Larangan Mudik Lebaran dan Seruan #LindungiKeluargaTercinta

Pemerintah memutuskan untuk memperketat kebijakan larangan mudik dengan menerbitkan adendum tentang pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dua pekan sebelum dan sepekan setelah masa peniadaan mudik, yakni 22 April-5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021. Adendum ini ditandatangani oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo pada 21 April 2021 lalu.

Sebelumnya, pemerintah hanya mengatur soal larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei.

Aturan baru larangan mudik tersebut menjadi salah satu isu yang banyak diangkat media, yakni 3.248 berita. Tingginya isu ini tak hanya dipicu oleh diumumkannya kebijakan larangan pada 6-17 Mei 2021, namun juga oleh adanya aturan tambahan mengenai larangan mudik pada 22 April melalui kebijakan pengetatan syarat perjalanan domestik pada H-14 dan H+7 masa larangan mudik.

Hal tersebut terungkap dalam riset Indonesia Indicator (I2) periode 1 hingga 22 April 2021. I2 mencatat total terdapat 25.207 berita media online yang memberitakan terkait larangan mudik. 

Selain itu, media juga banyak mengangkat isu terkait penjagaan, penyekatan, dan pemantauan mudik, yakni 6.129 berita. Media online menulis langkah Polri, TNI, dan pihak terkait mengenai upaya mereka dalam mencegah pemudik melalui penyekatan, penjagaan, dan pemantauan. Baik di terminal, bandara, dan pelabuhan.

Isu lainnya yang banyak diulas media adalah pariwisata di tengah larangan mudik sebanyak 3.185 berita, disusul isu sosialisasi larangan mudik sebanyak 3,140 berita, Operasi Ketupat 2021 sebanyak 1.201 berita, pemberlakuan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) sebanyak 1.136 berita, kedatangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 671 berita, karantina pemudik nekat sebanyak 613 berita, berkaca dari India sebanyak 593 berita, pembatasan operasional transportasi sebanyak 484 berita, dan kebijakan putar balik kendaraan sebanyak 407 berita.

Doni Monardo Magnet Media

Tingginya atensi media online terhadap larangan mudik tersebut tak lepas sejumlah figur pejabat yang pernyataannya menjadi magnet media. I2 mencatat setidaknya ada 10 figur dari presiden hingga kepala daerah. Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menjadi sosok pertama yang pernyataannya banyak dikutip media (4.314 pernyataan), terutama mengenai aturan baru larangan mudik.

Figur kedua yang pernyataannya banyak dikutip media adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (3.450 pernyataan), Menko PMK Muhadjir Effendy (3.431 pernyataan), Presiden Jokowi (3.398 pernyataan), Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (2.926 pernyataan), Menteri Parekraf Sandiaga Uno (2.896 pernyataan), Dirlantas Polda Metro Jaya Sambodo Purnomo Yogo (2.681 pernyataan), Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati (2.476 pernyataan), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (1.760 pernyataan), dan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi (1.716 pernyataan).

Pada periode 1-22 April tersebut, Indonesia Indicator mencatat total ada 1.803 media online yang membuat berita tentang larangan mudik. Dari jumlah tersebut, Kompas.com menjadi media online yang paling banyak menulis berita mengenai isu ini sebanyak 519 berita. Disusul Suara.com (383 berita), iNews Portal (378 berita), Kumparan (376 berita), MSN Indonesia (334 berita), Sindo News (329 berita), Detik (314 berita), Republika (311 berita), Antara (303 berita), dan Tribun News (268 berita).

Netizen Serukan #LindungiKeluargaTercinta

Selain media daring, kebijakan larang mudik juga tak kalah ramai diperbincangkan netizen di Twitter. Pada periode 1-22 April 2021 tersebut, Indonesia Indicator mencatat total ada 111.189 kicauan netizen di Twitter mengenai larangan mudik dalam ragam tagar. 

Setidaknya ada sembilan tagar populer yang mencerminkan respons netizen atas kebijakan itu. Yakni, tagar #LindungiKeluargaTercinta yang mendominasi perbincangan netizen Twitter sebanyak 719 cuitan. Tagar itu banyak dipakai dalam kicauan berisi imbauan dan ajakan agar netizen mematuhi larangan mudik guna mencegah penyebaran Covid-19. 

Tagar lainnya adalah #KorlantasTegasLarangMudik sebanyak 636 cuitan, #mudik2021 sebanyak 324 cuitan, #mudik sebanyak 322 cuitan, #TundaMudikLebaran sebanyak 305 cuitan, #COVID19 sebanyak 244 cuitan, #PatuhiLaranganMudik sebanyak 226 cuitan, dan #YukJanganMudik sebanyak 207 cuitan. 

