“Lantunan” Para Musisi di Berita dan Twitter

Setiap 9 Maret menjadi hari spesial bagi musisi Tanah Air. Lantaran ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional sejak 2013. Penetapannya sesuai dengan tanggal kelahiran pahlawan nasional sekaligus pengarang “Indonesia Raya”, Wage Rudolf Soepratman.

Semarak Hari Musik Nasional turut “melantun” di media daring (online) dan Twitter. Seperti pemantauan Indonesia Indicator (I2), pada 1 Januari-9 Maret 2020 yang dihasilkan dari pemanfaatan piranti lunak kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Media maupun netizen tak sekadar membahas tentang karya idolanya. Sejumlah konten terkait peristiwa yang tengah terjadi kepada pujaannya juga ramai diperbincangkan, baik terhadap musisi dalam maupun luar negeri.

Nama Rizky Febian dan Bunga Citra Lestari merajai pemberitaan media online sepanjang periode tersebut. Pemberitaan keduanya dikaitkan dengan beberapa isu yang melekat dalam dua bulan belakangan. 

Rizky Febian mendapat perhatian media dengan jumlah pemberitaan mencapai 11.772 artikel. Anak sulung dari komedian papan atas Entis Sutisna alias Sule itu ramai diberitakan saat ibundanya, Lina Zubaedah meninggal pada awal Januari 2020. Pemberitaan kian santer saat pelantun lagu "Ragu" itu melaporkan kematian Lina ke Polrestabes Bandung, Jawa Barat. Laporan itu dilayangkan karena mencurigai ada kejanggalan atas kematian ibundanya.  

Bunga Citra Lestari (BCL) juga menjadi pusat pemberitaan karena kabar duka saat suaminya, Ashraf Sinclair meninggal dunia pada 18 Februari 2020 lalu. Media ramai memberitakan terkait BCL (11.668 artikel). Pun demikian dengan netizen yang riuh berkicau, menyebut (mention) BCL dengan 20.059 tweet, mulai dari kabar duka hingga memberikan dukungan kepada penyanyi kelahiran Jakarta itu. Terpantau, cuitan beremosi simpati, empati, dan dukungan terhadap BCL.

Nama musisi Marion Jola berhasil membius netizen Twitter (9.426 tweet). Tingginya kicauan warganet mengenai Marion Jola kala mendengarkan lagu-lagunya. Warga Twitter juga mencuitkan kehadiran dara jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol itu dalam Red Carpet Billboard Indonesia Music Awards 2020.

Sementara itu, musisi lain yang juga menghiasi portal online sekaligus masuk dalam jajaran musisi dalam negeri yang paling banyak diberitakan, antara lain: Judika (2.891 artikel), Ayu Ting Ting (1.763 artikel), Didi Kempot (1.735 artikel), Noah (1.341 artikel), Isyana Sarasvati (1.053 artikel), Andmesh (964 artikel), Agnez Mo (952 artikel), dan Via Vallen (938 artikel).

Kpop Jawaranya

Musik pop Korea (K-pop) yang “naik daun” dalam beberapa tahun terakhir–dibawakan grup vokal wanita (girlband) maupun pria (boyband)–masih disukai publik. Boyband BTS menjadi primadona dan menempati posisi teratas dengan jumlah pemberitaan mencapai 5.615 artikel. Musisi asal Korea Selatan itu juga menyita perhatian pengguna platform "Burung Biru" dengan jumlah cuitan mencapai 85.319 tweet dalam kurun waktu yang cukup singkat, yakni 1 Januari–9 Maret 2020.

Selain BTS, nama girlband Blackpink (1.143 artikel) dan boyband Exo (911 artikel) turut mengisi jajaran 10 besar musisi asing yang paling banyak diberitakan media online. Kedua grup itu juga meramaikan lini masa Twitter, Blackpink tercatat dicuitkan oleh netizen mencapai 57.206 tweet, sedangkan Exo mencapai 24.527 tweet. 

Tak hanya Kpop, musisi Barat juga mengisi pemberitaan portal darling. Seperti, Billie Eilish yang mendominasi media online (2.469 artikel). Dia sukses mengalahkan beberapa musisi yang lebih dulu populer. Macam Justin Bieber (2.173 artikel), Taylor Swift (1.759 artikel), hingga Selena Gomez (817 artikel).

