Geliat Vaksinasi: Potret Pemberitaan Media & Percakapan Warganet

Indonesia memulai program vaksinasi Covid-19 sesuai jadwal, 13 Januari 2021. "Kick off" program ditandai dengan penyuntikan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka. Kegiatan tersebut menggunakan CoronaVac, vaksin produksi Sinovac Biotech Ltd. 

Jokowi menjadi orang pertama penerima vaksin ditemani beberapa pihak, termasuk selebritas Raffi Ahmad. Penyuntikan terhadap mereka disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube negara dengan harapan menepis keraguan publik.

Aktivitas itu pun menjadi sorotan publik dan media, menggenapi isu-isu tentang vaksinasi sebelumnya. Izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), distribusi vaksin, dan sasaran vaksinasi tahap awal, contohnya.

Hal ini berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) pada 6-12 Januari 2021. Selama periode itu, tercatat ada 26.521 berita dari 1.660 portal media daring (online) menyoroti isu vaksinasi.

Sebanyak 25.935 artikel di antaranya membahas enam isu teratas. Hal utama yang paling disoroti tentang distribusi dan persiapan vaksinasi di daerah dengan 9.575 berita (37%).

Izin BPOM dan fatwa halal MUI menjadi isu tertinggi kedua dengan 6.939 berita (27%). Selanjutnya vaksinasi Presiden Jokowi 2.947 berita (11%), keamanan dan efek samping vaksin 2.306 berita (9%), efikasi CoronaVac 2.305 berita (9%), dan penerima vaksin prioritas 1.863 berita (7%).

I2 juga merekam pihak-pihak yang menjadi figur yang mempengaruhi wacana di media (top influencer) tentang vaksinasi, yang ditandai dengan banyaknya pernyataan di media daring. Posisi pertama ditempati Presiden Jokowi dengan 9.223 pernyataan.

Sorotan terhadap Presiden paling tinggi, karena salah satunya soal  pernyataan tentang kesiapan menjadi orang pertama yang divaksin agar publik yakin CoronaVac aman dan halal.

Berikutnya Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, 5.279 pernyataan; Kepala BPOM, Penny K. Lukito, 3.238 pernyataan; Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan 3.079 pernyataan; Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, 2.684 pernyataan; Ketua Bidang Fatwa Halal MUI, Asrorun Ni'am Sholeh, 2.673 pernyataan; Menteri BUMN, Erick Thohir, 1.499 pernyataan; Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, 1.349 pernyataan; Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, 1.254 pernyataan; dan Kepala BNPB, Doni Monardo, 1.137 pernyataan.

Munculnya beberapa nama kepala daerah, seperti Ridwan Kamil, Ganjar, dan Edy, umumnya membahas tentang kesiapan daerahnya masing-masing dalam melaksanakan program vaksinasi yang dimulai Kamis (14/1).

Dari 26.521 berita vaksinasi periode 6-12 Januari, sebanyak 480 di antaranya diproduksi Republika, yang menjadi media dengan sebaran berita tertinggi soal vaksin.

Suara.com berada di urutan kedua dengan 448 artikel. Kemudian disusul Medcom.id 433 artikel, detik.com 396 artikel, KOMPAS.COM 391 artikel, Kumparan 355 artikel, Sindonews 331 artikel, Bisnis Indonesia 329 artikel, Antara 321 artikel, dan Liputan6 286 artikel.

Dinamika Twitter

I2 juga merekam dinamika vaksinasi di media sosial, khususnya Twitter, pada periode sama. Rentang waktu itu, tercatat ada 60.238 percakapan.

Banyak netizen menyoroti status halal CoronaVac dengan intensitas 8.916 cuitan (29%) dari total percakapan tentang vaksinasi. "Titik terang" muncul ketika Komisi Fatwa MUI memutuskan vaksin Sinovac halal dan suci sehingga bisa digunakan.

Izin BPOM menjadi isu kedua yang paling banyak diulas warganet dengan 6.866 cuitan (22%). Keraguan dan kecemasan atas efek samping mereda ketika EUA diterbitkan.

Berikutnya isu tentang distribusi dan persiapan vaksinasi di daerah dengan 4.026 cuitan (13%), disusul Presiden Jokowi divaksin 4.005 cuitan (13%), penolakan vaksinasi 2.520 cuitan (8%), penerima vaksin prioritas 2.353 cuitan (7%), efikasi CoronaVac 1.347 cuitan (4%), serta keamanan dan efek samping vaksin 1.178 cuitan (4%). Frekuensi percakapan kedelapan isu tersebut mencapai 31.211 cuitan atau 50% lebih dari total cuitan.