Sementara itu, mayoritas netizen tertangkap mencuitkan emosi anticipation (antisipasi), sebesar 41% atau 15.646 kicauan, berisi harapan netizen agar larangan mudik dipatuhi semua pihak supaya penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan. Emosi antisipasi ini juga berisi kekhawatiran netizen terhadap tempat wisata yang tetap buka di tengah larangan mudik dan masuknya warga negara lain, terutama India, ke Indonesia. 

Netizen juga banyak yang berekspresi sedih atau sadness sebanyak 5.696 kicauan atau 15%. Netizen sedih lantaran kembali tidak bisa mudik tahun ini. Disusul emosi trust atau percaya pemerintah mampu menjalankan kebijakan larangan mudik, sebanyak 5.168 kicauan atau 14%.

Dari perbincangan netizen Twitter, I2 juga mendapati sentimen netral larangan mudik cukup mendominasi, sebesar 55% atau sebanyak 61.858 kicauan. Sentimen netral berasal dari kicauan netizen berisi informasi atau tautan berita mengenai kebijakan pemerintah yang melarang mudik tahun ini dan keputusan pemerintah mengeluarkan aturan baru larangan mudik.

Lainnya, sentimen negatif sebesar 31% atau 34.078 kicauan, dan sentimen positif 14% atau sebanyak 15.253 kicauan. Sentimen negatif banyak berasal dari kicauan netizen yang mengaitkan larangan mudik dengan perhelatan pilkada serentak tahun lalu, resepsi pernikahan artis yang dihadiri presiden, tempat wisata yang tetap buka, dan warga negara asing.


Gema Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka

Terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang izin pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Juli 2021 memicu pro dan kontra publik, tak terkecuali di dunia maya. 

Keempat menteri dalam SKB tersebut adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Kesehatan Budi Gunadi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. SKB yang ditandatangani pada Selasa (30/3) di dalamnya tercantum aturan teknis dan ketentuan akselerasi PTM terbatas.

Perdebatan netizen soal wacana uji sekolah tatap muka ini terekam dalam riset media sosial Indonesia Indicator (I2) periode 28 Maret hingga 10 April 2021. Total perbincangan netizen Twitter tentang uji coba pembelajaran tatap muka mencapai 11.711 cuitan. 

Dukungan Netizen

Indonesia Indicator memantau pergerakan ekspose SKB 4 Menteri tersebut sejak 28 Maret sebanyak 769 cuitan netizen. Namun, turun ke angka 496 cuitan (29 Maret). Puncak ekspose terjadi pada 30 Maret, mencapai 1.373 cuitan, dan terus bergerak fluktuatif setelahnya. Memasuki bulan April, ekspose tertinggi terjadi pada tanggal 5 April sebanyak 1.052 cuitan, 6 April sebanyak 1.260 cuitan, 7 April sebanyak 1.318 cuitan. Perbincangan netizen mulai lesu dan turun tajam pada 10 April sebanyak 293 cuitan.

Terbitnya SKB 4 Menteri memancing ragam emosi netizen yang diekspresikan melalui cuitan mereka di Twitter. I2 mencatat emosi  anticipation paling banyak diutarakan netizen, sebanyak 2.307 cuitan atau 50%. Emosi antisipasi ini dikaitkan dengan persiapan dan seleksi yang dilakukan setiap daerah menyambut uji coba sekolah tatap muka. Muncul pula emosi trust atau percaya sebanyak 930 cuitan atau 20%, berisi cuitan dukungan rencana uji coba pembelajaran tatap muka terbatas.

Sedangkan emosi surprise sebanyak 688 cuitan atau 15%, muncul dari keterkejutan netizen, karena kebijakan ini diambil di tengah progres vaksinasi yang belum merata atau mencapai anak-anak sekolah. Hal ini membuat orang tua siswa pikir-pikir untuk mengizinkan anaknya ke sekolah. 

“Maaf saya sebagai orang tua tidak akan mengizinkan anak2 saya untuk belajar tatap muka. Karena vaksinasi belum mencapai ke anak2. Lalu jika anak2 yang terkena covid19 siapa yang tanggung jawab?," cuit @Singgih_Sahid pada 6 April.