Maia Estianty banyak dikutip

Musisi Maia Estianty menjadi musisi yang paling banyak dimintai pendapatnya seputar topik Musik Dalam Negeri. Sebanyak 1.202 pernyataan pentolan Duo Maia itu ada dalam berbagai portal daring. Lantaran dirinya sering diberitakan media seputar perannya sebagai juri Indonesian Idol 2020.

Posisi kedua ditempati anak sulung Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Dul Jaelani. Pernyataan penyanyi bernama lengkap Abdul Qodir Jaelani itu, termuat dalam 1.027 artikel. Kontennya, tentang kehidupan bermusiknya hingga kedekatannya dengan salah satu peserta Indonesian Idol, Tiara Anugrah.

Jajaran 10 besar influencer dalam negeri berikutnya ditempati Anang Hermansyah dengan 735 pernyataan (statement). Lalu, Rizky Febian (684 statement), BCL (662 statement), Ari Lasso (572 statement), Judika (378 statement), Iwan Fals (306 statement), Via Vallen (304 statement), dan Dewi Gontha (289 statement).

Intensitas pemberitaan portal online maupun Twitter tentang musisi tersebut, baik dalam maupun luar negeri, selaras dengan aliran musik terpopuler di masyarakat. Genre pop masih memesona. Ia berada di puncak dengan 18.428 pemberitaan. Lalu dangdut (8.071 artikel), rock (8.056 artikel), jazz (7.198 artikel), musik klasik (6.209 artikel), hiphop (2.479 artikel), metal (1.832 artikel), blues (1.267 artikel), reggae (1.124 artikel), dan musik dansa elektronik atau EDM (691 artikel).

100 Hari Jokowi-Ma’ruf, Bagaimana Rapornya?

Pemerintahan Joko Widodo - Ma’ruf Amin genap berjalan seratus hari pada Senin, 27 Januari 2020, sejak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019 lalu. 

Berbeda dengan periode pertama kepemimpinannya, Jokowi tak memasang target capaian seratus hari di periode kedua. Meski begitu, istilah “capaian seratus hari kerja” kadung melekat di benak publik untuk mengevaluasi kerja-kerja awal pemerintahan.  

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) merekam beragam isu yang ramai diulas media massa dan netizen di Twitter sejak 20 Oktober 2019–24 Januari 2020.

I2 menghimpun data dari 3.655.070 berita yang dimuat oleh 4.179 media online berbahasa Indonesia. Jumlah data tersebut dari periode 20 Oktober 2019–24 Januari 2020. Data dianalisis secara real time menggunakan sistem Intelligence Media Management (IMM). Hasil analisis data tersebut mewakili data spontan (subsconscious data/bukan hasil survei yang bisa diarahkan) dari seluruh media. 

Dari jumlah data tersebut, terdapat 228.788 berita yang memberitakan Jokowi–Maruf, dari 2.075 berita media online.

I2 juga memantau isu yang ramai diperbincangkan netizen di Twitterland. Tercatat 4.160.835 cuitan terkait Jokowi-Ma’ruf pada periode yang sama.

Bagaimana rapor pemerintahan jilid II Jokowi-Ma‘ruf?

Menanti Gebrakan

Berdasarkan hasil pantauan di media online, narasi pemberitaan tentang kepemimpinan Jokowi–Ma‘ruf dalam 100 hari periode keduanya, belum sanggup memuaskan publik. Apabila dihitung berdasarkan nett-sentimen, pemberitaan positif Jokowi-Ma’ruf hanya tercatat sebesar 63%. 

Nilai rapor 63 itu menunjukkan jika publik masih menanti gebrakan Jokowi di periode kedua. Belum ada prestasi menonjol dari pasangan tersebut dalam 100 hari pertama. Tak berbeda jauh, sentimen positif di platform “burung biru“ tercatat sebesar 55%.

Pelantikan Jokowi-Ma‘ruf menjadi faktor penting tingginya ekspos pemberitaan pada bulan Oktober 2019 mencapai 130.882 berita sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang 100 hari pemerintahan. Momentum itu mendorong tingginya sentimen netral pada pemberitaan Jokowi-Ma’ruf. 

Euforia pelantikan pemimpin baru itu juga ramai diperbincangkan warganet. Namun, warga Twitter menanggapi beragam, ada yang mendukung pelantikan dengan mengangkat tagar #CongratsJokowiMarufAmin. Ada juga netizen yang menyindir atau menolak acara pelantikan. Mereka menaikkan tagar #MatikanTVSeharian sebagai bentuk penolakan.

