100 Hari Jokowi-Ma’ruf, Bagaimana Rapornya?

Pemerintahan Joko Widodo - Ma’ruf Amin genap berjalan seratus hari pada Senin, 27 Januari 2020, sejak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019 lalu. 

Berbeda dengan periode pertama kepemimpinannya, Jokowi tak memasang target capaian seratus hari di periode kedua. Meski begitu, istilah “capaian seratus hari kerja” kadung melekat di benak publik untuk mengevaluasi kerja-kerja awal pemerintahan.  

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) merekam beragam isu yang ramai diulas media massa dan netizen di Twitter sejak 20 Oktober 2019–24 Januari 2020.

I2 menghimpun data dari 3.655.070 berita yang dimuat oleh 4.179 media online berbahasa Indonesia. Jumlah data tersebut dari periode 20 Oktober 2019–24 Januari 2020. Data dianalisis secara real time menggunakan sistem Intelligence Media Management (IMM). Hasil analisis data tersebut mewakili data spontan (subsconscious data/bukan hasil survei yang bisa diarahkan) dari seluruh media. 

Dari jumlah data tersebut, terdapat 228.788 berita yang memberitakan Jokowi–Maruf, dari 2.075 berita media online.

I2 juga memantau isu yang ramai diperbincangkan netizen di Twitterland. Tercatat 4.160.835 cuitan terkait Jokowi-Ma’ruf pada periode yang sama.

Bagaimana rapor pemerintahan jilid II Jokowi-Ma‘ruf?

Menanti Gebrakan

Berdasarkan hasil pantauan di media online, narasi pemberitaan tentang kepemimpinan Jokowi–Ma‘ruf dalam 100 hari periode keduanya, belum sanggup memuaskan publik. Apabila dihitung berdasarkan nett-sentimen, pemberitaan positif Jokowi-Ma’ruf hanya tercatat sebesar 63%. 

Nilai rapor 63 itu menunjukkan jika publik masih menanti gebrakan Jokowi di periode kedua. Belum ada prestasi menonjol dari pasangan tersebut dalam 100 hari pertama. Tak berbeda jauh, sentimen positif di platform “burung biru“ tercatat sebesar 55%.

Pelantikan Jokowi-Ma‘ruf menjadi faktor penting tingginya ekspos pemberitaan pada bulan Oktober 2019 mencapai 130.882 berita sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang 100 hari pemerintahan. Momentum itu mendorong tingginya sentimen netral pada pemberitaan Jokowi-Ma’ruf. 

Euforia pelantikan pemimpin baru itu juga ramai diperbincangkan warganet. Namun, warga Twitter menanggapi beragam, ada yang mendukung pelantikan dengan mengangkat tagar #CongratsJokowiMarufAmin. Ada juga netizen yang menyindir atau menolak acara pelantikan. Mereka menaikkan tagar #MatikanTVSeharian sebagai bentuk penolakan.

Di sisi lain, keberhasilan pembangunan infrastruktur Jokowi-Ma’ruf menjadi faktor pendorong tingginya sentimen positif di media online. Di awal pemerintahannya, Jokowi menegaskan komitmennya untuk membangun infrastruktur di sejumlah wilayah Indonesia. 

Pembangunan dinilai tak hanya soal beton, tapi juga peradaban untuk Indonesia maju.  

Persoalan infrastruktur ini menjadi isu yang paling banyak mendapatkan perhatian media online (25.764 berita). Media online menyoroti isu ini karena ingin mengetahui kelanjutan dari berbagai program infrastruktur yang dilakukan Presiden Jokowi pada jilid I. 

Dalam lima tahun pemerintahan sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengeluarkan sejumlah Perpres yang mencanangkan 245 proyek strategis nasional plus dua program prioritas. Hampir setengahnya merupakan proyek infrastruktur konektivitas untuk menghubungkan antar-wilayah (115 proyek). Sisanya berupa proyek bendungan (54), kawasan (30), energi (12), dan lain-lain (34). Total nilai proyek strategis nasional itu ditaksir mencapai Rp4.197 triliun. 

Sejumlah proyek infrastruktur yang rampung pada penghujung 2019 turut memicu atensi media. Seperti, Tol Layang Cikampek, Tol Trans Kalimantan, serta sejumlah bendungan dan bandara. Media menyoroti agar pembangunan tersebut tetap berlanjut pada periode kedua, terutama di wilayah yang belum tersentuh pembangunan serta dilanjutkannya Tol Trans Jawa via selatan. 

Berbeda, netizen justru tak menganggap penting isu infrastruktur. Dari pantauan isu utama Jokowi-Ma‘ruf di Twitter, tak ada yang memperbincangkan kesuksesan mantan Wali Kota Solo itu dalam membangun infrastruktur. Sentimen positif justru datang saat netizen menyoroti isu kapal ikan asing China yang menangkap ikan di perairan Natuna dan dikawal oleh Coast Guard China. Rakyat Twitter menganggap Presiden Jokowi telah bersikap tegas karena langsung berkunjung ke Natuna guna menanggapi isu sengketa ini. Meski demikian, ada kelompok yang menyindir langkah presiden lantaran tak berkurangnya jumlah kapal ikan asing pascakunjungannya ke Natuna. 