Kebijakan uji coba PTM tersebut juga memicu ragam sentimen netizen. I2 mencatat sebanyak 42% netizen merespons PTM secara netral. Sedangkan 35% netizen merespons positif. Ini muncul dari dukungan dan rasa senang netizen karena dapat kembali bersekolah tatap muka. Sementara 23% netizen menyikapi wacana pembelajaran tatap muka secara negatif. Respons negatif muncul dari netizen yang masih mempertanyakan kesiapan sekolah-sekolah dalam menerapkan pembelajaran tatap muka. 

@NUgarislucu Top Akun

Sementara itu, akun @NUgarislucu banyak mendapat engagement dari netizen sebanyak 757,15 pada 8 April. Dalam cuitannya, akun @Nugarislucu menyebut akun Presiden Jokowi dengan pertanyaan "Pak @jokowi kapan pembelajaran tatap muka dimulai?". Sontak pertanyaan ini mendapat banyak respons komentar dari netizen karena unggahan pertanyaan juga dibarengi dengan meme jenaka. 

Akun Twitter top engagement kedua adalah @dayatia sebanyak 407,00 (28 Maret), disusul akun @ganjarpranowo dengan total 350,35 engagement (30 Maret), akun @trendingtopiq 337,20 engagement (6 April).

Terakhir, akun @PartaiSocmed mendapat 287,85 engagement (4 April) yang mencuitkan kritikannya terhadap kebijakan sekolah tatap muka. "Mungkin Anda akan dianggap aneh dan mungkin saja akan digunjingkan ortu2 lain jika menolak pembelajaran tatap muka. Tapi percayalah, lebih baik jadi orang aneh dari pada kehilangan anak. Ini nasehat terbaik yg bisa kami berikan pada orang tua. Selanjutnya pilihan pada Anda," cuit @PartaiSocmed pada 4 April.

Dukungan terhadap kebijakan ini salah satunya dicuitkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lewat akun @ganjarpranowo yang menyebut bahwa PTM merupakan salah satu usaha agar proses belajar mengajar kembali normal. “Karena guru itu digugu lan ditiru (dipercaya dan dicontoh) maka ayo teman-teman guru, beri contoh terbaik untuk siswa-siswi kita. Pembelajaran Tatap Muka ini adl ikhtiar kita bersama agar proses keilmuan kembali normal. Sehat selalu nggih bapak ibu guru,” cuit Ganjar.

Musisi Punya Royalti Hak Cipta Lagu, Apa Kata Netizen?

Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik menjadi angin segar bagi musisi Tanah Air. Pasalnya, mereka kini bisa menikmati keuntungan materi dari tempat komersial, seperti restoran dan hotel, yang memutar karyanya.

Sejumlah musisi pun menyampaikan apresiasi dan mendukung keputusan tersebut. Misalnya, Kunto Aji; eks vokalis Jikustik, Pongki Barata; dan Marcell Siahaan.

Pegiat sejarah cum pemengaruh (influencer), Saddam Husein atau lebih dikenal @mazzini_gsp, pun menyampaikan pandangan serupa. Harapannya, tidak ada lagi yang bernasib tragis seperti Syam Permana, pencipta lagu dangdut untuk penyanyi tersohor macam Meggy Z, Inul Daratista, Soneta, dan Hamdan ATT.

Ia menyebut pencipta lagu yang hits bagi penyanyi dangdut kenamaan tersebut memiliki kehidupan yang susah dan dalam keterbatasan saat ini.

Beberapa musisi melalui akun Twitternya juga berupaya memberikan penjelasan tentang regulasi tersebut mengingat baru diteken akhir Maret 2021 dan belum tersosialisasi dengan baik sehingga menuai polemik. Imbasnya, banyak yang khawatir kebijakan ini berlaku bagi seluruh tempat komersial tanpa pandang bulu, terutama kelompok kecil seperti warung kopi (warkop) hingga pengamen jalanan.

Hal itu disampaikan Kunto Aji melalui akun @KuntoAjiW. "Yang jelas masalah royalti ini terutama menyasar untuk pengusaha menengah ke atas. Simpan kekhawatiranmu."

Marcell dan Pongki bahkan menyempatkan diri melakukan siaran langsung melalui Instagram pada 7 April. Tujuannya, menjernihkan polemik royalti hak cipta lagu agar tidak ada publik yang salah kaprah.

Berdasarkan pantauan Indonesia Indicator (I2) di Twitter rentang 5-8 April 2021, terdapat 20.297 perbincangan netizen tentang PP 56/2021. Pada hari pertama, terdapat 208 cuitan.

Perbincangan isu ini kian intens pada hari-hari berikutnya, terutama 6 April dengan 4.045 cuitan dan naik menjadi 15.105 cuitan pada 7 April. Lalu, mengalami penurunan menjadi 939 cuitan pada hari terakhir pemantauan.

