Perempuan-Perempuan Terpegah dan Tervokal selama pandemi Covid-19

Mewabahnya Covid-19 di Indonesia membuat semua kalangan harus bersatu. Tidak terkecuali kaum wanita. Kartini masa kini dituntut untuk tetap aktif dalam menjalankan peran sesuai dengan aktivitas yang mereka jalankan. Khususnya dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di Indonesia.

Terkait itu, Indonesia Indicator (I2) melakukan riset Perempuan Terpegah dan Perempuan Tervokal di Tengah Pandemi Covid-19. Riset dilakukan dengan menarik data media online, berdasarkan time frame 1 Maret–17 April 2020.

Data dianalisis secara real time menggunakan sistem Intelligence Media Management (IMM) yang berbasis Artificial Intelligence. Hasil analisis data tersebut mewakili data spontan (subsconscious data/bukan hasil survei yang bisa diarahkan) dari seluruh media.

Gubernur Jawa Timur dominan

Ada 10 perempuan terpegah selama pandemi virus corona ini. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang, seperti kepala daerah, menteri, presenter/jurnalis, juru bicara kementerian hingga ketua DPR. Ini menunjukkan, selama pandemi cukup banyak perempuan di Indonesia yang berada di garis terdepan dalam menyosialisasikan dan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran corona virus.

“Ke-10 figur perempuan itu muncul dari  sekitar 912.315 berita yang dimuat 2.479 portal media online di Tanah Air yang memberitakan Virus Corona,” ujar Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang, Selasa (21/4). 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tercatat mendominasi figur terpegah di media online. Ini tidak terlepas dari upaya Khofifah yang rutin menginformasikan perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Timur pada setiap harinya kepada wartawan melalui daring.

Hingga Minggu (19/4), sudah 590 kasus Covid-19 yang terpantau di Jawa Timur. Angka tersebut menempatkan Jawa Timur di urutan nomor tiga dalam hal kasus terbanyak di Indonesia.

Menurut Rustika, sosok Khofifah tampil dalam 5.536 berita terkait Covid-19. 

“Sebagai Gubernur, Khofifah aktif bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menangani virus corona,” ungkap Rustika.

Selain itu, Khofifah juga berjuang terus agar kesediaan alat kesehatan dan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis di wilayah Jawa Timur bisa tercukupi.

Bahkan, mantan Menteri Sosial itu konsisten menyerukan pentingnya social distancing kepada masyarakat, termasuk mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif, khususnya bagi korban pasien coronavirus, dan para tenaga medis.

Khofifah sekaligus tercatat menjadi figur perempuan tervokal nomor wahid. Pernyataan Khofifah terkait virus corona paling banyak dikutip oleh media online. Jumlahnya mencapai  14.554 pernyataan.

“Khofifah banyak dimintai rujukan seputar penanganan virus corona, imbauan social distancing, penyebaran corona di Jawa Timur dan lain-lain,” ungkap Rustika.

Posisi kedua perempuan terpegah Sri Mulyani. Menteri Keuangan perempuan ini menghiasi 4.279 berita di media online terkait kebijakan ekonomi dan keuangan untuk menghadapi dampak ekonomi akibat penyebaran Covid-19. Selama pandemi ini, Sri Mulyani beberapa kali mengeluarkan kebijakan yang terkait dengan upaya meminimalisir dampak ekonomi akibat penyebaran virus corona di Indonesia.

Menurut Rustika, salah satu kebijakan yang dikeluarkan Sri Mulyani yakni mencairkan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan Rp16,4 triliun hingga perluasan insentif pajak di 11 Sektor. 

Sri Mulyani juga menjadi figur tervokal di urutan dua. Pernyataannya dikutip media sebanyak  11.723, seputar kebijakan ekonomi dan keuangan untuk menghadapi dampak ekonomi akibat penyebaran virus corona di Indonesia.

Figur terpegah ketiga di media online ditempati oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Ia tampil di 1.774 berita terkait isu coronavirus. 

Rustika mengatakan Retno aktif menjaga kemitraan RI dengan negara-negara lain guna menjamin keamanan lalu lintas manusia antarnegara serta rantai pasokan alat kesehatan dalam menghadapi wabah Covid-19. Selain itu, Retno bersama kementerian yang dipimpinnya terus memantau Kesehatan WNI yang berada di luar negeri.

Posisi keempat perempuan terpegah di masa pandemi Covid-19 ditempati Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma, sapaan akrabnya, diberitakan sebanyak 1.678 di media online terkait isu coronavirus. 

Sebagai kepala daerah, kata Rustika, Risma terjun langsung dalam penanganan Covid-19 di Surabaya. 

“Risma aktif terjun langsung dalam melakukan penyemprotan disinfektan ke beberapa daerah di Surabaya. Risma pun mengeluarkan kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Surabaya, seperti Protokol Pengendalian Mobilitas Penduduk,” paparnya.

Perempuan terpegah berikutnya adalah Adita Irawati, Juru Bicara Kementerian Perhubungan. Nama Adita tampil dalam 1.585 berita terkait isu coronavirus. Adita Irawati aktif menyosialisasikan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Menteri Perhubungan seputar transportasi umum di tengah wabah corona. 

Juru bicara Kemenhub ini mengeluarkan aturan seputar ojek dan taksi online yang terdampak coronavirus.

Posisi keenam hingga ke-10 perempuan terpegah ditempati Bupati Bogor, Ade Yasin dengan 1.428 berita, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah 1.244, jurnalis atau presenter TV Najwa Shihab 1.220, Ketua DPR Puan Maharani 1.046, dan  Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana sebanyak 1.045 berita.

Sementara itu, selain kepala daerah dan menteri, sejumlah pejabat perempuan yang berada dalam Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 pusat dan daerah juga masuk dalam daftar perempuan tervokal. 

Seperti, Ketua DPR Puan Maharani yang terpantau mengeluarkan 2.535 pernyataan. Selama pandemi ini, Puan lebih banyak mengeluarkan imbauan agar pemerintah bisa lebih baik dalam menjalankan tugasnya. Misalkan saja ketika Puan menyikapi penolakan sebagian warga terhadap penguburan jenazah positif virus corona. Puan menyikapinya dengan mengimbau kepada pemerintah untuk meningkatkan sosialisasi.

“Sebagai pimpinan di DPR, Puan Maharani aktif mendesak pemerintah pusat dan negara hadir secara nyata di tengah masyarakat untuk memberikan rasa tenang dan aman dalam menangani virus corona,” kata Rustika.

Di deretan perempuan tervokal juga ada nama Ketua Tim Penanganan Covid-19 Erlina Burhan (2.469 pernyataan), Bupati Bogor Ade Yasin (2.246 pernyataan), Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Reihana (2.046 pernyataan). Lalu, Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti (1.975 pernyataan), dan Jubir Kemenhub Adita Irawati (1.817 pernyataan).

Loading...
Loading...