Meski tidak dominan, isu penolakan dan/atau ajakan menolak vaksinasi Covid-19 konsisten muncul dalam percakapan netizen. Masalah ini kembali meningkat seiring munculnya pernyataan politikus PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, saat Rapat Kerja Komisi IX DPR bersama Menkes Budi di Kompleks Parlemen, Rabu (14/1).

"Saya tetap tidak mau divaksin meskipun sampai yang usia 63 tahun bisa divaksin," katanya. Dirinya justru siap menerima konsekuensi membayar denda atas penolakan tersebut.

Intensitas suatu isu vaksinasi itu menggambarkan emosi warganet. Sebesar 52% tentang harapan (anticipation) atau mereka berharap segera divaksin.

Sebanyak 21% lainnya tentang kepercayaan (trust). Maknanya, mereka meyakini vaksin yang digunakan aman, apalagi Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik. 

Namun, 10% lainnya bernada kemarahan (anger). Mereka termasuk kelompok penolak vaksin dan meyakini tidak aman sekalipun BPOM telah memberikan EUA, MUI menerbitkan fatwa halal, dan Jokowi "pasang badan".

Emosi berikutnya tentang keterkejutan (surprise) sebesar 7%, senang (joy) dan terganggu (disgust) masing-masing 4%, serta kesedihan (sadness) dan takut (fear) masing-masing 1%. Percakapan tentang vaksin dan vaksinasi didominasi pria (79%). Dari segi usia, sebesar 35% warganet berumur 31-40 tahun, disusul 41-55 tahun (30%), 22-30 tahun (26%), 18-21 tahun (7%), dan di bawah 18 tahun (2%).


Pemerintah Terapkan PSBB Ketat Jawa-Bali, Ekspos Pemberitaan Melonjak

"Penerapan pembatasan secara terbatas dilakukan provinsi di Jawa dan Bali," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Airlangga Hartarto, saat mengumumkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat atau Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Rabu (6/1). PPKM diberlakukan di DKI Jakarta dan 23 kabupaten/kota di enam provinsi yang termasuk wilayah berisiko tinggi penyebaran COVID-19.

Pengumuman tersebut menyita perhatian media daring di Indonesia. Indonesia Indicator (I2) mencatat, media online di Indonesia mengaver isu tersebut sebanyak 3.940 berita pada rentang waktu 6-7 Januari 2021.

Ekspos pemberitaan terpantau melonjak hampir empat kali lipat pada tanggal 6 Januari 2021 (1.204 berita) dibandingkan hari sebelumnya (328 berita). Tren ekspos terus naik hingga mencapai 2.724 berita pada 7 Januari 2021, seiring dengan banyaknya kepala daerah yang memberikan komentar terkait rencana PSBB Jawa dan Bali.

Airlangga tercatat menjadi figur tervokal dengan 3.993 pernyataan yang dikutip media. Jumlah tersebut cukup tinggi mengingat pernyataan mantan Menteri Perindustrian itu hanya dikutip terkait pengumuman resmi PPKM yang berlaku pada 11-25 Januari 2020. 

Selain pejabat pemerintah pusat, para kepala daerah juga banyak diberitakan terkait komentar dan respons PPKM Jawa-Bali di wilayahnya masing-masing. Yakni, Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria dengan 1.082 pernyataan; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 705 pernyataan; Plt Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana 431 pernyataan; Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak 278 pernyataan; serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 250 pernyataan.

Tercatat sebanyak 750 portal media online yang memberitakan PPKM Jawa Bali selama 6-7 Januari 2021. Suara.com menjadi portal media paling aktif memberitakan PPKM dengan 137 berita. Disusul, Medcom dengan 118 pemberitaan; Republika 88 pemberitaan; CNBC Indonesia 83 pemberitaan; serta Kompas dan Detik 78 pemberitaan.

Netizen Pria Ramai Mencuit

Sementara itu di media sosial Twitter, sebanyak 37.033 cuitan netizen terpantau membahas kebijakan PPKM Jawa-Bali selama 6-7 Januari 2021. Sebanyak 43% warganet membahas PPKM Jawa-Bali dengan emosi antisipasi dan mendukung pengetatan. 

Sebesar 21% cuitan dengan emosi marah dan 12% cuitan dengan emosi jengah yang disertai kritik terhadap pemerintah yang terlambat memperketat PPKM. Banyak cuitan warga Twitter yang menggambarkan perasaan bosan harus mengikuti PPKM kembali. Namun di sisi lain, ada yang mengkritik penerapan PSBB karena dinilai tidak efektif jika masyarakat masih gemar beraktivitas di luar rumah.

