatat tokoh perempuan lain yang banyak diberitakan. Antara lain, Kanselir Jerman Angela Markel (35.752 berita), Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern (30.547 berita), Aktris dan istri Pangeran Harry, Meghan Markle (19.120 berita, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von Der Leyen (19.022 berita). 

Sementara itu, Jacinda Ardern dan Angela Merkel juga menjadi figur tervokal di media internasional, masing-masing dikutip sebanyak 55.164 dan 40.317 pernyataan. Ardern terpantau sering dimintai pandangannya soal penanganan COVID-19 di Selandia Baru, penanggulangan terorisme, hingga pelantikan kembali dirinya sebagai Perdana Menteri usai menang dalam Pemilu. 

Lalu, Merkel banyak dimintai keterangan oleh media, khususnya terkait penanggulangan COVID-19 di Jerman, program Vaksinasi COVID-19, penerapan lockdown, hingga permasalahan ekonomi.

Loading...
Loading...