Di sisi lain, keberhasilan pembangunan infrastruktur Jokowi-Ma’ruf menjadi faktor pendorong tingginya sentimen positif di media online. Di awal pemerintahannya, Jokowi menegaskan komitmennya untuk membangun infrastruktur di sejumlah wilayah Indonesia. 

Pembangunan dinilai tak hanya soal beton, tapi juga peradaban untuk Indonesia maju.  

Persoalan infrastruktur ini menjadi isu yang paling banyak mendapatkan perhatian media online (25.764 berita). Media online menyoroti isu ini karena ingin mengetahui kelanjutan dari berbagai program infrastruktur yang dilakukan Presiden Jokowi pada jilid I. 

Dalam lima tahun pemerintahan sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengeluarkan sejumlah Perpres yang mencanangkan 245 proyek strategis nasional plus dua program prioritas. Hampir setengahnya merupakan proyek infrastruktur konektivitas untuk menghubungkan antar-wilayah (115 proyek). Sisanya berupa proyek bendungan (54), kawasan (30), energi (12), dan lain-lain (34). Total nilai proyek strategis nasional itu ditaksir mencapai Rp4.197 triliun. 

Sejumlah proyek infrastruktur yang rampung pada penghujung 2019 turut memicu atensi media. Seperti, Tol Layang Cikampek, Tol Trans Kalimantan, serta sejumlah bendungan dan bandara. Media menyoroti agar pembangunan tersebut tetap berlanjut pada periode kedua, terutama di wilayah yang belum tersentuh pembangunan serta dilanjutkannya Tol Trans Jawa via selatan. 

Berbeda, netizen justru tak menganggap penting isu infrastruktur. Dari pantauan isu utama Jokowi-Ma‘ruf di Twitter, tak ada yang memperbincangkan kesuksesan mantan Wali Kota Solo itu dalam membangun infrastruktur. Sentimen positif justru datang saat netizen menyoroti isu kapal ikan asing China yang menangkap ikan di perairan Natuna dan dikawal oleh Coast Guard China. Rakyat Twitter menganggap Presiden Jokowi telah bersikap tegas karena langsung berkunjung ke Natuna guna menanggapi isu sengketa ini. Meski demikian, ada kelompok yang menyindir langkah presiden lantaran tak berkurangnya jumlah kapal ikan asing pascakunjungannya ke Natuna. 

Isu terbesar kedua di media online adalah investasi (25.693 berita). Pada transformasi ekonomi yang juga menjadi program prioritas Jokowi, media menekankan pada upaya Jokowi dalam mendatangkan investor. Jokowi menganggap investasi asing penting bagi Indonesia. Arus modal masuk atau capital inflow akan meningkatkan jumlah uang beredar sehingga berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Investasi juga diyakini berperan signifikan terhadap ekonomi Indonesia. APBN dan APBD hanya berkontribusi 23% terhadap ekonomi, sedangkan 77% yang memengaruhi ekonomi Indonesia adalah swasta.

Media juga memberitakan ungkapan kekecewaan Jokowi karena regulasi investasi masih ‘gemuk’. Akibatnya, investor enggan menanamkan modalnya di Indonesia dan lebih memilih ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam.

Untuk menindaklanjuti hal itu, sejumlah perizinan pun dirampingkan dan dipangkas melalui penerbitan Omnibus Law. Beleid ini menjadi perbahasan hangat dengan jumlah pemberitaan mencapai 5.286 berita sekaligus masuk dalam jajaran 10 isu teratas dalam pemberitaan Jokowi-Ma’ruf di media. 

Namun, Omnibus Law juga mendapatkan kritikan karena berbagai aspek yang disorot, seperti dalam urusan cipta lapangan kerja yang mengatur wacana upah per jam terhadap tenaga kerja, dan kemudahan untuk merekrut tenaga kerja asing, serta wacana penghapusan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) guna mempermudah usaha.  

Penyederhanaan birokrasi – eselon 3 dan 4 digantikan artificial intelligence (AI) serta isu upah perjam dan kemudahan merekrut tenaga asing menjadi narasi politis yang menyerang Jokowi - Maruf. Wacana ini mendapatkan penolakan luas oleh masyarakat dengan melakukan aksi demonstrasi di berbagai daerah. 

Penerapan upah per jam dinilai akan menghapus upah minimum regional dan berdampak pada penurunan kualitas hidup buruh karena menurunnya pendapatan. Adanya tenaga kerja asing juga dianggap akan menyingkirkan tenaga kerja lokal.