Beberapa kata kunci (keywords) yang berseliweran di linimasa soal isu royalti hak cipta lagu ini antara lain, "Apresiasi karyanya" dan "kesulitan soal royalty". 

Kata-kata ini banyak muncul dari netizen untuk mendukung kebijakan tersebut.

Akun @Muhidiastu merupakan netizen yang memiliki keterlibatan teratas (top engagement), dengan skor 5.400,75 lantaran aktif membuat utas (thread) berisi sosialisasi tentang aturan royalti lagu bagi musisi. Kemudian di posisi berikutnya akun @geraldgerald (4.199,7), @mazzini_gsp (3.936), @KompasTV (3.297,2), dan @KuntoAjiW (2.983,7). 

Akun @geraldgerald dan @KuntoAjiW cenderung membuat twit soal urgensi menghargai hak cipta lagu dan royalti bagi musisi. 

Dari hasil pemantauan I2, sebagian besar netizen mendukung sikap pemerintah. Ini ditandai dengan adanya 4.539 kicauan (47%) tentang royalti hak cipta lagu bernada trust (percaya) dan 1.685 kicauan (18%) joy (senang) atas kebijakan tersebut.

Sementara itu, emosi sebanyak 3.327 kicauan (35%) adalah surprise (terkejut). Mereka kaget atas hadirnya PP 56/2021 sehingga memantik berbagai pertanyaan soal mekanisme royalti. 

Hasil tersebut merefleksikan sentimen netizen. Sebesar 58% merespons positif adanya royalti hak cipta lagu karena diyakini bermanfaat bagi para musisi. Hanya 20% yang menyatakan negatif atau menentang, terutama jika diberlakukan di tempat usaha tertentu. Sisanya, 22%, bersikap netral.

Duka NTT dan Doa Netizen

Indonesia dilanda bencana alam pada beberapa minggu terakhir. Salah satunya, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami banjir bandang, longsor, dan banjir rob. 

Sejumlah kabupaten/kota di provinsi tersebut terdampak cuaca esktrem akibat munculnya dua bibit siklon tropis, yakni siklon tropis di Samudera Hindia Barat Daya Sumatera dan bibit Siklon Tropis di Laut Sawu NTT.

Bencana tersebut menarik perhatian hampir semua media online di Indonesia. Berdasarkan riset Indonesia Indicator (I2), setidaknya ada 4.517 berita online yang mengulas bencana hidrometeorologi di NTT dalam kurun waktu 2-5 April 2021.

Di mana pada 2 April, ada 84 berita di media online berkisar pada 23 desa di Kabupaten Malaka, NTT, terendam banjir akibat tingginya intensitas curah hujan hingga meluapnya sungai.

Sehari setelahnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian merilis keberadaan dua bibit siklon tropis dan memberikan warning kemungkinan dampak yang dirasakan oleh daerah di dekat munculnya dua bibit siklon tropis tersebut. Tak butuh lama, di hari yang bersamaan terjadi banjir rob pada sejumlah desa di Pulau Adonara, Flores Timur. Dua momentum ini diekspos oleh 338 berita di media online.

Dampak kehadiran dua bibit siklon tropis tersebut masih dirasakan di NTT pada hari selanjutnya (4/4). Curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya banjir bandang dan longsor di Flores Timur, badai angin kencang di Kupang, serta banjir lahar hujan dari Gunung Ile Lewotolok di Lembata. Peristiwa tersebut, mendapatkan ekspose sebanyak 1.174 berita.

Baru pada 5 April, ekspose pemberitaan media online bergeser ke evakuasi bagi korban bencana, menggalang bantuan untuk korban bencana, kesiapan pemerintah menyiapkan santunan bagi korban banjir bandang di NTT, serta keberadaan sejumlah desa di Kabupaten Malaka, Flores Timur, dan Sabu Raijua yang masih terisolasi. Pada hari itu, I2 mencatat sebanyak 2.919 berita yang mengulas hal tersebut.

Dari periode riset, I2 mencatat 50% media online menyoroti dampak banjir bandang yang melanda daerah di NTT. Terutama yang terkait dengan jumlah korban jiwa dan korban hilang. Hal itu tampaknya tak terlepas dari update rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai jumlah korban jiwa dan hilang, serta jumlah pengungsi yang terdampak banjir dan longsor di NTT.