Dari segi gender, pecakapan terkait PPKM Jawa-Bali cenderung lebih banyak dilakukan pria atau 77% daripada wanita atau 23%. Sementara kelompok milenial dengan rentang umur 22-30 tahun mendominasi percakapan hingga 37%.

 

Riset I2: Wacana Covid-19 Lebih Riuh Daripada Pilpres 2019 di Media

Covid-19 menjadi isu yang paling menarik perhatian media massa dan media sosial sepanjang 2020. Indonesia Indicator (I2), sebuah sebuah perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence (AI) mencatat, mulai 1 Januari- 15 Desember 2020, jumlah pemberitaan terkait isu Covid-19 mencapai 5.465.266 berita. 

"Jumlah yang cukup fantastis, jika dibandingkan aktivitas produksi berita media online pada 2019 sebanyak 10.042.063 berita. Sehingga dapat dikatakan, jumlah berita Covid-19 sendiri di tahun ini sudah setengah atau 54 persen produksi berita di Indonesia di 2019," ujar Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang kepada media. 

Bahkan, menurutnya, riuh Pilpres 2019 masih kalah jauh dinamika wacananya dibandingkan isu Covid-19 selama 2020 ini. Rustika merinci jumlah pemberitaan soal Pilpres 2019 di tahun lalu hanya 1.351.127 berita. “Artinya riuh pemberitaan Covid-19 empat kali lebih besar dibandingkan momentum politik terbesar di Indonesia di tahun lalu,” sebut Rustika. 

Menurut Rustika, Covid-19 juga menjadi pendorong tingginya produksi jumlah berita pada 2020 yang mencapai 20.126.471 berita dari 4.419 media online Indonesia atau naik dua kali lipat dibandingkan jumlah berita di 2019. "Secara total, isu Covid-19 mengisi 27 persen dari seluruh aktivitas produksi berita di media tahun ini," kata Rustika.

Isu-isu yang mengiringi pemberitaan Covid-19 di media, kata dia, dapat dikatakan multidimensi, mulai dari aspek politik, ekonomi, sosial, diplomatik, hingga pertahanan keamanan. "Covid-19 juga menjadi bahasan yang banyak dibahas netizen di media sosial di tahun ini," ungkapnya.

10 Media Online Teraktif

Indonesia Indicator (I2) mencatat, ada 10 media online yang paling aktif memberitakan isu Covid-19 sepanjang 2020. Republika.co.id menduduki peringkat pertama dengan jumlah berita mencapai 100.748 berita. Posisi kedua ditempati Tribunnews.com 82.183 berita. Kompas.com berada pada posisi ketiga dengan 80.967 berita. Posisi keempat ditempati Kumparan.com dengan 72.308 berita, dan posisi kelima ditempati Detik.com dengan 69.815 berita.

Antaranews.com bertengger di posisi keenam dengan 66.014 berita. Posisi keenam hingga 10 masing-masing ditempati oleh Sindonews.com dengan 59.116 berita, Suara.com dengan 56.907 berita, Tempo.co sebanyak 52.618 berita, dan Bisnis Indonesia 1.514 berita. 

"Dari ke-10 media online teraktif itu dapat disimpulkan bahwa isu pemberlakuan PSBB, dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia, serta keterjangkauan tes Covid-19 menjadi isu yang paling sering dibahas," papar Rustika.

Menurutnya, narasi yang diangkat masing-masing media tidak jauh berbeda. Selain itu, isu pengadaan vaksin juga tidak pernah luput dari perhatian media, terlebih rekor kenaikan kasus baru hingga akhir tahun. Narasi yang berkembang berupa penentuan vendor vaksin yang jatuh ke tangan Sinovac, proses pengujian vaksin, hingga pernyataan tegas Presiden Jokowi yang menjamin pembiayaan pendistribusian vaksin ditanggung negara.  

"Wacana media yang kerap diwartakan terkait Covid-19 sebagian besar merupakan agenda yang dirancang pemerintah dan isu yang disampaikan oleh pemerintah. Selain pengadaan vaksin,  penyemprotan disinfektan, program pembelajaran jarak jauh, bantuan presiden, relaksasi pinjaman, juga pro-kontra penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020," ujar Rustika. Berdasarkan data, menurut Rustika, terdapat dua media yang memberikan sorotan paling besar dan intens soal dampak Covid-19 terhadap perekonomian masyarakat Indonesia, yakni Republika.co.id dan Detik.com.

10 Media Cetak Teraktif

Selain media online, Indonesia Indicator (I2) juga mencatat ada 10 media cetak yang memberikan atensi paling besar terhadap isu Covid-19 sepanjang 2020. Peringkat pertama diduduki Kedaulatan Rakyat dengan 11.807 berita. Investor Daily bertengger di posisi kedua dengan 10.805 berita. Posisi ketiga ditempati Suara Pembaruan dengan 9.371 berita.