Selain itu, media juga cukup intens membahas isu-isu ekonomi lainnya, seputar persoalan tenaga kerja, reformasi agraria, moratorium, serta peremajaan perkebunan kelapa sawit. Demikian juga dengan pergeseran industri ke 4.0 yang menjadi santapan utama media online. 

Sementara itu, sejumlah isu mendorong sentimen negatif di media online dan Twitter. Dinamika isu KPK terutama narasi pelemahan KPK, mulai dari revisi UU KPK hingga penunjukan Dewan Pengawas lembaga antirasuah mendapat perhatian media dan diberitakan sebanyak 22.554 berita. Di Twitter, netizen mencuitkan sebanyak 63.760 tweet. 

Selain itu, konflik di Papua, persoalan penyelesaian kasus HAM, dan kenaikan biaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang dianggap tak pro rakyat juga menjadi pendorong sentimen negatif baik di media online dan Twitter. 

Warganet juga ramai menggunjingkan ekspor benih lobster, dan isu penyelundupan Harley Davidson yang dilakukan oleh bekas Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara.

Menteri ter-Media Darling

Jajaran pembantu Jokowi juga tak luput dari perhatian media online dan Twitter. Nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi media darling karena prestasinya dalam mengatasi masalah di kementeriannya. 

Penataan BUMN menjadi isu yang santer muncul di awal kepemimpinan Erick. Bak mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada 2014 lalu, kinerja Erick mencuri perhatian, penuh gebrakan, dan banyak mengungkap hal-hal yang selama ini tertutupi sistem. 

Beberapa isu di bawah Kementerian BUMN mendapatkan perhatian publik, mulai dari kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui maskapai Garuda Indonesia, kebijakan memecat beberapa Direksi PT Garuda Indonesia, hingga mengubah konsep super holding menjadi subholding. Erick menempati posisi pertama di jajaran menteri yang paling banyak diberitakan (35.831 berita). Pernyataannya juga banyak dikutip media (35.675 berita). Pun di media sosial, nama Erick Thohir juga banyak mengundang respons berisi harapan. Namanya banyak dibicarakan terkait masalah di BUMN (401.585 tweet). 

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD juga tercatat sebagai figur yang paling aktif memberi pernyataan di media seiring dengan berbagai tanggapannya dalam isu politik, hukum dan keamanan yang selalu menjadi rujukan media. Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga menjadi tokoh yang paling banyak dibicarakan netizen di Twitter (361.348 tweet). Bersama dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (710.968 tweet) dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (710.968 tweet), ketiganya sama-sama diperbincangkan netizen terkait dalam beberapa isu-isu besar seperti Papua, Natuna, dan radikalisme.

Seratus hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf tak terlepas dari kritik. Sosok yang kerap mengkritik Jokowi adalah pengamat Rocky Gerung.

Sementara itu, dari sisi politik, media menyoroti majunya anak dan menantu Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, dalam Pilkada Solo dan Medan. Juga, anak Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah yang maju di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel). Narasi politik dinasti kerap dimunculkan, Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin dianggap tengah membangun politik dinastinya. Meski Jokowi--juga Istana--membantah tudingan tersebut, namun narasi ini kemungkinan akan tetap ada menjelang dan saat berlangsungnya pilkada serentak.

Virus Corona, Virus Yang Viral di Media

Penyebaran virus corona jenis baru menimbulkan keresahan di berbagai negara. Jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Data terbaru, per Selasa (11/2), sebanyak 1.013 orang dinyatakan meninggal dunia karena virus corona. 

Sementara itu, lebih dari 42.000 orang terinfeksi virus yang awalnya menjadi wabah di Wuhan, Provinsi Hubei, China, ini. Hingga kini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kedaruratan virus corona jenis baru ini, yang dikenal sebagai 2019-nCoV.

Untuk langkah antisipasi, sejumlah negara -- termasuk negara kawasan Asia Tenggara -- mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk melindungi warga negaranya dari penularan virus corona. Misalkan saja, pemerintah Malaysia melarang masuk turis dari Kota Wuhan dan sekitarnya. Kebijakan hampir serupa juga diberlakukan pemerintah Singapura.

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence (AI) mencatat, isu virus corona menjadi perbincangan hangat dan masif warganet di media sosial, Facebook dan Twitter. Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang mengatakan masifnya perbincangan terkait isu virus corona di Indonesia dipicu oleh gencarnya pemberitaan di media online. Sepanjang 2 Januari hingga 5 Februari 2020, isu tentang virus corona diberitakan 1.339 media daring. Jumlahnya mencapai 53.000 berita.