Isu lain yang juga menjadi perhatian media online dari peristiwa ini adalah penanganan banjir. Lagi-lagi di sini terlihat peran BNPB dan pemerintah setempat yang mencoba memberikan keterbukaan informasi mengenai situasi pada saat itu kepada media. Setidaknya dua kali dalam sehari, pemerintah daerah dan BNPB menggelar keterangan pers virtual mengenai perkembangan upaya yang dilakukan dalam menangani bencana tersebut.

Tidak heran jika rencana pemberian santunan melalui Kementerian Sosial kepada korban meninggal dan luka-luka akibat bencana alam di sejumlah wilayah NTT juga mendapatkan atensi cukup besar dari media online, yakni sebesar 3%.

Di luar itu, media online juga mengakomodir desakan dari organisasi lingkungan hidup independen dan non-profit, yaitu Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dapil NTT I Benny K Harman terkait penetapan status bencana nasional. Hal itu mendapatkan respons dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo yang menegaskan pemerintah daerah masih bisa menangani bencana tersebut. Isu ini mendapatkan perhatian media online, yakni 7% dari total pemberitaan media mengenai bencana pada periode riset.

Aktifnya upaya BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah memberikan update bencana juga terlihat dari top influencer pada isu ini. Dari 10 besar top influencer,  ada enam yang merupakan bagian dari tiga lembaga/instansi tersebut. Mereka adalah Kapusdatin dan Komunikasi BNPB Raditya Jati (2.602 pernyataan), Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli (1.195 pernyataan), Kepala BNPB Doni Monardo (767 pernyataan), Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (624 pernyataan), Kepala Kantor SAR Maumere I Putu Sudayana (312 pernyataan), Tenaga Ahli BNPB Efy Massadiah (312 pernyataan). Juga, Mensos Tri Rismaharini (212 pernyataan) yang banyak dikutip karena beberapa kali ikut hadir dalam memberikan keterangan pers virtual untuk update bantuan bencana.

Di luar itu, ada Presiden Joko Widodo yang secara khusus memberikan arahan atas penanganan bencana di NTT (1.288 pernyataan), Kadiv Humas Polri Prabowo Argo Yuwono (549 pernyataan) yang menyebutkan kesiapan Polri mengirimkan personel untuk membantu penanganan korban, serta Ketua DPR Puan Maharani (336 pernyataan) yang memberikan pernyataan agar bencana ini mendapatkan penanganan dengan baik.

Sementara, Tribun News menjadi media yang paling banyak memberitakan kejadian dan upaya penanggulangan bencana alam di NTT yakni sebanyak 124 berita. Berturut-turut diikuti oleh Antara (75 berita), Suara.com (75 berita), Kompas.com (74 berita), Okezone (65 berita), Liputan 6 (63 berita), RRI News (62 berita), Kumparan (61 berita), Sindo News (60 berita) dan CNN Indonesia (56 berita).

Doa Netizen Twitter

I2 juga melakukan riset pada pergerakan ekspose media sosial terkait bencana ini pada periode yang sama. Hasilnya, terdapat 53.019 perbincangan netizen Twitter mengenai bencana banjir dan longsor di NTT. 

Berbeda dengan media online yang sudah mulai memberitakan banjir pada 2 April 2021, netizen baru benar-benar memberikan perhatian pada bencana pada 4 April dini hari (20.902 kicauan) dan terus melonjak pada 5 April (32.054 kicauan).

Emosi anticipation atau antisipasi (23.529 kicauan) banyak mengisi ruang percakapan netizen dikaitkan dengan upaya netizen saling menggalang dana dan bantuan bagi korban bencana alam di NTT. 

Sementara emosi disgust atau jengah (9.547 kicauan) muncul dari cuitan netizen yang merasa heran lantaran banjir yang memporak-porandakan NTT belum juga menjadi perhatian media nasional. Netizen juga meminta pemerintah bertindak cepat dalam menangani bencana banjir dan longsor di NTT. 

Netizen juga tertangkap mencuitkan emosi sadness atau kesedihan (9.516 kicauan), ditunjukkan oleh netizen yang aktif mengucapkan belasungkawa atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di NTT.

Sementara itu, tagar #SolidaritasUntukNTT (13.339 kicauan) dan #PrayforNTT (10.280 kicauan) menjadi dua tagar yang paling banyak diunggah netizen Twitter. Netizen menunjukkan simpati dan dukungannya terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana banjir dan longsor. 

Unggahan akun @Cicibancaa (8.775 kicauan) dan @kitabisacom (6.702 kicauan) yang menginformasikan tentang kondisi bencana alam yang terjadi di NTT menjadi yang paling banyak dibagikan (retweet) netizen di media sosial Twitter.

Loading...
Loading...