Isu terbesar kedua di media online adalah investasi (25.693 berita). Pada transformasi ekonomi yang juga menjadi program prioritas Jokowi, media menekankan pada upaya Jokowi dalam mendatangkan investor. Jokowi menganggap investasi asing penting bagi Indonesia. Arus modal masuk atau capital inflow akan meningkatkan jumlah uang beredar sehingga berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Investasi juga diyakini berperan signifikan terhadap ekonomi Indonesia. APBN dan APBD hanya berkontribusi 23% terhadap ekonomi, sedangkan 77% yang memengaruhi ekonomi Indonesia adalah swasta.

Media juga memberitakan ungkapan kekecewaan Jokowi karena regulasi investasi masih ‘gemuk’. Akibatnya, investor enggan menanamkan modalnya di Indonesia dan lebih memilih ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam.

Untuk menindaklanjuti hal itu, sejumlah perizinan pun dirampingkan dan dipangkas melalui penerbitan Omnibus Law. Beleid ini menjadi perbahasan hangat dengan jumlah pemberitaan mencapai 5.286 berita sekaligus masuk dalam jajaran 10 isu teratas dalam pemberitaan Jokowi-Ma’ruf di media. 

Namun, Omnibus Law juga mendapatkan kritikan karena berbagai aspek yang disorot, seperti dalam urusan cipta lapangan kerja yang mengatur wacana upah per jam terhadap tenaga kerja, dan kemudahan untuk merekrut tenaga kerja asing, serta wacana penghapusan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) guna mempermudah usaha.  

Penyederhanaan birokrasi – eselon 3 dan 4 digantikan artificial intelligence (AI) serta isu upah perjam dan kemudahan merekrut tenaga asing menjadi narasi politis yang menyerang Jokowi - Maruf. Wacana ini mendapatkan penolakan luas oleh masyarakat dengan melakukan aksi demonstrasi di berbagai daerah. 

Penerapan upah per jam dinilai akan menghapus upah minimum regional dan berdampak pada penurunan kualitas hidup buruh karena menurunnya pendapatan. Adanya tenaga kerja asing juga dianggap akan menyingkirkan tenaga kerja lokal.

Selain itu, media juga cukup intens membahas isu-isu ekonomi lainnya, seputar persoalan tenaga kerja, reformasi agraria, moratorium, serta peremajaan perkebunan kelapa sawit. Demikian juga dengan pergeseran industri ke 4.0 yang menjadi santapan utama media online. 

Sementara itu, sejumlah isu mendorong sentimen negatif di media online dan Twitter. Dinamika isu KPK terutama narasi pelemahan KPK, mulai dari revisi UU KPK hingga penunjukan Dewan Pengawas lembaga antirasuah mendapat perhatian media dan diberitakan sebanyak 22.554 berita. Di Twitter, netizen mencuitkan sebanyak 63.760 tweet. 

Selain itu, konflik di Papua, persoalan penyelesaian kasus HAM, dan kenaikan biaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang dianggap tak pro rakyat juga menjadi pendorong sentimen negatif baik di media online dan Twitter. 

Warganet juga ramai menggunjingkan ekspor benih lobster, dan isu penyelundupan Harley Davidson yang dilakukan oleh bekas Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara.

Menteri ter-Media Darling

Jajaran pembantu Jokowi juga tak luput dari perhatian media online dan Twitter. Nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi media darling karena prestasinya dalam mengatasi masalah di kementeriannya. 

Penataan BUMN menjadi isu yang santer muncul di awal kepemimpinan Erick. Bak mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada 2014 lalu, kinerja Erick mencuri perhatian, penuh gebrakan, dan banyak mengungkap hal-hal yang selama ini tertutupi sistem. 

Beberapa isu di bawah Kementerian BUMN mendapatkan perhatian publik, mulai dari kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui maskapai Garuda Indonesia, kebijakan memecat beberapa Direksi PT Garuda Indonesia, hingga mengubah konsep super holding menjadi subholding. Erick menempati posisi pertama di jajaran menteri yang paling banyak diberitakan (35.831 berita). Pernyataannya juga banyak dikutip media (35.675 berita). Pun di media sosial, nama Erick Thohir juga banyak mengundang respons berisi harapan. Namanya banyak dibicarakan terkait masalah di BUMN (401.585 tweet). 

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD juga tercatat sebagai figur yang paling aktif memberi pernyataan di media seiring dengan berbagai tanggapannya dalam isu politik, hukum dan keamanan yang selalu menjadi rujukan media. Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga menjadi tokoh yang paling banyak dibicarakan netizen di Twitter (361.348 tweet). Bersama dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (710.968 tweet) dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (710.968 tweet), ketiganya sama-sama diperbincangkan netizen terkait dalam beberapa isu-isu besar seperti Papua, Natuna, dan radikalisme.

Seratus hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf tak terlepas dari kritik. Sosok yang kerap mengkritik Jokowi adalah pengamat Rocky Gerung.

Sementara itu, dari sisi politik, media menyoroti majunya anak dan menantu Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, dalam Pilkada Solo dan Medan. Juga, anak Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah yang maju di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel). Narasi politik dinasti kerap dimunculkan, Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin dianggap tengah membangun politik dinastinya. Meski Jokowi--juga Istana--membantah tudingan tersebut, namun narasi ini kemungkinan akan tetap ada menjelang dan saat berlangsungnya pilkada serentak.

Loading...
Loading...