“Presiden Jokowi, Menkes Terawan, serta Menlu Retno Marsudi, menjadi influencer terbesar isu virus corona di Indonesia,” kata Rustika.

Media mem-framing bahwa isu corona ini cukup berdampak dalam perekonomian di Indonesia, bahkan hingga tingkat paling bawah. Menurut Rustika, pasar-pasar tradisional waspada terhadap virus tersebut. Di antaranya, tidak lagi menjual ular dan kelelawar atau binatang yang dianggap akan menularkan virus corona. Di sisi lain, harga bawang putih melonjak karena tidak ada pasokan bawang dari China.

“Demikian juga dengan nilai tukar uang yang fluktuatif menyusul berbagai perkembangan kasus corona di Indonesia,” kata Rustika.

Di media sosial Twitter, papar Rustika, warganet merespons isu virus corona dengan emosi “anticipation”, yang menunjukkan kekhawatiran atas persebaran virus dan sangat mengharapkan pemerintah bisa memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Indonesia. Menurut dia, warganet milenial paling banyak bereaksi atas isu ini, yakni sebesar 83,7%. Dari sisi jenis kelamin, terdapat 43,3% perempuan dan 56,7% laki-laki.

Isu virus corona ini diperbincangkan sebanyak 124.175 tweet dari 73.534 akun. Dengan menggunakan metode Social Network Analysis (SNA), isu kesehatan ini terbagi dalam empat kelompok percakapan. Dari empat kelompok tersebut, ditemukan bahwa 28,43% aktivitas pembicaraan mengaitkan isu corona dengan isu politik. Dan 71,57% tidak mengaitkan dengan isu politik.

“Secara umum, kekhawatiran masyarakat menjadi isu yang memicu percakapan di kalangan kelompok mayoritas,” ujar Rustika.

Percakapan dan perdebatan warganet terkait isu virus corona juga berkembang di Facebook. Rustika mengungkapkan, terdapat 65.782 aktivitas di Facebook dari 18.580 akun. Sedikit berbeda dengan situasi di Twitter, warganet Facebook dari Indonesia dan Malaysia saling merespons perkembangan isu corona di wilayah kedua negara. Saling respons bermula saat warganet Facebook Indonesia turut bereaksi terhadap kebijakan pemerintah Malaysia yang menyatakan tak dapat menghentikan warga China untuk memasuki Malaysia. Pasalnya, tidak semua warga China berasal dari Wuhan.

Selain itu, dalam jejaring percakapan lainnya, terlihat adanya saling tukar informasi di kalangan warganet Facebook tentang cara menghindari virus corona, seperti dengan menggunakan air wudu. Isu lain yang mengemuka di Facebook adalah pertemuan dan sambutan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dengan turis asal China, serta pemberitahuan dari Kementerian Kesehatan tentang metode pencegahan influenza akibat virus corona, yaitu dengan menjaga tenggorokan tetap lembab.

Sementara itu, sebanyak 48,28% warganet di Facebook lebih banyak berkonsentrasi pada berbagai perkembangan isu corona di media, memberikan komentar, menyatakan kekhawatiran, dan harapan pada masyarakat dan pemerintah agar lebih waspada pada persebaran virus corona.

Diwarnai Hoaks

Virus yang mirip dengan SARS ini menyebar dengan sangat cepat. Setidaknya, virus mematikan ini telah menjangkiti lebih dari 25 negara. Tapi, tak hanya virus yang menyebar ke seluruh China dan sejumlah negara, tetapi juga terjadi penyebaran hoaks.

Berdasarkan temuan I2 pada periode 24 Januari hingga 3 Februari 2020, setidaknya ada sepuluh informasi yang telah terverifikasi hoaks oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hoaks terkait virus corona terdeteksi muncul di media sosial Twitter pada 26 Januari 2020 yang menyebutkan bahwa ‘HP Xiaomi buatan China dapat menularkan virus corona’.

Tak hanya di Twitter, hoaks virus corona juga terjadi di Facebook, seperti isu ‘Diduga terjangkit virus corona, satu pasien RS Doris Sylvanus diisolasi’ yang di-posting pada 27 Januari. Hoaks lainnya yakni ‘Virus corona sudah sampai di Shah Alam Selangor’ yang juga muncul pada 27 Januari.

Sebaran hoaks juga menjangkiti WhatsApp Grup (WAG). Di antaranya, informasi bohong yang menyebutkan bahwa ‘Ada pasien meninggal suspect corona di RS Dr Soetomo' yang disebarkan pada Januari 2020.

Loading...
Loading...