Tak Ingin Kena Denda 200%, Wajib Pajak yang Ikut Tax Amnesty Harus Serius

 

Keikutsertaan wajib pajak dalam mengikuti program tax amnesty terganjal pasal 18 UU pengampunan pajak.

Pasal tersebut seolah membuat masyarakat berfikir ulang jika ikut program tax amnesty. Karena jika tidak melaporkan seluruh harta, maka mereka akan terkena denda. Sehingga tentu ada yang berfikiran lebih baik tak usah ikut. Apalagi tax amnesty memberikan kebebasan pada wajib pajak untuk memilih ikut atau tidak.

Pasal 18 ayat tiga berisikan bahwa atas tambahan penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat satu (wajib pajak tidak menyampaikan surat pernyataan sampai dengan periode pengampunan pajak berakhir) dikenakan pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pajak penghasilan dan dikenakan sanksi administrasi perpajakan berupa kenaikan sebesar 200 persen dari pajak penghasilan yang tidak atau kurang bayar.

baca : Amnesti Pajak Ditaksir Sulit Tembus Rp165 Triliun hingga Akhir Tahun

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan, tax amnesty merupakan pilihan wajib pajak. Namun kata Yoga, UU tax amnesty menyaratkan agar wajib pajak serius ikut tax amnesty.

"Dalam arti melaporkan seluruh harta tanpa ada yang disembunyikan lagi, apabila ingin memanfaatkan fasilitas tax amnesty," kata Yoga pada Metrotvnews.com, di Jakarta, Kamis (29/12/2016).

Apalagi, kata dia, pasal 18 tersebut sebenarnya merupakan cerminan dari mandat UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) yang menyatakan bahwa seluruh harta wajib pajak memang dilaporkan surat pemberitahuan (SPT) pajak tahunan, baik harta yang berasal dari pengasilan terutang maupun tidak terutang.

UU tax amnesty, kata Yoga, memberikan kesempatan bagi wajib pajak yang belum membayar pajak atas penghasilan-penghasilan yang lalu atau melaporkan hartanya di SPT tahunan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Cukup dengan melaporkan harta yang belum dilaporkan di SPT Tahunan disertai membayar uang tebusan yang relatif kecil," pungkas dia.

Loading...
Loading...