Jawa Pos berada di urutan keempat dengan 8.670 berita. Posisi kelima ditempati Media Indonesia dengan 8.652 berita.

Sedangkan, posisi keenam hingga 10 ditempati oleh Tribun Kaltim dengan 8.411 berita, Bandung Ekspres 8.269 berita, Koran Kontan dengan 8.055 berita, Kompas 7.895 berita, dan Rakyat Merdeka 7.792 berita. Menurut Rustika, narasi tentang dampak pandemi terhadap perekonomian intens disoroti Investor Daily, Suara Pembaruan dan Media Indonesia. Wacana tentang kondisi ekonomi yang dibahas media mencakup sektor riil hingga makro-ekonomi. 

Sementara, Kedaulatan Rakyat dan Jawa Pos, kata dia, cenderung memberi ruang pada pemberlakuan PSBB di sejumlah daerah khususnya DKI Jakarta. Pembatasan aktivitas berjualan, kendala mobilisasi dengan transportasi umum, serta industri musik dan perfilman yang terpuruk karena adanya aturan berkerumun menjadi narasi yang cukup sering diangkat media ini. 

Media Sosial

Di media sosial Twitter, Indonesia Indicator mencatat akun CNN Indonesia dan Detik.com menjadi rujukan netizen terkait isu Covid-19 di linimasa. Selain itu, di posisi ke-tiga hingga ke-lima, terpantau akun media Kumparan, Asumsi.co, dan Tirto.id. Kelima akun Twitter dari media online ini mendapatkan angka engagement tertinggi sepanjang tahun 2020 terkait isu Covid-19. 

Menurut Rustika, hal ini menunjukkan kebutuhan dan ketergantungan publik atas informasi yang akurat juga informatif dalam situasi pandemi ini. “Sehingga ini dapat dikatakan sebagai prestasi dan juga tumpuan harapan kepada dunia pers di Indonesia untuk dapat memberikan akses informasi yang kredibel kepada masyarakat, terlebih di masa pandemi yang penuh ketidakpastian ini,” pungkasnya.

1.727 Media Online Meliput Soal Pengamanan Nataru

Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi salah satu isu yang santer dikaver media menjelang libur akhir tahun. Indonesia Indicator (I2) mencatat, isu tersebut diberitakan sebanyak 14.751 berita dari 1.727 portal media online sepanjang periode 16-23 Desember 2020.

Jumlah itu cukup tinggi mengingat pemerintah telah memutuskan untuk mengurangi libur panjang atau cuti bersama akhir tahun. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (1/12/2020) mengatakan libur yang dibatalkan adalah pada tanggal 28, 29, dan 30 Desember. 

Pemberitaan soal pengamanan Nataru tersebar di berbagai media, baik nasional ataupun lokal. Untuk sebaran berita tertinggi terdapat di Pulau Jawa dan Bali. 

Banyaknya perkabaran media di Jawa disebabkan karena pulau tersebut merupakan destinasi jalur mudik darat yang paling sering ditempuh. Di Bali, "nyamuk pers" banyak meliput seputar tes COVID-19 yang harus dilakukan ketika ingin mengunjungi Pulau Dewata.

Kumparan terpantau menjadi portal yang paling aktif meliput isu ini dengan 164 berita. Disusul oleh Detik 163 berita, Republika 125 berita, Sindo News 117 berita, iNews Portal 115 berita, Antara 114 berita, dan Kompas 114 berita. 

Lalu, Medcom.id 109 berita, Tribun News Pontianak 98 berita, dan Antara Papua 95 berita. 

Dari pantauan I2, media online banyak menulis soal isu pengamanan gereja (2.767 berita). Utamanya, terkait ancaman teror dan sterilisasi dari COVID-19. Isu ini banyak diulas menjelang Natal, 25 Desember. 

Penurunan personel TNI-Polri untuk mengamankan perayaan Nataru juga terekam di media online (2.505 berita). Begitu juga dengan pengamanan tempat wisata di sejumlah daerah agar tetap mematuhi protokol kesehatan (1.910 berita).

Isu lain yang menjadi perhatian media adalah tes rapid antigen (1.573 berita), terutama pantauan lapangan terkait implementasi tes tersebut yang dilakukan sebagai syarat dokumen perjalanan. 

Lalu, operasi yustisi (801 berita), harga sembako (597 berita), ketersediaan bahan bakar minyak (285 berita), peninjauan wilayah (277 berita), rekayasa lalu lintas (111 berita) dan sweeping pesta Nataru (100 berita). 

1.727

Loading...
Loading...